Anda di halaman 1dari 37

1

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tanaman Tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme) adalah tanaman
yang berasal dari Meksiko, tepatnya dibawa oleh bangsa Aztek.Jenis tomat
ini dibudidayakan secara sangat intensif sejak tahun 1875, sejak dibawa
oleh biarawan yang berasal dari Mesir.Tomat cherry menjadi cukup populer
setelah kemunculannya di Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an. Tomat
cherry dianggap sebagai

varietas

botani

dari jenis

tomat yang

dibudidayakan, yaitu jenis (Solanum lycopersicum). Ada beberapa jenis


Tomat cherry, sweet 100 dan Gardeners Delight yang berasal dari US
dan Inggris, ada juga santronini yang telah populer di Yunani.Tanaman
Tomat cherry masuk ke Indonesia melalui bangsa Portugis, Tomat cherry
disebarkan dengan biji tanpa inbreeding yang menyebabkan tanaman ini
dengan mudah tersebar di Indonesia.
Tanaman Tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme) merupakan
tanaman Tomat yang memiliki akar tunggang dengan akar samping yang
banyak dan dangkal. Batang tanaman bersegi dan berbulu halus, daunnya
bercelah dengan tulang daun menyirip dan tersusun dalam sebuah tangkai
bersama. Bunga pada tanaman ini berbentuk terompet kecil dengan benang
sari didalamnya. Buah Tomat cherry muda berwarna hijau, setelah tua
berubah menjadi merah dan dagingnya menjadi lunak, berbentuk bulat atau
lonjong. Ukuran buahpun beragam, mulai dari sebesar buah cherry hingga
sebesar bola Golf, buahnya berdaging yang mengandung air dan tersusun
dalam sebuah tandan. Tanaman ini merambat keatas dan dapat tumbuh
hinga 1-3 meter, yang umumnya dibudidayakan didaerah pegunungan yang
1
1

memiliki cuaca dingin. Tomat cherry akan tumbuh optimal pada ketinggian
600 1500 mdpl, dengan suhu berkisar 17 28C. Tanaman ini juga
menghendaki tanah yang gembur , sedikit berpasir,

kaya akan bahan

organik dan memiliki pH yang berkisar 5,0 6,0. Tomat cherry juga tidak
tahan terhadap hujan, maka lebih banyak dibudidayakan didalam
GreenHouse ataupun secara Hidroponik.
Tanaman Tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme) merupakan salah
satu tanaman sayuran buah yang harga jualnya lumayan tinggi. Permintaan
pasar terhadap Tomat cherry menjadi salah satu alasan mengapa harus
dikembangkannya budidaya Tomat cherry. Budidaya Tomat cherry di
Indonesia yang masih sedikit seharusnya menjadi salah satu cara
pemerintah untuk mengurangi nilai Impor dan dapat meningkatkan nilai
Ekspor dengan cara membudidayakan Tomat cherry. Meskipun biaya awal
pembudidayaan Tomat cherry tidak murah, namun keuntungan yang akan
diperoleh jika membudidayakan tanaman ini lumayan besar.

B. Tujuan
Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) ini memiliki beberapa
tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kerja
dibidang pertanian.
2. Melatih dan meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja, seseuai dengan
tuntutan di dunia usaha.
3. Melatih siswa agar dapat melihat peluang usaha yang tepat untuk
dikembangkan.
2
1

4. Melatih siswa agar mampu menghadapi segala bentuk permasalahan.


C. Alasan Pemilihan Judul
Saat ini banyak orang yang melaksanakan program diet agar tubuhnya
tampak lebih indah. Salah satu cara berdiet adalah dengan mengurangi
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan karbohidrat,
misalnya dengan mengkonsumsi salad buah. Saat ini mulai banyak orang
yang membuat salad buah dengan bermacam buah berprotein tinggi, salah
satunya adalah Tomat cherry. Banyaknya orang yang menyukai salad buah
maka banyak pula permintaan produksi Tomat cherry. Permintaan produksi
cukup tinggi berasal dari pasar swalayan, Hotel dan permintaan ekspor
yang tidak sedikit. Selain salad buah, Tomat cherry dapat diolah menjadi
manisan tomat cherry atau dikonsumsi secara langsung. Beragam olahan
dan prospek pasar yang lumayan tinggi menjadikan harga jual Tomat cherry
cukup tinggi dan tidak kalah dengan harga tomat pada umunya. Minimnya
petani Tomat cherry dan tingginya permintaan pasar membuat tidak
tercukupinya

kebutuhan

pasar,

maka

dari

itu

sangatlah

perlu

mengembangkan budidaya Tomat cherry agar menjadi potensi bagi para


petani untuk mendapatkan keuntungan. Budidaya tanaman Tomat cherry
memiliki

peranan

besar

dalam

menunjang

usaha

pemerintah

mensejahterakan hidup petani, memperbesar peluang kerja, meningkatkan


Ekspor dan mengurangi Impor.
Tanaman Tomat cherry pun tidak sulit dalam proses budidaya, karena
proses budidaya Tomat cherry tidaklah jauh berbeda dengan budidaya
Tomat pada umunya. Tahapan budidaya Tomat cherry antara lain :
3
1

Persemaian,

Persiapan

media

tanam,

Sterilisasi

GH,

Penanaman,

Pemeliharaan yang nmeliputi ( Penyiraman, Pemupukan susulan,


Pembumbunan, Pewiwilan, Penalian, Pemangkasan, Pengendalian Hama
dan Penyakit) , Panen dan Pascapanen. Tidak banyak perbedaan budidaya
tomat cherry dengan yang lain, hanya dilakukan Pemupukan susulan
dengan cara dikocor dan melalui Irigasi tetes.
Meskipun ukuran buah ini kecil, Tomat cherry memiliki nilai gizi
yang tidaklah sedikit. Tomat cherry memiliki tingkat sodium yang rendah,
rendah lemak jenuh dan kolesterol, Tomat cherry juga mengandung Vitamin
A, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Thiamin, Niacin, Folat,
Magnesium, Kalium, Mangan, Fosfor, Tembaga dan juga sumber serat.
Pada umumnya Tomat cherry dimanfaatkan sebagai antioksidan, pengontrol
diabetes, dan melawan karsinogen.
II. PERSIAPAN
A. Rencana Kegiatan dan Kalender Kegiatan
1. Rencana Kegiatan
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) ini dilaksanakan selama 3
bulan oleh siswa kelas XII SMK Negeri 63 Jakarta, sebelum melaksanakan
kegiatan Praktik kerja lapangan ( PKl ) penyusun membuat rencana
kegiatan. Tujuan dari rencana kegiatan ini yaitu agar segala kegiatan dapat
dilakukan secara terarah. Adapun rencana kegiatan tersebut meliputi :
a. Pelaksanaan Santiaji
Santiaji dilakukan sebelum siswa melakukan kegiatan Praktik Kerja
Lapangan ( PKL ) yang dilaksanakan pada tanggal 6 7 juli 2015 yang
bertempat di Aula SMK Negeri 63 Jakarta. Dalam pelaksanaan santiaji

