Anda di halaman 1dari 23

Oleh :

Siti Naqiyah
BILANGAN OKSIDASI
A. Konsep – Konsep Dasar
Atom – atom dalam unsure memiliki bilangan oksidasi 0
Atom H dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi +1
Atom O dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -2
Atom logam dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi positif
Jumlah bilangan oksidasi atom – atom dalam senyawa = nol
Jumlah bilangan oksidasi atom – atom dalam ion = muatan ion
Jika dua atom berikatan, bilangan oksidasi negatif selalu
dimiliki atom yang keelektronegatifannya lebih besar

B. Beberapa Pengecualian
 Dalam senyawa F2O, bilangan oksidasi O = +2
 Dalam peroksida (misalnya H2O2, Na2O2, BaO2), bilangan oksidasi O = -1
 Dalam Hidrida logam (misalnya NaH, BaH2, AlH3), bilangan H = -1
C. Hubungan Bilangan Oksidasi dengan Reaksi
Redoks

1. Oksidasi adalah
a. Peristiwa pelepasan electron.
b. Penambahan (naiknya) bilangan oksidasi.
2. Reduksi adalah
a. Peristiwa penangkapan elektron
b. Pengurangan (turunnya) bilangan oksidasi
3. Reduktor (pereduksi) adalah
a. Zat yang mengalami oksidasi
b. Zat yang melepaskan elektron
c. Zat yang bilangan oksidasinya naik
4. Oksidator (pengoksidasi) adalah
a. Zat yang mengalami reduksi
b. Zat yang menangkap elektron
c. Zat yang bilangan oksidasinya turun
5. Reaksi Redoks adalah
a. Reaksi yang mengadung peristiwa reduksi dan oksidasi
b. Reaksi perubahan bilangan oksidasi
6. Reaksi disproporsionasi (autoredoks) adalah
a. Reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang mengalami
reduksi dan oksidasi
b. Reaksi redoks dimana hanya satu jenis atom yang bilangan
oksidasinya berubah
7. Mol elektron adalah selisih bilangan oksidasi
PENYETARAAN REAKSI
REDOKS

Syarat Penyetaraan Reaksi


Redoks :
• Jumlah atom kiri = jumlah atom
kanan
• Muatan atom kiri = muatan
atom kanan
METODE BILOKS:
• Tentukan bilangan oksidasi atom-atom
yang mengalami perubahan bilangan
oksidasi.Tulis perubahannya
• Setarakan jumlah electron yang
dilepas dan yang diterima dengan
mengisikan koefisien
• Tambahkan:
1. ion H + ,bila muatan ruas kiri lebih kecil
2. ion OH - ,bila muatan ruas kanan lebih
besar
• Setarakan jumlah atom hydrogen (H)
dengan menambahkan H2O pada ruas
yang kekurangan atom H
CONTOH:
Setarakan reaksi C2H6O + Cr2O72- → C2H4O + 2Cr3+
1. C2H6O + Cr2O72- → C2H4O + 2Cr3+
-2 +6 -2 +6 -14 -1 +4 -2 +3

1. 3C2H6O + Cr2O72- → 3C2H4O + 2Cr3+


2. Jumlah muatan ruas kiri = -2
3. Jumlah muatan ruas kanan = +6
4. Karena muatan ruas kiri lebih kecil dari muatan ruas
kanan, maka ruas kiri ditambah 8H+ agar setara
5. 3C2H6O + Cr2O72- + 8H+ → 3C2H4O + 2Cr3+
6. Karena ruas kiri ada 26 atom H,dan ruas kana nada 12
atom H,maka pada ruas kanan ditambahkan 7 molekul
H2O(mengandung 14 atom H) agar setara
7. 3C2H6O + Cr2O72- + 8H+ → 3C2H4O + 2Cr3+ + 7H2O
METODE SETENGAH
REAKSI (ION ELEKTRON)
• Tulis setengah reksi reduksi dan oksidasi
• Setarakan jumlah atom yang mengalami oksidasi dan
reduksi
• Setarakan jumlah atom O
Asam:
Kurang O=ditambah H2O
Kurang H = ditambah H+
Basa
Kurang O = ditambah OH-
Kurang H = ditambah H2O
• Untuk reaksi reduksi tambahkan e-di ruas kiri supaya
muatan ion ruas kiri = muatan ion ruas kanan
• Samakan jumlah electron di ruas kiri dan ruas kanan
kemudian jumlahkan ke dua reaksi
CONTOH:
C2O42- + Cr2O72- → CO2Cr3+
• Reduksi = Cr2O72- → C2O42-
Oksidasi = C2O42- →Cr3+
• Reduksi = Cr2O72- + 14H+ → 2Cr3+ + 7H2O
Oksidasi = C2O42- → 2CO2
• Reduksi = Cr2O72- + 14H+ + 6e- → 2Cr3++7H2O
Oksidasi = C2O42- → 2CO2 + 2e-
• Reduksi = Cr2O72- + 14H++ 6e- → 2Cr3+ + 7H2O
Oksidasi = 3C2O42- → 6CO2 + 6e-
1.Sel Volta
•Ditemukan oleh Alessandro Volta pada tahun 1799
•Proses Sel Volta:
Dalam Sel volta mengandung 2 elektrode, yaitu katode sebagai
electrode + dan anode sebagai electrode –

