Anda di halaman 1dari 3

DIKELUHKAN, TROTOAR DI

JALUR WISATA HANCUR

JIKA ingin menikmati panorama sunset di kawasan Subak Penyembulan, tepatnya di sepanjang
perbatasan Desa pejeng Bedulu, anda harus berhati-hati. Pasalnya di jalur tersebut banyak trotoar
hancur dan berlubang. Beberapa di antaranya tanpa penutup, sehingga membahayakan pejalan kaki.
Menurut informasi dari warga sekitar, kondisi hancurnya trotoar tersebut sudah terjadi sejak lama.
Ironisnya, hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah. Padahal trotoar tersebut berada di
jalur wisata Bedulu Tampaksiring. Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, selain akan
membahayakan warga yang melintas, juga dapat mencoreng citra pariwisata.

Beberapa waktu yang lalu, ada warga yang berbaik hati memasang pita (semacam police line) di
beberapa lubang trotoar tersebut. Tujuannya, agar warga yang melintas berhati-hati sehingga tidak
terperosok ke dalam lubang trotoar. Namun sekarang tanda peringatan tersebut hilang.
Sejumlah petani yang ditemui saat penanaman padi organik bersama Bank Indonesia dan TNI di
kawasan Subak Penyembulan, juga sempat menyoroti kondisi trotoar yang hancur tersebut. Awas,
hati-hati ada lubang, ujar salah seorang petugas TNI yang ikut dalam penanaman padi organik.

Sekadar informasi, jalur di perbatasan desa Pejeng Bedulu belakangan ini kerap dikunjungi
wisatawan untuk melihat aktifitas petani saat musim tanam hingga musim panen. Selain itu, kawasan
ini juga menawarkan panorama sunset yang lumayan indah. Coba melintas di jalur ini pada sore hari,
ada saja warga atau pun wisatawan yang menyaksikan sunset dari atas trotoar tersebut. Jika sekarang
kondisi trotoar di sana hancur dengan lubang-lubang menganga, jelas sangat membahayakan.
Mumpung belum ada jatuh korban, warga berharap pemerintah segera mengatasi masalah trotoar
tersebut agar tidak berlarut-larut. (Dewa Suamba)