Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS SWOT PT SEMEN HOLCIM INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Pada awalnya PT Holcim Indonesia bernama semen Cibinong yang berdiri pada
tahun 1971, namun pada tahun 2006 perusahaan tersebut diakuisisi Holcim sehingga
berubah nama menjadi Holcim Indonesia. PT Holcim Indonesia merupakan perusahaan
semen yang potensial. Hal ini karena perusahaan memiliki dukungan dari Holcim
Jerman yang merupakan salah satu semen unggulan kelas dunia. Tentu saja hal ini
membuat para pesaing sangat waspada terhadap kekuatan PT Holcim Indonesia. PT
Holcim Indonesia memiliki tujuan untuk menciptakan inovasi sebagai solusi dalam
pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya varian
produk PT Holcim Indonesia seperti beton, aggregate, dan bukan hanya dari sisi produk
saja Holcim Indonesia juga menyediakan layanan konsultasi yang diberi nama Solusi
Rumah yang bertujuan untuk membantu konsumen dalam merancang rumah idaman.
Selain itu perusahaan juga tidak melupakan alam sebagai sumber bahan baku
perusahaan, hal ini dibuktikan Holcim dengan program-program penghijauan tidak
hanya di lokasi sekitar pabrik namun ke daerah-daerah lain. Holcim juga memiliki
lembaga pelatihan bagi pegawai baru dan lama, ini bertujuan agar pegawai perusahaan
memiliki keunggulan dibanding SDM perusahaan lain dan tentu saja juga
menguntungkan bagi perusahaan karena dapat menghemat biaya. Selain itu perusahaan
juga sedang membangun pabrik di Tuban, pembangunan ini diharapkan dapat
meningkatkan produktivitas perusahaan. Perusahaan juga mencipatakan inovasi untuk
distribusi dengan alat angkut bernama Minimix, kendaraan ini mampu menjangkau
daerah yang tidak dapat dijangkau truk semen.
1.2 Visi dan misi
Visi
Membangun solusi yang berkelanjutan untuk masa depan masyarakat.
Misi
Holcim Indonesia akan tumbuh dengan menciptakan nilai bagi stakeholders melalui :
a. Memberikan solusi bangunan berkelanjutan yang berfokus pada segmen pelanggan
yang berbeda
b. Merawat keselamatan dan lingkungan
c. Pengembangan masyarakat, kepemimpinan yang inovatif dan jaringan yang
terintegrasi
1.3 Tujuan jangka panjang dan pendek

Tujuan Jangka Panjang


a. Meningkatkan mutu SDM perusahaan
b. Mengembangkan waralaba untuk program Solusi Rumah agar masyarakat mudah
menjangkaunya
c. Meningkatkan produksi semen
d. Lebih mendekatkan produk perusahaan ke masyarakat kota hingga daerah pelosok
Tujuan jangka pendek
a. Melakukan kerja sama dengan pebisnis daerah
b. Memperbanyak Minimix atau alat angkut yang lebih kecil dari truk semen agar dapat
menjangkau daerah dengan akses yang sempit
c. Membangun pabrik di beberapa lokasi di pulau Jawa

