Anda di halaman 1dari 26

URTIKARIA

dr. Silvia Lyra Ramadati

Urtikaria

(Kaligata, gidu, biduran, sumimikang, karumba dll) :


erupsi kulit menimbul (wheal), batas tegas,
berwarna merah, bagian tengah pucat, memucat bila
ditekan, disertai rasa gatal, dapat berlangsung akut,
hilang secara mendadak, khronik atau berulang

Angioderma

(giant urticaria, angioneurotic edema, quinckes


edema) = urtikaria lesi jaringan subkutan,
submukosa tidak berbatas tegas, tidak gatal, sering
dengan rasa nyeri dan terbakar.
Urtikaria ( U) dan Angioedema (A) kronik dapat
mengganggu kwalitas hidup penderita.

Epidemiologi
Dapat semua umur
Dewasa >> muda
rata-rata 35 thn
40%
urtikaria
49%
urtikaria + angioedema
11%
angioedema
Lama serangan : bervariasi
>1 thn, > 20 thn
Laki-laki = wanita
Umur
Ras
Jabatan
dapat mempengaruhi
hipersensitivitas yg
Letak geografis
diperankan oleh IgE
Perubahan musim

Etiologi
u 80 %

tidak diketahui

Peran :
Obat
Makanan
Gigitan dan sengatan serangga
Fotosensitizer
Inhalan, kontaktan
Trauma fisik
infeksi / infestasi parasit
Psikis
Genetik & penyakit sistemik

Obat
Penisilin
Sulfonamid
Analgetik & antipiretik
Pencahar
Hormon
Diuretik

Makanan
Berasal dr protein : ikan, telur, susu,
keju, kerang, lobster
Penyedap rasa
Zat warna
Pengawet
Biji-bijian
Tomat
Arbei & strawberry

Inhalan
Serbuk sari
Spora
Debu
Bulu binatang

Kontaktan
Ludah binatang
Bulu-bulu tumbuhan
Buah-buahan
Bahan kimia

Fotosensitizer
Griseofulvin
Fenergan
Kosmetik

KLASIFIKASI
Berdasarkan

1. Lama serangan
Urtikaria Akut : serangan < 6 minggu
4 minggu : setiap hari
Urtikaria Kronik : serangan > 6 minggu

2. Morfologi klinis
Urtikaria papular : bentuk papul
Gutata : sebesar tetesan air
Girata : ukuran besar

KLASIFIKASI
3. Luas dan Dalam
Lokal
Generalisata
Angioedema

4. Penyebab
Rx imunologik
Rx non-imunologik
Idiopatik
Autoimun

Patogenesis
Pelepasan mediator
Histamin
Kinin
Serotonin
oleh sel mast / basofil
SRSA
Prostaglandin dpt dirangsang oleh :
- fc imunologik / non imunologik
- fc fisik
- kolinergik
- demam, emosi
- alkohol
Vasodilatasi
Permiabilitas kapiler meningkat
pengumpulan cairan setempat
Transudasi cairan
edem + eritem
URTIKARIA

Gejala Klinis
Subyektif
Rasa gatal
Rasa terbakar
Rasa tertusuk

Gejala Klinis
Obyektif
Eritema & edema
Batas tegas
Ukuran : lentikular-plakat
Wajah : bibir
kel mata
jari tangan

edem
angioedema
+ keluhan :
sesak nafas
serak
rinitis
ggn sal. cerna

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan darah, urin, & feses
rutin
2. Konsul THT, Gimul, PMS (duh pd wanita)
inf fokal
3. Pem. Kadar IgE, eosinofil & komplemen
4. Tes kulit
uji tusuk
5. Tes eliminasi makanan
6. Pem. PA
tidak selalu diperlukan
7. Tes foto tempel
urtikaria fisik
8. Injeksi Mecholyl intra dermal
9. Ice cube test : tes dengan es
10. Tes dengan air hangat
11. Tes gores
urtikaria fisik

Pengobatan
UMUM
Cari penyebab (menghindari / mengobati )
KHUSUS
1. Sistemik
a. Antihistamin
Cara kerja : menghambat histamin pd reseptornya
Antagonis reseptor H1
AH1
Antagonis reseptor H2
AH2
Jenis Histamin : a. Klasik
b. Non klasik

Pengobatan
b. Kortikosteroid
Urtikaria akut & berat
Angioedema