Anode Katode
-merupakan kutub -merupakan kutub
negatif positif
-terjadi reaksi -terjadi reaksi
oksidasi reduksi
-tempat -tempat diterimanya
dilepaskannya electron
electron -tempat tujuan kation
-tempat tujuan anion
Perhitungan potensial sel

Rumus:

E0sel = E0reduksi –E0oksidasi

Misal:
Zn2+ + 2e- → Zn E0=-0,076
Cu2+ +2e- → Cu E0=0,34
E0sel = E0red – E0oks
=0,34-(-0,076)=+1,10 V
Karena E0sel + reaksi berlangsung
Deret Volta

Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn, Cr, Fe, Cd, Co, Ni, Sn, Pb, H, Sb, Bi, Cu, Hg, Ag, Pt, Au

E0 makin besar, reduktor makin kuat

Zn / Zn2+ // Ag+ / Ag
Mengalami Oksidasi Mengalami Reduksi
Elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia.Reaksi berlangsung jika
E sel +
KNAP:
Katoda Negatif.Anoda Positif
Katoda Reduksi (KARED)
Anoda Oksidasi(ANOKS)
Reaksi Pada Katoda:
 Ion IA,IIA,Al3+,Mn2+ tidak tereduksi.Yang tereduksi air
2H2O + 2e- → H2+2OH-
Karena ion IA dst adalah reduktor kuat sehingga susah
mereduksi (lebih mudah air)
 Kation logam lain tereduksi
Cu2+ + 2e- → Cu
Ag+ + e- → Ag
 Ion H+ dari asam lain tereduksi
2H+ + 2e- → H2
 Untuk leburan/cairan/lelehan IA,IIA,Al3+,Mn2+ tereduksi
Al3+ + 3e- → Al
K+ + e- → K
Reaksi Pada Anoda :
 Ion Halida (F-, Cl-, Br-,I-)teroksidasi
2Cl- → Cl2 + 2e-
2Br- → Br2 + 2e-
 Anion Yang Beroksigen Tidak Teroksidasi
2H2O→ O2 + 4H+ + 4e-
 Ion OH- dari basa teroksidasi
4OH- O2 + 2H2O + 4e-
 Untuk elektrode aktif teroksidasi kecuali elektrode
inert(C, Pt, Au)
Ni → Ni2+ + 2e-
HUKUM FARADAY I

“massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis berbanding lurus


dengan jumlah listrik yang digunakan”
W=eF
E= Ar = Mr

Biloks/valensi Valensi

IF=I mol e-
W=eIt
96500
HUKUM FARADAY II

Arus & muatan sama


F1=F2
Mol1.val1=Mol2.val2
W1=e1
W2=e2
KEGUNAAN ELEKTROLISIS :
 Produksi Zat
 untuk menghasilkan logam alkali Mg, Al, F, Cl, NaOH < NaClO4, H2O2
 pemisahan zat yang terbentuk di katode dengan Sel Diafragma,Sel Merkuri
 Pemurnian Logam
 Pemurnian tembaga menggunakan larutan CuSO4
 Penyepuhan(electroplating)
 Melindungi logam dari korosi
 Logam yang akan disepuh sebagai katode&penyepuhnya sebagai anode
 Pemisahan Logam dari Senyawanya
 Pembuatan alumunium& bijih alumunium
CONTOH SOAL