4
1

siswa diberikan materi yang dapat membantu siswa dalam melaksanakan


Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) dan dapat membantu dalam penyusunan
laporan yang akan diserahkan setelah pelaksanaan Praktik Kerja
Lapangan ( PKL) selesai. Adapun materi tersebut meliputi : pengarahan,
integrasi pengabdian masyarakat, teknik penulisan laporan, kedisiplinan,
pengarahan pengisian buku jurnal, analisa usaha tani, dan penilaian pkl.
b. Serah Terima Siswa
Siswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan ( PKL) setelah
pembimbing intern menyerahkan siswa untuk dibimbing dalam
pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) kepada pembimbing
ekstern yang berasal dari PT. Agro Farmaka Nusantara, serah terima
siswa dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2015 setelah siswa
diserahkan kepada pembimbing ekstern untuk dibimbing serta diarahkan
5

dan selanjutnya kegiatan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) dapat


berlangsung.
2. Kalender Kegiatan
Kalender kegiatan yang telah dibuat penyusun bertujuan untuk uraian
rencana agar rencana kegiatan yang telah dibuat penyusun dapat berjalan
dan terlaksana dengan baik, kalender ini memuat beberapa bagian bagian
penting dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ). Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada lampiran 1.
B. Jadwal Kegiatan
Kegiatan yang penyusun laksanakan selama Praktik Kerja Lapangan ( PKL )
yang dimulai dari hari senin jumat pada pukul 08.00 wib 16.00 wib.
Bertujuan agar kegiatan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) ini berjalan lancar
sesuai rencana. Adapun jadwal kegiatan dapat dilihat pada lampiran 2.
C. Potensi Wilayah
1. Batas Wilayah Tempat PKL
5
1

a.
b.
c.
d.

Batas wilayah Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) sebagai berikut :


Utara : Berbatasan dengan Desa Mangunkerta
Selatan : Berbatasan dengan Desa Telaga
Timur : Berbatasan dengan Desa Benjot dan Desa Gasol
Barat
: Perkebunan / Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

2. Kondisi Agroklimat
a. Iklim
1. Ketinggian Tempat
2. Curah Hujan
3. Suhu Udara
4. Kelembaban Udara
b. Tanah
1. pH Tanah
2. Jenis Tanah
3. Struktur Tanah
4. Tekstur Tanah
3. Data Pendukung Agribisnis
Tujuan dari membuat data

: 600 1200 mdpl


: 2600 ml / tahun
: 24C
: 20 35 %
: 5,5 - 6
: Regosol dan Andosol
: Remah dan Gembur
: Lempung berpasir
ini untuk mengetahui data data yang

berada di lokasi Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) dan untuk mengetahui


data akses sarana dan prasarana yang ada sebagai pendukung kegiatan
agribisnis yang ada sebagai pendukung kegiatan agribisnis yang ada di
kabupaten cianjur. Data kependudukan dapat dilihat pada tabel 1, 2, 3, 4, 5,
dan 6.

a. Data Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin


Data jumlah penduduk menurut jenis kelamin yang diperoleh dari
kantor kelurahan sarampad dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Data jumlah penduduk menurut jenis kelamin
No

Jenis Kelamin

6
1

Jumlah ( Jiwa )

Pria

3.895

Wanita

3.617

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk terbanyak


menurut jenis kelamin yaitu pria sebanyak 3.895 jiwa sehingga banyak
tenaga kerja pria yang bekerja di perusahaan dan dapat bekerja secara
maksimal yang dapat menguntungkan bagi perusahaan.
b. Data Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Data jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan yang diperoleh dari
kantor kelurahan sarampad dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini.
Tabel 2. Data jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan
No
1

Tingkat Pendidikan
SD / MI

Jumlah ( Jiwa )
883

SLTP

1.235

SLTA / SMK

485

Akademi / D3

Sarjana / S1

18

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk terbanyak


menurut tingkat pendidikan yaitu SLTP sebanyak 1.235 jiwa sehingga
banyak masyarakat yang bekerja dan tidak melanjutkan sekolah.
c. Data Jumlah Penduduk Menurut Usia
Data jumlah penduduk menurut usia yang diperoleh dari kantor
kelurahan sarampad dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.
Tabel 3. Data jumlah penduduk menurut Usia
No
1

Usia
0 17 tahun

7
1

Jumlah ( Jiwa )
1.083

17 - 55 tahun

5.925

>55 tahun

504

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk terbanyak


menurut usiayaitu usia 17 55 tahun sebanyak 5.925 jiwa jika dilihat
dari usia tersebut banyak tenaga kerja produktif yang dapat
menguntungkan bagi perusahaan.
d. Data Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencarian
Data jumlah penduduk menurut mata pencarian yang diperoleh dari
kantor kelurahan sarampad dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini.

Tabel 4. Data jumlah penduduk menurut Mata pencaharian


No
1

Mata Pencarian
PNS

Jumlah ( Jiwa )
12

GURU

84

TNI / POLRI

Karyawan

316

Buruh

1.766

Petani

1.498

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk terbanyak


menurut mata pencarianyaitu buruh sebanyak 1.766 jiwasehingga
banyak tenaga kerja yang berpengalaman yang sesuai dengan
kemampuannya.
e. Data Penggunaan lahan
8
1

Data pertanahan yang diperoleh dari kantor kelurahan sarampad dapat


dilihat pada tabel 5 dibawah ini.
Tabel 5. Data pengunaan lahan
No
1

Kegunaan
Sawah

Luas
157,108 ha

Pekarangan

26,775 ha

Perumahan

8,986 ha

Perkantoran

0,5 ha

Perkebunan rakyat dll

343,347 ha

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pertanahan terbanyak yang
digunakan yaitu perkebunan rakyat dll sebanyak 343,347 ha sehingga
perusahaan tidak memiliki banyak pesaing dalam budidaya.
f. Data Infrastruktur
Data pertanahan yang diperoleh dari kantor kelurahan sarampad dapat
dilihat pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6. Data Infrastuktur
No
1

Infrastruktur
Jalan Desa

Jumlah
8 km

Jalan Kecamatan

Jalan Kabupaten

3 km

Jalan Provinsi

5 km

Jembatan

9 unit

Sekolah

8 unit

9
1

10

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah infrastruktur terbanyak


yaitu jalan desa dan sekolah sebanyak 8 km dan 8 unit. Sehingga pada
proses pengiriman dapat mengurangi resiko kerusakan mekanis karena
jalan yang terpenuhi.

III.

