Anda di halaman 1dari 112

BAHAN AJAR KETERAMPILAN

Berbasis Pendidikan Untuk Pengembangan Berkelanjutan

Pendidikan Kesetaraan

PROGRAM PAKET B

Teknik Menjahit

Disusun Oleh:

Hary Purnamaningsih, MP Eko Agus Suyono, M.App.Sc Dr. drh. Irkham Widiyono Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo Dr. drh. Yanuartono, MP Dr. drh. Edi Boedi Santosa, MP Dr. S. Indarjulianto drh. Sarmin, MP

Pengarah:

Hamid Muhammad, Ph.D

Editor:

Dr. Triyadi Dra. Palupi Raraswati, MAP Maryana, M.Pd

Kontributor:

Ir. Teguh Imanto, S.Kom Dwi Atmi Purnamasari, S.Pd Givenchi Bria

Tata Bahasa:

Dra. Dumaria, M.Hum

Tim Layouter & Ilustrator:

Nur Cahyono Eddie B. Handono Pieter Setra

Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Direktorat Pendidikan Kesetaraan Jakarta, 2010

ISBN:

Kata Sambutan

P endidikan sangat berperan di dalam pembangunan manusia seutuhnya karena hanya dengan pendidikan akan terwujud manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas,

produktif, dan berdaya saing. Dengan demikian, secara tidak langsung pendidikan

berpengaruh terhadap kecerdasan dan kesejahteraan rakyat.

Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan merupakan hak asasi manusia “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Pasal 28C ayat (1): “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”.

Sejalan dengan hal di atas, untuk memenuhi hak-hak warga negara terhadap akses pendidikan bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah menyediakan pelayanan pendidikan kesetaraan. Pendidikan Kesetaraan, sebagai salah satu bagian dari Pendidikan Nonformal, telah diperkenalkan sejak tahun 1990, terutama ditujukan untuk melayani warga masyarakat marjinal. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta didik dan lulusan Pendidikan Kesetaraan terus meningkat terutama pada tahun 2006. Sejak tahun 2006 cakupan Pendidikan Kesetaraan diperluas, yaitu termasuk membantu mereka yang mendapat kesulitan di dalam menyelesaikan pendidikan jalur formal. Dengan demikian keberadaan Pendidikan Kesetaraan menjadi lebih penting di dalam meningkatkan pelayanan pendidikan sepanjang hayat. Mengingat luas dan heterogennya cakupan sasaran Pendidikan Kesetaraan, pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan terus dikembangkan dan diperbaharui, melalui pemikiran kreatif dan inovatif, khususnya dalam diversifikasi pelayanan pendidikan.

Untuk itulah Pendidikan Kesetaraan menjadi alternatif yang dipilih masyarakat karena peserta didik tidak hanya diberikan pendidikan akademik tetapi juga pendidikan keterampilan, sehingga dapat digunakan sebagai bekal untuk bekerja atau mengembangkan usaha. Sebagai salah satu terobosan dalam upaya peningkatan mutu proses pembelajaran dengan merujuk pada standar nasional pendidikan, sehingga disusunlah bahan ajar keterampilan.

iii

Dengan terbitnya bahan ajar kecakapan hidup keterampilan (vokasi) bagi peserta didik Program Paket B dan Paket C, kami menyambut baik sebagai hasil karya kreatif dan inovatif dalam upaya mendorong dan memfasilitasi peserta didik belajar secara bermakna, kontekstual dan bernilai guna. Semoga di kesempatan berikutnya akan hadir karya-karya inovatif lainnya dalam bidang teknologi pembelajaran untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.

Akhirnya, diharapkan semoga bahan ajar keterampilan yang disusun dengan kesungguhan, komitmen, dan keikhlasan ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pendidikan kesetaraan yang mempunyai peserta didik dengan keragaman karakteristik dan kecepatan belajar yang berbeda.

Jakarta,

September 2010

Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal

belajar yang berbeda. Jakarta, September 2010 Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad, Ph.D iv

Hamid Muhammad, Ph.D

iv

Kata Pengantar

D alam menanggapi dan mengantisipasi terjadinya berbagai perubahan, para

penyelenggara dan pengelola pendidikan nonformal dan informal juga harus

mampu secara terus menerus memperluas wawasan dan cara pandang secara

dinamis.

Program Pendidikan Kesetaraan mempunyai posisi strategis dalam mengantisipasi dan mengatasi permasalah penting. Pertama, Pendidikan Kesetaraan membantu penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun melalui Program Paket A dan Paket B. Kedua, Pendidikan Kesetaraan memberikan dorongan dan bantuan kepada peserta didik lulusan pendidikan dasar yang tidak melanjutkan dan mereka yang putus sekolah dari sekolah menengah, untuk mengikuti Program Kesetaraan Paket C. Ketiga, Pendidikan Kesetaraan memberikan muatan pendidikan kecakapan hidup dalam bentuk keterampilan fungsional dan kepribadian profesional yang relevan dan dibutuhkan oleh dunia kerja, dan kemampuan mengembangkan wirausaha baik secara mandiri atau berkelompok.

Sistem dan model Pendidikan Kesetaraan dikembangkan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, yang mengacu pada pencapaian standar kompetensi lulusan dan penguasaan keterampilan bekerja atau membangun usaha mandiri. Peningkatan mutu layanan Pendidikan Kesetaraan dilakukan melalui pembelajaran yang lebih luwes, meluas dan dinamis sesuai dengan tuntutan keadaan, kebutuhan, kondisi dan potensi individu. Di samping itu, Pendidikan Kesetaraan memberikan ruang dan peluang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk memperoleh pengakuan terhadap pembelajaran yang telah ditempuhnya.

Menyadari pentingnya sumber belajar bagi peserta didik yang efektif dalam pembelajaran, makadikembangkanbahanajarketerampilanyangberbasispendidikanuntukpengembangan berkelanjutan, dan teknologi tepat guna serta pedoman pemanfaatannya. Bahan ajar keterampilan Program Paket B dan Paket C ini disusun dan dikemas dengan menggunakan pendekatan pembelajaran induktif, tematik, partisipatif andragogi, konstruktif dan berwawasan lingkungan.

v

Bahan ajar Keterampilan Program Paket B dan Paket C ini merupakan pemicu dan pemacu agar peserta didik dapat belajar secara bermakna dan berkelanjutan. Setiap orang selalu belajar dari kejadian dan pengalamannya. Pendidikan Kesetaraan berupaya untuk membuat pembelajaran individual dari berbagai kalangan, dengan harapan semoga hasilnya bermanfaat untuk memperoleh pekerjaan atau membuka usaha mandiri. Lebih jauh, diharapkan semoga bahan ajar Keterampilan Program Paket B dan Paket C ini dapat meningkatkan mutu dan daya saing peserta didik. Masukan dan saran perbaikan terhadap naskah ini akan sangat diharapkan.

Jakarta,

Direktur Pendidikan Kesetaraan

September 2010

terhadap naskah ini akan sangat diharapkan. Jakarta, Direktur Pendidikan Kesetaraan September 2010 Dr. TriyadI vi

Dr. TriyadI

vi

Daftar Isi

KATA SAMBUTAN ~ III KATA PENGANTAR ~ V DAFTAR TABEL ~ ix DAFTAR GAMBAR ~ x

BAB I - PENDAHULUAN ~ 1

1. Pengembangan Berkelanjutan dalam Usaha Menjahit Melalui Pendidikan Formal, Informal dan Nonformal ~ 1

2. Tujuan ~ 2

BAB II - TEKNIK MENJAHIT ~ 5

1. Alat dan Bahan ~ 5

2. Keselamatan Kerja ~ 14

3. Alur Kerja ~ 15

4. Mekanisme Kerja ~ 16

5. Penyelesaian Akhir ~ 35

BAB III - ANALISIS USAHA DAN PROSPEK PASAR ~ 36

1. Analisis Usaha ~ 36

2. Prospek Pasar ~ 38

BAB IV - PEMANFAATAN LIMBAH ~ 39

DAFTAR PUSTAKA ~ 41 GLOSARIUM ~ 42 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ~ 43 EVALUASI I ~ 43 EVALUASI II ~ 63

vii

Daftar Gambar

Gambar 1

Gambar 1. Pita ukur. (http://www.e-dukasi.net/mapok/mp-fi les/

Gambar 2

mp-322/ ) Gambar 2. Meja untuk membuat pola dan memotong kain.

Gambar 3.

Mistar jahit

Gambar 4.

Jarum pentul. (www.topbgt.com/img/p/51138-687-large.jpg)

Gambar 5.

Jenis rader. (http:digilib.unnes.ac.id/gsd/cgi-bin/library)

Gambar 6.

Gunting jahit (azof-intl.com/i/manicure/hh226.jpg)

Gambar 7.

Mesin jahit lurus. (http://digilib.unnes.ac.id/gsd)

Gambar 8.

Mesin jahit zig-zag (http://www.duniacyber.com/advertisesdetail.

Gambar 9.

php?id) Jarum jahit pada mesin jahit. (http://jumantara.fotopages.

com/?entry=505504)

Gambar 10.

Setrika listrik. (http://laporankuliah.blogspot. com/2010/01

Gambar 11.

setrika-pcb.htm Papan setrika. (http://hutaberkah.indonetwork.co.id/937106/

Gambar 12.

meja-gosok-setrika.htm) Diagram alur dalam menjahit dengan konsep keselamatan kerja,

Gambar 13.

lingkungan dan efi sensi. Sket kemeja.

Gambar 14.

Pengukuran panjang kemeja.

Gambar 15.

Pengukuran lebar pundak

Gambar 16.

Pengukuran panjang lengan.

Gambar 17.

Pengukuran besar leher.

Gambar 18.

Pengukuran besar badan.

Gambar 19.

Sket bagian-bagian pengukuran untuk kemeja

Gambar 20.

Sket pengukuran untuk celana panjang

viii

Gambar 21.

Sket pengukuran untuk rok

Gambar 22.

Pola 1/2 badan bagian muka kemeja

Gambar 23.

Pola ½ badan bagian belakang kemeja

Gambar 24.

Pola 1/2 bagian lengan kemeja

Gambar 25.

1/2 bagian kerah kemeja.

Gambar 26.

Pola 1/2 bagian saku kemeja.

Gambar 27.

Pola 1/2 badan bagian muka celana panjang

Gambar 28.

Pola 1/2 badan bagian belakang celana panjang.

Gambar 29.

1/2 kantong samping celana panjang

Gambar 30.

Pola kantong belakang celana panjang.

Gambar 31.

Penutup kantong celana panjang.

Gambar 32.

Lapis ban celana panjang

Gambar 33.

Gulbi celana panjang

Gambar 34.

Congot gulbi celana panjang.

Gambar 35.

Tali ban celana panjang

Gambar 36.

Sket rok.

Gambar 37.

Pola 1/2 bagian muka rok.

Gambar 38.

Pola 1/2 bagian belakang rok.

Gambar 39.

1/2 ban rok.

Gambar 40.

Tas dari kain perca. (http://arupadatucolection.indonetwoork.co.id/

prod/60html)

Gambar 41.

Sarung bantal dari kain perca batik. (http://www.trulyjogya.com/

Gambar 42.

index.php?action=news.detail&cat) Bed cover dari kain perca. (http://indonesiabatikcorner.

com/2009/12/14/bed-cover-in)

ix

BAB

I

Pendahuluan

1. Pengembangan Berkelanjutan dalam Usaha Menjahit Melalui Pendidikan Nonformal dan Informal

Modul keterampilan menjahit ini dibuat sebagai salah satu alat dalam rangka memberikan pendidikan nonformal pada masyarakat untuk meningkatkan kehidupan yang berkelanjutan dan meningkatkan ekonomi tanpa meninggalkan perhatian pada aspek lingkungan dan sosialnya. Selanjutnya, menjahit merupakan salah satu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia, yaitu dengan adanya busana (pakaian) dari zaman kuno sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan kemajuan teknologi yang semakin meningkat, banyak orang semakin terampil dalam menciptakan suatu hal untuk memenuhi kebutuhannya, terutama yang berkaitan dengan busana. Dengan semakin meningkatnya kegiatan tersebut perlu adanya keseimbangan aspek ekonomi dengan aspek lingkungan dan sosial agar usaha tesebut dapat mendukung keberlanjutan kehidupan kita.

1

Bab II - Teknik Menjahit 2. Tujuan Tujuan berbusana antara lain: a. memenuhi syarat kesusilaan;

Bab II - Teknik Menjahit

2.

Tujuan

Tujuan berbusana antara lain:

a. memenuhi syarat kesusilaan;

b. melindungi tubuh dari gangguan luar seperti panas matahari, udara dingin, dan gigitan

serangga.

c. memenuhi rasa keindahan. Busana yang memenuhi rasa keindahan membuat si pemakai lebih menarik sesuai dengan tujuan pemakaian sehingga diterima oleh lingkungannya serta dapat menutupi kekurangan bentuk tubuh.

Faktor–faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan busana sebagai berikut.

1. Desain Busana

Desain busana yaitu memilih desain busana yang sedang digemari atau desain klasik yang sesuai dengan tubuh dan kepribadian pemakai.

2. Bahan

Bahan busana sangat berperan pada mutu suatu bahan, baik warna dan coraknya, tekstur bahan, maupun sifat bahan tersebut.

