P. 1
Kajian Reorg-Paparan for Print

Kajian Reorg-Paparan for Print

|Views: 175|Likes:
Dipublikasikan oleh walet merah
Paparan tahap akhir kajian reorganisasi DESDM tahun 2009 yang membahas organisasi masa depan DESDM
Paparan tahap akhir kajian reorganisasi DESDM tahun 2009 yang membahas organisasi masa depan DESDM

More info:

Published by: walet merah on May 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2010

pdf

text

original

Laporan

KAJIAN REORGANISASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2009

TUJUAN

memberikan masukan pemikiran yang berdasar dan komprehensif dalam rangka penyusunan struktur organisasi dan nomenklatur kementerian yang mengelola energi dan sumber daya mineral.

2

Agenda
 

Tujuan Faktor-faktor Yang Memberikan Masukan Penyusunan Organisasi DESDM yang baru Penjelasan Faktor-Faktor diatas Hasil Kajian Kesimpulan
3

  

4

Prinsip-prinsip Pembentukan organisasi:
 Kompetensi Inti, Visi & Misi  UU No. 39 tahun 2008  Aspek Normatif  Kompleksitas  Formalisasi  Sentralisasl-desentralisasl  Model organik vs mekanistik

5

Kompetensi inti berpusat pada bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
        

 

Peningkatan Kualitas dan kinerja jajaran DESDM melalui Tata Kelola Pemerintahan yang baik (good governance); Pemeliharaan dan peningkatan kontribusi migas, batubara dan mineral bagi penerimaan negara dan pembangunan perekonomian nasional; Konservasi energi dalam jangka panjang; Perumusan kebijakan Sektor ESDM yang kondusif untuk menciptakan iklim investasi yang positif. Berpartisipasi dalam meningkatkan kinerja BUMN; Peningkatan, penyediaan dan pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang terjangkau, ramah lingkungan dan berkelanjutan; Peningkatan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana berkaitan dengan energi dan listrik; Pemeliharaan dan penyediaan pasokan energi dan tenaga listrik serta bahan baku sektor industri dalam negeri; Pengembangan, penyesuaian dan penyusunan perangkat regulasi sesuai dinamika sektor ESDM dan diselaraskan dengan kebijakan otonomi daerah; Pembangunan dan peningkatan kesadaran nasional untuk melakukan konservasi, optimalisasi dan diversifikasi mineral dan energi; Pemeliharaan dan peningkatan kerjasama internasional untuk menunjang 6

Yang dikelola DESDM
Komoditi  Minyak;  Gas Bumi termasuk CBM (Coal Bed Methane);  Tenaga Listrik;  Energi baru;  Energi Terbarukan;  Mineral;  Batubara;  Panas Bumi;  Air Tanah;

Data, Konsep dan Fungsi  Peningkatan Kualitas dan kinerja SDM  Data ESDM;  Pertambangan;  Kontribusi migas, batubara & mineral;  Kebijakan sektor ESDM  Peningkatan kinerja BUMN sektor ESDM;  Optimalisasi, diversifikasi dan konservasi energi;  Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur energi dan listrik;  Peningkatan, penyediaan & pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang terjangkau, ramah lingkungan & berkelanjutan;  Pasokan energi & bahan baku sektor industri dalam negeri;

7

S tru k tu r B e rd a sa rk a n U U N o . 3 9 / 2 0 0 8 ttg K e m e n te ria n N e g a ra

8

Prinsip ideal pembentukan suatu organisasi modern
 Disepakatinya visi, misi, dan strategi yang jelas.
    

Organisasi lebih bersifat datar. Organisasi ramping atau tidak terlalu banyak pembidangan. Organisasi bersifat jejaring (networking), Organisasi memiliki sifat fleksibel dan adaptif. Penguatan pada model organisasi sarang tawon.

