Anda di halaman 1dari 16

TB-MULTIDRUG RESISTENCE

M Chandra Fahlevi
I4A012108

Pembimbing
Dr. Nani Zaitun, Sp. PD
BAGIAN/SMF ILMU Penyakit Dalam
FK UNLAM RSUD ULIN
BANJARMASIN

Juni 2016

Definisi

Drug Resistance Tuberculosis atau TB


resisten obat adalah keadaan dimana
kuman Mycobacterium tuberculosis sudah
tidak dapat lagi dibunuh dengan obat anti
TB
Multi Drug Resistance (MDR) terjadi apabila
resisten terhadap isoniazid dan rifampisin,
dengan atau tanpa OAT lini pertama yang
lain, misalnya HR, HRE, HRS

Laporan kemudian berdatangan dari berbagai rumah sakit dan penjara,


mula-mula dari daerah New York dan kemudian di berbagai negara dari
Hongkong yang menyebutkan bahwa setidaknya sekitar 20% infeksi TB
terjadi dari kuman yang telah resisten
Diperkirakan prevalensi TB MDR di Indonesia pada tahun 2004 adalah
sebesar 8.900 kasus. Dua persen kasus TB MDR diperkirakan berasal dari
kasus TB baru dan 14,7% dari kasus TB yang mendapatkan pengobatan
ulang.5 Perkiraan ini mendekati temuan survei resistensi obat pertama di
Indonesia yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2006.
Survey ini menghasilkan proporsi TB MDR sebesar 1,8% dari kasus TB baru
dan 16,7% dari kasus TB yang mendapatkan pengobatan ulang.6

Diperkirakan prevalensi TB MDR di Indonesia pada tahun 2004


adalah sebesar 8.900 kasus. Dua persen kasus TB MDR
diperkirakan berasal dari kasus TB baru dan 14,7% dari kasus TB
yang mendapatkan pengobatan ulang.5 Survey ini menghasilkan
proporsi TB MDR sebesar 1,8% dari kasus TB baru dan 16,7%
dari kasus TB yang mendapatkan pengobatan ulang.6

ETIOLOGI
Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium
tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit
melengkung, tidak berspora dan tidak berkapsul
Dinding M.tuberculosis sangat
kompleks, terdiri dari lapisan
lemak cukup tinggi (60%).
Penyusun utama dinding sel
M.tuberculosis ialah asam
mikolat, lilin kompleks (complexwaxes), trehalosa dimikolat yang
disebut cord factor, dan
mycobacterial sulfolipids yang

PATOGENESIS TUBERKULOSIS

MEKANISME RESISTENSI

Suspek TB Resistan Obat


adalah
semua orang yang mempunyai
DIAGNOSIS
TB
MDR

gejala TB yang memenuhi satu atau lebih kriteria suspek di bawah


ini4:
1. Pasien TB gagal pengobatan kategori 2
2. Pasien TB pengobatan kategori 2 yang tidak konversi setelah
diobati
3. Pasien TB yang mempunyai riwayat pengobatan TB Non DOTS,
dan menggunakan pengobatan kuinolon dan obat suntik kini 2
minimal 1 bulan
4. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang gagal
5. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang tidak konversi setelah 3
bulan pengobatan
6. Pasien TB kasus kambuh (relaps), kategori 1 dan kategori 2
7. Pasien TB yang kembali setelah loss to follow-up (lalai
berobat/default) 25
8. Terduga TB yang mempunyai riwayat kontak erat dengan
pasien TB Resistan Obat
9. Pasien koinfeksi TB-HIV yang tidak respon terhadap pemberian
OAT

PENATALAKSANAAN
Pilihan paduan OAT MDR saat ini adalah paduan standar (standardized
treatment), yang pada permulaan pengobatan akan diberikan kepada semua
pasien TB RR/TB MDR.4
a. Paduan standar OAT MDR yang diberikan adalah:
Km Lfx Eto Cs Z (E) / Lfx Eto Cs Z (E)
Alternatif pengobatan standar pada kondisi khusus adalah sebagai berikut:

1) Jika sejak awal terbukti resistan terhadap kanamisin, maka paduan standar
adalah
sebagai berikut:
Cm Lfx Eto Cs Z - (E) / Lfx Eto Cs Z (E)

2) Jika sejak awal terbukti resistan terhadap fluorokuinolon maka paduan


standar
adalah sebagai berikut:
Km-Mfx-Eto-Cs-PAS-Z-(E) / Mfx-Eto-Cs-PAS-Z-(E)

3) Jika sejak awal terbukti resistan terhadap kanamisin dan fluorokuinolon (TB
XDR) maka paduan standar adalah sebagai berikut:
Cm-Mfx-Eto-Cs-PAS-Z-(E) / Mfx-Eto-Cs-PAS-Z-(E)

Paduan pengobatan ini diberikan dalam dua


tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan.
Tahap awal adalah tahap pemberian obat oral
dan suntikan dengan lama paling sedikit 6
bulan atau 4 bulan setelah terjadi konversi
biakan.
Tahap lanjutan adalah pemberian paduan OAT
oral tanpa suntikan.
Lama pengobatan seluruhnya paling sedikit 18
bulan setelah terjadi konversi biakan.
Lama pengobatan berkisar 19-24 bulan.4

MONITORING DAN EVALUASI


Sembuh
Pasien yang telah menyelesaikan pengobatan sesuai pedoman
pengobatan TB MDR tanpa bukti terdapat kegagalan, dan
Hasil biakan telah negatif minimal 3 kali berturut-turut dengan jarak
pemeriksaan minimal 30 hari selama fase lanjutan.
Pengobatan Lengkap
Pasien yang telah menyelesaikan pengobatan sesuai pedoman
pengobatan TB MDR tetapi tidak memenuhi definisi sembuh maupun
gagal.
Meninggal
Pasien meninggal karena sebab apapun selama masa pengobatan TB
MDR

Gagal

Pengobatan TB MDR diberhentikan atau membutuhkan perubahan


panduan pengobatan TB MDR yaitu < 2 obat TB MDR yang
disebabkan oleh salah satu dari beberapan kondisi dibawah ini yaitu :
Tidak terjadi konversi dengan akhir bulan ke-8 pengobatan.
Terjadi reversi pada fase lanjutan (setelah sebelumnya konversi).
Terbukti terjadi resistensi tambahan terhadap obat TB MDR golongan
kuinolon atau obat injeksi lini kedua
Terjadi efek samping obat yang berat.
Lost Follow-up
Pasien terputus pengobatannya selama dua bulan berturu-turut atau
lebih.
Tidak di Evaluasi
Pasien yang tidak mempunyai/tidak diketahui akhir pengobatan TB
MDR termasuk pasien TB MDR yang pindah ke fasyankes di daerah
lain dan hasil akhir pengobatan Tbnya tidak diketahui.

Pemantauan juga dilakukan meskipun


sudah dinyatakan sembuh atau
pengobatan lengkap dengan tujuan
untuk mengevaluasi kondisi pasien
pasca pengobatan. Pemeriksaan yang
dilakukan meliputi pemeriksaan fisik,
pemeriksaan dahak, biakan dan foto
thoraks, dilakukan setiap 6 bulan sekali
selama 2 tahun kecuali timbul gejalan
dan keluhan TB.