Memupuk Kebanggaan Menjadi Pustakawan

Membangun Kepercayaan diri bukanlah hal yang mudah.
Nama Pustakawa sangat asing bagiku dan sayapun baru mengenal profesi itu saat tempat tugas
baruku mewajibkan saya menduduki posisi tersebut. Bermimpi menjadi seorang pustakawan pun tak
pernah terbersit dalam benakku . Apa yang harus dilakukan saat menjadi seorang pustakawanpun
aku tak memiliki gambaran sama sekali. Ibarat orang buta yang dilepas ketengah jalan dan harus
mencari jalannya untuk sampai ketempat tujuan. Itulah yang ada dalam diriku saat itu.
Ada target yang diberikan kepada saya melalui program 100 hari kerja yang harus saya laksanakan
untuk mengembangkan perpustakaan yang diamanahkan kepada saya, dan setiap bulannya akan
ada evaluasi langsung dari ketua Yayasan tentang apa saja yang sudah saya lakukan dalam bentuk
Instrument Penilaian Kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah (IPKKPS) sesuai PERMENEGPAN dan RB
No.16 Tahun 2009. Yange berisi 10 komponen penilaian diantaranya :
1. Merencanakan kegiatan perpustakaan sekolah/madrasah
2. Melaksanakan program perpustakaan sekolah/madrasah
3. Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah
4. Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah
5. Mengorganisasi jasa layanan informasi perpustakaan sekolah/madrasah
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
7. Mempromosikan perpustakaan dan literasi informasi
8. Mengembangkan kegiatan perpustakaan sebagai sumber belajar kependidikan
9. Memiliki integritas dan etos kerja
10.Mengembangkan profesionalitas kepustakawanan
Bingung sudah pasti. Apa yang harus saya lakukan...?, bagaimana caranya..., apa mungkin saya bisa
mengemban tugas ini...?. segudang tanya berkecamuk dalam pikiran, atas saran suami agar saya
menerapkan ilmu kearsipan pada tempatku terakhir bertugas sebagai seorang sekretaris pada
Perusahaan Logging dan Moulding PT. Samarinda Pratama Gemilang Enterprise saya mulai berjalan
sedikit demi sedikit membenahi administrasi perpustakaan dari petugas yang lama dan mencari Ilmu
Kepustakawanan melalui Mbah Google. Setelah mencari tahu apa dan bagaimana perpustakaan,
pustakawan dan ilmunya, ternyata menjadi seorang pustakawan bukanlah pekerjaan yang mudah.
Saya harus banyak belajar mengenai ilmu perpustakaan, diantaranya adalah : Pengantar Ilmu
Perpustakaan, Katalogisasi, Klasifikasi, Dokumentasi, Arsip, Promosi Perpustakaan, Manajemen,
Teknologi Informasi perpustakaan dan masih banyak lagi. Tak mudah bukan...?
Meskipun demikian, Profesi Pustakawan masih diremehkan oleh banyak orangbahkan terkadang
orang lain mengatakan profesi apa itu? Apakah tidak ada profesi lain?. Pemikiran yang sama yang
saya rasakan saat pertama kali saya memegang jabatan tersebut. Tak sedikit pustakawan yang masih
malu mengakui dirinya sebagai seorang pustakawan karena di Indonesia profesi pustakawan masih
kurang mendapatkan apresiasi dibandingkan dengan profesi lainnya misal guru, pengacara, dokter
dan profesi lainnya. Mengapa...?, Karena sudah menjadi kebiasaan jika ada karyawan/staf yang
bermasalah, baik di lembaga pemerintahan atau swasta mereka akan ditempatkan di perpustakaan,
hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa yang menjadi pustakawan itu adalah orang-orang yang
dianggap bermasalah.

Menapaki Perpustakaan dan Ilmunya
Belajar melalui mbah google itulah yang harus saya lakukan. Tak tahu harus bertanya kepada siapa.
Belajar tanpa guru itulah yang aku alami saat itu. Banyak hal baru yang harus saya pelajari dan
temukan, bahwa Jurusan ilmu perpustakaan sangat komplek dan hal itulah yang membuat saya
lebih tertarik, untuk menemukan hal baru yang membuka pikiran saya bahwa ternyata pekerjaan
pustakawan tak hanya sekedar menyusun buku seperti kebanyakan orang pikirkan, melainkan harus
bisa mengelola dan memberi informasi yang cepat dan akurat pada pemustaka, pustakawan juga
harus Melaksanakan tugas-tugas teknis,dan mempersenjatai diri dengan banyak pengetahuan di luar
ilmu perpustakaan, baik Manajemen, Accounting, ilmu teknologi informasi, psikologi, public
relation, dan lain sebagainya. itulah tugas utama pustakawan
Kesimpulannya setiap pustakwan harus menguasai segala ilmu, harus serba tahu, serba bisa, karena
keterampilan seperti itulah yang dituntut oleh pemustaka.

