Anda di halaman 1dari 101

LAPORAN

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL

PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN MOTIVASI BELAJAR


SISWA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
PECAHAN PENYEBUT BEDA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
STAD PADA SISWA KELAS IVa SD N PENAMBUHAN 01
MARGOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir


Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501)
Program Strata I PGSD BI
Universitas Terbuka

Oleh:
Nama

RANI HERMAWATI, S.Pd

NIM

825232359

Masa Ujian :

2014.2

POKJAR

DUKUHSETI

UPBJJ

SEMARANG

FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ SEMARANG
POKJAR DUKUHSETI
2014

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN


PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Nama Mahasiswa

: RANI HERMAWATI, S.Pd

NIM

: 825232359

Program Studi

: S1 PGSD - BI

Tempat Mengajar

: SD N PENAMBUHAN 01

Jumlah Siklus Pembelajaran

:2

Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Siklus 1, Hari Kamis, tanggal 25 September 2014
Siklus 2, Hari Senin, tanggal 13 Oktober 2014

Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan:

1. Peningkatan Pemahaman Belajar Siswa Kelas IVa SDN Penambuhan 01


Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan
Pecahan Penyebut Beda.

2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas IVa SDN Penambuhan 01 Pada


Mata Pelajaran Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan
Pecahan Penyebut Beda.

Penambuhan,2 November 2014


Menyetujui,
Supervisor 1

Mahasiswa

Mulyadi Slamet Widodo, S.Pd, M.Pd

Rani Hermawati, S.Pd

NIP 195801081981121001

NIM 825232359

ii

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Penelitian Tindakan


Kelas yang berjudul Peningkatan Pemahaman Dan Motivasi Belajar Siswa
Tentang Penjumlahan Dan Pengurangan Pecahan Penyebut Beda Melalui Model
Pembelajaran Stad Pada Siswa Kelas IVa Sd N Penambuhan 01 Margorejo Tahun
Pelajaran 2014/2015 yang saya susun, seluruhnya merupakan hasil karya saya
sendiri.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.

Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya
bersedia menerima sanksi, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Pati, Oktober 2014


Yang membuat pernyataan,

Rani Hermawati, S.Pd


NIM. 825232359

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan

segala

rahmat

dan

hidayah-Nya

sehingga

penulis

dapat

menyelesaikan laporan ini. Banyak hambatan, tantangan dan kesulitan dalam


mempersiapkan

melaksanakan

sampai

penyusunan

Laporan

Pemantapan

Kemampuan Profesional (PKP) ini. Namun berkat bantuan dari pembimbing dan
berbagai pihak akhirnya terselesaikan juga. Untuk itu penulis menyampaikan
ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Drs. Mulyadi Slamet Widodo, M.Pd selaku supervisor I yang telah banyak
memberi bimbingan dan masukan dalam penyusunan laporan ini.
2. Siti Rukayah, S.Pd.SD selaku supervisor 2 yang membimbing selama praktik
mengajar perbaikan pembelajaran.
3. Ibu Amperaningsih, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Penambuhan 01
Kecamatan Margorjo Kabupaten Pati yang memberikan ijin dan motivasi
selama praktik mengajar.
4. Bapak Bambang Suharmanto, S.Pd.SD selaku teman sejawat yang selalu
memberikan masukan pada proses perbaikan pembelajaran
5. Semua rekan guru SDN Penambuhan 01 yang selalu memberikan motivasi.
6. Semua siswa siswi kelas IVa SDN Penambuhan 01 tahun pelajaran 2014/2015
atas bantuan dukungannya dalam penyusunan skripsi ini
7. Semua pihak yang telah membantu atas penyusunan Laporan Penelitian
Tindakan Kelas ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa kemampuan yang penulis miliki sangat terbatas,
sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi
kesempurnaan laporan ini.

Penulis

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................

ii

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ............................................

iii

KATA PENGANTAR ....................................................................................

iv

DAFTAR ISI ...................................................................................................

DAFTAR TABEL ...........................................................................................

vii

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................

viii

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................

ix

ABSTRAK ..

BAB I

PENDAHULUAN ..........................................................................

A. Latar Belakang ..........................................................................


1. Identifikasi Masalah ............................................................

1
3

2. Analisis Masalah ..................................................................

3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah........................

B. Rumusan Masalah .....................................................................

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran ...............................

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran .............................

KAJIAN PUSTAKA ......................................................................

A. Hakikat Pemahaman Siswa .......................................................

B. Hakikat Motivasi Belajar ..........................................................

C. Hakikat Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penyebut Beda

BAB II

D. Hakikat Metode Pembelajaran Kooperatif Melalui


Model Pembelajaran STAD ......................................................

13

E. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas ...........................................

16

F. Kerangka Berfikir .

16

G. Hipotesis .. .

17

H. Karakteristik Anak ....

18

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN 20


A. Subjek,Tempat,Waktu serta Pihak yang Membenatu Penelitian

20

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran ................................

21

C. Prosedur Perbaikan Pembelajaran .

22

D. Data dan Teknik Analisis Data ..................................................

27

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..............................

29

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran .................

29

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran .............

35

SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT ............................

40

A. Kesimpulan ...............................................................................

40

B. Tindak Lanjut.............................................................................

41

C. Saran .

41

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

43

LAMPIRAN LAMPIRAN ...........................................................................

44

BAB V

vi

DAFTAR TABEL

3.1 Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran Matematika


3.2 Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
4.1 Tabel Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Pra Siklus
4.2 Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Siklus 1.
4.3 Frequensi Angket Motivasi Belajar Siklus 1
4.4 Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Siklus 2.
4.5 Histogram hasil belajar pada siklus 2
4.6 Frequensi Angket Motivasi Belajar Siklus 2.

vii

DAFTAR GAMBAR

2.1 Gambar Alur Kerangka Berpikir Penelitian Tindakan Kelas


3.1 Gambar Siklus Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
4.1 Gambar Histogram hasil belajar pada pra siklus
4.2 Gambar Histogram motivasi belajar siswa pada pra siklus
4.3 Gambar Histogram hasil belajar pada siklus1
4.4 Gambatr Histogram motivasi belajar siswa pada siklus 1
4.5 Gambar Histogram motivasi belajar siswa pada siklus 2

viii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Kesediaan Supervisor 2 Sebagai Pembimbing


2. Surat Pernyataan Mahasiswa
3. Perencanaan PTK
4. Rencana Pembelajaran Pra Siklus
5. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I
6. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II
7. Rekapitulasi Hasil Tes Evaluasi Pembelajaran
8. Rekapitulasi Motivasi Belajar Siswa
9. Angket Motivasi Belajar Siswa
10. Jurnal Bimbingan dengan supervisor 2
11. Lembar Observasi / Pengamatan Terisi Siklus 1
12. Lembar Observasi / Pengamatan Terisi Siklus 2
13. Foto Pelaksanaan Pembelajaran
14. Hasil Pekerjaan Siswa yang Terbaik dan Terburuk per Siklus

ix

ABSTRAK

Hermawati, Rani. 2014. PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN MOTIVASI


BELAJAR
SISWA
TENTANG
PENJUMLAHAN
DAN
PENGURANGAN PECAHAN PENYEBUT BEDA MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IVa SD N
PENAMBUHAN
01
MARGOREJO
TAHUN
PELAJARAN
2014/2015.
Kata kunci : Pembelajaran, Pecahan, Pembelajaran STAD

Bentuk penelitian dalam Laporan Pemantapan Kemampuan


Profesional (PKP) ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus terdiri
dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVa SDN Penambuhan 01 Tahun Pelajaran
2014/2015 dengan jumlah 16 siswa. Pengumpulan data menggunakan test dan
observasi. Penelitian ini menerapan model pembelajaran Student TeamsAchievement Divisions (STAD) dalam menghitung penjumlahan dan pengurangan
pecahan penyebut beda. Pemahanan dan motivasi belajar siswa mengalami
peningkatan. Pada siklus I ketuntasan belajar siwa sebesar 56.25% sedangkan
pada siklus II ketuntasan belajar siwa sebesar 93.75 %. Pada motivasi belajar
siswa siklus I yaitu 3 siswa dalam kategori sangat baik, 10 siswa dalam kategori
baik, dan 3 siswa dalam kategori cukup. Sedangkan motivasi belajar siswa siklus
II yaitu 3 siswa dalam kategori sangat baik, 12 siswa dalam kategori baik, dan 1
siswa dalam kategori cukup.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan di Indonesia mulai tahun 2013 mengalami perubahan
kurikulum yang semula KTSP menjadi Kurikulum 2013. Hal ini sudah
diimplementasikan dibeberapa sekolah tertentu baik itu SD, SMP maupun
SMA/K. Namun pada tahun pelajaran 2014 ini semua sekolah mulai dari SD,
SMP, maupun SMA/K sudah menerapkan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013
ini bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki
kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif,
kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
Untuk mencapai tujuan tersebut proses pembelajaran di sekolah dasar
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Pada Kurikulum 2013 menitikberatkan pada pembelajaran Tematik
yaitu pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan
beberapa mata pelajaran. Pada tahun pelajaran ini Kurikulum 2013 di SD
diterapkan pada Kelas 1, Kelas 2, Kelas 4, dan Kelas 5.
Di dalam kurikulum 2013 materi untuk kelas 4 dibagi menjadi 9 tema.
Untuk semester 1 materi yang perlu dikuasai oleh peserta didik ada 5 tema
yaitu Indahnya Kebersamaan, Selalu Berhemat Energi, Peduli Terhadap
Makhluk Hidup, berbagai pekerjaan, dan Menghargai Jasa Pahlawan.
Sedangkan untuk semester 2 materi yang perlu dipelajari ada 4 tema juga yaitu
Indahnya Negeriku, Cita citaku, Daerah Tempat Tinggalku, Makanan Sehat
dan Bergizi.

Di kelas IVa SD N Penambuhan 01 pada tema 3 tentang Peduli


Terhadap Makhluk Hidup dengan Sub Tema 2 yaitu Keberagaman Makhluk
Hidup di lingkunganku pada pembelajaran ke 4 pada KD 3.13 dan KD 4.13
yaitu tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda, terlihat dari nilai ulangan harian siswa yang kurang
memuaskan. Terbukti dari 16 siswa, hanya 6 siswa mendapat nilai diatas
KKM dengan nilai tertinngi 3.4 sedangkan 10 siswa mendapat nilai dibawah
KKM yaitu 2.6. Rata-rata yang diperoleh yaitu 2.9 sedangkan Kriteria
Ketuntasan Minimal kelas IV Kurikulum 2013 SD Negeri 01 Penambuhan
adalah 3.
Dari penemuan data tentang hasil belajar siswa, rendahnya nilai
disebabkan oleh kesulitan siswa dalam mempelajari dan menyelesaikan operasi
hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda karena
kurang hafalnya perkalian untuk mentukan KPK sebagai penyebut sama dan
kurang

maksimalnya

pelaksanaan

pembelajaran

maka

perlu

adanya

peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat


tercipta suasana pembelajaran yang kondusif sehingga hasil belajar siswa dapat
meningkat, khususnya pada mata pelajaran matematika materi tentang operasi
hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda.
Sebagai tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti
menetapkan alternatif tindakan dengan menggunakan model pembelajaran
STAD untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika
Manfaat model pembelajaran STAD ini menurut Slavin (dalam Nur,
2006:26) menimbulkan motivasi siswa karena adanya tuntutan untuk
menyelesaikan tugas. Salah satu kebutuhan yang menyebabkan seseorang
mempunyai motivasi mengaktualisasikan dirinya adalah kebutuhan untuk
diterima dalam suatu masyarakat atau kelompok. Demikian juga dengan siswa,
mereka akan berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya, misalnya melakukan
kerja keras yang hasilnya dapat memberikan sumbangan bagi kelompoknya.
Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
matematika pada indikator operasi hitung penjumlahan dan pengurangan

pecahan berpenyebut berbeda di SD Negeri 01 Penambuhan Margorejo.


