Anda di halaman 1dari 26

Tumor jinak mamma ialah lesi jinak

yang berasal dari dari parenkim,


stroma,areola dan papilla mamma.

Tumor jinak mamma maupun tumor


non neoplasma bermanifestasi
sebagai:
1.Tumor pada mamma.
2.Jaringan mamma yang padat dan
noduler.
3.Nyeri pada mamma.

1.
2.
3.

Terdapat 3 siklus kehidupan yang dapat


menggambarkan perbedaan fase
reproduksi pada kehidupan wanita yang
berkaitan dengan perubahan payudara,
yaitu :
Pada fase reproduksi awal (15-25 tahun)
Periode reproduksi matang (25-40 tahun)
Fase ketiga adalah involusi dari lobulus
dan duktus yang terjadi sejak usia 35-55
tahun.

1.Kelainan Fibrokistik
Penyakit fibrokistik atau dikenal juga
sebagaimammary displasiaadalah
benjolan payudara yang sering dialami
oleh sebagian besar wanita. Benjolan
ini harus dibedakan dengan
keganasan. Penyakit fibrokistik pada
umumnya terjadi pada wanita berusia
25-50 tahun (>50%).

2.Fibrosis
Sesuai dengan asal katanya fibrosis, yaitu
terdiri atas fibrosis dan kista. Fibrosis
menunjukkan penambahan jaringan fibrous,
bahan yang sama dengan pembentuk ligamen
dan jaringan parut. Tanpak elastis, konsistensi
padat keras pada perabaan.
3.Kista
Kista adalah ruang berisi cairan yang dibatasi
sel-sel glandular. Kista terbentuk dari cairan
yang berasal dari kelenjar payudara. Daerah
dengan fibrosis tampak elastis, konsistensi padat
dan keras pada perabaan. Karekteristiknya
adalah licin dan teraba kenyal pada palpasi.

Galaktokel adalah kista berisi susu


yang terjadi pada wanita yang sedang
hamil atau menyusui.
Sifatnya tidak seperti kanker.
Biasanya galaktokel tampak rata,
benjolan dapat digerakkan, walaupun
dapat juga keras dan susah
digerakkan.

Hiperplasi epitel ( disebut juga kelainan


payudara proliferatif) adalah
pertumbuhan abnormal dari sel-sel
yang membatasi antar duktus atau
lobulus.
- bila melibatkan lobulus maka jadi
hiperplasia lobular.
- bila melibatkan duktus maka jadi
hiperplasi duktus

Adenosis adalah temuan yang sering


didapat pada wanita dengan kelainan
fibrokistik.
7.Fibroadenoma
Fibroadenoma merupakan tumor
payudara jinak yang terkadang terlalu
kecil untuk dapat teraba oleh tangan,
walaupun diameternya bisa saja
meluas beberapa inchi.

Tumor filodes atau dikenal dengan


sistosarkoma filodes adalah tumor
fibroepitelial yang ditandai dengan
hiperselular stroma dikombinasikan
dengan komponen epitel.
Benjolan ini jarang bilateral (terdapat
pada kedua payudara), dan biasanya
muncul sebagai benjolan yang
terisolasi dan sulit dibedakan dengan
FAM.

Papilloma intraduktal adalah


pertumbuhan menyerupai kutil dengan
disertai tangkai yang tumbuh dari
dalam payudara yang berasal dari
jaringan glandular dan jaringan
fibrovaskular.
10.Tumor Sel Granular
Tumor sel granular biasanya terdapat
pada mulut atau kulit, namun dalam
jumlah yang jarang dapat ditemukan
juga di payudara.

Ektasia duktus merupakan pelebaran dan


pengerasan dari duktus, dicirikan dengan
sekresi puting yang berwarna hijau atau
hitam pekat, dan lengket.
12.Nekrosis Lemak
Nekrosis lemak terjadi bila jaringan
payudara yang berlemak rusak, bisa
terjadi spontan atau akibat dari cedera
yang mengenai payudara. Nekrosis
lemak dapat juga terjadi akibat terapi
radiasi.