PELAKSANAAN

A. Waktu dan Lokasi


1. Waktu pelaksanaan PKL
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada semester V
Tahun pelajaran 2015/2016 Selama 3 bulan dimulai dari 3 Agustus
2015 sampai dengan 31 Oktober 2015.
2. Lokasi Pelaksanaan PKL
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PT.Agro
Farmaka Nusantara yang berlokasi di jalan Jamaras, Cianjur, Jawa
Barat tepatnya diwilayah :
a. Kelurahan
:SARAMPAD
b. Kecamatan
: CUGENANG
c. Kabupaten/Kota : CIANJUR
d. Provinsi
: Jawa Barat
B. Kompetensi yang dilaksanakan
1. Pengenalan Tanaman
a. Klasifikasi Tanaman Tomat cherry
Kingdom
: Plantae (Tumbuh-tumbuhan)
Divisi
: Spermatopyta (Tumbuhan berbiji)
Subdivisi
: Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas
: Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo
: Tubiflorae (Berbunga)
Famili
: Solanaceae (Berbunga seperti terompet)
Genus
: Lycopersicum (lycopersicon)
Spesies
: Lycopersicum cerasiforme
b. Morfologi Tanaman Tomat cherry
1
10
2
1

11

1) Akar
Tomat cherry memiliki akar tunggang yang dapat menembus
tanah hingga kedalaman 30-70 cm, sekaligus akar serabut (akar
samping) yang dapat menyebar ke segala arah.
2) Batang
Tomat cherry memiliki bemtuk persegi ataupun bulat yang
berstruktur lunak ketika muda dan berubah menjadi lebih keras
setelah tanaman mulai tua. Permukaan batangnya ditumbuhi bulu
halus dan diantaranya terdapat kelenjar yang dapat mengeluarkan
bau khas, batang tomat sendiri dapat tumbuh hingga mencapai 1-3
meter.
3) Daun
Daun Tomat cherry berbentuk oval dengan panjang 20-30cm,
tepi daun bersegi dan membentuk celah-celah yang menyirip.
Diantara daun-daun yang bersirip besar terdapat sirip kecil dan ada
yang bersirip besar lagi. Umumnya, daun tomat tumbuh didekat
ujung dahan atau cabang, berwarna hijau dan berbulu.
4) Bunga
Bunga pada tanman Tomat cherry tergolong bunga sempurna
(hermaprodite) , yang memiliki benang sari dan kepala putik pada
satu bunga yang memungkinkan untuk melakukan penyilangan
sendiri. Ukuran bunga berukuran relatif kecil dengan diameter
sekitar 2cm, berwarna kuning dantersusun dalam satu rangkaian
yang berjumlah 5-10 bunga tiap rangkaian. Kelopak berjumlah
lima buah yang terletak dipangkal bunga, benang sari berjumlah
enam buahyang memiliki tangkai pendek dan berkepala sari yang
memiliki panjang 5 mm.
5) Buah
11
1

12

Buah pada tanaman Tomat cherry berbentuk bulat atau lonjong,


ketika muda buah berwarna hijau dan daging buah agak keras
semakin tua buah berubah menjadi kuning kemerahan dan daging
buah mulai lunak, bagian dalam buah memiliki ruang yang
dipenuhi dengan biji. Ukuran buah sangat beragam mulai dari
sebesar buah cherry hingga sebesar bola golf, buahnya berdaging
yang mengandung air dan tersusun dalam tandan.
6) Biji
Biji pada tanaman Tomat cherry memiliki bentuk biji yang
pipih dan berwarna putih kekuningan,panjangnya berkisar antara 35 mm dan lebar berkisar sekitar 2-4 mm. Biji saling melekat dan
diselimuti daging buah dan tersusun berkelompok dengan dibatasi
daging buah, umunya biji digunakan untuk perbanyakan tanaman.

c. Syarat Tumbuh
1) Syarat Iklim
a) Ketinggian
b) Curah Hujan
c) Suhu
d) Kelembaban
e) ICM
2) Syarat Media
a) pH media
b) Struktur Media

: 600-1500 mdpl
: 750-1250 mm/tahun
: 17-28C
: 80%
: 10-12 jam/hari
: 5,0-6,0
: Gembur, banyak mengandung humus.

2. Teknik Produksi/Budidaya
a. Persemaian
Persemaian adalah kegiatan sebelum tanam yang bertujuan
untuk menyiapkan benih tanaman agar menjadi bibit yang siap untuk
ditanam. Alat dan bahan yang digunakan adalah Tray, cocofeet, benih
yang t, previcur, byfolan, handsprayer, plastik mulsa dan pinset. Cara

12
1

13

kerja : Benih direndam didalam larutan Previcur dengan dosis 0,25


ml/l selama 30 menit. Setelah benih direndam, kemudian isi tray
dengan cocofeet yang telah diayak dan direndam eberaoa kali hingga
air menjadai jernih. Siram media tanam agar kondisi media lembab,
kemudian lubangi media tanam dan gunakan pinset untuk meletakkan
benih ke lubang tersebut, tutup lubang dengan media tanam dan siram
permukaan

media

tanam

dengan

Previcur

dengan

dosis

1ml/lmenggunakan handsprayer. Tutup tray yang telah disiram


menggunakan plastik mulsa untuk menjaga kelembaban didalam media
tanam. Setelah tanaman tumbuh setinggi 7 cm, semprot dengan
Byfolan dengan dosis 1 ml/l dengan menggunakan handsprayer.
b. Persiapan media tanam
Persiapan media tanam adalah kegiatan mempersiapkan media
untuk perpindahan tanaman dari persemaian yang telah siap tanam.
Alat dan bahan yang digunakan adalah Pollybag, cocofeet, pupuk
kandang, urea, dan serokan. Cara kerja : Cocofeet yang telah diayak,
pupuk kandang dan urea dituang ke tempat yang sama dan diaduk
semua hingga merata. Masukkan media tanam yang telah jadi kedalam
pollybag berukuran 40x40cm dengan menggunakan serokan hingga
rata dengan pollybag.
c. Sterilisasi Greenhouse
Sebelum melakukan kegiatan budidaya didalam Greenhouse,
dilakukan sterilisasi agar kondisi Greenhouse bersih dan tidak terdapat
Hama dan Penyakit. Alat dan bahan yang digunakan adalah
Handsprayer elektrik, kapur dolomit, ember, desinfectan c100,
pestisida sesuai histoty hama&penyakit, sepatu boot, sarung tangan,
13
1