Kualitas pembelajaran yang akan dicapai meliputi peningkatan aktivitas siswa
dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan diskusi, meningkatkan
keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas, dan dapat pula
untuk membantu siswa agar dapat memahami mata pelajaran lainnya.
Dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti akan mengkaji masalah
tersebut melalui penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan
Pemahaman dan Motivasi Belajar Siswa Tentang Penjumlahan dan
Pengurangan Pecahan Penyebut Beda Melalui Model Pembelajaran STAD
pada Siswa Kelas IVa SD N 01 Penambuhan Margorejo Tahun Pelajaran
2014/2015.

1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat
diidentifikasi beberapa permasalahan antara lain:
a. Siswa belum menguasai konsep dengan baik
b. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal latihan.
c. Siswa kurang tertarik dengan materi yang diajarkan.
d. Kurangnya motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.
Berdasarkan

identifikasi

masalah,

peneliti

termotivasi

untuk

mengetahui sebab-sebab munculnya masalah tersebut dan berupaya mencari


penyelesaiannya dengan memilih dan menggunakan strategi serta media
pembelajaran yang tepat.

2. Analisia Masalah
Dari hasil pengamatan ditemukan analis masalah sebagai berikut :
a. Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi.
b. Guru kurang memberikan contoh dan latihan soal.
c. Penjelasan yang diberikan guru masih abstrak karena tidak
menggunakan media pembelajaran dengan tepat.
d. Guru tidak memberi penguatan pada proses pembelajaran.
3

e. Guru belum menerapkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang


tepat.
Dari hasil analisis masalah tersebut, maka proses pembelajaran perlu
mendapatkan perbaikan. Diharapkan dengan adanya perbaikan, hasil
pembelajaran yang dicapai dapat meningkat.

3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah.


Berdasarkan analisis masalah, peneliti akan menggunakan model
pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) pada saat
pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan
dengan penyebut beda.

B. RUMUSAN MASALAH
Sebagaimana identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
Apakah melalui Model Pembelajaran STAD dapat meningkatkan
pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas 4a SD N 01 Penambuhan
Kecamatan Margorejo dalam menyelesaikan Penjumlahan dan Pengurangan
Pecahan Penyebut Beda Tahun Pelajaran 2014/2015?

C. TUJUAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dirumuskan tujuan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika
materi

operasi

hitung

penjumlahan

dan

pengurangan

pecahan

berpenyebut beda melalui model pembelajaran STAD.


2) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika pada
materi

operasi

hitung

penjumlahan

dan

pengurangan

berpenyebut beda melalui model pembelajaran STAD.

pecahan

D. MANFAAT PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan memberikan manfaat yaitu
sebagai berikut:
a. Manfaat bagi Siswa
1) Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
matematika sehingga siswa dapat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2) Dapat meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan tanggungjawab
siswa.
3) Dapat

membantu

siswa

untuk

lebih

aktif,

berinteraksi

dan

berkomunikasi dengan orang lain.


4) Meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
b. Manfaat bagi Guru
1) Memberikan pengalaman kepada guru proses pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran STAD.
2) Membuat guru menjadi lebih kreatif dalam menciptakan kegiatan
pembelajaran di kelas.
c. Manfaat bagi Sekolah
1) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dengan menggunakan
inovasi-inovasi kegiatan pembelajaran yang bermutu.
2) Memberikan masukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
matematika khususnya siswa kelas IV melalui model pembelajaran
Student Teams-Achievement Divisions (STAD).

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Pemahaman Siswa


Pengertian pemahaman yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang
dikemukakan oleh Winkel dan Mukhtar (Sudaryono, 2012: 44) mengemukakan
bahwa :
Pemahaman yaitu kemampuan seseorang untuk mengerti atau
memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui atau diingat; mencakup
kemampuan untuk menangkap makna dari arti dari bahan yang dipelajari, yang
dinyatakan dengan menguraikan isi pokok dari suatu bacaan, atau mengubah
data yang disajikan dalam bentuk tertentu ke bentuk yang lain.
Dalam hal ini, siswa dituntut untuk memahami atau mengerti apa yang
diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan, dan dapat
memanfaatkan isinya tanpa keharusan untuk menghubungkan dengan hal-hal
yang lain. Kemampuan ini dapat dijabarkan ke dalam tiga bentuk, yaitu :
menerjemahkan

(translation

x),

menginterprestasi

(interpretation),

dan

mengekstrapolasi (extrapolation).
Sementara Benjamin S. Bloom (Anas Sudijono, 2009: 50) mengatakan
bahwa:
Pemahaman (Comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk
mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat.
Dengan kata lain, memahami adalah mengerti tentang sesuatu dan dapat
melihatnya dari berbagai segi. Seorang peserta didik dikatakan memahami
sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang
lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-kata sendiri.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan pemahaman adalah


kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu
itu diketahui dan diingat, memahami atau mengerti apa yang diajarkan,
mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya
tanpa keharusan menghubungkannya dengan hal-hal lain. Dengan kata lain,
memahami adalah mengerti tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai
segi. Seorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat
6

memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu
dengan menggunakan kata-kata sendiri. Kemampuan

pemahaman dapat

dijabarkan menjadi tiga, yaitu: menerjemahkan (translation), menginterpretasi


(interpretation), mengekstrapolasi (extrapolation).
Sedangkan pengertian dari siswa atau peserta didik adalah mereka yang
secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti
pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah, dengan tujuan untuk menjadi
manusia

yang

berilmu

pengetahuan,

berketerampilan,

berpengalaman,

berkepribadian, berakhlak mulia, dan mandiri.

B. Hakikat Motivasi Belajar


1. Pengertian Motivasi Belajar
Definisi Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi)
seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk
mencapai tujuan (Hamalik, 1992:173). Dalam Sardiman (2006:73) motivasi
adalah perubahan energi dalam diri seseorangyang ditandai dengan
munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya
tujuan. Menurut Nasution (1997: 8), motivasi adalah kondisi psikologis
yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
Menurut Mulyasa (2003:112) motivasi adalah tenaga pendorong atau
penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan
tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi
yang tinggi. Seorang siswa akan belajar bila ada faktor pendorongnya yang
disebut motivasi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan
daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar
menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar
sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar
dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam
rangka pemenuhan harapan dan dorongan dalam hal ini adalah pencapaian
tujuan.

2. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar


Dalam aktifitas belajar, seorang individu membutuhkan suatu
dorongan atau motivasi sehingga sesuatu yang diinginkan dapat tercapai,
dalam hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar antara lain:
o Faktor individual;
Seperti; kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan,motivasi,
dan faktor pribadi.
o Faktor sosial
Seperti; keluaga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara
mengajarnya, alat-alat dalam belajar, dan motivasi sosial ( Purwanto,
2002 : 102)
Sedangkan menurut Dimyanti dan Mudjiono mengemukakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
o Cita-cita / aspirasi siswa
o Kemampuan siswa
o Kondisi siswa dan lingkungan
o Unsur-unsur dinamis dalam belajar
o Upaya guru dalam membelajarkan siswa.
(Dimyati dan Mudjiono, 1999 : 100)

C. Hakikat Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penyebut Beda


1. Pengertian pecahan
Menurut Moch. Ichsan dalam Romzah (2006: 11) pecahan atau
bilangan pecah mempunyai dua pengertian yaitu :
a.) Bilangan untuk menyatakan banyaknya bagian dari suatu benda utuh
yang dibagi menjadi dua bagian yang sama besar.
b.) Bilangan untuk menyatakan suatu bilangan.
Pecahan adalah salah satu cara untuk menuliskan bilangan. Pecahan
menunjukkan bahwa jika sebuah bilangan merupakan bagian dari satu
bilangan utuh (Lynette Long dalam Aripiyah, 2006: 20).

Kata pecahan berarti bagian dari keseluruhan yang berukuran sama


berasal dari bahasa Latin fractio yang berarti memecah menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil. Sebuah pecahan mempunyai 2 bagian yaitu
pembilang dan penyebut yang penulisannya dipisahkan oleh garis lurus dan
bukan miring (/). Contoh , dan seterusnya.
Pecahan biasa mewakili ukuran dari masing-masing potongan apel.
Dalam lambang bilangan

(dibaca seperempat atau satu perempat), 4

menunjukkan banyaknya bagian-bagian yang sama dari suatu keseluruhan


atau utuh dan disebut penyebut. Sedangkan 1 menunjukkan banyaknya
bagian yang menjadi perhatian atau digunakan atau diambil dari
keseluruhan pada saat tertentu dan disebut pembilang.
Dapat disimpulkan bahwa pecahan ialah suatu bilangan untuk
menyatakan banyaknya bilangan dari beberapa bagian bilangan yang telah
dibagi sama rata, yang biasa disimbolkan dengan , dimana a disebut
dengan pembilang yang menyatakan banyaknya bagian bilangan utuh,
sedangkan b disebut dengan penyebut yang menyatakan banyaknya
bilangan yang dibagi sama rata.
2. Penjumlahan Pecahan Penyebut Beda
Penjumlahan pecahan berpenyebut beda merupakan penjumlahan
dengan penyebut tidak sama, sehingga untuk menjumlahakn penyebut harus
disamakan terlebih dahulu.
Contoh 1 :
+

= + =

Cara mengerjakan :
Penyebut disamakan dahulu dengan cara mencari KPK
KPK dari bilangan 3 dan 2 adalah 6
Kemudian pembilang dijumlahkan
Untuk lebih memahami algoritmanya, langkah dapat diperpanjang
dengan mengacu pada hukum yang menyatakan bahwa sebuah pecahan

tetap ekuivalennya bila pembilang dan penyebut dikalikan dengan bilangan


yang sama. Jadi langkah yang agak panjang sebagai berikut:
Contoh 1:
+

= + =

Sehingga diperoleh rumus sebagai berikut:

+ =
Contoh 2:

Peragaan dan soal di atas masih mudah, karena penyebut yang satu
merupakan kelipatan dari yang lain. Bila permasalahan berkembang menjadi
3 1
maka anak harus mencari penyebut persekutuan. Kendala timbul bila
8 6

anak belum belajar KPK. Satu cara untuk membantu menentukan penyebut
persekutuan adalah dengan mendaftar pecahan-pecahan yang senilai untuk
setiap pecahan. Sehingga anak mempunyai pengalaman untuk memperoleh
penyebut yang senilai paling kecil yang tepat untuk diambil.
3 6
9 12 15 18 21

8 16 24 32 40 48 56
1 2
3
4
5
6
7
8

6 12 18 24 30 36 42 48

Ketika siswa memeriksa kedua daftar tersebut di atas, mereka


menemukan bahwa beberapa pecahan mempunyai penyebut yang sama. Ini
membantu siswa menyadari, bahwa terdapat lebih dari satu pasang penyebut
persekutuan untuk kedua pecahan. Salah satu pasangan (ternyata
penyebutnya merupakan KPK dari kedua penyebut) dapat digunakan untuk

10

menjumlah atau mengurangi pasangan pecahan yang tidak sama


penyebutnya.
Bila KPK sudah dipelajari maka selanjutnya model abstrak dapat
dilakukan.
1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 3

2 4 2 2 4 1 4 4
4
4
2 1 2 5 1 3 10 3 10 3 13

3 5 3 5 5 3 15 15
15
15

Contoh3:

18 = 2x32
KPK (18, 24) = 2 x 32 x 4 = 72

24 = 2 x 3 x 4
Jadi

Selanjutnya perlu pula ditemukan beberapa hal yang harus diingat


oleh siswa sebagai kunci untuk menentukan penyebut persekutuan dari
penjumlahan beberapa pecahan yang berbeda penyebut sebagai berikut.
3. Pengurangan Pecahan Penyebut Beda
Tidak berbeda dengan penjumlahan penyebut beda, pengurangan
pecahan yang penyebutnya berbeda juga perlu menentukan nama lain dari
pecahan tersebut. Contoh pengurangan pecahan yang berpenyebut tidak
sama yaitu
Contoh 1:

- =
Cara mengerjakan :
Penyebut disamakan lebih dahulu dengan cara mencari KPK
KPK dari bilangan 9 dan 6 adalah 18

- =

Contoh 2:

- =
11

Nama lain dari adalah


Nama lain dari adalah
Sehingga

- =

Dari contoh diatas pengurangan pecahan penyebut beda dapat


dinyatakan sebagai berikut:

- =

= mengamati contoh-contoh di atas, dua hal yang harus kalian


Setelah
ingat,
Pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang perlu kita
tambah/kurangi hanya pembilang-nya, sedangkan penyebut-nya tetap.
Menyamakan penyebut dilakukan untuk mencari pecahan senilai yang
penyebutnya merupakan KPK atau FPB dari penyebut kedua pecahan
yang akan kita kurangkan.
4. Penerapan Model Pembelajaran STAD dan Pengaruhnya terhadap
Kemampuan Menghitung Pecahan.
Model Pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD)
pada siswa kelas IV merupakan suatu model pembelajaran yang memilih
penyajian bahan pelajaran yang harus dikerjakan oleh siswa secara bersama.
Kegiatan kelompok yang satu dengan yang lain dapat sama, dapat pula
berbeda atau seimbang. Dalam melaksanakan model belajar kelompok ini,
masing -masing anggota bersama bersama pimpinan kelompok mempunyai
tugas dan tanggung jawab yang berbeda tetapi tetap satu tujuan demi
tercapainya produktivitas kelompok/ tim. Produktivitas suatu kelompok/ tim
ditunjang dengan adanya suasana kelompok yang kompak atau solidaritas.
Pecahan merupakan salah satu materi dalam pelajaran matematika
yang membutuhkan ketelatenan dalam pengerjaannya. Penerapan model
12

pembelajaran

Student

Teams-Achievement

Divisions

(STAD)

akan

berpengaruh bagi siswa dalam mengerjakan hitung pecahan karena di dalam


model pembelajaran STAD terdapat kerja sama antar siswa dalam
memahami materi pelajaran. Siswa yang mempunyai kemampuan yang
lebih dapat membantu temannya dalam satu kelompok yang memiliki
kemampuan kurang dalam memahami materi menghitung pecahan.

D. Hakikat Metode Pembelajaran Kooperatif Melalui Model Pembelajaran STAD.


1. Pembelajaran Kooperatif.
Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) menurut Rusman
(2010: 202), merupakan Bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar
dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang
anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok
yang bersifat heterogen. Menurut Slavin (1987) dalam Kamuran Tarim dan
Fikri Akdenis (2008) disebutkan bahwa cooperative learning is a set of
instructiona method that requires students to work in small, mixed-ability
learning groups. Dapat diartikan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan
seperangkat metode instruksional di mana siswa membutuhkan bekerja
dalam kelompok kecil yang menggabungkan kemampuan dalam kelompok
belajar.
(http://www.springerlink.com/content/y52816481542x725/01/05/2010).
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli diatas Pembelajaran
Kooperatif dapat diterapkan untuk memotivasi siswa berani mengemukakan
pendapatnya, menghargai pendapat teman dan saling memberikan pendapat
(Sharing idea). Selain itu dalam belajar biasanya siswa dihadapkan pada
latihan soal atau pemecahan masalah. Oleh sebab itu, pembelajaran
Kooperatif sangat baik untuk dilaksanakan karena siswa dapat bekerjasama
dan saling tolong-menolong mengatasi tugas yang dihadapinya.
2. Model Pembelajaran STAD (Student-Teams Achievement Division)
Model pembelajaran perlu dipahami guru agar dapat melaksanakan
pembelajaran secara efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran.

13

Dalam penerapannya, model pembelajaran harus dilakukan sesuai dengan


kebutuhan siswa karena masing-masing model pembelajaran memiliki
tujuan, prinsip, dan tekanan utama yang berbeda-beda.
Menurut Dahlan (1990), model mengajar dapat diartikan sebagai
suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum,
mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di
kelas. Sedangkan pembelajaran menurut Muhammad Surya (2003)
merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan individu untuk
memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil dan pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
Dalam penerapannya model pembelajaran yang digunakan harus
sesuai dengan kebutuhan siswa. Untuk model yang tepat, maka perlu
diperhatikan

relevasinya

dengan

pencapaian

tujuan

pengajaran.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran


adalah suatu cara atau prosedur yang digunakan oleh guru dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
a. Langkah langkah Model Pembelajaran STAD
1) Guru menyajikan pelajaran atau menyampaikan materi pembelajaran
ke siswa secara klasikal.
2) Guru membentukan kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara
heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin,suku, dll.).
3) Diskusi kelompok untuk penguatan materi. Guru memberi tugas
kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota - anggota
kelompok. Anggota kelompok yang tahu menjelaskan pada anggota
lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4) Guru memberi tes/kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa secara
individu. Pada saat menjawab tes/kuis/pertanyaan tidak boleh saling
membantu di antara anggota kelompok.

14

5) Kesimpulan,

yaitu

diantaranya

memberi

penghargaan

pada

kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari


skor dasar ke skor kuis.
b. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran STAD
Kelebihan Model Pembelajaran STAD menurut Davidsonn (dalam
Nurasma, 2006:26 ):
1. Meningkatkan kecakapan individu
2. Meningkatkan kecakapan kelompok
3. Meningkatkan komitmen, percaya diri
4. Menghilangkan prasangka terhadap teman sebaya dan memahami
perbedaan.
5. Tidak bersifat kompetitif
6. Tidak memiliki rasa dendam dan mampu membina hubungan yang
hangat
7.Meningkatkan motivasi belajar dan rasa toleransi serta saling
membantu dan mendukung dalam memecahkan masalah.
Keunggulan dari model pembelajaran STAD adalah adanya kerja
sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok
tergantung keberhasilan individu, sehingga setiap anggota kelompok
tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Model Pembelajaran
STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk
saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran
guna mencapai prestasi yang maksimal.
Kekurangan Model Pembelajaran STAD menurut Slavin Nurasman
2006 : 2007, yaitu :
1. Siswa yang kurang pandai dan kurang rajin akan merasa minder
berkerja sama dengan teman-teman yang lebih mampu
2. Terjadi situasi kelas yang gaduh singga siswa tidak dapat bekerja
secara efektif dalam kelompok.
3. Pemborosan waktu.

15

E. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas


Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka
rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu pendekatan
dalam penelitian yang berbasis kelas atau sekolah untuk melakukan pemecahan
berbagai permasalahan yang digunakan dalam rangka peningkatan kualitas
pendidikan (Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999:1-2).
Menurut Sukarnyana (2002:11), Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk meningkatkan
layanan pendidikan melalui penyempurnaan praktik pembelajaran di kelas.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan model kolaborasi yang
mengutamakan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan peneliti.
PenelitianTindakan Kelas (PTK) ini merupakan upaya untuk mengkaji apa
yang terjadi dan telah dihasilkan atau belum tuntas pada langkah upaya
sebelumnya. Hasil refleksi digunakan untuk mengambil langkah lebih lanjut
dalam upaya mencapai tujuan penelitian.
Adapun rancangan (desain) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan
McTaggart.

Menurut

Kemmis

dan

McTaggart

(Depdiknas,

2004:2),

pelaksanaan tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat


alur (langkah) yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, Observasi;
dan refleksi.

F. Kerangka Berpikir.
Salah satu permasalahan yang dihadapi di kelas IVa SDN Penambuhan
01 adalah guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional pada
saat pembelajaran matematika dengan indikator menghitung penjumlahan dan
pengurangan pecahan penyebut beda. Pembelajaran didominasi oleh guru,
sedangkan siswa terlihat pasif. Hal tersebut menjadikan kemampuan siswa
dalam menghitung pecahan masih rendah.

16

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan menghitung


penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda, peneliti menerapkan
model pembelajaran Student Teams- Achievement Divisions (STAD) yang di
dalamnya menuntut kerjasama dan keaktifan siswa, sehingga akan terbentuk
suatu pembelajaran yang menarik, berkesan dan membuat siswa lebih
bersemangat.
Melalui penerapan model pembelajaran Student Teams-Achievement
Divisions (STAD), diharapkan kemampuan menghitung penjumlahan dan
pengurangan pecahan penyebut beda pada siswa kelas IVa SDN Penambuhan
01 tahun pelajaran 2014/2015 akan meningkat. Alur kerangka berpikir dalam
penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2.1

Kondisi
awal

Tindakan

Guru: pelaksanaan
pembelajaran masih
konvensional yakni berpusat
pada guru sedangkan siswa
pasif.

Siswa : kemampuan
siswa dalam menghitung
pecahan masih rendah

Dalam pembelajaran
guru menggunakan
model pembelajaran
Student TeamsAchievment Divisions

Siklus 1:
Indikator : memecahan
masalah perhitungan
yang berkaitan dengan
pecahan (62.5% siswa
lulus KKM)

(STAD)

Kondisi
Akhir

Diduga melalui model


Pembelajaran Student
Teams-Achievement
Divisions dapat
meningkatkan kemampuan
menghitung pecahan kelas
IVa SD N Penambuhan 01

Siklus II :
Indikator: memecahan
masalah perhitungan yang
berkaitan dengan pecahan
(93.75% siswa lulus KKM)

Gambar 2.1 Alur kerangka berpikir

G. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan latar belakang masalah, kajian teori dan kerangka berpikir
diatas, maka peneliti dapat merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:
17

Dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student TeamsAchievement Divisions (STAD) diduga dapat meningkatkan pemahaman dan
motivasi belajar siswa tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut
beda pada siswa kelas IVa SDN Penambuhan 01 tahun pelajaran 2014/2015.

H. Karakteristik Anak
Usia SD berkisar antara 6-12 tahun, Karakteristik utama siswa sekolah
dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam
banyak segi dan bidang di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan
dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik
anak. Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai
pubertas, anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas.
Menurut Piaget ada lima faktor yang menunjang perkembangan intelektual
yaitu:
1. Kedewasaan (maturation), perkembangan sistem saraf sentral, otak,
koordinasi motorik, dan manifestasi fisik lainnya mempengaruhi
perkembangan kognitif.
2. Pengalaman fisik (physical experience), Pengalaman fisik, interaksi
dengan lingkungan fisik digunakan anak untuk mengabstrak berbagai sifat
fisik dari benda-benda.
3. Pengalaman logika matematika (logical mathematical experience),
Pengalaman logika matematik, yaitu pengalaman dalam membangun atau
mengkontruksi hubungan-hubungan antara obyek-obyek.
4. Transmisi sosial (social transmission), dalam transmisi sosial, pengetahuan
datang dari orang lain. Pengaruh bahasa, instruksi formal dan membaca,
begitu pula interaksi dengan teman-teman dan orang dewasa termasuk
faktor faktor transmisi sosial dan memegang peranan dalam perkembangan
intelektual anak.
5. Proses keseimbangan (equilibriun) atau proses pengaturan sendiri (selfregulation), Pengaturan sendiri, equilibrasi adalah kemampuan untuk
mencapai

kembali

kesetimbangan

18

(equilibrium)

selama

periode

ketidaksetimbangan (disequilibrium). Equilibrasi merupakan suatu proses


untuk mencapai tingkat-tingkat berfungsi kognitif yang lebih tinggi
melalui asimilasi dan akomodasi tingkat demi tingkat.
Piaget mengidentifikasikan tahapan perkembangan intelektual yang
dilalui anak yaitu:
1. Tahap sensorik motor usia 0-2 tahun
Periode ini disebut pra operasional karena pada umur ini anak
belum

mampu

melaksanakan

operasi

mental

seperti

menambah,

mengurangi, dan lain-lain. Tingkat pra operasional terdiri dari dua sub
tingkat. Sub tingkat pertama antara 2 sampai 4 tahun yang disebut sub
tingkat pralogis. Sub tingkat kedua ialah antara 4 sampai 7 tahun yang
disebut tingkat berpikir intuitif. Pada sub tingkat pralogis penalaran anak
adalah transduktif. Tahap operasional usia 2-6 tahun
2. Tahap operasional kongkrit usia 7-11 atau 12 tahun,
Pada periode ini

anak

dapat

menggunakan

operasi-operasi

kongkretnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. Kemajuan


utama pada anak periode ini ialah bahwa ia tidak perlu berpikir dengan
pertolongan benda-benda atau peristiwa-peristiwa kongkret.
3. Tahap operasional formal usia 11 atau 12 tahun ke atas.
Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada tahap
operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis,
masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu
berfikir logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu
melakukan konservasi.

