Anda di halaman 1dari 21

SIKLUS SULFUR

MAKALAH
Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Rekayasa Lingkungan
dengan Dosen Pengampu
Adi Chandra M., S.T

Disusun Oleh
RISWANDI

1430111038

FAJAR ADITYA RENATA

1430111018

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS ILMU SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
Makalah sederhana yang berjudul SIKLUS SULFUR dengan baik.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Rekayasa
Lingkungan. Selain itu tujuan dari penyusunan Makalah ini juga untuk
menambah wawasan tentang pengetahuan siklus sulfur secara meluas.
Sehingga besar harapan kami, Makalah yang kami sajikan dapat menjadi
konstribusi positif bagi pengembang wawasan pembaca dan bisa lebih
baik lagi dalam penyusunan Makalah yang selanjutnya.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah sederhana ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan
kritik

yang

membangun

demi

kesempurnaan

sederhana yang akan datang.

DAFTAR ISI

penyusunan

Makalah

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1

Latar Belakang............................................................................... 1

1.2

Rumusan Masalah..........................................................................3

1.3

Tujuan............................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 4
2.1

Pengertian Sulfur............................................................................4

2.2

Proses Terjadinya Siklus Sulfur.......................................................5

2.3

Peran Manusia dan Hujan Asam...................................................11

2.4

Manfaat dan Fungsi Bakteri Sulfur................................................12

BAB III PENUTUP........................................................................................ 15


3.1

Kesimpulan................................................................................... 15

DAFTAR PUSAKA........................................................................................ 17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang interaksi antara

organisme - organisme

dan

lingkungannya.

Berbagai

ekosistem

dihubungkan satu sama lain oleh proses-proses biologi, kimia, dan fisika.
Masukan dan buangan energi, gas, bahan kimia anorganik dan organik
dapat melewati batasan ekosistem melalui perantara faktor meteorologi
seperti angin dan presipitasi, faktor geologi seperti air mengalir dan daya
tarik dan faktor biologi seperti gerakan hewan. Jadi, keseluruhan bumi itu
sendiri adalah ekosistem, dimana tidak ada bagian yang terisolir dari yang
lain. Ekosistem keseluruhannya biasanya disebut biosfer.
Biosfer terdiri dari semua organisme hidup dan lingkungan biosfer
membentuk shell (kulit), relatif tipis di sekeliling bumi, berjarak hanya
beberapa mil di atas dan di bawah permukaan air laut. Kecuali energi,
biosfir sudah bisa mencukupi dirinya sendiri, semua persyaratan hidup
yang lain seperti air, oksigen, dan hara dipenuhi oleh pemakaian dan daur
ulang bahan yang telah ada dalam sistem tersebut.
Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi
yang berupa unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan
materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus
organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir
dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.
Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga
melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
Semua yang ada di bumi ini baik mahluk hidup maupun benda mati
tersusun oleh materi. Materi ini tersusun atas unsure-unsur kimia antara
lain karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), dan Fosfor (P).

Unsur-unsur kimia tersebut atau yang umum disebut materi dimanfaatkan


produsen untuk membentuk bahan organik dengan bantuan matahari
atau energi yang berasal dari reaksi kimia. Bahan organik yang dihasilkan
merupakan sumber energi bagi organisme. Proses makan dan dimakan
pada rantai makanan mengakibatkan aliran materi dari mata rantai yang
satu ke mata rantai yang lain. Walaupun mahluk hidup dalam satu rantai
makanan mati, aliran materi akan tetap berlangsung terus. Karena
mahluk yang mati tersebut diurai oleh dekomposer yang akhirnya akan
masuk lagi ke rantai makanan berikutnya. Demikian interaksi ini terjadi
secara terus menerus sehingga membentuk suatu aliran energi dan daur
materi.
Mahluk hidup, terutama tumbuhan ikut mendapat pengaruh yang
cukup signifikan dari suplai hara dan energi. Di alam, semua elemenelemen kimiawi dapat masuk dan keluar dari sistem untuk menjadi mata
rantai siklus yang lebih luas dan bersifat global. Namun demikian ada
suatu kecenderungan sejumlah elemen beredar secara terus menerus
dalam ekosistem dan menciptakan suatu siklus internal. Siklus ini dikenal
sebagai siklus biogeokimia karena prosesnya menyangkut perpindahan
komponen bukan jasad (geo), ke komponen jasad (bio) dan kebalikannya.
Siklus biogeokimia pada akhirnya cenderung mempunyai mekanisme
umpan-balik yang dapat mengatur sendiri (self regulating) yang menjaga
siklus itu dalam keseimbangan.
Salah satu siklus biogeokimia yakni siklus sulfur. Kita tahu jika
sulfur lebih dikenal masyarakat dengan belerang yang terkandung di
dalam sumber mata air panas. Di sisi lain, siklus sulfur memiliki peran
penting dalam proses aliran energi dan materi yang terjadi di alam. Selain
itu,