BAB II
PERMASALAHAN
2.1. Kelemahan
1. Harga produk yang lebih mahal (Price)
Harga produk Holcim relative lebih mahal dibanding harga produk lain, hal ini terjadi
karena perusahaan untuk menggenjot pendapatan perusahaan yang terlilit hutang cukup
besar.
2. Kemampuan produksi yang rendah (Operasional/Produksi)
Hal itu terjadi karena kapasitas produksi pabrik PT. Holcim rendah. Masalah ini
disebabkan jumlah pabrik yang masih sedikit dan tidak sesuai dengan jumlah
permintaan produk.
3. Lokasi pabrik yang jauh dari pelabuhan (place)
Pabrik PT Holcim Indonesia berlokasi jauh dari pelabuhan. Hal ini membuat PT Holcim
Indonesia harus mengeluarkan biaya ekstra untuk distribusi produk ke luar Jawa. PT
holcim juga belum memiliki pelabuhan sendiri, jadi perusahaan harus mengeluarkan
biaya tambahan untuk administrasi pelabuhan.
4. Jumlah pabrik yang masih terbatas di pulau Jawa (Place)
PT. Holcim Indonesia saat ini hanya memiliki pabrik di pulau Jawa sehingga produk
Holcim belum dapat menjangkau pasar di luar Jawa terutama di daerah pedalaman
5. Memiliki masalah keuangan terutama hutang (Keuangan)
Di awal akuisisi semen Cibinong, Holcim memiliki pekerjaan yaitu hutang yang cukup
besar yang harus ditanggung perusahaan. Sampai sekarang pun Holcim masih memiliki
utang mencapai 1,5 triliun.
6. Pemasaran produk yang belum merata ke seluruh Indonesia (promotion)
Produk Holcim masih sulit ditemui di luar pulau Jawa. Pemasaran produk Holcim masih
terfokus di pulau Jawa karena keterbatasan saluran distribusi perusahaan untuk daerah
di luar Jawa.
2.2.Ancaman
a. Banyaknya pesaing usaha di bidang yang sama (pesaing)
Semakin banyak dan berkembanya perusahaan pesaing di bidang yang sama baik itu
BUMN maupun swasta membuat persaingan semakin ketat
b. Adanya pasar bebas (pendatang baru)
Hal ini membuat produk semen luar negeri semakin mudah masuk ke Indonesia dan
menambah sengit persaingan.
c. Tarif dasar listrik yang ditetapkan pemerintah fluktuatif (peraturan)
Perusahaan sangat bergantung pada listrik dari pemerintah. Hal ini tentu saja menjadi
masalah ketika TDL dinaikkan pemerintah. Harga semen pun akan ikut naik untuk

menutupi biaya operasional perusahaan. Hal ini tentu saja akan menjadai ancaman
perusahaan karena konsumen tentu saja akan mencari semen lain yang lebih murah.
d. Jangkauan pasar pesaing yang lebih luas (pesaing)
Jangkauan pasar Semen Indonesia yang merupakan salah satu pesaing dari PT. Holcim
yang sangat luas karena mempunyai Semen Gresik untuk pasar Jawa, Semen Padang
untuk kawasan Sumatra, dan Semen Tonasa untuk wilayah Sulawesi.
e. Pajak yang ditetapkan pemerintah cukup tinggi (peraturan)
Seperti yang kita ketahui pajak yang dikenakan pemerintah untuk produk-produk
manufaktur cukup tinggi. Apalagi Holcim merupakan perusahaan swasta yang tidak
mendapat dukungan pemerintah baik secara finansial maupun dukungan berupa
kemudahan-kemudahan seperti yang diberikan kepada BUMN
f. Semakin banyaknya produk semen yang berkualitas (subtitusi)
Perusahaan lain semakin inovatif dalam menciptakan produk untuk menarik daya beli
masyarakat, seperti Semen Gresik yang membuat semen yang tahan dengan air laut. Hal
ini tentu menjadi ancaman PT Holcim Indonesia, karena dapat mengganggu pasar
produk Holcim.
g. Pesaing yang lebih unggul dalam saluran distribusi (pesaing)
Jika kita lihat semen Indonesia telah lama berkecimpung dalam industri semen
Indonesia. Semen Indonesia telah memiliki saluran distribusi di setiap daerah di
Indonesia. Bahkan memiliki anak perusahaan yang mewakili tiap area di Indonesia
seperti Semen Padang untuk Indonesia bagian barat, Semen Gresik untuk Jawa dan
Kalimantan, dan Semen Tonasa untuk Indonesia timur. Tentu saja ini menjadi ancaman
bagi Holcim yang tergolong perusahaan baru di Indonesia.

ANALISIS SWOT PT. SEMEN HOLCIM INDONESIA

Bobot dan Rating


Bobot
0
0,03 :
> 0,03 0,06 :
> 0,06 0,09 :
> 0,09 0,12 :
> 0,12 0,15 :

tidak penting
kurang penting
cukup penting
penting
sangat penting

Rating
1 : tidak berpengaruh
2 : cukup berpengaruh
3 : berpengaruh
4 : sangat berpengaruh
Analisis Internal Perusahaan
KEKUATAN (S)
Faktor-faktor Internal Utama

Bobot

Rating

Skor

Promosi yang paling kuat untuk kategori


perusahaan semen di Indonesia
Mampu menjangkau daerah yang memiliki jalur
yang sempit di pulau Jawa
Memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan
berkualitas
Memiliki pabrik yang ramah lingkungan
Varian produk Holcim yang beragam
Holcim memiliki pabrik-pabrik yang terintegrasi
satu sama lain
Holcim memiliki beberapa sertifikat
internasional sebagai pengakuan kualitas produk
Holcim di dunia internasional
Memiliki research dan development yang bagus

