Anda di halaman 1dari 59

MATA MERAH

VISUS
TURUN

FLAVIANUS R.L. WAYAN


(112015022)

ANATOMI MATA

MATA MERAH
Pelebaran pembuluh darah konjungtiva yang
melapisi sklera atau pecahnya pembuluh
darah konjungtiva warna merah pada
mata.
Mata merah juga dapat terjadi akibat
pecahnya pembuluh darah pada konjungtiva
yaitu a. konjungtiva posterior, a. siliar
anterior dan percabangannya, sehingga
darah tertimbun di bawah jaringan
konjungtiva (perdarahan subkonjungtiva.)
Pelebaran pembuluh darah konjungtiva
dibedakan menjadi :
Injeksi Siliar
Injeksi Konjungtiva

MATA MERAH

Asal
Memperdarahi
Lokalisasi
Warna
Arah aliran/lebar
Konjungtiva digerakkan
Ditetesi epinefrin 1:1000
Penyakit
Sekret
Penglihatan

Injeksi Konjungtiva

Injeksi Siliar (perikornea)

Injeksi Episkleral

a. siliar

a. siliar longus

Konjungtiva bulbi

Kornea dan segmen anterior

Intraokular

Konjungtiva

Dasar konjungtiva

Episklera

Merah

Ungu

Merah gelap

Ke perifer (limbus)

Ke sentral (kornea)

Ke sentral (kornea)

Ikut bergerak

Tidak bergerak

Tidak bergerak

Menciut

Tidak menciut

Tidak menciut

Konjungtiva

Iris, glaukoma

Normal

Menurun

Sangat turun

a. konjungtiva posterior

Glaukoma, edoftalmitis,
panoftalmitis

1. KERATITIS

KERATITIS
Peradangan pada lapisan kornea
KLASIFIKASI
BERDASARKAN
LAPISAN

Keratitis
pungtata
Keratitis
marginalis
keratitis
interstitial

BERDASARKAN
ETIOLOGI

Keratitis
bakteri
Keratitis
virus
keratitis
Jamur
Keratitis
alergi

Keratitis Pungtata
Keratitis pada kelenjar Bowman, dengan infiltrat berbentuk
bercak-bercak halus dipermukaan kornea, yang dapat
disebabkan oleh berbagai penyakit infeksi virus antara lain virus
herpes, herpes zoozter, vaksinia, trakoma, radiasi, dan mata
kering.

KERATITIS
PUNGTATA

Keratitis
pungtata
superfisial
Radang kornea
berupa
multiple, kecil
di permukaan
kornea, akibat
dari bakteri,
jamur, def
vitamin B2,
trauma kimia
dan sinar UV

Keratitis pungtata
superfisial
thygeson

Bentuk
kelainan bulat
atau lonjong
berwarna putih
abu-abu yang
biasanya
merupakan
kelompok
butir-butir
yang terletak
menonjol di
kornea

Keratitis
subepitel

Keratitis yang
terkumpul
didaerah
membran
bowman.

Keratitis Marginalis

Infiltrat yang tertimbun pada kornea perifer, sejajar dengan limbus.bila tidak
diobati akan menyebabkan tukak pada kornea.

Bersifat rekuren, dengan adanya streptococcus, pneumonia, moraxella


lacunata, dan esrichia.

Gejala
- nyeri
- Rasa mengganjal
- Lakrimasi
- Fotofobia berat

Terapi

Antibiotik

Vitamin B dan C dengan dosis tinggi

Keratitis Interstitial

Keratitis yang terjadi pada jaringan


kornea lebih dalam, keratitis
nonsupuratif profunda yang disertai
dengan neovaskularisasi.
Gejala

Keratitis akibat sifilis, akan


ditemukan :

- trias hutchinson
- sadlenose
- serologik (+)

Fotofobia

Keluar banyak air mata


bilateral

Antibiotik, anti jamur, antivirus

Penurunan visus

Atropin tetes mata -> mencegah


sinekia

Pada kornea keruh.


Terdapat injeksi siliar,
disertainpembuluh darah
kearah dalam sehingga

Terapi

Keratitis bakterial
Keratitis yang disebabkan : Staphilococccus, Pseudomonas,
Hemophilus, Streptococcus, Enterobacteriacea.

Faktor predisposisi yaitu penggunaan kontak lensa, trauma,


kontaminasi obat tetes.

Gejala:
- kelopak mata lengket setiap bangun pagi
- mata silau
- merah, berair
- penglihatan berkurang

Penatalaksanaan

Keratitis Jamur
Trauma pada kornea oleh ranting pohon, daun dan bagian
tumbuh-tumbuhan.