siklus

sulfur

juga

memiliki

banyak

pengaruh

terhadap

keberlangsungan kehidupan ekosistem serta keseimbangan dari proses


siklus biogekimia itu sendiri.

Berdasarakan hal tersebut kami mencoba memaparkan proses dari


siklus sulfur, peran manusia dalam siklus sulfur serta dampak siklus sulfur
terhadap keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.
1.2

Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang akan kami bahas dalam karya ilmiah ini

meliputi:
1.
2.
3.
4.
1.3

Apa itu bakteri sulfur?


Bagaimana proses terjadinya siklus sulfur ?
Bagaimana peran manusia dlm siklus sulfur & hujan asam ?
Apa dampak dan fungsi adanya bakteri sulfur di tanah?

Tujuan
Tujuan secara umum adalah:

1. Untuk mengetahui siklus sulfur dan mikroorganisme yang berperan


didalamnya.
2. Untuk mengetahui pengaruh sulfur terhadap lingkungan.
3. Untuk mengetahui manfaat sulfur bagi organisme hidup lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Sulfur
Belerang / sulfur ialah unsur kimia dalam tabel periodik yg memiliki

lambang S & nomor atom 16. Bentuknya ialah non-metal yg tak berasa,
tak berbau & multivalent. Belerang, dlm wujud aslinya, ialah sebuah zat
padat kristalin kuning. Di alam, belerang bisa diketemukan sebagai unsur
murni / sebagai mineral- mineral sulfide & sulfate. Ia ialah unsur penting
buat kehidupan & diketemukan dlm wujud senyawa asam amino unit kecil
dari protein. Protein ini penting pertumbuhan .
Sulfur terdapat dlm wujud sulfur anorganik, sulfur direduksi karena
bakteri menjadi sulfida & kadang-kadang terdapat dlm wujud sulfur
dioksida / hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan
mahluk diperairan & pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan
organik yg mati. Tumbuhan menyerap sulfur dlm wujud sulfat (SO 4).
Perpindahan sulfat terjadi lewat proses rantai makanan, lalu semua
mahluk hidup mati & mau diuraikan komponen organiknya karena bakteri.
Beberapa

jenis

bakteri

diantaranya Desulfomaculum&

terlibat

dlm

Desulfibrio yg

mau

daur
mereduksi

sulfur,
sulfat

menjadi sulfide dlm wujud hydrogen sulfide (H 2S) lalu H2S diberdayakan
bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium & melepaskan sulfur &
oksigen. Sulfur dioksida menjadi sulfat karena bakteri kemolitotrop seperti
Thiobacillus.
Belerang / sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan
mendapat sulfur dari dlm tanah dlm wujud sulfat (SO4 ). Lalu tumbuhan
tersebut dimakan hewan sehingga sulfur berpindah ke hewan. Lalu hewan
& tumbuhan mati diuraikan menjadi gas H 2S / menjadi sulfat lagi. Secara
alami, belerang terkandung dlm tanah dlm wujud mineral tanah. Ada jg yg
gunung berapi & sisa pembakaran minyak bumi & batubara.