Perpustakaan mulai Berjalan
Dengan menyusun Program kerja dan mulai
menjalankan satu persatu dari tiap program yang
telah saya buat, akhirnya pekerjaanku mulai
menunjukkan hasil yang mulai memuaskan.
Diawali dengan penataan ruang perpustakaan yang
saya buat semenarik mungkin untuk dilihat hingga
menyusun ruang baca yang nyaman di perpustakaan.
Agar anak-anak betah dan senang untuk berkunjung.
Alhamdulillah Perpustakaan yang tadinya
tak
dikunjungi oleh siswa mulai banyak dikunjungi.
Siswa yang meminjam bukupun mulai banyak
bahkan sayapun sampai kewalahan dibuatnya.
Mengapa anak-anak sangat antusias karena dengan
program Resume Of Reading dan Program
Membaca anak-anak ini saya beri reward atas
usaha mereka meringkas buku, meminjam dan
membaca buku dengan memperoleh hadiah dan
piagam. Setiap bulannya perpustakaan akan
merekap perolehan terbanyak dari buku yang
diringkas dan buku yang dipinjam, dan yang
terbanyaklah yang akan mendapatkan hadiah dan
piagam tersebut.
Tak hanya disitu berbagai program lainnya mulai saya jalankan diantaranya Program Book Fair
bekerjasama dengan PT. Erlangga, Qultum Media dan Gramaedia pada masa itu saya laksanakan dua
kali dalam setahun pada kegiatan class meeting dan profit sharing 10% dari haril penjualan diberikan
dalam bentuk buku untuk koleksi perpustakaan. Demikian halnya dengan program Infaq Buku yang

Alhamdulillah direspon sangat baik oleh Siswa(i) yang mana setiap bulannya perpustakaan memiliki
penambahan koleksi dari mereka.
Untuk Promosi perpustakaan dilakukan melalui Brosur, News Letter yang terbit setiap bulan dan
Website sebagai sarana promosi dengan dunia luar.

Sistem Layanan sirkulasi mulai terotomasi menggunakan aplikasi BORNEO perpustakaan

Tak hanya itu Ruang Baca Perpustakaan terkadang juga di gunakan sebagai ruang untuk kegiatan
Diklat Guru-guru baik dari luar maupun internal Sekolah Bunga Bangsa.

Tidak Menjadi Katak Dalam Tempurung
Dengan keberhasilan target 100 kerja yang ditugaskan
kepada saya, Kepala Sekolah kemudian menyarankan
kepada saya untuk tidak menjadi “katak dalam
tempurung”, Begitulah istilah yang beliau nasehatkan
kepada saya. “Ustadzah harus mengenal apa dan
bagaimana Dunia Perpustakaan Luar”, ucap Bapak H.
Sukri Pawira Kepala SD Islam Bunga Bangsa saat itu yang
banyak mensupport saya untuk lebih maju lagi.
Bagaimana....? Itulah yang menjadi pertanyaan bagi
saya.
“Ustadzah buat surat permohonan studi banding ke
Badan Perpustakaan Propinsi yang menaungi segala jenis
perpustakaan yang ada di kaltim”, ucap beliau. Akhirnya
surat itupun saya buat dan dengan ditemani beliau kami
mengantarkan surat permohonan tersebut. Keesokan
harinya kami mendapat Surat tanggapan positif dari
Kepala Badan Perpustakaan yang masa itu di Pimpin
Oleh Bapak Syafruddin Pernyata dan kami akan diterima
oleh Kepala Bidang Pelayanan yang dijabat Bapat Taufiq
Badaruddin saat itu.
Alhamdulillah sejak diterimanya kami Badan perpustakaan Propinsi Kaltim, kami selalu menerima
undangan pelaksanaan Diklat Perpustakaan yang diadakan di Badan Perpustakaan Propinsi
Kalimantan Timur. Sayapun mulai banyak memperoleh ilmu Perpustakan dan memperoleh banyak
teman sesama profesi, baik dari lingkup pemerintah maupun swasta. Banyak teman banyak
wawasan dan banyak ilmu yang diperoleh.

