Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI UNIT

RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR


THE INFLUENCE OF WORK MOTIVATION TOWARD THE PERFORMANCE OF
NURSES IN INPATIENT UNIT OF REGIONAL GENERAL HOSPITAL OF
MAKASSAR CITY
Nurfalia Harfah1, Muttaqin2, dan Halim3
1
Konsetrasi Administrasi Pelayanan Kesehatan, Jurusan Ilmu Administrasi STIA LAN, Makassar.
e-mail: fhalia.lhya@gmail.com
2
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara, Makassar.
e-mail: muttaqin_lan@yahoo.com
3
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara, Makassar.
e-mail: halim108@yahoo.com
Abstrak
Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi kerja
terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.
Populasi adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum
Daerah Kota Makassar dengan sampel sebanyak 83 orang ditetapkan secara accidental
sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner, didukung dengan observasi,
wawancara dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan regresi berganda dan uji
hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan motivasi kerja yang terdiri
dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat di
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Hal ini dilihat dari nilai regresi yang
menunjukkan angka positif sebesar 0,302 dan 0,173. Untuk itu, sebaiknya perawat pelaksana
di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar tetap mempertahankan motivasi kerjanya baik
yang bersumber dari dalam dirinya maupun yang bersumber dari luar.
Kata kunci: motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, kinerja perawat.

Abstract
Motivation is one of many factors which influences the performance of nurses.
Therefore, the objective of this study is to understand the influence of work motivation toward
the performance of nurses in the Regional General Hospital of Makassar. The research
method used is a quantitative method with associative approach. The population of this study
consists of all nurses working in inpatient Regional General Hospital of Makassar. The
number of samples is 83 respondents by using accidental sampling. The data is collected
by distributing questionnaires to respondents, supported by observation, interview and
document review. Data analysis uses multiple regression and hypothesis testing by using
SPSS. The results showed that motivation consisting of intrinsic and extrinsic motivation has
i

significant influence on the performance of nurses at the General Hospital of Makassar. The
regression analysis shows a positive figure of 0,302 and 0,173. Therefore, nurses at the
General Hospital of Makassar City should retain her motivation coming from internal or
external influence.
Keywords : intrinsic motivation, extrinsic motivation, and nurse performance.

PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan menurut UU RI No.36 tahun 2009, bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan di Indonesia adalah upaya
memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan yang berkualitas ini harus dapat
dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Dengan
pelayanan kesehatan yang bermutu diharapkan masyarakat akan lebih berminat untuk
memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit dan
sarana pelayanan kesehatan lain.
Menurut Permenkes, No.56 tahun 2014, rumah sakit sebagi salah satu fasilitas
pelayanan kesehatan perorangan yang menyeluruh yang dituntut untuk menghasilkan
kinerja yang sesuai dengan standar pelayanan. Standar pelayanan yang digunakan adalah
safety (keselamatan), effectiveness (efektif), timelines (tepat waktu), efficiency (efisien),
equity (keadilan) dan patient awareness (kesadaran pasien)
Untuk mencapai kinerja rumah sakit sesuai dengan standar pelayanan, maka peran
sumber daya rumah sakit harus dioptimalkan. Salah satu sumber daya manusia yang
sangat penting di rumah sakit adalah perawat. Pelayanan perawat di rumah sakit
merupakan faktor penentu citra dan mutu dalam rumah sakit.Menurut UU No.38 tahun
2014, perawat adalah sumber daya terpenting dalam menjalankan pelayanan suatu rumah
sakit, karena pelayanan perawat dilakukan secara 24 jam secara berkesinambungan.
Kualitas pelayanan perawat harus terus ditingkatkan sehingga upaya pelayanan kesehatan
dapat mencapai hasil yang optimal.
Perawat dalam mencapai kinerja yang tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Kinerja perawat di rumah sakit dipengaruhi tiga variabel yaitu: variabel individu,
organisasi dan variabel psikologi. Variabel individu perawat salah satunya adalah
1

motivasi. Menurut Hezberg (Siagian, 2004:164), kinerja dipengaruhi motivasi perawat itu
sendiri, dengan motivasi yang baik perawat akan meningkatkan kinerjanya. Motivasi
timbul karena dorongan dari dalam diri sendiri (internal motives) maupun dari luar diri
(eksternal motives) menyebabkan timbulnya sikap antusias dalam melaksanakan kegiatan
tertentu.
Menurut Hezberg (Siagian, 2004:164), apabila perawat merasa puas dengan
pekerjaannya, kepuasan itu didasarkan pada faktor-faktor yang sifatnya intrinsik seperti
keberhasilan mencapai sesuatu, pengakuan yang diperoleh, sifat pekerjaan yang dilakukan,
rasa tanggung jawab, kemajuan dalam karir dan pertumbuhan profesional dan intelektual,
yang dialami oleh seseorang. Sebaliknya, apabila pekerja merasa tidak puas dengan
pekerjaannya, ketidakpuasan itu pada umumnya dikaitkan dengan faktor-faktor yang
sifatnya ekstrinsik, artinya bersumber dari luar diri perawat yang bersangkutan, seperti
kebijakan organisasi, pelaksanaan kebijaksanaan yang ditetapkan, supervisi oleh para
manajer, hubungan interpersonal dan kondisi kerja.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh
motivasi kerja terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Makassar.
Berdasarkan tujuan diatas, terdapat dua hipotesis yang akan diuji dalam penelitian,
yaitu:
H0: Motivasi kerja (X) tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat di unit rawat inap
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar (Y)
Ha: Motivasi kerja (X) berpengaruh terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah
Sakit Umum Daerah Kota Makassar (Y).