Daur tipe sedimen cenderung buat lebih minus sempurna & lebih
gampang diganggu karena gangguan setempat sebab sebagian besar
bahan terdapat dlm tempat & relatif tak aktif & tak bergerak di dlm kulit
bumi. Hasilnya, beberapa bagian dari bahan yg bisa dipertukarkan
cenderung hilang buat waktu yg lama apabila gerakan menurunnya
jauh lebih cepat dari pada gerakan naik kembali. Setiap daur melibatkan
unsur organisme buat membantu menguraikan senyawa-senyawa menjadi
unsur-unsur.
2.2

Proses Terjadinya Siklus Sulfur


Siklus sulfur / daur belerang ialah perubahan sulfur dari hidrogen

sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat & kembali menjadi
hidrogen sulfida lagi. Sulfur di alam diketemukan dlm aneka wujud. Dlm
tanah diketemukan dlm wujud mineral, diudara dlm wujud gas sulfur
dioksida, & dlm tubuh organisme sebagai penyusun protein.
Siklus sulfur didahului karena pembentukan sulfur dari kerak bumi
& atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dlm tanah dlm wujud
mineral tanah. Dimana kerak bumi umumnya mengandung sekitar 0,06%
belerang. Sulfida-sulfida logam terdapat dlm bebatuan plutonik, yaitu
batuan yg membeku di dlm kerak bumi & tak mencapai ke permukaan
bumi. Bebatuan plutonik ini apabila hancur & mengalami pelapukan mau
membebaskan sulfida ini lewat reaksi oksidasi & menghasilkan sulfat (SO 42

) yg lalu mengalami presipitasi (pengendapan) dlm wujud garam-garam

sulfat yg larut atau tidak


Di atmosfer, terdapat hampir 0,05 ppm belerang dlm wujud gas
belerang dioksida (SO2) yg merupakan hasil emisi pembakaran bahan
bakar berbelerang seperti minyak bumi & batubara yg berlimpah
dihasilkan karena asap kendaraan & pabrik / gas belerang dari gunung
berapi semisal gunung arjuno di Jawa Timur. Gas SO 2 tersebut lalu terkena

uap air hujan sehingga gas tersebut berubah menjadi sulfat yg jatuh di
tanah, sungai & lautan. Dimana tanah yg mengandung berlimpah
belerang ialah tanah-tanah berpasir & tanah-tanah yg cukup tinggi
kandungan oksida Fe & Al seperti mineral Pirit (FeS) & rendah kandungan
bahan organik. Sedangkan produksi sulfat lewat dekomposisi bahan
organik berupa protein & senyawa organik lainnya yg mau menghasilkan
senyawa-senyawa sederhana berupa H2S & sulfida (S2) yg jika teroksidasi
mau menjadi sulfat (SO4-2).
Tumbuhan lalu menyerap sulfat (SO 4-2) yg mengendap pada tanah,
sungai, & lautan. Di dlm tubuh tumbuhan, sulfur diberdayakan sebagai
bahan penyusun protein. Hewan & manusia mendapatkan sulfur dgn jalan
memakan tumbuhan yg jg dimanfaatkan sebagai energi cadangan berupa
protein. Jika tumbuhan & hewan mati, jasad renik (dekomposer) mau
menguraikannya menjadi gas berbau busuk yakni H 2S & sulfida (S2).
Siklus sulfur di semenjak dari dlm tanah, yaitu ketika ion-ion sulfat
diserap karena akar & di metabolisme menjadi penyusun protein dlm
tubuh tumbuhan, ketika hewan & manusia memakan tumbuhan, protein
tersebut mau berpindah ke tubuh manusia. Dari dlm tubuh manusia
senyawa sulfur mengalami metabolisme yg sisa-sisa hasil metabolisme
tersebut diuraikan karena bakteri dlm lambung berupa gas & dikeluarkan
lewat kentut. Semakin besar kandungan sulfur dlm kentut kian kentut
mau semakin bau.
Hidrogen sulfida (H2S) berasal dari penguraian hewan & tumbuhan
yg mati karena mikroorganisme seperti bakteri & jamur. Hidrogen sulfida
hasil penguraian sebagian tetap berada dlm tanah & sebagian lagi
dilepaskan di udara dlm wujud gas hidrogen sulfida. Gas hidrogen sulfida
di udara lalu bersenyawa dgn oksigen membentuk sulfur dioksida.
Sedangkan hidrogen sulfida yg tertinggal di dlm tanah dgn bantuan
bakteri mau diubah menjadi ion sulfat & senyawa sulfur oksida. Ion sulfat