Aspek normatif:  kompleksitas atau berapa besar pembedaan dalam posisi dan peran inidividu dan juga sistem;  formalisasi atau tingkat bagaimana suatu organisasi menerapkan suatu aturan yang mengatur perilaku pegawai;  sentralisasi atau wewenang pembuatan keputusan di tingkat manajemen atas;  desentralisasiatau wewenang pengambilan keputusan di tingkat yang lebih rendah dalam manajemen organisasi; dan  disain organisasi atau konstruksi organisasi tersebut.  Pada tahap lanjutan ketika suatu struktur telah terbentuk dan visi serta misi telah disepakati, maka perlu diperhatikan beberapa hal sbb: pembagian tugas; jalur pemberian perintah atau tugas; wewenang dan tanggung jawab; rentang kendali (span of control) dan penentuan unit-unit kerja tertentu (departementalisasi). 9

Perbedaan Organisasi Mekanistis dan Organik
Mekanistis Pembedaan Jabatan secara horizontal Hubungan hirarkis yang kaku Tugas-tugas yang tetap Sangat formal Saluran komunikasi formal Wewenang pembuatan keputusan secara sentralisasi Kategori Aturan-aturan & prosedur Birokratik Kepatuhan Rutin Stabil  Alat Kontrol   Struktur   Tuntutan   Sifat Pekerjaan  Lingkungan  Kekerabatan/Kultur Team work Kreatifitas Berubah-ubah Dinamis/Bergejolak 10 Jenis Organisasi Organik Pembedaan secara horizontal rendah Kolaboratif (vertikal dan horizontal) Tugas-tugas yang dapat disesuaikan Kurang formal Komunikasi informal Wewenang pembuatan keputusan secara desentralisasi

Reformasi Birokrasi menuju Good Governance Pengertian Tujuan Langkah-langkah strategis Revitalisasi kultur positif

11

Pengertian Reformasi Birokrasi

Upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.
12

Tujuan Reformasi Birokrasi

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
 reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.

13

Langkah-langkah strategis
  

Menurunkan praktik KKN Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap publik Meningkatkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas pegawai DESDM

     

Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Meningkatkan etos kerja dan disiplin pegawai DESDM Menyempurnakan peraturan dan perundangan-undangan Optimalisasi penggunaan teknologi dan komunikasi Restrukturisasi Organisasi Perbaikan sistem remunerasi
14

Revitalisasi Kultur Positif

Perkuat dan menjalankan budaya kerja positif*)
         Partisipasi Masyarakat Tegaknya supremasi hukum Transparansi Peduli pada stakeholders Berorientasi pada konsensus Kesetaraan Efektifitas dan Efisiensi Akuntabilitas Visi strategis
15

*) Komite Nasional Kebijakan Governance, Prinsip-prinsip Good Governance, 2007

Faktor Pendukung Perpres no. 5/2006 SWOT Global warming Low carbon economy Kebijakan Umum ESDM (Supply to Demand Side Paradigm)

16

TARGET OF ENERGY MIX
(Presidential Regulation Number 5 of 2006)

Energy (Primary) Mix 2006
Hydro 3.11% Geothermal 1.32%

Energy Mix in 2025

Crude Oil 20% Natural Gas 28.57% Crude Oil 51.66% Natural Gas 30%

Biofuels, 5% Geothermal, 5% Solar, Wind, Biomass, Nuclear, Hydro, 5% Liquefied coal, 2%

Renewable

Energy, 17%

Coal 15.34%

Coal 33%

Energy Elasticity = 1.8

Energy Elasticity < 1

17

SWOT
S W O T Handling strategic commodities Influencing produced policies Unsynchronized programmes and perceptions of each Capable employees (technically) To be stronger as the sector administrator & controller sub-sectors Big contributor sector to National Budget Ineffective Implementation of policies Apply better and cleaner management of fossil-based fluctuative international prices for fossil-based Completed legislations Programme sustainability economy commodities Adjust and apply international policies on cleaner Uncontrollable effects of rough exploitation Industries needs for energy energy initiatives & actions

