Anda di halaman 1dari 12

PRANCANGAN ALAT PABRIK

RESUME TANGKI PENYIMPANAN DAN JENIS PENGADUK

DisusunOleh

1.
2.
3.
4.

Nama
Deni Faisal
Fajar Nuansa Pertiwi
Mhd Aan Hardiana
Trisyani Lusianti

NIM
21113012
21113015
21113019
21113028

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SERANG RAYA
SERANG
2016

Tangki Penyimpanan ( Storage Tank)

Tanki penyimpanan atau storage tank menjadi bagian yang penting dalam suatu
proses industri kimia karena tanki penyimpanan tidak hanya menjadi tempat
penyimpanan bagi produk dan bahan baku tetapi juga menjaga kelancaran
ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat menjaga produk atau bahan baku dari
kontaminan ( kontaminan tersebut dapat menurunkan kualitas dari produk atau bahan
baku ) . Pada uumunya produk atau bahan baku yang terdapat pada industri kimia
berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dalam bentuk padatan
(solid).
Storage tank atau tanki penyimpanan dapat memiliki bermacam macam bentuk
dan tipe, masing masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan serta kegunaan
masing masing .
Secara umum tanki penyimpanan dapat di bagi menjadi dua bila diklasifikasikan

berdasarkan tekanannya ( tekanan internal ) yaitu [1,2] :


Tanki Atmosferik (Atmospheric Tank)
Tanki Bertekanan (Pressure Tank)
TANGKI ATMOSFERIK
Terdapat beberapa jenis dari tanki timbun tekanan rendah ini yaitu :
Fixed cone Roof tank , digunakan ujntuk menimbun atau menyimpan berbagai
jenis fluida dengan tekanan uap rendah atau amat rendah ( mendekati atmosferik )
atau dengan kata lain fluida yang tidak mudah menguap namun pada literatur
lainnya menyatakan bahwafixed roof ( cone atau dome ) dapat digunakan untuk
menyimpan semua jenis produk ( crude oil, gasoline , benzene, fuel dan lain lain
termasuk produk atau bahan baku yang bersifat korosif , mudah terbakar,
ekonomis bila digunakan hingga volume 2000 m^3, diameter dapat mencapai 300
ft ( 91.4 m ) dan tinggi 64 ft ( 19.5 m ).
Tanki umbrella, kegunaanya sama dengan fixed cone roof bedanya adalah bentuk
tutupnya yang melengkung dengan titik pusat meredian di puncak tanki.
Tanki tutup cembung tetap ( fixed dome roof ) , bentuk tutupnya cembung
,ekonomis bila digunakan dengan volume > 2000 m^3 dan bahkan cukup
ekonomis hingga volume 7000 m^3 ( dengan D < 65 m ) , kegunaanya sama
dengan fix cone roof tank.
Tanki Horizontal, tanki ini dapat menyimpan bahan kimia yang memiliki tingkat
penguapan rendah ( low volatility ) , air minum dengan tekanan uap tidak
melebihi 5 psi, diameter dari tanki dapat mencapai 12 feet ( 3.6 m ) dengan
panjang mencapai 60 feet ( 18.3 m ).
Tanki Tipe plain Hemispheroid, digunakan untuk menimbun fluida ( minyak )
dngan tekanan uap ( RVP ) sedikit dibawah 5 psi.

Tanki tipe Noded Hemispheroid, untuk menyimpan fluida ( light naptha pentane )
dengan tekanan uap tidak lebih dari 5 psi.
Tanki Plain Spheroid , tanki bertekanan rendah dengan kapasitas 20.000 barrel .
Tanki Tipe Noded Spheroid
Baik Fixed cone dan dome roof dapat memiliki internal floating roof, biasanya
dengan penggunaan floating roof ditujukan untuk penyimpanan bahan bahan
yang mudah terbakar atau mudah menguap , kelebihan dari penggunaan internal
floating roof ini adalah :
Level atau tingkat penguapan dari produk bisa dikurangi
Dapat mengurangi resiko kebakaran

PREASSURE TANK
Dapat menyimpan fluida dengan tekanan uap lebih dari 11,1 psi dan umumnya
fluida yang disimpan adalah produk produk minyak bumi.
Tanki peluru ( bullet tank ) , tanki ini sebenarnya lebih sebagai pressure vessel
berbentuk horizontal dengan volume maksimum 2000 barrel biasanya digunakan
untuk menyimpan LPG, LPG , Propane, Butane , H2, ammonia dengan tekanan
diatas 15 psig.
Tanki bola ( spherical tank ) , pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan
gas gas yang dicairkan seperti LPG, O2, N2 dan lain lain bahkan dapat
menyimpan gas cair tersebut hingga mencapai tekanan 75 psi, volume tanki dapat
mencapai 50000 barrel , untuk penyimpanan LNG dengan suhu -190 ( cryogenic )
tanki dibuat berdinding double dimana diantara kedua dinding tersebut diisi
dengan isolasi seperti polyurethane foam , tekanan penyimpanan diatas 15 psig.
Dome Roof tank , untuk menyimpan bahan bahan yang mudah terbakar,
meledak , dan mudah menguap seperti gasoline, bahan disimpan dengan tekanan
rendah 0.5 15 psig.
Terdapat juga tanki penyimpanan khusus yang digunakan untuk menyimpan liquid
( H2, N2, O2, Ar, CO2 ) pada temperature yang sangat rendah ( cryogenic ) ,
dimana untuk jenis tanki ini diperlukan isolasi ( seperti pada spherical tank ) dan
dioperasikan pada tekanan rendah.

Tangki Berpengaduk

Pengadukan dan pencampuran merupakan operasi yang penting dalam


industri kimia. Pencampuran (mixing) merupakan proses yang dilakukan untuk
mengurangi ketidakseragaman suatu sistem seperti konsentrasi, viskositas, temperatur
dan lain-lain.
Pencampuran dilakukan dengan mendistribusikan secara acak dua fasa atau
lebih yang mula-mula heterogen sehingga menjadi campuran homogen.

Peralatan

proses pencampuran merupakan hal yang sangat penting, tidak hanya menentukan
derajat homogenitas yang dapat dicapai, tapi juga mempengaruhi perpindahan panas
yang terjadi. Penggunaan peralatan yang tidak tepat dapat menyebabkan konsumsi
energi berlebihan dan merusak produk yang dihasilkan. Salah satu peralatan yang
menunjang keberhasilan pencampuran ialah pengaduk.
Hal yang penting dari tangki pengaduk dalam penggunaannya antara lain:
1. Bentuk : pada umumnya digunakan bentuk silindris dan bagian bawahnya cekung
2. Ukuran: yaitu diameter dan tinggi tangki
3. Kelengkapannya:
a.
b.
c.
d.

ada tidaknya baffle, yang berpengaruh pada pola aliran di dalam tangki
jacket atau coil pendingin/pemanas yang berfungsi sebagai pengendali suhu
letak lubang pemasukan dan pengeluaran untuk proses kontinu
kelengkapan lainnya seperti tutup tangki, dan sebagainya.

Skema lengkap dari sebuah tangki berpengaduk sederhana ditunjukkan pada


Gambar 2.

Gambar 2 Sketsa dan dimensi tangki pengaduk sederhana


Jenis Pengaduk
Pengaduk dalam tangki memiliki fungsi sebagai pompa yang menghasilkan
laju volumetrik tertentu pada tiap kecepatan putaran dan input daya. Input daya
dipengaruhi oleh geometri peralatan dan fluida yang digunakan. Profil aliran dan
derajat

turbulensi

merupakan

aspek

penting

yang

mempengaruhi

kualitas

pencampuran.
Rancangan pengaduk sangat dipengaruhi oleh jenis aliran, laminar atau
turbulen. Aliran laminar biasanya membutuhkan pengaduk yang ukurannya hampir
sebesar tangki itu sendiri. Hal ini disebabkan karena aliran laminar tidak
memindahkan momentum sebaik aliran turbulen [Walas, 1988]. Pencampuran di
dalam tangki pengaduk terjadi larena adanya gerak rotasi dari pengaduk dalam fluida.
Gerak pengaduk ini memotong fluida tersebut dan dapat menimbulkan arus eddy
yang bergerak keseluruhan sistem fluida tersebut. Oleh sebab itu, pengaduk
merupakan bagian yang paling penting dalam suatu operasi pencampuran fasa cair
dengan tangki pengaduk.
Pencampuran yang baik akan diperoleh bila diperhatikan bentuk dan dimensi
pengaduk yang digunakan, karena akan mempengaruhi keefektifan proses
pencampuran, serta daya yang diperlukan.

Menurut aliran yang dihasilkan, pengaduk dapat dibagi menjadi tiga golongan:
1. Pengaduk aliran aksial yang akan menimbulkan aliran yang sejajar dengan sumbu
putaran
2. Pengaduk aliran radial yang akan menimbulkan aliran yang berarah tangensial dan
radial

terhadap

bidang

rotasi

pengaduk.