mau diserap kembali karena tanaman sedangkan sulfur dioksida mau


bereaksi dgn oksigen & air membentuk asam sulfat (H 2SO4) yg lalu jatuh
ke bumi dlm wujud hujan asam. Hujan asam jg bisa dikarenakan oelh
polusi udara seperti asap-asap pabrik, pembakaran kendaraan bermotor,
dll. Hujan asam bisa menjadi penyebab korosi batu-batuan & logam.
H2SO4yg jatuh kedalam tanah karena bakteri dipecah lagi menjadi ion
sulfat yg kembali diserap karena tumbuhan, tumbuhan di makan karena
hewan & manusia, makhluk hidup mati diuraikan karena bakteri
menghasilkan sulfur kembali. Begitu seterusnya. Siklus sulfur / daur
belerang tak mau pernah terhenti selama salah satu komponen penting
seperti tumbuhan masih ada di permukaan bumi ini.
Dlm daur sulfur / daur belerang, buat merubah sulfur menjadi
senyawa belerang lainnya setidaknya ada dua jenis proses yg terjadi.
Yaitu lewat reaksi antara sulfur, oksigen, & air serta karena aktivitas
mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yg berperan dlm siklus sulfur
diantaranya ialah bakteri Desulfomaculum & bakteri Desulfibrio yg mau
mereduksi sulfat menjadi sulfida dlm wujud hidrogen sulfida (H 2S). Lalu
H2S diberdayakan karena bakteri fotoautotrof anaerob (Chromatium) &
melepaskan sulfur serta oksigen. Lalu sulfur dioksidasi yg terbentuk
diubah menjadi sulfat karena bakteri kemolititrof (Thiobacillus).
Dlm daur belerang mikroorganisme yg bertanggung jawab pada
setiap proses transformasi ialah sebagai berikut.
1. H2S S SO4-2; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau dan ungu.
2. SO4-2 H2S (reduksi sulfat anaerobik);

bakteri Desulfovibrio danDesulfomaculum.


3. H2S SO4-2 (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof :

bakteri Thiobacilli.

4. Senyawa Organik SO4-2 + H2S, masing-masing mikroorganisme

heterotrof aerobik dan anaerobik


Proses rantai makanan dijuluki-sebut sebagai proses perpindahan
sulfat, yg selanjutnya ketika semua mahluk hidup mati & nanti mau
diuraikan karena komponen organiknya yakni bakteri. Beberapa bakteri yg
terlibat

dlm

proses

daur

belerang

(sulfur)

ialah Desulfibrio & Desulfomaculumyg nantinya mau berperan mereduksi


sulfat menjadi sulfida dlm wujud (H 2S) / hidrogen sulfida. Sulfida sendiri
nantinya mau dimanfaatkan karena bakteri Fotoautotrof anaerob seperti
halnya

Chromatium

kemolitotrof

&

seperti

melepaskan

sulfur

serta

halnya Thiobacillus yg

oksigen.

Bakteri

akhirnya

mau

mengoksidasi menjadi wujud sulfat.


Pada aliran energi lebih ditekankan pada perputaran energi yg
terjadi diantara komponen ekosistem. Siklus energi ini diawali dari energi
matahari yg ditangkap karena produsen, lalu terus berputar tiada henti
pada konsumen & semua komponen ekosistem yg. hal ini karena menurut
hukum termodinamika bahwa energi bisa berubah wujud, tak bisa
dimusnahkan serta diciptakan. Perubahan wujud energi ini dikenal dgn
istilah transformasi energi. Aliran energi di alam / ekosistem tunduk
kepada hukum-hukum termodinamika tersebut.
Dgn proses fotosintesis energi cahaya matahari ditangkap karena
tumbuhan, & diubah menjadi energi kimia / makanan yg disimpan di dlm
tubuh tumbuhan. Proses aliran energi berlangsung dgn adanya proses
rantai makanan. Tumbuhan dimakan karena herbivora, dgn demikian
energi makanan dari tumbuhan mengalir masuk ke tubuh herbivora.
Herbivora dimakan karena karnivora, sehingga energi makanan dari
herbivora masuk ke tubuh karnivora.
Sulfur berperan dlm penyimpanan & pembebasan energi karena

