Anda di halaman 1dari 25

OTITIS MEDIA

AKUT
Oleh :
Nurul Amini,S.Ked
Pembimbing :
dr. Sri Marhaeni,Sp.THT

PENDAHULUAN
OMA merupakan penyakit yang cukup sering kita
temukan di praktek kedokteran sehari-hari
OMA merupakan peradangan sebagian atau
seluruh
mukosa
telinga
tengah,
tuba
eustachius,antrum mastoid, dan sel-sel mastoid
kurang dari 3 minggu.
Sering pada anak-anak.
berhubungan dengan belum matangnya sistem
imun, anatomi tuba Eustachius yang masih
relatif pendek, lebar dan letaknya lebih
horizontal.

Telinga luar
terdiri dari :
- Daun telinga
- Liang telinga
- Membran
timpani

Telinga tengah :
-Membran
Timpani
-Kavum timpani
-Proc.mastoideu
s
-Tuba
Eustachius

Telinga dalam
terdiri dari :
-Koklea
-Vestibular yang
terdiri dari 3
buah kanalis
semisirkularis

Telinga Tengah

Batas luar : membran


timpani
Batas depan : tuba
eustachius

Batas atas : tegmen timpani (meningen


/otak)

Batas bawah : vena jugularis (Bulbus


jugularis)
Batas belakang : aditus ad antrum, kanalis fasialis pars
vertikalis
Batas dalam : berturut-turut dari atas ke bawah kanalis semi sirkularis
horizontal, kanalis fasialis, tingkap lonjong, tingkap bundar, dan promontorium

Membran Timpani

Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari


arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga.
Bagian atas pars flaksida (membran shrapnell), bagian bawah
pars tensa (membran propia).
Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membran
timpani disebut umbo.

Kavum Timpani
Tulang-tulang
pendengaran
:
Maleus Inkus Stapes
Muskulus
Tensor
Timpani
dan
Muskulus Stapedius
Saraf Korda Timpani dan Saraf
Pleksus Timpanikus

TUBA EUSTACHIUS
Terdiri atas tulang rawan
pada dua pertiga ke arah
nasofaring dan sepertiganya
terdiri atas tulang.
Pada
anak,
tuba
lebih
pendek, lebih lebar dan
kedudukannya
lebih
horizontal dari tuba orang
dewasa.
Panjang tuba orang dewasa
37,5 mm dan pada anak di
bawah 9 bulan adalah 17,5
mm.
Fungsi
sebagai
ventilasi,
drainase
sekret
dan
menghalangi
masuknya
sekret dari nasofaring ke
telinga tengah

DEFINISI
Otitis
media
adalah
peradangan
sebagian
atau seluruh mukosa
telinga tengah, tuba
eustachius,antrum
mastoid, dan sel-sel
mastoid kurang dari 3
minggu.

EPIDEMIOLOGI
Sering terjadi pada anak-anak, dikarenakan :
1. Anatomi
2. Daya Tahan Tubuh

ETIOLOGI
Sumbatan tuba
Eustachius

Pertahanan Silia
Mukosa Tuba
terganggu

Streptokokus hemolitikus
Stafilokokus aureus
utama
Hemofilus influenza
Pneumokokus
Escherichia colli
Streptokokus anhemolitikus
Proteus vulgaris
Pseudomonas aurugenosa

Perada
ngan

jarang

PATOGENESIS

Menetap
ditelinga
tengah

OMA

Invasi bakteri
dari mukosa
nasofaring

STADIUM
1.
2.
3.
4.
5.

Stadium oklusi tuba Eustachius


Stadium hiperemis
Stadium supurasi
Stadium perforasi
Stadium resolusi

Berdasarkan
gambaran
membran timpani yang tampak
melalui liang telinga luar

1. Stadium oklusi tuba Eustachius


a.Terdapat gambaran retraksi
membran timpani.
b.Membran timpani berwarna
normal atau keruh pucat.
c.Sukar dibedakan dengan otitis
media serosa virus.

2. Stadium hiperemis
a. Tampak membran timpani
hiperemis dan edema
b. Sekret yang telah terbentuk
mungkin masih bersifat
eksudat
yang serosa
sehingga sukar terlihat
c. Keluhan pasien : otalgia,
telinga terasa penuh, demam
serta
terdapat
gangguan
pendengaran ringan

3. Stadium supurasi
a. Terbentuk eksudat purulen di
kavum timpani
b. Membran timpani menonjol ke
arah liang telinga luar dan sel
epitel superfisila hancur di
mukosa telinga tengah
c. Pasien tampak sangat sakit,
nadi dan suhu meningkat,
serta nyeri
di
telinga
menghebat

4.Stadium perforasi
a.Membran timpani ruptur.
b.Nanah keluar mengalir dari
telinga tengah ke liang
telinga luar.
c.Pasien lebih tenang, suhu
badan turun, dan dapat tidur
nyenyak

5.Stadium resolusi
a. Bila
membran timpani
tetap
utuh,
maka perlahan-lahan akan
normal
kembali.
b. Bila terjadi perforasi, maka sekret akan
berkurang dan mengering.
c. Resolusi dapat terjadi tanpa pengobatan
bila virulensi rendah dan daya tahan tubuh
baik

Gejala Klinik
Gejala yang timbul bergantung dari usia dan
stadium penyakit
Gejala yang timbul biasanya :
riwayat batuk pilek sebelumnya
rasa nyeri dalam telinga
rasa penuh di telinga atau rasa kurang
dengar
Suhu tubuh yang meningkat

Pada balita :
Suhu 39,5 C (S. Supurasi)
Anak gelisah dan sukar tidur
Kejang
Memegang telinga yang sakit
Bila membran ruptur maka tampak sekret
mengalir ke liang telinga, suhu tubuh
turun dan anak tidur tenang

PENATALAKSANAAN
stadium oklusi membuka kembali
Tuba Eustachius
- Diberikan obat tetes hidung :
HCl efedrin 0,5% dalam larutan
fisiologik anak <12 th
HCl efedrin 1% dalam larutan fisiologik
>12 th atau dewasa.
- sumber infeksi juga harus diobati
antibiotik jika penyebabnya bakteri.

stadium presupurasi,
diberikan antibiotik, obat tetes hidung, dan
analgesik.
Bila membran timpani sudah hiperemis
difus, sebaiknya dilakukan miringotomi.
Untuk terapi awal diberikan penisilin IM
Antibiotik diberikan minimal selama 7 hari.
Pada anak diberikan :
ampisilin 50-100 mg/KgBB/hari,
amoksisilin 40 mg/KgBB/hari,
eritromisin 40 mg/kgBB/hari.

stadium supurasi
antibiotik
Idealnya disertai dengan miringotomi bila
membran timpani masih utuh.
stadium perforasi
diberikan obat cuci telinga H2O2 3%
selama 3-5 hari
antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu
Biasanya sekret akan hilang dan perforasi
dapat menutup dalam 7-10 hari

stadium resolusi
apabila sekret masih tampak mengalir
maka pemberian antibiotik dilanjutkan
sampai 3 minggu, namun bila masih
keluar sekret diduga telah terjadi
mastoiditis.

Prognosis
Pengobatan yang adekuat Dubia Ad
Bonam
Komplikasi

Mastoiditis
Kolesteatom
Abses Subperiosteal
Abses Otak
Meningitis

TERIMA KASIH