19

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek, Tempat, dan Waktu serta Pihak yang Membantu Penelitian


Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVa SDN Penambuhan 01
Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2014/2015 pada
semester 1 tahun 2014/2015 sebanyak 16 siswa. Dari 16 siswa tersebut terdiri
dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.
Penelitian ini dilakukan di SDN Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo
Kabupaten Pati, yang beralamat di Desa Penambuhan Kecamatan Margorejo
Kabupaten Pati. Sekolah ini dibawah pimpinan Ibu Amperaningsih, S.Pd yang
bertindak sebagai kepala sekolah.
Peneliti melaksanakan penelitian dari bulan September 2014 sampai
dengan bulan Oktober 2014 (semester I). Waktu ini meliputi kegiatan
persiapan dalam pembuatan proposal sampai penyusunan laporan. Dalam
penelitian ini peneliti dibantu oleh Bapak Mulyadi Slamet Widodo, S.Pd,M.Pd
selaku supervisor 1,Ibu Siti Rukayah, S.Pd. SD selaku supervisor 2, Bapak
Bambang Suharmanto, S.Pd.SD selaku teman sejawat dan Ibu Amperaningsih,
S.Pd selaku Kepala SD N Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo Kabupaten
Pati.
Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika Kelas IVa Semester
I dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran Matematika
No Hari dan Tanggal Kelas

Siklus

Kamis, 18
September 2014

IV

Pembelajaran
awal / pra siklus

Kamis, 25
September 2014

IV

Senin, 13
Oktober 2014

IV

II

20

Pukul

Keterangan

07.35 08.45 Materi


penjumlahan
dan
07.35 08.45
pengurangan
pecahan
07.35 08.45 penyebut beda

Karakteristik Siswa
Menurut Jean Piaget berpikir anak dibagi menjadi 4 tahap yaitu :
1. Tahap sensori motor (0 2 tahun)
2. Tahap pre operasional (2 7 tahun)
3. Tahap konkret operasional (7 11 tahun)
4. Tahap formal operasi (11 15 tahun)
Menurut Jean Piaget bahwa anak usia 9-11 tahun ke atas masuk pada
tingkat perkembangan intelek formal operasi. Pada usia ini anak memiliki
kecerdasaan rata-rata cukup, kesadaran akan pendidikan cukup tinggi, terlihat
dari kebanyakan siswanya aktif melaksanakan tugas yang diberikan oleh
guru. Kesadaran akan pendidikan tinggi, terlihat dari banyak siswa yang
mengikuti kegiatan di luar sekolah termasuk siswa yang tidak nakal dan
berdisiplin tinggi. Secara umum, selama penelitian ini berlangsung jumlah
siswa kelas IVa 16 anak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Secara umum penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dua
siklus, dengan asumsi penulis bahwa satu siklus belum bisa menghasilkan
penelitian yang sempurna. Sebelum diadakan penelitian, penulis melakukan
refleksi awal. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kegiatan investigasi proses
pembelajaran Matematika selama satu semester sebelumnya dengan cara studi
observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan refleksi awal, kemudian dibuat
perencanaan siklus 1. Dan dari siklus 1, kemudian direfleksikan untuk
menghasilkan siklus ke 2. Siklus 1 menjadi acuan untuk melaksanakan siklus
ke 2, dan seterusnya.
PTK ini mengikuti prinsip-prinsip PTK, yaitu terdiri dari beberapa
tahap

diantaranya;

tahap

planning

(rencana

tindakan),

implementing

(tindakan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi) yang kemudian


diikuti dengan perencanaan ulang pada siklus kedua, dan seterusnya. Berikut
gambar alur PTK:

21

Gambar 3.1 Siklus Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

C. Prosedur Perbaikan Pembelajaran


Sebelum mengadakan tindakan pada penelitian ini, maka peneliti
mengadakan observasi cara mengajar guru dalam kelas serta mencari data
kemampuan awal penguasaan materi penjumlahan dan pengurangan penyebut
beda dari siswa. Diperoleh hasil evaluasi belajar siswa dari 16 siswa hanya 6
siswa yang memperoleh nilai tuntas, sedangkan 10 siswa belum tuntas.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya pada penelitian
tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari
empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi
(observing), dan refleksi (reflecting).Pelaksanaan prosedur penelitian yang
akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Rancangan Siklus I
a. Tahap Perencanaan
1) Merancang skenario pembelajaran matematika tentang penjumlahan
dan pengurangan pecahan penyebut beda.
2) Menyusun RPP tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan
penyebut beda.
3) Menyiapkan media pembelajaran dan alat peraga yang sesuai.
4) Menyiapkan instrumen observasi dan alat penilaian yang digunakan
untuk mengetahui motivasi belajar dan pemahaman siswa yang
berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan
penyebut beda.
22

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan


1. Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok
a) Menyiapkan lembar kegiatan dan lembar jawab kelompok
b) Menetapkan siswa dalam kelompok. Menetapkan kelompok siswa
dengan jumlah maksimal 4-6 orang. Pembagian kelompok
berdasarkan nilai ulangan sebelumnya (skor awal) siswa secara
heterogen dan harus adil antara siswa yang prestasinya tinggi,
sedang, dan rendah.
2. Penyajian materi pelajaran
a. Pendahuluan
1) Menyampaikan apa yang akan dipelajari dalam kelompok.
2) Menginformasikan tema yang akan dipelajari siswa yaitu Peduli
Terhadap Makhluk Hidup dengan subtema Keberagaman
Makhluk Hidup dilingkunganku pada indikator penjumlahan
dan pengurangan pecahan penyebut beda untuk memotivasi
siswa tentang konsep pecahan.
3) Mempresentasikan

tentang

materi

pelajaran

agar

siswa

memperhatikan untuk melangkah pada tes berikutnya.


b. Pengembangan
1) Melakukan pengembangan materi sesuai dengan materi yang
dipelajari oleh kelompok.
2) Memberikan

pertanyaan-pertanyaan

pada

siswa

untuk

selanjutnya diberikan penjelasan tentang benar atau salah dari


jawaban siswa.
c. Praktek terkendali
1) Kelompok mengerjakan soal dari guru.
2) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan
guru agar siswa selalu siap saat dipanggil oleh guru.
3. Kegiatan kelompok
1) Membagi Lembar Kerja Siswa kepada kelompok.

23

2) Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah, mengulang


konsep dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh siswa.
3) Siswa berdiskusi dalam kelompok, membandingkan jawaban
dengan

teman

kelompoknya

untuk

menghindari

adanya

miskonsepsi.
4. Evaluasi
1) Guru mempersilahkan siswa secara mandiri untuk menunjukkan
(mempresentasikan) apa yang telah dipelari yaitu materi tentang
penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda.
2) Siswa diberi tes individu sebagai sumbangan nilai untuk nilai
perkembangan kelompok. Siswa lain tidak diperbolehkan untuk
saling membantu.
3) Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan sehingga
guru dan siswa memiliki pemahaman yang sama.
5. Penghargaan kelompok
Dari hasil nilai perkembangan, maka penghargaan pada prestasi
kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok
baik, hebat dan super.
c. Tahap Observasi
1. Melakukan penilaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran
matematika dengan menggunakan model pembelajaran STAD.
2. Melakukan pengamatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran
matematika dengan menggunakan model pembelajaran STAD.
d. Tahap Refleksi
1) Mengidentifikasi permasalahan yang muncul pada siklus 1
2) Mengkaji proses pelaksanaan pembelajaran dan efek tindakan pada
siklus1
3) Mengkaji kekurangan dan kelemahan proses pembelajaran siklus 1
4) Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus 1
5) Pengelompokan siswa berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran
6) Merencanakan perencanaan tindak lanjut untuk siklus 2

24

2. Rancangan Siklus II
a) Tahap Perencanaan
1) Menyusun RPP matematika dengan materi tentang penjumlahan dan
pengurangan pecahan sesuai indikator yang telah ditetapkan dan
skenario pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
STAD.
2) Menyiapkan sumber dan media pembelajaran
3) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan lembar kerja beserta
kunci jawabannya.
4) Menyiapkan lembar observasi motivasi belajar siswa dan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan dengan model
pembelajaran STAD.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1. Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok
2. Menyiapkan lembar kegiatan dan lembar jawab kelompok
3. Menetapkan siswa dalam kelompok. Menetapkan kelompok siswa
dengan

jumlah

maksimal

4-6

orang.

Pembagian

kelompok

berdasarkan nilai ulangan sebelumnya (skor awal) siswa secara


heterogen dan harus adil antara siswa yang prestasinya tinggi, sedang,
dan rendah.
4. Penyajian materi pelajaran
a) Pendahuluan
1) Menyampaikan apa yang akan dipelajari dalam kelompok.
2) Menginformasikan tema yang akan dipelajari siswa yaitu Peduli
Terhadap Makhluk Hidup dengan subtema Keberagaman
Makhluk Hidup pada indikator penjumlahan dan pengurangan
pecahan penyebut beda untuk memotivasi siswa tentang konsep
pecahan.
3) Mempresentasikan

tentang

materi

pelajaran

agar

memperhatikan untuk melangkah pada tes berikutnya.

25

siswa

b) Pengembangan
1) Melakukan pengembangan materi sesuai dengan materi yang
dipelajari oleh kelompok.
2) Memberikan

pertanyaan-pertanyaan

pada

siswa

untuk

selanjutnya diberikan penjelasan tentang benar atau salah dari


jawaban siswa.
c) Praktek terkendali
1) Kelompok mengerjakan soal dari guru.
2) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan
guru agar siswa selalu siap saat dipanggil oleh guru.
d) Kegiatan kelompok
1) Membagi Lembar Kerja Siswa kepada kelompok.
2) Guru

memberi

bantuan

dengan

memperjelas

perintah,

mengulang konsep dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan


oleh siswa.
3) Siswa berdiskusi dalam kelompok, membandingkan jawaban
dengan

teman

kelompoknya

untuk

menghindari

adanya

miskonsepsi.
e) Evaluasi
1) Guru mempersilahkan siswa secara mandiri untuk menunjukkan
(mempresentasikan) apa yang telah dipelari yaitu materi tentang
pecahan.
2) Siswa diberi tes individu sebagai sumbangan nilai untuk nilai
perkembangan kelompok. Siswa lain tidak diperbolehkan untuk
saling membantu.
3) Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan sehingga
guru dan siswa memiliki pemahaman yang sama.
f) Penghargaan kelompok
Dari hasil nilai perkembangan, maka penghargaan pada prestasi
kelompok

diberikan

dalam

kelompok baik, hebat dan super.