14

masker dan kacamata. Cara kerja : Sebelum melakukan sterilisasi


greenhouse gunakan perlengkapan K3 yang meliputi sepatu boot,
sarung tangan, masker dan kaca mata. Taburkan kapur dolomit dengan
menggunakan ember sebagai wadah ke lantai hingga merata dengan
dosis 60 kg/Greenhouse. Dua hari setelahnya lakukan penyemprotan
dengan larutan desinfectan c100 sebanyak 100ml dan pestisida sesuai
dengan dosis yang tertera kedalam 16 liter air

didalam sprayer

elektrik, semprotkan larutan ke bagian-bagian greenhouse yaitu


dinding dan tanah. Jika larutan telah habis buat kembali larutan dengan
dosis yang sama dan lakukan hal yang sama.
d. Penanaman dan Pemasangan Irigasi
Penanaman dilakukan setelah 1-2 hari setelah dilakukan
sterilisasi media tanam. Bibit siap tanam adalah bibit yang telah
memiliki 3-4 tanaman daun sejati, tinggi telah mencapai +/- 7-8 cm
dan berumur sekitar 1-2 minggu. Alat dan bahan yang digunakan
adalah pollybag yang terisi media tanam, tugal, pupuk kandang, bibit
tanaman, selang, selang irigasi, selang fertigasi, stick nepel, dan paku.
Cara kerja : Penanaman diawali dengan melubangi media tanam
menggunakan tugal sedalam 20 cm, kemudian berikan pupuk dasar
kelubang tanam sebanyak 10 gram dengan menggunakan pupuk
kandang. Tutupi lubang tanam dengan sedikit cocofeet, kemudian
pindahkan bibit tanaman dari tray ke kedalam pollybag dan tutupi akar
tanaman dengan sedikit cocofeet. Akar tanaman harus lurus agar
penyebaran akar dapat tumbuh secara optimal, jika sudah ditanam
tanaman

disiram

dengan
14
1

sedikit

air

secara

manual

dengan

15

menggunakan selang. Ketika selesai penanaman , bolongi selang


irigasi menggunakan paku dan masukkan selang fertigasi kelubang
yang telah dibuat dengan menggunakan sambungan nepel, pasamg
stick ke selang fertigasi dan tancapkan ke media tanam.
e. Pemeliharaan
1) Fertigasi
Fertigasi adalah kegiatan memberikan air ketanaman yang
bertujuan untuk menjaga ketersediaan air dalam media tanam,
menjaga kelembaban media tanam dan melarutkan unsur hara yang
telah ada di media tanam. Alat dan bahan yang digunakan adalah
selang irigasi, selang fertigasi dan stick. Cara kerja : Putar keran
agar air dapat mengalir melalui selang irigasi ke tanaman,
penyiraman selesai apabila media telah cukup basah, dapat dilihat
dari air yang akan keluar dari lubang dibagian bawah pollybag.
2) Pemupukan susulan
Pemupukan susulan adalah kegiatan menambahkan unsur hara
kemedia tanam agar dapat diserap oleh akar tanaman. Pemupukan
dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara dikocor dan melalui
irigasi tetes yang menggunakan NPK dan Urea. Alat dan bahan
yang digunakan adalah NPK, Urea, alat pengkocor, air, ember,
toren, selang fertigasi. Cara kerja : Untuk pemupukan kocor
dilakukan dengan cara melarutkan ikg NPK kedalam 1 ember air
atau setara dengan 20 liter air, kemudian ambil 250 ml dan
campurkan dengan 10 liter air, setelah itu berikan ke tanaman
250ml/tanaman menggunakan alat pengkocor. Pemupukan melalui
irigasi tetes dilakukan dengan cara rendam 12kg NPK dan 6kg

15
1

16

Urea didalam ember berisi air 20 liter selama semalam, setelah itu
tuang kedalam toren yang berisikan 1000 liter air. Kemudian putar
keran penyiraman seperti melakukan penyiraman biasa, sisa
endapan rendaman diberikan ketanaman sebanyak 1sdm/tanaman.
3) Penalian
Penalian dilakukan untuk membantu tanaman merambat keatas
dan tumbuh secara optimal. Alat dan bahan yang digunakan adalah
tali nilon, gunting dan tangga. Cara kerja : Ukur panjang antara
tanaman kekawat atas greenhouse dengan menaiki tangga,
kemudian potong tali sesuai ukuran tersebut. Ikat tali yang telah
diukur ke kawat atas dengan menaiki tangga dan ikat juga kekawat
yang melintang di atas pollybag.
4) Pembumbunan
Pembumbunan adalah kegiatan menambahkan media tanam
apabila media tanam telah berkurang dan tidak mencukupi
kebutuhan tanaman. Alat dan bahan yang digunakan adalah
cocofeet yang telah diayak, pupuk kandang, Urea, karung dan
serokan. Cara kerja : Buat media tanam dengan mencampur
cocofeet 100kg, pupuk kandang 10kg dan Urea 250 gram, aduk
hingga merata kemudian masukkan kedalam karung. Gunakan
serokan untuk mengambil media tanam dikarung dan tambahkan
kedalam pollybag. Daun tanaman yang berada dibagian bawah
dibuang untuk menghindari daun tertimbun dan menjadi busuk
yang akan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
5) Pewiwilan

16
1

17

Pewiwilan dilakukan setelah tanaman telah berumur sekitar


satu bulan, yang bertujuan agar menjaga pertumbuhan tanaman
tetap optimal dengan membuang tunas air yang ada. Cara kerja :
Wiwil semua tunas air yang berada di sela batang dibawah cabang
V menggunakan tangan secara manual. Pada saat melakukan
pewiwilan lilitkan batang tanaman yang belum terlilit ke tali.
6) Perompesan
Perompesan adalah kegiatan membuang seluruh daun yang
berada di bawah cabang V dan bertujuan agar pertumbuhan lebih
optimal dan nutrisi difokuskan untuk proses pembuahan. Alat dan
bahan yang digunakan adalah gunting dan karung. Cara kerja :
Potong semua daun dibawah cabang V menggunakan gunting,
kemudian buang sampah daun kedalam karung. Pada saat
perompesan juga biasa dilakukan pelilitan tanaman yang belum
terlilit ke tali.
7) Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan ketika tanaman telah terlihat terserang
hama ataupun penyakit, Hama dan penyakit tanaman Tomat cherry
pada saat proses budidaya antara lain :
a) Hama yang terdapat pada tanaman Tomat cherry
(1) Whitefly
Whitefly adalah salah satu hama yang paling berbahaya
bagi tanaman Tomat, serangga ini memiliki ukuran kecil,
terlihat mirip kupu-kupu kecil. Gejala yang terlihat ketika
Whitefly menyerang tanaman adalah daun Tomat menjadi
mengeriting karena Whitefly menyerap cairan daun Tomat.
Cara menanggulangi whitefly adalah dengan melakukan

17
1

18

penyemprotan pestisida menggunakan Regent 50 SC


dengan dosis 1-2 ml/l. Larutkan 16 ml Regent kedalam 16
liter air dan masukkan kedalam handsprayer elektrik,
kemudian semprotkan larutan kedaun dan batang tanaman.
(2) Lalat penggorok daun
Serangga dewasa lalat penggorok daun berupa lalat
kecil yang berukuran +/- 2mm dan memiliki larva yang
aktif menggorok daun. Gejala serangan ditandai adanya
bintik-bintik putih dan alur korokan yang berwarna putih
pada

permukaan

daun.