Etiologi

Fusarium, Candida, filamentous, yeast, Aspergillus

Gejala

Mata nyeri hebat

Lakrimasi, fotofobia

Visus menurun.

Pada mata tampak infiltrat kelabu, disertai


hipopion, peradangan, ulserasi superfisial,
dan satelit yang terletak dalam strome.

Diagnosis

Preparat KOH 10% -> akan menunjukan adanya


hifa.
Terapi
Gentamisin setiap 1 2 jam.
Anti jamur polines ( amfoterisin B, natamisin, nystatin), azoles
( imidazole, ketokonazole, midonazole), triazole (fluoconazole,
voriconazole) dan fluorinated pyrimidin (flucytocine)

Keratitis Virus
Herpes Simplek
Sebabkan infeksi kornea kronis, dengan gejala;
- Pembuluh darah halus pada mata
- Visus menurun
- Jaringan parut dan glaukoma.
-

Bentuk infeksi
Epitelial (sel epitel)
Stroma (antigen antibodi)

Terapi
Antiviral (IDU, acyclovir)

IDU dalam larutan 1% tiap satu jam atau


salep 0,5% tiap 4 jam.
Acyclovir diberikan setiap 4 jam

Keratitis Herpes Zoster


Infeksi varicella zoster
Subjektif

objektif

Penderita datang dengan rasa nyeri disertai


edema kulit yang tampak kemerahan pada
daerah dahi, alis dan kelopak atas serta adanya
vesikel.
tampak erupsi kulit pada daerah yang dipersarafi oleh cabang
oftalmik nervus trigeminus. Erupsi unilateral dan tidak
lewati garis median. Palpebra menyempit jika kelopak atas
membengkak.

Terapi
- acyclovir oral atau topikal
- jika terdapat infeksi sekunder -> antibiotik

KERATITIS
DIMMER/NUMULARIS
Infiltrat bundar berkelompok, tepi berbatas tegas. Berjalan
lambat, dan unilateral, seringkali didapatkan pada petani sawah.
Gejala

Subjektif: fotofobia
Objektif: Injeksi siliar, disertai lakrimasi
Terapi

Kortikosteroid topikal

Keratitis Felamentosa
Adanya filamen mukoid dan deskuamasi sel epitel pada permukaan
kornea, gambaran khusus berupa filamen epitel halus.
Gejala:
- rasa mengganjal
- nyeri dan mata merah
- fotofobia, blefarospasme dan epifora.
Terapi
larutan hipertonik NaCl 5%
Air mata hipertonik

Keratitis Alergi

Keratitis Flikten
peradangan pada kornea yang merupakan reaksi imun
Benjolan berwarna putih kekuningan berdiameter 2-3 mm pada limbus, dapat berjumlah 1 atau lebih.

Benjolan putih kemerahan dipinggiran mata yang


hitam, apabila jaringan kornea terkena maka
mata berair, silau, nyeri dan penglihatan kabur.

Pada flikten terdapat penimbunan sel limfoid dan sel eosinofil yang cenederung menyerang kornea.

Subjektif

objektif

Benjolan putih kekuningan pada daerah limbus


yang dkelilingi daerah konjungtiva yang
hiperemis.

Keratitis Lagoftalmus
Keratitis

akibat lagoftalmus

Lagoftalmus

Kelopak
mata tidak
tertutup

Etiologi
Sikatrik kelopak
Parese N VII

Terapi
Mengatasi kausa
Air mata buatan

Mata kering

Keratokonjungtivitis Sika
Keringnya kornea & konjungtiva, akibat dari kurangnya
sekresi kelenjar lakrimal dan atau sel goblet.
Pada tingkat dry eyes, kejernihan konjungtiva dan kornea
hilang.
Pada Pemeriksaan

Erosi kornea
Sekresi mukus
Edema konjungtiva bulbi
Tes pemeriksaan

Tes Schrimer berkurang


Tear film break up time berkurang

Terapi

Air mata buatan


Lensa kontak
Penutupan pungtum larima

Keratitis Neuroparalitik

Kelainan saraf
trigeminus
Gejala

Penglihatan
Fotofobia

Pada pemeriksaan

Injeksi siliar
permukaan kornea keruh
infiltrat dan vesikel

Kekeruhan kornea

Terapi
Air mata buatan
Pemberian salep

Ulkus Kornea
Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea
akibat kematian jaringan kornea, yang ditandai dengan adanya
infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, dan
diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel
sampai stroma.

