Anda di halaman 1dari 27

Bab I

Pendahuluan

Di era globalisasi ini, dunia mengalami era yang dimana


interaksi manusia melewati batas-batas negara menjadi suatu
hal

yang

sangalah

lumrah.

Interaksi

ini

mengakibatkan

meningkatnya aktivitas dan juga produktifitas manusia di


seluruh dunia, dari pertukaran teknologi dan ilmu pengetahuan,
interaksi

sosial,

dan

tentu

saja

aktifitas

perekonomian

internasional. Era globalisasi menjadi era penyempurnaan dari


era modernasi sebelumnya dari era Revolusi Industri pada akhir
abad 19 di eropa barat, era paska Perang Dunia II yang dimana
peradaban manusia mencapai fase paling damainya sepanjang
sejarah, hingga era perkembangan teknologi informasi yang
dimana memicu terjadinya era globalisasi seperti yang kita
kenal saat ini.
Dan di era ini, perekonomian internasional mencapai tahap
baru yang dimana betul betul merubah struktur dan tatanan
dunia internasional. Saat ini mayoritas hampir seluruh negara
dunia

sudah

internasional.

terintegarasi
Anak-anak

dalam
di

tatanan

pedalaman

perekonomian

Indonesia

yang

jangankan keluar negeri, keluar dari desanya saja jarang, saat


ini sudah menjadi konsumen dari berbagai macam produk luar
seperti alat teknologi dan lain-lain. Dalam skala yang lebih
besar, karena sudah terintegrasinya banyak negara dalam
sistem perekonomian internasional, saat ini hampir semua

negara di dunia tidak bisa mandiri dan menutup diri dari dunia
luar. Hal ini dikarenakan kesadaran setiap negara kalau mereka
tidak akan bisa berkembang apa bila mereka sendirian dan tidak
bekerjasama atau berinteraksi dengan negara lain.
Salah

satu

bentuk

dari

semakin

terintegrasinya

perekonomian dunia dapat dilihat dari seberapa besar pengaruh


suatu negara terhadap negara lainnya. Hal ini bisa dihitung dari
perdagangan yang dilakukan anatar kedua belah pihak atau
investasi yang masuk dari satu negara ke negara yang lain.
Perdangangan internasional dan juga investasi asing merupakan
2 faktor penting dalam pembangunan perekonomian suatu
negara.
Dalam makalah ini saya akan fokus membahas mengenai
dampak dari investasi asing yang berasal dari suatu Perusahaan
Multi Nasional atau Multi National Coorporation (MNC). Saat ini
peran dari MNC terhadap perekonomian baik bagi negara asal
mereka (home country) dan negara tempat mereka berinvestasi
(host country). Peran yang sangat besar ini menjadikan MNC
memiliki

pengaruh

yang

sangat

besar

dalam

aktifitas

perekonomian internasional.
Dan disini MNC yang akan saya angkat adalah MNC besar
yang berasal dari Korea Selatan yaitu LotteMart. Dalam makalah
ini akan saya membahas mengenai profil MNC tersebut dan juga
dampak dan peran apa yang telah diberikan oleh MNC ini
terhadap baik kome country nya yaitu Korea Selatan maupun
host

country

nya,

yang

disini

tentu

saja

akan

dibahas

bagaimana aktifitas LotteMart berdampak bagi perekonomian


dan masyarakat di Indonesia.

Bab II
Pembahasan

A. Profil Perusahaan
I.

Lotte Konglomerat asal Korea Selatan

Saat ini Korea Selatan dikenal sebagai negara maju yang


sangat kuat dalam perindustrian dan juga sangat inovatif dalam
pengembangan teknologinya. Sebut saja beberapa perusahaan
besar yang mendunia dan mampu bersaing dengan perusahaan-

perusahaan multinasional besar lainnya seperti Samsung, LG


atau Hyundai. Kesuksesan pembangunan perekonomian di Korea
Selatan diakibatkan oleh efektifnya kebijakan pemerintah yang
dimana setelah Perang Korea ditahun 1950-an fokus untuk
membangun kualitas SDM nya.
Minim atas SDA dan didukung dengan kebudayaan dan
mindset

warga

Korea

Selatan

yang

pekerja

keras,

mengakibatkan perekonomian Korea Selatan Booming pada


dekade 1960-an hingga 1998 disaat terjadinya Krisis Finansial
Asia. Kesuksesan Korea Selatan pada saat itu sering disebut
dengan keajaiban yang dimana para ekonomis mengenalnya
dengan sebutan Miracle of the Han River. Korea Selatan juga
dimasukkan dalam kategori negara Macan Asia dengan 3 negara
Asia Timur lainnya yaitu Taiwan, Hong Kong, dan Singapura yang
dimana

sukses

membawa

negaranya

dari

negara

miskin

menjadi negara maju dalam periode yang relatif singkat.