3. Siluet

Siluet adalah garis bentuk bayangan pakaian. Bentuk dasar siluet ada tiga macam, yaitu:

a. Siluet H, membuat si pemakai kelihatan tinggi atau pendek, tergantung leher persegi empatnya.

b. Siluet V, membuat si pemakai kelihatan melebar pada bagian atas.

c. Siluet A, membuat si pemakai kelihatan melebar pada bagian bawah.

4. Garis

Garis–garis terdapat dalam suatu desain busana garis hias. Pada desain busana yang lebih ramai, garis hias sangat berperan dalam penampilan.

2

Teknik Menjahit

5. Corak Bahan

Bab II - Teknik Menjahit

5. Corak Bahan Bab II - Teknik Menjahit Corak bahan berkotak besar akan membuat pemakai kelihatan

Corak bahan berkotak besar akan membuat pemakai kelihatan lebih gemuk dan besar. Sedangkan corak bahan berkotak kecil dan lembut akan membuat pemakai kelihatan langsing. Corak garis dan berkotak dapat berperan ganda, tergantung dari besar kecilnya garis–garis dan pengaruh garis pada warna tersebut.

6. Warna dan Tekstur

Warna–warna seperti, merah, orange, kuning, baik warna muda maupun tua (mencolok) akan membuat pemakai kelihatan lebih gemuk. Sedangkan warna–warna seperti biru, hijau, dan ungu akan membuat pemakai kelihatan lebih langsing. Tekstur bahan yang licin akan membuat si pemakai kelihatan lebih langsing. Bahan yang teksturnya berbulu, bergelombang atau berkilau akan membuat si pemakai kelihatan lebih gemuk.

7. Pelengkap Busana

Pelengkap busana (asesoris) adalah benda-benda selain busana yang dipakai untuk melengkapi penampilan orang. Asesoris pada umumnya digolongkan menjadi dua golongan yaitu:

a. Pelengkap Wajib (asesoris primer) Yang termasuk pelengkap wajib (asesoris primer) adalah ban pinggang, dasi dan sepatu (dalam penggunaan stelan), selendang dan slop (dalam penggunaan kain dan kebaya).

b. Pelengkap tambahan (asesoris sekunder) Yang termasuk dalam pelengkap tambahan (asesoris sekunder) adalah penutup kepala atas dan sepatu, perhiasan untuk kepala (tusuk konde, sisir hias, dan kembang goyang), perhiasan untuk leher (kalung, scraf atau syal), perhiasan untuk tangan (gelang, cincin, dan jam tangan).

Cara seseorang berbusana dapat memberi gambaran kepribadian, cara hidup dan tugasnya. Oleh karena itu, hendaknya hindari berbusana dengan meniru orang lain, karena kepribadian dan bentuk tubuh seseorang berbeda–beda. Berbusana pada zaman sekarang, tidak cukup hanya dililitkan saja pada badan, tetapi harus ditata sedemikian rupa sehingga tampak serasi

Teknik Menjahit

3

Bab II - Teknik Menjahit di tubuh si pemakai. Untuk memberikan hasil yang baik, dibutuhkan

Bab II - Teknik Menjahit

di tubuh si pemakai. Untuk memberikan hasil yang baik, dibutuhkan beberapa piranti atau fasilitas menjahit yang baik dan juga persiapan pembuatan busana yang harus disesuaikan dengan model yang dibuat. Dengan adanya mode pakaian atau seni dalam berbusana maka berkembang pula cara–cara atau seni dalam memotong, menjahit dan menyelesaikan pembuatan busana.

4

Teknik Menjahit

BAB II

TEKNIK MENJAHIT

1. Alat dan Bahan

a. Alat yang dibutuhkan

Alat–alat merupakan segala sesuatu yang dipakai dalam proses menjahit dan sebagai sarana untuk memudahkan proses menjahit serta dapat dipakai berulang–ulang.

1).Pita ukur

menjahit serta dapat dipakai berulang–ulang. 1).Pita ukur Gambar 1. Pita ukur.

Gambar 1. Pita ukur. (http://www.e-dukasi.net/mapok/mp-files/mp- 322/ )

Pita ukur digunakan untuk membuat busana, mulai dari persiapan sampai penyelesaian busana. Fungsinya untuk mengambil ukuran, untuk membuat pola, dan lain-lain yang berhubungan dengan pembuatan busana. Pita ukur yang baik terbuat dari serabut kaca. Dalam perdagangan ada pita ukur yang

terbuat dari plastik (sebaiknya kita pilih jenis ini) dan ada pula yang terbuat dari kertas, tetapi cepat sobek. Setiap siswa minimal punya satu buah pita ukur.

5

Bab II - Teknik Menjahit b).Buku Buku digunakan untuk mencatat hasil ukur pakaian. Selesai mengukur,

Bab II - Teknik Menjahit

b).Buku

Buku digunakan untuk mencatat hasil ukur pakaian. Selesai mengukur, besaran nilai yang terukur langsung dicatat berdasarkan urut-urutan yang telah ditentukan.

c). Pensil/Ballpoint (bolpen)

Pensil atau ballpoint (bolpen) digunakan untuk mencatat dan membuat sketsa pola pakaian yang akan dibuat.

d).Meja potong

Meja potong harus mempunyai ukuran cukup lebar dan panjang, pada kaki meja sebaiknya menggunakan roda agar mudah dipindahkan. Ukuran untuk meja potong yaitu panjang 200 cm lebar 150 cm dan tinggi 70 cm.

Gambar 2. Meja untuk membuat pola dan memotong kain.
Gambar 2. Meja untuk membuat pola
dan memotong kain.

e). Mistar

Mistar digunakan untuk menggambar pola dan mengubah desain. Mistar ada bermacam- macam antara lain: mistar
Mistar digunakan untuk menggambar pola dan mengubah desain. Mistar ada bermacam-
macam antara lain: mistar lengkung, mistar panjang atau lurus, dan mistar siku-siku. Mistar
lengkung pendek digunakan untuk menggambar pola kerung lengan, kerung leher, dan
garis-garis hias, sedangkan mistar lengkung panjang berfungsi untuk menggambar pola
sisi blus, tepi bawah dan garis-garis hias. Setiap siswa minimal memiliki satu set penggaris
dan disimpan pada lemari peralatan.
Gambar 3. Mistar jahit
6
Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit f). Jarum pentul Jarum pentul digunakan pada waktu memotong bahan untuk

f). Jarum pentul

Jarum pentul digunakan pada waktu memotong bahan untuk menyematkan pola pada kain agar pola tidak bergeser, juga dipergunakan untuk menyemat kain sebelum dijahit. Jarum pentul ini ada yang pendek dan ada yang panjang. Jarum pentul yang baik adalah yang panjang licin dan antikarat.

g).Rader

yang baik adalah yang panjang licin dan antikarat. g).Rader Gambar 4. Jarum pentul. ( www.topbgt.com/img/ p/51138-

Gambar 4. Jarum pentul.

(www.topbgt.com/img/p/51138-

Rader merupakan salah satu alat untuk memberi tanda pola pada

bahan. Rader digunakan dengan cara menggelindingkan rodanya sambil mengikuti garis-garis pola. Setiap siswa hendaknya diwajibkan untuk memiliki rader sehingga tidak mengganggu waktu kerja siswa saat memberi tanda pada bahan (kain). Jenis-jenis rader ada tiga macam, yaitu:

a. Rader bergigi: digunakan untuk memberi tanda pada tenunan yang berat, tebal, dan sedang.

b. Rader bergigi licin: digunakan untuk bahan tenunan licin yang tipis (ringan) maupun sedang.

c. Rader kembar: rader yang mempunyai dua roda yang dapat diatur jaraknya. Rader ini digunakan untuk memberi garis kampuh pada pola. Setiap siswa sebaiknya mempunyai satu buah rader bergigi dan satu rader bergigi licin disimpan pada kotak jahit.

687-large.jpg)

bergigi licin disimpan pada kotak jahit. 687-large.jpg) Gambar 5. Jenis rader.

Gambar 5. Jenis rader. (http:digilib.unnes.ac.id/gsd/cgi-bin/library)

Teknik Menjahit

7

8

8 Bab II - Teknik Menjahit Gambar 6. Gunting jahit (azof-intl.com/i/manicure/ hh226.jpg) h).Gunting Gunting adalah alat

Bab II - Teknik Menjahit

8 Bab II - Teknik Menjahit Gambar 6. Gunting jahit (azof-intl.com/i/manicure/ hh226.jpg) h).Gunting Gunting adalah alat

Gambar 6. Gunting jahit (azof-intl.com/i/manicure/

hh226.jpg)

h).Gunting

Gunting adalah alat yang digunakan untuk memotong bahan/kain dan benang jahit dengan hasil yang rapi dan memuaskan. Untuk pemotong kain sebaiknya digunakan gunting besar dengan cincin pemegang yang kecil untuk ibu jari dan cincin pemegang besar untuk jari-jari yang lain. Gunting besar yang baik terbuat dari logam antikarat gunanya untuk menggunting bahan yang tebal dan berat. Selain gunting besar juga diperlukan gunting kecil yang digunakan untuk menggunting benang tiras-tiras yang tipis, guntingan dalam dan lubang kancing.

i). Mesin jahit

Mesin jahit yang paling banyak dipakai untuk menjahit adalah tipe mesin jahit lurus dengan tenaga penggerak yang dapat menggunakan kaki, tangan atau dinamo elektrik. Fungsi mesin jahit adalah sebagai alat untuk menjahit dan dapat juga digunakan untuk membordir. Menjahit dengan mesin jahit menggunakan dua helai benang yang terdiri dari benang atas dan benang bawah, dan saling berkaitan diantara dua helai kain yang dijahitkan. Contoh merk dan negara pembuat mesin jahit adalah Singer (Inggris), Butterfly (RRC), Phaff (Jerman), Samodra (Indonesia), Standar (Indonesia), dan Necchi (Jepang).

Keterangan gambar

1. Jarum mesin jahit

2. Badan mesin

3. Penutup dasar mesin

4. Roda atas

5. Roda bawah

6. Injakan

3. Penutup dasar mesin 4. Roda atas 5. Roda bawah 6. Injakan Gambar 7. Mesin jahit

Gambar 7. Mesin jahit lurus. (http://digilib.unnes.ac.id/gsd)

Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit Gambar 8. Mesin jahit zig-zag ( http://www.duniacyber.com/advertises- detail.php?id ) Selain
Bab II - Teknik Menjahit Gambar 8. Mesin jahit zig-zag ( http://www.duniacyber.com/advertises- detail.php?id ) Selain

Gambar 8. Mesin jahit zig-zag

(http://www.duniacyber.com/advertises-

detail.php?id)

Selain mesin jahit lurus juga terdapat

mesin jahit zig-zag. Mesin jahit zig-zag adalah jenis mesin jahit yang dapat menghasilkan setikan lurus, zig-zag dan setikan berbagai bentuk seperti biku-biku atau garis sudut antara jarak kanan dan kiri sama lebarnya dan lain-

lain.

untuk mendapatkan setikan-setikan

yang bervariasi dan penggunaannya dengan alat atau bagian khusus dari mesin seperti tombol, atau piringan hias. Merk dan negara pembuat mesin zig-zag: Singer (Inggris), Yamato (Jepang).

.Fungsi mesin jahit zig-zag adalah

j). Jarum jahit mesin

Jarum mesin nomor 11 atau 13 adalah jarum yang umum digunakan untuk menjahit busana. Dalam memilih nomor jarum disesuaikan dengan bahan yang akan dijahit. Semakin kecil nomor jarum semakin kecil ujung jarum tersebut dan nomor jarum mesin semakin kecil biasanya digunakan untuk menjahit kain yang halus seperti sutera dan satin. Syarat jarum mesin yang baik adalah ujungnya tajam dan runcing, tidak berkarat, terbuat dari baja, berkualitas baik dan tidak mudah patah. Penempatan jarum jahit mesin

baik dan tidak mudah patah. Penempatan jarum jahit mesin Gambar 9. Jarum jahit pada mesin jahit.

Gambar 9. Jarum jahit pada mesin jahit. (http://

jumantara.fotopages.com/?entry=505504)

sebaiknya diletakkan di atas bantalan jarum atau diletakkan pada kotak jarum agar tidak berserakan dan tidak membahayakan keselamatan siswa.

Teknik Menjahit

9

Bab II - Teknik Menjahit k). Setrika Setrika yang dipakai adalah seperti setrika pakaian yang

Bab II - Teknik Menjahit

k). Setrika

Setrika yang dipakai adalah seperti setrika pakaian yang dipakai sehari-hari. Fungsi utama dari setrika adalah menghaluskan pakaian yang telah dijahit agar rapi dan tidak kusut. Selain untuk menyempurnakan pakaian, setrika juga dipakai untuk melekatkan kain keras yang dipakai untuk mengeraskan kerah, ban, dan lain- lain.

yang dipakai untuk mengeraskan kerah, ban, dan lain- lain. l). Papan Setrika Merupakanpapanmejayangmemanjangdengan

l). Papan Setrika

Merupakanpapanmejayangmemanjangdengan lapisan kain sebagai alas untuk menyetrika. Ketinggian papan setrika dapat disesuaikan dengan tinggi peserta didik.

Gambar 10. Setrika listrik. (http://laporankuliah.blogspot. com/2010/01 setrika-pcb.htm

( http://laporankuliah.blogspot. com/2010/01 setrika-pcb.htm Gambar 11. Papan setrika. (http://hutaberkah.indonetwork.

