Anda di halaman 1dari 30

Praktik Bengkel Instalasi Penerangan

SEMESTER GENAP 2015/2016

Disusun Oleh :
Muhammad Zuhal
321 15 048
IB D3

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2016

LEMBAR PENGESAHAN
Pengesahan laporan hasil praktik bengkel instalasi
penerangan semester II Politeknik Negeri Ujung Pandang
Nama

Muhammad Zuhal

NIM

321 15 048

Prodi

D3 Teknik Listrik

Judul

Praktik Bengkel Instalasi Penerangan

Benar telah melakukan praktik semester II di bengkel


listrik, jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung
Pandang, dan laporan ini telah diperiksa dan disetujui
oleh instruktur yang bersangkutan.

Makassar,
Penanggung jawab,

AGUS SALIM
S.T.,M.T.

ABSTRAK
Penulis

: Muhammad Zuhal

Judul

: Laporan Bengkel Instalasi Penerangan

Hal

: Laporan Bengkel
Diera

Masyarakat

Ekonomi

Asean

saat

ini

membuat

persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, maka dari itu


seorang

individu

harus

mampu

menyesuaikan

diri

dengan

persaingan yang ada saat ini. Untuk itu, perlu dilakukan


kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan serta
mutu kerja seorang individu. Oleh karena itu, dilakukannya
praktik bengkel instalasi penerangan ini diharapakan mampu
membentuk individu -individu yang dapat bersaing di dunia
kerja saat ini.
Praktikum
menggunakan

yang

metode

dilakukan

selama

mengaplikasikan

tiga

makna

pekan

gambar

ke

ini,
papan

praktikum. Pada kasus ini mahasiswa dibekali gambar diagram


lokasi dan diagram pengawatan satu garis, kemudaian Dengan
bekal tersebut mahasiswa dituntut untuk mampu menyelesaikan
job yang diberikan dalam waktu tiga pekan
Adapun kendala yang dihadapi adalah masalah penyediaan
alat-alat praktikum, beberapa alat praktikum yang disediakan
sudah tua bahkan sudah rusak, terdapat juga alat praktikum
yang

jumlahnya

praktikum

ini,

kurang
maka

sehingga
dari

menghambat
itu

pada

pekerjaan

pada

praktikum

ini

troubleshooting rangkaian sangat dibutuhkan untuk mendeteksi


apa yang menyebabkan rangkaian tidak berfungsi.

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirobbilalamin,

banyak

nikmat

yang

Allah

berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji


hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik,
serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas laporan hasil Praktikum Bengkel
Semester II ini.
Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada
dosen

pembimbing

yang

telah

memberikan

dukungan

dan

kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan


ini

berawal,

semoga

semua

ini

bisa

memberikan

sedikit

manfaat dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.


Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini
bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun kekurangan itu
akan selalu ada. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar laporan praktikum bengkel ini
dapat lebih baik lagi.
Akhir

kata

saya

mengucapkan

terimakasih,

semoga

laporan

praktikum saya ini bermanfaat bagi pembaca.

Makassar,

Muhammad Zuhal

DAFTAR ISI
Halaman Sampul.......................................... i
Lembar Pengesahan .......................................ii
Abstrak .................................................ii
Kata Pengantar ..........................................ii
Daftar Isi ..............................................ii
Daftar Gambar ...........................................iv
Bab I
Pendahuluan .....................................1
A. Latar Belakang ..................................1
B. Tujuan ..........................................1
Bab II Tinjauan Pustaka.................................2
A. Metode Thevenin .................................2
B. Metode Norton ...................................4
Bab III Metode Percobaan ................................7
A. Alat dan Bahan ..................................7
B. Gambar Rangkaian Percobaan ......................7
C. Prosedur Percobaan ..............................9
D. Analisa Perhitungan .............................10
Bab IV Data dan Hasil Percobaan .........................12
Bab V Pembahasan .......................................13
A. Perhitungan secara Teori ........................13
B. Perbandingan Teori dan Praktek ..................21
C. Analisa Hasil Praktikum .........................24
Bab VI Jawaban Pertanyaan ...............................26
Bab VII Kesimpulan ......................................28
Daftar Pustaka
Lampiran

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan tinggi yang merupakan bagian dari sistem
pendidikan nasional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik
atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta
mengupayakan

penggunaannya

untuk

meningkatkan

taraf

kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.