Selain karena tingginya kualitas SDM para warga Korea,
salah satu alasan kesuksesan perekonomian Korea Selatan juga
diakibatkan

karena

kesuksesan

perusahaan-perusahaan

besarnya dalam melakukan ekspansi bisnis, bukan hanya di


Korea melainkan juga di Asia hingga Global. Perusahaanperusahaan besar ini berhasil membuka puluhan hingga ratusan
ribu lapangan pekerjaan bagi warga Korea, dan dengan seiring
semakin suksesnya ekspansi bisnis perusahaan tersebut maka
pendapatan para pegawainya juga semakin meningkat. Hal ini
lah yang menjadi salah satu alasan mengapa saat ini Korea

Selatan merupakan salah satu negara dengan pendapatan


perkapita tertinggi dunia.
Perusahaan-perusahaan

besar

ini

kemudian

menjadi

Konglomerat di Korea Selatan dan memiliki pengaruh yang


sangat besar bukan hanya di bidang perekonomian akan tetapi
juga dibidang politik, sosial hingga pendidikan. Di Korea Selatan
konglomerat ini disebut dengan

Chaebol. Chaebol sendiri

merupakan perusahaan Konglomerat yang dimana bisanya


dikuasai atau dipimpin oleh suatu keluarga yang dimana pola
kepemimpinannya sangat ter sentralisasi, sehingga pengaruh
dan kebijakan keluarga pemilik Chaebol sangat besar dalam
mennetukan kebijakan Perusahaan.
Chaebol juga biasanya bukan hanya terdiri dari satu
perusahaan

melainkan

banyak

perusahaan,

yang

dimana

terlibat dalam berbagai macam bentuk bisnis, dari elektronik,


otomotif, konstruksi, industri baja, industri makanan, industri
perbelanjaan, dll. Dengan banyaknya industri yang dimana
Chaebol terlibat didalmnya tidak heran peran Chaebol di Korea
Selatan sangatlah besar. Hampir semua perusahaan besar Korea
termaksud dalam grup ini, dari Samsung, Hyundai, LG dan tentu
saja Lotte.
Lotte merupakan Chaebol yang dimana bergerak dalam
industri Konstruksi, Makanan, Energi, Elektronik, IT, Hiburan,
Perhotelan dan juga Perbelanjaan. Totalnya Lotte Grup terdiri
dari 60 perusahaan dan juga mempekerjakan sekitar 60.000
orang diseluruh dunia. Saat ini Lotte Grup telah beroperasi di
banyak negara dari Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Thailand,

Malaysia, Indonesia, Vietnam, India, Inggris, Amerika Serikat,


Russia, Filipina, Pakistan dan Polandia.
Berbeda dengan kebanyakan Chaebol lainnya, Lotte pada
awalnya bermula di Jepang bukan di Korea. Didirikan oleh Shin
Kyuk Ho pada tahun 1948 setelah menyelesaikan pendidikannya
di Jepang. Bisnis awal yang dimulai oleh Shin Hyuk Ho adalah
memproduksi dan menjual Permen hingga kemudian menjual
berbagai macam jenis makanan lainnya.
Berkat kesuksesannya di industri makanan, Tuan Shin
mulai merambah berbagai macam bisnis baru seperti Hotel,
makanan cepat saji, hingga akhirnya ke industri ritel atau
perbelanjaan. Di bidang ritel, Lotte membangun LotteMart.
Lotte Mart merupakan salah satu dari 3 perusahaan dibawah
naungan Lotte Group yang dimana fokus dalam bidang industri
ritel dan perbelanjaan. Berikut adalah 3 profil perusahaan
tersebut.
a. Lotte Department Store
Perusahaan ini merupakan perusahaan ritel dibawah
naungan

Lotte

Department

Grup

Store.

yang

dimana

Department

bertipe

Store

bisnis

merupkan

bentuk usaha ritel yang dimana sering juga disebut


dengan Mall. Di dalam sebuah mal, penyewa besar
(anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis
pusat perbelanjaan lain seperti toko serba ada untuk
masuk di dalamnya. Lotte Depatment Store merupakan
perusahaan Departmen Store terbesar di Korea Selatan
dengan pendapatan mencapai 5,2 Milliar US$.

b. Lotte Super
Selain bergerak

di

Department

Store,

Lotte

juga

membentuk perusahaan yang dimana bergerak di


bidang industri ritel Supermarket. Supermarket sendiri
merupakan

bentuk

usaha

yang

berbeda

dengan

Department Store yang dimana selain tempat berjualan


juga merupakan tempat hiburan. Supermarket lebih
seperti toko kelontongan yang dimana menjual berbagai
macam barang keseharian. Di Korea Selatan, Lotte
Super

merupakan

perusahaan

Supermarket

ke-2

terbesar.
c. Lotte Mart
Lotte Mart merupakan bukti nyata dari keseriusan Lotte
Grup atas keinginannya untuk menguasai bisnis ritel di
Korea. Setelah memiliki Department Store atau Mall dan
juga Supermarket, Lotte Mart dibentuk dengan bentuk
usaha ritel bertipekan Hypermarket. Dalam pengertian
di dunia bisnis, Hypermarket merupakan peng-upgrade
an dari Supermarket dengan biasanya memiliki ukuran
yang lebih besar dan juga lengkap. Lotte Mart juga
merupakan perusahaan yang tersukses dibandingkan
ke-2 perusahaan lainnya dalam melakukan ekspansi ke
luar Korea.