18

International Issues

Global Warming

CCS,

Conservation, Carbon Trading

Low Carbon Economy Conservation; new & renewable energy sources

19

Kebijakan Umum ESDM nasional
EXPLORATION PRODUCTION
SUPPLY SIDE POLICY
S H I F T I N G P A R A D I G M

SECURITY OF SUPPLY
CONSERVATION (PRODUCTION OPTIMATION )

ENERGY PRICE

DIRECT SUBSIDY

DIVERSIFICATI ON
COMMUNITY AWARENESS

DEMAND SIDE POLICY

CONSERVATION ( EFFICIENCY )

ENERGY SUSTAINABILITY
20

Usulan Kajian Reorganisasi sebagai Hasil Kajian
1. Usulan

pembentukan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian 2. Usulan pembentukan unit eselon I yang menangani energi baru terbarukan 3. Usulan penambahan fungsi konservasi pada setiap unit eselon II yang membidangi Teknik dan Lingkungan. 4. Usulan Struktur Organisasi DESDM yang baru 5. Usulan Jenis Organisasi untuk Struktur Organisasi DESDM yang baru

21

Pembentukan LPNK dengan nama: 1 Usulan Badan Geologi Nasional atau Badan Geologi Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengelola komoditi energi dan sumber daya mineral, beserta data, konsep dan fungsi dalam pengelolaan komoditi tersebut. Kementerian ESDM terkait tetapi tidak mengelola bidang geologi. Badan Geologi memiliki peran yang tidak hanya mendukung sektor pertambangan dan energi saja tetapi menjadi prasyarat pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor antara lain tata ruang, lingkungan hidup, pertanian, kehutanan, penanganan bencana geologi, pendidikan, potensi sumber daya geologi, dan pertanahan.
22

Usulan 2

Direktorat Jenderal Energi Baru terbarukan
 Rencana pemanfaatan energi alternatif berupa energi baru terbarukan pada bauran energi dengan angka 17% pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006;  Pengelolaan energi baru terbarukan tidak terpusat, tetapi tersebar di unit-unit utama lain, sehingga kurang terfokus;  Diperlukan pengembangan teknologi energi baru terbarukan dan pemanfaatannya secara lebih luas.

23

Usulan 3

Penambahan fungsi konservasi pada setiap unit eselon II yang membidangi Teknik dan Lingkungan

Adanya upaya negara Indonesia dalam mengurangi emisi CO2 sampai dengan 26% pada 2020 sesuai dengan pernyataan Presiden RI di G-20 Summit di Pittsburgh; Berkembangnya trendglobal dimana pertumbuhan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan dan menggunakan energi baru terbarukan dan konservasi energi (low carbon economy growth); Merupakan unsur penting dari Kebijakan Umum Sektor ESDM Nasional baik di sisi pasokan maupun pemanfaatan (Supply & Demand side Management) Kebijakan efisiensi dan konservasi energi yang belum berjalan efektif;
24

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Presiden Republik Indonesia

Usulan 4

Menteri ESDM

Dewan Energi Nasional
Sekretariat Jenderal DEN

Inspektorat Jenderal

Sekretariat Jenderal

Staf Ahli Menteri

Ditjen Migas

Ditjen Ketenaga listrika n

Ditjen Mineral Batubara Air Tanah

Ditjen Energi Baru Terbaruk an

Balitban g ESDM

Badikla t ESDM

BPMIGAS

BPH MIGAS

G eolog
i

Badan

K omite omite BPH Garis komando Garis koordinasi

25

Unsur Pembantu Pimpinan Sekretariat Jenderal
Nomenklatur unit eselon II Fungsi Biro Perencanaan Perencanaan program kementerian & lintas sub-sektor Perencanaan & pengembangan kepegawaian & organisasi Pelaksanaan, pengendalian bidang keuangan kementerian & lintas subsektor Perencanaan & pelaksanaan kerjasama ESDM & kehumasan Pelaksanaan, pengkajian, pertimbangan bidang hukum kementerian & lintas sub-sektor Perencanaan & pelaksanaan bidang umum kementerian & lintas sub-sektor