Mastitis adalah infeksi yang sering


menyerang wanita yang sedang
menyusui atau pada wanita yang
mengalami kerusakan atau keretakan
pada kulit sekitar puting.

Kapan pertama kali memperhatikan


adanya benjolan ?
Bagaimana ,sejak itu adakah
perubahan ukuran atau sifat ?
Adakah nyeri ?

Simetris
Benjolan
Warna kulit

Lokasi
Ukuran / jumlah tumor
Konsistensi
Perlengkatan ke jaringan sekitar
Permukaan tumor (licin/menonjol)
Nyeri

Adakah benjolan payudara sebelumnya ? jika iya,


terapinya apa (misalnya mastektomi, eksisi lokal,
radioterapi, kemoterapi, rekonstruksi payudara,
atau operasi lain pada payudara ?
Bagaimana riwayat kehamilan ? pernahkah
pasien menjalani laktasi atau menarche.
Obat obatan
Pernakah pasien mengonsumsi estrogen atau
tomoksifen ?
Pernakah pasien menjalani kemoterapi ?

Pastikan (selalu) pasien dalam keadaan


nyaman, hangat, ada privasi, dan
hadirnya seorang pendamping jika
perlu.

SADARI (Pemeriksaan payudara


sendiri)
Tujuan dari pemeriksaan payudara
sendiri adalah mendeteksi dini apabila
terdapat benjolan pada payudara,
terutama yang dicurigai ganas,
sehingga dapat menurunkan angka
kematian.

Wanita sebaiknya melakukan SADARI pada posisi


duduk atau berdiri menghadap cermin.
Pertama kali dicari asimetris dari kedua
payudara, kerutan pada kulit payudara, dan
puting yang masuk.
Angkat lengannya lurus melewati kepalaatau
lakukan gerakan bertolak pinggang untuk
mengkontraksikan otot pektoralis (otot dada)
untuk memperjelas kerutan pada kulit payudara.
Sembari duduk / berdiri, rabalah payudara
dengan tangan sebelahnya.
Selanjutnya sembari tidur, dan kembali meraba
payudara dan ketiak.

Dua jenis alat yang digunakan untuk mendeteksi


dini benjolan pada payudara adalah mammografi
dan ultrasonografi (USG). Teknik yang baru
adalah menggunakan Magnetic Resonance
Imaging (MRI) dan nuklear skintigrafi.

Mammograf
Mammografi dapat mendeteksi tumor-tumor
yang secara palpasi tidak teraba; jadi sangat
baik untuk diagnosis dini danscreening.
Ketepatan 83 95%, tergantung dari teknisi dan
ahli radiologinya.

Ultrasonograf
Dengan pemeriksaan ini dapat
dibedakan lesi solid dan kistik.
Scintimammograf
Adalah teknik pemeriksaan radionuklir
dengan menggunakan radiosotop Tc 99
sestamibi. Pemeriksaan ini mempunyai
sensitifitas tinggi untuk menilai
aktivitas sel kanker pada payudara.
Selain itu dapat pula mendeteksi lesi
multipel dan keterlibatan KGB regional.

Diagnosa pasti hanya dapat ditegakan dengan


pemeriksaan histopatologis. Bahan pemeriksaan
dapat diambil dengan beberapa cara, yaitu
-biopsi aspirasi (fine needle biopsy)
-Needle core bipsi dengan jarum Silverman
-Excisional biopsy dan pemeriksaan frozen
section (potong beku) waktu operasi
Pemeriksaan potong beku (frozen
section) waktu operasi banyak dilakukan di
senter-senter pendidikan. Ketepatan cukup tinggi
97,65 % dengan tidak ada false positif dan hanya
0,6 % false negatif.