Anda di halaman 1dari 7

POSTURAL DRAINASE

No dokumen:
/Bidyankep/VI/2015
PROSEDUR
TETAP

No. Revisi : 03

Hal : 1 / 2

Tanggal Terbit

PENGERTIAN

Suatu tindakan untuk memperlancar pengeluaran slym melalui jalan nafas


dengan menggunakan tehnik fibrasi, perkusi dan postural drainage pada dada
dan punggung pasien

TUJUAN

Memperlancar pengeluaran slym


Untuk memperbaiki ventilasi
Membantu memenuhi kebutuhan oksigenasi pasien secara adekuat

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tahap Pra Interaksi


1. Memvalidasi nama pasien, keadaan umum, tanda-tanda vital
2. Mempersiapkan alat :
Baki dan alas
Stetoskop
Handuk/tissu untuk alas
Bed yang dapat di atur naik turun bagian kepala dan kaki
Pot sputum tertutup
Suction kalau perlu
Bengkok
Masker
Sarung tangan
Tahap Orientasi
1. Melakukan 4 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun)
2. Memvalidasi kesesuaian identitas pasien (lihat SPO Identifikasi gelang)
3. Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan
4. Memberikan kesempatan pasien dan keluarga bertanya
5. Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mendampingi pasien

No dokumen:
/Bidyankep/VI/2015
PROSEDUR

No. Revisi : 03

Hal : 2 / 6

Tahap kerja
1. Melakukan cuci tangan (lihat SOP cuci tangan)
2. Mengajak pasien membaca bismillahirrahmaanirrahiim
3. Lakukan auskultasi pada segmen paru untuk mengetahui letak secret
4. Cuci tangan
5. Pakai sarung tangan jika perlu
6. Pakai masker bila perlu
7. Atur posisi pasien sesuai dengan area sekret pada segmen paru (gambar
terlampir)
A. Segmen bilateral paru
8. Atur posisi pasien 750 atau dengan mmeletakkan 3 buah bantal di
punggung klien dan 1 bantal di bawah lutut.

Gambar 1. Segmen Bilateral Apeks Paru


B. Segmen apeks lobus atas kanan-segmen anterior paru
8. Posisikan klien dengan terlentang, dengan kepala terangkat
(ekstensi), etakkan bantal dibawah lutut klien

Gambar 2. Segmen Apeks Lobus Atas Kanan-Segmen Anterior


Paru
C. Lobus atas kiri-segmen anterior paru
8. Atur posisi pasien terlentang semi fowler (membentuk 450) atau
dengan mmeletakkan 2 buah bantal di bawah kepala klien

Gambar 3. Lobus Atas Kiri-Segmen Anterior Paru


D. Lobus atas kiri-segmen posterior paru
8. Bantu pasien dengan posisi lateral kiri, letakkan bantal dibawah
dada, dan di antara kaki pasien

Gambar 4. Lobus Atas Kiri-Segmen Posterior Paru


E. Lobus tengan kanan-segmen anterior paru
8. Bantu pasien dalam posisi trendelenburg, miringkan pasien dan
letakkan bantal dibawah punggung pasien, letakkan dua bantal
untuk menopang kaki pasien sebelah kanan

Gambar 5. Lobus Tengah Kanan-Segmen Anterior Paru


F. Lobus atas kanan-segmen posterior paru
8. Bantu pasien dalam posisi telungkup, letakkan kedua tangan di
samping kepala pasien, letakkan bantal di daerah kepala sampai
kaki pasien, letakkan bantal di bawah tangan pasien.

Gambar 6. Lobus Atas Kanan-Segmen Posterior Paru


G. Lobus tengah kanan-segmen posterior paru

8. Bantu pasien dengan posisi telungkup dengan toraks dan


abdomen yang terangkat, letakkan bantal dibawah tubuh klien
dengan bawah perut lebih tinggi,

Gambar 7. Lobus Tengah Kanan-Segmen Posterior


Paru
H. Kedua lobus bawah-segmen anterior paru
8. Bantu pasien dalam posisi terlentang dalam posisi trendelenburg,
letakkan kedua tangan di samping pasien, letakkan 1 bantal di
bawah kepala pasien, letakkan 1 bantal di daerah paha sampai lutut
pasien

Gambar 8. Kedua Lobus Bawah Segmen Anterior Paru


I. Lobus bawah kiri-segmen lateral paru
8. Bantu pasien dalam posisi lateral kanan dalam posisi trendelenburg,
letakkan tangan kanan ke depan dengan lengan bawah menuju kepala,
letakkan tangan kiri ke belakang, letakkan bantal di antara 2 kaki klien

Gambar 9. Lobus Bawah Kiri-Segmen Lateral Paru


J. Lobus bawah kanan-segmen lateral paru
8. Bantu pasien dalam posisi lateral kiri dalam posisi
trendelenburg, letakkan tangan kanan ke depan dengan lengan

bawah menuju kepala, letakkan tangan kanan ke belakang letakkan


bantal di antara 2 kaki klien

Gambar 10. Lobus Bawah Kanan-Segmen Lateral Paru


K. Lobus bawah kanan-segmen posterior paru
8. Bantu pasien dalam posisi sim kiri dalam posisi trendelenburg,
letakkan tangan kanan ke depan dengan lengan bawah menuju
kepala, letakkan tangan kanan ke belakang, letakkan bantal di
antara 2 kaki klien, lepas sarung tangan

Gambar 11. Lobus Bawah Kanan-Segmen Posterior


Paru
L. Kedua lobus bawah-segmen posterior paru
8. Bantu pasien dengan posisi telungkup dalam posisi
trendelenburg, letakkan bantal dibawah perut bagian bawah,
letakkan bantal dibawah kaki klien (bawah lutut), lepas sarung
tangan.

Gambar 12. Kedua Lobus Bawah-Segmen Posterior


M. Bilateral-segmen apeks paru
8. Bantu pasien anak-anak, dengan posisi duduk pada pangkuan
perawat, sedikit membungkuk ke arah depan, letakkan bantal di
depan dada klien,

Gambar 13. Bilateral-Segmen Apeks Paru


N. Bilateral-segmen anterior tengah paru
8. Bantu pasien anak-anak, dengan posisi duduk pada pangkuan
perawat, sandarkan pasien ke tubuh perawat, perawat memegang
bagian dada dan pundak pasien

Gambar 14. Bilateral-Segmen Anterior Tengah Paru


O. Lobus bilateral-segmen anterior paru
8. Bantu pasien anak-anak, dengan posisi terlentang yang berbaring
di pangkuan perawat, letakkan bantal menyokong punggung
anak

Gambar 15. Lobus Bilateral Segmen Anterior Paru


9. Postrunal dainage dilakukan selama 45 menit
10. Melakukan suctioning jika diperlukan.
11. Merapihkan kembali pasien pada posisi yang nyaman
12. Membereskan dan bersihkan alat-alat yang telah digunakan
13. Ajak pasien mengucapkan Alhamdulillaahirabbilaalamiin
14. Kaji respon pasien setelah tindakan.

PROSEDUR
Tahap Terminasi
1. menyampaikan terima kasih kepada pasien atas kerjasamanya
2. Mengevaluasi hasil seluruh tindakan
3. Menurunkan kecemasan pasien
4. Memberikan feedback positif
5. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
6. Mendokumentasikan tindakan pada catatan perawatan
Caranya : Lihat gambar