Cara

menanggulangi

Lalat

penggorok daun adalah dengan melakukan penyemprotan


pestisida menggunakan Besgrimex 36 EC dengan dosis
0,75-1 ml/l. Larutkan 12 ml Besgrimex kedalam 16 liter air
dan masukkan kedalam handsprayer elektrik, kemudian
semprotkan larutan kedaun dan batang tanaman.
b) Penyakit yang terdapat pada tanaman Tomat cherry
(1) Layu fusarium
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan
fusarium oxysporum, patogen penyakit ini adalah ditularkan
oleh air. Gejala serangan ditandai tanaman menjadi layu,
mulai dari daun yang paling bawah hingga keatas, anak
tulang daun menguning dan batang maupun akar menjadi
berwarna kecoklatan. Cara menanggulangi penyakit ini
adalah dengan mencabut tanaman agar tanaman tidak
menalurkan penyakit ke tanaman lainnya.
8) Pemberian ZPT dan Pupuk daun

18
1

19

Pemberian ZPT ketanaman ini bertujuan untuk mempercepat


proses pembungaan dan memperpanjang batang tanaman yang
dilakukan seminggu sebelum panen dan setelah proses panen. Alat
dan bahan yang digunakan adalah sarung tangan, sepatu boot,
masker, kacamata, giberelin accid, air, byfolan, handsprayer
elektrik. Cara kerja : Gunakan peralatan K3 untuk menghindari
terjadinya keracunan, kemudian campurkan 3 ml Giberelin accid
dan 20 ml byfolan kedalam 20 liter air, kemudian masukkan
kedalam sprayer elektrik dan semprotkan kebatang dan daun
tanaman hingga menyeluruh. Jika telah habis lakukan kembali
dengan dosis yang sama
f. Panen
Panen adalah kegiatan pemungutan hasil dari proses budidaya,
panen dapat dilakukan ketika buah telah cukup besar, daging buah
mulai lunakdan berwarna kuning kemerahan. Alat dan bahan yang
digunakan adalah ember dan kontainer. Cara kerja : Petik buah Tomat
cherry yang sesuai dengan kriteria buah siap panen, kumpulkan buah
diember saat melakukan panen. Jika ember telah penuh, tuangkan
Tomat cherry ke kontainer dan lakukan hingga semua buah telah
terpanen.
3. Pascapanen
Pascapanen adalah kegiatan yang dilakukan setelah selesainya kegiatan
panen, dan bertujuan untuk menjaga kualitas produk dan meningkatkan
nilai jual produk. Dalam proses Pascapanen Tomat cherry ada beberapa
kegiatan yang dilakukan, diantaranya :
a. Penimbangan

19
1

20

Penimbangan adalah kegiatan Pascapanen yang bertujuan untuk


mengetahui jumlah hasil panen. Alat dan bahan yang digunakan adalah
kontainer dan timbangan. Cara kerja : Hasil panen dikumpulkan dalam
satu wadah yaitu kontainer dan letakkan kontainer diatas timbangan,
kemudian lihat dan catat jumlah hasil panen yang tertera.
b. Sortasi
Sortasi dilakukan dengan tujuan memisahkan hasil panen yang
baik dengan yang mengalami kerusakan. Alat dan bahan yang
digunakan adalah kontainer. Cara kerja : Kumpulkan hasil panen
didalam kontainer dan pisahkan di kontainer lai antara buah yang baik
dan yang mengalami kerusakan.
c. Grading
Grading adalah kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan
produk yang memiliki kualitas sangat baik, baik dan kurang baik. Alat
dan bahan yang digunakan adalah kontainer. Cara kerja : Kumpulkan
buah dalam kontainer, kemudian pisahkan antara buah yang berkualitas
sangat baik (A) yang memiliki ukuran buah cukup besar dan memiliki
berat minimal 10 gram , baik (B) yang memiliki ukuran buah cukup
besar namun memiliki berat yang kurang dari 10 gram , dan kurang
baik (C) yang memiliki ukuran buah kecil dan kurang dari 5 gram.
d. Pengemasan
Pengemasan adalah kegiatan mengemas buah agar buah terlihat
menarik, selain itu bertujuan untuk mengurangi potensi kerusakan
fisik, mempermudah pengangkutan dan mempermudah pemasaran dan
distribusi. Alat dan bahan yang digunakan adalah Timbangan, kardus,
mika dan label. Cara kerja : Buah dikemas sesuai dengan grade
masing-masing, untuk buah grade A dan B buahdikemas menggunakan
20
1

21

mika dengan cara masukkan buah kedalam mika dan timbang hingga
seberat 250 gram, tutup mika dengan rapat dan beri label pada bagian
atas mika. Susun didalam kardus hingga kardus terisi penuh dan tutup
kardus menggunakan lakban dan buah siap untuk dikirim. Sedangkan
buah grade C dikemas hanya menggunakan kardus, buah grade C
dimasukkan kedalam kardus hinnga seberat 5 kg, kemudian ditutup
menggunakan lakban.
4. Pemasaran Hasil
Pemasaran hasil buah Tomat cherry tergantung berdasarkan grade buah
tersebut, buah yang memiliki grade A dipasarkan ke supermarket (pasar
swalayan). Jika buah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria yang
diminta oleh supermarket buah dapat dikirim kembali ke Hotel, Restoran
atau bahkan ke pasar Tradisional yang tentunya akan mengurangi harga
jual buah tersebut. Buah yang memiliki grade B biasa dipasarkan ke hotel
atau Restoran. Sedangkan buah yang memiliki grade C hanya dipasarkan
ke pasar-pasar Tradisional.
C. Analisa Usahatani dan Tata Niaga
1. Analisa Usahatani
Greenhouse yang digunakan = 2
Luas Greenhouse
= 300m2
Populasi tanaman
= 200 tanaman
Jarak tanam
= 100 x 40 cm
a. Biaya Variabel (BV)
1) Benih
1 sachet = 4.400 Tanaman = Rp. 150.000,Populasi 2 Greenhouse
= 400 Tanaman
400 Tanaman = 1 sachet = Rp. 150.000,2) Pupuk kandang
1 karung = 15 kg
= Rp. 15.000,Kebuthan 2 Greenhouse = 20 karung
20 Rp. 15.000,= Rp. 300.000,3) Pupuk NPK
1 karung = 50 kg
= Rp. 15.000,Kebutuhan 2 Greenhouse = 1.290 kg
21
1