Cabang pertama Lotte Mart

adalah cabang Gangbyeon.

Cabang tersebut dibuka pada bulan april 1998 di Guui-Dong,


Gwangjin-gu, Seoul. Penjualan dari Lottemart ini melebihi 1
Triliun

Won

pada

akhir

tahun

2000,

memecahkan

rekor

penjualan maksimum dalam periode terpendek. Pada Desember


2006, Lotte membuka cabang ke 50 di Bupyeong, yang juga
menorehkan prestasi historis untuk membuka toko rabat dalam
jangka waktu terpendek. Di dalam lingkungan yang berkembang
pesat, cabang Lottemart ke 63 telah mulai beroperasi pada
Januari 2008. Pada 2013, sekitar 110 cabang di korea akan
berorientasi untuk merealisasikan penjualan 10 trilyun won.
Pada puncak prestasi tersebut, Lottemart melangkah
menuju usaha multi dimensional untuk menemukan sebuah
mekanisme

baru

dan

dinamis

sebagai

persiapan

untuk

kejenuhan bisnis dalam toko rabat domestik yang akhirnya akan


terjadi dalam 4-5 tahun. Pertama-tama, Lottemart mengakhiri
kontrak lisensi dengan Toys-R-Us, toko mainan terbesar di dunia,
pada Desember 2007. Lotte membuka 4 toko di Guri, Incheon,
Samsan, and Jamsil World mulai dari Guri Lottemart pada 8
Desember 2007.
Lebih jauh, Lotte Mart mengarah untuk membuka lebih dari
20 toko Toys-R-Us sampai 2012 (Toko eksklusif dengan luas area
kurang lebih 3.305,8 m2. Selain itu, toko mainan dari Lotte Mart
akan beroperasi sebagai "kotak mainan" ( toko dalam toko
dengan luas area 165,29 m2) sampai 2010.
Area distribusi di anggap sebagai lahan kritis untuk
bersaing dalam dunia toko rabat di bawah sistem jaringan
dengan banyak toko. Lagipula, pusat distribusi telah dibuka di
Osan Gyeonggi-do pada November 2007. Ini merupakan yang
terbesar di Asia dengan area seluas 85.600 m2, seukuran
dengan 12 kali lapangan sepakbola internasional yang dibangun

di area seluas 108.900 m2. Juga, Pusat distribusi terbesar


dengan area 55.000 m2 telah dibuka di wilayah selatan di
Gimhae, Gyeongnam pada akhir Desember 2008. Fasilitas
tersebut menjadi pusat untuk distribusi 110 cabang di Korea.
Saat

ini,

LotteMart

menggunakan

sumber

daya

untuk

menghadapi tantangan baru.

II.

Pada

Lotte Mart di Indonesia

tahun

2006,

Lotte

Mart

membuka

cabang

pertamanya di luar Korea, yaitu di Tiongkok. Akan tetapi


ekspansi besar mereka baru terjadi ditahun 2007 dengan
membeli saham Makro perusahaan ritel asal Belanda. Dengan
membeli Makro, Lotte mampu mendapatkan akses ke Pasar
Tiongkok yang lebih besar. Hasilnya hingga saat ini di Tiongkok,
Lotte memiliki 82 cabang.
Pembelian Makro bukan hanya terjadi di Makro Tiongkok.
Di Indonesia Lotte Mart juga memutuskan untuk membuka
cabangnya dengan membeli PT. Makro Indonesia. Makro yang
mulai beroperasi pada tahun 1992

dengan nama

Makro

Cash&Carry yang telah membuka:


a. 12 gerai di Jakarta dan Jawa,
b. 4 gerai di Kalimantan,
c. 1 di Sumatera dan Sulawesi juga Bali.
Sehingga sebelum di beli oleh Lotte Mart, Makro memiliki
19 gerai di seluruh Indonesia.

Pembelian Makro oleh Lotte Mart juga menjadi pertama


kalinya perusahaan ritel Korea masuk ke pasar Indonesia. Dalam
aktifitasnya di Indonesia, Lotte Mart membagi 2 tipe dalam Lotte
Mart yaitu :
a. Lotte Mart Hypermarket, yang memiliki 14 gerai
b. Lotte Mart Wholesale, yang memiliki 24 gerai
Berikut adalah lokasi-lokasi Lotte Mart di Indonesia
Lotte Mart Hypermarket:
a. Lotte Mart Hypermarket Gandaria City
b. Lotte Mart Hypermarket Ratu Plaza
c. Lotte Mart Hypermarket Kelapa Gading
d. Lotte Mart Hypermarket Kuningan City
e. Lotte Mart Hypermarket Fatmawati
f. Lotte Mart Hypermarket Bekasi Junction
g. Lotte Mart Hypermarket Taman Surya
h. Lotte Mart Hypermarket Bintaro
i. Lotte Mart Hypermarket Bandung Festival City Link
j. Lotte Mart Hypermarket Medan Center Point
k. Lotte Mart Hypermarket The Park Mall Solo
l. Lotte Mart Hypermarket Mall Panakkukang Makassar
m.Lotte Mart Hypermarket Cimone City Mall Tangerang

n. Lotte Mart Hypermarket Hypermall Ayani Mega Mall


Pontianak

Lotte Mart Wholesale :


