Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mata Ajar

: Sistem Persepsi Sensori

Topik

: Gangguan Pendengaran Pada Bayi dan Anak

Sasaran

: Klien dan keluarga

Hari/Tanggal

: Jumat 2 mei 2013

Waktu

: 10.00 WIB sampai selesai

Penyuluh

: kelompok 2

Tempat

: Posyandu

A. Tujuan Institusional (TI)


Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan Ny.A dan
keluarga dapat memahami tentang gangguan sistem persepsi sensori akibat
penyakit gangguan pendengaran pada bayi dan anak.
B. Tujuan Instruksional (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga
klien dapat memahami tentang penyakit gangguan pendengaran pada bayi dan
anak.
C. Karakteristik Peserta Penyuluhan
Ibu-ibu posyandu di desa cihanjuang rahayu RT.01 RW.06 Kecamatan
parongpong.
D. Analisa Tugas
1.
a.
b.
c.
d.

Know
Pengertian gangguan pendengaran
Penyebab gangguan pendengaran
Gejala-gejala gangguan pendengaran
Jenis gangguan pendengaran pada anak
1) Tuli konduktif
2) Tuli sensorineural atau tuli sara
3) Tuli campur

e. Pengobatan
1) Alat bantu dengar
2) Obat-obatan
2.
Do
Memberi tanggapan/pertanyaan pada saat brainstorming dan penyuluhan
berlangsung.
3.

Show
Mendengarkan dengan penuh perhatian saat penyuluhan.

E. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta penyuluhan diharapkan dapat :
a.
b.
c.
d.
e.

Menyebutkan pengertian dari gangguan pendengaran.


Menyebutkan penyebab dari gangguan pendengaran.
Menyebutkan tanda dan gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak
Menyebutkan Jenis gangguan pendengaran
menyebutkan pengobatan dari gangguan pendengaran

F. Pokok Bahasan
Gangguan sistem persepsi sensori
G. Mater dan Penyuluhan (Dilampirkan)
H. Lokasi Waktu
1.
2.
3.
4.

Apersepsi
Kegiatan membuka
Penjelasan/urayan materi
Evaluasi dan penutup

: 5 menit
: 5 menit
: 10 menit
: 10 menit

I. Strategi Instruksional
1.
2.

Menjelaskan materi penyuluhan.


Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah

pemahaman peserta penyuluhan.


3.
Memberikan kesempatan
penyuluhan.
4.

Mengadakan evaluasi.

J. Media Penyuluhan
Leaflet

bertanya

kepada

peserta

Pamflet
Power point
K. Sumber
L. Metode Pengajaran
1.
2.

Ceramah
Tanya jawab/diskusi

M. Variasi Pengajaran
1.

Suara : intonasi dan volume digunakan untuk memperjelas

suatu pernyataan atau pertanyaan.


2.
Menggunakan mimik, gerak tangan dan lengan, anggukan
3.
4.
5.

kepala dan sikap tubuh.


Kontak mata.
Menggunakan waktu hening sejenak.
Menggunakan variasi media pengajaran seperti leaflet.

N. Evaluasi
keluarga Klien mengetahui tentang gangguan pendengaran, penyebab, tanda dan
gejala, serta penanganan pada gangguan pendengaran.
O. Proses Belajar

No

Tahap

Peserta

Penyuluhan
-

Menyiapkan

perlengkapan
Set ruangan
Mengucapkan

salam
Menyampaikan

Pra

Pembukaan

Kegiatan

Kegiatan

Metode

Penyuluhan

Menjawab

salam
Menyetujui

tujuan

tujuan

penyuluhan

penyuluhan

Ceramah

Media

Uraian Materi

Menanyakan

Menceritakan

kepada peserta pengalaman


tentang

penyakit

pengalamanya

gangguan

Tanya
jawab

tentang penyakit pendengaran


gangguan

pada bayi dan

pendengaran

anak

pada bayi dan


-

anak
Memberi

reinforcemen
atas

Tanya

Menyimak
yang
diberikan

pengalaman.

dan

Memberikan
penyuluhan dan

Ceramah

penjelasan

kemauan

peserta berbagai

berdiskusi.
Bertanya

jawab

berdiskusi
bersama peserta
tentang penyakit
gangguan
pendengaran
pada bayi dan
-

anak
Memberikan
kesempatan

Ceramah

Menyimak

pada peserta
untuk bertanya
tentang hal yang
belum
-

dipahaminya.
Menjawab
pertanyaan

- Tanya
jawab

Leaflet

peserta.
Melakukan
evaluasi.

Penutup

Bertanya
Menjawab

pertanyaan

Menyimpulkan

materi

Menyimak

Tanya
jawab

Ceramah

Ceramah

kesimpulan

penyuluhan dan
-

hasil diskusi.
Mengucapkan

Menjawab
salam

salam.

MATERI PENYULUHAN
A. PENGERTIAN
Gangguan pendengaran

adalah

istilah

umum

yang

menandakan

ketidakmampuan dengan rentang keparahan dan ringan sampai sangat dan


meliputi tuli sebagian dan kesulitan mendengar.
B. ETIOLOGI
Disebabkan oleh sejumlah kondisi pranatal dan pasca natal.
1. riwayat gangguan pendengaran pada masa kanak-kanak, pada keluarga
2. malformasi anatomis kepala atau leher.
3. berat badan lahir rendah (BBLR)
4. asifiksia perinatal berat.
5. Infeksi perinatal (itomegalovirus, rubela, herpes, sifilis, toksoplsmosis, meningitis
bakteri),.
6. infeksi telinga kronis
7. paralisis cerebral
8. sindrom down atau pemberian obat-obat ototoksik.

C.

TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PENDENGARAN PADA BAYI


DAN ANAK
Untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan :
1. Terkejut bila mendengar suara keras
2. Mulai usia 3 bulan bayi sudah dapat mengenali suara orang tuanya
3. Sekitar usia 6 bulan bayi sudah dapat mencari asal/ lokasi bunyi berasal,
dengan cara menolehkan kepala atau mata ke arah sumber bunyi
4. Pada usia 12 bulan bayi sudah mahir meniru suara di sekitarnya dan
memproduksi beberapa kata.

D. GEJALA-GEJALA GANGGUAN PENDENGARAN USIA 12 BULAN


DAPAT DIKENALI DENGAN:
1. Kemampuan wicara terbatas atau tidak ada sama sekali
2. Perhatian kurang ( inattentive)
3. Sulit mempelajari sesuatu
4. Seringkali meminta suara diperkeras (misalnya volume TV)
5. Tidak memberi respons terhadap ucapan dengan kekerasan yang normal
6. Salah memberikan jawaban
E. JENIS GANGGUAN PENDENGARAN PADA ANAK
1. Tuli konduktif
terjadi hambatan (peng)hantaran bunyi di liang telinga atau telinga tengah
( middle ear). Liang telinga dapat tersumbat oleh pengumpulan kotoran
telinga (serumen), robekan gendang telinga. Gangguan yang terjadi pada
telinga tengah misalnya terdapat cairan di tempat sebagai akibat infeksi
telinga tengah.
2. Tuli sensorineural (tuli saraf)
disebabkan kerusakan/ gangguan di telinga dalam. Peranan penting dari
telinga dalam (inner ear) adalah mengirim/ menyampaikan sinyal bunyi ke
saraf-saraf pendengaran.
3. Tuli campur (kombinasi 1 dan 2)
Kombinasi antara tuli konduktif dan tuli sensoris
4. Tuli sentral
F. PENGOBATAN
1. Alat bantu dengar
2. Obat-obatan

DAFTAR PUSTAKA