Menyalurkan Hobi Menulis Melalui Website dan Majalah Pustaka Pariwara
Sejak sering mengikuti pelatihan rasanya sangat sayang jika materi
yang saya peroleh tidak saya sharekan pada pustakawan lain yang
tidak mendapat kesempatan seperti saya. Berawal dari situlah saya
mulai menulis buku pertama saya cara membuat Website melalui
Blogger yang saya beri judul “Go Blog dengan Blogger” dan
kemudian menerapkan ilmu yang saya tulis dengan mulai
membangun website dengan alamat link Perpusbb.blogspot.com.
Istilah pepatah “Sambil menyelam minum air”, bukunya jadi
ilmunya langsung saya terapkan. Buku ini saya buat dalam bentuk
pdf dan bisa didownload secara gratis oleh siapapun yang mau
belajar membuat website sederhana secara gratis pula karena ini
bukan hostingan berbayar yang disediakan google bagi
penggunanya diseluruh dunia.

Dua buah judul artikel yang dimuat pada majalah pustaka Priwara terbitan Badan Perpustakaan
Propinsi Kalimantan Timur.

Dua Buku yang saya tulis dan sebagai Editor/penyusun pernah di terbitkan oleh Percetakan
Mujahid Pres Bandung dan Pustaka Spirit, Jakarta

Dua buku yang diterbitkan dalam bentuk PDF dan
dapat di download dan dibaca online melalui website
perpustakaan bunga bangsa

Bagiku berbagi Ilmu Adalah Sedekah dan Amal Jariyah
Setelah website Perpustakaan Bunga Bangsa jadi, saya pun mulai memberitakan kegiatan Diklat yang
saya ikuti dan melampirkan materi diklat dengan meminta ijin pemilik materi terlebih dahulu.
Alhamdulillah respon positif saya peroleh. Dibantu Media Facebook di “Group Perpustakaan Bunga
Bangsa” saya mulai mempromosikan segala kegiatan yang dilakukan baik itu kegiatan sekolah,
kegiatan di perpustakaan, apa dan bagaimana pekerjaan saya dan segala kegiatan Diklat dan studi
banding yang saya ikuti. Respon tersebut dapat dilihat dari statistik pada Blogger, tak hanya
Indonesia bahkan negara lainpun ikut membaca postingan tersebut. Indahnya berbagi ilmu itulah
yang saya rasakan saat ini. Melalui sosial media pun saya mulai memperoleh teman pustakawan dari
berbagai wilayah di Indonesia. Hingga saat ini website perpustakaan bunga bangsa telah di kunjungi
237 ribu pengunjung.

Bermimpi Menjadi Narasumber
Itulah yang sempat terbersit dalam pikiran saya. Mimpi itu terbersit saat keinginan untuk berbagi
ilmu secara langsung kepada orang lain. Mungkinkah... jangan bermimpi ketinggian rachma.... siapa
sih kamu... itulah obrolan yang ada di hatiku.
“Man Jadda Wa Jadda” ungkapan Arab yang terkenal di kalangan pesantren yaitu “Man Jadda
WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, ”-where
there is a will there is a way !” , juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan,
pasti disitu ada Jalan “. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja
cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan serta gunakan logika serta
ilmu pengetahuan sesuai kapasitas kita masing masing yang telah Allah Ta'ala karuniakan. Setiap
manusia punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, jadi bukan hanya sekedar tumbuh semata,
melainkan harus berkembang. Allah sudah berikan modal dasar berupa otak dan akal yang lebih baik
dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini. Jadi sangatlah keliru jika kita beranggapan
bahwa nasib tidak bisa diubah. Nasib kita itu kita sendirilah yang menentukan, sebagaimana yang
telah di firmankan oleh Allah dalam kitab suci Al-Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib
suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya (QS
Ar-Ra'd 11).
[http://www.kompasiana.com/rulimustafa/man-jadda-wajada-kesungguhan-akanmembuahkan-hasil_55101b4ea33311cd39ba7f1d]
Bermodal Keyakinan bahwa Allah akan memudahkan jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh
sayapun tetap istiqomah dengan keyakinan itu dan benar janji Allah ketika kita taat dan tak putus
berharap segala ingin akan Allah kabulkan dengan caranya.
Kesempatan Pertama
Surat pemberitahuan pertamapun aku terima dari
Bapak R. Mohammad Sunny, S.Pd (Ketua komunitas
pecinta buku dan perpustakaan "Buku Etam") dan
Bapak. M. Taufiq. S.Sos, M.Si (Kabid. Pelayanan
Perpus.Prop. Kalimantan Timur) selaku panitia
penyelenggara Diklat, agar perpustakaan Bunga Bangsa
menerima kunjungan Observasi Lapangan Diklat
Peningkatan Kepala Sekolah dalam pengembangan
Perpustakaan
Sekolah Tingkat SD Se-Kalimantan
Timur sebanyak ± 70 orang peserta.

