Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahwa pelayanan kesehatan masyarakat adalah bagian dari pelayanan


kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatannya pada upaya peningkatan
kesehatan serta pencegahan penyakit serta lebih memusatkan perhatiannya
pada pelbagai masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat secara
keseluruhan.
Jika dibandingkan dengan pelayanan medis (medical services)
pelayanan kesehatan masyarakat memang mempunyai beberapa ciri
tersendiri. Ciri yang dimaksud serta perbedaannya dengan pelayanan medis,
secar sederhana diuraikan sebagai berikut : Sarana kesehatan yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat
disebut dengan nama sarana kesehatan msyarakat. Untuk Indonesia sarana
kesehatan masyarakat ini adalah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas)
yang berada pada lini depan serta dibantu oleh Dinas Kesehatan Tingkat II
yang berada di kabupaten serta Dinas Kesehatan tingkat I yang berada di
Propinsi, sebagai rujukan.
Proses jalannya pemerintahan yang sangatlah mempengaruhi berbagai
pola kebijakan pemerintah sebagai motor utama penggerak pelayanan
masyarakat. Berbagai perubahan mekanisme perpolitikan yang
mempengaruhi berubahnya pemerintahan turut pula merubah pola pelayanan
kesehatan terhadap masyarakat. Sumber pembuat kebijakan disektor
kesahatan yang mengalami perubahan setiap Liama Tahun telah begitu
mempengaruhi proses pelayanan kesehatan diseluruh Indonesia.
Amandemen UUD 45 dan TAP No. VII / MPR / 2001 merupakan visi
Indonesia untuk bertanggung jawab dalam hal kesehatan warga negaranya,

1
menjaga hak asasi manusia dalam kesehatan, dan menjadikannya sebagai
jaminan sosial. Kesahatan merupakan aspek penting dalam kehidupan
karena tidak ada kegiatan yang dapat dilaksanakan secara maksimal yang
dapat dilakukan oleh orang sakit. Oleh karena itu cerminan negara sejahtera
diukur dalam bentuk HDI (Human Development Indeks) atau pembanguna
manusia yang mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi. Jika HDI tinggi
maka ketiga cakupan tadi akan berada pada tingkat yang tinggi pula.
Yang diukur dalam kesehatan salah satunya adalah usia harapan hidup.
Usia harapan hidup berbanding lurus dengan pendidikan dan ekonomi.
Maksudnya adalah jika ekonomi dan pendididkan seseorang tinggi maka
harapan hidupnya pun akan tinggi pula.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasar pada kenyataan sektor kesehatan yang terpaparkan diatas,


maka dalam makalah ini, penyususn menekankan pembahasan pada sektor
Administrasi kebijakan dan kesehatan khususnya yang berlaku secara
mendasar yang menjadi terapan umum dalam setiap perumusan
program pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia yang
berhubungan erat pula dengan kemampuan pengelolaan administrasi
keorganisasian dibidang pelayanan kesehatan publik.

BAB II

PEMBAHASAN

2
A. DASAR ADMINSTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN

Menurut HR. Blum derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh


empat faktor dari yang paling dominant :

1. Perilaku

2. Lingkungan

3. Pelayanan kesehatan

4. Genetic

Perilaku menjadi faktor yang paling mendasar sebab perilaku melekat


pada individu dan memiliki kemungkinan untuk menyebarkannya atau ditiru
oleh orang lain. Misalnya orang tua yang memiliki perilaku hidup yang tidak
sehat akan ditiru oleh anak-anaknya. Meskipun pelayanan yang diberikan
pemerintah telah bagus tetapi jika perilaku masyarakat tidak berubah maka
derajat kesehatan tetap tidak akan meningkat karena tidak ada kemandirian
dari individu atau masyarkat untuk meningkatkan dan menjaga kesehatannya
sendiri.

Pemikiran dasar pembangunan kesehatan

Ada empat dasar pemikiran untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan

 Dasar 1 yakni kemanusiaan

Merupakan pundamen moral perikemanusiaan yang berdasarkan kepada


Ketuhanan yang Maha Esa. Maksudnya adalah dalam pembangunan
kesehatan kita mampu mementingkan kepentingan nasional dan rakyat
banyak. Selain itu bagaimana kita sebagai pemberi layanan kesehatan
mampu memanusiakan masyarakat yang kita berikan pelayanan.