26

tingkatan

penghargaan

seperti

c. Tahap Observasi
1. Melakukan

pengamatan

pembelajaran

matematika

motivasi
dengan

belajar

siswa

dalam

menggunakan

model

pembelajaran STAD.
2. Melakukan penilaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran
matematika dengan menggunakan model pembelajaran STAD.
d. Tahap Refleksi
1) Mengidentifikasi permasalahan yang muncul pada siklus 2
2) Mengkaji proses pelaksanaan pembelajaran dan efek tindakan
pada siklus2
3) Mengkaji kekurangan dan kelemahan pada proses pembelajaran
siklus 2
4) Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus 2
5) Pengelompokan siswa berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran
3. Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran.
Siklus 1

Siklus 2

a. Perencanaan

22 September 2014

b. Pelaksanaan

25 September 2014

c. Observasi

25 September 2014

d. Refleksi

25 September 2014

a. Perencanaan

9 Oktober 2014

b. Pelaksanaan

13 Oktober 2014

c. Observasi

13 Oktober 2014

d. Refleksi

13 Oktober 2014

D. Data dan Teknik Analisa Data


1. Jenis Data
Data dalam penelitian ini adalah keterangan atau bukti mengenai suatu
kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan
dan belum diolah (Zulkifli A.M). Data dalam penelitian ini ada 2 yaitu

27

a) Data Pemahaman.
Untuk mengetahui hasil pemahaman belajar digunakan lembar
tes yaitu alat untuk mengukur pengetahuan intelegensi,kemampuan,atau
bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok,kemampuan dasar dan
pencapaian atau prestasi belajar. Tes ini dikerjakan siswa secara
individual setelah mempelajari suatu materi. Tes dilaksanakan pada akhir
pembelajaran pada siklus I dan II.
b) Data Motivasi.
Data ini menggunakan lembar observasi atau pengamatan,
merupakan teknik untuk merekam data atau keterangan atau informasi
tentang diri seseorang yang dilakukan secara langsung atau tidak
langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, sehingga
diperoleh data tingkah laku seseorang yang nampak (behavior
observable), apa yang dikatakan, dan apa yang diperbuatnya.
2. Teknik Analisis Data
1) Data kuantitatif
Data kuantitatif diwujudkan dengan nilai hasil belajar yang
diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika pokok
bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda dengan
penerapan model pembelajaran STAD. kuantitatif dipaparkan dalam
bentuk presentase. Rumus persentase tersebut adalah sebagai berikut:
P=
x 100%
Keterangan :

n = Jumlah frekwensi yang muncul


N = Jumlah total siswa

P = Presentasi frekwensi
b) Data kualitatif

Data kualitatif diperoleh dari lembar pengamatan motivasi belajar


siswa, angket, dokumen serta catatan lapangan dengan penerapan model
pembelajaran STAD dan angket dianalisis dengan analisis deskriptif
kualitatif. Adapun data kualitatif dipaparkan dalam kalimat yang
disesuaikan dengan katagori amat baik, baik, cukup, dan kurang untuk
memperoleh kesimpulan.
28

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Pra Siklus
Berdasarkan pada pelaksanaan pembelajaran awal yang dilaksanakan
pada tanggal 18 September 2014 pada mata pelajaran Matematika di kelas
IVa SDN Penambuhan 01 kecamatan Margorejo. Hasil pembelajaran pra
siklus dapat dikatakan sangat mengecewakan dan tidak memuaskan. Hal ini
dapat dilihat dari tingkat ketuntasan siswa yang hanya mencapai 37.5%.
Berdasarkan nilai tes pada pra siklus yang dapat dilihat pada lampiran 5 dapat
dibuat table 4.1 distribusi frequensi sebagai berikut:
Tabel 4.1. Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Pra Siklus

No

Kriteria

Interval

Frequensi

Presentase

3.01 4.00

37.5%

2.01 3.00

10

62.5%

1.01 2.00

0 1.00

Berdasarkan deskripsi perolehan nilai maka histogram hasil belajar


siswa pada pra siklus dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Histogram hasil belajar pada pra siklus

29

Berdasarkan angket motivasi belajar siswa pada pra siklus yang dapat
dilihat pada lampiran 6 dapat dibuat table 4.2 distribusi frequensi sebagai
berikut:
Table 4.2 Frequensi Angket Motivasi Belajar Pra Siklus

No

Interval

Frequensi

Keterangan

3.66 4.00

Sangat Baik

2.66 3.65

Baik

1.66 2.65

Cukup

< 1.66

Kurang

Berdasarkan deskripsi perolehan angket motivasi belajar maka


histogram motivasi belajar siswa pada pra siklus dapat dilihat pada gambar 4.2

Gambar 4.2 Histogram motivasi belajar siswa pada pra siklus

Menurut data tabel 4.2 di atas menunjukkan perolehan hasil belajar


matematika pokok bahasan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penyebut
Beda dengan penerapan model pembelajaran STAD pada pra siklus, bahwa
dari 6 siswa mengalami ketuntasan belajar sebanyak 37.5%, sedangkan 10
siswa belum tuntas belajar sebanyak 62.5%, hal ini menunjukkan bahwa 6
siswa mengalami ketuntasan belajar, dan 10 siswa belum tuntas. Rerata 2.97,
nilai tertinggi 3.4, dan nilai terendah 2.6.

30

Hasil motivasi belajar pada pra siklus menunjukkan bahwa 9 siswa


mempunyai motivasi baik, dan 7 siswa mempunyai motivasi cukup.
Pembelajaran pra siklus dapat dikatakan gagal, karena tidak dapat mencapai
ketuntasan belajar lebih dari 85% dari jumlah siswa. Hasil evaluasi
pembelajaran dan motrivasi belajar pra siklus dikatakan sangat rendah, maka
perlu adanya perbaikan pembelajaran selanjutnya.
Siklus 1
Berdasarkan pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 1 yang
dilaksanakan pada tanggal 25 September 2014

pada mata pelajaran

Matematika di kelas IV SDN Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo,hasil


pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 1 kurang memuaskan. Hal ini
dapat dilihat dari tingkat ketuntasan siswa yang hanya mencapai 56.25%.
Berdasarkan nilai tes pada siklus 1 yang dapat dilihat pada lampiran 5 dapat
dibuat table 4.3 distribusi frequensi sebagai berikut:
Tabel 4.3 Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Siklus 1.

No
1
2
3
4

Kriteria
A
B
C
D

Interval
3.00 4.00
2.00 2.99
1.00 1.99
0 1.00

Frequensi
9
7
0
0

Presentase
56.25%
43.75%
0
0

Berdasarkan deskripsi perolehan nilai maka histogram hasil belajar


siswa pada pra siklus dapat dilihat pada gambar 4.3

Gambar 4.3 Histogram hasil belajar pada siklus1

31

Berdasarkan angket motivasi belajar siswa pada pra siklus yang dapat
dilihat pada lampiran 6 dapat dibuat table 4.4 distribusi frequensi sebagai
berikut:
Table 4.4 Frequensi Angket Motivasi Belajar Siklus 1.

No

Interval

Frequensi

Keterangan

3.66 4.00

Sangat Baik

2.66 3.65

10

Baik

1.66 2.65

Cukup

< 1.66

Kurang

Berdasarkan deskripsi perolehan angket motivasi belajar maka


histogram motivasi belajar siswa pada pra siklus dapat dilihat pada gambar 4.4

Gambar 4.4. Histogram motivasi belajar siswa pada siklus 1

Menurut data tabel 4.4 di atas menunjukkan perolehan hasil belajar


matematika pokok bahasan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penyebut
Beda dengan penerapan model pembelajaran STAD, bahwa dari 16 siswa
mengalami ketuntasan belajar sebanyak 56.25%, sedangkan 43.75% siswa
belum tuntas dalam belajar, hal ini menunjukkan bahwa 9 siswa mengalami
ketuntasan belajar, dan 7 siswa belum tuntas. Rerata 3.2, nilai tertinggi 4, dan
nilai terendah 2.8.

32

Hasil motivasi belajar pada siklus 1 menunjukkan bahwa 3 siswa yang


mempunyai motivasi sangat baik, 10 siswa mempunyai motivasi baik, dan 3
siswa mempunyai motivasi cukup. Pembelajaran siklus 1 dapat dikatakan
belum berhasil, karena tidak dapat mencapai ketuntasan belajar lebih dari 85%
dari jumlah siswa. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan pembelajaran
selanjutnya.
Siklus 2
Berdasarkan pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 2 yang
dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2014 pada mata pelajaran Matematika
di kelas IVa SDN Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo,hasil pelaksanaan
perbaikan pembelajaran siklus 2 memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat
ketuntasan siswa yang hanya mencapai 93.75%. Berdasarkan nilai tes pada
siklus 21 yang dapat dilihat pada lampiran 5 dapat dibuat table 4.5 distribusi
frequensi sebagai berikut:
Tabel 4.5 Frekuensi Nilai Hasil Belajar Tes Siklus 2.

No
1
2
3
4

Kriteria
A
B
C
D

Interval
3.00 4.00
2.00 2.99
1.00 1.99
0 1.00

Frequensi
15
1
0
0

Presentase
93.75%
6.25%
0
0

Berdasarkan deskripsi perolehan nilai maka histogram hasil belajar


siswa pada pra sikat pada gambar 4.5.

Gambar 4.5 Histogram hasil belajar pada siklus 2

33

Berdasarkan angket motivasi belajar siswa pada pra siklus yang dapat
dilihat pada lampiran 6 dapat dibuat table 4.6 distribusi frequensi sebagai
berikut:
Table 4.6 Frequensi Angket Motivasi Belajar Siklus 2.

No

Interval

Frequensi

Keterangan

3.66 4.00

Sangat Baik

2.66 3.65

12

Baik

1.66 2.65

Cukup

< 1.66

Kurang

Berdasarkan deskripsi perolehan angket motivasi belajar maka


histogram motivasi belajar siswa pada pra siklus dapat dilihat pada gambar 4.6

Gambar 4.6.Histogram motivasi belajar siswa pada siklus 2

Menurut data tabel 4.6 di atas menunjukkan perolehan hasil belajar


matematika pokok bahasan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penyebut
Beda dengan penerapan model pembelajaran STAD, bahwa dari 16 siswa
mengalami ketuntasan belajar sebanyak 93.75%, sedangkan 6.25% siswa
belum tuntas dalam belajar, hal ini menunjukkan bahwa 15 siswa mengalami
ketuntasan belajar, dan 1 siswa belum tuntas. Rerata 3.6, nilai tertinggi 4, dan
nilai terendah 2.9.
Hasil motivasi belajar pada siklus 2 menunjukkan bahwa 3 siswa yang
mempunyai motivasi sangat baik, 12 siswa mempunyai motivasi baik, dan 1
34

siswa mempunyai motivasi cukup. Pembelajaran siklus 2 dapat dikatakan


berhasil, karena dapat mencapai ketuntasan belajar lebih dari 85% dari jumlah
siswa. Oleh karena itu tidak diperlukan adanya perbaikan pembelajaran
selanjutnya.

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran.


Pembahasan dalam penelitian tindakan kelas didasarkan atas hasil
penelitian dan catatan peneliti selama melakukan penelitian. Kesulitan siswa
kelas IVa SD N Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dalam
pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda
menerapkan model pembelajaran Student Teams-Achievement Division
(STAD). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari
kegiatan perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi
(observing), dan refleksi (reflecting).
Pada siklus I peneliti sudah melaksanakan pembelajaran operasi
penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda sesuai dengan tahaptahap STAD seperti pada RPP yang telah dipersiapkan, namun pelaksanaannya
belum optimal. Kelemahan yang masih ada dalam siklus I adalah siswa yang
belum paham cenderung diam. Kegiatan diskusi kelompok belum terarah
sehingga melebihi waktu yang telah ditentukan, hal ini dikarenakan kerjasama
antar siswa masih terbatas dan masih ada siswa dalam kelompok yang
dominan. Siswa yang sudah memahami konsep penjumlahan dan pengurangan
pecahan penyebut beda enggan mengajari siswa yang masih belum paham.
Guru kurang membimbing siswa dalam kelompok. Kegiatan diskusi menjadi
tidak menarik. Namun juga terdapat beberapa keunggulan dalam siklus I yaitu
ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan
pecahan penyebut beda, cakupan materi, dan apersepsi agar siswa tertarik dan
termotivasi.

