Anda di halaman 1dari 5

Nama :

NIM : 04054821517004

LATIHAN SOAL EPIDEMIOLOGI

1. UNTUK MEMBANDINGKAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN


A DAN B DIKUMPULKAN DATA DEMOGRAFI DI KEDUA POPULASI TSB SEPERTI
YG ADA DI TABEL 1.
TABEL 1. DISTRIBUSI KEMATIAN DI KECAMATAN A & B MENURUT KELOMPOK
USIA
KECAMATAN A

KECAMATAN

B
KEL, USIA
PENDUDUK
MENINGGAL ASDR*
PENDUDUK
MENINGGAL
ASDR
0-14 THN
10.000
20
2/1000
25.000
75
3/1000
15-64 THN
15.000
90
6/1000
15.000
120
8/1000
64 THN 25.000
500
20/1000
10.000
300
30/1000
*ASDR = AGE SPECIFIC DEATH RATE
PERTANYAAN: BUATLAH KESEIMPULAN KECAMATAN MANA YANG MEMILIKI
STATUS KESEHATAN LEBIH BAIK ( TUNJUKKAN DENGAN HASIL ANALISIS
DATA TSB).
Jawab :

Populasi Standar
0-14 th
15-64 th
>64 th

= 35.000
= 30.000
= 35.000
100.000

Expected Death
Expected Death Kecamatan A
0-14 th
15-64 th

= 2 / 1000 x 35.000
= 6 / 1000 x 30.000

= 180

= 70

>64 th

= 20 / 1000 x 35. 000

= 700

950
Expected Death Kecamatan B
0-14 th
15-64 th
>64 th

= 3 / 1000 x 35.000
= 8 / 1000 x 30.000

= 105

= 240

= 30 / 1000 x 35. 000

= 1050

1395

Adjusted Rate Kecamatan A


950
100.000 x 1000 = 9,5

Adjusted Rate Kecamatan B


1395
100.000 x 1000 = 13, 95
Karena adjusted Rate kecamatan A lebih kecil dari adjusted rate pada
kecamatan B, maka kecamatan yang memiliki status kesehatan lebih
baik adalah kecamatan A.

2. DALAM SUATU SURVEI CROSSSECTIONAL PADA TAHUN 1995 UNTUK


MEMPEROLEH DATA MENGENAI KEBERHASILAN VAKSINASI BCG DIPEROLEH
SAMPEL DI KECAMATAN A SEBANYAK 2200 ORANG DEWASA MUDA.
DIPEROLEH DATA SEPERTI PADA TABEL 2.
TABEL 2. DATA TUBERCULINE TEST POSITIF (+) DI KECAMATAN C TAHUN 1995
KELOMPOK USIA
JUMLAH TEST +
TOTAL
SAMPEL
17 19 TAHUN
24 ORANG
1225
ORANG
20 24 TAHUN
22 ORANG
855
0RANG
> 24 TAHUN
9 ORANG
134
ORANG
PERTANYAAN:
a. HITUNGLAH PREVALENCE RATE TUBERCULIN + PADA SELURUH SAMPEL
TSB.
b. HITUNGLAH PREVALENCE RATE TUBERCULINE + UNTUK MASING MASING
KELOMPOK UMUR
c. HITUNGLAH PREVALENCE RATIO TUBECULIN + ANTARA KEL USIA > 24 THN
DAN 17-19 THN.
Jawab :

Jumlah tuberculine test +

a. Prevalence rate =

55
2214

Total Sampel

x 1000

x 1000

= 24,84
b. Prevalence rate untuk tiap kelompok umur
- 17-19 tahun
Jumlah tuberculine test +usia 1719 tahun
Total Sampel usia 1719 tahun

Prevalence rate =

24
1225

x 1000

x 1000

= 19,59
-

20-24 tahun
Prevalence rate =
=

22
855

Jumlah tuberculine test +usia 2024 tahun


Total Sampel usia 2024 tahun

x 1000

x 1000

= 25,73
> 24 tahun
Prevalence rate =
=

9
134

Jumlah tuberculine test +usia>24 tahun


Total Sampel usia>24 tahun

x 1000

x 1000

= 67,16
c. Prevalence Ratio
PREVALENCE RATIO TUBECULIN + ANTARA KEL USIA > 24 THN DAN 1719 THN.
Usia
17-19 tahun
>24 tahun
Total

Tuberculin +
a (24)
c (9)
a+c (33)

Tuberculin b (1201)
d (125)
b+d (1326)

Total
a+b (1225)
c+d (134)
a+b+c+d (1359)

Prevalence Ratio (PR) =

a/ a+b
c / c+ d =

24 /1225
9/134 =

0,019
0,067 = 0,283

Artinya prevalensi dari tuberculin test + pada kelompok umur 17-19 tahun 0,283 kali
sama tingginya dengan kelompok umur > 24 tahun

3. SEBUAH PENELITIAN DILAKUKAN UNTUK MELIHAT ADAKAH HUBUNGAN


ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN KEMATIAN AKIBAT KANKER. DILAKUKAN
PENGAMATAN SELAMA 18 TAHUN PADA KELOMPOK SAMPEL NON PEROKOK
DAN PEROKOK. PADA AKHIR PENGAMATAN DIPEROLEH DATA KEMATIAN
AKIBAT KANKER PADA MASING MASING KELOMPOK.
HASIL PENELITIAN DAPAT DILIHAT PADA TABEL 3.
TABEL 3. DISTRIBUSI KEMATIAN AKIBAT KANKER BERDASARKAN FAKTOR
RISIKO MEROKOK
KEMATIAN AKIBAT KANKER
YA
TIDAK
RIWAYAT MEROKOK
YA

TIDAK

140

439

39

933

PERTANYAAN:
a. SEBUTKAN JENIS RANCANGAN STUDI EPIDEMIOLOGI YANG TEPAT UNTUK
PENELITIAN TSB.
b. BUATLAH UJI HIPOTESIS STATISTIK UNTUK MEMPERLIHATKAN APAKAH ADA
HUBUNGAN
ANTARA FAKTOR ROKOK DAN KEMATIAN AKIBAT KANKER.
c. HITUNGLAH RELATIVE RISK DAN POPULATION ATTRIBUTABEL RISKNYA,

Jawaban :
a. Cohort : mempelajari hubungan antara paparan dengan penyakit
b. Uji Chi Square
c. Resiko relatif =

insiden penyakit pada grup yang terpapar


insiden penyakit pada grup yang tidak terpapar

140 /140+ 439


39 /39+ 933

0,24
0,04

=6
Interpretasi : perokok mempunyai resiko 6 kali lebih tinggi untuk
meninggal akibat kanker dibandingkan yang tidak merokok.
Pe = prevalensi dari merokok = 37 % = 0,37
Ie = insiden kematian akibat kanker diantara perokok
= 140/579 = 0,24
Po = proporsi yang tidak merokok pada populasi
= 1- Pe
= 1-0,37
= 0,63
Io = insiden kematian akibat kanker diantara bukan perokok
= 39/972 = 0,04
Ip = insiden kematian akibat kanker pada populasi yang dihitung
Ip = Pe (Ie) + Po(Io)
= 0,37 (0,24) + 0,63 (0,04)
= 0,0888 + 0,0252 = 0,114

Resiko populasi atributabel (RPA) = Ip Io


= 0,114 0,04
= 0,074