 Dasar 2 yakni pemberdayaan dan kemandirian

Dalam prakteknya sebagai pelayan kesehatan kita mampu meningkatkan


kesadaran individu dan masyarakat agar mau dan mampu melakukan

3
pencegahan kesakitan dan mampu meningkatkan kesehatannya sendiri
maupun masyarakatnya. Sehingga mereka secara mandiri mampu
menjadi kader kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, kelompok, dan
masyarakatnya.

 Dasar 3 yakni memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan merata

Merupakan tanggung jawab negara untuk memelihara kesehatan warga


negaranya dengan memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan
merata. Perluasan layanan kesehatan teramasuk dalam program ini
selain pengobatan gratis di setiap puskesmas di Indonesia. Hanya saja
apakah pengobatan gratis untuk segenap warga negara ini dapat
dikatakan adil? Tidak. Sebab masyarakat yang mampu pun turut
menikmatinya sehingga masyarakat yang benar-benar miskin yang
seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih akan berbagi
biaya kesehatan dari pemerintah dengan warga yang mampu
ekonominya.

 Dasar 4 yakni pengutamaan dan manfaat

Merupakan pelayanan kesehatan bermutu dengan mengutamakan


pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, dan pencegahan
penyakit dengan berdaya guna dan berhasil guna.

Visi, misi, dan strategi pembangunan kesehatan

Visi merupakan sebuah cita-cita atau sebuah acuan apa yang mau kita
lakukan di masa yang akan datang atau bisa juga dikatakan sebuah
pedoman yang mampu mengarahkan kita di masa yang akan datang. Visi
kesehatan Indonesia adalah Indonesia sehat 2010. visi ini diiringi paradigma
sehat Indonesia yang beroreantasi pada masyarkat sehat yakni
mengupayakan bagimana mencegah, meningkatkan, dan memelihara
keadaan sehat masyarakat. Pencapaian yang diharapkan adalah penduduk

4
hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan bermutu, adil, merata, serta memiliki
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Misi pembanguna Indonesia sehat 2010 ada empat yakni :

1. Menggagas pembangunan nasional berwawasan kesehatan.


Maksudnya adalah disetiap pembangunan kota atau wilayah harus selalu
memperhatikan aspek kesehatan. Misalnya pembanguna perumahan
maka yang harus diperhatikan adalah pentilasinya, lingkungan, dan
sumber air bersihnya, jangan sampai masing-masing rumah menjadi
pencemar air minum tetangganya. Misalnya lagi pembangunan gedung
bioskop disekitar perumahan penduduk maka harus memperhatikan
limbah bioskop agar tidak mencemari sumber air warga.

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Maksudnya


disini bahwa pelayanan kesehatan yang ada tidak hanya memberikan
pengetahuan bagaimana cara hidup sehat dan mencegah datangnya
penyakit tetapi mampu menggerakkan masyarakat agar sadar dan
kemudian mampu menjaga serta memelihara kesehatannya sendiri
ataupun menjadi kader kesehatan bagi kelompok dan masyarakatnya.

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu,


merata, dan terjangkau.

 Bermutu maksudnya pelayanan kesehatan terus meningkatkan diri


agar sesuai dengan kwalitas dan standar baku yang ada.

 Merata memiliki arti bahwa pelayanan kesehatan harus dapat dicapai


atau dirasakan oleh semua masyarakat.

 Terjangkau berarti pelayanan kesehatan harus dapat dijangkau oleh


ekonomi masyarakat.

5
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga,
masyarakat, serta lingkungannya. Maksudya bahwa pemeliharaan
kesehatan masyarakat ditekankan pada sikap proaktif yakni
meningkatkan usaha-usaha pencegahan sehingga pemeliharaan serta
derajat kesehatan semua masyarakat meningkat, sehingga mereka lebih
mandiri, dan mampu menjaga lingkungan sekitar mereka dari semua
vector penyebab penyakit. Tidak seperti dahulu bahwa pelayanan
kesehatan lebih diarahkan pada pengobatan atau bersifat reaktif.