Gambar 11. Papan setrika. (http://hutaberkah.indonetwork.

co.id/937106/meja-gosok-setrika.htm)

b. Bahan yang dibutuhkan dalam menjahit

Kain adalah bahan utama yang akan dijadikan busana.

Jenis kain dan ciri-cirinya.

1). Poliester

Ditemukan pada tahun 1953 oleh E.I du Pont de Nomours di USA. Terbuat dari butiran plastik (chips) dan mengalami proses kimiawi yang panjang dari pembuatan benang sampai menjadi bahan kain.

10

Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit Ciri-ciri kain polyester a. Bahan terasa panas di badan b. Tidak

Ciri-ciri kain polyester

a. Bahan terasa panas di badan

b. Tidak menyerap keringat

c. Noda minyak dan makanan susah dihilangkan dari pakaian

d. Tahan direndam dalam air lebih dari 3 jam

e. Daya tahan kuat

f. Apabila dibakar bau seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang

2). Linen

Linen adalah bahan kain tertua di dunia. Bahan dasarnya terbuat dari sejenis pohon rami.

Ciri-ciri kain linen

a. Bahan kaku dan dingin

b. Permukaan kain agak kasar

c. Menyerap keringat

d. Kekuatan 4 kali lebih kuat dari kain katun

e. Tidak tahan terhadap jamur

f. Kain akan rusak bila direndam lebih dari 1 jam

3). Sutera

Sutera ditemukan pada 2640 sebelum masehi di Cina. Bahan dasar adalah serat sutera

kepompong.

Ciri-ciri kain sutera

a. Sangat lembut di kulit, glamours dan bahannya jatuh (flowing)

b. Menyerap keringat

c. Sangat rentan terhadap ngengat

d. Untuk perawatan baju harus di dry clean supaya kualitas warna dan kekuatan bahan bertahan lama

e. Dalam proses pencucian tidak menggunakan kaporit

f. Tahan terhadap panas dan mudah terbakar

g. Mampu melindungi kulit tubuh dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit.

Teknik Menjahit

11

Bab II - Teknik Menjahit 4).Viscose Pertama kali diproduksi di USA tahun 1910. Bahan dasarnya

Bab II - Teknik Menjahit

4).Viscose

Pertama kali diproduksi di USA tahun 1910. Bahan dasarnya adalah kayu (eucalyptus – sejenis pohon pinus).

Ciri-ciri kain Viscose:

a. Terasa lembut dan dingin di kulit

b. Bahannya jatuh, tidak kaku, warna mengkilat

c. Menyerap keringat

d. Bahan akan rusak jika direndam dengan detergen lebih dari 1 jam

e. Bisa dicuci atau di dry clean

f. Noda dari makanan atau minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergent.

g. Supaya tidak mudah kusut, tambahkan pelembut yang mengandung kanji pada akhir proses pencucian.

5).Katun (cotton)

Katun ditemukan di USA sekitar 500 tahun yang lalu. Bahan dasar terbuat dari kapas. Bahan ini sangat dikenal di daerah tropis seperti Indonesia.

Ciri-ciri kain katun

a. Bahan terasa dingin dan sedikit kaku

b. Menyerap keringat

c. Kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam

d. Noda dari makanan atau minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergen

e. Bisa dicuci atau di dry clean

f. Rentan terhadap jamur

6).Kanvas

Bahan yang tebal dan kasar, cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket (sangat tahan lama).

12

7).Lycra

Teknik Menjahit

Terbuat

dari

unsur

kerapihannya.

8. Leather dan suede

lycra,

sifat

kain

lentur

seperti

plastik

Bab II - Teknik Menjahit

sehingga

tahan

lama

seperti plastik Bab II - Teknik Menjahit sehingga tahan lama Leather terbuat dari kulit luar sedangkan

Leather terbuat dari kulit luar sedangkan suede terbuat dari bagian kulit dalam. Untuk leather tidak mengkilap akan memberi kesan mahal dan elegan dan pada leather yang mengkilap memberi kesan murahan.

9). Kertas pola

Kertas pola dapat memakai berbagai jenis kertas. Salah satunya adalah kertas payung. Kertas payung dipilih karena mudah dalam pemotongan dan tidak licin ketika ditulisi.

11). Karbon

Karbon jahit ini harus digunakan dengan rader untuk memberi tanda jahitan pada kain atau dapat pula digunakan bersama pensil. Bekas tanda jahitan ini akan mudah hilang apabila dicuci, tetapi apabila menggunakan karbon biasa akan sulit hilang walaupun dicuci kecuali menggunakan terpentine.

12). Kapur jahit

Kapur jahit digunakan untuk menggambar pola langsung di atas kain atau menandai setelah dilakukan pengukuran.

13). Benang jahit mesin

Benang jahit mesin atau benang jahit tangan ada yang dari katun, sutera, olieste, nilon, dengan berbagai merek. Benang jahit yang baik harus lemas, licin tidak luntur dan pilinnya kuat. Benang jelujur dipergunakan untuk menjelujur, benang ini tidak kuat untuk menjahit dengan mempergunakan mesin tetapi cukup kuat untuk jahitan sementara atau menjelujur.

Teknik Menjahit

13

Bab II - Teknik Menjahit 2. Keselamatan Kerja Keselamatan kerja adalah sikap pada waktu kita

Bab II - Teknik Menjahit

2. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah sikap pada waktu kita bekerja dan cara menyimpan alat yang aman dan rapi. Perkiraan kecelakaan kerja pada saat menjahit sangatlah kecil, namun kemungkinan terjadi selalu ada. Keselamatan dan keamanan kerja perlu diperhatikan dalam menggunakan alat jahit agar terhindar dari kecelakaan terutama pada alat jahit mesin industri yang pemakaian listriknya besar. Setiap saat keselamatan kerja kita terancam, hal ini disebabkan oleh sikap dan cara kerja yang kurang baik dan kurang hati-hati.

Agar tidak mendapat bahaya dan kecelakaan waktu bekerja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat jahit antara lain:

a. sikap waktu bekerja, sikap tenang dan tidak terburu-buru;

b. cara memotong benang harus menggunakan gunting, jangan dengan gigi;

c. tidak memasukkan jarum pentul ke mulut pada saat menjahit sebab kemungkinan jarum pentul itu dapat tertelan ke dalam mulut;

d. rambut yang panjang diikat pada waktu menjahit, jangan dibiarkan terurai karena kemungkinan besar dapat tersangkut roda mesin jahit;

e. memutus dan mengatur aliran listrik. Sebelum memulai menjahit, teliti dalam petunjuk atau cara memakai alat yang menggunakan tenaga listrik, berapa besar watt dan voltase yang dibutuhkan agar kita tidak salah menggunakan. Periksa semua keadaan kabel, jangan sampai ada isolasi yang terlepas. Gunakan penyambung listrik sticker pada mesin atau pada stop kontak atau dinamo agar tidak terkena minyak pelumas. Matikan aluran listrik apabila mesin tidak digunakan lagi untuk menjahit;

f. cara memasukkan bahan ke mesin. Bila sedang menjahit, jangan memasukkan bahan ke mesin dengan tangan terlalu ke depan karena ada kemungkinan jarum akan mengenai tangan kita;

g. menjaga keseriusan. Bila seseorang menggunakan mesin jahit jangan bermain-main karena semua mesin jahit berbahaya, akibatnya orang tersebut bisa mengalami kecelakaan misalnya terpotong atau terjahit tangannya;

h. cara meletakkan gunting. Jangan meletakkan gunting di atas mesin jahit karena gunting bisa terjatuh pada saat menjahit. Sediakan kantong dari bahan untuk tempat gunting dan pemotong benang yang diletakkan pada meja mesin jahit;

14

Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit i. penggunaan cincin jahit (bidal). Agar jari tidak tertusuk jarum waktu

i. penggunaan cincin jahit (bidal). Agar jari tidak tertusuk jarum waktu menjahit dengan tangan,biasakanmemakaicincinjahit.Bilatusukanjarumyangberkaratdapatmenimbulkan infeksi yang mengandung kuman tetanus dan dapat berakibat fatal bagi jiwa kita. (cincin jahit/bidal dipakai di jari tangan tengah).

j. menjaga kebersihan. Jangan meletakkan makanan atau minuman di atas mesin jahit karena akan mengotori mesin jahit.

3. Alur kerja

Berikut langkah–langkah yang ditempuh dalam menjahit seperti pada diagram alur dibawah

ini.

Mulai Mengukur besar badan Pita ukur Buku, pensil/bolpen Mencatat di buku Membuat pola pada kertas
Mulai
Mengukur besar badan
Pita ukur
Buku, pensil/bolpen
Mencatat di buku
Membuat pola pada kertas
Pensil, Mistar, Kertas
Kain, kertas pola, rader, karbon,
kapur kain
Membuat pola pada kain
Gunting
Memotong kain
Mesin jahit, jarum jahit
mesin, benang
Menjahit
Kancing baju, resleting
Memasang asesoris
Setrika, papan setrika
Finishing
Selesai

Gambar 12. Diagram alur dalam menjahit dengan konsep keselamatan kerja, lingkungan dan efisensi.

Teknik Menjahit

15

Bab II - Teknik Menjahit 4. Mekanisme Kerja a. Mengukur Badan Ukuran merupakan suatu hal

Bab II - Teknik Menjahit

4. Mekanisme Kerja

a. Mengukur Badan

Ukuran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam membuat pakaian. Cara membuat pakaian yang baik yakni mengambil ukuran badan dikerjakan dengan teliti dan tepat. Oleh karena itu, teknik mengukur yang tepat diperlukan pengetahuan dan keterampilan disamping itu juga perlu mengetahui sisi pola mana yang akan dipergunakan pada waktu membuat pola tersebut.

Apabila salah dalam mengukur, hal ini akan menyebabkan kesalahan pada menggambar pola. Akibatnya, terjadi kesalahan juga pada potongan kain. Hasil akhir dari proses menjahit yang salah seperti ini akan menyebabkan pakaian tidak sesuai dengan postur tubuh yang diinginkan dan tidak nyaman dipakai oleh pemakai pakaian.

Untuk mendapat ukuran yang tepat dan pas di badan pada waktu diukur hendaknya calon pemakai mengenakan pakaian dalam yang rapi dan pas.

Cara mengambil ukuran badan mempergunakan pita ukuran centimeter (cm). Sebelum mengambil ukuran dengan menggunakan tinta pensil kita kerjakan sebagai berikut.

Lingkar badan diukur melalui puncak dada ke bawah lengan atau ketiak melingkari bagian belakang sampai cukup erat. Lingkar pinggang diukur cukup erat sampai sudah tidak dapat digeserkan lagi ke bawah. Lingkar pinggul melalui bagian-bagian yang paling tebal cukup erat.

1).Mengukur badan untuk kemeja

Bagian – bagian yang perlu diukur:

a). Panjang kemeja b). Lebar pundak

c). Panjang lengan d). Lebar dada e). Besar badan

f ). Panjang kerah

16

Teknik Menjahit

pundak c). Panjang lengan d). Lebar dada e). Besar badan f ). Panjang kerah 1 6

Gambar 13. Sket kemeja.

Sebelum mengukur alangkah baiknya disiapkan sket kemeja agar memudahkan dalam pengukuran dan menerjemahkannya pada pola.

1. Ujung meteran diletakkan di bahu yang paling tinggi (di atas otot pundak paling tinggi (1) atau pangkal leher ke bawah sampai lingkar pinggul atau yang diinginkan (2).

2. Lebar pundak diukur dari ujung pundak kiri (3) ke kanan sampai persilangan pangkal leher (4). Salah satu ujung meteran tepat pada ujung tulang pundak. Ujung satunya berakhir pada ujung tulang dada.

3. Panjang lengan diukur di atas persilangan tulang pundak dengan tulang lengan (4) ke arah bawah yang diinginkan. Jika lengan pendek diukur sampai dengan atas siku, (5). Apabila lengan panjang sampai dengan pergelangan tangan (6).

Bab II - Teknik Menjahit

dengan pergelangan tangan (6). Bab II - Teknik Menjahit 1 2 Gambar 14. Pengukuran panjang kemeja.
1 2
1
2
Gambar 14. Pengukuran panjang kemeja. 4 3 Gambar 15. Pengukuran lebar pundak 4 5 6
Gambar 14. Pengukuran panjang kemeja.
4
3
Gambar 15. Pengukuran lebar pundak
4
5
6

Gambar 16. Pengukuran panjang lengan.

Teknik Menjahit

17

Bab II - Teknik Menjahit 4. Besar leher diukur dari pangkal leher (pertemuan dua tulang

Bab II - Teknik Menjahit

4. Besar leher diukur dari pangkal leher (pertemuan dua tulang rusuk paling atas (10) melingkari leher sampai pada titik temu ukuran dari awal.

5. Lebar dada diukur dari bawah ketiak kiri sampai bawah ketiak kanan (7-8)

6. Besar badan diukur dari bawah ketiak kiri terus ke depan sampai ketiak kanan kembali ke titik awal (9-9)

Setelah mengukur besar badan kemudian dituangkan dalam gambar sket seperti pada gambar berikut.

Contoh hasil pengukuran

 

1. 1 – 2

= 70 cm,

panjang kemeja.

2. 3 – 4

= 48 cm,

lebar pundak.

