Anda di halaman 1dari 10

Morning Report

Rahel Tjandrawan
112015159 / X

Seorang anak laki laki 2 tahun diantar ibunya


datang ke Poli Anak dengan keluhan sulit BAB
sejak 2 hari yang lalu. Perut dirasakan keras
dan nyeri, anak tampak suka mengedan saat
beraktivitas. Demam sejak 2 hari yang lalu,
demam terus menerus. Terdapat kenaikan
berat badan. Dua minggu yang lalu pernah
sakit seperti ini, namun tidak ditemukannya
demam. BAB banyak, dengan ukuran tinja
seperti orang dewasa. Tidak ditemukannya
darah maupun perubahan warna pada tinja.

Identitas Pasien

Nama : Keenan Ghamae Afandi


Tanggal Lahir
: 16 November 2013
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Identitas orang tua
Nama Ayah : Tn. Andyan
Umur : 29 tahun
Pekerjaan : Karyawan swasta

Nama Ibu : Ny. Siti Fatiyah


Umur : 27 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat: Kp Kaum RT 007/ 005
No. HP : 085782833252

Subjective
Keluhan utama: Susah BAB sejak 1
minggu yang lalu.
Riwayat penyakit sekarang:
(alloanamnesa) Pasien mengeluh susah
BAB sejak 1minggu yang lalu. Perut
dirasakan keras dan nyeri, suka
mengedan. Demam sejak 2 hari yang lalu,
demam terus menerus. Terdapat kenaikan
berat badan.
Riwayat penyakit dahulu: Dua minggu
yang lalu pernah sakit seperti ini, namun
tidak ditemukannya demam. BAB banyak,

Riwayat penyakit keluarga: tidak ada keluarga


yang menderita hal yang sama
Riwayat pengobatan: Dengan Microlax untuk
mengatasi kesulitan BAB, namun dihentikan
karena takut ketergantungan. Dan Tempra untuk
mengatasi demam.
Riwayat sosial: Pasien suka mengkonsumsi buah
buahan dan cukup minum air.

Riwayat kehamilan: G1P1A0, rajin ANC, tidak


mengkonsumsi obat-obatan selama hamil
Riwayat kelahiran: Lahir dibantu bidan, normal,
BBL 3,2kg
Riwayat Imunisasi: diakui lengkap

Objective
Keadaan Umum: Tamoak sakit ringan dan rewel
Tanda Vital:
Frekuensi nadi: 130/menit, kuat angkat, reguler
Frekuensi nafas: 32 kali/menit abdominothoracal
Suhu tubuh: 37C

Data Antopometri
BB: 13kg
TB: 74cm
PF abdomen:
Inspeksi tampak membuncit, tidak ada bekas operasi
Palpasi: perut teraba tegang, nyeri tekan (+), tidak teraba masa
abdomen
Perkusi: terdapat masa
Auskultasi: BU (+) normal

Pemeriksaan colok dubur tidak dilakukan

Assestment
Working diagnosis:
Konstipasi Idiopatik

Kelambatan pasase feses yang


mengangkut konsistensi tinja dn
frekuensi defekasi. Pasien harus
mengedan, feses keras atau ssperti
pelet. Frekuensi kurang dari
3kali/minggu, konsistensi lebih keras
dan banyak dari biasanya. Keluhan bisa
lebih dari 2 minggu dan mengakibatkan
stress pada penderitanya.

Diagnosis Banding:
Hirschprung
Gejala ada sejak lahir, keterlambatan pengeluaran
mekoium >48 jam, distensi yang prominen, demam,
mual muntah, diare berdarah akibat enterokolitis,
gagal tumbuh.
Hipotiroidisme
Kelemahan tubuh, hambatan perkembangan, kulit
kering, makroglosia, dan hernia umbilikalis.
Konstipasi Sekunder
Terdepat penyebab organik atau sistemik yang
mendasari.

Planning
Medikamentosa
Per oral: Minyak mieral 15-30ml/tahun usia, Dulcolax
Per rectal: enema fosfat hipertonik (3ml/kgBB 1-2
hari/hari, maximal pemberian 6 kali pemberiab)

Non medika mentosa


Konsumsi pepaya, tingkatkan konsumsi serat yang
berasal dari buah-buahan, sayur-sayuran dan sereal.
Perbanyak aktivitas fisik, dan perbaiki toliet training
Konsumsi probiotik