Unsur Pengawas Inspektorat Jenderal
Nomenklatur unit eselon II Fungsi

Sekretariat Inspektorat Jenderal Pengelolaan kesekretariatan Itjen & lintas sub-sektor Inspektorat I Pengawasan & pengendalian operasional kementerian unit eselon I area I

Biro Kepegawaian & Organisasi Biro Keuangan

Inspektorat II

Biro Kerjasama dan Humas

Pengawasan & pengendalian operasional kementerian unit eselon I area II

Biro Hukum

Inspektorat III

Pengawasan & pengendalian operasional kementerian unit eselon I area III

Biro Umum

Inspektorat IV
Pusat Data dan Informasi Perencanaan & pengelolaan data dan informasi ESDM

Pengawasan & pengendalian operasional kementerian unit eselon I area IV

26

Unsur Pelaksana I Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi

Nomenklatur unit eselon II Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi

Fungsi Pengelolaan kesekretariatan Ditjen Migas Perencanaan & pembinaan program migas Perencanaan & pembinaan usaha hulu migas Perencanaan & pembinaan usaha hilir migas

Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Minyak & Gas Perencanaan & pembinaan teknik, lingkungan dan konservasi Bumi migas

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan
Nomenklatur unit eselon II Sekretariat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Pembinaan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Pembinaan Ketenagalistrikan Perdesaan Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Ketenagalistrikan Fungsi Pengelolaan kesekretariatan Ditjen Ketenagalistrikan Perencanaan & pembinaan program ketenagalistrikan Perencanaan & pembinaan usaha ketenagalistrikan Perencanaan & pembinaan ketenagalistrikan perdesaan Perencanaan & pembinaan teknik, lingkungan dan konservasi ketenagalistrikan

Unsur Pelaksana II

27

Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Air Tanah
Nomenklatur unit eselon II Fungsi

Unsur pelaksana III

Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral Pengelolaan kesekretariatan Ditjen Batubara dan Air Tanah Mineral, Batubara dan Air Tanah Direktorat Pembinaan Program Mineral, Perencanaan & pembinaan program Batubara dan Air Tanah Mineral, Batubara dan Air Tanah Direktorat Pembinaan Usaha Mineral, Batubara dan Air Tanah Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Mineral, Batubara dan Air Tanah Perencanaan & pembinaan usaha Mineral, Batubara dan Air Tanah Perencanaan & pembinaan teknik, lingkungan dan konservasi Mineral, Batubara dan Air Tanah Unsur Pelaksana IV Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Nomenklatur unit eselon II Sekretariat Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Direktorat Pembinaan Program Energi Baru Terbarukan Fungsi Pengelolaan kesekretariatan Ditjen Energi Baru Terbarukan Perencanaan & pembinaan program Energi Baru Terbarukan

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Energi Baru Perencanaan & pembinaan usaha Energi Baru Terbarukan Terbarukan Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Perencanaan & pembinaan teknik, lingkungan Energi Baru Terbarukan dan konservasi Energi Baru Terbarukan

28

Unsur Pendukung I Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Nomenklatur unit eselon II Fungsi

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sekretariat Badan Penelitian dan Perencanaan dan pelaksanaan penelitian dan Pengelolaan kesekretariatan Balitbang ESDM Teknologi Mineral dan Batubara Pengembangan ESDM Gas BumiEnergi Baru pengembangan teknologi mineral dan gas Minyak Ketenagalistrikan dan ketenagalistrikan minyak Terbarukan dan energi bumi batubara baru terbarukan

Unsur Pendukung II Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM Nomenklatur unit eselon II Fungsi

Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara

Pengelolaan kesekretariatan Badiklat ESDM Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi minyak dan gas bumi Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan

29

Sekretariat Jenderal Pusat Data dan dan Organisasi Jenis Organisasi Biro Perencanaan &Humas Nomenklatur unit eselon II Umum Hukum Kerjasama Keuangan Informasi Kepegawaian Mekanistis Eselon III & Eselon IV & Eselon II Mekanistis Mekanistis Organik Organik