Strategi merupakan cara-cara yang ditempuh agar tujuan kita


tercapai. Adapun strategi pembanguna kesehatan :

1. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan

2. Profesionalisme. Ada beberapa persyaratan seseorang dapat dikatakan


professional yaitu merupakan tenaga kesehatn dengan pendidikan
minimal D3, memiliki kelompok atau rumpun organisasi yang jelas, dan
melakukan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu.

3. Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Hal ini berhubungan


dengan pembiayaan kesehatan.

4. Desentralisasi merupakan permasalahan kesehatan yang ditangani


secara otonom.

Dalam beberapa hal desentralisasi memiliki kelebihan dibanding


dekonsentrasi, yakni daerah dapat lebih mengetahui pelayanan kesehatan
apa yang cocok diberikan pada daerahnya sehingga menghemat biaya
kesehatan dan juga mengefisiensikan pelayana kesehatan pada masalah-
masalah kesehatan yang dibutuhkan masyarakat daerahnya. Namun,
kelemahan desentralisasi adalah masalah kesehatan lintas sector maupun
lintas daerah sulit diberantas.

Berikut adalah contoh bagan kinerja pelayanan kesehatan :

6
A. ORGANISASI DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Seperti telah diuraikan di atas, bahwa organisasi pelayanan kesehatan,
seperti Rumah Sakit dan Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi
yang sangat dirasakan oleh masyarakat umum.
Organisasi pelayanan kesehatan merupakan suatu organisasi yang
aktivitas pokoknya melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pelayanan
kesehatan yang bermutu atau berkualitas.
Salah satu prinsip organisasi adalah fleksibilitas, artinya organisasi
senantiasa dinamis sesuai dengan dinamika yang ada dalam organisasi dan
juga harus memperhatikan perubahan dari luar organisasi. Salah satu
pendorong terjadinya perubahan yang mendasar dalam semua organisasi di
Indonesia adalah terjadinya reformasi nasional pada tahun 1998 yang lalu.
Mengapa reformasi tersebut mempengaruhi semua dimensi kehidupan ?
Sebagaimana yang disampaikan oleh Poeng P. Poerwanto dalam bukunya
‘Reformation : The Renewal of Thinking Pattern” bahwa :Reformasi adalah
suatu perubahan atau restrukturisasi terhadap konsep, strategi atau
kebijakan yang berkaitan dengan berbagai dimensi dari kehidupan bangsa
dan negara, yang mengacu kepada tata nilai, norma, budaya, falsafah dan
paradigma yang mempertimbangkan ancaman dan peluang maupun
perkembangan zaman yang harus dihadapi oleh bangsa’

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ciri reformasi


adalah :

7
• Terjadinya perubahan konsep, strategi dan kebijakan,
• Perubahan yang terjadi didasarkan pada tata nilai, norma, budaya dan
falsafah kehidupan masyarakat.
• Munculnya paradigma baru sebagai upaya mengantisipasi berbagai
ancaman,
dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Perubahan yang mendasar dalam sektor kesehatan, yaitu terjadinya


perubahan paradigma pembangunan kesehatan menjadi ‘Paradigma Sehat’.
Dengan paradigma baru ini, mendorong terjadinya perubahan konsep yang
sangat mendasar dalam pembangunan kesehatan, antara lain :
a. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya
kuratif dan rehabilitatif, menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan
kuratif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif,
b. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-pilah
(fragmente ) berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated),
c. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari
pemerintah, berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak dari
masyarakat
d. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang semula
fee for service menjadi pembayaran secara pra-upaya,
e. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan kosumtif
menjadi investasi,
f. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh pemerintah,
akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai “mitra”
pemerintah (partnership),
g. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization),
menjadi otonomi daerah (decentralization ),