3. 4 – 5 – 6

= 26 cm,

panjang lengan.

4. 7 – 8

= 38 cm,

lebar dada.

5. 9 – 9

= 88 cm,

besar badan.

6. 10 – 10

= 40 cm,

besar kerah.

18

Teknik Menjahit

10
10
Gambar 17.Pengukuran besar leher. 9 9
Gambar 17.Pengukuran besar leher.
9
9

Gambar 18. Pengukuran besar badan.

1 10 4 3 7 8 9 9 5 6 2
1
10
4
3
7
8
9
9
5
6
2

Gambar 19. Sket bagian-bagian pengukuran untuk kemeja

2).Mengukur badan untuk celana panjang

Bagian-bagian yang perlu di ukur:

a). Panjang celana b). Panjang selangka c). Besar pinggang d). Besar pinggul e). Besar paha

f ). Besar lutut

g). Besar kaki (Serampat)

Bab II - Teknik Menjahit

lutut g). Besar kaki (Serampat) Bab II - Teknik Menjahit Berikut langkah langkah dalam mengukur badan

Berikut langkah langkah dalam mengukur badan untuk membuat celana panjang.

1. Panjang celana Diukur dari lingkar pinggang ( 1 ) sampai dengan mata kaki atau bawah tumit ( 3 ).

2. Besar selangka Diukur sebaiknya pada waktu memakai celana panjang, yaitu mulai dari pinggang muka melalui garis tengah muka celana diteruskan ke belakang sampai dengan garis pinggang belakang dan pita ukuran jangan ditarik (2).

3. Besar pinggang Diukur melingkari sekeliling pinggang sampai ke titik awal (dari 1 ke 1).

4. Besar pinggul Diukur melingkari bagian pantat melalui bagian sisi pinggul yang paling tebal. Pita ukuran dipegang antara ibu jari atas dan empat jari lainnya bawah agak longgar. (dari 4 kembali ke 4).

5. Besar paha Diukur melingkar dari depan paha bagian tengah (5).

paha Diukur melingkar dari depan paha bagian tengah (5). Gambar 20. Sket pengukuran untuk celana panjang

Gambar 20. Sket pengukuran untuk celana panjang

Teknik Menjahit

19

Bab II - Teknik Menjahit 6. Besar lutut Diukur melingkar dari depan lutut bagian tengah

Bab II - Teknik Menjahit

6. Besar lutut Diukur melingkar dari depan lutut bagian tengah (6).

7. Besar kaki Diukur melingkar dari depan mata kaki (3).

Keterangan gambar di atas

1. = Panjang celana

2. = Panjang selangka

1 – 3

1 – 2

3. 1

– 1

= Besar pinggang

4. 4 – 4

= Besar pinggul

5. 5 – 5

= Besar paha

6. 6 – 6

= Besar lutut

7. 3 – 3

= Besar kaki

Contoh hasil pengukuran ukuran: 100, 68, 72, 90, 60,26,26

Keterangan dari bilangan hasil pengukuran di atas

Panjang celana

= 100

Panjang selangka

= 68

Besar pinggang

= 72

Besar pinggul

= 90

Besar paha

= 60

Besar lutut

= 26

Besar kaki

= 26

3).Mengukur badan untuk rok

Untuk membuat rok, bagian-bagian yang perlu diukur

1. Lingkar pinggang

2. Tinggi pinggul

3. Lingkar pinggul

4. Panjang rok

5. Serampat (lingkar bawah rok).

20

Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit Berikut langkah-langkah dalam mengukur badan untuk membuat rok. 1. Lingkar pinggang

Berikut langkah-langkah dalam mengukur badan untuk membuat rok.

1. Lingkar pinggang

Diukur melingkar dari samping pinggang (1) melingkar ke depan sampai belakang kembali ke titik semula (1).

2. Tinggi pinggul

Diukur melalui dari pinggang (1) sampai ke lingkar pinggul (2).

3. Lingkar pinggul

Diukur melingkar dari samping pinggul (2) melingkar ke depan sampai belakang (pantat) kembali ke titik semula (2).

4. Panjang rok

Diukur dari lingkar pinggang (1) sampai dengan lutut (3) atau yang dikehendaki.

5. Lingkar bawah/serampat

lutut (3) atau yang dikehendaki. 5. Lingkar bawah/serampat Gambar 21. Sket pengukuran untuk rok Besar bawah

Gambar 21. Sket pengukuran untuk rok

Besar bawah dapat ditentukan dengan pengukuran atau dibuat sama dengan lingkar pinggul

b. Membuat pola

1). Membuat pola untuk kemeja

Bagian-bagian kemeja yang harus digambar:

1. 1/2 badan bagian muka

2. 1/2 badan bagian belakang

3. 1/2 badan bagian lengan

4. 1/2 badan bagian kerah

5. 1/2 badan bagian saku

Teknik Menjahit

21

Bab II - Teknik Menjahit a). Menggambar 1/2 badan bagian muka (Ukuran : 70; 48;

Bab II - Teknik Menjahit

a).

Menggambar 1/2 badan bagian muka (Ukuran : 70; 48; 26;38, 88; 40)

1/2 badan bagian muka (Ukuran : 70; 48; 26;38, 88; 40) Gambar 22. Pola 1/2 badan

Gambar 22. Pola 1/2 badan bagian muka kemeja

Keterangan gambar bagian muka

1. A – B

= 70 cm

= panjang kemeja

 

2. A – C

= 22 cm

=

besar badan2. A – C = 22 cm =

3. A –A1

= 8 cm

=

besar kerah3. A –A1 = 8 cm =

4. E – E1

= 24 cm

=

lebar pundak4. E – E1 = 24 cm =

5. A – F

= 8 cm

=

6. D – D1

7. C – C1

= 23 cm

= B – B1

besar kerah dada + 4 cm= = 28 cm = 4 cm = besar badan + 6 cm = = 28 cm = 4 cm = besar badan + 6 cm

=

= 28 cm

= 4 cm

=

besar kerah dada + 4 cm = = 28 cm = 4 cm = besar badan

besar badan + 6 cm

8. C – D

= A – E

= ketentuan

22

Teknik Menjahit

b).

Menggambar

b). Menggambar Bab II - Teknik Menjahit badan bagian belakang (Ukuran : 70; 48; 26; 38;

Bab II - Teknik Menjahit

badan bagian belakang (Ukuran : 70; 48; 26; 38; 88; 40)

badan bagian belakang (Ukuran : 70; 48; 26; 38; 88; 40) Gambar 23. Pola ½ badan
badan bagian belakang (Ukuran : 70; 48; 26; 38; 88; 40) Gambar 23. Pola ½ badan

Gambar 23. Pola ½ badan bagian belakang kemeja

Keterangan gambar

23. Pola ½ badan bagian belakang kemeja Keterangan gambar badan bagian belakang 1. A – B

badan bagian belakang

1. A – B

= 76 cm

= panjang kemeja muka + 6 cm

2. A – C

= 28 cm

=

besar badan + 6 cm (ketentuan)

besar badan + 6 cm (ketentuan)

3. C – D

= 4 cm

= ketentuan

 

4. A – E

5. A – A1

= 4 cm

= 8 cm

= ketentuan besar kerah

=

= ketentuan besar kerah =
 

6. A – F

= 2,5 cm

= ketentuan

 

7. C – C1

= B – B1

= 28 cm

=

7. C – C1 = B – B1 = 28 cm = besar badan + 6

besar badan + 6 cm

8. C1 – C2 –D1

9. E – E1

= 24 cm

= 4 cm /kerongan badan belakang

besar badan + 6 cm 8. C1 – C2 –D1 9. E – E1 = 24

= pundak

Teknik Menjahit

23

Bab II - Teknik Menjahit c). Menggambar badan bagian lengan Keterangan Gambar 24. Pola 1/2

Bab II - Teknik Menjahit

c).

Menggambar

badan bagian lenganBab II - Teknik Menjahit c). Menggambar Keterangan Gambar 24. Pola 1/2 bagian lengan kemeja badan

Bab II - Teknik Menjahit c). Menggambar badan bagian lengan Keterangan Gambar 24. Pola 1/2 bagian

Keterangan

Menjahit c). Menggambar badan bagian lengan Keterangan Gambar 24. Pola 1/2 bagian lengan kemeja badan bagian

Gambar 24. Pola 1/2 bagian lengan kemeja

badan bagian lengan

1.

A –

B

= A 1 – B 1

= 26 cm panjang lengan

2.

A – A 1 = B – B 1

= 22 cm

=

besar badan2. A – A 1 = B – B 1 = 22 cm =

3.

A – A2 = A2 – A1

=

11 cm

=

x 22 cm3. A – A2 = A2 – A1 = 11 cm =

4.

B1 – B2

= 17 cm (lebar ujung lengan)

d).

Menggambar

badan bagian kerah

badan bagian kerah

 
lengan) d). Menggambar badan bagian kerah   2 4 Teknik Menjahit Gambar 25. 1/2 bagian kerah

24

Teknik Menjahit

Gambar 25. 1/2 bagian kerah kemeja.

Keterangan

badan bagian kerahKeterangan 1. A – B 2. A – C 3. A – A3 = 1 cm

1. A – B

2. A – C

3. A – A3 = 1 cm

= A1 – B1

= 20 cm

= 25 cm panjang kerah

=

A – A3 = 1 cm = A1 – B1 = 20 cm = 25 cm

4. A1 – A2

= 2 cm

5. A2 – A3

= 4 cm

= 8 cm

7. D – D2 = 5 cm

6.

C – D

Bab II - Teknik Menjahit

8 cm 7. D – D2 = 5 cm 6. C – D Bab II -

Dihubungkan dari A2 ke D2 ke B1 ke C; dari C ke A3 melalui D.

d).

Menggambar bagian

A

A

1

2

A

C; dari C ke A3 melalui D. d). Menggambar bagian A A 1 2 A B

B

1

B

C ke A3 melalui D. d). Menggambar bagian A A 1 2 A B 1 B

Gambar 26. Pola kemeja.

bagian saku

bagian A A 1 2 A B 1 B Gambar 26. Pola kemeja. bagian saku saku

saku

A A 1 2 A B 1 B Gambar 26. Pola kemeja. bagian saku saku Keterangan

Keterangan gambar

1. A – B

2. A – A1 = B – B1

3.

bagian saku

=

gambar 1. A – B 2. A – A1 = B – B1 3. bagian saku

= A1 – B1

= 6 cm

= 14 cm = tinggi saku

= untuk lancip saku

lebar saku

A – A2

= 1 cm

Teknik Menjahit

25

Bab II - Teknik Menjahit 2). Membuat pola untuk celana Bagian-bagian yang harus digambar a).

Bab II - Teknik Menjahit

2). Membuat pola untuk celana

Bagian-bagian yang harus digambar

Membuat pola untuk celana Bagian-bagian yang harus digambar a). b). c). d). Bagian kantong belakang badan

a).

b).

c).

d). Bagian kantong belakang

badan bagian muka badan bagian belakang bagian kantong samping

e).

Bagian penutup kantong

f ).

Gulbi dan congot gulbi

g). Paspol h). Tali ban (tali stock)

Cara-cara menggambar

a).

b). Menentukan titik-titik dasar

c).

d). Membuat garis-garis dasar

Membuat garis as (garis patokan)

Menentukan perhitungan menurut rumus

a). Menggambar ½ badan bagian muka

Contoh ukuran : 100, 68, 72, 90, 60, 26, 26

bagian muka Contoh ukuran : 100, 68, 72, 90, 60, 26, 26 Gambar 27. Pola 1/2

Gambar 27. Pola 1/2 badan bagian muka celana panjang

26

Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit Keterangan pola 1/2 badan bagian muka celana panjang 1. A –

Keterangan pola 1/2 badan bagian muka celana panjang

1. A – B = 100 cm = panjang celana

2. A – C = 27 cm = 1/3 x 68 + 4 /ketentuan = selangka

3. B – B1 = B – B2 = 12 cm

4. E – E1= E – E 2 = 12 cm

5. B – F= B1 – F1= B2 – F2

6. C – D = C1 – D1

7. C1C3D1= 4 cm (ketentuan dibuat lengkungan)

8. A1 – A2 = 10 cm

9. A – A1= 7 cm

= 1/2 lebar kaki -2:2

= 1/2 lebar lutut -2:2

= 4 cm (lebar lipatan/sesuai keinginan)

= C2 – D2 = 4 cm (ketentuan)

• Dari titik B1 ke C1 melalui E1

• Dari titik B1 ke C1 melalui E1

• Dari titik B1 ke C1 melalui E1

• Dari titik C1 ke C2 melalui D1

• Dari titik B2 ke C2 melalui E2

• Dari titik C2 ke A2 melalui D2

• Dari titik A2 ke A1 melalui A

ke C2 melalui D1 • Dari titik B2 ke C2 melalui E2 • Dari titik C2
ke C2 melalui D1 • Dari titik B2 ke C2 melalui E2 • Dari titik C2

10. A – A2 = 10 cm

11. C – C1= C – C2 = 13 cm (1/2 x 60 – 4 : 2)

b). Menggambar 1/2 badan bagian belakang

x 60 – 4 : 2) b). Menggambar 1/2 badan bagian belakang Gambar 28 . Pola

Gambar 28. Pola 1/2 badan bagian belakang celana panjang.