- Jabodetabek :
a. Lotte Mart Wholesale Kelapa Gading
b. Lotte Mart Wholesale Cikarang
c. Lotte Mart Wholesale Pasar Rebo
d. Lotte Mart Wholesale Meruya
e. Lotte Mart Wholesale Alam Sutera Serpong
f. Lotte Mart Wholesale Ciputat
g. Lotte Mart Wholesale Cibitung
h. Lotte Mart Wholesale Bekasi
i. Lotte Mart Wholesale Jatake
j. Lotte Mart Wholesale Bogor
- Jawa Barat & Banten
a. Lotte Mart Wholesale Bandung
b. Lotte Mart Wholesale Serang
c. Lotte Mart Wholesale Cirebon

Jawa Tengah & D.I Yogyakarta


a. Lotte Mart Wholesale Semarang
b. Lotte Mart Wholesale Solo
c. Lotte Mart Wholesale Yogyakarta

- Jawa Timur
a. Lotte Mart Wholesale Surabaya
- Bali
a. Lotte Mart Wholesale Denpasar

- Sumatera

a. Lotte Mart Wholesale Palemabang


b. Lotte Mart Wholesale Pekanbaru
c. Lotte Mart Wholesale Medan
- Kalimantan
a. Lotte Mart Wholesale Banjarmasin
b. Lotte Mart Wholesale Balikpapan

B. Company Sosial Responsibility (CSR) Lotte Mart


CSR saat ini dianggap suah menjadi suatu hal yang harus
dilakukan oleh perusahaan-perusahaan terutama perusahaan
besar sebagai timbal balik atau feedback bagi warga sekitar
tempat mereka melakukan aktifitas bisnis. Hal ini dianggap
lumrah terutama dengan besarnya pendapatan yang diteriman
perusahaan besar, terutama bagi MNC. Bantuan sosial atau
tanggung jawab sosial sendiri juga pada dasarnya lebih efektif
apabila bukan hanya mengandalkan uluran tangan pemerintah,
sehingga peran pihak swasta sangatlah dibutuhkan.
Dalam hal ini Lotte Mart sebagai MNC besar dari Korea
Selatan, juga memutuskan untuk melakukan bukti tanggung
jawab sosialnya di tempat mereka melakukan aktifitas usaha.
Berikut adalah beberapa contoh CSR yang dilakukan Lotte Mart.

I.

Kerja sama Lotte Mart dan Rumah Zakat

Sejak tahun 2011, Lotte Mart telah bekerja sama dengan


Rumah Zakat. Kegiatan CSR ini melibatkan seluruh pelanggan
LotteMart di seluruh Indonesia. Konsepnya berupa sumbangan
dari uang kembalian pelanggan yang dikenal dengan shopping
charity.
Dana yang terkumpul setiap bulannya disalurkan untuk
membantu dana pendidikan anak-anak yang menimba ilmu di
SD Juara. SD Juara merupakan sekolah yang berada di bawah
naungan Rumah Zakat Indonesia. Selain pendidikan, dana
hasil shopping charity disalurkan di bidang kesehatan melalui
program Siaga Sehat.
Siaga

Sehat

memberi

layanan

berupa

pemeriksaan

kesehatan umum, pemberian makanan tambahan, pemeriksaan


gula darah, pemeriksaan asam urat dan penyuluhan. Chief
Executive Officer RZ Nur Efendi mengatakan, sepanjang tiga
tahun kerja sama RZ dan Lottemart sudah 11 ribu penerima
manfaat merasakan manfaatnya. Mereka bukan hanya berasal
dari kalangan Muslim, tapi juga non-Muslim.
"Melalui
Harapannya

LotteMart
kami bisa

ada

nilai

lebih

membantu lebih

ketika

berbelanja.

banyak sehingga

berkontribusi bagi Indonesia," ujar Nur dalam konferensi pers di


LotteMart

Fatmawati.

Commercial

Director

PT

LotteMart

Indonesia Donny S Handoko berharap kerja sama dengan RZ


terus berlangsung. Tahun ini, LotteMart akan fokus pada bidang
kesehatan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, tahun ini akan
digelar pelatihan mengenai anak autis. "Kami prihatin dengan

jumlah anak autis yang meningkat. Kami mencoba memberi


informasi bagaimana meng-handle anak autis, dimana sekolah
bagi mereka dan informasi seputar ini," kata Donny.
Melanjutkan
LotteMart

kesuksesan

menggelar

acara

program
Press

CSR

tahun

Conference

2013,

tahun

kerjasama LotteMart-Rumah Zakat yang diadakan di LotteMart


Fatmawati pada hari Rabu, 12 Februari 2013. Program CSR yang
digagas oleh LotteMart-Rumah Zakat telah berhasil memberikan
manfaat kepada 6.578 orang dalam program Siaga Sehat, 2.514
pengantaran untuk layanan Ambulance LotteMart, dan 470
Siswa untuk program Beasiswa di tahun 2013.