0,10

0,30

0,05

0,10

0,13

0,52

0,07
0,04
0,08

2
2
2

0,14
0,08
0,16

0,06

0,12

0,06

0,12

Total Kekuatan

0,59

1,54

Skor Tertinggi
Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi pilar utama dalam operasional
perusahaan. Selain itu, kualitas SDM sangat diandalkan dalam era pasar persaingan
bebas. Disini karyawan dituntut harus memahami standar operasional perusahaan
dengan benar dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja. Program kerjanya
adalah meningkatkan kualitas SDM dengan memaksimalkan Holcim Academy sebagai
sarana pelatihan bagi calon karyawan agar menjamin ketersediaan karyawan.
Skor Terendah
Varian produk holcim merupakan poin yang mendapat skor terendah. Hal ini
dikarenakan, pelanggan selama ini hanya mengenal Holcim sebagai penghasil semen
saja. Semen juga merupakan produk utama dari Holcim. Namun, untuk menjaga
persaingan dengan pesaing maka variasi produk sangat diperlukan. Disini program
kerjanya adalah menambah variasi dan inovasi produk yang telah ada agar dapat
bersaing dengan pesaing

KELEMAHAN (W)
Faktor-faktor Internal Utama

Bobot

Rating

Skor

Jumlah pabrik yang masih terbatas hanya di pulau


Jawa
Harga produk yang lebih mahal
Pemasaran produk yang belum merata ke seluruh
Indonesia
Kemampuan produksi yang masih rendah
Memiliki masalah keuangan terutama hutang
perusahaan
Lokasi pabrik yang jauh dari pelabuhan

0,09

0,18

0,08
0,07

4
3

0,32
0,21

0,06
0,06

3
2

0,24
0,12

0,05

0,10

Total Kelemahan

0,41

1,17

Total Keseluruhan Faktor Internal

1,00

2,71

Skor Tertinggi
Harga produk yang lebih mahal mendapat skor tertinggi. Harga memang menjadi salah
satu faktor yang paling menentukan keinginan untuk membeli suatu barang. Dengan
harga yang lebih mahal dibanding produk lain sejenis, tentu masyarakat akan lebih
memilih produk lain yang harganya lebih murah.
Skor Terendah
Lokasi perusahaan yang jauh dari pelabuhan mendapat skor terendah. Selama ini
perusahaan masih menumpang pelabuhan milik pemerintah dan harus membayar lebih
untuk administrasi. Tetapi hal ini tidak memiliki pengaruh yang besar bagi perusahaan.
Karena perusahaan tidak memberi proporsi besar untuk distribusi di luar pulau Jawa.

Analisis Eksternal Perusahaan


PELUANG (O)
Faktor-faktor Eksternal Utama

Bobot

Rating

Skor

Melimpahnya bahan baku semen di Indonesia


Semakin meningkatnya kebutuhan semen di
Indonesia
Semakin banyaknya proyek infrastruktur di
Indonesia
Berkembangnya industri properti di Indonesia
Memiliki hubungan baik dengan distributor dan
tukang
Pesaing yang tidak memiliki teknologi yang
tinggi
Keyakinan perusahaan untuk dapat mengungguli
para pesaing

0,14
0,10

4
4

0,56
0,40

0,08

0,24

0,06
0,04

3
2

0,18
0,08

0,06

0,12

0,05

0,10

Total Peluang

0,53

1,68

Skor Tertinggi
Melimpahnya bahan baku semen di Indonesia mendapat skor tertinggi. Hal ini
menunjukkan jika peluang bisnis terbuka lebar di Indonesia. Ketersediaan bahan baku
merupakan nyawa bagi sebuah perusahaan semen seperti Holcim. Disini program
kerjanya adalah mendirikan pabrik di dekat lokasi bahan baku. Hal ini dilakukan untuk
mempermudah pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi. Semen juga termasuk bahan
yang memiliki bobot yang cukup berat, sehingga hal ini dapat mengurangi pengeluaran
biaya.
Skor Terendah
Memiliki hubungan baik dengan distributor dan tukang mendapatkan skor terendah. Hal
ini dikarenakan peran mereka cukup penting namun jika kehilangan satu distributor saja
perusahaan tidak akan mengalami kerugian. Disini program kerjanya adalah menjaga
hubungan baik dengan mereka. Hal ini dilakukan untuk membantu kegiatan pemasaran
produk, peran mereka sangat krusial dalam memasarkan produk perusahaan.