Usulan 5

Je n i O rg a n i si s sa M e ka n i s vs O rg a n i sti k

Inspektorat Jenderal Inspektorat II Sekretariat IInspektorat II Nomenklatur unit eselonJenderal IV III Mekanistis Eselon II Jenis Organisasi Mekanistis Eselon III Mekanistis Eselon IV & Organik

30

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Direktorat Pembinaan Program Sekretariat Direktorat Jenderaldan Nomenklatur unit eselon II Hulu Teknik, LingkunganHilir Usaha Konservasi Gas Bumi Minyak dan Minyak dan Gas Bumi Mekanistis Eselon II Jenis Organisasi Mekanistis Mekanistis Eselon III Eselon IV

Je n i O rg a n i si s sa M e ka n i s vs O rg a n i sti k

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Nomenklatur unit eselon II Sekretariat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Pembinaan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Ketenagalistrikan Perdesaan Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Ketenagalistrikan Jenis Organisasi Eselon II Eselon III Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis

Eselon IV Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis

31

Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Air Tanah Direktorat Pembinaan Program Mineral Jenis Organisasi Sekretariat Direktorat Jenderaldan Nomenklatur unit eselon II Teknik, LingkunganMineral Eselon II Usaha Mekanistis Eselon III Mekanistis Konservasi Mineral, Batubara dan Batubara Air Air Air Mineral, Batubara danTanah dan Batubara dan danTanah Tanah Air Tanah Mekanistis Eselon IV

Je n i O rg a n i si s sa M e ka n i s vs O rg a n i sti k

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Nomenklatur unit eselon II Sekretariat Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Jenis Organisasi Eselon II Eselon III Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis

Eselon IV Mekanistis Mekanistis Mekanistis Mekanistis

Direktorat Pembinaan Program Energi Mekanistis Baru Terbarukan Direktorat Pembinaan Pengusahaan Energi Baru Terbarukan Direktorat Teknik, Lingkungan dan Konservasi Energi Baru Terbarukan Mekanistis Mekanistis

32

Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Pusat Penelitian Penelitian Sekretariat Badaneselon II dan Nomenklatur unitdan Pengembangan Teknologi Mineral dan Gas Bumi Pengembangan ESDMBatubara Energi Ketenagalistrikan dan Minyak dan Baru Terbarukan Mekanistis Eselon II Jenis Organisasi Eselon III & Mekanistis Organik Mekanistis Eselon IV & Organik

Je n i O rg a n i si s sa M e ka n i s vs O rg a n i sti k

Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM Pusat Pendidikan Pendidikan dan Sekretariat Badan dan Pelatihan Minyak Jenis Organisasi Nomenklatur unit eselon II Mekanistis Eselon III & Eselon IV & Eselon II Mekanistis Mekanistis Ketenagalistrikan Teknologi Mineral dan Batubara dan Gas ESDM dan Energi Baru PelatihanBumi Organik Organik Terbarukan

33

Kesimpulan
§ § adalah Reformasi Birokrasi; §

Reorganisasi merupakan tanggapan atas perubahan yang terjadi dalam beragam aspek, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal; Reoganisasi dilaksanakan dengan prinsip-prinsip yang mendukung dan memerlukan’ruh’ untuk mengaktifkannya secara positif. ‘Ruh’ tersebut

Kompetensi inti. komoditi, data, konsep dan fungsi menentukan penyusunan perangkat organisasi untuk mengelolanya. Organisasi tidak akan efektif jika mengelola sesuatu di luar hal-hal tersebut;

§

Kultur atau budaya apapun mempengaruhi proses kerja. Budaya dapat dibentuk dalam jangka waktu tertentu dengan budaya yang positif, melalui implementasi kebijakan yang tepat . Bottom linenya adalah pencapaian tujuan organisasi;

§

Jenis Organisasi Mekanistis atau Organik ditentukan berdasarkan output yang 34 akan dihasilkan. Suatu jenis output yang secara inherent membutuhkan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->