22

1.290kg x Rp. 460.000,- = Rp. 11.960.000,50 kg


4) Pupuk Urea
1 karung = 50 kg
= Rp. 100.000,Kebutuhan 2 Greenhouse= 418 kg
418 kg x Rp. 100.000,- = Rp. 900.000
50 g
5) Bayfolan
1 botol = 500 ml
= Rp. 30.000,Kebutuhan 2 Greenhouse = 802 ml
802 ml x Rp. 30.000,- = Rp. 60.000,
500
6) Kapur dolomit
1 karung = 50 kg
= Rp. 25.000,Kebutuhan 2 Greenhouse = 120 kg
120 kg x Rp. 25.000,= Rp. 75.000,50 g
7) Giberelin Accid
1 botol = 100 ml
= Rp. 50.000,Kebutuhan 2 Greenhouse = 120 ml
120 ml x Rp. 50.000,= Rp. 100.000,100
8) Tali majun
1 Pack
= Rp. 15.000,Kebutuhan 2 Greenhouse = 36 pack
36 ack x Rp. 15.000,- = Rp. 540.000,9) Listrik (5 bulan@ Rp. 100.000)
2 x 5 bulan xRp. 100.000,- = Rp. 1.000.000,10) Bambu (80 batang @Rp. 6.000)
2 x 80 batang x Rp. 6.000,- = Rp. 960.000,11) Cocofeet (60 karung @ Rp.14.000)
2 x 60 karung x Rp. 14.000,-= Rp. 1.680.000,12) Desinfectan c100
1 botol = 500ml
= Rp. 25.000,Kebutuhan 2 Greenhouse
= 400 ml
400 ml x Rp 25.000,= Rp. Rp. 25.000,500
13) PrevicurN
1 botol = 500 ml
= Rp.140.000,Kebutuhan 2 Greenhouse
= 2,5 ml
2,5 ml x Rp. 140.000,= Rp. 140.000,500
14) Regent 50 SC
1 botol = 500 ml
= Rp. 125.00,Kebutuhan 2 Greenhoouse
= 1024 ml
1024 ml x Rp.15.000,= Rp. 375.000,22
1

23

500 ml
15) Besgrimx 36 EC
1 botol = 100 ml
= Rp. 93.000,Kebutuhan 2 Greenhouse
= 768 ml
768 ml x Rp. 93.000,= Rp. 744.000,100
16) Tenaga kerja harian
a) Persemaian ( 2 orang, 4 jam, 1 hari)
2 x 4 x 1 x1 x Rp.60.000,

= Rp. 60.000,-

8 jam
b) Persiapan media tanam ( 2 orang, 4 jam, 3 hari)
2 x 4 x 3 x 1 x Rp. 60.000,-

= Rp. 180.000

8 jam
c) Sterilisasi Greenhouse ( 1 orang, 3 jam, 2 hari)
1 x 3 x 1 x 1 x Rp. 60.000,= Rp. 22.500,8 jam
d) Penanaman dan pemasangan fertigasi (2 orang, 4 jam, 1 hari)
2 x 4 x 1 x 1 x Rp. 60.000,-

= Rp. 60.000

8 Jam
e) Pemeliharaan
(1) Fertigasi (1 orang, 1 jam, 145 hari)
1 x 1 x 145 x Rp.60.000,- = Rp. 1.087.000,
8

Jam

(2) Pemupukan susulan (2 orang, 2 jam, 16 hari)


2 x 2 x 16 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 480.000,00
8 jam
(3) Penalian (2 orang, 2 jam, 1 hari)
2 x 2 x 1 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 30.000,8 jam
(4) Pembumbunan (2 orang, 2 jam, 1 hari)
2 x 2 x 1 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 30.000,8 jam
23
1

24

(5) Pewiwilan (2 orang, 4 jam, 1 hari)


2 x 4 x 1 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 60.000,8 jam
(6) Perompesan (2 orang, 5 jam, 5 hari)
2 x 5 x 5 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 375.000,8 jam
(7) Pengendalian H&T (1 orang, 4 jam, 20 hari)
1 x 4 x 20 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 600.000,8 jam
(8) Pemberian ZPT (1 orang, 4 jam, 8 hari)
1 x 4 x 8 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 240.000,8 jam

f) Panen (4 orang, 4 jam, 16 hari)


4 x 4 x 16 x 1 x Rp. 60.000,= Rp. 1.920.000,8 jam
g) Pascapanen
(1) Penimbangan (1 orang, 2 jam, 16 hari)
1 x 2 x 16 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 240.000,8 jam
(2) Sortasi (2 orang, 3 jam, 16 hari)
2 x 3 x 16 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 720.000,8 jam
(3) Grading (2 orang, 3 jam, 16 hari)
2 x 3 x 16 x 1 x Rp. 60.000,- = Rp. 720.000,8 jam
(4) Pengemasan (2 orang, 4jam, 16 hari)
2 x 4 x 16 x 1 x Rp.60.000,- = Rp. 960.000,8 jam
h) Pemasaran (1 orang, 8 jam, 1 hari)
1 x 8 x 1 x 1 x Rp. 60.000 = Rp. 60.000,8 jam
Total BV

Rp. 30.183.500,-

24
1

25

b. Biaya Tetap
1) Sewa Greenhouse
2 Greenhouse x 5 x Rp. 10.000.000,-

= Rp. 8.400.000,-

12
2) Penyusutan alat
a) Timbangan1 buah @Rp. 150.000,(Rp. 150.000 Rp. 15.000) x 1 x 5
2 tahun

= Rp. 28.350,-

12

b) Tali Nilon30 pack @Rp. 20.000,(Rp. 20.000 Rp. 2.000) x 30 x 5


1 tahun

= Rp. 226.800,-

12

c) Selang HDPE3 roll @Rp. 500.000,(Rp. 500.000 Rp. 50.000) x 3 x 5


3 tahun

= Rp. 189.000,-

12

d) Sselang PE2 roll @Rp. 100.000,(Rp. 100.000 Rp. 10.000) x 2 x 5

25
1

= Rp. 25.200,-

26

3 tahun

12

e) Gunting2 buah @Rp.20.000,(Rp. 20.000 Rp. 2.000) x 2 x 5


2 tahun

= Rp. 7. 560,-

12

f) Masker Industri1 buah @Rp. 55.000,(Rp. 55.000 Rp. 5.500) x 1 x 5


1 tahun

= Rp. 52.690,-

12

g) Drum Air1 buah @Rp. 200.000,(Rp. 200.000 Rp. 20.000) x 30 x 5


3 tahun

= Rp. 25.200,-

12

h) Ember 20 liter 2 buah @Rp. 20.000,(Rp. 20.000 Rp. 2.000) x 2 x 5


1 tahun

= Rp. 15.120,-

12

i) Gembor 1 buah @Rp. 50.000,(Rp. 50.000 Rp. 5.000) x 1 x 5

= Rp. 9.450,-

2 tahun
12
j) Gerobak dorong 1 buah @Rp. 500.000,(Rp. 500.000 Rp. 50.000) x 2 x 5
26
1