ANCAMAN (T)
Faktor-faktor Eksternal Utama

Bobot

Rating

Skor

Persaingan dengan BUMN


Adanya pasar bebas di Asia
Semakin banyaknya produk semen yang berkualitas
Pesaing yang lebih unggul dalam hal distribusi
Pajak yang ditetapkan pemerintah cukup tinggi
Semakin tingginya harga bahan bakar yang
ditetapkan pemerintah
Tarif dasar listrik yang ditetapkan pemerintah

0,12
0,07
0,06
0,05
0,05
0,08

4
3
3
3
2
3

0,48
0,21
0,18
0,15
0,10
0,24

0,04

0,08

Total Ancaman

0,47

1,44

Total Keseluruhan Faktor Eksternal

1,00

3,12

Skor Tertinggi
Persaingan dengan BUMN mendaptkan skor tertinggi. Selama ini kita sudah
mengetahui bahwa pesaing utama Holcim adalah Semen Indonesia yang merupakan
perusahaan plat merah yang didukung penuh pemerintah. Sangat penting bagi Holcim
untuk memperbaiki kinerja mereka agar mampu bersaing dengan perusahaan plat
merah. Disini program kerjanya adalah meningktakan kualitas produk dan terus
berinovasi. Sejauh ini, Holcim memang unggul di bidang inovasi jika dibandingkan
dengan Semen Indonesia. Oleh karena itu Holcim harus terus menjaga keunggulan ini
agar mendapat perhatian masyarakat.
Skor Terendah
Tariff dasar listrik yang ditetapkan pemerintah mendapat skor terendah. Hal ini karena
perusahaan telah memiliki kebijakan-kebijakan agar perusahaan terhindar dari kerugian
akibat TDL yang dinaikkan pemerintah. Kebijakan seperti pengetatan laba atau
mengurangi laba serta dapat pula dilakukan efisiensi penggunaan listrik dari pemerintah
dengan menggunakan energi alternatif.

Hasil Analisis Internal dan Eksternal


Faktor Internal
Total Kekuatan (S)
Total Kelemahan (W)
Total IFAS

Bobot
0,59
0,41
1,00

Skor
1,54
1,17

Faktor Ekternal
Total Peluang (O)
Total Ancaman (T)
Total EFAS

Bobot
0,53
0,47
1,00

Skor
1,68
1,44

INTERNAL

EKSTERNAL

STRATEGI

S>W

O>T

Agresif
1,54> 1,17

1,68 > 1,44

3.5. Diagram Analisi SWOT dan Diagram Posisi Perusahaan


Diagram Analisis SWOT
KEKUATAN
KELEMAHAN
1. Promosi yang paling 1.
Harga produk yang
kuat
untuk
kategori lebih mahal
perusahaan
semen
di 2.
Jumlah pabrik yang
Indonesia
masih terbatas hanya di
2.
Mampu menjangkau pulau Jawa
INTERNAL
daerah yang memiliki jalur 3. Pemasaran produk yang
yang sempit
belum merata ke seluruh
3. Memiliki sumber daya Indonesia
manusia yang terlatih dan 4.
Memiliki
masalah
berkualitas
keuangan terutama hutang
4. Memiliki pabrik yang perusahaan
ramah lingkungan
5. Varian produk Holcim 5. Kemampuan jual yang
tidak hanya semen
rendah
6.
Holcim memiliki 6. Biaya angkut yang
pabrik-pabrik
yang ditanggung
perusahaan
terintegrasi satu sama lain
tinggi
7.
Holcim memiliki
beberapa
sertifikat
internasional
sebagai
pengakuan kualitas produk
Holcim
di
dunia
internasional
EKSTERNAL
8. Memiliki research dan
development yang bagus
PELUANG (O)
STRATEGI S-O
1.
Melimpahnya bahan 1. Membuka pabrik baru
baku semen di Indonesia
di Tuban
2. Semakin meningkatnya 2. Mengembangkan
kebutuhan
semen
di produk baru berupa beton
Indonesia
yang lebih ringan dan
3.
Semakin banyaknya ramah lingkungan
proyek infrastruktur di 3. Mengembangkan
Indonesia
sistem waralaba dengan
4. berkembangnya industri pengusaha di daerah
property di Indonesia
5. memiliki hubungan baik
dengan distributor dan
tukang

