Anda di halaman 1dari 21

Lapsus

Sindroma Nefrotik

Oleh : dr. Ayu Fitriani


Pembimbing : dr. Rizky Aliana
Pendamping : dr. Vivin Ovita

Pendahuluan
SN
-Proteinuria
masif
(>3,5 gr//dl)
- Hipoalbuminemia
- Edema (95%)
- Hiperlipidemia
- Lipiduria
- Hiperkoagulabilitas

Etiologi:
- SN primer (idiopatik)
- SN sekunder (penyakit tertentu)

Epidemiologi :
-Rata-rata usia 30-50 tahun
- laki-laki : perempuan 2 : 1
- SN primer 2-3 kasus/100.000
kelahiran pertahun
- Dewasa 3/1.000.000 pertahun

Status Pasien
Identifikasi

Nama : Tn. A
Usia : 19 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum menikah
Agama : Islam
Bangsa : Indonesia
Alamat : Desa Pengabuan
Pekerjaan : Buruh
MRS : 16 Maret 2013
Tanggal Pemeriksaan : 16 Maret 2013

Anamnesa
Keluhan Utama :
Bengkak di kedua kelopak mata dan tungkai yang menetap sejak 1
minggu SMRS.
RPP :
3 bulan SMRS, pasien mengeluh bengkak pada kedua kelopak mata
terutama saat bangun tidur yang berkurang saat siang dan sore hari.
Bengkak kemudian terjadi pada wajah, perut dan kakinya. Penderita juga
mengakui keluhan tersebut diikuti dengan buang air kecil yang semakin
jarang dan sedikit, frekuensi 2 kali setiap harinya, sebanyak seperempat
gelas,berwarna kuning tanpa disertai rasa nyeri dan darah. Sesak nafas
diakui tidak ada, demam tidak ada, nyeri dada tidak ada. Pasien sempat
berobat ke Puskesmas selama 2 minggu dan mendapatkan obat pelancar
BAK. Keluhan menurut pasien dirasakan berkurang dan BAK lancar setiap
setelah minum obat.

RPP :

Sejak 1 minggu SMRS, pasien mengaku bengkak


di kedua kelopak mata dan tungkainya menetap,
serta buang air kecil yang semakin berkurang,
frekuensi 2 kali setiap harinya, sebanyak 2
sendok makan berwarna kuning tanpa disertai rasa
nyeri dan darah. Keluhan demam tidak ada, sesak
nafas tidak ada, nyeri dada tidak ada, nyeri ulu hati
(+), mual tidak ada, muntah tidak ada, BAB normal.
Sehingga pasien memutuskan untuk berobat ke
RSUD Talang Ubi.

Riwayat penyakit terdahulu

Riwayat penyakit terdahulu

Pasien menyangkal pernah


menderita penyakit serupa
sebelumnya
Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat penggunaan obat lama
disangakal
Riwayat demam disangkal
Riwayat sakit tenggorokan
disangkal
Riwayat penyakit ginjal disangkal
Riwayat alergi obat disangkal

Riwayat penyakit dengan


keluhan yang sama dalam
keluarga disangkal
Riwayat darah tinggi dalam
keluarga disangkal
Riwaayat penyakit jantung
disangkal
Riwayat kencing manis
disangkal
Riwayat alergi disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Keadaan umum : Tampak sakit
Keadaan sakit : Sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Gizi : Cukup
Dehidrasi : (-)
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 82 kali per menit, reguler, isi dan
tegangan cukup
Pernafasan : 22 kali per menit, thoracoabdominal
Suhu : 36,4o C
Berat Badan : 58 kg
Tinggi Badan : 165 cm
Lingkar Perut : 78 cm

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium ( Tanggal 16 maret 2016 )
Darah rutin :
Hb : 12,8 gr/dl (N=14-18 g/dl)
Ht : 37 vol% (N=40-48 vol%)
Leukosit: 9.400/mm3 (N=5000-10000/mm3)
Trombosit : 286.000/mm3 (N=200.000-500.000/mm3)
LED : 38 ( N=1-15 mm/jam)
Kimia Klinik :
Kolesterol Total : 614 mg/dl (N<200 mg/dl)
Trigliseride : 374 mg/dl (N<175 mg/dl)
Ureum
: 65 mg/dl (N=15-39 mg/dl)
Kreatinin
: 1,8 mg/dl (N=0,9-1,3 mg/dl)
Protein Total : 3,1 g/dl (N=6,0-7,0 g/dl)
Albumin : 1,3 g/dl (N=3,5-5,0 g/dl)
Globulin : 1,8 g/dl (N=2-3,5 g/dl)
SGPT : 20 u/l (L=37, P=31 u/l)
SGOT : 22 u/l (L=42, P=32 u/l)