8
h. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring
dengan era desentralisasi.
Untuk itu, agar organisasi pelayanan kesehatan dalam hal ini rumah
sakit dan puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal, perlu
melakukan perubahan atau reformasi. Soedarmono Soejitno (2001)
mengemukakan bahwa terdapat lima hal penting yang perlu diantisipasi
dalam melakukan perubahan, yaitu :
1) Masa depan akan sangat berbeda dengan masa kini
2) Perlu adanya visi yang dapat memberikan pedoman bagi segala upaya
dimasa depan
3) Perlu perubahan tata nilai yang akan dianut oleh organisasi di masa depan
4) Perlu strategi yang konkret untuk mewujudkan perubahan
5) Perlu bentuk dan struktur baru organisasi di masa depan
Untuk melaksanakan program tersebut diatas, maka yang terutama
dilakukan adalah dibentuknya satuan kerja yang akan menangani seluruh
masalah baik teknis maupun adminstrasi dari program yang ada yang bersifat
dan bekerja secara organisasi. Maka dibentukalah unit satuan kerja, dinas
atau lembaga lain yang akan bergerak disektornya masing-
masing.mengiongat pentingnya keberadaan oragniasasi tersebut dipandang
perlu untuk bisa memahami tentang oragnisasi secara umum yang kemudian
secara teknis pelaksanaannya dikategorikan dalam program masing-masing
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang
berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi
pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan
perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions”
mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua
orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two
more persons)

9
b. James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every
human association for the attainment of common purpose” (Organisasi
adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)

Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan


kriteria sebagai berikut: :

• Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan.


– Bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang,
semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang.
– Bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang
terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab
dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
• Berdasarkan lalu lintas kekuasaan.
– Organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pucuk
pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang
memimpin unit-unit dalam organisasi,
– Bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh
staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan
dalam menjalankan roda organisasi,
– bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam
fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan
hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
• Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ;
- Organisasi pendidikan,
- Organisasi kesehatan,
- Organisasi pertanian, dan lain lain.
• Berdasarkan pihak yang memakai manfaat.Organisasi ini meliputi;
- Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya
terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi,

10
- Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati
oleh pelanggan, misalnya bank,
- Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha,
seperti perusahaan-perusahaan,
- Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya
terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti organisasi
pelayanan kesehatan, contohnya rumah sakit, Puskesmas, dll.

A. PERENCANAAN DAN EVALUASI

a. Program sehat 2010

Perilaku hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat dapat dicapai


dengan cara mamandirikan masyarakat untuk mengupayakan lingkungan
yang sehat serta mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan,
masyarakat mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, dan
tenaga kesehatan pun mampu merespon aspirasi kesehatan masyarakat.

Selain itu pemerintah Indonesia pun turut memprogramkan kesehatan


unggulan yakni :

· Kebijakan kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan hukum kesehatan.


- Perbaikan gizi.
· Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi
· Perilaku hidup sehat dan kesehatan mental
· Lingkungan pemukiman, air, dan udara sehat
· Kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, dan program keluarga
berencana
· Keselamatan dan kesehatan kerja

11
· Anti tembakau, alcohol, dan madat
· Pengawasan obat, bahan berbahaya, dan pengawasan makanan dan
minuman
· Pencegahan kecelakaan dan keselamatan lalu lintas

b. Program lingkungan sehat


– Lingkungan yang dimaksud tidak hanya lingkungan tempat tinggal tapi
pemerintah juga telah memperhatikan kesehatan lingkungan kerja.
Melihat tingginya angka kecelakaan ataupun kematian akibat kerja
menjadi dasar mengapa lingkungan kerja juga harus dijaga
kesehatannya. Selaian menjadikannya program kesehatan pemerintah
juga telah memberikan sanksi yang jelas pada peruasahaan yang
melakukan pelanggaran pada kasus ini.
– Higien dan sanitasi tempat umum. Mengingat tempat umum
merupakan wadah berkumpul orang banyak sehingga tidak salah jika
kesehatannya harus terjaga sebab penularan penyakit sering terjadi
ditempat-tempat umum.
– Pemukiman, perumahan, dan bangunan sehat.