Komponen

aliran

tangensial

menyebabkan timbulnya vortex dan terjadinya pusaran, dan dapat dihilangkan


dengan pemasangan baffle atau cruciform baffle
3. Pengaduk aliran campuran yang merupakan gabungan dari kedua jenis pengaduk
di atas.
Menurut bentuknya, pengaduk dapat dibagi menjadi 3 golongan:
1. Propeller
Kelompok ini biasa digunakan untuk kecepatan pengadukan tinggi dengan
arah aliran aksial. Pengaduk ini dapat digunakan untuk cairan yang memiliki
viskositas rendah dan tidak bergantung pada ukuran serta bentuk tangki.
Kapasitas sirkulasi yang dihasilkan besar dan sensitif terhadap beban head.
Dalam perancangan propeller, luas sudu biasa dinyatakan dalam perbandingan
luas area yang terbentuk dengan luas daerah disk. Nilai nisbah ini berada pada
rentang 0.45 sampai dengan 0.55. Pengaduk propeler terutama menimbulkan
aliran arah aksial, arus aliran meninggalkan pengaduk secara kontinu melewati
fluida ke satu arah tertentu sampai dibelokkan oleh dinding atau dasar tangki.

2. Turbine
Istilah turbine ini diberikan bagi berbagai macam jenis pengaduk tanpa
memandang rancangan, arah discharge ataupun karakteristik aliran. Turbine
merupakan pengaduk dengan sudu tegak datar dan bersudut konstan. Pengaduk
jenis ini digunakan pada viskositas fluida rendah seperti halnya pengaduk jenis
propeller [Uhl & Gray, 1966]. Pengaduk turbin menimbulkan aliran arah radial
dan tengensial. Di sekitar turbin terjadi daerah turbulensi yang kuat, arus dan
geseran yang kuat antar fluida.

Salah satu jenis pengaduk turbine adalah pitched blade. Pengaduk jenis ini
memiliki sudut sudu konstan. Aliran terjadi pada arah aksial, meski demikian
terdapat pule aliran pada arah radial. Aliran ini akan mendominasi jika sudu
berada dekat dengan dasar tangki.
3. Paddles
Pengaduk jenis ini sering memegang peranan penting pada proses
pencampuran dalam industri. Bentuk pengaduk ini memiliki minimum 2 sudu,
horizontal atau vertical, dengan nilai D/T yang tinggi. Paddle digunakan pada
aliran fluida laminar, transisi atau turbulen tanpa baffle.

Pengaduk padel

menimbulkan aliran arah radial dan tangensial dan hampir tanpa gerak vertikal
sama sekali. Arus yang bergerak ke arah horisontal setelah mencapai dinding
akan dibelokkan ke atas atau ke bawah. Bila digunakan pada kecepatan tinggi
akan terjadi pusaran saja tanpa terjadi agitasi.

Gambar 3 Bentuk-bentuk pengaduk


(a) pengaduk paddle (b) pengaduk propeller (c) pengaduk turbine
Disamping itu, masih ada bentuk-bentuk pengaduk lain yang biasanya merupakan
modifikasi dari ketiga bentuk di atas.

Gambar 4. Tipe-tipe pengaduk jenis turbin

Gambar 5. Tipe-tipe pengaduk jenis propeller

Gambar 6. Tipe-tipe pengaduk jenis padel

Gambar 7. Pola aliran pada pengaduk jenis propeller

Kecepatan Pengaduk
Kecepatan pengaduk yang umumnya digunakan pada operasi industri kimia adalah
sebagai berikut.
o Kecepatan tinggi, berkisar pada kecepatan 1750 rpm.
Pengaduk dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk fluida dengan
viskositas rendah misalnya air.
o Kecepatan sedang, berkisar pada kecepatan 1150 rpm.
Pengaduk dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk larutan sirup kental
dan minyak pernis.

Kecepatan rendah, berkisar pada kecepatan 400 rpm.


Pengaduk dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk minyak kental,
lumpur di mana terdapat serat atau pada cairan yang dapat menimbulkan busa.
Untuk menjamin keamanan proses, pengaduk dengan kecepatan lebih tinggi dari
400 rpm sebaiknya tidak digunakan untuk cairan dengan viskositas lebih besar
dari 200 cP, atau volume cairan lebih besar dari 2000 L. Pengaduk dengan
kecepatan lebih besar dari 1150 rpm sebaiknya tidak digunakan untuk cairan
dengan viskositas lebih besar dari 50 cP atau volume cairan lebih besar dari 500
L. Kecepatan pengaduk ditentukan oleh viskositas fluida dan ukuran geometri
sistem pengadukan.