Urine :
Protein : +++/ positif
Glukosa : (-) negatif
Urobilinogen : (-) negatif
Bilirubin : (-) negatif
Eritrosit : 0-1/ lp
Leukosit : 3-4/ lp
Epitel : 2-4/lp
EKG (Tanggal 22 Maret 2016)

Kesan : Irama sinus ritme Normal EKG

Diagnosis Kerja
Sindroma Nefrotik

Diagnosis Banding
Sindroma Nefritik
Nefritis Lupus

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Nonfarmakologis
Istirahat
Diet rendah garam & kolesterol
Penatalaksanaan Farmakologis
IVFD RL gtt X/menit (mikro)
Metilprednisolon 8 mg (3-2-2)
Injeksi pantoprazol 1x1
Aspilet 1 x 80mg
Captopril 2 x 6,2 mg
Simvastatin 1 x 10 mg
Furosemid 1 x 40 mg

Prognosis
Quo ad vitam
: dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam

Follow Up

Tinjauan Pustaka
Definisi Sindroma Nefrotik
-Proteinuria masif (>3,5 gr//dl)
- Hipoalbuminemia
- Edema (95%)
- Hiperlipidemia
- Lipiduria
- Hiperkoagulabilitas

Etiologi
SN primer dan SN sekunder

Epidemiologi
-Rata-rata usia 30-50 tahun
- laki-laki : perempuan 2 : 1
- SN primer 2-3 kasus/100.000 kelahiran pertahun
- Dewasa 3/1.000.000 pertahun

Patofisiologi

Diagnosis

Anamnesa
- Onset dari gejala (edema)
- Gejala lain (nyeri tenggorokan, demam, bintik merah, peningkatan BB
secara cepat, dan keluhan penyerta lainnya)
Pemeriksaan Fisik
- Edema (wajah, ekstremitas bawah, daerah periorbital, skrotum atau labia
mayora, perut)
- Normotensi atau hipertensi
- Asites edema paru takipneu

Pemeriksaan Penunjang
1. Histopatologi (untuk menentukan prognsis)
MCNS- Minimal Change Nephrotic Syndrome, FGGS- Focal
Global
Glomerulosclerosi,
FSGSFocal
Segmental
Glomerulosclerosis,
MPNMesangeal
Proliferative
Glomerulonephritis MGN, Membranous Glomerulonephritis.
2. Pemeriksaan laboratorium
- proteinuria masif (>3,5 gr /24 jam)
- hiperkolesterolemia
- lipiduria
- hipoalbuminemia (<2,5 gr/dl)

Diagnosis Banding
-Sirosis hepatis
- Sindroma nefritik
- Septikemia
- Gagal jantung kongestif
- Alergi obat

Prognosis
Faktor umur, jenis
kelamin, penyulit saat
pengobatan,
dan
kelainan histopatologi

Terapi

Nonfarmakologis :
-Asupan nutrisi (protein dan kalori yang
adekuat)
-Diet rendah garam dan kolesterol
-Tirah baring (untuk mengontrol edema)
Farmakologis :
-Diuretik
-Penghambat ACE dan atau antagonis
reseptor Angiotensin II
- Obat penurun lemak golongan statin
- Anti koagulan
- Pengobatan penyakit glomerular
(golongan steroid)

Daftar Pustaka
1. Lane JC. Pediatric nephrotic syndrome presentation. 2011 [disitasi 18
agustus 2014]. Diunduh dari:
http://emedicine.medscape.com/article/982920-clinical#a0256 .
2. Rudolph AM, Hoffman JIE, Rudolph CD, editor. Buku ajar pediatri
rudolph. Edisi ke-20. Jakarta: EGC; 2007.h.1503-7.
3. Gunawan CA. Sindroma nefrotik patogenesis dan penatalaksanaan.
Cermin Dunia Kedokteran 2006; 150: 50-3.
4. Pardede SO. Sindrom nefrotik infantil. Cermin Dunia Kedokteran 2002;
134: 32-7.
5. Field M, Pollock C, Harris D. The renal system basic scienece and clinical
conditions. China: Elsevier; 2010.p.69-88.
6. Djuanita E, Joseph E. Sindroma nefrotik patofisiologi dan
penatalaksanaannya. Majalah Kedokteran Damianus 2008; 7(3): 151-8.
7. Sindrom nefrotik pada anak. Ethical Digest 2009; 67: 25-36.

TERIMA KASIH