6. pesaing tidak memiliki


teknologi yang tinggi
7. keyakinan perusahaan
untuk dapat mengungguli
para pesaing
ANCAMAN (T)
1. Persaingan dengan
BUMN
2. Adanya pasar bebas di
Asia
3. Faktor alam yang tidak
dapat diprediksi
4. pesaing lebih unggul
dalam hal saluran distribusi
5. Jangkauan pasar pesaing
yang lebih luas
6. pajak yang ditetapkan
pemerintah cukup tinggi
7. Lingkungan sekitar
pabrik yang kurang
mendukung

3.6.

Analisis Strategi yang Digunakan

3.6.1. jika dilihat dari diagram posisi perusahaan, maka holcim terletak di kuadran 1
yang berarti perusahaan menggunakan strategi agresif. Hal ini didukung oleh eksternal
yang mendukung dan internal yang kuat. Strategi ini berisi tentang pengmbangan
produk dan pengembangan pasar oleh perusahaan.
3.7.

Kebijakan strategi yang ditetapkan

Pengembangan Produk
Pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi mengupayakan
peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa
saat ini, atau pengembangan produk atau jasa baru. Disini Holcim menerapkan strategi
tersebut dengan beberapa tindakan
a. Membuka pabrik baru di Tuban untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas
jangkauan perusahaan terutama untuk wilayah Jawa Timur.
b. Mengembangkan varian produk baru berupa beton yang lebih ringan dan ramah
lingkungan.
Pengembangan pasar
Saat ini Holcim sedang mengembangkan sistem waralaba dengan pengusaha-pengusaha
di daerah agar lebih mudah untuk memperkenalkan dan memasarkan produk Holcim.
Hal ini juga didukung dengan semakin banyaknya minimix.
3.8.
Implementasi strategi
3.8.1. Program
Internal perusahaan
Kekuatan :
a. Meningkatkan kualitas SDM dengan memaksimalkan Holcim academy sebagai
sarana pelatihan bagi calon karyawan dan melakukan kerja sama dengan beberapa
perguruan tinggi di Indonesia
b. Menjaga kualitas produk yang telah ada serta berinovasi untuk Menambah varian
produk
Kelemahan :
a. Melunasi hutang dan menekan biaya produksi serendah mungkin
b.
Membangun pabrik Tuban yang berlokasi dekat dengan laut dan disertai
pembangunan pelabuhan sendiri
Eksternal perusahaan
Peluang :
a. Mendirikan pabrik di dekat lokasi bahan baku
b. Menjaga hubungan baik dengan distributor dan tukang di daerah karena mereka
sebagai ujung tombak pemasaran produk

Ancaman :
a. Meningkatkan kualitas produk dan terus berinovasi
b. Melakukan kebijakan perusahaan seperti melakukan pemotongan atau pengetatan
laba, sehingga harga semen tetap stabil
3.8.2. Anggaran
Analisis
Program Kerja
Kekuatan
Tertinggi Meningkatkan mutu SDM
Terendah Menjaga kualitas produk yang telah ada serta
berinovasi untuk Menambah varian produk
Kelemaha Tertinggi Melunasi hutang dan menekan biaya produksi
n
serendah mungkin
Terendah Membangun pelabuhan milik sendiri pada
jarak terdekat dari pabrik
Peluang
Tertinggi Mendirikan pabrik di dekat lokasi bahan baku
Terendah Menjaga hubungan baik dengan distributor
dan tukang di daerah dengan membuat
program-program yang mempermudah kerja
sama keduabelah pihak
Ancaman
Tertinggi Meningkatkan kualitas produk dan terus
berinovasi
Terendah Melakukan kebijakan perusahaan seperti
melakukan pemotongan atau pengetatan laba,
sehingga harga semen tetap stabil dan
pembangunan pembangkit listrik sendiri
dengan sumber energI alternatif

Anggaran
Rp 130.000.000.000
Rp 40.000.000.000
Rp 80.000.000.000
Rp 50.000.000.000
Rp 140.000.000.000
Rp 40.000.000.000