Untuk

mewujudkan

hal

tersebut

salah

satunya

dengan

praktek kali ini yang berjudul Praktek Bengkel Instalasi


Penerangan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kerja
dan keterampilan mahasiswa.
Salah

satu

lembaga

pendidikan

yang

bergerak

dalam

bidang keteknikan adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang.


Teknik elektro program studi teknik listrik merupakan salah
satu sarana pendidikan yang menghasilkan tenaga profesional,
karena keberadaannya menjembatani industry dalam memenuhi
kebutuhan

tenaga

ahli

yang

professional,

sehingga

sangat

dibutuhkan saat ini dan juga saat yang akan datang.


A. Latar Belakang
Salah

satu

digunakan
penerangan.

pemakaian

masyarakat
Semakin

energy

saat

ini

listrik
ialah

meningkatnya

yang

banyak

sebagai

sumber

tingkat

mobilitas

masyarakat menjadikan semua kegiatan memerlukan penerangan


baik itu jalan raya ataupun jalan umum. Penerangan jalan
umum adalah lampu penerangan yang bersifat publik (untuk
kepentingan bersama) dan biasanya dipasang di ruas jalan
maupun

ditempat

tertentu

seperti

Taman,

dan

tempat

umum

lainnya. Penerangan Jalan Umum (PJU) Dalam bahasa inggrisnya


street

lighting

atau

road

lighting

adalah

suatu

sumber

cahaya yang dipasang di samping atau ruas jalan yang akan

aktif saat tidak ada lagi cahaya matahari. Untuk pengaktifan


PJU ini dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan
photocell yang aktif apabila matahari sudah redup cahayanya
atau

factor

cuaca

perkembangannya,

yang

menyebabkan

pengaktifan

PJU

langit

dapat

gelap.

dilakukan

Dalam
dengan

timer atau timmer switch, ini disebabkan karena photocell


dianggap kurang efektif saat mendung disiang hari, ini jelas
akan terjadi pemborosan listrik. Dalam penggunaan timer juga
ditambahkan pula dengan teknologi kontaktor yang bertujuan
untuk meningkatkan daya tahan timer.
B. Tujuan
Setelah menyelesaikan praktik bengkel listrik ini, mahasiswa
diharapkan mampu:
1.

Menggunakan petunjuk teknik untuk praktek

2.

Memilih
menandai,

dan

menerapkan

memasang,

pemakaian

mengencangkan

yang
dan

tepat,
teknik

pemasangan.
3.

Menyiapkan

kabel

dan

penghantar

untuk

sambungan

yang dapat diandalkan.


4.

Menyiapkan peralatan instalasi yang sesuai dengan


urutan kerja yang baik.

5.

Membandingkan metode-metode instalasi yang berbeda


sesuai dengan prinsip dasar instalasi listrik.

6.

Memasang
peralatan

dan mengawati instalasi dari pengaman,

kontrol

seperti

saklar

pengontrol

(saklar

cahaya, relay, saklar waktu, saklar impuls, staircase


dan kontaktor).
7.

Memeriksa fungsi/kerja dari suatu instalasi

8.

Menemukan

kesalahan

pada

instalasi

analisa

troubleshooting pada rangkaian.


9.

Membuat laporan hasil praktik sesuai waktu yang


ditentukan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan kerja

1. Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah dari, oleh, untuk setiap tenaga
kerja serta orang lainnya dan juga masyarakat pada umumnya.
Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung
terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil
maupun nonmateril.
Unsur-unsur

penunjang

keamanan

yang

bersifat

material

yang

bersifat

diantaranya sebagai berikut.


a) Baju kerja
b) Helm
c) Kaca mata
d) Sarung tangan
e) Sepatu Safety
Unsur-unsur

penunjang

keamanan

nonmaterial adalah sebagai berikut.


a) Buku petunjuk penggunaan alat
b) Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
c) Himbauan-himbauan
d) Petugas keamanan

2. Kesehatan Kerja
Kesehatan
bertujuan

kerja

agar

adalah

masyarakat

suatu

kondisi

pekerja

kesehatan

memperoleh

yang

derajat

kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun


sosial,

dengan

penyakit
pekerjaan

atau
dan

usaha

pencegahan

gangguan

dan

kesehatan

lingkungan

kerja

pengobatan

terhadap

yang

disebabkan

maupun

penyakit

oleh
umum.

Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan


keamanan kerja tidak hanya diartikan sebagai suatu keadaan
bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan

RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, keadaan sehat diartikan


sebagai

kesempurnaan

keadaan

jasmani,

rohani,

dan

kemasyarakatan.

3. Keselamatan Kerja
Istilah

keselamatan

kerja

disini

sama

halnya

dengan

keselamatan saat kita mengendarai sebuah kendaraan dijalan.


Segala perlengkapan peralatan dan alat-alat potong yang
terdapat

di

bengkel

sudah

dirancang

untuk

memotong,

membentuk, mengukur, mengikir, dan lain sebagainya sesuai


dengan bidang pekerjaan yang dikehendaki.
Penyebab kecelakaan terbesar biasanya terjadi karena:
-

Ujung sisi yang tajam memotong bagian tubuh yang tidak


terlindungi,

benda-benda

berputar

menjepit

tangan

dan

menjambret

pakaian, dan
-

kecelakaan yang tidak disangka, jatuh serta terluka.

Menghindari

kecelakaan

kerja

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan perlengkapan sesuai standar K3 sebagai berikut.


-

Pakaian kerja yang sesuai,rapi, dan terkancing,

jangan menyimpan benda tajam yang bukan pada tempatnya,

rambut yang panjang harus diikat,

lepas semua perhiasan yang ada ditangan,

gunakan sepatu yang sesuai standar yang ditentukan, dan

menggunakan sarung tangan bila perlu.

Adapun

beberapa

pencegahan

lainnya

yang

dapat

dilakukat

untuk menghindari kecelakaan kerja yaitu sebagai berikut.


-

Bekerja dengan hati-hati,

pergunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya

menggunakan alat pengaman yang telah ditentukan oleh


peraturan keselamatan kerja,

jangan menyimpan alat-alat tajam di saku baju kerja,

lindungi ujung-ujung alat yang tajam dengan gabus atau


bahan lainnya,

membuat tanda peringatan yang jelas dan nampak dibaca


ditempat-tempat yang berbahaya dalam bengkel,

jangan

bercanda

dan

melamun pada

saat

sedang

bekerja dan
-

bersihkan alat-alat sebelum dan sesudah dipakai.

2.2

Prinsip dasar Instalasi


Prinsip-prinsip dasar sangat diperlukan pada kegiatan

yang

berhubungan

memasang

dan

dengan

profesi

mengoperasikan

kita

yaitu

instalasi

merancang,

listrik.

Adapun

prinsip dasar tersebut adalah :


1. Keamanan :
Ditunjukkan untuk keselamatan manusia, ternak, peralatan
dan harta benda. pemeriksaan dan inspeksi dari instalasi
sebelum digunakan / disambung, Dan setiap perubahan yang
penting

perlu

diberi

pekerjaan selanjutnya.

tanda/kode

untuk

keamanan

dalam

2. Keandalan :
Keandalan
kerusakan

yang

dalam

tinggi

digunakan

batas-batas

untuk

normal.

mengatasi

Termasuk

dari

kesederhanaan suatu sistem, misalnya mudah dimengerti dan


dioperasikan
darurat

dalam

untuk

keadaan

normal

selanjutnya

maupun

dapat

dalam

keadaan

digabungkan

dengan

peralatan-peralatan listrik
3. Kemudahan :
Semua peralatan, termasuk pengawasan akan diatur menurut
operasinya
perbaikan

pemeriksaan,
serta

mudah

pengawasan,

dalam

pemeliharaan

menghubungkannya.

dan

Perincian-

perinciannya tercantum dalam tabel atau sejenisnya, untuk


menghindari dari kebingungan.
4. Ketersediaan :
Pemberian daya yang kontinyu untuk para konsumen adalah
sangat

penting.