Etiologi

Infeksi Bakteri: P. aeraginosa, Streptococcus pneumonia dan


spesies Moraxella merupakan penyebab paling sering.
Infeksi Jamur: Candida, Fusarium, Aspergilus, Cephalosporium,
dan spesies mikosis fungoides.
Infeksi virus: Ulkus kornea oleh virus herpes simplex cukup
sering dijumpai. Infeksi virus lainnya varicella-zoster, variola,
vacinia (jarang).
Acanthamoeba: protozoa hidup bebas yang terdapat didalam
air yang tercemar yang mengandung bakteri dan materi
organik. Semakin dikenal pada pengguna lensa kontak lunak.

Non infeksi:
Bahan kimia, bersifat asam atau basa tergantung PH.

Radiasi/suhu
Sindrom Sjorgen (mata kering)
Defisiensi vitamin A
Obat-obatan (kortikosteroid, IDU (Iodo 2 dioxyuridine), anestesi
lokal, imunosupresif)
Kelainan dari membran basal, misalnya karena trauma.
Pajanan (exposure)
Neurotropik

Sistem Imun (Reaksi Hipersensitivitas)


Granulomatosa wagener
Rheumathoid arthritis

Berdasarkan lokasi , dikenal ada 2 bentuk ulkus kornea ,


yaitu:
1.

Ulkus kornea sentral (Ulkus kornea bakterialis, Ulkus kornea


fungi, Ulkus kornea virus, Ulkus kornea acanthamoeba

2.

Ulkus kornea perifer (Ulkus marginal, Ulkus mooren (ulkus


serpinginosa kronik/ulkus roden), Ulkus cincin (ring ulcer))

Ulkus kornea
bakterialis

Ulkus kornea
pseudomonas

Ulkus kornea fungi

Ulkus kornea dendritik

Ulkus kornea
acanthammoeba

Ulkus kornea herpetik

Ulkus marginal

Ulkus Mooren

Diagnosis
Gejala Subjektif

Eritema pada kelopak mata dan konjungtiva

Sekret mukopurulen

Merasa ada benda asing di mata

Pandangan kabur

Mata berair

Bintik putih pada kornea, sesuai lokasi ulkus

Silau

Nyeri

Infiltat yang steril dapat menimbulkan sedikit


nyeri, jika ulkus terdapat pada perifer kornea
dan tidak disertai dengan robekan lapisan
epitel kornea.

Gejala Objektif

Injeksi siliar

Hilangnya sebagian jaringan


kornea, dan adanya infiltrat

Hipopion

Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti :


Ketajaman penglihatan
Tes refraksi
Tes air mata
Pemeriksaan slit-lamp
Keratometri (pengukuran kornea)
Respon reflek pupil
Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi
Goresan ulkus untuk analisa atau kultur (pulasan gram, giemsa atau KOH)

Tata Laksana

Sulfas atropine
Sikopolamin sebagai midriatika
Analgetik
Antibiotik/antijamur/antiviral

UVEITIS
ANTERIOR

Definisi
Uveitis anterior adalah peradangan yang mengenai iris dan
badan siliaris yang disebut juga iridosiklitis.

Berdasark
an
asalnya

endogen
eksogen

Etiologi

Penyakit infeksi (uveitis granulomatosa)


o Virus virus sitomegalo, herpes simpleks, herpes zoster, rubella, rubeola, HIV, virus epstein-barr, virus
coxsackie.
o Bakteri mycobacterium tuberculosis, brucellosis, sifilis sporadik dan endemik, nocardia, neisseria
meningitides, mycobacterium avium-intracellulare, yersinia, dan borrelia.
o Fungus candidia, histoplasma, cryptococcus, dan aspergillus.
o Parasit toxoplasma, toxocara, cysticercus, dan onchocerca.

Penyakit non infeksi (uveitis non granulomatosa)


o Autoimun penyakit behcet, sindroma vogt-koyanagi-harada, poliarteritis nodosa, ofthalmia simpatis,
vaskulitis retina.
o Keganasan sarkoma sel retikulum, melanoma maligna, leukemia, lesi metastatik.
o Etiologi tak diketahui sarkoidosis, koroiditis geografik, epiteliopati pigmen plakoid multifokal akut,
retinopati birdshot, epiteliopati pigmen retina.