Foto Bareng Bapak Sukri Pawira, Bapak Taufiq
dan Pengawas SD&TK Disdik Propinsi Kaltim

Bingung dan tak tahu harus bagaimana. Konsultasi kilatpun aku lakukan dengan Bapak H. Sukri
Pawira, Kepala SD Islam Bunga Bangsa dengan meminta saran dan masukan apa yang harus saya
persiapkan. Ternyata beliau menyampaikan bahwa saya harus mempersiapkan presentasi untuk
disampaikan dan diinformasikan kepada peserta diklat yang hadir. Gugup dan segudang keraguan
atas kemampuanku berkecamuk, Beliau menyemangatiku dengan kalimat “Kamu Bisa, Kamu Pasti
Bisa”. Dan akhirnya Kamis, (24/5) Bertempat di Ruang Perpustakaan Bunga Bangsa Islamic School,
didampingi Bapak Kepala Sekolah SD Islam Bunga Bangsa, H. Sukri Pawira, S.Ag kami menerima
peserta diklat dan memberikan informasi mengenai Perpustakaan SD Islam Bunga Bangsa terlaksana
dengan lancar dan penuh keberkahan. Terima Kasih buat kepercayaan yang diberikan kepada kami.

Kesempatan kedua
kesempatan kedua saya peroleh dengan
menjadi narasumber pada Acara Konferensi
Perpustakaan Digital Kaltim dan Kaltara II
Tahun 2014 yang diikuti oleh Pustakawan yang
berada di wilayah Kalimantan Timur dan
wilayah Kalimantan Utara, sebanyak 110
Peserta.
dengan
mengangkat
tema
"Perpustakaan DIgital, Paradigma, Konsep dan
Implementasi"
Acara Konferensi di buka Oleh Gubernur
Kalimantan Timur yang diwakili oleh Bapak
Dr.H. Sigit Mulyono, Staf Ahli Gubernur Bidang
Pendidikan dan kebudayaan yang juga
merupakan koordinator panitia seleksi anggota
Dewan Pendidikan Kaltim. Dan Ibu
Tujuan Pelaksanaan Konferensi "Melalui konferensi Perpustakaan Digital Kalimantan Timur dan
Kalimantan Utara Tahun 2014 ini diharapkan akan semakin terbangun kesadaran para pengelola
perpustakaan akan pentingnya mewujudkan layanan perpustakaan berbasis Teknologi Informasi di
Kaltim".
Kesempatan mengisi materi diberikan pada hari
kedua tanggal 14 Juli 2014, bersama Kepala Bidang
Informasi dan Pelayanan, Badan Perpustakaan
Propinsi Sumatera Selatan, Bapak Drs. Ishak Juarsa,
M.Si, dengan judul materi
"Implementasi
Teknologi
Informasi
dan
Komunikasi
di
Perpustakaan Sumatera Selatan". Dan Materi
Konferensi yang saya sampaikan adalah
"Membangun Perpustakaan Berbasis Teknologi
Informasi"