Rp 40.000.000.000
Rp 15.000.000.000

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
4.1.1. Dari hasil analisis diatas perusahaan memiliki internal yang kuat, hal ini di
tunjukkan dengan skor kekuatan lebih tinggi dibandingkan skor kelemahan. Perusahaan
juga memiliki eksternal yang mendukung. Berdasarkan hal tersebut perusahaan harus
menerapkan strategi agresif untuk menghadapi persaingan.
4.1.2. Kebijakan strategi yang diterapkan perusahaan antara lain:

Pengembangan produk yaitu dengan cara menambah produktivitas perusahaan


dengan membengun pabrik baru di daerah Tuban dan mengembangkan varian produk
baru berupa beton ringan dan ramah lingkungan. Pengembangan pasar dengan
mengembangkan sistem waralaba dengan pengusaha-pengusaha di daerah-daerah untuk
memperluas daerah pemasaran produk
4.1.3. Program-program yang dilaksanakan perusahaan adalah:

Internal perusahaan : perusahaan akan terus meningkatkan kualitas SDM yang


dimiliki dengan memaksimalkan Holcim academy serta terus melakukan inovasi. Selain
itu perusahaan terus melakukan perbaikan pada kelemahan-kelemahan yang dimiliki
terutama masalah hutang dan akan membangun pabrik di Tuban untuk meningktakan
produktivitas perusahaan

Ekternal perusahaan : perusahaan sedang merampungkan pembangunan pabrik di


Tuban, hal ini bertujuan untuk lebih mendekatkan lokasi pabrik dengan lokasi bahan
baku, selain itu perusahaan terus menjalin hubungan baik dengan distributor sebagai
pemasar produk perusahaan. Perusahaan juga menyiapkan kebijakan atau rencana
cadangan untuk menghadapi masalah kenaikan Tarif Dasar Listrik yang dilakukan oleh
pemerintah.
4.1.4. jadi dalam anggaran internal perusahaan, porsi terbesar diberikan pada
peningkatan mutu SDM karena poin tersebut merupakan poin yang memiliki pengaruh
yang paling besar bagi perusahaan. Untuk porsi terkecil diberikan pada poin inovasi
produk karena berdasarkan analisis, poin tersebut memiliki rating dan bobot yang
terendah sehingga tidak terlalu berpengaruh
Untuk anggaran eksternal perusahhaan, porsi terbesar diberikan pada pembangunan
pabrik baru. Hal ini dilakukan karena pembangunan akan memakan banyak biaya dan
pengaruh yang diberikan kepada perusahaan juga besar. Sementara itu untuk menjaga
mutu dan kualitas mendapat porsi anggaran terkecil karena poin tersebut tidak memiliki
pengaruh yang signifikan bagi perusahaan.
.

4.1.5. Prosedur

Program dirancang oleh top manajemen, sesuai dengan analisis yang telah
dilakukan. Hal ini merupakan bagian dari implementasi strategi

Program yang telah dirancang akan diaplikasikan oleh bagian-bagian di bawahnya


seperti pemanufaktur, pemasaran, keuangan, dan personalia.

Pengawasan dilakukan oleh kepala bagian di tiap divisi


4.1.6. Dari program kerja yang dijalankan, perusahaan telah mencapai beberapa hasil
seperti meningkatnya produktivitas, meningkatnya pendapatan, dan semakin dikenalnya
produk perusahaan.
4.2. Saran
4.2.1. Perusahaan harus selalu mengawasi perkembangan pasar yang mereka bermain
disitu, hal ini harus dilakukan agar perusahaan tidak tertinggal dengan perusahaan
pesaing.
4.2.2. Perusahaan harus memaksimalkan terus program-program yang telah ada dan
terus melihat celah-celah usaha yang mungkin dimasuki.
4.2.3. lakukan pengawasan serta evaluasi agar tidak terjadi kasus bocornya anggaran
akibat kesalahan data dan penggelembungan dana
4.2.4. pengawasan dan evaluasi strategi agar implementasinya tidak salah sasaran dan
efektif
4.2.5. evaluasi harus rutin dilakukan untuk pengendalian program-program yang telah
ada. Hal ini juga bertujuan untuk menilai apakah program tersebut berhasil atau gagal.

Anda mungkin juga menyukai