METODE PENELITIAN
Tipe penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan pendekatan asosiatif.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di ruang
rawat inap berdasarkan profil Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar berjumlah 105
orang perawat. Sampel sebanyak 83 orang ditetapkan secara accidental sampling yaitu
mengambil

sampel

berdasarkan

kebetulan,

yaitu

siapa

saja

yang

secara

kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila


dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Tipe dan Instrumen Pengumpulan Data


Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan kuesioner,
dan didukung dengan observasi, wawancara dan telaah dokumen.
Teknik Pengolahan dan Analisis data
Teknik pengolahan data berupa editing, tabulasi, dan mengolah data dengan
menggunakan aplikasi Statistical Packages for Social Science (SPSS) versi 17.0.
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji t dan uji f. Uji t
bertujuan untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh secara parsial terhadap
variabel Y. Sedangkan uji f bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama
variabel X terhadap variabel Y.
Dasar pengambilan keputusan atas hasil uji hipotesis adalah sebagai berikut:

1.

Pengujian uji t
a. Jika nilai thitung>dari ttabel, maka variabel X berpengaruh signifikan terhadap
variabel Y
b. Jika nilai thitung<dari ttabel, maka variabel X tidak berpengaruh signifikan terhadap
variabel Y

2.

Pengujian uji f
a.

Jika nilai thitung>dari ttabel, maka variabel X berpengaruh signifikan terhadap


variabel Y

b.

Jika nilai thitung<dari ttabel, maka variabel X tidak berpengaruh signifikan


terhadap variabel Y.
Adapun tingkat kepercayaan yang digunakan adalah sebesar 95% sehingga

pengujian menggunakan uji dua sisi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dengan
tingkat kepercayaan 5%. Untuk mencari ttabel dengan menggunakan rumus df = N-2 dapat
menggunakan tabel statistik. Sedangkan untuk mencari nilai ftabel menggunakan rumus
df1 dan df2 dapat dilihat dengan menggunakan tabel f.

HASIL PENELITIAN
Hasil uji regresi dan uji hipotesis disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Model

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)
1

Std. Error

-2,264

4,477

X1

,302

,125

X2

,173

,048

Sig.

Beta
-,506

,615

,300

2,414

,018

,447

3,599

,001

Sumber: Hasil Olahan Data SPSS

Berdasarkan tabel diatas, dapat dikemukakan bahwa nilai regresi menunjukkan


angka positif sebesar 0,302 dan 0,173 yang berarti variabel X berpengaruh positif
terhadap variabel Y. Adapun hasil ujinya adalah sebagai berikut:
1.

X1 dengan nilai thitung sebesar 2,414 > dari ttabel 1,99006, maka Ho ditolak. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh motivasi intrinsik (X1) secara parsial
terhadap kinerja perawat.

2.

X2 dengan nilai thitung sebesar 3,599 > dari ttabel 1,99006, maka Ho ditolak. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh motivasi ekstrinsik (X2) secara parsial
terhadap kinerja perawat.
Berdasarkan hasil pengujian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi

kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Umum
Daerah Kota Makassar. Adapun sifat pengaruhnya adalah positif dan signifikan.

PEMBAHASAN
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa motivasi intrinsic berpengaruh
terhadap kinerja perawat, semakin tinggi motivasi perawat yang bersumber dari dalam
dirinya dalam menjalankan tanggung jawabnya, hasil kerja dan kesempatan karir, maka
akan semakin tinggi pula kinerja perawat, hal ini berarti motivasi intrinsic sangat
berpengaruh terhadap kinerja perawat.
Oleh karena itu untuk meningkatkan kinerja perawat di RSUD Kota Makassar
maka perawat juga harus meningkatkan motivasi yang bersumber dari dalam dirinya
yaitu tanggung jawabnya dalam melaksanakan pekerjaannya, hasil kerja yang dicapai
setelah melakukan pekerjaannya, serta kesempatan karir yang ingin dicapai oleh perawat
itu sendiri.
4