Bangga Menjadi Pustakawan
Banggakah aku...., tentunya belum karena
saya belum mengetahui kapasitas diri
sebagai seorang pustakawan. Selama ini
yang menilai kinerjaku adalah pimpinan
ditempatku bertugas dan hanya melalui
komentar dari rekan sejawat.
Untuk
mengetahui kapasitas kemampuan salah
satunya adalah dengan mengikuti kegiatan
lomba pustakawan berprestasi. Tapi
bagaimana caranya?, segudang tanya
kembali meliputiku. Tak dinyana saat
mengikuti Bimtek Pembangunan dan Pengelolaan Pangkalan data (Database) Koleksi perpustakaan
untuk Mendukung Penerapan katalog Induk (Union catalog) On-Line Kalimantan Timur. yang diikuti
oleh 40 Pustakawan Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Kalimantan Timur. Bertempat diruang
Balai Pustaka Badan Perpustakaan Propinsi Kalimantan Timur dari jam 08.00 s/d 16.00 Wita pada
hari Kamis, tanggal 04 Juli 2013. Sayapun mendapat informasi kegiatan lomba pustakawan yang akan
diadakan pada tanggal dan hari yang sama dengan kegiatan bimtek. Iseng sayapun memasukkan
berkas persyaratan lomba dan mengikuti kegiatan test selama 2 hari.
Kegiatan Lomba dibuka oleh Bapak
Muhammad Taufiq M.Si Kepala Bidang
Pelayanan Perpustakaan Propinsi Kalimantan
Timur. "Mengikuti lomba tidak harus menjadi
juara, setidaknya hal ini bisa dijadikan
pengalaman
untuk
menjadi
juara
dikesempatan selanjutnya" ucap Bapak
Muhammad Taufiq, M.Si. Tujuan dari
pemilihan Pustawan berprestasi ini adalah
untuk meningkatkan semangat kreatifitas
pustakawan
dalam
mengembangkan
perpustakaan kini dan nanti agar kelak dapat
tercipta generasi pembaca.juga sebagai ajang mengadu kreatifitas dan untuk memotivasi kita agar
memiliki spirit bangga pada profesinya sebagai pustakawan.
Terdapat tiga unsur penilaian yang dilakukan dewan
terhadap peserta, yaitu : pertama, tes kognitif secara
tertulis tanggal 03 Juli 2013, terdiri atas tes objektif
dan esai; kedua, melakukan tahapan wawancara
secara interpersonal oleh Dewan Juri pada tanggal
04 Juli 2013 dan ketiga, mempresentasikan apa yang
sudah dicapai serta memaparkanya di hadapan para
Dewan Juri dan peserta lainnya;. Dewan juri kali ini
terdiri dari 3 orang yang diketuai oleh Bapak
Muhammad Taufiq, M.Si (Kepala Bidang Informasi
dan Otomasi) sebagai ketua dan Juri 1, Bapak Ahmad Riadi, S.Sos, S.Ag, M.Si sebagai Juri 2, dan
Bapak Mustang, S.Sos, M.Si (Instansi Perpustakaan UPT. Unmul) bertindak sebagai Juri 3.

Saat mendapat SMS Masuk sebagai 10 Besar Merupakan kebahagiaan
tersendiri, dan menjadikan pengalaman berharga bagi pustakawan
untuk bisa mengelola perpustakaan ini menjadi lebih baik lagi. Hari
yang ditunggupun tiba, surat Keputusanpun saya terima yang
menyatakan Saya Keluar sebagai Juara Harapan 1 (peringkat ke
empat) sebagai Pustakawan berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan
Timur Tahun 2013. Alhamdulillah sekarang “Aku Bangga Menjadi
Pustakawan”.
Ucapan terima kasih tentunya saya sampaikan terutama kepada Allah
dan dua rekan peserta diklat Mbak Yeny dan mbak Hera yang telah
menganjurkan saya untuk turut menjajal kemampuan di ajang ini.