Sumber

daya

cadangan

diperlukan

untuk

memberikan daya seluruh atau sebagian dari beban. Keluasan


dari

sistem

instalasi

listrik

yaitu

Sistem

instalasi

listrik tersebut dapat diadakan perubahan jika diperlukan,


diperbaharui

dan

perluasan

keperluan-keperluan

di

masa

mendatang.
5. Pengaruh dari lingkungan :
Pengaruh dari macam-macam hal misalnya sebagai contoh :
polusi, kebisingan dan lain sebagainya. Termasuk juga dalam
masalah kemudahan.
6. Ekonomi :

Instalasi

listrik

sejak

dari

perancangan,

pelaksanaan

pemasangan sampai pada pengoperasian harus diperhitungkan


biayanya sesuai dengan investasi.
7. Keindahan :
Suatu

hal

yang

penting

pada

sistem

instalasi

listrik

adalah keindahan dan kerapian, yang meliputi :


a. Kerapian dalam pemasangan dan pengawatan
b. Keserasian dalam penggunaan/pemilihan peralatan
c. Keserasian

dan

keindahan

tata

letak

dan

kenyamanan

tempat
Kerapian
menimbulkan

dalam

pemasangan

kemudahan

dan

dan

kejernihan

pengawatan
pikiran

akan
dalam

melaksanakan perawatan dan perbaikan pada sistem instalasi .

2.3

Perkakas Kerja Listrik

2.3.1

Obeng
Obeng

mengencangkan

adalah
atau

sebuah

alat

mengendorkan

yang
baut

digunakan
dan

untuk

secrup.

Ada

beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia. Jenis


yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips yang
populer disebut obeng kembang atau plus (+) dan slotted yang
sering disebut obeng minus (-). Obeng juga memiliki satuan
ukuran. Obeng plus, memiliki ukuran berdasarkan ketumpulan
mata. Sebagai contoh, 1 x 75 berarti mata plus lancip dengan
panjang gagang 75 mm. Sedangkan untuk obeng minus, satuan
ukurannya lebih mudah. Misalnya ukuran 5 x 75 yang berarti
lebar ujung obeng 5 mm dengan panjang obeng 75 mm. berikut
gambar yang menunjukkan berbagai jenis dan ukuran obeng.

Gambar 2.1 Berbagai Jenis & ukuran Obeng


2.3.2 Tespen
Tespen ialah alat yang di gunakan untuk mengecek atau
mengetahui ada tidaknya suatu tegangan listrik. Rangkaian
Tespen

berbentuk

obeng

yang

mempunyai

mata

minus

(-)

berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki


jepitan seperti pulpen sebelumnya dan di dalamnya terdapat
led yang mampu menyala sebagai indikator tegangan listrik.
2.3.3 Tester
2.3.4 Tang
Tang adalah alat yg digunakan untuk memegang benda
kerja. Tang terbuat dari baja dan pemegangnya dilapisi
dengan karet keras. Berberapa jenis tang yang digunakan pada
praktek kali ini yakni sebagai berikut :
-

Tang kombinasi, digunakan untuk memegang, memuntir dan


memotong benda kerja, misal kawat penghantar ( kabel ).

Tang potong, khusus dipakai untuk memotong kawat/kabel

Tang lancip. digunakan untuk memegang benda kerja yag


kecil, bisa juga digunakan untuk membuat mata sambungan.

Berikut gambar berbagai jenis Tang.

Gambar 2.2 Berbagai Jenis Tang


2.3.5 Palu
Palu

atau

Martil

adalah

alat

yang

digunakan

untuk

memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk


memaku,

memperbaiki

menghancurkan

suatu

suatu

benda,

objek.

Palu

penempaan
dirancang

logam

untuk

dan

tujuan

tertentu dengan variasi dalam bentuk dan struktur. Bentuk


umum palu terdiri dari gagang palu dan kepala palu, dengan
sebagian besar berat berada di kepala palu.

Gambar 3.3 Palu


2.3.6 Blower
Blower

(lihat

mengeluarkan
penerangan

udara
ini

gambar

3.4)

yang

panas,

blower

adalah
pada

digunanakan

melakukan pembengkokan pipa pvc.

alat

yang

praktikum

untuk

dapat

instalasi

membantu

dalam

Gambar 3.4 Blower


3

Bending Pipa PVC

Gergaji

Kabel / Penghantar
Ada

banyak

jenis

kabel

yang

sering

kita

gunakan

kehidupan kita sehari-hari untuk instalasi rumah dan lainlainnya. Terutama untuk seorang teknik, nama dan jenis kabel
listrik

wajib

diketahui.

berikut

penjelasan,

contoh,

dan

macam jenis dari kabel, baik yang umum kita lihat maupun
yang sering dipergunakan untuk instalasi tertentu.
1. Kabel NYA
Kabel jenis ini di gunakan untuk instalasi rumah, dalam
instalasi rumah yang sering di gunakan adalah NYA dengan
ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2, yang berinti tunggal, berlapis
bahan

isolasi

PVC

Kode

warna

isolasi

ada

warna

merah,

kuning, biru dan hitam. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis


sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel
udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman jika menggunakan
kabel tipe ini lebih baik kabel dipasang di dalam pipa atau
saluran penutup.