= Rp. 63.000,-

27

3 tahun

12

k) Handsprayer 1 liter 2 buah @Rp. 15.000,(Rp. 15.000 Rp. 1.500) x 2 x 5


1 tahun
l)

= Rp. 13.740,-

12

Handsprayer elektrik 1 buah @Rp. 650.000,(Rp. 650.000 Rp. 65.000) x 30 x 5


3 tahun

= Rp. 81.900,-

12

m) Kontrainer 6 buah @Rp. 150.000,(Rp. 150.000 Rp. 15.000) x 6 x 5


3 tahun

= Rp. 137.400,-

12

n) Stick 4 pack @Rp. 75.000,(Rp. 75.000 Rp. 7.500) x 4 x 5


2 tahun

= Rp. 70.800,-

12

o) Nepel 4 pack @Rp.75.000,(Rp. 75.000 Rp. 7.500) x 4 x 5


3 tahun

12

p) Tangga 1 buah @Rp. 500.000,-

27
1

= Rp. 70.800,-

28

(Rp. 500.000 Rp. 50.000) x 1 x 5


3 tahun

= Rp. 63.000,-

12

q) Pinset 2 buah @Rp. 5.000,(Rp. 5.000 Rp. 500) x 2 x 5


3 tahun

= Rp. 1.260,-

12

r) Tray 4 buah @Rp. 15.000,(Rp. 15.000 Rp. 1.500) x 4 x 5


2 tahun

= Rp. 14.685,-

12

s) Kacamata semprot 1 buah @Rp. 40.000,(Rp. 40.000 Rp. 4.000) x 1 x 5

= Rp. 6.720,-

2 tahun
12
t) Selang 1 roll @Rp. 1.000.000,(Rp. 500.000 Rp. 50.000) x 2 x 5
3 tahun

= Rp. 63.000,-

12
+

Total BT

= Rp. 9.628.675,-

D. Bunga Modal (14 %)


Suku bunga modal x m. Produksi x (BV + BT)
14 x 5 x (Rp. 30.183.500 + Rp. 9.628.675)
28
1

= Rp. 2.340.956,-

29

100

12

E. Input Total
BV + BT + BM
Rp. 30.183.500 + Rp. 9.628.675 + Rp. 2.340.956

= Rp. 42.153.131,-

F. Output Total
Grade A = 400 Tanaman x 1 kg x Rp. 80.000

= Rp. 32.000.000,-

Grade B = 400 Tanaman x 1,5 kg x Rp. 40.000

= Rp. 24.000.000,-

Grade C = 400 Tanaman x 0,5 kg x Rp. 15.000

= Rp. 3.000.000,+
Rp. 59.000.000,-

G. Pendapatan Pengelola
OT - IT
Rp. 59.000.000 - Rp. 42.153.131,-

= Rp. 16.846.869,-

H. O/I Ratio
OT
IT

= Rp. 59.000.000

= 1,4

Rp. 42.153.131
Artinya setiap pengeluaran Rp. 1,- dari biaya produksi maka

akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1,4.


29
1

30

I. BEP ( Break Even Point )


BT
= Rp. 9.628.675
1 BV
1 Rp. 30.183.500
OT
Rp. 59.000.000
= Rp. 9.628.675
1 0,5
Rp. 9.628.675
0, 5
= Rp. 19.257.350,Artinya usaha ini akan mendapatkan titik impas pada penjualan
Rp. 19.257.350,1. Tata Niaga
Tata niaga dapat diartikan sama dengan pemasaran atau distribusi,
yaitu semacam kegiatan ekonomi yang berfungsi membawa atau
menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Sama halnya dengan
penjualan hasil panen tanaman yang ada di PT. Agro Farmaka Nusantara.
Penjualan hasil panen dilakukan mulai dari produsen, yang kemudian
barang diambil oleh distributor, setelah itu distributor menjual barang ke
Konsumen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Produsen

Distributor

30
1

Konsumen

31

Gambar 16. Tata Niaga Bagan tata niaga penjualan selada keriting di PT.
Nusantara Utama Agro Abadi
Pada saat melakukan tata niaga di PT. Agro Farmaka Nusantara
menjualnya melalui distributor yang kemudian baru sampai ke konsumen.
D. Kerja Pengalaman Tambahan (KP) Minor
Pada saat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tidak hanya
melakukan kegiatan budidaya komoditi utama, penyusun juga melaksanakan
kegiatan lain yang disebut Kerja Pengalaman Tambahan. Kerja Pengalaman
yang penyusun lakukan antara lain adalah :
1. Persemaian Big tomat dan Timun Lathai
Sebelum melakukan persemaian, media tanam berupa cocofeet disiram
terlebih dahuhlu agar kondisi media tanam menjadi lembab. Lubangi
media tanam kemudian letakkan benih dilubang tersebut, tutup lubang
dengan media tanam dan siram permukaan media dengan air menggunakan
handsprayer. Tutup tray dengan plastik mulsa agar media tetap dalam
kondisi lembab.
2. Pemupukan dasar cabai keriting
Bedengan yang telah terbentuk dengan luas 20m2 diberi pupuk dasar
menggunakan pupuk kandang 45 kg, Urea 4kg dan NPK 4 kg. Pupuk
kandang diaduk didalam bedengan, sedangkan Urea dan NPK diberikan
setelah bedengan terbentuk dengan cara ditabur disekitar daerah yang ingin
dijadikan lubang tanam.
3. Pengapuran Labu Parang
Pengapuran adalah kegiatan menaburkan kapur diatas bedengan yang
bertujuan untuk menetralkan pH tanah menggunakan kapur dolomit. Cara
pengapuran adalah dengan menbaurkan kapur diatas permukaan bedengan
hingga merata dan bedengan telah tertutupi kapur.
31
1

32

4. Penanaman Timun Lathai dan Melon Cantalouge


Penanaman dilakukan dengan melubangi media tanam dengan
menggunakan tugal sedalam 10 cm, kemudian berikan pupuk kandang
sebanyak 10 gram kelubang tanam. Tutup lubang dengan sedikit media
tanam, pindahkan bibit tanaman dari tray kedalam lubang tanam dan tutupi
akar tanaman dengan media tanam. Siram tanaman dengan selang manual
secukupnya hingga media menjadi lembab.
5. Pewiwilan Timun Lathai dan Cabai Rawit
Pewiwilan adalah kegiatan membuang tunas air yang bertujuan agar
pertumbuhan tanaman menjadi optimal, karena tunas air lebih banyak
menyerap nutrisi dibanding cabang biasa. Pewiwilan dilakukan dengan
membuang seluruh tunas air dengan menggunakan tangan.
6. Pemanenan Cabai Thailand
Pemanenan dilakukan menggunakan tangan dengan memetik buah
yang telah masak dengan ciri-ciri buah berwarna merah atau oranye
mengkilat dan ukuran buah cukup besar. Buah dikumpulkan kedalam
kontainer dan diangkut menggunakan mobil.
7. Pengemasan Cabai Thailand
Pengemasan Cabai Thailand menggunakan mika sebagai tempat/wadah
pengemasan, kemudian cabai disusun diatas mika dengan posisi bertolak
belakang dengan tangkai berada ditengah, susun buah hingga telah
mencapai berat 200 gram. Setelah 200 gram, cabai dibungkus
menggunakan plastik polietilen, Kemudian diberi label dan disusun dalam
kardus.
8. Pengemasan Tomat Martha
Proses pengemasan Tomat martha tidak begitu sulit seperti
pengemasan cabai thailand, Tomat yang telah disortir dimasukkan kedalam