Keterangan pola 1/2 badan bagian belakang:

1. = 100 cm= panjang celana bagian belakang

A – B

2. = 27 cm 1/3 x 68 + 4 cm (ketentuan) = selangka

3.

4. = 4 cm (lipatan)

5. = 4 cm (ketentuan)

6. B – B 1= B – B2

7. E – E1 = E – E2

8. C – C1 = C – C2 = 17 cm =

A –C

E =

1/2 BC

F – B

C – D

= F – F1

= F – F2

= 14 cm

=

1/2 kaki + 2 : 2

= 14 cm =

1/2 lutut + 2 : 2

1/2 paha + 4 : 2

Teknik Menjahit

27

Bab II - Teknik Menjahit 9. D1 – D2= 17 cm = 1/2 pinggul –

Bab II - Teknik Menjahit

9. D1 – D2= 17 cm = 1/2 pinggul – pinggul muka +2

10. = 3 cm (ketentuan)

11. = 10 cm (ketentuan)

A1A3

A2A4

12. A5A6

= 3 cm

13. A4A7

= 8 cm

14. = 12 cm (lebar saku)

A8A9

  • Dari F1 dihubungkan ke C1 melalui E1 • Dari C1 dihubungkan ke A3
  • Dari F1 dihubungkan ke C1 melalui E1 • Dari C1 dihubungkan ke A3
 

• Dari F1 dihubungkan ke C1 melalui E1

• Dari C1 dihubungkan ke A3 melalui D1 garis lengkung

• Dari F2 dihubungkan ke C2 melalui E2

• Dari C2 dihubungkan ke A2 melalui D2

• Dari A2 dihubungkan ke A3

lengkung • Dari F2 dihubungkan ke C2 melalui E2 • Dari C2 dihubungkan ke A2 melalui
lengkung • Dari F2 dihubungkan ke C2 melalui E2 • Dari C2 dihubungkan ke A2 melalui
c). Menggambar 1/2 kantong samping A1 C B1 Keterangan gambar 1/2 kantong samping di atas:
c). Menggambar 1/2 kantong samping
A1
C
B1
Keterangan gambar 1/2 kantong samping
di atas:
A2
A – B
= A1 –B1=
30 cm (Panjang
kantong)
A – A1
:= B – B1 =
16 cm (1/2 lebar
kantong)
A1 – C
= 15 cm
A
B
A1 – A2 = 3 cm
Gambar 29. 1/2 kantong samping celana panjang
d). Menggambar kantong belakang
A1
C1
D1
B1
Keterangan gambar pola kantong:
1. A – B = A1 B1 = 30 cm dalam kantong dibagi 2 = 15 cm
2. A – A1
= B – B1
= 14 cm
3. A1C1
= C1D1
= D1B1
4. AC
= CD
= DB
= lebar kantong
= 10 cm
= 10 cm
A
C
D
B
Gambar 30. Pola kantong belakang celana
panjang.
28
Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit

Bab II - Teknik Menjahit e). Menggambar penutup kantong Keterangan penutup kantong celana panjang: 1. 2.

e). Menggambar penutup kantong

Keterangan penutup kantong celana panjang:

1.

2. A – C = 12 cm

3.

4. A1 - A2 = C1 - C2

A – B

A - A1

= 6 cm

= B - B1

= C - C1= 6 cm

=

1 1/2

cm

Bentuk gambar lapis ban

A B C A2 C2 A1 B1 C1
A
B
C
A2
C2
A1
B1
C1

Gambar 31. Penutup kantong celana panjang.

A

B

A1

B1

Gambar 32. Lapis ban celana panjang

Ketentuan gambar lapis ban

1.

A – B

( 1/2 lingkar pinggang + 8 cm)

= A1 - B1

= 44 cm

2. A - A1 = B - B1

=

1/2 3

cm (lebar ban) = 2 cm

f). Bentuk gambar gulbi C A B A1 C1 B1
f). Bentuk gambar gulbi
C
A
B
A1
C1
B1

Gambar 33. Gulbi celana panjang

Keterangan gambar gulbi celana panjang

1. A – B = 26 cm = panjang gulbi

2. B – B1 = 5 cm = lebar gulbi

3. B – C = 20 cm

4. A – A1 = C – C1 = 2 cm

Teknik Menjahit

29

Bab II - Teknik Menjahit g). Bentuk gambar congot gulbi B A A2 A3 B1

Bab II - Teknik Menjahit

g). Bentuk gambar congot gulbi B A A2 A3 B1 A1 C
g). Bentuk gambar congot gulbi
B
A
A2
A3
B1
A1 C

30

Gambar 34. Congot gulbi celana panjang.

Keterangan gambar congot gulbi:

1. A – B

2. A – A1 = B – B1= 4 cm (lebar congot)

3.

4. A2 – A3 = 1 cm

5.

= A1 – B1= 22 cm (panjang congot)

= 5 cm

1/2 A – A1

A1 – C

A2 =

h). Menggambar tali ban

Keterangan tali ban:

1. A - B = A1 - B1 = 12 cm

2. A - A1 = B - B1 = 6 cm

3. Masing-masing = 3 cm

B A B1 A1
B
A
B1
A1

Gambar 35. Tali ban celana panjang

3. Membuat pola untuk rok

Bagian-bagian yang perlu digambar:

1. 1/2 Badan bagian muka.

2. 1/2 Badan bagian belakang.

3. Panjang ban.

Teknik Menjahit

1 2 3
1
2
3

Gambar 36 . Sket rok.

Contoh hasil pengukuran badan untuk rok:

1. 1 – 2 = 20 cm = Tinggi Pinggul

2. 1 – 3 = 60 cm = Panjang Rok

3. 1 – 1 = 70 cm = Besar Pinggang

4. 2 – 2 = 80 cm = Besar Pinggul

5. 3 – 3 = 96 cm = Besar Bawah

a). Menggambar 1/2 badan bagian muka rok

C1 B2 B1 A1 A2 A3 A C B
C1
B2 B1
A1
A2
A3
A
C
B

Gambar 37. Pola 1/2 bagian muka rok.

Keterangan gambar ½ bagian muka:

1. A – B = A1 – B 1= 60 cm = Panjang rok

2. A – C = 20 cm = Tinggi pinggul

3. A – A1= 18,5 cm = 1/4 pinggang + 1 cm

4. C – C1= 21 cm = 1/4 pinggul + 1 cm

5. B – B 1 = 23 cm = 1/4 serampat (besar bawah) + 1,5 cm

6. B1 – B2= 1 cm

7.

8. A2 – A3 = 13 cm = panjang sekengan

A2

= 1/2 dari A-A1

Bab II - Teknik Menjahit

Teknik Menjahit

B1 – B2= 1 cm 7. 8. A2 – A3 = 13 cm = panjang sekengan

31

3 2 Bab II - Teknik Menjahit b). Menggambar 1/2 Badan Bagian Belakang Keterangan gambar

32

Bab II - Teknik Menjahit

b). Menggambar 1/2 Badan Bagian Belakang

Keterangan gambar ½ bagian belakang:

1. A – B = A1 – B 1= 60 cm = Panjang rok

2. A – C = A1 – C1 = 20 cm = Tinggi pinggul

3. A – A1 = 18,5 cm =

4. C – C1 = 21 cm =

5. B – B1 = 23 cm=

6. B1 – B2 = 1 cm

7. A2

8. A2 – A3= 13 cm (panjang sekengan)

9. A4

B2 = 1 cm 7. A2 8. A2 – A3= 13 cm (panjang sekengan) 9. A4

pinggang + 1,5 cm

pinggul + 1 cm

serampat + 1,5 cm

9. A4 pinggang + 1,5 cm pinggul + 1 cm serampat + 1,5 cm = dari
9. A4 pinggang + 1,5 cm pinggul + 1 cm serampat + 1,5 cm = dari

=

9. A4 pinggang + 1,5 cm pinggul + 1 cm serampat + 1,5 cm = dari

dari A –A1

= 20 atau 17,5 cm (Ritsleting belakang)

c). Panjang ban

A1

C1 B2 B1 A1 A2 A3 A4 A C B
C1
B2 B1
A1
A2
A3
A4
A
C
B

Gambar 38. Pola 1/2 bagian belakang rok.

B1

A4 A C B Gambar 38. Pola 1/2 bagian belakang rok. B1 A Gambar 39. 1/2

A

Gambar 39. 1/2 ban rok.

Keterangan gambar 1/2 ban rok:

1. A - A1= B - B1= 3

2. A - B= A1 - B1= 37,5 cm = 1/2 pinggang + 2,5 cm

1/2 lebar ban

Teknik Menjahit

B

4). Memotong Kain

a). Memotong kain untuk kemeja:

Bab II - Teknik Menjahit

a). Memotong kain untuk kemeja: Bab II - Teknik Menjahit • Lebar kain dilipat jadi 2,

• Lebar kain dilipat jadi 2, lipat sama panjang atau lebarnya (2 lapis).

• Menggambar bagian depan kanan.

• Menggambar bagian belakang.

• Menggambar lengan.

• Menggambar kerah.

• Menggambar saku.

Kain diletakkan di atas meja. Gunting kanan ke kiri menggunakan tangan kanan. Tangan kiri dipakai untuk menekan/memegang bahan yang mau dipotong agar tidak bergerak.

Posisi gunting berjalan menurut garis pola yang telah digambar. Gunting selalu di atas kain.

b). Bagian-bagian yang perlu dipotong untuk sebuah celana

• Memotong badan bagian muka 2 potong

• Memotong badan bagian belakang 2 potong

• Memotong gulbi satu potong

• Memotong congot gulbi satu potong

• Memotong paspol kantong belakang 2 potong

• Memotong blegzel kantong samping 2 potong

• Memotong lapis ban satu potong

• Memotong kantong belakang menurut kebutuhan (satu potong untuk kantong satu, dan dua potong kalau kantong dua)

• Memotong kantong samping 2 potong

c). Cara-cara memotong bagian-bagian sebuah celana

1. Mengatur kain dengan sebaik-baiknya yaitu

a. Apabila lebar kain 140 harus dilipat menurut panjang

b. Apabila lebar kain 90 harus dilipat menurut lebar

Teknik Menjahit

33

Bab II - Teknik Menjahit 2. Menggambar dari kanan ke kiri jadi pangkal kain disebelah

Bab II - Teknik Menjahit

2. Menggambar dari kanan ke kiri jadi pangkal kain disebelah kanan

3. Secara berurut lebih dahulu, muka kemudian belakang

4. Selalu adakan kontrol tentang ukuran-ukuran garis-garis, kain yang akan dipotong dan yang belum dipotong

5. Tiap-tiap bagian yang akan dipotong harus dilipat sebaik-baiknya dan di letakkan di tempat tertentu.

5). Menjahit

a). Menjahit kemeja Urut-urutan teknik menjahit untuk sebuah kemeja

• Pasang saku bagian depan

• Menggandeng depan dan belakang pada pertemuan jahitan di atas pundak

• Menjahit lengan kanan kiri

• Menjahit kerah

• Memasang kerah dengan badan

• Menjahit serampat/lipatan

• Membuat lubang kancing

b). Menjahit Celana Panjang

Urut-urutan teknik menjahit untuk sebuah celana

• Membabar

• Menjahit pinggir-pinggir potongan bagian badan

Untuk badan bagian muka

• Menjahit gulbi dan menggandengnya pada badan bagian muka dan bagian kiri.

• Menjahit congot dan menggandengnya pada bagian muka bagian kanan.

• Menjahit kantong samping pada samping badan muka kanan dan kiri.

Untuk badan bagian belakang

• Menjahit sekengan kanan kiri.

• Menjahit kantong bagian belakang dengan paspol atau dengan tutup.

34

Teknik Menjahit

Untuk menggandeng

Bab II - Teknik Menjahit

Untuk menggandeng Bab II - Teknik Menjahit • Menggandeng samping badan muka dengan samping badan kanan

• Menggandeng samping badan muka dengan samping badan kanan kiri.

• Menjahit jadi kantong kanan kiri.

• Menjahit jadi kaki (paha) kanan kiri.

• Menggandeng selangka badan kanan kiri.

• Menjahit dan memasang lapis ban.

• Menjahit dan memasang tali ban.

• Menjahit serampat kanan kiri.

• Menjahit lubang kancing dan memasang kancing.

c). Menjahit Rok

Berikut urut-urutan dalam proses menjahit rok

• Menjahit sekengan (kupnat) muka dan belakang

• Menjahit saku samping

• Menjahit samping kanan kiri

• Menjahit ritsleting

• Menjahit ban

• Memasang ban dan tali sabuk

• Menjahit serampat (lipatan) dan pasang hak

5. Penyelesaian Akhir

Dalam menjahit, penyelesaian dapat berupa pemasangan asesoris maupun penyetrikaan pakaian supaya rapi. Sebelum menyetrika, perhatikan kain atau bahan yang akan disetrika, apakah bahan tersebut tahan panas atau tidak. Jika bahan yang disetrika tidak tahan panas, maka panas setrika harus dikurangi atau berilah pelapis dengan kain katun yang tidak mudah luntur.

Teknik Menjahit

35

BAB III

ANALISIS USAHA DAN PROSPEK PASAR

1. Analisis Usaha

a. Usaha Rintisan

Berikut contoh analisis sederhana untuk rintisan usaha konveksi skala rumah

tangga.