Gambar 3.5 Kabel NYA


2. Kabel NYM
Kabel

jenis

ini

hanya

direkomendasikan

khusus

untuk

instalasi tetap di dalam bangunan yang dimana penempatannya


biasa

di

luar/

di

dalam

tembok

ataupun

di

dalam

pipa

(conduit). Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan


isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang
berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua
lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel
NYA

(harganya

lebih

mahal

dari

NYA).

Kabel

ini

dapat

dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak


boleh ditanam.

Gambar 3.6 NYM


3. Kabel NYAF

Kabel

ini

direncanakan

dan

direkomendasikan

untuk

instalasi dalam kabel kotak distribusi pipa atau di dalam


duct.

Kabel

NYAF

merupakan

jenis

kabel

fleksibel

dengan

penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk


instalasi
tinggi.

panel-panel

Kabel

jenis

yang
ini

memerlukan

sangat

cocok

fleksibelitas

yang

untuk

yang

tempat

mempunyai belokan belokan tajam. Digunakan pada lingkungan


yang kering dan tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau
terkena pengaruh cuaca secara langsung.

Gambar 3.7 Kabel NYAF


6

Aturan Warna Kabel


Untuk

mengurangi

resiko

yang

ditimbulkan

akibat

kesalahan instalasi listrik, maka warna kabel listrik harus


sesuai

dengan

warna

standar

kabel

ketika

melakukan

instalasi. Berikut adalah warna standar kabel yang harus


diperhatikan:
Warna standar kabel untuk listrik satu phase:
1. Hitam: Phase
2. Biru: Netral
3. Kuning-Hijau: Ground
4. BC (kabel tanpa isolasi): GND yang ditanama ke tanah
Warna standar kabel untuk listrik tiga phase
1. Merah: Phase 1 (R atau U)
2. Kuning: Phase 2 (S atau V)
3. Hitam: Phase 3 (T atau W)

4. Biru: Netral (N)


5. Kuning-Hijau: Ground (GND atau PE)
6. BC (kabel tanpa isolasi): GND yang ditanama ke tanah
Di

atas

tadi

adalah

standar

warna

kabel

listrik

PLN,

sedangkan untuk tegangan DC warna kabel cukup beragam tetapi


umumnya warna merah adalah standar untuk tegangan positif
(+) dan warna hitam adalah standar untuk tegangan negatif
(-).

Prinsip Dasar Pemasangan Kabel


Ada dua teknik pemasangan kabel yang biasa diterapkan di

sebuah rumah, yaitu in bow dan out bow. Keduanya sama-sama


menempel

di

dinding

rumah.

Untuk

teknik

in

bow,

unit

perangkat listrik (stopkontak, kabel dan saklar) ditanamkan


ke dalam dinding sehingga terlihat menyatu dengan dinding.
Sedangkan teknik out bow, unit perangkat listrik diletakkan
pada permukaan dinding, seolah-olah menempel dan terlihat
menonjol pada permukaan dinding. Berikut prinsip dasar dalam
melakukan pemasangan kabel

1. Pemasangan Kabel pada Stopkontak

Gambar 3.8 skema Pemasangan Kabel pada Stop Kontak

Keterangan berdasarkan gambar 3.7


Kode Angka :
-

1 : Kabel 3 x 2,5 mm terhubung dengan sumber listrik.

2 :

Kabel 3 X 2,5 mm terhubung dengan jalur stopkontak

baru.
-

3 : Kabel 3 x 2,5 mm terhubung dengan jalur stopkontak


lama.