Onset

Non- Granulomatosa
Akut

Granulomatosa
Tersembunyi

Nyeri

Nyata

Tidak ada atau ringan

Fotofobia

Nyata

Ringan

Penglihatan

Sedang

Nyata

Kabur

Nyata

Ringan

Merah

Putih halus

Kelabu

Sirkumneal

Kecil dan tak teratur

fat)

Keratic

Kadang-kadang

Kecil dan tak teratur

precipitates

Tidak ada

Kadang-kadang

Pupil

Uvea anterior

Kadang-kadang

Sinekia

Akut

Uvea

posterior

Sering

posterior,difus

besar

Noduli iris

Kronik

Lokasi

Kadang-kadang

Perjalanan
penyakit

(mutton

anterior,

Derajat berat ringannya flare


0 tidak ditemukan
1+ flare terlihat dengan pemeriksaan yang teliti
2+ flare tingkat sedang, iris masih terlihat bersih
3+ kekeruhan lebih berat, iris dan lensa sudah keruh
4+ flare sangat berat, fibrin menggumpal pada akuous
humor

Diagnosis
Anamnesis

Mata sakit, merah, sekret (-), silau, pandangan kabur/penurunan tajam


penglihatan
Perlu ditanyakan mengenai riwayat penyakit sekarang karena dapat
menjadi faktor penyebab
Pemeriksaan Oftalmologi

- visus
- perubahan TIO
- injeksi silier
- keratik presipitat pada kornea
- flare pada COA
- sinekia

Penatalaksanaan
Topikal
Midriatikum/sikloplegik
Anti inflamasi
Antibiotik
Sistemik
Antibiotik
Kortikosteroid oral

HIFEMA
Adanya darah pada COA
Dapat terjadi akibat trauma yang menyebabkan pecahnya
sirkulus iridis mayor
Jika membeku disebut koagulum
Rubeosis iridis neovaskularisasi (biasa pada glaucoma)

Grading
1: darah mengisi kurang dari 1/3 bilik mata depan
2: darah mengisi 1/3 bilik mata depan
3: darah mengisi - hampir total dari bilik mata depan
4: total diisi oleh darah, sering disebut blackball atau 8-ball
hyphema

HIFEMA (2)
Penatalaksanaan
Rawat minimal 5 hari, karena setelah hari kelima bisa terjadi rebleeding atau
perdarahan sekunder
Kepala dielevasi 30-45o agar darah dapat turun/mengendap dengan adanya
gravitasi sehingga tidak menutupi pupil, karena apabila menutupi pupil, bisa
terjadi pupillary block, dan dapat menyebabkan glaucoma. Bila terjadi pupillary
block maka diberi midriatikum
Antifibrinolitik (transamine) untuk mencegah lisisnya koagulum
Antibiotic topikal
Kortikosteroid topikal apabila hifema penuh, untuk menyelamatkan macula dari
Berlins Edema, karena keadaan makula tidak diketahui
Vit C
Parasentesis dilakukan apabila mulai ada tanda-tanda awal komplikasi atau bila
TIO tidak turun dalam 24 jam

Endoftalmitis
Endoftalmitis adalah peradangan berat yang terjadi pada
seluruh jaringan intraocular, yang mengenai dua dinding bola
mata, yaitu retina dan koroid tanpa melibatkan sklera dan
kapsula tenon, yang biasanya terjadi akibat adanya infeksi.
Etiologi
Endoftalmitis yang disebabkan oleh infeksi dan endoftalmitis yang
disebabkan oleh imunologis atau auto imun (non infeksi).

Endoftalmitis yang disebabkan oleh infeksi dapat bersifat:


Endogen: akibat penyebaran bakteri, jamur ataupun parasit
dari fokus infeksi di dalam tubuh, yang menyebar secara
hematogen ataupun akibat penyakit sistemik lainnya, misalnya
endocarditis.
Eksogen: akibat trauma tembus atau infeksi sekunder /
komplikasi yang terjadi pada tindakan pembedahan yang
membuka bola mata, reaksi terhadap benda asing dan trauma
tembus bola mata. Bakteri gram positive menyebabkan 56-90%
dari seluruh kasus endoftalmitis. (gram positif: staphylococcus
epidermidis, staphylococcus aureus, dan spesies streptococcus.
Bakteri gram negatif: pseudomonas, escherichia coli dan
enterococcus).

Endoftalmitis fakoanafilaktik: endoftalmitis unilateral ataupun


bilateral yang merupakan reaksi uvea granulomaosa terhadap lensa
yang mengalami ruptur. Endoftalmitis fakoanafilaktik merupakan
suatu penyakit autoimun terhadap jaringan tubuh (lensa) sendiri.