Tanggung jawab yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan


tindakan perawat tepat waktu sesuai dengan standar perawatan kebutuhan dan batas
kemampuan, pelaksanaan tugas sesuai dengan jadwal tugas yang diberikan serta
menjalankan semua tanggung jawab sesuai dengan uraian tugas yang diberikan.
Tanggung jawab merupakan faktor yang penting dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan pada pasien. Perawat dituntut memberikan pelayanan keperawatan sesuai
dengan kebutuhan dan batas kemampuannya. Melaksanakan fungsi perawat dengan
bertanggung jawa akan meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien. Tanggung jawab
ini berkaitan dengan hasil kerja, karena perawat secara langsung memberi tindakan atau
asuhan keperawatan pada pasien. Jika perawat tidak bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan tindakan maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya
kecacatan pada pasien (malpraktik) sampai dengan kehilangan nyawa pasien. Untuk itu
kepala ruangan harusnya melakukan pengawasan pada bawahannya, agar tanggung
jawab perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan terus meningkat.
Kemudian kesempatan karir yang dimaksud dalam motivasi intrinsic adalah
meliputi kesempatan perawat mengikuti diklat, kesempatan kenaikan jabatan, dan
kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Kemudian berdasarkan hasil pengujian menunjukkan pula bahwa motivasi
ekstrinsik berpengaruh terhadap kinerja perawat, semakin tinggi motivasi perawat yang
bersumber dari luar dirinya dalam menerima gaji, kondisi kerja, hubungan kerja serta
supervisi, maka akan semakin tinggi pula kinerja perawat, hal ini berarti motivasi
ekstrinsik sangat berpengaruh terhadap kinerja perawat.
Gaji yang dimaksud dalam penelitian ini adalah upah yang diberikan sesuai
dengan yang diharapkan, gaji sesuai dengan standar mutu saat ini, pemberian tambahan
gaji sewaktu-waktu karena usaha dan prestasi, menerima gaji sesuai dengan waktu yang
ditetapkan, dan pimpinan memberikan biaya tunjangan kesehatan bagi perawat.
Kemudian kondisi kerja yang diukur dalam penelitian ini adalah kondisi
lingkungan tempat kerja perawat, hubungan antara perawat dan atasan, kelengkapan
fasilitas dalam pelayanan asuhan keperawatan.
Kondisi kerja merupakan faktor yang penting bagi perawat dalam melaksanakan
tindakan perawatan, karena dengan kondisi kerja yang baik maka dalam melaksanakan
tindakan keperawatan dapat dilakukan dengan lebih baik pula. Perawat sebagai sumber
daya manusia dalam pemberian asuhan keperawatan merupakan unsur yang terpenting
sehingga pemeliharaan hubungan yang kontinu di ruang rawat inap RSUD Kota
5

Makassar menjadi sangat penting. Untuk itu pihak pimpinan perlu tetap mempertahankan
dan meningkatkan kondisi kerja yang ada. Selain itu pimpinan RSUD Kota Makassar
juga perlu melakukan pemeliharaan hubungan dengan para perawat dengan komunikasi
yang efektif, karena melalui komunikasi berbagai hal yang menyangkut pekerjaan/tugas
dapat diselesaikan dengan baik dan kondisi kerja akan lebih baik.
Kemudian supervisi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengarahan,
bimbingan atau dorongan yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan secara langsung
sehingga bawahannya itu perawat akan memiliki bekal yang cukup untuk dapat
melaksanakan tugas dan asuhan keperawatan dengan hasil yang baik.
Berdasarkan hasil penelitian baik dengan menggunakan statistik SPSS,
wawancara serta observasi membuktikan bahwa motivasi yang terdiri dari motivasi
intrinsic dan ekstrinsik, dari teori Herzberg (Siagian,2004:164) dan (Hasibuan, 2008:157)
semuanya memiliki pengaruh terhadap kinerja perawat, hal ini membuktikan bahwa
semakin tinggi motivasi perawat, semakin baik pula kinerjanya dalam memberikan
pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Kota Makassar.

KESIMPULAN DAN SARAN


Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja perawat di unit rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Makassar. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar perawat pelaksana di Rumah Sakit
Umum Daerah Kota Makassar tetap mempertahankan motivasi yang bersumber dari
dalam dirinya baik dari segi tanggungjawab, hasil kerja maupun kesempatan karir, dan
kepada pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar untuk senantiasa
mempertahankan serta meningkatkan faktor motivasi yang bersumber dari luar diri
perawat yakni gaji, lingkungan kerja, hubungan kerja serta supervisi.

REFERENSI
Hasibuan, Malayu S.P., (2008), Manajemen Sumber Daya Manusia, Ed, Revisi, Jakarta,
Bumi Aksara.
Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar tahun 2015.
Republik Indonesia.Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.

Republik Indonesia.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 Tentang


Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.
Siagian, Sondang P., (2004), Teori motivasi dan Aplikasinya, Jakarta, Rineka Cipta.