Dan di 2014, CSR Lotte Mart akan lebih fokus pada bidang
kesehatan & lingkungan. Kami akan melakukan pengadaan 1000
Dapur & Toilet bersih yang akan dibangun tersebar di tiga kota
besar yaitu Jakarta, Bandung dan Makassar. Lotte Mart juga akan
menambah

program

mengadakan

di

pelatihan

bidang
kepada

pendidikan
orangtua

yaitu

dengan

mengenai

anak

berkebutuhan khusus (autism) di 6 Store Lotte Mart (Bintaro,


Fatmawati, Kelapa Gading, Taman Surya, Gandaria City & Bekasi
Junction)

Ungkap

MD

Direktur

PT.LOTTE

Mart

Indonesia,

Bpk.Donny S Handoko.
Kerjasama program CSR yang dimulai dari tahun 2011 ini, telah
melibatkan pelanggan Lotte Mart di seluruh Indonesia dengan
konsep sumbangan uang kembalian pelanggan. Dana yang
terkumpul setiap bulannya disalurkan untuk membantu dana

pendidikan anak-anak yang menimba ilmu di SD Juara, sekolah


yang berada di bawah naungan Rumah Zakat Indonesia. Saat
ini, SD Juara yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya
Semarang, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta
Pusat, Medan, Pekanbaru, Bandung, Cimahi, Yogyakarta, dan
Surabaya.
Tidak hanya di bidang pendidikan, program Siaga Sehat
juga

menjadi

program

unggulan

di

2013,

Siaga

Sehat

memberikan layanan berupa pemeriksaan kesehatan umum,


pemberian

makanan

pemeriksaan

asam

tambahan,
urat,

pemeriksaan

dan

gula

penyuluhan.

darah,

Ambulance

dimanfaatkan untuk mengantar pasien, jenazah, dan Siaga


Sehat

secara

gratis

di

Medan,

Balikpapan,

Bandung,

Banjarmasin dan Jakarta, terang Nur Efendi, CEO Rumah Zakat.


Gerai ritel LotteMart menyalurkan danacompany social
responsibility (CSR) sebesar Rp 5,5 miliar melalui Rumah Zakat
(RZ). Dana tersebut dihimpun sejak 2011. Jumlah dana yang
terkumpul hingga Januari 2014 sebesar Rp 6,5 miliar. RZ
menargetkan tahun ini bisa terkumpul hingga tujuh miliar
rupiah.

II.

Warung Kaka LotteMart, CSR untuk membantu


warga membuka UKM

Membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang


ingin memiliki usaha,

Lottemart Pekanbaru Jalan Soekarno-

Hatta mengadakan program loyalty "Warung Kaka". Di mana


Lottemart menyediakan gerobak dorong yang dapat digunakan
masyarakat untuk menjual berbagai kebutuhan harian.

"Program sebagai bentuk komitmen Lottemart


menyediakan produk dengan harga

dalam

terjangkau, program ini

memiliki tujuan yang cukup mulia, yaitu membantu masyarakat


yang tidak memiliki banyak modal untuk membuka usaha,
namun memiliki tekad yang kuat," kata Customer Development
Manager Lottemart Pekanbaru, Tiur Laura, Jumat (12/12/2014).
Dijelaskannya, promo sudah mulai digencarkan sejak awal
November

lalu,

terutama

kepada

para

masyarakat

yang

berkunjung ke Lottemart. "Namun, masih banyak yang perlu kita


perbaiki

agar

masyarakat

ikut

bergabung

dan

mengerti

keuntungan program," terangnya.


Dikatakannya, Warung Kaka merupakan program yang di
dalamnya disediakan sebuah gerobak dorong yang dapat
digunakan konsumen untuk menjual berbagai kebutuhan harian.
Gerobak

dorong

yang

disebut

"Gerobak

Rombong"

oleh

Lottemart ini dapat dipesan konsumen dengan biaya yang


sangat terjangkau.
Untuk

mengikuti

program

ini,

lanjutnya,

konsumen

awalnya kita kenakan biaya administrasi atau biaya pemesanan


sebesar Rp4 juta. Biaya ini untuk pemesanan Gerobak Rombong
yang kita produksi di Jakarta. "Setelah Gerobak Rombong siap
dan telah sampai di Lottemart, konsumen yang telah memesan

