Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA


TAHUN 2016
ASMA
1.

Pengertian (Definisi)

Gejala batuk dan / atau mengi berulang, terutama malam hari,


dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan, dan biasanya
terdapat atopi pada pasien dan atau keluarganya

2.

Anamnesis

1. Adanya batuk dan / atau mengi berulang, terutama malam


hari, dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan
2. Adanya atopi pada pasien dan atau keluarganya
3. Penurunan nafsu makan
4. Posisi tidur : berbaring/ duduk/ duduk bertopang lengan
5. Berbicara : kalimat/penggal kalimat/kata-kata
6. Gelisah/bingung

3.

Pemeriksaan Fisik

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kesadaran : rewel/gelisah/bingung
Pernafasan cuping hidung, sianosis, retraksi
Wheezing saat ekspirasi
Frekuensi nafas (pada anak sadar)
Frekuensi nadi
Pulsus paradoksus bervariasi 10->20 mmHg
Saturasi <90 95%

4.

Kriteria Diagnosis

1.

Anamnesis : batuk dan / atau mengi berulang,


terutama malam hari, dapat sembuh spontan atau dengan
pengobatan, riwayat atopi pada pasien dan keluarganya.
Radiologis Rontgen Thoraks : gambaran
emfisematous
Radiologis rontgen sinus paranasal : sinusitis
Asma episodik jarang/sering/persisten
Asma serangan sedang/berat

2.
5.

Diagnosis Kerja

6.

Diagnosis Banding

7.

Pemeriksaan
Penunjang

3.
1.
2.
1.
2.
3.
1.
2.
3.

8.

Terapi

4.
1.

GERD
Rinosinobronkitis
OSAS
Radiologis Rontgen Thoraks : gambaran
emfisematous
Radiologis rontgen sinus paranasal
Uji fungsi paru dengan spirometri atau peak
flow meter ( anak usia > 6 th), didapatkan variasi pada peak
flow meter, kenaikan 15% pada PFR atau penurunan 20%
Peningkatan nilai IgE dan eosinofilia total
Asma serangan sedang
a. Oksigenasi nasal/ masker
b. Nebulisasi agonis 2 x dengan respon parsial

(salbutamol/ terbutalin)
Nebulisasi ketiga : agonis dan antikolinergik
(salbutamol / ipratropium bromide) tiap 2 jam sampai
12 jam kemudian evaluasi ulang, jika sudah stabil tiap
4-6 jam
d. Pasang jalur intravena : cairan sesuai umur
e. Steroid oral
1) Metilprednisolon 0,5-1 mg/kg/hr tiap 6 jam
2) Prednison 0,5-1 mg/kg/hr tiap 6 jam
3) Deksametason 1 mg/kg/hr tiap 6-8 jam
f.
Asma yang disertai rhinitis alergika : antihistamin
setirizine atau ketotifen
2. Asma serangan berat
a. Rawat inap intensif
b. Oksigenasi
nasal
/masker/ETT-Jacjson
Reese/
ventilator
c. Infus cairan maintenance (sesuai usia)
d. Aminofilin Intravena atau oral jika sudah stabil, 6-8
mg/kg dilarutkan dengan dekstrose atau garam
fisiologis 20 ml diberikan dalam 20-30 menit.
Dilanjutkan dosis rumatan 0,5-1 mg/kg/jam, jika sudah
stabil dilanjutkan peroral.
e. Steroid intravena tiap 6-8 jam atau oral jika sudah
stabil
1) Deksametason 0,5-1 mg/kg bolus selanjutnya 1
mg/kg/hr diberikan tiap 6-8 jam
2) Hidrokortison suksinat 4 mg/kg/kali tiap 6 jam
3) Metilprednisolon suksinat 30 mg dalam 30 menit
tiap 6 jam
f. Nebulisasi agonis dan antikolinergik (salbutamol /
ipratropium bromide) tiap 2 jam sampai 12 jam
kemudian evaluasi ulang, jika sudah stabil dapat
diberikan tiap 4-6 jam
g. Asma yang disertai rhinitis alergika : antihistamin
setirizine atau ketotifen
1. Mengenal tanda-tanda serangan asma, cara pencegahan dan
penanganan awal kepada pasien dan keluarga
2. Memberikan pemahaman tentang terapi yang harus diberikan
kepada pasien dan keluarga
Ad vitam
: dubia ad
Ad fungsionam : dubia ad
bonam
bonam
Ad sanationam : dubia ad
bonam
dr.Spesialis Anak
1. 80% pasien asma serangan sedang dirawat selama 5 hari
2. 80% pasien asma serangan berat dirawat selama 7 hari
1. UKK Pulmonologi-PP IDAI. Pedoman Nasional Asma Anak,
2004
2. Lenfant C,Khaltaev N. Global Initiative for Asthma.
NHLBI/WHO Workshop Report 2002
c.

9.

Edukasi

10.

Prognosis

11.
12.

Penelaah Kritis
Kriteria Pemulangan
Pasien
Kepustakaan

13.