35

Penghargaan guru terhadap siswa kelompok dengan predikat Good


Team dapat meningkatkan rasa percaya diri pada setiap siswa dan
meningkatkan motivasi untuk mencapai kesuksesan siswa. Beberapa hal yang
diperbaiki dalam siklus I ini, yaitu ketertiban dan kelancaran proses
pembelajaran perlu tetap dijaga, guru perlu membimbing siswa dalam kerja
kelompok, dan guru lebih memotivasi siswa, agar siswa lebih berani dan
percaya diri dalam presentasi dan memberikan tanggapan.
Hasil tes menunjukkan ada peningkatan dengan nilai rata-rata 2.9 pada
tes awal menjadi 3.2 pada siklus I. Ketuntasan belajar individu sebesar 37.5%
dari 16 siswa pada tes awal menjadi 56.25% pada siklus I.Pada hasil motivasi
belajar siswa ada peningkatan motivasi belajar sebasar 2.8 pada pra siklus
menjadi 3.1 pada siklus 1. Kentutasan belajar Matematika tersebut belum
mencapai target yang diinginkan karena ketuntasan siswa belum mencapai
lebih dari 85 %, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II.
Pelaksanaan pembelajaran matematika operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan penyebut beda dengan menerapkan model pembelajaran
Student Teams- Achievement Division (STAD) pada siklus II ada peningkatan
dibanding dengan siklus I. Guru sudah mampu memperbaiki kekurangankekurangan pada siklus I. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan tahaptahap model pembelajaran STAD. Kerja sama siswa dalam kelompok sudah
mulai terarah.
Suasana belajar lebih hidup, siswa antusias, bergairah dan aktif dalam
kelompoknya. Kesempatan presentasi yang diberikan guru dimanfaatkan
dengan baik oleh siswa. Siswa menanggapi secara positif proses pembelajaran
matematika operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut beda
dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams-Achievement
Division(STAD). Siswa menyatakan senang belajar matematika secara
kelompok. Kerjasama dalam kelompok dapat saling membantu dan dibantu

36

sehingga dapat meningkatkan pemahaman materi. Siswa juga merasa senang


dengan bimbingan dan penghargaan dari guru.
Hasil tes menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata 3.2 pada siklus I
menjadi 3.6 pada siklus II. Ketuntasan belajar individu sebesar 56.25% atau 9
siswa pada siklus I, menjadi 93.75% atau 15 siswa pada siklus II. Kentutasan
belajar Matematika tersebut sudah mencapai target yang diinginkan karena
ketuntasan siswa sudah mencapai lebih dari 85 %, sehingga tidak diperlukan
adanya perbaikan pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan,
diperoleh hasil sebagai berikut :
SIKLUS 1
1. Hasil pengamatan terhadap guru dengan mengacu pada lembar observasi
kegiatan guru adalah sebagai berikut:
a. Guru sudah cukup memberi motivasi pada siswa dalam menyampaikan
tujuan cukup jelas.
b. Guru cukup kreatif dalam apersepsi dan hampir semua siswa bersemangat
mengikuti pembelajaran.
c. Dalam memberikan informasi cukup jelas, sehingga sebagian besar siswa
memahami.
d. Pengoraganisasian kelompok sudah baik, anggota kelompok merupakan
siswa dengan kemampuan yang heterogen diharapkan dapat mendukung
untuk menyampaian informasi kepada sesama anggota kelompok.
e. Dalam memberikan bimbingan terhadap kelompok cukup merata, namun
kurang dalam bimbingan individu.
f. Pembimbingan siswa ketika melaporkan hasil kerja kelompok cukup baik.
g. Guru cukup baik dalam membimbing siswa menyelesaikan tugas di depan
kelas.
h. Pemberian penguatan sudah baik, tetapi dalam pemberian simpulan masih
kurang, karena simpulan hanya diberikan secara cepat pada siswa.

37

i. Guru sudah melaksanakan pemberian tugas PR.


j. Guru sudah memberikan reward bagi kelompok terbaik.
2. Hasil pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung
adalah sebagai berikut:
a. Siswa sangat siap mengikuti pembelajaran matematika, khususnya dalam
menjumlahkan dan mengurangkan pecahan penyebut beda.
b. Siswa bersemangat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
Suasana kelas menjadi agak ramai, karena masing-masing kelompok
berdiskusi dengan anggotanya.
c. Siswa dalam mengerjakan tugas tidak merasa tegang.
d. Siswa dapat menyelesaikan tugasnya, baik secara individu maupun
kelompok.
e. Masih ada beberapa siswa yang merasa kesulitan dalam mengerjakan
tugasnya.
3. Hasil pengamatan berdasarkan angket siswa terhadap pembelajaran Siklus 1.
Hasil refleksi.
Setelah melaksanakan

pembelajaran dan observasi, kemudian

diadakan refleksi atas tindakan yang telah dilakukan pada Siklus 1. Adapun
hasil refleksi sebagai berikut:
1) Guru sudah baik dalam mengelola kelas dan membangkitkan motivasi
siswa untuk mengikuti pembelajaran, akan tetapi dalam menjelaskan
materi masih perlu perbaikan agar siswa dapat lebih memahami materi
dan menguasai kompetensi dasar yang diharapkan. Siswa perlu
dirangsang untuk lebih berani mengajukan maupun menjawab pertanyaan
dan maju di depan kelas.
2) Guru perlu lebih memperhatikan siswa yang pasif dan dirangsang agar
lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

SIKLUS 2
Pelaksanaan pembelajaran untuk siklus 2 berjalan lancar sesuai dengan
rencana tanpa hambatan yang berarti.. Seluruh siswa kelas IV yang berjumlah

38

16 siswa (laki -laki: 10 dan perempuan 6) semuanya hadir. Siswa juga


mengikuti pembelajaran dengan baik, bersemangat, dan semakin bergembira
yang dikuatkan dengan pendapat siswa yang telah dihimpun. Ada pun hasil
evaluasi yang dilaksanakan juga meningkat. Pada pelaksanaan pembelajaran
siklus I tercatat siswa yang mendapat nilai 3 ke atas (tuntas) yaitu 9 siswa
(56.25 %) dan siswa yang mendapat nilai kurang dari 3 (belum tuntas) yaitu 7
siswa (43.75 %).
Setelah diadakan pembelajaran siklus 2, tercatat siswa yang mendapat
nilai 3 ke atas (tuntas) yaitu 15 siswa (93.75 %) dan siswa yang mendapat nilai
kurang dari 3 (belum tuntas) yaitu 1 siswa (6.25 %). Proses pembelajaran juga
bisa dikatakan memuaskan, meskipun masih ada kekurangan yang masih perlu
untuk disempurnakan.
Berdasarkan hasil observasi dari teman sejawat dan kepala sekolah,
Guru dalam mempersiapkan maupun melaksanakan pembelajaran sudah cukup
baik. Apersepsi sudah dapat menarik perhatian siswa. Siswa sudah terlihat
semakin aktif, dan sudah mau untuk menyampaikan pendapatnya. Hubungan
antara siswa dengan guru maupun dengan siswa lain sudah banyak terlihat,
meskipun masih saja ada siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.
Hasil Refleksi
Setelah melaksanakan pembelajaran dan observasi, kemudian diadakan
refleksi atas tindakan yang telah dilakukan pada Siklus 2. Adapun hasil refleksi
sebagai berikut:
a. Guru sudah baik dalam mengelola kelas dan membangkitkan motivasi siswa
untuk mengikuti pembelajaran, akan tetapi dalam menjelaskan materi masih
perlu ditingkatkan lagi agar siswa dapat lebih memahami materi dan
menguasai kompetensi dasar yang diharapkan.
b. Guru masih perlu lebih memperhatikan siswa yang pasif dalam mengikuti
pembelajaran.
c. Guru perlu memberikan bimbingan pada siswa secara individu.

39

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
1. Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV dapat dibuat kesimpulan
sebagai berikut:
Dari pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan
oleh peneliti pada mata pelajaran Matematika dengan materi penjumlahan
dan pengurangan pecahan penyebut beda melalui model pembelajaran
STAD (Student Teams-Achievement Divisions) dapat meningkatkan
pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas IVa Sekolah Dasar Negeri
Penambuhan 01 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Dalam hal ini
peneliti

membuat

kesimpulan

dari

temuan

dalam

pelaksanaan

pembelajaran mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II sebagai berikut.
a. Pemahanan atau hasil belajar siswa mulai dari pra siklus sampai siklus
II mengalami peningkatan setelah diadakan perbaikan pembelajaran
yang dapat dilihat dari analisis evaluasi akhir. Pada pra siklus
ketuntasan belajar siswa yaitu 37.5%. sedangkan pada siklus 1
ketuntasan belajar siwa sebesar 56.25%, sehingga ada peningkatan
sebesar 18.75%. Dari siklus I ketuntasan belajar siwa sebesar 56.25%
sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar siwa sebesar 93.75 %,
sehingga

ada

peningkatan

sebesar

37.5%.

Jadi

peningkatan

pemahaman siswa dari pra siklus ke siklus 2 (37.5% - 93.75%)


sebesar 56.25%
b. Motivasi belajar siswa mulai dari pra siklus sampai siklus II
mengalami peningkatan setelah diberikan motivasi yang dapat dilihat
dari analisis motivasi belajar siswa pra siklus yaitu 9 siswa dalam
kategori baik dan 7 siswa dalam kategori cukup. Motivasi belajar
siswa pada siklus I yaitu 3 siswa dalam kategori sangat baik, 10 siswa
dalam kategori baik, dan 3 siswa dalam kategori cukup. Sedangkan
motivasi belajar siswa pada siklus II yaitu 3 siswa dalam kategori

40

sangat baik, 12 siswa dalam kategori baik, dan 1 siswa dalam kategori
cukup.
2. Saran Tindak Lanjut
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka implikasi penelitian tindakan
kelas sebagai berikut:
a. Penggunaan model pembelajaran STAD (Student Teams-Achievement
Divisions) hendaknya digunakan oleh guru dalam meningkatkan
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan
pengurangan pecahan penyebut beda.
b. Model

pembelajaran

STAD

(Student

Teams-Achievement

Divisions)dapat digunakan sebagai acuan dalam memilih model


pembelajaran matematika terutama meningkatkan kemampuan siswa
dalam menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan pecahan penyebut
beda.
c. Dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian lain yang hampir
sama pokok permasalahannya dengan penelitian ini.
Sesuai dengan kesimpulan dan implikasihasil penelitian di atas,
peneliti memberikan saran kepada:
a. Bagi Siswa:
o Tingkatkan pemahaman dan motivasi belajar pada saat pembelajaran
sehingga akan mempermudah dalam memahami pelajaran.
o Jadikan belajar sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan, sebab
dengan demikian secara tidak langsung akan dapat menjadikan
pendorong dalam mencapai prestasi yang lebih baik.
b. Bagi Guru:
o Dalam kegiatan pembelajaran guru hendaknya memilih dan
menggunakan model pembelajaran yang tepat. Di samping itu, guru
sebaiknya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi
siswa sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar.
o Dalam menyajikan bahan pembelajaran, usahakan mengajarkan
konsep

pengerjaannya,

sehingga

41

diharapkan

siswa

mampu

menerapkan

rumus

maupun

cara

pengerjaan

dalam

setiap

penyelesaian soal.
o Dalam memberikan tugas, ukurlah bahwa tugas yang dibebankan
kepada siswa dapat diselesaikan dengan pertimbangan waktu yang
tersedia.
o Usahakan mempunyai hubungan yang baik dengan siswa, sehingga
tidak ada perasaan takut siswa kepada guru.
c. Bagi Sekolah:
o Pihak sekolah hendaknya sering mengadakan pelatihan bagi gurugurunya agar lebih memahami banyaknya model pembelajaran,
sehingga akan memperkaya pengetahuan guru dan berakibat pada
kelancaran pembelajaran di sekolah.
o Pihak sekolah hendaknya merangkul semua kalangan, agar dapat
menambah variasi dalam pembelajaran dan sumber belajar bagi
siswa.
o Pihak sekolah hendaknya mengadakan sarana pembelajaran yang
dapat digunakan dan lebih memudahkan siswa dalam belajar.