1. Pada elektrolisis, larutan AgNO3 dengan elekroda C digunakan muatan listrik 0,05 F.
Banyaknya perak (Ar Ag=108) yang diendapkan pada katode adalah…
Jawab : Valensi Ag = +1
Mol = F/Val = 0,05/1 = 0,05 mol
massa = 0,05 x 108 = 5,4 gr

2. Tulislah reaksi elektrolisis lelehan MgCl2 dengan elektroda grafit


Jawab : MgCl2 → Mg2+ + 2Cl-
pada elektrolosis lelehan senyawa ion dengan elektroda inert maka kation di reduksi di
katode, sedangkan anion di oksidasi di anode
Katode : Mg2+ + 2e → Mg
Anode : 2Cl- → Cl2
+
Mg2+ + 2Cl- → Mg + Cl2
Proses perubahan logam menjadi senyawanya yang
dapat merusak material atau zat-zat secara perlahan oleh suatu
proses kimia.
Korosi atau perkaratan umumnya melibatkan O2 & H2O dan
disebabkan oleh larutan korosif(kemampuan untuk menimbulkan
korosi),contohnya adalah larutan
asam,bolerang,dioksida,karbondioksida,PH larutan,permukaan
logam yang tidak rata&kontak logam dengan logam lain.Logam
yang korosi mengalami oksidasi.
Logam untuk tujuan komersial biasanya dicampur
dengan karbon dan zat lain yang tidak seluruhnya tersebar
merata,zat pengotor tersebut(impurities)bertumpuk pada bagian
tertentu sehingga timbul perbedaan potensial listrik dengan
bagian tanpa campiran.
Proses perkaratan besi,bagian besi menjadi anode
Fe(s) → Fe2+ (aq) + 2e-
O2 mengalami reduksi
O2(g) + 4H +(aq) + 4e- → 2H2O
O2(g) + 2H2O + 4e- → 4OH-

Fe2+ du anode mengalami oksidasi menjadi Fe3+


.Fe3+ membentuk besi (III)oksida yang mengikat air(Fe2O3.H2O)dan
terjadi karat.H+(asam)atau H2O diperlukan mereduksi O2 pada
katode.Maka korosi cepat terjadi di daerah industri atau daerah yang
memiliki kelembaban tinggi.Di daerh Industri perkaratan mudah terjadi
karena asap pabrik mengandung SO2.Garam-garam di pantai atau
pegunungan berkapur juga mempersepat korosi.
CARA MENGHAMBAT KOROSI
• Pada pembuatan logam zat-zat yang dicampurkan harus tersebar merata
• Melapisi permukaan logam dengan cat anti korosi atau minyak untuk mencegah
kontak antara permukaan logam dengan udara
• Memberi kantong anti lembab dan menutup bagian-bagian yang terbuka
seperti pada pesawat terbang.
• Menghubungkan besi dengan kutub negative sumber listrik.
• Melakukan galvanisasi(penyalutan)yaitu besi disalut dengan lapisan tipis
seng.Seng memiliki E0 lebih kecil dari besi,sehingga seng teroksidasi
membaentuk lapisan 2nO yang melindungi permukaan besi.
• Metode megorbankan anode untuk melindungi katode seperti pada
perlindungan besi disebut metode katodik.Disekitar besi ditempatkan logam
lain yang memiliki E0 lebih kecil missal magnesium.Lalu dihubungkan dengan
besi melalui kawat.Akibatnya logam magnesium lebih dulu teroksidasi dari
besi.Metide ini dipakai untuk melindungi pipa besi yang tertanam dalam tanah
atau baling-baling kapal yang berada dibawah permukaan laut.
• Purbianto, Agung dan P.Ananta,S-MIA.1989.Kimia
2.Klaten:PT.Intan Pariwara
• Purba, Michael.2002.Kimia untuk SMA kelas
XII.Jakarta:PT.Erlangga
• Sumarbo, Yuliastuti.1990.Ilmu Kimia untuk kelas 2 semester 4
SMA.Klaten:PT.Intan Pariwara
•Sutresna, Nana.2004.Kimia untuk SMA kelas
XII.Jakarta:PT.Grafindo
•www.google.com