sulfur mewujudkan/adalah komponen penting asam-asam amino esensial


penyusun protein tanaman maupun hewan, seperti methionin, sistein, &
sistin, jg dlm pembentukan polipeptida. Walaupun sulfur tak berperan
langsung dlm pembentukan energi (ATP) seperti phospor, tapi sulfur
berperan dlm sintesis protein. Dimana protein nantinya mau dirombak
menjadi karbonhidrat jika zat makanan penghasil energi utama tak
mencukupi. 1tu sebabnya mengapa protein berperan sebagai penghasil
energi. Ketika hewan & tumbuhan mati, dekomposer seperti bakteri mau
menguraikan tubuh makhluk hidup tersebut menjadi gas H 2S.
Beberapa

bakteri

anaerob

melakukan

kemosintesis. Dimana

kemosintesis mewujudkan/adalah proses pembentukan senyawa bahan


organik dari zat-zat anorganik dgn memanfaatkan energi yg berasal dari
reaksi-reaksi kimia. Pada kemosintesis elektron donor berasal dari bahan
anorganik sedehana, misalnya hidrogen, nitrgen, besi & sulfur. Selama
kemosintesis, elektron dilepaskan dari bahan anorganik sehingga menjadi
molekul yg tereduksi. Substansi terduksi ini mau memunculkan energi
kimia, & diberdayakan buat produksi ATP serta NADPH. Selanjutnya, ATP &
NADPH menyediakan energi buat sintesis karbohidrat.
Proses biologi terjadi ketika pembentukan sulfat melibatkan aneka
jenis mikroorganisme yg berperan sebagai dekomposer. Berikut ialah
bakteri yg berperan dlm pembentukan sulfat.
1. H2S S SO4-2 ; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau & ungu.
2. SO4-2 H2S (reduksi
sulfat
anaerobik);
bakteri Desulfovibrio & Desulfomaculum.
3. H2S SO4-2 (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof :
bakteri Thiobacilli.
4. Senyawa Organik SO4-2 + H2S, masing-masing mikroorganisme
heterotrof aerobik & anaerobik
Proses kimia terjadi ketika sulfat mengendap di dlm permukaan tanah

10

hasil dari pengoksidasian mineral sulfida (batuan plutonik), berikut ialah


misalnya persamaan reaksi pembentukan sulfat lewat oksidasi mineral
sulfida, misalnya mineral besi sulfida.
2 FeS2 + 7 O2 + 2 H2O 2 Fe2++ 4 SO42- + 4 H+
Proses kimia jg terjadi ketika gas SO2 terbentuk lewat pembakaran
hasil emisi pembakaran gas belerang / aktivitas gunung berapi.
Persamaan reaksinya:
S (s) + O2 (g) SO2 (g)
Proses kimia jg terjadi ketika gas H2S terbentuk lewat aktivitas
biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dlm keadann tiada oksigen
(aktivitas anaerobik), seperti di rawa, & saluran pembuangan kotoran. Gas
ini jg muncul pada gas yg muncul dari aktivitas gunung berapi & gas
alam. Persamaan reaksinya:
1S -2(s) + 2H+ (g) H2S (g)
Proses kimia & biologi jg terjadi ketika sulfida (S 2), belerang
dioksida (SO2) & (H2S) berubah menjadi SO4 / sebaliknya dgn bantuan dari
dekomposer. Dimana didalam proses-proses tersebut jg terdapat reaksireaksi kimia.
1.
2.
3.
4.

H2S S SO4-2
SO4-2 H2S
H2S SO4-2
Senyawa Organik SO4-2 + H2S

Siklus

sulfur-iodin

merupakan

sederet

proses

termokimia

yg

11

diberdayakan buat mendapatkan hidrogen. Ia tersusun dari tiga reaksi


kimia yg total reaktannya ialah air & total produknya ialah hidrogen &
oksigen.