Diagnosis

Gejala Subjekif
Fotofobia
Nyeri pada bola mata
Penurunan tajam penglihatan
Nyeri kepala
Mata terasa bengkak
Kelopak mata bengkak, merah, kadang sulit untuk dibuka

Gejala Objektif
Udem Palpebra Superior
reaksi konjungtiva berupa hiperemis dan kemosis
Injeksi siliar dan injeksi konjungtiva
Udem Kornea
Kornea keruh
keratik presipitat
Bilik mata depan keruh
Hipopion
Kekeruhan vitreus
Penurunan refleks fundus dengan gambaran warna yang agak
pucat ataupun hilang sama sekali.

Pemeriksaan penunjang:
Kultur cairan COA dan corpus vitreus
Pemeriksaan darah lengkap, LED, kadar nitrogen, urea darah,
kreatinin.
Foto rontgen thoraks
USG jantung
Kultur darah, urin, LCS, sputum, tinja

Tata Laksana

Antibiotik yang sesuai dengan organisme penyebab.


Bakteri: penisilin, sefalosporin, aminoglikosida
Jamur: Amfoterisin B, Clotrimazol, Ketokonazol

Steroid secara topikal, konjungtiva, intravitreal, atau secara


sistematik, yang digunakan untuk pengobatan semua jenis
endoftalmitis.
Sikloplegia tetes dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri,
stabilisasi aliran darah pada mata dan mencegah terjadinya
sinekia.
Tindakan Vitrektomi.

Panoftalmitis
Panoftalmitis merupakan peradangan seluruh bola mata
termasuk sklera dann kapsul tenon sehingga bola mata
merupakan rongga abses. Infeksi dapat melalui peredaran
darah (endogen) atau perforasi bola mata (eksogen), dan akibat
ulkus kornea perforasi.
Etiologi
Bila penyebab panoftalmitis adalah bakteri, perjalanan penyakit cepat
dan berat. Sedangkan bila akibat jamur perjalanan penyakit perlahanlahan atau gejala terlihat beberapa minggu sesudah infeksi.

Gejala

Kemunduran tajam penglihatan


Rasa sakit
Mata menonjol
Edema kelopak
Konjungtiva kemotik
Kornea keruh
Hipopion
Adanya refleks putih dalam fundus dan okuli

Tata laksana

Pengobatan panoftalmitis adalah dengan antibiotika dosis


tinggi dan bila gejala radang sangat berat dilakukan segera
eviserasi isi bola mata.

Komplikasi

Penyulit panoftalmitis dapat membentuk jaringan granulasi


disertai vaskularisasi dari koroid. Panoftalmitis dapat
berakhir dengan terbentuknya fibrosis yang akan
mengakibatkan ftisis bulbi.

GLAUKOMA AKUT
Definisi
Merupakan suatu episode akut dari meningkatnya tekanan intra okular yang
terjadi hingga beberapa kali dikarenakan adanya sumbatan pada pengaliran
humor akueous secara tiba-tiba.
Faktor Predisposisi
Faktor anatomis yang menyebabkan sudut sempit adalah :
Bulbus okuli yang pendek
Tumbuhnya lensa
Kornea yang kecil
Tebalnya iris

Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakan atas dasar tiga gejala
dasar yakni :
Mata merah unilateral dengan injeksi
konjungtiva atau silier
Pupil yang dilatasi
Bola mata keras pada palpasi
Penemuan lainnya :
Kornea pudar dan berkabut dengan edem
epitel
COA dangkal atau kolaps secara komplit.
Fundus akan digelapkan oleh karena
opasifikasi dari epitel kornea. persepsi dari
pergerakan tangan.

Penatalaksanaan
Prinsip Therapi Medikal pada Glaukoma primer sudut
tertutup
Penurunan osmotik pada volume dari vitreous dilakukan
melalui larutan hiperosmotik sistemik (gliserin oral 1-1,5
gram/kgBB atau mannitol intravena 1-2 gram/kgBB)
Penurunan produksi humor akueus dengan carbonic
anhidrase
inhibitor
(acetazolamide
IV
250-500
gram/kgBB). Kedua langkah dilakukan pada therapi
inisial untuk mengurangi tekanan intraokular hingga
dibawah 50-60 mmHg
Iris ditarik dari sudut COA dengan pemberian obat
miotika topikal. Therapi simptomatik dengan analgesik,
antiemetik, dan sedatif dapat diberikan jika diperlukan

Topikal
Pilokarpin 2%
(miotikum) gtt 1 tiap
menit selama 5 menit,
tiap jam selama 6 jam,
maintenance 6x/hari
Timolol 0,5% (betablocker) 2x/hari untuk
mengurangi produksi
aqueous humor