Anda di halaman 1dari 12

MODUL PERKULIAHAN

Mekanika
Tanah 2
Pengujian Konsolidasi

Fakultas
Teknik
Perencanaan dan
Desain

Program
Studi

Teknik Sipil

Tatap
Muka

03

Abstrak
Pengujian
konsolidasi
di
laboratorium
dimaksudkan
untuk mengetahui parameter
kompresi tanah dan tegangan
prakonsolidasi pada tanah.

Kode MK

Disusun Oleh

MK10230

Ir. Desiana Vidayanti, MT

Kompetensi
Mahasiswa memahami prosedur dan
hasil hasil pengujian konsolidasi serta
menggunakannya untuk perhitungan
penurunan konsolidasi.

1. Pengujian Konsolidasi
Tujuan uji konsolidasi adalah :
Untuk menstimulasi kompresi dari tanah akibat bekerjanya beban sehingga diperoleh
karakteristik kompresi (compression charasterstic) dari tanah yang akan dihitung untuk
menghitung penurunan.

Uji konsolidasi satu-dimensi dengan kekangan lateral dilakukan di laboratorium terhadap


contoh tanah berbutir halus. Beban diberikan dengan waktu tertentu sesuai prosedur, dan
kompresi yang terjadi diakibatkan oleh keluamya air pori.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam uji konsolidasi
b)

Tes konsolidasi dilakukan terhadap contoh tak-terganggu

c)

Sampel yang dipilih merupakan sampel yang mewakili pada kedalaman dan lapisan
tertentu.

d)

Pembebanan dilakukan sesuai prosedur, biasanya kenaikan beban berjalan sesuai


dengan deret ukur, yaitu 25, 50, 100, 200, 400, 800, 1600 (kadang-kadang sampai
3200) kPa, atau 5, 10, 20, 40, 80, 160........ dst. kPa.

Karakteristik suatu tanah selama terjadi konsolidasi satu dimensi atau pemuaian ditentukan
dengan menggunakan uji oedometer. Gambar 3 memperlihatkan penampang melintang
sebuah oedometer. Contoh tanah berbentuk suatu piringan ditahan di dalam sebuah cincin
logam dan diletakkan di antara dua lapisan batu berpori (porous stone).

Lapisan batu

berpori sebelah atas, yang dapat bergerak di dalam cincin dengan suatu jarak bebas yang
kecil, dipasang di bawah tutup pembebanan (loading cap) dari logam di mana tekanan
bekerja terhadap contoh tanah. Seluruh rakitan- tersebut diletakkan di dalam sel terbuka
yang berisi air, di mana air pori pada contoh tanah mendapat jalan masuk yang bebas.
Cincin yang menahan / membatasi contoh tanah dapat dijepit (diklem pada badan sel) atau
mengapung ( bebas bergerak secara vertikal) cincin bagian dalam harus memiliki
permukaan yang limit untuk memperkecil gesekan.

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 3.Oedometer
Kompresi contoh tanah akibat tekanan diukur dengan menggunakan arloji pengukur (dial
gauge) pada tutup pembebanan.
Tekanan awal akan tergantung pada jenis tanah, kemudian serangkaian tekanan dikenakan
pada contoh tanah, di mana setiap tekanan besarnya dua kali besar tekanan sebelumnya.
Biasanya setiap tekanan diperlihatkan selama 24 jam (untuk kasus khusus dibutuhkan
waktu 48 jam), pembacaan kompresi dilakukan dalam selang waktu tertentu selama periode
ini. Pada akhir periode penambahan ini dimana tekanan air pori berlebihan telah terdisipasi
secara sempuma, besarnya tekanan yang bekerja sama dengan tegangan vertikal efektif
pada contoh tanah. Hasil-hasil tersebut diperlihatkan dengan memplot tebal (prosentase.
perubahan tebal) contoh tanah atau angka pori pada akhir setiap periode penambahan
tekanan tersebut terhadap tegangan efektif yang sesuai. Tegangan efektif tersebut dapat
diplot dalam skala biasa maupun skala logaritmis.
Angka pada akhir setiap periode penambahan tekanan dapat dihitung dari pembacaan arloji
pengukur dan begitu pula halnya dengan kadar air (water content) atau berat kering (dry
weight) dari contoh tanah pada akhir pengujian.

1.1 Parameter Tes Konsolidasi


Beberapa parameter yang diperoleh dari hasil tes konsolidasi, yaitu
b)Tekanan Pra Konsolidasi (Preconsolidation Pressure)
Tekanan Pra-konsolidasi menunjukkan besamya tekanan vertikal maksimum yang
pemah terjadi di masa lampau terhadap tanah tersebut. p'
b)Kompresi Asli (Virgin Compression)
1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Dari kurva hasil tes konsolidasi kompresi asli merupakan bagian kurva dengan
tekanan melebihi tekanan Pra-konsolidasi, bentuk kurvanya mendekati linier. Dari
bagian kurva ini dapat dihitung Indeks Kompresi (Compression Index) Cc., yang
merupakan kemiringan dari bagian kurva ini.
c) Rekompresi dan Pengembangan (Recompression and Swell)
Bagian rekompresi dari kurva konsolidasi menunjukkan tingkah laku tanah jika
mengalami tambahan beban kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan
tegangan, sedangkan jika tanah mengalami penurunan tegangan, tidak
seluruhnya volume tanah kembali semula (lihat gambar 9.3), dari bagian kurva ini
dapat dihitung Indeks pengembangan (Swellitig Index) dan Index rekompresi
(Recompression Index).
- Swelling Index (Cs.) merupakan kemiringan kurva pada saat mengalami
penurunan tegangan.
- Recompression Index (Cr) merupakan kemiringan kurva pada saat mengalami
kenaikan tegangan kembali (reloading) setelah mengalami penurunan tegangan.
d)