2 H2SO4 2 SO2 + 2 H2O + O2

I2 + SO2 + 2 H2O 2 HI + H2SO4

2 HI I2 + H2

Senyawa sulfur & iodin didaur & diberdayakan ulang. Proses ini
memiliki sifat endotermik & haruslah terjadi pada suhu yg cukup tinggi.
Siklus sulfur iodin sekarang ini sedang diteliti sebagai metode yg praktis
buat mendapatkan hidrogen. Tapi karena penggunaan asam korosif yg
pekat pada suhu yg cukup tinggi, ia bisa memunculkan risiko bahaya
keselamatan yg besar apabila proses ini dibangun dlm skala besar.
Dlm siklus Biogeokimia ini ada 3 hal pokok yaitu :
1. Terjadi daur aliran zat kimia dari Bio ke Geo / dari Mahkluk hidup ke
Bumi ( penguraian , zat sisa ekskresi.fotosintesis , respirasi dll yg
ditujukan kebumi dari mahkluk hidup)
2. Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Bio yg tak lain ialah
pemanfaatan zat kimia entah dlm wujud organik maupun anorganik,
biasanya karena tumbuhan lewat akarnya, ataupun segala yg ada di
bumi

yg

dimanfaatkan

buat

survivalnya

entah

1tu

respirasi,fotosintesis)
3. Terjadi daur aliran zat kimia dari Geo ke Geo maksudnya senyawa

12

kimia di udara bisa pindah ke darat misalnya lewat hujan darat ke


udara darat ke air air ke darat dll karena pelapukan, erosi,
pengendapan . Yg tentu semua 1tu pasti buat suatu keseimbangan
4. Sulfur terdapat dlm wujud sulfat anorganik. Sulfur direduksi karena
bakteri menjadi sulfida & kadang-kadang terdapat dlm wujud sulfur
dioksida / hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan
mahluk hidup di perairan & pada umumnya dihasilkan dari penguraian
bahan organik yg mati.
2.3

Peran Manusia dan Hujan Asam


Manusia jg berperan dlm siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik yg

merupakan aktifitas manusia membawa sulfur ke atmosfer. Ketika hujan


terjadi, turunlah hujan asam yg membawa H 2SO4 kembali ke tanah. Hal ini
bisa menyebabkan perusakan batuan jg tanaman.
Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dgn

pH

di

bawah 5,6. Hujan asam dikarenakan karena belerang (sulfur) yg


merupakan pengotor dlm bahan bakar fosil sertanitrogen di udara yg
bereaksi dgn oksigen membentuk sulfur dioksida & nitrogen oksida. Zatzat ini berdifusi ke atmosfer & bereaksi dgn air buat membentuk asam
sulfat & asam nitrat yg gampang larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Air hujan yg asam tersebut akan menaikkan kadarkeasaman tanah & air
permukaan yg terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan & tanaman.
Air hujan yg asam tersebut mau menaikkan kadar keasaman tanah
& air permukaan yg terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan & tanaman.
Secara alami hujan asam bisa terjadi dampak semburan dari gunung
berapi & dari proses biologis di tanah, rawa, & laut. Akan tetapi, mayoritas
hujan asam dikarenakan karena aktivitas manusia seperti industri,
pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor & pabrik pengolahan
pertanian (terutama amonia). Gas-gas yg dihasilkan karena proses ini bisa

13

terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah


menjadi asam & terdeposit ke tanah.
Hujan asam bisa terbentuk dari proses reaksi gas yg mengandung
sulfat. Sulfat dioksida (SO2) yg bereaksi dgn Oksigen (O2) dgn bantuan dari
sinar ultraviolet yg berasal dari sinar matahari.
2.4