Harga pokok produksi (HPP)

a. Benang

Rp

500,00

b. Kain keras

Rp 1.000,00

 

c. Kancing

Rp 1.000,00

d. Penyelesaian

Rp 2.000,00

+

Total HPP

Rp 4.500,00

Harga jual untuk penjahitan kemeja per potongnya

Rp 25.000,00.

Apabila dalam satu bulan dapat menyelesaikan minimal 30 potong pakaian

37

Bab III - Analisis Usaha dan Prospek Pasar maka: Pendapatan bruto = (Harga jual –

Bab III - Analisis Usaha dan Prospek Pasar

maka:

Pendapatan bruto

= (Harga jual – HPP) x 30

= (Rp 25.000,00 – Rp 4.500,00) x 30

= Rp 615.000,00

Biaya perawatan mesin, jarum dll. Rp 50.000,00/bulan

sehingga pendapatan bersih dari usaha rintisan menjahit sebesar

= Rp 615.000,00 – Rp 50.000,00

= Rp 565.000,00

b. Usaha Profesional

Sebagai contoh usaha profesional, ambil contoh usaha jasa konveksi yang telah memiliki pelanggan tetap. Dalam setiap hari usaha tersebut harus membuat 1 potong kemeja dan 1 potong celana panjang. Pada usaha tersebut mempekerjakan 1 tenaga khusus untuk menjahit. Pengukuran badan, pembuatan pola, pemotongan kain dilakukan oleh pemilik usaha tersebut. Maka analisis usaha sederhananya sebagai berikut.

Harga pokok produksi:

a. Benang

Rp

1.000,00

b. Kain keras

Rp

2.000,00

c. Kancing

Rp

1.000,00

d. Hak

Rp

500,00

e. Penyelesian

Rp

3.000,00

f. Pekerja jait

Rp 20.000,00

+

Jumlah HPP

Rp 27.500,00

Harga jual 1 kemeja dan 1 celana panjang Rp 80.000,00 Pendapatan bruto per hari = Rp 80.000,00 – Rp 27.500,00 = Rp 52.500,00

Pendapatan 1 bulan dengan produksi 1 potong kemeja dan 1 celana panjang

= Rp 52.500,00 x 30 = Rp 1.575.000,00

38

Teknik Menjahit

Beban operasional per bulan

Bab III - Analisis Usaha dan Prospek Pasar

per bulan Bab III - Analisis Usaha dan Prospek Pasar a. Perawatan mesin jahit, jarum, dll

a. Perawatan mesin jahit, jarum, dll

Rp

50.000,00

b. Listrik

Rp

30.000,00

c. Sewa lokasi (Rp 2.000.000,00/th)

Rp 167.000,00

+

Total biaya beban bulanan

Rp 247.000,00

 

Pendapatan bersih pemilik usaha

= Rp 1.575.000,00 - Rp 247.000,00 = Rp 1.328.000,00

2. Prospek Pasar

Sandang sebagai kebutuhan pokok manusia akan membuat kebutuhan akan sandang terus meningkat seiring perkembangan penduduk dunia. Kemajuan zaman dan teknologi akan menuntun manusia untuk menciptakan variasi-variasi baru dalam pakaian atau busana. Hal ini akan mendorong tumbuhnya dunia usaha di bidang busana yang akhirnya akan membuka peluang usaha yang sebesar-besarnya.

Teknik Menjahit

39

BAB IV

PEMANFAATAN LIMBAH

Kegiatan menjahit menghasilkan limbah berupa perca kain, sisa benang, jarum, sisa kapur, dan kertas pola. Apa yang terpikir dari limbah perca ini? Apakah akan dibuang begitu saja? Tidakkah terpikir bahwa kain-kain tersebut bisa menjadi barang yang bermanfaat bahkan bisa menghasilkan uang. Limbah berupa kain perca dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembutan souvenir, tas, keset, dasi, taplak meja, sapu tangan dan lain-lain. Pemanfaatan perca bisa untuk mempercantik kamar, ruang tamu atau di setiap sudut rumah, sedangkan sisa kertas dapat didaur ulang menjadi kertas hias.

Berikut adalah contoh produk usaha yang telah memanfaatkan limbah konveksi atau kain perca sebagai bahan baku utama

A. Tas

konveksi atau kain perca sebagai bahan baku utama A. Tas C. Gambar 40. Tas dari kain

C.

Gambar 40. Tas dari kain perca. (http:// arupadatucolection.indonetwoork.co.id/

prod/60html)

41

Bab IV - Pemanfaatan Limbah B. Sarung Bantal Kursi Gambar 41. Sarung bantal dari kain

Bab IV - Pemanfaatan Limbah

B. Sarung Bantal Kursi

Bab IV - Pemanfaatan Limbah B. Sarung Bantal Kursi Gambar 41. Sarung bantal dari kain perca

Gambar 41. Sarung bantal dari kain perca batik. (http://www.trulyjogya.com/index.php?action=news.detail&cat)

C. Bed Cover/Sprei

C. Bed Cover /Sprei Gambar 42 . Bed cover dari kain perca. (

Gambar 42. Bed cover dari kain perca.

(http://indonesiabatikcorner.com/2009/12/14/bed-cover-in)

42

Teknik Menjahit

Daftar Pustaka

• Anonim. 2002. WorldSummitonSustainableDevelopment.BackgroundInformation. http://www.environment.gov.za/worldsummit/bground.htm (accesed on June 5,

2005)

• Anonim, 2006. Sekitar Tentang Textil: Ragam Serat. http://abikover.multiply.com/

journal/item.10

• Ali, M.B. 2006. From Rio to Johannesburg: Achievements and Failures in Sustainable Development. Comsats. Islamabad, Pakistan

• Anonim, 2008. JENIS-JENIS KAIN. http://mayhouse.multiply.com/journal/item/9/ JENIS_JENIS_KAIN

http://mesinjahitku.blogspot.com/2009/06/

Anonim,

2009.

Jarum

Mesin

Jahit.

jarum.html

• Anonim, 2009. Keselamatan Kerja Dalam Menjahit. http://jarumjahitku.blogspot. com/

Sustainable

Haq,

Development based on Science and Technology. Comsats. Islamabad, Pakistan

M.,

H.A.

Khan,

and

H.A.

Khan.

2006.

Important

Aspects

of

• Khan, H.A. 2006. Road to Sustainable Development. Comsats. Islamabad, Pakistan

• McKeown, R. 2002. Progress has been made in Education for Sustainable Development. Applied Environmental Education and Communication. Vol: 1, no.1. p. 21.

• Muhadi, 2009. Komunikasi Pribadi, November 2009

• Siddiqui,Z.H.,N.Masud’andHasibullah.2006.EducationforSustainableDevelopment.

Comsats, Islamabad, Pakistan

• Wancik, M.H. 2006. Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Wanita. Buku 1 dan 2. PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

43

Glosarium

Ban

:

Bagian yang lurus mendatar di sebelah atas pinggang celana atau rok, juga sebagai tempat memmasang ikat pinggang.

Gulbi

:

Tempat menempelnya ritsleting celana, letaknya di sebelah kanan dan sebelah kiri bukaan ritsleting celana.

Kampuh

:

Lebar guntingan = Jarak menggunting dari garis pola. Bagian pinggiran kain yang merupakan tempat untuk menggabungkan kain yang satu dengan kain yang lain, lalu dijahit sesuai garis pola atau rader.

Konveksi

:

Pakaian jadi yang dibuat tidak menurut ukuran khusus per- orangan, tetapi menurut ukuran S,M,L.

Mesin zig-zag

:

Mesin jahit yang jalan jarum jahitnya bisa ke kanan lalu ke kiri. Mesin ini bisa untuk border, bisa untuk membuat rumah kancing dan bisa juga untuk mengelim zig-zag

Paspol

:

Bibir kantong yang terdaapat pada kantong belakang celana atau kantong jas.

Sekengan kupnat

:

lipit pantas atau cubitan pada kain yang dijahit untuk mengikuti bentuk badan seseorang.

Rader

:

roda kecil yang bergigi dan bergagang. Digunakan untuk member tanda pada kain yang berada di sebelah bawahnya dengan cara didorong dan ditekan agar member bekas.

44

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Lembar Kerja Peserta Didik EVALUASI I 1. Sebutkanlah alat-alat yang digunakan untuk

Lembar Kerja Peserta Didik

EVALUASI I

1. Sebutkanlah alat-alat yang digunakan untuk menjahit?

2. Sebutkanlah bahan-bahan yang dipakai untuk menjahit berdasarkan asal bahan?

3. Jelaskanlah tata cara kerja yang harus diperhatikan dalam menggunakan alat dan bahan menjahit yang aman?

4. Masing-masing

benang,

peserta

didik

diminta

untuk

memasang

jarum,

memasang

menyebutkan bagian-bagian mesin jahit dan teknik memperbaiki mesin jahit?

5. Peserta didik diminta memegang kain yang disediakan oleh tutor kemudian diminta menjelaskan ciri-ciri masing-masing?

6. Apa saja yang dapat kita rasakan jika dalam memasang dan menggunakan alat jahit mengikuti aturan?

7. Apakah saudara merasa nyaman dalam bekerja dengan penataan mesin jahit yang baik, ada tempat sampah?

8. Bahan-bahan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pakaian atau busana?

9. Bahan-bahan layak pakai apa saja yang dapat dimanfaatkan dalam kaitannya proses jahit- menjahit?

Pengenalan Alat dan Bahan

Mari kita coba membayangkan berada di tempat seorang penjahit yang akan membuat sebuah pakaian. Apa yang kita lihat di sekeliling ruang dari seorang penjahit. Biasanya seorang penjahit telah mempersiapkan meteran kain sebagai salah satu alat yang digunakan dalam proses menjahit. Adakah bahan dan alat-alat lain yang diperlukan dalam proses menjahit tersebut?

Cobalah mencari bahan dan alat-alat yang digunakan dalam proses menjahit. Sebutkan jenis bahan atau alat-alat dalam kegiatan menjahit seperti pada gambar-gambar di bawah ini.

Teknik Menjahit

45

Lembar Kerja Peserta Didik Nama kegiatan : mengukur badan Alat yang digunakan :

Lembar Kerja Peserta Didik

Nama kegiatan : mengukur badan Alat yang digunakan :

Nama kegiatan : mengukur badan Alat yang digunakan :

http://www.e-dukasi.net/mapok/mp-files

Nama kegiatan : mencatat ukuran badan Alat yang digunakan :

Nama kegiatan : mencatat ukuran badan Alat yang digunakan :

http://xpaper.net/mview.php%3FardD%3D2

http://likaya2.wordpress.com/slmn.brwrn/

http://likaya2.wordpress.com/slmn.brwrn/

Nama kegiatan : membuat pola Alat dan bahan yang digunakan :

…………………………………………….

46

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Nama kegiatan : memotong kain Alat yang digunakan :
Lembar Kerja Peserta Didik Nama kegiatan : memotong kain Alat yang digunakan :

Nama kegiatan : memotong kain Alat yang digunakan :

…………………………………………

http://www.aliexpress.com/product-gs/263922301-

Tailoring-scissors-wholesalers.html

Tailoring-scissors-wholesalers.html http://smockingwithnannie.blogspot.com/2009/03/

http://smockingwithnannie.blogspot.com/2009/03/

alatan-menjahit_30.html

Nama kegiatan : membuat pola Alat dan bahan yang digunakan :

…………………………………………

digunakan : ………………………………………… http://digilib.unnes.ac.id/gsd Nama kegiatan : menjahit kain

http://digilib.unnes.ac.id/gsd

Nama kegiatan : menjahit kain Alat dan bahan yang digunakan :

Teknik Menjahit

47

Lembar Kerja Peserta Didik http://laporankuliah.blogspot.com/2010/01 http://hutaberkah.indoetwork.co.id/prod/60 Nama

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik http://laporankuliah.blogspot.com/2010/01 http://hutaberkah.indoetwork.co.id/prod/60 Nama

http://laporankuliah.blogspot.com/2010/01

Peserta Didik http://laporankuliah.blogspot.com/2010/01 http://hutaberkah.indoetwork.co.id/prod/60 Nama kegiatan :

http://hutaberkah.indoetwork.co.id/prod/60

Nama kegiatan : penyelesaian pakaian Alat dan bahan yang digunakan :

……………………………………………

Dalam proses menjahit untuk pembuatan pakaian diperlukan bahan dan alat seperti: kain, kertas payung, buku besar, pensil, bolpen, penghapus, penggaris, kapur kain, meteran pakaian, gunting, jarum, dan mesin jahit.