Koefisien Konsolidasi (Cv)


Koefisien konsolidasi menunjukkan kecepatan pengaliran air pori selama konsolidasi,
secara empiris dapat ditentukan dengan 2 cara, sebagai berikut
- Metoda Logaritma Waktu (Casagrande)
- Metoda Akar Waktu (Taylor)

e) Kompresi Sekunder
Berdasarkan teori Terzaghi penurunan terjadi akibat pengaliran air-pori karena pengaruh
tekanan dimana kecepatan penurunan tergantung pada permeabilitas tanah, tetapi
percobaan menunjukkan bahwa kompresi terus berlanjut meskipun air-pori yang mengalir
telah mencapai nol dan berjalan secara lambat pada tekanan efektif yang konstan. Hal ini
terjadi karena proses penyusunan kembali partikel tanah untuk membentuk susunan
yang lebih stabil (lihat gambar 2.4).

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 4. Kurva penurunan - log waktu

Gambar 5. Hubungan antara angka pori - tegangan efektif

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

1.2 Penentuan Tekanan Pra-Konsolidasi


Tanah mempunyai memori atas beban yang pernah dialaminya. Tegangan maksimum yang
pernah dialami tanah disebut tekanan prakonsolidasi (preconsolidation pressure) p.
Casagrande mengusulkan suatu prosedur empiris dari kurva e - log a' untuk mendapatkan
nilai p'.
Gambar 6. memperlihatkan suatu kurva e - log ' untuk contoh lempung yang terkonsolidasi
berlebihan (pada awalnya).

Perhitungan tekanan prakonsolidasi terdiri dari beberapa tahap berikut ini.


1.
2.

Tarik garis sesuai dengan bagian garis yang lurus (BC) dari kurva
Tentukan titik D sampai ke lengkungan maksimum pada bagian rekompresi (AB) dari
kurva.

3.

Gambarkan garis singgung terhadap kurva pada D dan bagilah sudut antara garis
singgung tersebut menjadi dua dengan garis horisontal melalui D.

4.

Garis vertikal yang melalui perpotongan garis-garis dan CB memberikan nilai


pendekatan untuk tekanan prakonsolidasi.

Pada prosedur ini sedapat mungkin tekanan prakonsolidasi tersebut tidak dilewati.
Kompresi tidak akan besar bila tegangan vertikal efektif tetap di bawah p'. Bila dilewati
maka kompresi akan besar.
Selain metode casagrande, ada juga cara lain yang dipakai untuk menentukan tekanan
prakonsolidasi yaitu menggunakan kurva e - log ' di lapangan (gambar 7).
Akibat efek pengambilan contoh tanah pada uji oedometer yang sedikit terganggu
menghasilkan penurunan kemiringan garis kompresi asli, sehingga kemiringan garis
kompresi asli dari tanah di lapangan akan sedikit lebih besar daripada kemiringan garis
tersebut yang didapat dari uji laboratorium.

Tidak ada kesalahan yang berarti dalam

mengambil angka pori di lapangan dan angka pori (e.) pada awal uji laboratorium.
Schmertman membuktikan bahwa garis asli laboratorium dapat berpotongan dengan garis
asli di lapangan pada angka pori sebesar 0.42 kali angka pori awal. Garis asli di lapangan
dapat diambil sebagai garis EF, dimana koordinat E adalah log ' (= Log p'.) dan eo. F
adalah titik pada garis asli laboratorium pada angka pori 0,42 eo.

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 6. Penentuan tekanan prakonsolidasi

Gambar 7. Kurva e - log ' di lapangan

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Soal
1
3

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Soal 1
Given : The results of the laboratory of the test of fig.8.7
Required :
For the laboratory compression curve (BCD). Determine :
a) The preconsolidation stress using the Cassagrande procedure .
b) Find both the minimum and maximum possible values of this stress, and
c) Determine the OCR if the in situ efective overburden strees is a 80 kPA

1
3

10

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Soal 2 :
The data in example 1 and fig.8.7 is representative of layer of silty clay 10 m thick.
Required :
Estimate the consolidation settlement if the structural loads at the surface will
increase the average stress in the layer by 35 kPa

Soal 3 :
The data in example 2, except that the structural engineer made an error in
computing the loads; the correct loads now will procedure an average stress increase
of 90 kPa in the silty clay layer.
Required:
Estimate the consolidation settlement due to the new loads

1
3

11

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka
a. M Das, Braja, Indrasurya B Mochtar dan Noor Endah. Mekanika Tanah
(Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis), jilid 1. Jakarta : Erlangga.
b. Craig . R.F dan Budi Susilo. 1989. Mekanika Tanah.Jakarta : Erlangga
c. Kovacs, WD dan Holtz. An Introduction to Geotechnical Engineering.
d. Bowlesh,E Joseph.1984.Physical and Geotechnical Properties of Soils.
McGraw Hill.

1
3

12

Mekanika Tanah 1
Ir.Desiana Vidayanti,MT

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id