Anda di halaman 1dari 11

Pendekatan Budaya

dalam Organisasi

Pendahuluan
Man is an animal suspended in webs of significance
that he himself has spun

- Clifford Geertz

Culture consists of webs of meaning that people have


spun, and if spun webs imply the act of spinning

-Michael Pacanowsky

Budaya sebagai Metafor dari


Kehidupan Organisasional
Istilah budaya perusahaan (corporate culture) dapat
diartikan berbeda oleh berbagai pihak :

lingkungan sekeliling yang membatasi kebebasan


bertindak perusahaan.

citra, karakter, atau iklim organisasi.


Budaya organisasional tidak hanya potongan puzzle,
namun ia adalah puzzle itu sendiri. Budaya bukanlah
sesuatu yang dimiliki organisasi, budaya ialah
organisasi itu sendiri.

Apakah Budaya; Apa yang Bukan


Budaya
Konsep budaya sebagai sistem shared meaning adalah
rancu dan sulit untuk dicerna.

Budaya dapat terbagi-bagi melalui sub budaya dan


kontra budaya.

Jaring budaya organisasi adalah hasil dari usaha para


pekerja dimana para pekerja membuat dan
menerapkan budaya mereka terhadap diri mereka
sendiri dan terhadap sesama mereka.

Deskripsi Mendalam Apa yang


Dilakukan Etnographer
Teknik etnografi digunakan untuk mengamati budaya organisasi.
Ethnographer memetakan masalah-masalah sosial untuk

menemukan apa yang orang pikir tentang diri mereka, tentang apa
yang mereka lakukan dan untuk tujuan apa.

Etnographer memerlukan waktu yang tidak sedikit dalam melakukan


pengamatan.

Observasi harus dilakukan secara intensif dan dideskripsikan secara


mendalam.

Hasil observasi perlu diinterpretasikan dan dianalisis.


Fokus observasi ialah bahasa yang digunakan, cerita-cerita yang
disampaikan, serta tata cara ataupun ritual nonverbal yang
dilakukan.

Metafor : Menganggap Bahasa


sebagai Sesuatu yang Serius
Metafor dapat menjadi titik awal yang baik untuk

menilai makna yang dibagi dalam budaya perusahaan.

Baik untuk menemukan budaya organisasi dan untuk

melihat komunikasi dari budaya perusahaan, metafor


merupakan hal yang bernilai bagi etnographer.

Interpretasi Simbolis dari Sebuah


Cerita
Cerita-cerita yang muncul dalam organisasi dapat

membantu memahami budaya organisasi tersebut.

Terdapat tiga tipe cerita yang muncul dalam kehidupan


organisasional, yakni :

Cerita perusahaan (corporate stories)


Cerita pribadi (personal stories)
Cerita kolegial (collegial stories)

Ritual
Ritual ialah teks yang berbicara mengenai beragam
aspek dalam kehidupan berbudaya. Ritual bersifat
sakral, dan segala upaya untuk mengubahnya akan
menghadapi resistensi atau perlawanan.

Tradisi atau tata cara yang ada dalam organisasi dapat


membangun suatu budaya organisasi.

Budaya organisasi yang terbangun dapat

mempengaruhi nyaman tidaknya suatu lingkungan kerja


serta tingkat turnover karyawan.

Manager dan Perubahan Budaya


Budaya ialah kunci bagi komitmen pekerja,
produktivitas, dan penjualan.

Mengubah budaya menjadi sebuah ide yang menarik


untuk mencapai tujuan manajemen.

Akan tetapi, budaya cenderung muncul secara natural


ketimbang dirancang dengan sengaja.

Budaya yang ada dalam organisasi akan sulit untuk

diubah. Sekalipun ia dapat diubah, tetap akan


meninggalkan pertanyaan mengapa budaya tersebut
harus diubah.

Penutup
Pendekatan budaya yang interpretif cenderung sukar
untuk dievaluasi

Tujuan pengamatan budaya yang dilakukan etnographer


bukanlah untuk mengubah organisasi, menekan
manajer untuk memberikan kontrol lebih, atau
memberikan penilaian terhadap moralitas.

Tujuan dari etnographer ialah untuk menciptakan

pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang


diperlukan agar organisasi dapat berfungsi efektif dalam
budaya organisasi

Kekuatan analisis etnografi akan bergantung pada

bagaimana etnographer dapat menuliskan dengan baik

TERIMA
KASIH