Penghargaan Tertinggi Berhasil aku Peroleh
Panggilan rapat mendadak tanggal 01 Juni 2015 oleh kepala sekolah membuatku galau. Bagaimana
tidak dalam waktu dua hari kami harus mempersiapkan berkas Porto Folio laporan selama tiga tahun
kebelakang, mengenai apa yang telah kami buat dan kerjakan. Dan berkas itu akan di serahkan
kepada Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur untuk dikirim ke Jakarta Untuk mengikuti
Lomba Budaya Mutu Sekolah Tahun 2015. Tak ayal kami harus lembur sampai malam untuk
menyiapkan kelengkapan porto folio dalam bentuk Hard Copy dan Soft File. Alhamdulillah berkas
tersebut rampung kami laksanakan dalam waktu yang telah ditargetkan.
Kamis, 01 Oktober 2015, Sekolah Islam
Bunga Bangsa Mendapatkan Kunjungan
Visitasi Oleh Bapak Prof.Dr..H.Kama Abdul
Hakam,
M.Pd (UPI
Bandung)
dan
Bapak Haryadi dari Direktorat Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta dalam
rangka penilaian Lomba Budaya Mutu
Sekolah Tingkat Nasional. Para tamu diterima
langsung Oleh Ketua Yayasan Ibu Elin Nurmi
Murahhati, S.S dan Jajaran Manajemen SD
Islam Bunga Bangsa Bapak Drs. H.Supriyadi,
SE, didampingi Waka Kurikulum Ibu Yeny
Duwi Seviawati, S.T, Waka Kesiswaan Bapak
Nu'man Abdullah, SP serta Waka Sarana dan
Prasarana Bapak Yosimar Akbar, S.Pd,
Kunjungan Visitasi ini dalam rangka penilaian secara keseluruhan (whole school) setelah proses
penilain portofolio. Tim LBMS melakukan verifikasi, klarifikasi data yang ada didokumen mutu
pendidikan (Portofolio) yang telah dikirimkan beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi
dan motivasi para pelaku pendidikan dalam melakukan pembinaan budaya mutu untuk
mewujudkan pengembangan bakat, prestasi maupun kepribadian siswa selaras dengan program
peningkatan dan pembinaan mutu sekolah dasar pada tingkat nasional.

Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar tahun 2015 dilaksanakan bersamaan dengan Lomba
Klub Olahraga SD, yang diikuti oleh 34 provinsi di seluruh Indonesia. dari 170 sekolah yang
berhasil masuk ke tingkat Nasional Akan dipilih 12 sekolah untuk masuk ke babak Final.
Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam rangka Pembinaan Peningkatan Budaya Mutu
Di Sekolah Dasar, melaksanakan pemilihan sekolah model terbaik Sekolah Berbudaya Mutu.
Pemilihan ini difokuskan pada penilaian mutu pendidikan secara keseluruhan (whole school),
dengan tetap memberikan apresiasi kepada sekolah yang memperlihatkan katergori tertentu dari
mutu yang dinilai. Kategori ini yaitu :
1) Budaya mutu pembelajaran,
2) Budaya mutu ekstrakurikuler kesenian,
3) Budaya mutu manajemen berbasis sekolah serta lingkungan sekolah yang bersih dan sehat,
4) Budaya mutu pengelolaan perpustakaan sekolah

Setelah melalui beberapa proses penjurian sejak tanggal 02 Nopember 2015 hingga tanggal 05
November 2015, Akhirnya SD Islam Memperoleh Peringkat Harapan 3 Lomba Budaya Mutu Sekolah
Kategori Budaya Mutu Perpustakaan Sekolah, Trophy dan Hadiah, diterima langsung oleh Kepala
Sekolah SD Islam Bunga Bangsa, Bapak H. Supriyadi, SE,

Grand Final diikuti 28 Propinsi, 128 finalis Kepala Sekolah SD, 88 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota,
dan 28 Dinas Pendidikan Provinsi.. Untuk kategori juara whole school adalah sekolah-sekolah terbaik
dari 4 kategori diatas.
Kontingen Kaltim meraih 5 kategori.
1. Kategori ekskul Harapan 3. SD YPPSB Sangata
2. Kategori pembelajaran, Juara 2 SD Vidatra Bontang
3. Kategori MBS, Juara 3 SDN 03 Balikpapan
4. Kategori Pengelolaan Perpustakaan Harapan 3. SD Islam Bunga Bangsa.
5. Whole School, juara 3 SD Kemala Bhayangkari Balikpapan
Setapak demi setapak membawa perpustakaan yang saya kelola menjadi yang terbaik diperlukan
perjuangan dan kesungguhan. Tak mudah memang... asalkan kita ikhlas menjalaninya semua akan
menjadi sangat mudah. Cintailah pekerjaanmu, agar dapat memberi manfaat untuk dirimu dan juga
orang banyak. Ikhtiar , doa dan Istiqomah dalam bekerja dapat membawamu menuju kesuksesan.
Tak perlu malu dengan profesi yang telah terpilih menjadi mata pencaharianmu, selama halal dan
tidak merugikan orang banyak akan membawa keberkahan dalam hidupmu. (rachmawati)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful