Anda di halaman 1dari 4

SMK PGRI 1 KEDIRI

I.

JOBSHEET
SISTIM PENGAPIAN

TEKNIK
KENDARAAN
RINGAN

Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai praktik peserta didik dapat :

II.

1.

Menjelaskan cara menyetel saat pengapian Sistem Pengapian Konvensional

2.

Menyetel celah kontak pemutus dengan Dwell Tester

3.

Menyetel saat pengapian dengan lampu timing (Timing Light)

4.

Memeriksa fungsi Sentrifugal Advancer saat distributor terpasang (mesin hidup)

5.

Memeriksa fungsi Vacum Advancer saat distributor terpasang (mesin hidup)

Alat dan Bahan


1. Kotak Alat
2. Lampu Timing
3. Dwell & Tach meter
4. Engine Stand
5. Lap (majun)

III.

Tugas dan Evaluasi


1. Buat laporan praktik sesuai dengan job sheet praktik dan data yang diperoleh selama
praktik
2. Jelaskan fungsi masing-masing komponen Sistem Pengapian Konvensional !
3. Jelaskan kerusakan yang terjadi pada komponen Sistem Pengapian Konvensional !
4. Lakukan penyetelan platina sampai mendapatkan sudut dwell 52 2 untuk mesin 4
silinder

dan timing pengapian 8 sebelum TMA untuk mesin toyota, lakukan secara

berkelompok dan individu


IV.

V.

Keselamatan Kerja
1.

Gunakan alat sesuai dengan fungsinya

2.

Kenakanlah pakaian kerja (wear park) selama praktik

3.

Jika ragu-ragu konsultasikan dulu dengan guru pembimbing

4.

Hati-hati bekerja dengan listrik tegangan tinggi

Media
1. Buku Praktik Toyota
2. Buku Manual yang sesuai
3. CD Interaktif
4. Wall Chart

VI.

Langkah Kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Kenakanlah pakaian kerja (wear park)
3. Pinjam alat dan bahan di ruang alat dan periksa kondisi alat sebelum digunakan
4. Cara menyetel dengan Lampu Timing

TEKNIK KENDARAAN RINGAN 2016/2017

SMK PGRI 1 KEDIRI

JOBSHEET
SISTIM PENGAPIAN

TEKNIK
KENDARAAN
RINGAN

Pasang lampu timing dan tachometer

Stel jumlah
silinder
Kabel busi silinder
No 1

Ke minus (-)
koil
Kabel merah

Ke masa
Kabel
hitam

Kontrol / stel putaran idle

Kontrol / Stel Putaran Idle

Lihat saat pengapian pada putaran idle. Tanda pengapian terletak pada puli atau roda
gaya. Jika tanda kotor, bersihkan terlebih dahulu.

Apabila saat pengapian tidak tepat, kendorkan sekrup pengikat distributor sampai
distributor dapat digerakkan

Putar distributor sampai didapatkan saat pengapian tepat, kemudian keraskan sekrup
kembali.

Kontrol saat pengapian kembali. Kontrol juga dengan melepas slang vakum dari
distributor. Jika ada perbedaan antara saat pengapapian dengan/tanpa slang vakum,
penyetelan karburator salah, atau slang vakum pada karburator disambung salah.

Petunjuk
Perhatikan : jika lampu timing dilengkapi dengan penyetel sudut, penyetel tersebut harus ditepatkan
pada posisi off atau 00
Saat pengapian dalam idle biasanya 5 100 sebelum TMA

TEKNIK KENDARAAN RINGAN 2016/2017

SMK PGRI 1 KEDIRI

JOBSHEET
SISTIM PENGAPIAN

TEKNIK
KENDARAAN
RINGAN

* Penyetelan saat pengapian biasanya harus pada putaran idle. Bila putaran idle terlalu tinggi, saat
pengapian dimajukan oleh sistem advans di dalam distributor. akibatnya, penyetelan menjadi salah.
Putaran idle untuk motor 4 silinder biasanya 750-850 rpm, untuk motor 6 silinder 600-750 rpm.
Pada mobil mobil buatan Jerman, Italia, kadang kadang penyetelan saat pengapian tidak pada
putaran idle. Lihat cara menyetel dalam buku manual.
Saat pengapian perlu dikontrol setiap 10000 km.Pada distributor yang dilengkapi dengan oktan
selektor ( Toyota ), penyetelan saat pengapian dapat dilakukan melalui oktan selektor, dengan
memutar baut penyetel. Hal tersebut bisa dilaksanakan jika kesalahan saat pengapian hanya sedikit.

A = Awal
R = Lambat

Baut penyetel

Informasi Tambahan : Advans Vakum Ganda


( Contoh : Super Kijang )

TEKNIK KENDARAAN RINGAN 2016/2017

SMK PGRI 1 KEDIRI

JOBSHEET
SISTIM PENGAPIAN

TEKNIK
KENDARAAN
RINGAN

Advans vakum idle memajukan saat pengapian dalam idle 50. Kontrol kerjanya dengan
melepas/memasang slang vakum, dan perhatikan perubahan saat pengapian dengan lampu
timing.

Perhatikan : Jangan menukar kedua slang vakum ! Sambungan advans yang lebih dekat pada
distributor harus dihubungkan dengan manifold isap.

5. Pemeriksaan Celah Kontak Pemutus dengan Dwell Tester

Lepas tutup distributor, rotor dan piringan tutup.

Periksa celah kontak secara visual. Untuk mobil biasanya 0,4 0,5 mm. Jika celah kontak lebih
besar atau lebih kecil, stel dengan fuller hingga mendapatkan celah 0,4 0, 5 mm

Pasang pengetes dwell

Start mesin dan lihat pada dwell tester apakah angka yang ditunjukkan

sudah tepat atau belum,

jika belum lakukan penyetelan kembali dengan melihat besarnya sudut dwell yang didapatkan,
apabila sudut dwell yang didapatkan terlalu besar dari standarnya berarti penyetelan celah platina
terlalu sempit dan sebaliknya

TEKNIK KENDARAAN RINGAN 2016/2017