diwajibkan membayar sisa uang yang telah disepakati. Gerobak


Rombong ditawarkan dengan biaya murah, yaitu Rp8 juta. Ini
merupakan harga subsidi yang awalnya ditawarkan dengan
harga Rp15 juta," urainya.
Selain itu, konsumen diwajibkan melakukan pembelanjaan
di Lottemart minimal setiap bulannya sebesar Rp3,5 juta selama
satu tahun. Sementara keuntungan yang didapat oleh konsumen
dengan mengikuti program ini yaitu setiap bulannya jika
konsumen melakukan pembelanjaan sebesar Rp3,5 juta makan
akan langsung mendapatkan voucher yang telah disiapkan oleh
Lottemart sebesar Rp300.000. Voucher ini dapat digunakan
langsung untuk menambah belanja atau pun digunakan di lain
hari.
Konsumen yang rutin melakukan pembelanjaan setiap
bulannya selama satu tahun dengan minimal menghasilkan
angka sebesar Rp41 juta, maka akan mendapatkan cashback
langsung dari Lottemart sebesar Rp5 juta. Sedangkan Gerobak
Rombong yang digunakan untuk usaha tersebut menjadi milik
pribadi.
Namun, sambungnya, jika konsumen dalan setahun tidak
melakukan pembelanjaan di bulan tertentu maka konsumen
tersebut tidak akan mendapatkan cashback. "Kemungkinan
besar konsumen hanya mendapatkan voucher senilai Rp300
ribu," jelasnya. Dijelaskannya, Gerobak Rombong tersebut dari
plat besi dengan ketebalan tertentu, sehingga tahan lama,

termasuk dalam kondisi hujan maupun panas. "Saat ini, sudah


banyak konsumen yang telah mengikuti program," pungkasnya.

III.

Pengobatan Gratis Masyarakat Kurang Mampu

Lottemart Centre Point menggelar kegiatan Corporate


Sosial Responbility (CSR) untuk masyarakat yang kurang mampu
di Masjid Perjuangan 45, Jalan H.M Yamin, Minggu (1/11/2015).
Kegiatan tersebut berupa pengobatan gratis dan pembagian
sembako.
Section Head Medan Lottemart Centre Point Ramadhan
Sitompul mengatakan, acara ini bisa terselenggara, karena
bentuk CSR Lottemart Centre Point. Dijelaskannya, dana acara
tersebut terkumpul dari uang kembalian pelanggan melalui
donasi yang ditawarkan Kasir Lottemart.
"Kegiatan ini, pengobatan gratis dan pembagian sembako
untuk 100 masyarakat yang kurang mampu. Semua ini hasil dari
uang donasi pelanggan Lottemart. Jadi, setelah terkumpul
cukup, maka kita bagikan untuk masyarakat yang kurang
mampu," ujarnya.
Ia pun menjelaskan, acara ini bagian menjaga kepercayaan
bagi pelanggan yang telah memberikan donasi melalui uang
kembalian belanjaan. "Dan kami juga ingin membuktikan kepada
pelanggan, bahwa hasil donasi yang kami dapat benar-benar
disalurkan kepada yang membutuhkan dan program CSR ini

dapat membantu serta mengajak pelanggan untuk ikut peduli


juga kepada sesama,"ungkapnya.

IV.

Peduli Masa Depan Anak Indonesia

Jaringan ritel Lotte Mart bekerja sama dengan PT Unilever


Indonesia menggelar program Corporate Social Responsibility
(CSR) dengan mengusung tema CSR Lover (Lotte Mart dan
Unilever) sebagai bentuk kepedulian Lotte Mart akan masa
depan anak-anak Indonesia.
Direktur Commercial PT Lotte Mart Indonesia Donny S
Handoko mengatakan, program sosial ini merupakan bukti Lotte
Mart

sangat

peduli

terhadap

kegiatan

sosial

khususnya

pendidikan, dan pola hidup sehat anak-anak Indonesia.Lotte


Mart sebagai perusahaan retail besar di Indonesia berkomitmen
akan terus fokus terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan,
dan melalui program ini pun Lotte Mart mengikutsertakan
pelanggan untuk berpartisipasi membantu sesama, katanya.
Kerjasama program CSR selama periode 2-28 Februari
2012 ini turut melibatkan pelanggan Lotte Mart di seluruh
Indonesia, yaitu melalui penyisihan dana sebesar Rp 500
terhadap setiap pembelian produk kesehatan keluaran Unilever
Indonesia di gerai Lotte Mart.Dana yang terkumpul selama
periode program tersebut kemudian disalurkan melalui CSR
Lover

untuk

Indonesia.

menunjang

fasilitas

dan

edukasi

anak-anak

Program CSR Lover ini terbagi menjadi tiga pilar utama,


yakni edukasi (Pola Hidup Bersih dan Sehat), perbaikan sarana
kesehatan terhadap 7 Sekolah Dasar sebagai targetnya, dan
pembagian produk kesehatan kepada siswa agar terbiasa
dengan pola hidup sehat.
Program CSR Lover (Lotte Mart dan Unilever) ini digelar di
SD Kebayoran Lama, Jakarta. Acara dihadiri jajaran Direksi PT
Lotte Mart Indonesia dan Unilever disertai siswa siswi dan guru
SD Kebayoran Lama, Jakarta, sebagai bentuk kepedulian Lotte
Mart akan masa depan anak-anak Indonesia.