Ketiga hal ini harus diperhatikan kesehatannya sebab merupakan tempat


tingal manusia, dimana manusia paling banyak menghabiskan waktunya di
rumah sehingga kesehatan rumah dan lingkungan harus diperhatiakan agar
tidak memberikan damapak penyakit pada manusia ataupun makhluk hidup
laiannya.

a. Penyehatan air

Mengingat air merupakan materi yang sangat penting bagi


kelangsungan hidup manusia maka kebersihan dan kesehatannya harus
benar-benar dijaga agar tidak menimbulkan penyakit atau mengganggu
kesehatan manusia.

12
b. Program upaya kesehatan

· Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi.


· Pencegahan penyakit tidak menular
· Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Bisa melalui
pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatatan
rujukan.

· Pelayanan kesehatan penunjang


· Pembinaan dan pengembangan pengobatan tradisional. Seperti
tanaman toga keluarga, desa, kecmatan, kabupaten, dan provinsi.

· Kesehatan reproduksi

· Perbaikan gizi

· Kesehatan mata

· Pengembangan survailans epidemiologi

· Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

c. Program obat, makanan, bahan berbahaya

· Pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat,


NAPZA, dan bahan- bahan berbahaya lainnya

· Pengamanan dan pengawasan makanan.

· Pengawasan obat dan obat tradisional

· Penggunaan obat tradisional

· Obat esensial

· Pembinaan dan pengembangan obat asli Indonesia

· Pembinaan dan pengembangan industri farmasi

13
d. Program sumber daya kesehatan

· Perncanaan, pendayagunaan, serta pendidikan dan pelatihan tenaga


kesehatan

· Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarkat

· Pengembangan sarana dan perbekalan kesehatan

e. Upaya kesehatan

Upaya kesehatan diarahkan pada masyarakat retan seperti ibu, bayi,


dan anak, masyarakat miskin, masyarakat di daerah konflik, di daerah
perbatasan dan di daerah terpencil. Tujuan akhir dari ipaya kesehatan ini
adalah menurunnya angaka kamatian bayi, angka kematian ibu, dan angka
kematian ibu dan bayi.

Upaya kesehatan terbagi menjadi dua :

1. Upaya kesehatan perorangan meliputi :

· Promosi kesehatan
· Pengobatan rawat jalan
· Pengobatan rawat inap
· Pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan pada perorangan
· Pengobatan tradisional dan alternative
· Pelayanan kebugaran fisik dan kosmetik
2. Upaya kesehatan masyarakat meliput :

• Promosi kesehatan

• Pemeliharaan kesehatan

• Pemberantasan penyakit menular

• Penyehatan lingkungan dan penyediyaan sanitasi dasar

• Perbaikan gizi masyarakat

• Pengamanan sedianya farmasi dan alat-alat kesehatan

14
• Pengamanan penggunaan zat aditif dalam makanan dan minuman

• Pengamanan narkotika, psikotropika, zat aditif, dan bahanbahan


berbahaya laiannya

• Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

Kesemua program di atas dilaksanakan dengan misi dan strategi yang


telah ditetapkan untuk mencapai visi. Program ini akan jalan dengan bantuan
sebuah manajemen yakni manajemen kesehatan. Manajemen kesehatan di
Indonesia diatur dalam sistem kesehatan nasional (SKN), meliputi sub
system pelayanan kesehatan dan sub sistem pembiayaan kesehatan. Sistem
Kesehatan Nasional (SKN) adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai
upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna
menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam
Pembukaan UUD 1945.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahwa pentingnya adminstrasi dalam penataan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat, maka diperlukan sebuah komitmen dari para pihak yang
terlibat langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan berbagai
program penting sehingga tidak akan merubah tatanan dan penataan
manajemen pelayanan publik di sektor kesehatan masyarakat.

B. Saran
Sebagai saran penyusun dalam pokok masalah yang terbahas bahwa
pentingnya dibuatnya aturan baku bagi pelayanan masyarakat di beberapa

15
sektor penting khususnya Kesehatan, yang tidak akan mengalami perubahan
dan mudah di laksanakan.

16
KETUA :SASNAWATI
ANGGOTA NURMIN
:
SATIAWAN
SRI YULIASTUTI

STIK TAMALATEA MAKASSAR PBL BANGGAI


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
PROPINSI SULAWESI TENGAH
2010
17
18