Kode Huruf :
-

A : Sambungan 3 kawat Berisolasi Hitam (Line Aktif)

B : Sambungan 3 kawat Berisolasi Biru (Neutral Netral)

C : Sambungan 3 kawat Berisolasi Kuning (Earth Arde)

2. Pemasangan Kabel pada Saklar


Diameter Kabel yang digunakan :
-

Kabel

1,5

mm

terhubung

dengan

sumber

listrik

stopkontak.
-

Kabel 1,5 mm terhubung dengan saklar.

Kabel 1,5 mm penghubung dengan lampu.

Warna Isolasi Kabel :


-

Sambungan kabel berwarna hitam/merah untuk dihubungkan


ke sumber

Sambungan

kabel

berwarna

biru

untuk

dihubungkan

ke

netral
8

Jenis Saklar
Saklar

termasuk

bahan

jadi

yang

merupakan

alat

yang

berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik


dari

sumber

tegangan

menuju

beban.

Saklar

sangat

banyak

macam

dan

jenisnya

penerangan,
banyak

untuk

lagi

mengenai

tegangan

jenisnya.

beberapa

sehari-hari:

misalnya:

di

untuk

tinggi,

Sebagai

macam
rumah,

yang
sekolah

keperluan
instalasi

pengetahuan
dijumpai
dan

instalasi
tenaga

dasar

dalam

dan

cukup

kehidupan

tempat-tempat

umum

lainnya.
Jenis-jenis sakelar pada dasarnya dibedakan menjadi:
1. Saklar Manual
2. Saklar Magnetic (MC)
3. Saklar Otomatis
Macam-macam

saklar

yang

digunakan

pada

praktek

bengkel

instalasi penerangan ialah sebagai berikut :

1. Saklar Seri
Saklar

seri

(lihat

gambar

3.8)

ini

gunanya

untuk

memutuskan dan menghubungkan dua buah kelompok lampu secara


bergantian.
Misalnya:
Lampu

yang

terdapat

terdapat

pada

taman

pada

ruangan

dapat

hidup

tamu

lampu

yang

sendiri-sendiri

atau

seluruhnya dihidupkan pada waktu bersamaan.

Gambar 3.9 Saklar Seri

dan

2. Saklar Tukar
Saklar tukar/hotel (lihat gambar 3.9)Saklar tukar/hotel
ini digunkaan apabila kita menghendaki melayani satu lampu
dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.
Misalnya:
Pada lorong-lorong dalam kamar yang dua pintu dan tangga
pada

rumah

bertingkat,

maka

kita

pakai

dua

buah

saklar

tukar.

Gambar 3.10 Saklar Tukar


3. Saklar Bel (Push Button)
Saklar
mengontrol

Bel

(lihat

motor-motor

gambar
listrik

3.10)banyak
dan

juga

untuk melayani bel, dan lain-lain.

Gambar 3.10 Saklar Bel


4. Saklar Impuls

digunakan
banyak

untuk

digunakan

Saklar impuls (lihat gambar 3.11) adalah suatu saklar


yang bekerja berdasarkan prinsip kerja magnet, dimana posisi
saklarnya

akan

berubah

setiap

impuls

bekerja.

Lamanya

mengoperasikan dari kontak tekan tidak mempengaruhi sistem


kerjanya. Saklar ini mempunyai dua posisi kontak, off pada
impuls

kedua

dan

kontak

on

pada

posisi

pertama.

Dalam mengendalikan (on dan off) suatu lampu menggunakan


push

button

impuls

sebagai

yang

control

bekerja

oleh

Bantu,
adanya

dipakai
impuls

suatu

saklar

(sinyal)

yang

diberikan dari push button.

Gambar 3.11 Saklar Impuls


5. Relay
Relay (lihat gambar 3.12) dianalogikan sebagai pemutus
dan

penghubung

seperti

halnya

fungsi

pada

tombol

(Push

Button) dan saklar (Switch). Pemahaman sederhananya adalah


bila

kita

kontaktor,

memberikan
maka

arus

saklar

listrik

internalnya

pada

coil

juga

relay

akan

atau

terhubung.

Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal


tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya
berbeda

pada

internal
Open= Bila

pada

kekuatan
relay

untuk

disebut

coil contactor

atau

menekan
sebagai
relay

tombolnya.

Saklar

kontak NO (Normally
dalam

keadaan

tak

terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi

terbuka

atau

tak

terhubung)

dan

kontak NC (Normally

Close= Sebaliknya dengan Normally Open).