V.

Beberapa CSR lainnya

Beberapa program CSR yang juga menjadi program Lotte


Mart di antaranya adalah membangun rumah bagi korban
bencana alam di Padang. Lotte Mart juga memberikan beasiswa
bagi mahasiswa Universitas Indonesia dan Universitas Gajah
Mada jurusan Bahasa Korea.
Setiap tahunnya di bulan Ramadhan Lotte Mart turut
berpartisipasi

dalam

penyediaan

barang-barang

sembako

dengan harga yang murah khusus untuk masyarakat kurang


mampu. Selain itu Lotte Mart peduli dalam Pray for Indonesia
ikut menyumbang bagi korban bencana alam di Sumatera dan
Jogjakarta.

Lotte Mart adalah perusahaan global dan sangat agresif


membuka cabang-cabang Lotte Mart di Indonesia. Lotte Mart
merupakan anak perusahaan Lotte Group yang mendeklarasikan
strategi perusahaan global ASIA TOP 10 Global Group in 2018
dan akan melangkah sebagai perusahaan global yang kuat,
khususnya di Indonesia
Setelah sukses mengambil alih 100% saham Makro Cash &
Carry, November 2008 dan mengubah nama 19 toko Makro
menjadi Lotte Mart Wholesale Mei 2010, disertai pemberian
harga yang lebih murah dan peningkatan pelayanan kepada
para pelanggan Indonesia.
Hingga akhir Februari 2012, Lotte Mart mengelola 8 gerai
yang terletak di Mal Gandaria City, Ratu Plaza, Kelapa Gading,
Kuningan City (yang semuanya berada di Jakarta), Bintaro
Tangerang, Festival City Link Bandung, dan Mall Panakkukang
Makassar, dan gerai terbaru Lotte Mart yang dioperasikan di
kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

C. Analisa Dampak Ekonomi Politik dan Sosial

Kesuksesan Lotte Mart dalam melakukan ekspansi keluar


Korea membuktikan kalau usaha ritel Korea saat ini sedang
diminati oleh banyak negara. Indonesia sendiri sebagai salah
satu negara dengan populasi terbesar di Asia juga menjadi

incaran bagi Taipan besar asal negeri ginseng ini. Setelah


membeli Makro di tahun 2008, dan mengambil alih seluruh gerai
ritelnya di Indonesia, Lotte bukan hanya berhasil meningkatkan
kualitasnya, melainkan juga menambah cabang Hypermarket
nya di seluruh Indonesia.
Dalam

beberapa

tahun

terakhir

Indonesia

sukses

membangun perekonomian nya dengan kecepatan yang cukup


baik yaitu dengan rata-rata 5-6%. Kebanyakan dari pendorong
utama dari pertumbuhan ekonomi ini berasal dari semakin
tingginya tingkat konsumsi warga Indonesia. Dan usaha ritel
seperti Lotte Mart menjadi booming dalam waktu singkat, bukan
hanya di kawasan Jabodetabek melainkan juga di kota-kota
besar atau menengah di Indonesia.
Secara ekonomi dampak kehadiran Lotte Mart secara
keseluruhan menguntungkan bagi warga Indonesia. Usaha ritel
merupakan salah satu usaha yang paling banyak menyerap
tenaga kerja, terutama tenaga kerja dengan tingka pendidikan
menengah. Mengingat masih banyaknya warga Indonesia yang
belum memiliki tingak pendidikan yang tinggi, hal ini membantu
Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan yang cukup
besar dan otomotasi mengurangi angka pengangguran warga
Indonesia terutama bagi generasi muda.
Selain itu kehadiran Lotte Mart juga akan memberika
Multiplier

effect

karena

bukan

hanya

akan

memberikan

lapangan pekerjaan dan juga menjadi tempat belanja. Kehadiran


Lotte Mart akan menambah permintaan bagi banyak para pelaku
usaha produksi industri terutama di bidang makanan dan

kebutuhan sehari-hari. Dengan hal ini bukan hanya Lotte Mart


saja yang diuntungkan, akan tetapi juga mitra kerja sama Lotte
Mart,

terutama

mitra

lokal.

Dengan

semakin

tingginya

pendapatan industri-industri ini, akan semakin memajukan


perindustrian Indonesia, dan juga akan menjadi potensi lahan
lapangan pekerjaan yang baru juga menambah kas pendapatan
negara.
Secara Politik, kehadiran Lotte Mart juga akan berdampak
terutama di tingkat internasional. Seperti yang disebutkan di
atas Lotte Mart merupakan MNC yang berasal dari Korea
Selatan. Dan bukan hanya itu saja, Lotte Mart juga merupakan
bagian dari Lotte Grup Konglomerat atau Chaebol besar yang
dimana

memiliki

pengaruh

yang

sangat

besar

bagi

perekonomian dan perpolitikan Korea. Kehadiran Lotte Mart


membuktikan semakin meningkatnya hubungan kerja sama
diantara Korea Selatan dan Indonesia, yang dimana hal ini akan
menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus bekerja sama
dengan Korea Selatan dan belajar banyak dari negeri ginseng
tersebut.
Dampak secara sosial juga akan cukup besar. Kehadiran
Lotte Mart terutama di kota-kota menengah seperti Pekanbaru,
akan

mempermudah

warga

sekitarnya

untuk

mengakses

kebutuhan mereka sehari-hari dengan kualitas yang lebih baik.