Pola Aliran dalam Tangki Berpengaduk


Pada tangki berpengaduk, pola aliran yang dihasilkan bergantung pada beberapa
faktor antara lain geometri tangki, sifat fisik fluida dan jenis pengaduk itu sendiri.
Pengaduk jenis turbine akan cenderung membentuk pola aliran radial sedangkan
propeller cenderung membentuk aliran aksial. Pengaduk jenis helical screw dapat
membentuk aliran aksial dari bawah tangki menuju ke atas permukaan cairan. Pola
aliran yang dihasilkan oleh tiap-tiap pengaduk tersebut dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Pola aliran fluida di dalam tangki berpengaduk


(a) flat-blade turbine (b) marine propeller (c) helical screw

Pada dasarnya terdapat 3 komponen yang hadir dalam tangki berpengaduk yaitu:
a. komponen radial pada arah tegak lurus terhadap tangkai pengaduk
b. komponen aksial pada arah sejajar (paralel) terhadap tangkai pengaduk
c. komponen tangensial atau rotasional pada arah melingkar mengikuti putaran
sekitar tangkai pengaduk.

Komponen radial dan tangensial terletak pada daerah horizontal dan komponen
longitudinal pada daerah vertikal untuk kasus tangkai tegak (vertical shaft).
Komponen radial dan longitudinal sangat berguna untuk penentuan pola aliran yang
diperlukan untuk aksi pencampuran (mixing action).
Pengadukan pada kecepatan tinggi ada

kalanya mengakibatkan pola aliran

melingkar di sekitar pengaduk. Gerakan melingkar tersebut dinamakan vorteks.


Vorteks dapat terbentuk di sekitar pengaduk ataupun di pusat tangki yang tidak
menggunakan baffle. Fenomena ini tidak diinginkan dalam industri karena beberapa
alasan. Pertama kualitas pencampuran buruk meski fluida berputar dalam tangki. Hal
ini disebabkan oleh kecepatan sudut pengaduk dan fluida sama. Kedua udara dapat
masuk dengan mudahnya ke dalam fluida karena tinggi fluida di pusat tangki jatuh
hingga mencapai bagian atas pengaduk. Ketiga, adanya vorteks akan mengakibatkan
naiknya permukaan fluida pada tepi tangki secara signifikan sehingga fluida tumpah.
Upaya berikut ini dapat dilakukan untuk menghindari vorteks, yaitu:
1.
2.
3.

menempatkan tangkai pengaduk lebih ke tepi (off-center)


menempatkan tangkai pengaduk dengan posisi miring
menambahkan baffle pada dinding tangki.

DAFTAR PUSTAKA
Sri

Widharto,

Inspeksi

Teknik

Buku

2,

Pradnya

Paramita,

2004

Mc Cabe, W.L., Unit Operation of Chemical Engineering, 3 Edition, McGraw Hill


Perry, R., Green, D.W., and Maloney, J.O., Perrys Chemical Engineers Handbook,
6th Edition, McGraw-Hill, Japan, 1984
Petunjuk Praktikum Proses dan Operasi Teknik 1, MODUL IV, MIXING. (2007)
Depok: Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II, Departemen Teknik Kimia ITB

SOAL
Suatu tangki penyimpanan digunakan untuk menyimpan bahan baku minyak dengan
laju alir pemakaian minyak sebesar 10 m3/jam. Tangki penyimpanan minyak dapat

digunakan untuk menyimpan selama 14 hari. Tangki dipergunakan berupa tangki


vertical. Tentukan ukuran tangki yang sesuai untuk kondisi diatas bila jumlah tangki
penyimpanan sebanyak 4 tangki .
JAWAB :
DIKETAHUI : Laju alir = 10 m3/jam
Waktu tinggal = 14 hari = 336 jam
DITANYA : Tentukan ukuran tangki untuk 4 tangki ?
JAWAB :
Vminyak = Laju alir x waktu tinggal
= 10 m3/jam x 336 jam
= 3360 m3
Safety factor 20 % ( peter & timmerhaus, 1991, hal.37)
Vtangki = 1,2 x Vminyak
= 1,2 x 3360 m3
= 4032 m3
Jadi, untuk 4 tangki = 4032 m3 : 4
= 1008 m3