Gambar 3.12 Relay


6. Timer
Timer (lihat gambar 3.13) juga mempunyai kontak NO dan
NC sama halnya denga relay. Dan yang membedakannya hanya
pada

kondisi

pengaktifannya

saja.

Kontak NO dan NC pada Timer (Time Delay Relay) akan


bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan
waktu

ini

dapat

kita

tentukan

pada

potensiometer

yang

terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah


menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10
detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus
listrik.

Gambar 3.13 Timer


7. Staircase
Staircase

(lihat

gambar

3.14)

merupakan

jenis

saklar

yang bekerja secara magnetis yang akan memutus rangkaian


secara

magnetis

sesuai

dengan

batasan

waktu

yang

telah

ditentukan pada saat beban bekerja. Staircase ini juga dapat


digunakan

untuk

pengontrolan

lampu

yang

menerus tanpa ada pengaruh waktu.

Gambar 3.14 Staircase


8. Light Dimmer Resistor (LDR)

menyala

terus

Light Dimmer Resistor (lihat gambar 3.15) merupakan


kontrol dari tingkatan pencahayaan sebuah lampu (brightness
control) dengan mengatur tegangan Vrms (Voltage root mean
square) maka intensitas cahaya bisa di atur dengan
menggunakan potensiometer atau variable resistor lainnya.

Gambar 3.15 Light Dimmer Resistor

Pipa Instalasi PVC


untuk melindungi kabel instalasi pada bengkel kali ini

menggunakan pipa pvc dengan diameter C 5/8 , perlindungan


kabel dengan pipa pvc dilakukan untuk mencegah kebocoran
listrik

ketika

antisipasi

terjadi

terhadap

konsleting

hewan

penggigit

atau

juga

biasanya

bisa
yang

untuk
sering

terjadi yaitu tikus, Selain itu adapun keunggulan pipa pvc


yang lainnya yaitu sebagai berikut,

Mudah dalam pemasangannya

Tahan terhadap bahan-bahan kimia berbahaya

Kuat dan kokoh

Bobot yang ringan

Tahan terhadap proses korosi

Mempunyai daya konduksi panas yang rendah

Biaya pemasangannya rendah

Mudah dan murah biaya perawatannya

Dengan Keunggalan tersebut maka pipa pvc ini yang cocok


digunakan dalam praktikum bengkel instalasi penerangan. Pipa
PVC dapat lihat pada gambar 3.16

Gambar 3.16 Pipa PVC


10 Kotak Sambung
Dalam

pekerjaan

instalasi,

untuk

suatu

keperluan

tertentu biasanya ada pemasangan kawat yang harus disambung


atau

dicabangkan.

Kawat

yang

disambung

menurut

ketentuan

peraturan instalasi tidak diijinkan berada di dalam pipa


karena dikhawatirkan sambungan akan putus pada waktu kawat

direntang pada waktu dimasukkan dalam pipa, sebab bila hal


ini terjadi maka akan berakibat timbulnya hubungan pendek
atau bahaya kebakaran.
Untuk menghindari hal ini maka penyambungan._kawat harus
dilakukan

dalam

kotak

sambungan

kawat

ada

yang

disebut

beberapa

kotak

macam,

hubung.

misalnya

Bentuk

sambungan

lurus, sambungan cabang dan sambungan cross. Untuk memenuhi


kebutuhan sambungan tersebut, maka perlu disediakan beberapa
macam jenis kotak sambung.
Jenis

kotak

sambung

yang

sering

kita

jumpai

dalam

instalasi listrik adalah :


1.

Kotak sambung cabang dua, Dalam prakteknya digunakan untuk


penyambungan lurus.

2.

Kotak sambung cabang tiga, pada umumnya dipergunakan untuk


sambungan

cabang

atau

percabangan.

Percabangan

biasanya dilakukan bita akan memasang stop kontak atau


sakelar.
3.

Kotak

sambung
biasanya

cabang

empat,

dipergunakan

Kotak

untuk

sambung

cabang

empat

sambungan

bentuk

cross

atau cabang empat.

Berikut dapat kita lihat berbagai macam bentuk kotak


sambung pada gambar 3.17

Gambar 3.17 Kotak Sambung