Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

ANALISA KASUS

Gejala dan tanda PPOK sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala
ringan, sampai gejala yang berat. Namun diagnosa PPOK dapat ditegakkan
berdasarkan gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang. Pada gambaran klinis,
bila ditemukan sesak nafas yang kronik dan progresif, serta riwayat terpajan oleh
faktor-faktor resiko. Maka diagnosa dari PPOK harus dipertimbangkan.
Penegakan diagnosis dari PPOK harus dilakukan pemeriksaan spirometri.
Pada kasus ini, seorang laki-laki berusia 58 tahun dengan keluhan sesak
hebat sejak 1 hari SMRS. Dari anamnesis, ditemukan adanya sesak, bersifat
kronik progresif (memburuk selama 1 tahun), disertai batuk berulang dengan
dahak yang kental berwarna putih kekuningan dan ada riwayat terpajan faktor
resiko (merokok 2 bungkus perhari sejak 15 tahun). Kemudian pada pemeriksaan
fisik ditemukan adanya pursed lips breathing, penggunaan otot bantu nafas,
terdapat mengi, serta ekspirasi yang memanjang. Pada pemeriksaan laboratorium
terjadi peningkatan leukosit (19.600 /ul). Dari data tersebut kecurigaan adanya
PPOK dan pneumonia dapat ditegakkan.
Dari seluruh hasil pemeriksaan di atas kami menyimpulkan bahwa
diagnosis pasien ini adalah PPOK Eksaserbasi Akut + Pneumonia Community
kategori III. Maka terapi farmakologis yang dilakukan adalah pemberian
bronkodilator, kortikosteroid, antibiotik spektrum luas, mukolitik. Pada kasus ini
juga dilakukan pemeriksaan sputum BTA untuk menegakkan diagnosis Tb paru
dan didapatkan hasil negatif. Oleh karena itu diagnosis pada pasien ini yaitu,
PPOK eksaserbasi akut dan pneumonia community kategori III.

38