Manfaat dan Fungsi Bakteri Sulfur


Udara yg tercemar Sulfur Oksida (SO2) menyebabkan manusia

mengalami gangguan pada sistem pernafasannya. Hal ini karena gas


SO2 yg gampang menjadi asam tersebut menyerang selaput lendir pada
hidung, tenggorokan, & saluran nafas yg lain hingga ke paru-paru.
Serangan gas SO2 tersebut menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yg
terkena.
Pengaruh utama polutan SO2 terhadap manusia ialah iritasi sistem
pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan
terjadi pada konsentrasi SO2 sebesar 5 ppm / lebih, bahkan pada
beberapa individu yg sensitive iritasi terjadai pada konsentrasi 1-2 ppm.
SO2 dianggap polutan yg berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap
manusia tua & penderita yg mengalami penyakit kronis pada sistem
pernafasan & kardiovaskular.
Sulfur dioksida (SO2) memiliki sifat iritan kuat pada kulit & lendir,
pada konsentrasi 6-12 ppm gampang diserap karena selaput lendir
saluran pernafasan bagian atas, & pada kadar rendah bisa memunculkan
spesme tergores otot-otot polos pada bronchioli, speme ini bisa menjadi
hebat pada keadann dingin & pada konsentrasi yg lebih besar terjadi
produksi lendir di saluran pernafasan bagian atas, & apabila kadarnya
bertambah besar kian mau terjadi reaksi peradangan yg hebat pada
selaput lendir diikuti dgn paralycis cilia, & apabila pemaparan ini terjadi
berulang kali, kian iritasi yg berulang-ulang bisa menyebabkan terjadi

14

hyper plasia & meta plasia sel-sel epitel & dicurigai bisa menjadi kanker.
Sulfur

dioxide

(SO2)

memiliki

cakupan-cakupan

yg

sangat

mengganggu. Jika kita menghirup SO2 hanya menembus sejauh hidung &
tenggorokan kian sejumlah kecil konsentrasi SO2 mau mencapai paruparu. Akan tetapi jika menghirup secara berat dlm artian ada di lokasi gas
belerang dlm waktu yg lama, maka bernapaslah hanya lewat mulut
karena konsentrasi dari SO2 akan menjadi cukup tinggi. Efek dari gas
belerang terhadap manusia sangatlah bervariasi. Dimana dgn konsentrasi
rendah

pada

1ppm

yg

sudah

dihirup

manusia

akan

mengalami

pengurangan fungsi paru-paru. Walaupun pada penelitian terhadap 7


sukarelawan hanya 1 manusia yg mengalami efek tak baik pada 1 ppm.
Jika selama 10 hingga 30 menit kedapatan konsentrasi mencapai 5 ppm
akan membuat dampak sesak napas pada cabang tenggorokan kita. Jika
kedapatan

selama

20

menit

mencapai

konsentrasi

ppm

akan

memerahkan tenggorokan, gangguan pada hidung, & iritasi pada


tenggorokan. Sekitar 20 ppm merupakan titik kritis dari iritasi konsentrasi
SO2, walaupun ada beberapa laporan bahwa ada manusia-manusia yg
bekerja pada konsentrasi melampaui 20 ppm. Konsentrasi sebesar 500
ppm sangat tak dianjurkan buat dihirup oleh manusia.
Pada beberapa kasus dimana terdapat konsentrasi SO2 yg sangat
cukup tinggi pada ruangan tertutup, bisa membuat dampak gangguan
saluran udara, hypoxemia (kekurangan oksigen pada darah), & kematian
dlm hitungan menit. Efek dari pulmonary edema(gangguan pada paruparu) meliputi batuk & napas pendek yg dialami selama berjam-jam /
berhari-hari sesudah kedapatan menghirup konsentrasi SO2. Gejala-gejala
ini menyakitkan hati & menguras tenaga. Hasil dari kedapatan menghirup
konsentrasi dlm waktu yg sering, akan melukai paru-paru secara
permanen. Selain itu, Belerang dioksida sebagai zat berbahaya di
atmosfer, sebagai pencemar udara.