32
1

33

kardus, kemudian ditimbang hingga mencapai berat 10 kg, kemudian


kardus ditutup menggunakan lakban
9. Pendataan Pestisida
Pendataan pestisida dilakukan di KIPER (Kios PERtanian), semua
pestisida yang ada dicatat sesuai dengan tabel dikertas, diantaranya : Nama
dagang, Bahan aktif, Jenis, Bentuk, Warna, Dosis dan Sasaran pestisida
tersebut.
E. Integrasi Pengabdian Masyarakat
Pada proses pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Penyusun tidak hanya melakukan budidaya Tomat cherry, namun juga
ditugaskan untuk melaksanakan Integrasi Pengabdian Masyarakat. Kegiatan
ini bertujuan untuk mendekatkan diri ke masyarakat, Kegiatan pengabdian
yang penyusun lakukan adalah mengajar Pramuka yang bertempat di SDN
JAMARAS. Pada saat kegiatan, penyusun memberikan beberapa materi,
diantaranya :
1. Trisatya, Dasa darma dan Hymne Pramuka
2. Semaphore dan Morse
3. Peraturan Baris Berbaris (PBB)
4. Yel-yel Pramuka
5. Pionering
Dengan ini materi tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi anakanak SD dan juga membantu pembina mengajar Pramuka di SDN
JAMARAS.

33
1

34

IV.

MASALAH DAN PERMASALAHAN

A. Masalah
Saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ada beberapa
masalah, diantaranya dalam proses persemaian banyak bibit tanaman yang
mati dan terdapat jamur karena menggunakan media cocofeet yang diayak
sehingga media menjadi sangat lembab. Ketika tanaman setelah tanam,
pertumbuhan tanaman terhambat juga karena menggunakan media tanam
yang diayak, ketika media disiram maka cocofeet akan padat dan dan
mengganggu proses perakaran hal ini juga menyebabkan media menjadi
lembab dan menjadi srang bagi jamur berkembang.
Masalah lain yang ditemukan adalah cara pemupukan susulan yang
dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dikocor, melalui irigasi tetes dan
ditabur.Pemupukan kocor mengalami proses yang terlalu rumit, yaitu 1kg
NPK dan kg Urea dilarutkan disatu ember air berisi 20 liter air, kemudian
ambil 250 ml untuk dilarutkan ke 10 liter air kemudian kocorkan ketanaman
250 ml/tanaman.
B. Pemecahan Masalah
Masalah-masalah diatas dapat dipecahkan dengan cara mengganti
media tanam cocofeet dengan media tanam lain, misalkan tanah yang
dicampur dengan sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1 agar
kondisi media tidak terlalu lembab dan mengurangi resiko tumbuhya jamur.
Kemudian untuk penanaman dapat menggunakan media tanam tanah yang
dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, agar saat
penyiraman media tidak terlalu padat dan akar dapat tumbuh dengan normal.
Untuk pemupukan susulan lebih baik memilih satu cara dibandingkan
34
1

35

melakukan ketiga cara tersebut, Jika memilih cara dikocor, sebaiknya


permudah cara agar pemupukan lebih efektif.

41

V.

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA

Tanaman Hortikultura merupakan tanaman yang sangat berperan


penting dalam meninigkatkan nilai gizi masyarakat, selain itu juga dapat
menjadi suatu usaha yang dapat menguntungkan. Banyak komoditi tanaman
sayuran yang dapat menguntungkan, salah satunya adalah Tanaman Tomat
cherry yang memiliki harga jual tinggi dan permintaan pasar yang tinggi.
Dikalangan masyarakat Indonesia, mereka kurang tertarik dengan
Tomat cherry dan lebih memilih Tomat pada umumnya. Tomat cherry biasa
ditujukan kepada pasar swalayan maupun restoran yang digunakan sebagai
garnish atau salad buah. Peluang untuk membudidayakan Tomat cherry di
Indonesia cukup terbuka lebar karena permintaan pasar yang semakin besar

35
1

36

dan minimnya budidaya Tomat cherry. Dengan ini dapat memanfaatkan hal
diatas dengan membudidayakan Tomat cherry untuk mencukupi kebutuhan
pasar, hal lain yang menjadi alasan untuk membudidayakan Tomat cherry
adalah harga jualnya yang lebih tinggi dibandingkan jenis tomat pada
umumnya.
Dilihat dari proses budidaya Tomat cherry yang tidak terlalu rumit dan
hanya memerlukan perawatan intensif agar Tanaman Tomat cherry dapat
tumbuh Optimal dan menghasilkan buah yang besar dan banyak. Seharusnya
petani dapat melihat peluang tersebut untuk mengembangkan budidaya
Tomat cherry yang menjadi potensi untuk mendapatkan keuntungan.
Budidaya Tomat cherry memiliki peranan besar untuk menunjang usaha
pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas
lapangan kerja, meningkatkan Ekspor dan mengurangi Impor.
4
3

VI.

PENUTUP
36
1

37

A. KESIMPULAN
Setelah melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 3 bulan di PT.
Agro Farmaka Nusantara penyusun dapat menyimpulkan bahwa:
1. Tomat cherry merupakan salah satu sayuran buah yang cukup mudah dalam
proses budidayanya, hanya saja media tanam yang digunakan kurang bagus dan
pemupukan susulan yang diterapkan terlalu rumit.
2. Apabila dilihat dari analisa usaha tani, budidaya Tomat cherry ini menghasilkan
pendapatan pengelola sebesar Rp. 16.846.869,- dan setiap pengeluaran Rp. 1,mendapat keuntungan sebesar Rp. 1,4,-. Yang berarti budidaya tanaman Tomat
cherry ini sangat layak di usahakan.
B. SARAN
Saran yang dapat penyusun berikan antara lain :
1. Sebaiknya dalam proses budidaya tanaman Tomat cherry dapat menggunakan
media tanam lain seperti tanah yang dicampur pupuk kandang ataupun sekam
2.

bakar.
Sebaiknya gunakan cara yang lebih mudah dalam kegiatan pemupukan susulan
agar pemupukan menjadi lebih efektif.

45

37
1