Selain itu dampak sosial lainnya dapat dilihat dari kegiatan CSR
yang dilakukan Lotte Mart, yang dimana Lotte Mart sanga aktif
dalam melakukannya (sesuai dengan yang ditulis diatas).

Jadi secara keseluruhan dampak Lotte Mart baik secara


ekonomi politik dan juga sosial bagi warga Indonesia akan positif
apabila baik pemerintah, warga, maupaun perusahaan terus
meningkatkan kerja sama mereka di masa mendatang.

Bab III
Kesimpulan

Di era modern dengan perekonomian internasional yang sudah


sangat terintegrasi, Multi National Coorporation (MNC) semakin
menjadi aktor yang sangat berpengaruh di panggung perekonomian
dan perpoltikan dunia. Dampak dari MNC ini sangatlah berasa bagi
warga sekitar dan juga negara-negara yang terlibat dengan MNC
tersebut baik negara Home Country maupun Host Country.

Korea Selatan, saat ini dikenal sebagai salah satu negara


termaju di dunia dengan memimpin perkembangan tekonologi.
Sebagai salah satu Macan Asia dan juga sukses membangun
perekonomian

nya

secara

luar

biasa

dengan

pertumbuhan

perekonomian rata-rata 9% pertahunnya dari tahun 1960-an hingga


1997. Hal ini menjadikan Korea Selatan walaupun tidak terlalu besar
dari segi jumlah penduduknya atau tidak memiliki SDA yang banyak,
akan tetapi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perekonomian
internasioanal.
Salah satu pendorong utama pembangunan luar biasa Korea
Selatan

adalah

para

konglomeratnya

yang

dimana

sukses

membangun kerajaan bisnisnya, bukan hanya di Korea saja melainkan


juga di negara lain termaksud Indonesia. Konglomerat ini atau yang di
Korea dikenal dengan nama Chaebol saat ini merupakan salah satu
perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, seperti Samsung, LG atau
Hyundai.
Lotte yang dipimpin oleh Tuan Shin Kyuk Ho juga merupakan
salah

satu

Chaebol

dan

memiliki

pengaruh

yang

besar

bagi

perekonomian dan perpolitikan di Korea Selatan. Lotte seperti


layaknya Chaebol Korea lainnya, bukan hanya memiliki satu jenis
usaha melainkan juga jenis usaha lainnya. Secara total Lotte Grup
sendiri memiliki sekitar 60 unit perusahaan dan mempekerjakan
sekitar 60.000 pegawai di berbagai belahan dunia dengan berbagai
jenis macam usaha yang digeluti.
Lotte Mart merupakan salah satu bagian dari Lotte Grup yang
dimana bekerja dalam industri perbelanjaan/ritel. Pada awalnya Lotte
Mart hanya beroperasi di Korea saja, akan tetapi setelah berhasil
membeli Makro pada tahun 2007 dan 2008 di Tiongkok dan juga

Indonesia, Lotte Mart sukses mendapatkan akses di kedua negara


Asia dengan populasi besar itu.
Pembelian itu diikuti dengan ekspansi perlebaran usaha dengan
membuka banyak cabang lainnya di penjuru negara juga dengan
sukses meningkatkan kualitas dan mutu sehingga dapat bersaing
dengan pelaku bisnis besar di industri ritel lainnya. Hal ini menjadikan
Lotte mArt dalam waktu singkat sukses menjadi pemain besar dalam
bisnis usaha ritel baik di Tiongkok maupun Indonesia.
Di Indonesia sendiri hingga saat ini Lotte Mart telah memiliki 38
gerai yang dimana tersebar hampir diseluruh pulau besar di
Indonesia. Selain sukses ber ekspansi di Indonesia, Lotte Mart juga
telah banyak melakuakn kegiatan tanggung jawab sosial bagi warga
disekitarnya atau yang juga sering disebut dengan Company Social
Responsibility (CSR). CSR yang dilakukan oleh Lotte Mart sudah cukup
banyak dan dilakukan dari berbagai bidang, dari membantu warga
kurang mampu dalam kesehatan, membantu warga lokal membuka
usaha mereka sendiri, atau memberikan beasiswa, dll.
Dampak yang dirasakan oleh kehadiran Lotte Mart juga cukup
besar. Di perekonomian kehadiran Lotte Mart akan membantu
membuka

lapangan

pekerjaan

yang

cukup

besar

dan

juga

meningkatkan industri produksi lokal. Di perpolitikan inetransional,


kehadrian Lotte Mart akan menjadi alat untuk Indonesia (Host
Country) dan Korea Selatan (Home Country) meningkatkan kerja
sama.