48

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan : Memilih jenis bahan Yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan untuk
Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan : Memilih jenis bahan Yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan untuk
Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan : Memilih jenis bahan Yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan untuk

Kegiatan : Memilih jenis bahan Yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan untuk pakaian antara lain:

…………………………………………

http://www.crayonscraft.com/Kursus%20Sulam%20Payet.

html

http://www.crayonscraft.com/Kursus%20Sulam%20Payet. html http://indonetwork.co.id/CV-RZV/1101851

http://indonetwork.co.id/CV-RZV/1101851

html http://indonetwork.co.id/CV-RZV/1101851 http://wintraco.indonetwork.co.id/317680 Kegiatan :

http://wintraco.indonetwork.co.id/317680

Kegiatan : menentukan jenis gunting Yang perlu diperhatikan

Kegiatan :memilih dan menentukan jarum mesin Yang perlu diperhatikan:

Teknik Menjahit

49

Lembar Kerja Peserta Didik http://smokingwithnanie.blogspot.com/2009 Kegiatan : Memilih jarum jahit tangan Yang perlu

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik http://smokingwithnanie.blogspot.com/2009 Kegiatan : Memilih jarum jahit tangan Yang perlu

http://smokingwithnanie.blogspot.com/2009

Kegiatan : Memilih jarum jahit tangan Yang perlu diperhatikan …………………………………………

………………………………………… http://surabaya.detik.com/read/2009/12/22

http://surabaya.detik.com/read/2009/12/22

http://surabaya.detik.com/read/2009/12/22 http://www.mycottonbox.com/content/comp 1311.jpg Apa yang

http://www.mycottonbox.com/content/comp 1311.jpg

Apa yang perlu disediakan untuk mengamankan jarum pentul pada saat kita menjahit :

50

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik   http://www.swaiklan.com/tag/janomel373 http://masakecildulu.wordpress.com/2009
 
 

http://www.swaiklan.com/tag/janomel373

http://masakecildulu.wordpress.com/2009

http://masakecildulu.wordpress.com/2009

Kegiatan 1. memilih mesin jahit

1. Mesin jahit untuk rumah tangga dan industri.

2. Mesin jahit manual dan elektrik.

 

Kegiatan 2. Keselamatan kerja:

1.

Aspek yang harus diperhatikan dalam menjaga

keselamatan kerja dalam menjahit.

keselamatan kerja dalam menjahit.

http://jakartacity.olx.co.id/jual-1-mesin

http://jakartacity.olx.co.id/jual-1-mesin
 

http://serba-serbi.tokobagus.com/lain-lain

Teknik Menjahit

51

Lembar Kerja Peserta Didik http://larismesin.blogspot.com/20090322archive.html Kegiatan: Apa yang harus diperhatikan

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik http://larismesin.blogspot.com/20090322archive.html Kegiatan: Apa yang harus diperhatikan

http://larismesin.blogspot.com/20090322archive.html

Kegiatan:

Apa yang harus diperhatikan dalam menggunakan mesin obras?

Apakah perlu mesin obras dibutuhkan tutup agar tidak berdebu? Mengapa?

mesin obras dibutuhkan tutup agar tidak berdebu? Mengapa? http://sadewa-phootology.blogspot.com/2008/04/efek-

http://sadewa-phootology.blogspot.com/2008/04/efek-

kertas-papirus-html

Kegiatan :

Memilih kertas untuk menggambar pola dari kertas- kertas bekas yang masih layak pakai Yang perlu diperhatikan:

Pengukuran

Peserta didik mencoba melakukan mengambil ukuran badan untuk membuat pola dengan sesama teman.

1. Pengukuran untuk pembuatan kemeja

Kegiatan

: Mengukur panjang badan/kemeja

Caranya

:

Hasil

:

cm

52

Teknik Menjahit

1 10 4 3 7 8 9 9 5 6 2
1
10
4
3
7
8
9
9
5
6
2

Gambar 1. Kemeja tampak depan

Kegiatan

 

Caranya

: Mengukur besar/lingkar badan :

Hasil

:

cm

Kegiatan

Caranya

: Mengukur panjang/lingkar kerah :

Hasil

:

cm

Kegiatan

Caranya

: Mengukur panjang lengan :

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur lebar bahu

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

Caranya

: Mengukur lebar dada :

Hasil

:

cm

2. Pengukuran untuk pembuatan celana

Kegiatan

: Mengukur panjang celana

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar selangka

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar/lingkar pinggang

Caranya

:

Hasil

:

cm

Lembar Kerja Peserta Didik

pinggang Caranya : Hasil : cm Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Sketsa celana Teknik Menjahit
pinggang Caranya : Hasil : cm Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Sketsa celana Teknik Menjahit

Gambar 2. Sketsa celana Teknik Menjahit

53

Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan : Mengukur besar/lingkar panggul (pantat) Caranya : Hasil : cm

Lembar Kerja Peserta Didik

Kegiatan

: Mengukur besar/lingkar panggul (pantat)

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar/lingkar paha

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar/lingkar lutut

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar/lingkar kaki (serampat)

Caranya

:

Hasil

:

cm

3. Pengukuran untuk pembuatan rok

Kegiatan

: Mengukur lingkar /besar pinggang

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur tinggi panggul

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur besar pinggul

Caranya

:

Hasil

:

cm

Kegiatan

: Mengukur panjang rok

Caranya

:

Hasil

:

cm

54

Teknik Menjahit

: Mengukur panjang rok Caranya : Hasil : cm 5 4 Teknik Menjahit Gambar 2. Pola

Gambar 2. Pola rok tampak depan

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan : Mengukur serampat (lingkar bawah rok) Caranya : Hasil : cm

Kegiatan

: Mengukur serampat (lingkar bawah rok)

Caranya

:

Hasil

:

cm

Pembuatan Pola

Dari hasil pengukuran yang diperoleh oleh masing-masing peserta didik, diarahkan dan dibimbing untuk melakukan pembuatan pola untuk masing-masing pakaian yang akan dibuat. Peserta didik diberi tugas untuk menyiapkan kertas layak pakai misalnya (koran) untuk membuat pola.

1). Pembuatan pola kemeja

Bagian-bagian kemeja yang harus digambar adalah :

1. ½ badan bagian

2. ½ badan bagian

3. ½ badan bagian

4. ½ badan bagian

5. ½ badan bagian

Cara menggambar polanya :

4. ½ badan bagian 5. ½ badan bagian Cara menggambar polanya : Gambar 1. Pola kemeja

Gambar 1. Pola kemeja bagian muka

Teknik Menjahit

55

Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Pola kemeja bagian belakang Cara membuatnya: Gambar 3. Pola

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Pola kemeja bagian belakang Cara membuatnya: Gambar 3. Pola bagian

Gambar 2. Pola kemeja bagian belakang

Cara membuatnya:

Didik Gambar 2. Pola kemeja bagian belakang Cara membuatnya: Gambar 3. Pola bagian lengan Cara membuatnya

Gambar 3. Pola bagian lengan

Cara membuatnya :

56

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 4. Pola bagian kerah Cara membuatnya : A B 1 1
Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 4. Pola bagian kerah Cara membuatnya : A B 1 1

Gambar 4. Pola bagian kerah

Cara membuatnya :

A B 1 1 A 2 A B
A
B
1
1
A
2
A
B

Gambar 5. Pola bagian saku

Cara membuatnya :

Teknik Menjahit

57

Lembar Kerja Peserta Didik 2). Pembuatan Pola rok Bagian yang perlu digambar adalah: 1. ½

Lembar Kerja Peserta Didik

2). Pembuatan Pola rok

Bagian yang perlu digambar adalah:

1. ½ badan bagian

2. ½ badan bagian

3. ½ bagian C1 B2 B1 A1 A2 A3 A4 A C B
3. ½ bagian
C1
B2 B1
A1
A2
A3
A4
A
C
B

Gambar : Pola rok ½ bagian belakang

Cara membuatnya : C1 B2 B1 A1 A2 A3 A C B
Cara membuatnya :
C1
B2 B1
A1
A2
A3
A
C
B

Gambar : Pola rok ½ bagian depan

Cara membuatnya :

58

Teknik Menjahit

A1

B1

A1 B1 A B Gambar : Pola rok ½ban Cara membuatnya : 3). Pembuatan pola celana

A

B

Gambar : Pola rok ½ban

Cara membuatnya :

3). Pembuatan pola celana

Bagian-bagian yang harus digambar adalah:

1.

½ badan bagian

2.

½ badan bagian

3.

½ bagian kantong

4.

5.

6.

Lembar Kerja Peserta Didik

kantong 4. 5. 6. Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 1. Pola ½ badan bagian muka Cara
kantong 4. 5. 6. Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 1. Pola ½ badan bagian muka Cara

Gambar 1. Pola ½ badan bagian muka

Cara membuatnya :

Teknik Menjahit

59

Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Pola ½ badan bagian belakang Cara membuatnya : A1

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik Gambar 2. Pola ½ badan bagian belakang Cara membuatnya : A1 C

Gambar 2. Pola ½ badan bagian belakang

Cara membuatnya : A1 C B1 A2 A B
Cara membuatnya :
A1
C
B1
A2
A
B

Gambar 3. Pola ½ kantong samping

Cara membuatnya :

60

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik A1 C1 D1 B1 A C D B Gambar 4. Pola kantong
A1 C1 D1 B1 A C D B
A1
C1
D1
B1
A
C
D
B

Gambar 4. Pola kantong belakang

Cara membuatnya :

A B C A2 C2 A1 B1 C1
A
B
C
A2
C2
A1
B1
C1

Gambar 5. Pola tutup kantong

Cara membuatnya :

Teknik Menjahit

61

Lembar Kerja Peserta Didik A B A1 B1 Gambar 6. Pola lapis ban Cara membuatnya

Lembar Kerja Peserta Didik

A

B

A1

B1

Gambar 6. Pola lapis ban

Cara membuatnya : C A B A1 C1 B1
Cara membuatnya :
C
A
B
A1
C1
B1

Gambar 6. Pola bentuk Gulbi

Cara membuatnya :

62

Teknik Menjahit

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik B A A2 A3 B1 A1 C Gambar 6. Pola Congot Gulbi
B A A2 A3 B1 A1 C Gambar 6. Pola Congot Gulbi
B
A
A2
A3
B1
A1 C
Gambar 6. Pola Congot Gulbi

Cara membuatnya :

B

A

B A B1 A1
B A B1 A1
B A B1 A1

B1

A1

Gambar 6. Pola tali ban

Cara membuatnya :

Teknik Menjahit

63

Lembar Kerja Peserta Didik • Mengapa perlu membuat pola sebelum menjahit pakaian? • Pemotongan Kain

Lembar Kerja Peserta Didik

• Mengapa perlu membuat pola sebelum menjahit pakaian?

• Pemotongan Kain

1. Tutor memberi tugas kepada peserta didik untuk praktik memotong kain.

2. Mengapa pemotongan kain dalam memberikan nilai estetika dan keserasian pakaian sangatlah penting?

3. Apakah yang perlu disiapkan ketika akan memotong kain sebelum menjahit supaya tidak boros kain, dan efisien waktu?

4. Bagaimana cara memotong kain yang tepat dan benar dan menjamin keselamatan kerja?

• Menjahit

1. Apakah ada petunjuk kerja tata cara menjahit pada tempat belajar Saudara? Apa arti pentingnya?

2. Peserta didik dibimbing untuk mencoba dan menjahit kemeja, celana panjang, rok, sampai finishing (penyelesaian).

3. Peserta didik dikelompokkan kemudian masing-masing kelompok memberikan penilaian terhadap hasil jahitan kelompok lain dengan bimbingan tutor (yang dinilai adalah kerapian, ketepatan waktu, dan ketepatan ukuran dan pengaruhnya terhadap harga jika dipasarkan)

4. Apakah Saudara pernah melihat seorang yang mengalami kecelakaan ketika menjahit? Mengapa?

• Analisis ekonomi

Tugas

1. Peserta didik diberi tugas untuk menyusun analisis usaha dari hasil kegiatan menjahitnya dibacakan dan didiskusikan dengan teman-temannya

2. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan wawancara pada pengusaha jahitan/konveksi terkait dengan usaha, dan kiat-kiatnya dalam mengelola usaha. Kemudian mereka diminta menyampaikan hasilnya dalam bentuk laporan, kemudian didiskusikan bersama tutor.

64

Teknik Menjahit

EVALUASI II

Soal 1

Lembar Kerja Peserta Didik

EVALUASI II Soal 1 Lembar Kerja Peserta Didik Pak Yanto memulai usaha menjahit dengan menggunakan 1

Pak Yanto memulai usaha menjahit dengan menggunakan 1 unit mesin jahit. Biaya produksi Pak Yanto adalah sebagai berikut:

Benang

Rp

400,00

Kain keras

Rp 1.000,00

Kancing

Rp 1.000,00

Penyelesaian

Rp 2.000,00

Harga jual untuk penjahitan kemeja per potongnya Rp 30.000,00 Dalam sebulan dapat menyelesaikan 50 potong, biaya perawatan mesin, jarum dan lain-lain Rp 50.000,00/bulan, berapa penghasilan bersih Pak Yanto dalam sebulan?

Soal 2

Bu Fulanah, seorang pengusaha sukses dalam usaha konveksi. Setiap hari usahanya mampu menyelesaikan 60 potong kemeja dan 60 potong celana panjang. Pada usaha tersebut mempekerjakan 1 tenaga khusus untuk menjahit. Pengukuran badan, pembuatan pola, pemotongan kain dilakukan oleh pemilik usaha tersebut. Harga pokok produksinya adalah sebagai berikut.

Benang

Rp

1.000,00

Kain keras

Rp

2.000,00

Kancing

Rp

1.000,00

Hak

Rp

500,00

Penyelesian

Rp

3.000,00

Pekerja jahit,

Rp

20.000,00 dan

Harga jual 1 kemeja dan 1 celana panjang Rp 80.000,00

Beban operasional per bulan adalah :

Perawatan mesin jahit, jarum, dll Rp

50.000,00

Listrik

Rp

30.000,00

Sewa lokasi (Rp 2.000.000,00/th),

Rp 167.000.00

Berapa keuntungan bersih Bu Fulanah setiap bulan?