15

Dlm kehidupan, sulfur / belerang berperan dlm:


1. Menstabilkan struktur protein. Ikatan sulfida sangat penting yaitu
untuk membentuk protein stabil.
2. Berperan dlm mengaktifkan enzim, karena aneka enzim membutuhkan
gugus sulfurhidril (-SH) yg bebas, buat melakukan aktivasinya. Dengan
demikian

sulfur

berperan

dlm

proses

oksidasi-reduksi

pernafasan jaringan.
3. Berperan dlm metabolisme energi dgn cara membentuk senyawa
dengan ko-enzim A.
4. Sulfur berfungsi sebagai peredam racun. Gugus sulfur yg aktif
bersenyawa dengan racun itu sehingga menjadi senyawa yg tak
berbahaya, lalu dikeluarkan lewat urin.
5. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih
6.
7.
8.
9.

hijau
Menambah kandungan protein & vitamin hasil panen.
Meningakatkan jumlah anakan yg di hasilkan (pada tanaman padi).
Berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
Memperbaiki warna,aroma, & kelenturan daun tembakau (khusus pada

tembakau omprongan).
10.Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama

penyimpanan,

memperbesar umbi & bawang merah


11.Sulfur sangat berperan dlm pembentukan klorofil & menaikkan
ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. Sulfur jg membentuk
senyawa minyak yg menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang &
cabe. Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil
akar didalam tanah, sulfur berperan buat menurunkan PH tanah alkali.

BAB III
PENUTUP

16

3.1

Kesimpulan
Salah satu siklus kimia yg penting ialah siklus sulfur. Adanya siklus

sulfur membuat ketersediaan sulfur di bumi tetap terjaga. Siklus sulfur


terjadi dlm suatu rantai makanan, yg dimulai dari tumbuhan. Di dlm tubuh
tumbuhan belerang dari dlm tanah diberdayakan sebagai penyusun
protein. Hewan & manusia mendapatkan belerang dgn jalan memakan
tumbuhan.

Jika

tumbuhan

&

hewan

mati,

jasad

renik

mau

menguraikannya lagi menjadi gas yg mengandung unsur sulfur.


Keseimbangan siklus ini butuh dijaga. Jika aktivitas manusia tak
memperhatikan

lingkungan,

keseimbangan

unsur

dlm

siklus

mau

terganggu sehingga proporsi komponen yg seharusnya menjadi bergeser.


Dampak ketidakseimbangan tersebut, terjadi aneka kasus yg dampaknya
tak hanya berpengaruh terhadap manusia, tetapi jg terhadap lingkungan
hidup, seperti terjadinya hujan asamyang dikarenakan karena belerang
(sulfur)

yg

mewujudkan/adalah

pengotor

dlm

bahan

bakar

fosil

sertanitrogen di udara yg bereaksi dgn oksigen membentuk sulfur


dioksida & nitrogen oksida. Penggunaan bahan bakar fosil yg terlalu
berlimpah melepaskan sulfur yg berlebih ke atmosfir yg lalu mau bereaksi
dgn gas-gas di atmosfir & uap air, lalu turun sebagai hujan asam yg
memiliki sifat merusak. Karena karena 1tu pemahaman mengenai
keseimbangan siklus biogeokimia dibutuhkan buat membuat suatu
rancangan manajemen lingkungan yg baik, termasuk lingkungan industri.
Proses

biologi

terjadi

ketika

pembentukan

sulfat

melibatkan

berbagai jenis mikroorganisme yang berperan sebagai dekomposer.


Berikut adalah bakteri yang berperan dalam pembentukan sulfat.
1. H2S S SO4-2; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau dan ungu.
2. SO4-2 H2S (reduksi sulfat anaerobik);

bakteri Desulfovibrio danDesulfomaculum.

17

3. H2S SO4-2 (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof :

bakteri Thiobacilli.
4. Senyawa Organik SO4-2 + H2S, masing-masing mikroorganisme

heterotrof aerobik dan anaerobik


Manusia juga berperan dalam siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik
yang merupakan aktifitas manusia membawa sulfur ke atmosfer. Ketika
hujan terjadi, turunlah hujan asam yang membawa H 2SO4 kembali ke
tanah. Hal ini dapat menyebabkan perusakan batuan juga tanaman.

DAFTAR PUSAKA

http://dokumen.tips/documents/makalah-siklus-sulfur.html

18

http://kumpulan-askep.com/blog/makalah-siklus-sulfur-42965/