42

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara:
Jakarta Iskandar, Hidayat. 1996/1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam. Depdikbud
Ewo, Maria Emanuela. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model STAD
Berbantuan Bahan Manipulatif yang dapat Meningkatkan Pemahaman
Konsep Penjumlahan dan Penguarangan Pecahan pada Siswa SD
KelasIV.
(http://karyailmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/892,17/02/
2010).
http://www.referensimakalah.com/2013/05/pengertian-pemahaman-dalampembelajaran.html
http://simanukmabur.blogspot.com/2013/07/penjumlahan-pecahan-biasa.html
http://simanukmabur.blogspot.com/2013/07/pengurangan-pecahan-biasa.html
Praniyati, Nita.2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams-Achievement
Divisions
(Stad)
Untuk
Meningkatkan
Kemampuan Menghitung Pecahan Pada Siswa Kelas V Sdn 01
Macanan Tahun Pelajaran 2009/2010.Surakarta.UNS
Sulistyowati.2007. Meningkatkan Pemahaman Konsep tentang Pokok Bahasan
Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Melalui Pemanfaatan Alat
Peraga dan Lembar Kerja Pada Siswa Kelas IV SD Wonosari 02
Semarang tahun ajaran 2006/2007.Semarang.Unnes
Harta, Idris dan Djumbadi. 2009. Pendalaman Materi Metode Pembelajaran.
Surakarta: Panitia Sertifikasi
Muhammadiyah Surakarta.

Guru

Rayon

41.

Universitas

Kholil,
Anwar.
2007.
Model
Pembelajaran
Kooperatif.
(http://anwarholil.blogspot.com/2007/09/pendidikaninovatif.html,16/01/2010)
Irawan, Dedi. Peningkatan hasil belajar matematika pada materi Pecahan melalui
model cooperative learning tipe Student teams achievement division
(stad) Di kelas v sdn 02 susukan.2011.Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.

43

Lampiran 1
Kesediaan sebagai Supervisor 2 dalam Penyelenggaraan PKP
Kepada
Kepala UPBJJ UT SEMARANG
Di Semarang
Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa:
Nama
NIP

: SITI RUKAYAH, S.Pd.SD


: 19620502 198709 2 001

Tempat Mengajar : SD N PENAMBUHAN 01


Alamat Sekolah

: Desa Penambuhan Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati

Telepon

: 085641703003

Menyatakan bersedia sebagai supervisor 2 untuk membimbing dalam


pelaksanaan PKP atas:
Nama

: RANI HERMAWATI, S.Pd

NIM

: 825232359

Program Studi

: PGSD S1 BI

Tempat Mengajar : SD N PENAMBUHAN 01


Alamat Sekolah: Desa Penambuhan Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati
Telepon

: 085640116331

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Mengetahui,
Kepala Sekolah

Pati., 13 September 2014


Supervisor 2

Amperaningsih Chr, S.Pd


NIP 19630711 198304 2 002
HP 081575352459

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001
HP 085641703003

Lampiran 2
Surat Pernyataan Kesediaan sebagai Supervisor 2
Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa:
Nama

: RANI HERMAWATI, S.Pd

NIM

: 825232359

UPBJJ-UT

: SEMARANG

Menyatakan bahwa:
Nama

: SITI RUKAYAH, S.Pd.SD

Tempat Mengajar : SD N 01 PENAMBUHAN


Guru Kelas

: 5 (lima)

Adalah supervisor 2 yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan


pembelajaran yang merupakan tugas mata kuliah PDGK4501 Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP).
Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Pati, 13 September 2015


Supervisor 2

Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD

Rani Hermawati,S.Pd

NIP 19620502 198709 2 001

NIM 825232359

HP 085641703003

HP 085640116331

Lampiran 3
Format Perencanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika
Fakta/Data pembelajaran
yang terjadi di kelas

Nilai Ulangan Harian siswa kelas IV SD N 01


Penambuhan

pada

topik

penjumlahan

dan

pengurangan pecahan dengan penyebut beda, hanya 6


siswa dari 16 siswa yang mendapat nilai 3 keatas.
Ditunjukan dengan nilai terendah 2,6.
Identifikasi masalah

o Siswa belum menguasai konsep.


o Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan
soal latihan.
o Siswa kurang tertarik dengan materi yang
diajarkan.
o Kurangnya motivasi untuk mengikuti proses
pembelajaran.

Analisis masalah

o Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi.


o Guru kurang memberikan contoh dan latihan soal.
o Guru tidak menggunakan model pembejaran yang
tepat.
o Guru tidak memberi penguatan pada proses
pembelajaran

Alternatif dan Prioritas


Pemecahan Masalah

Guru akan menggunakan model pembelajaran STAD


pada

saat

pembelajaran

matematika

tentang

penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan


dengan penyebut beda.
Rumusan masalah

Apakah

model

pembelajaran

STAD

dapat

meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa


tentang penjumlahan

dan

pengurangan

pecahan

dengan penyebut beda pada siswa kelas 4a SD N


Penambuhan 01 Tahun Pelajaran 2014/2015?

Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PRA SIKLUS

Satuan Pendidikan

: SDN PENAMBUHAN 01

Kelas / semester

: IVa / I

Tema / subtema

: 3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP / 2.


Keberagaman Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4

Alokasi waktu

: 5 X 35 menit

A . Kompetensi inti (KI)


1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan raasa ingin tahu tentang
dirinya,makhluk ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda benda yang di
jumpainya dirumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam
karya yang esteris, dalam gerakan yang mencermikan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


IPS
Kompetensi Dasar:
1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan
lingkungannya
2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi
sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,sosial,


budaya, dan ekonomi
4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,
sosial, budaya, dan ekonomi.
Indikator:
3.5.1 Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama
MATEMATIKA
Kompetensi Dasar
1.1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
2.1 Menunjukkan sikap kritis, cermat dan teliti, jujur, tertib dan mengikuti aturan,
peduli, disiplin waktu, tidak mudah menyerah serta bertanggungjawab dalam
mengerjakan tugas
3.1 Mengenal konsep pecahan senilai dan melakukan operasi hitung pecahan
menggunakan benda kongkrit/ gambar
4.3 Mengurai sebuah pecahan menjadi hasil penjumlahan atau pengurangan dua
buah pecahan lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban
Indikator:
3.1.1 Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda
PJOK
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik
dalam bentuk permainan
3.9 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tubuh
4.3 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor untuk membentuk
gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari yang dilandasi konsep gerak
melaluipermainan dan atau olahraga tradisional.

Indikator:
3.9.1 Mendemonstrasikan keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan
lompat pada permainan lompat katak.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan gerakan lari
dan lompat dengan benar.
2.

Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan sikap


bekerja sama dengan kelompoknya dengan baik.

3. Setelah bereksplorasi dengan benda konkret dan gambar, siswa mampu


menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut
berbeda dengan benar.
4. Setelah bereksplorasi dengan gambar dan berdiskusi, siswa mampu
menyelesaikan masalah tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda dengan benar.

D. Materi Pembelajaran
1. Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama
2. Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda
3. Keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan lompat pada permainan
lompat katak.

E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran


Metode

: Ceramah, tanya jawab, penugasan,

Pendekatan

: Saintific (Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,


eksperimen, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan)

F. Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media dan Alat : Kapur tulis atau penanda lainnya,spidol.

2. Sumber

: Alfikri dkk.2013. Buku Siswa Tema 3 Peduli Terhadap

Makhluk Hidup. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta:


Kementrian Pendidiksn dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

1. Mengajak semua siswa berdoa menurut 10 Menit


agama dan keyakinan masing-masing.
2. Meminta

salah

satu

siswa

untuk

memimpin doa
3. Melakukan

komunikasi

tentang

kehadiran siswa
4. Mengajak siswa bernyanyi
Telur-telur
Ulat-Ulat
Kepompong
Kupu-Kupu
5. Bertanya kepada siswa Siapa yang
pernah melihat ulat? Siapa yang pernah
melihat kupu-kupu?
6. Memperlihatkan foto ibu guru pada
waktu masih kecil dan sekarang.
7. Menginformasikan

tema

yang

akan

dipelajari siswa yaitu Peduli Terhadap


Makhluk

Hidup

Keberagaman

dan

subtema

Makhluk

Hidup

dilingkunganku.
Kegiatan Inti

1.

Siswa melakukan kegiatan olahraga 155 Menit


lompat katak. Kegiatan dilakukan dalam

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

bentuk pemanasan, kegiatan inti, dan


pendinginan.(Eksperimen)
Siswa melakukan peregangn tangan
dan kaki untuk menhindari cidera
otot ketika olah raga berlangsung
Siswa bermain lompat katak di
halaman sekolah
Siswa

melakukan

gerakan

pendinginan untuk meregangkan otot


tubuh
2.

Siswa menjawab pertanyaan terkait


permainan

lompat

katak.

(Mengasosiasikan)
3.

Siswa membaca cerita tentang katakkatak di kolam, kemudian mengerjakan


soal pecahan terkait cerita tersebut.
Siswa diminta menggambar pecahan
dan

menuliskan

berupa

pecahan

pecahannya,
sederhana

baik

maupun

penjumlahan dan pengurangan pecahan


berpenyebut beda. (Mengamati)
4.

Siswa memperhatikan jumlah kotak


yang

diarsir

berdasarkan

besarnya

pecahan yang diminta. (Mengamati)


5.

Siswa mendengarkan penjelasan guru


dengan

seksama.

(Mengumpulkan

Informasi)
6.

Siswa

mengerjakan

soal

dengan

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

mengubah pecahan tersebut menjadi


pecahan

yang

berpenyebut

sama.

(Eksperimen)
7.

Siswa menyelesaikan soal penjumlahan


dan pengurangan

berpenyebut beda.

(Mengasosiasikan)
8.

Siswa

menyampaikan

hasil

pekerjaannya ke depan kelas dengan


panduan guru. (Mengkomunikasikan)
Penutup

1.

Siswa

bersama-sama

membuat

kesimpulan / rangkuman hasil belajar


selama sehari.
2.

Bertanya jawab tentang materi yang


telah di ajarkan untuk mengetahui
tentang hasil ketercapaianya

3.

Guru meminta salah satu siswa untuk


memimpin doa, siswa berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing masing

H. Penilaian
1. Tekhnik Penilaian
a. Penilaian Sikap

: Santun, Kerja Sama, Sportif, Percaya diri.

b. Penilaian Pengetahuan

: Kuis

c. Penilaian Ketrampilan

: Menggambar

2. Bentuk Instrumen Penilaian


a. Lembar Penilaian Sikap
Nama
Peserta
Didik

No

Santun
2 3 4

Sikap
Kerja Sama
Sportif
1 2 3 4 1 2 3 4

Percaya Diri
1 2 3 4

Keterangan:
1.