Teknik Menjahit

65

6 6 Lembar Kerja Peserta Didik Teknik Menjahit

66

Lembar Kerja Peserta Didik

Teknik Menjahit

Daftar Isi

KATA SAMBUTAN ~ III KATA PENGANTAR ~ V

BAB I - PENDAHULUAN ~ 1

1.1 Latar Belakang ~

1.2 Peran Pengembangan Berkelanjutan dalam Mengatasi Masalah Dunia ~ 3

1.3 Peran dan Arti Penting Pendidikan Untuk Pengembangan Berkelanjutan

~ 5

BAB II - PENGENALAN ALAT DAN BAHAN MENJAHIT

~ 9

BAB III - PENGUKURAN BADAN ~ 13

BAB IV - PEMBUATAN POLA ~ 17

BAB V - PEMOTONGAN KAIN ~ 21

BAB VI - PENJAHITAN ~ 25

BAB VII - FINISHING DAN PEMANFAATAN LIMBAH

~ 29

DAFTAR PUSTAKA ~ 32

iii

BAB I

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Pembangunan yang dilakukan oleh manusia setelah sekian lama sejak adanya peradaban di bumi ini ternyata justru mengarah kepada ketidakstabilan. Revolusi industri yang dimulai dari Eropa pada awal abad ke-20 mengakibatkan meningkatnya kerusakan di dunia ini. Adapun kerusakan yang terjadi dapat dilihat dalam contoh di bawah ini.

a. Meningkatnya Angka Kemiskinan

Meskipun negara-negara di dunia terutama negara-negara maju menyatakan perang terhadap kemiskinan, tetapi data yang ada menunjukkan bahwa seperempat dari penduduk dunia masih mengalami kemiskinan. Sekitar 1,3 milyar penduduk dunia hidup dengan penghasilan di bawah US$ 1 (sekitar Rp 9.500,00) per hari dan sekitar 160 juta anak-anak masih menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Selanjutnya, jurang pemisah antara orang kaya dan miskin juga semakin lebar. Data pada tahun 2002 menunjukkan bahwa orang terkaya di dunia yang berjumlah sekitar 1% dari penduduk dunia mempunyai penghasilan sama dengan 57% dari penghasilan orang miskin dunia. Berdasarkan data dari PBB, kekayaan 3 orang terkaya di dunia sama dengan penghasilan kotor dari 43 negara miskin di dunia bila dikumpulkan.

1

Bab I - Pendahuluan b. Punahnya Jenis-jenis Makhluk Hidup E.O. Wilson, seorang peneliti dari Universitas

Bab I - Pendahuluan

b. Punahnya Jenis-jenis Makhluk Hidup

E.O. Wilson, seorang peneliti dari Universitas Harvard dari Amerika Serikat melaporkan bahwa setidaknya ada satu jenis makhluk hidup yang punah dalam 20 menit akibat tingkah laku manusia. Data yang ada sekarang menunjukkan bahwa sekitar 20.000 sampai 100.000 jenis dalam setahun mengalami kepunahan yang permanen dari muka bumi bahkan banyak diantaranya yang punah sebelum sempat ditemukan dan diteliti oleh para ilmuwan.

Sebagian besar dari kepunahan tersebut diakibatkan oleh kehilangan tempat hidupnya (habitatnya) seperti kerusakan hutan yang menjadi tempat hidup banyak jenis makhluk hidup.

c. Hilangnya Hutan-Hutan

Kehilangan hutan-hutan di dunia sekarang ini sangat cepat. Sekitar 13,7 juta hektar hutan di dunia ditebang per tahun. Luas tersebut sama dengan luas negara Nepal yang terletak di utara India. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan aturan dari negara-negara di dunia terutama negara-negara berkembang.

d. Pemanasan Global

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu di bumi karena panas dari matahari yang mestinya dipantulkan ke luar angkasa oleh permukaan bumi ternyata tidak bisa keluar dari bumi karena terhalang oleh lapisan gas terutama karbon dioksida. Karbon dioksida tersebut kebanyakan dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, seperti minyak tanah, bensin, dan solar. Laju pemanasan global adalah sebesar 0,44°C. Dengan demikian, kalau tidak ada usaha untuk menurunkan produksi karbon dioksida dan melakukan efisiensi penggunaan energi maka dalam 10 tahun suhu di bumi kita akan naik 4,4°C. Dengan kenaikan suhu tersebut akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. Dengan demikian, akan mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

e. Konsumsi Berlebihan

Cara hidup manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan, seperti cara melakukan perjalanan, menggunakan makanan, membuang sampah, menggunakan energi. Kesemuanya itu sangat menentukan kualitas dari lingkungan tempat tinggal. Konsumsi energi dalam sepuluh tahun

2

Teknik Menjahi

Bab I - Pendahuluan

Bab I - Pendahuluan terkhir di negara-negara Amerika Utara meningkat 16%, Amerika Selatan meningkat 35% serta

terkhir di negara-negara Amerika Utara meningkat 16%, Amerika Selatan meningkat 35% serta di Timur Tengah dan Afrika Utara meningkat 58%. Dalam tahun tersebut terjadi pula peningkatan jumlah perjalanan penduduk dunia menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Selanjutnya, terjadi pula peningkatan jumlah produksi dan pembelian kendaraan bermotor. Dengan demikian, terjadi konsumsi energi yang berlebih yang mengakibatkan pemborosan pemakaian energi terutama yang berasal dari minyak bumi. Belum lagi terjadinya sampah akibat aktivitas yang ditimbulkan, seperti sampah dari wisatawan sampai dengan sampah dari bekas kendaraan dan suku cadangnya.

f. Penurunan Tingkat Kesehatan

Kesehatan penduduk sangat menentukan kualitas dari suatu bangsa. Usia harapan hidup dari penduduk Zimbabwe sebelum wabah HIV-AIDS adalah 65 tahun, tetapi pada saat wabah menjadi

44

tahun dan diramalkan apabila tidak ada tindakan yang nyata, diperkirakan akan menjadi tinggal

39

tahun pada tahun 2010. Kalau masalah kesehatan tidak mendapat penanganan yang serius

akan mengakibatkan peningkatan problem pada sektor yang lain, seperti penurunan tingkat pendidikan dan peningkatan jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.

1.2. Peran Pengembangan Berkelanjutan dalam Mengatasi Masalah Dunia

Untuk mengatasi persoalan-persoalan di atas perlu adanya langkah-langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah, masyarakat, dan perseorangan baik di tingkat keluarga, lokal (desa, kecamatan), regional (kabupaten, provinsi), nasional (negara) dan internasional (antarnegara). Dalam pelaksanaannya harus mengedepankan kerja sama antarsemua pihak yang terlibat, baik di dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan pada semua tingkatan. Beberapa contoh pelaksanaan adalah sebagai berikut.

a. Air

Air merupakan sumber kehidupan. Ketersediaan air sangat menentukan kualitas dari kehidupan. Kalau air tersedia dalam kondisi bersih dan sehat maka manusia dan organisme lain akan hidup dengan kecukupan agar dapat melangsungkan kehidupannya. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara kebutuhan akan air dengan ketersedian air. Untuk mencapai keseimbangan tersebut perlu melakukan efisiensi dalam penggunaannya

Teknik Menjahit

3

Bab I - Pendahuluan dan menyimpan sumber-sumber air. Cara yang digunakan untuk melakukan efisiensi adalah

Bab I - Pendahuluan

dan menyimpan sumber-sumber air. Cara yang digunakan untuk melakukan efisiensi adalah dengan penggunaan kembali, mendaur ulang, dan mengurangi pemakaian (re-use, re-cycle dan reduce). Dengan daur ulang, industri bisa mengurangi pemakaian air sampai lebih dari 50% dan dengan penggunaan kembali, sektor pertanian bisa mengurangi pemakaian air sampai 36%.

b. Energi

Energi dibutuhkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sekarang ini, energi memegang peranan penting dalam sektor industri. Data menunjukkan bahwa dengan peningkatan populasi global maka akan meningkat pula pemakaian energi sekitar 2% per tahun. Untuk mengatasi krisis energi diperlukan efisiensi dalam penggunaannya dan mencari alternatif sumber energi. Cara hidup sehari-hari seperti penggunaan listrik untuk penerangan, dan kebutuhan rumah tangga adalah memegang peranan penting dalam melakukan efisiensi pengurangan energi. Penggunaan sarana transportasi umum akan pula mengurangi pemakaian energi. Pencarian alternatif energi seperti energi angin, surya, biogas dari kotoran ternak dan limbah organik (sayuran, limbah dari pabrik tahu dan tempe), biodiesel dari jarak, sawit, jagung dan mikroalgae serta bio-etanol dari ketela, limbah sawit dan mikroalgae menjadi sangat penting untuk menjamin ketersediaan energi di masa depan.

c. Kesehatan

Masalah kesehatan adalah masalah keberlangsungan hidup dari manusia. Bagaimana mereka dapat bekerja, belajar dan melakukan aktivitas harian bila mereka sakit. Masalah kesehatan juga sangat erat hubungannya dengan masalah pendidikan dan kemiskinan. Rendahnya pendidikan juga akan mengakibatkan rendahnya kesadaran untuk hidup sehat. Tingginya angka kemiskinan juga akan mengurangi mereka untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari semua pihak terkait, seperti pemerintah, masyarakat, industri dari semua tingkatan untuk berkerja bersama-sama mengatasi problem kesehatan. Pemerintah menentukan regulasi, industri menyediakan dana, dan masyarakat memberikan keterlibatan tenaga dan pikirannya untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk suatu daerah. Disamping itu, keterlibatan dari lembaga pendidikan dan penelitian sangat diperlukan untuk meningkatkan metode dan strategi dalam mengatasi masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

4

Teknik Menjahi

d. Pangan

Bab I - Pendahuluan

d. Pangan Bab I - Pendahuluan Ketersediaan pangan bagi penduduk dunia merupakan sesuatu yang sangat mendasar.

Ketersediaan pangan bagi penduduk dunia merupakan sesuatu yang sangat mendasar. Untuk menyediakan pangan bagi penduduk dunia diperlukan strategi tepat dalam produksi pertanian dan pencarian sumber alternatif pangan. Disamping itu, rantai pemasaran dan distribusi juga memegang peranan penting. Kehancuran sektor pertanian akan mengancam ketersediaan pangan bagi kehidupan manusia di muka bumi.

1.3. Peran dan Arti Penting Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan

a. Definisi Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan

Pendidikan memegang peranan utama dalam mencapai keberlanjutan sehingga antara pendidikan dan keberlanjutan merupakan suatu sinergi yang tidak boleh dipisahkan. Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan pada dasarnya adalah sebuah nilai dengan tanggung jawab sebagai pusatnya. Tanggung jawab kepada yang lain termasuk pada kondisi sekarang dan masa mendatang, pada perbedaan dan keanekaragaman, lingkungan, dan sumber daya di planet yang kita tinggali.

Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan memberikan masyarakat pengetahuan dan kecakapan untuk pembelajaran seumur hidup serta untuk membantu mereka mendapatkan solusi baru dalam mengatasi masalah ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dengan pendidikan akan memberikan kita pengertian dan pemahaman bahwa manusia sebagai ras dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan lingkungan alam dan sosial di tempat mereka tinggal. Dengan demikian, Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan bertujuan untuk membawa manusia untuk mengadopsi sikap dan tingkah laku yang memberikan kehidupan yang lebih komplit.

Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan adalah merupakan investasi bagi masa depan kita yang bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya yang tepat untuk keberlanjutan kehidupan di dunia ini (Anonim, 2002).

Teknik Menjahit

5

Bab I - Pendahuluan Kita harus membedakan antara pendidikan untuk ( for ) dan t

Bab I - Pendahuluan

Kita harus membedakan antara pendidikan untuk (for) dan tentang (about). Pendidikan tentang (about) pengembangan berkelanjutan pada dasarnya hanya untuk meningkatkan kesadaran dan diskusi. Sementara pendidikan untuk (for) pengembangan berkelanjutan adalah penggunaan pendidikan sebagai alat atau metode untuk mencapai keberlanjutan kehidupan kita (McKeown, 2000).

b. Sejarah

Istilah pengembangan berkelanjutan pertama kali disampaikan pada sidang umum PBB tahun 1987. Pada tahun 1987 sampai dengan tahun 1992 istilah tersebut mengalami kematangan dan dimasukkan dalam 40 bab dalam agenda 21. Pada bab 36 dalam agenda 21 diyatakan bahwa perlu adanya pendidikan, kesadaran masyarakat, dan pelatihan untuk mempromosikan pengembangan berkelanjutan. Pada kurun waktu tersebut implementasi dari konsep tersebut masih belum berjalan dengan baik. Penyebab utamanya adalah isi dari konsep tersebut masih banyak dikembangan oleh pemerintah dan organisasi besar di dunia, tetapi peran pendidik masih belum ada untuk menyampaikan konsep tersebut. Pertemuan tingkat dunia (World Summit on Sustainable Development) tahun 2002 tentang pengembangan berkelanjutan di Johannesburg Afrika Selatan memutuskan untuk memberikan peran utama pada pendidikan untuk mencapai keberlanjutan. Selanjutnya, pada tahun 2005 PBB melepas secara perdana dekade Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan/Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014). Sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas suksesnya dekade tersebut adalah UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization)/organisasi perserikatan bangsa-bangsa untuk pendidikan dan kebudayaan.

c. Orientasi Pendidikan