Tidak pernah di tunjukkan

2. Kadang kadang ditunjukkan


3. Sering ditunjukkan
4. Selalu ditunjukkan
Beri dengan tanda centang (v) pada kolom yang sesuai.

b. Lembar Penilaian Pengetahuan


No

Kriteria

Tercapai
Ya

Tidak

Siswa mampu menentukan hasil penjumlahan pecahan


yang berpenyebut berbeda

Siswa mampu menentukan hasil pengurangan pecahan


yang berpenyebut berbeda
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria
Daftar Periksa
Kriteria

Siswa

mampu

Ya

Tidak

mendemonstrasikan

ketrampilan lari dengan benar


Siswa mampu mendemonstrasikan

gerak

lompat dengan keseimbangan


Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Catatan

c. Lembar Penilaian Ketrampilan


Gambarlah pecahan dibawah ini
No Nama

Siswa

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

1
2
3
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria

Penambuhan, 18 September 2014


Supervisor 2

Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD

Rani Hermawati, S.Pd


NIM 825232359

NIP 19620502 198709 2 001

Mengetahui,
Kepala SDN Penambuhan 01

Amperaningsih Chr,S.Pd
NIP 19630711 198304 2 002

LEMBAR EVALUASI PRA SIKLUS

Tema

: 3. Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Subtema/ PB

: 2. Keberadaan Makhluk Hidup di Lingkunganku/ 4

Kelas/Semester

: 4a / I

Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan di bawah ini!

1.

+ =

6.

2.

+ =

7.

3.

+ =

8.

4.

+ =

9.

- =

5.

+ =

10.

Kunci jawaban:

1.
2.

6.
=1

7.

3.

8.

4.

9.

5.

10.

- =

Lampiran 5
Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Siklus I

Satuan Pendidikan

: SDN PENAMBUHAN 01

Kelas / semester

: IVa / I

Tema / subtema

: 3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP / 2.


Keberagaman Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4

Alokasi waktu

: 5 X 35 menit

A . Kompetensi inti (KI)


1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan raasa ingin tahu tentang
dirinya,makhluk ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda benda yang di
jumpainya dirumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam
karya yang esteris, dalam gerakan yang mencermikan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


IPS
Kompetensi Dasar:
1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan
lingkungannya
2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi
sosial dengan lingkungan dan teman sebaya
3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,sosial,
budaya, dan ekonomi

4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,


sosial, budaya, dan ekonomi
Indikator:
3.5.1 Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama.

MATEMATIKA
Kompetensi Dasar
1.1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
2.1 Menunjukkan sikap kritis, cermat dan teliti, jujur, tertib dan mengikuti aturan,
peduli, disiplin waktu, tidak mudah menyerah serta bertanggungjawab dalam
mengerjakan tugas
3.1 Mengenal konsep pecahan senilai dan melakukan operasi hitung pecahan
menggunakan benda kongkrit/ gambar
4.3 Mengurai sebuah pecahan menjadi hasil penjumlahan atau pengurangan dua
buah pecahan lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban.
Indikator:
3.1.1 Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda

PJOK
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik
dalam bentuk permainan
3.9 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tubuh
4.3 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor untuk membentuk
gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari yang dilandasi konsep gerak
melaluipermainan dan atau olahraga tradisional.

Indikator:
3.9.1 Mendemonstrasikan keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan
lompat pada permainan lompat katak

C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan gerakan lari
dan lompat dengan benar.
2. Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan sikap bekerja
sama dengan kelompoknya dengan baik.
3. Setelah bereksplorasi dengan benda konkret dan gambar, siswa mampu
menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut
berbeda dengan benar.
4. Setelah bereksplorasi dengan gambar dan berdiskusi, siswa mampu
menyelesaikan masalah tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda dengan benar.

D. Materi Pembelajaran
1. Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama
2. Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda
3. Keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan lompat pada permainan
lompat katak.

E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran


Metode

: Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

Teknik

: Model STAD (Student Team Achievement Division)

Pendekatan

: Saintific (Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,


eksperimen, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan)

F. Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media dan Alat : lembar diskusi dan lembar tugas.
2. Sumber

: Alfikri dkk.2013. Buku Siswa Tema 3 Peduli Terhadap

Makhluk Hidup. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta:


Kementrian Pendidiksn dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

1. Mengajak semua siswa berdoa menurut 10 Menit


agama dan keyakinan masing-masing.
2. Meminta

salah

satu

siswa

untuk

memimpin doa
3. Melakukan komunikasi tentang kehadiran
siswa.
4. Mengajak siswa bernyanyi
Telur-telur
Ulat-Ulat
Kepompong
Kupu-Kupu
5. Menginformasikan

tema

yang

akan

dipelajari siswa yaitu Peduli Terhadap


Makhluk

Hidup

Keberagaman

dan

subtema

Makhluk

Hidup

dilingkunganku.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari
ini.
Kegiatan Inti

Mengamati:
o Siswa membaca cerita tentang katak-katak
di kolam.

155 Menit

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

o Siswa memperhatikan jumlah kotak yang


diarsir berdasarkan besarnya pecahan
yang diminta.
Menanya:
o Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat
dibuku siswa untuk memahami konsep
pecahan,

khususnya

merupakan

bagian

pecahan
dari

yang

sekelompok

benda.
Mengumpulkan Informasi:
o Siswa telah dibagi ke dalam kelompok
yang masing-masing terdiri atas 4 orang
siswa dan pembagian ini berdasarkan
kemampuan akademik siswa.
o Siswa mendengarkan penjelasan
guru

tentang

penjumlahan

dari
dan

pengurangan pecahan penyebut beda.


o Setelah

memahami

pecahan

yang

merupakan bagian dari suatu kelompok


benda, siswa diajak bereksplorasi dengan
pecahan yang merupakan bagian dari
suatu benda utuh.
o Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk
mengubah

pecahan-pecahan

tersebut

menjadi pecahan yang berpenyebut sama.


o Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk
mencari tahu terlebih dahulu tentang cara
menyelesaikan soal penjumlahan dan
pengurangan berpenyebut berbeda.

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

o Penjumlahan pecahan yang berpenyebut


berbeda dilakukan dengan aturan berikut
ini.
a. Mencari pecahan senilai.
b. Menyamakan

penyebutnya

dengan

KPK kedua bilangan.


Mengasosiasikan:
o Siswa mengerjakan lembar kerja dari
guru.
o Guru bertindak sebagai fasilitator jalannya
diskusi, dengan membimbing kelompokkelompok belajar pada saat pelaksanaan
diskusi penyelesaian soal / tugas
Mengkomunikasikan:
o Siswa mewakili kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil kerja mereka
sedangkan kelompok lain menanggapinya.
o Siswa menyelesaiakan tes individu yang
diberikan

guru

sebagai

pemahaman

belajar.
o Siswa

akan

mendapatkan

nilai/skor

individu maupun kelompok.


o Siswa

akan

mendapat

penghargaan

kelompok good team, great team, atau


super team dari perbandingan hasil pretes
dan postes yang diperoleh siswa.
Penutup

1. Guru menyampaikan pesan moral untuk


memanfaatkan

Keberagaman

Makhluk

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

Hidup di lingkunganku dengan bijak.


2. Siswa

bersama

kegiatan

Guru

menyimpulkan

menjumlahkan

dan

mengurangkan pecahan berpenyebut beda.


3. Siswa bersama guru melakukan refleksi
terhadap

kegiatan

yang

sudah

dilaksanakan.
4. Guru juga memberi soal-soal sederhana
sebagai PR untuk dikerjakan siswa di
rumah.
5. Guru meminta salah satu siswa untuk
memimpin doa, siswa berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing masing

H. Penilaian
1. Tekhnik Penilaian
a. Penilaian Sikap

: Santun, Kerja Sama, Sportif, Percaya diri.

b. Penilaian Pengetahuan

: Test Tertulis

c. Penilaian Ketrampilan

: Menggambar

2. Bentuk Instrumen Penilaian


a. Lembar Penilaian Sikap
No

Nama
Peserta
Didik

Santun
2 3 4

Sikap
Kerja Sama
Sportif
1 2 3 4 1 2 3 4

Percaya Diri
1 2 3 4

Keterangan:
1. Tidak pernah di tunjukkan
2. Kadang kadang ditunjukkan
3. Sering ditunjukkan
4. Selalu ditunjukkan
Beri dengan tanda centang (v) pada kolom yang sesuai.

b. Lembar Penilaian Pengetahuan


No

Kriteria

Tercapai
Ya

Tidak

Siswa mampu menentukan hasil penjumlahan pecahan


yang berpenyebut berbeda

Siswa mampu menentukan hasil pengurangan pecahan


yang berpenyebut berbeda
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria

Daftar Periksa
Kriteria

Ya

Tidak

Siswa mampu mendemonstrasikan ketrampilan


lari dengan benar
Siswa mampu mendemonstrasikan gerak lompat
dengan keseimbangan
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Catatan

c. Lembar Penilaian Ketrampilan


Gambarlah pecahan dibawah ini
No Nama

Siswa

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

1
2
3
4
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria

Penambuhan, 18 September 2014


Supervisor 2

Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD

Rani Hermawati, S.Pd


NIM 825232359

NIP 19620502 198709 2 001

Mengetahui,
Kepala SDN Penambuhan 01

Amperaningsih Chr,S.Pd
NIP 19630711 198304 2 002

Lembar Kerja Kelompok (SIKLUS I)


Tema

: 3. Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Subtema/ PB

: 2. Keberadaan Makhluk Hidup di Lingkunganku/ 4

Kelas/Semester

: 4a / I

Mari Berdiskusi
1. Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang penjumlahan pecahan dengan penyebut
sama dan penyebut berbeda secara berdiskusi dengan teman-temanmu satu
kelompok.
2. Diskusikan dan bahas bersama dengan temanmu, kesulitan yang kamu temui,
jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada
gurumu, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu.
A. Selesaikan soal penjumlahan di bawah ini !
1.

3.

5.

2.

4.

6. -

7. -

9. -

8. -

10. -

B. Ayo pecahkan masalah dalam soal cerita !


1. Ibu Ema membuat sebuah kue yang cukup besar. Awalnya dia
menggunakan

kg tepung terigu. Setelah dibuat adonan ternyata

terigunya kurang, jadi Ibu ema menambah lagi kg tepung terigu. Berapa
kg tepung terigu yang digunakan Ibu Ema seluruhnya?
2. Ayah Marbun mengecat kayu yang panjangnya
hijau, dan sepanjang

meter dengan warna

meter dicat berwarna hijau. Berapa meter panjang

kayu yang dicat Ayah Marbun?

Kunci Jawaban
Lembar Kerja kelompok
A. Penjumlahan Pecahan
1.

3.

5.

2.

4.

6.

7.

9.

8.

10.

B. Permasalaham Pecahan
1.

2.

Kuis individu
1. Sebuah gelas berisi air ditambah lagi gelas. Berapa banyaknya air yang
ada dalam gelas?
2.

7. +

3.

+ ...= 1

8. +

4.

+ ...=

9. +

5.

6.

10.

Kunci jawaban

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

TES EVALUASI SIKLUS I


A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat
1.

+ =....
a.

2.

c.

d.

b.

c.

d.

b.

c.

d.

+....=1
b.

3.

b.

=...

a.

4. Pak guru mempunyai bilangan pecahan . Jika pak guru akan


menambahkan dengan pecahan . Berapa hasilnya?
a.

b.

c.

d.

5. Ibu mempunyai gula sebanyak kg. Untuk membuat kue perlu ditambah
kg lagi. Berapa kg gula yang digunakan Ibu...
a.
6.

b.

c.

d.

b.

c.

d.

c.

d.

+ = ...
a.

7. N + =

, N = ...

a.

b.

8. Jika + p = 1. Berapa nilai p...


a.
9.

c.

d.

b.

c.

d.

b.

c.

d.

+ = ...
a.

10.

b.

+ = ...
a.

B. Selesaikan masalah dalam soal cerita di bawah ini dengan benar!


1. Ayah akan mengecat tembok rumah dengan dua warna yaitu warna kuning
dan warna hijau. Untuk warna kuning menghabiskan

kaleng cat. Untuk

warna hijau hanya . Berapa banyak cat yang digunakan oleh Ayah?
2.

Jalan kampung Menik sedang diaspal. Minggu pertama telah selesai


bagian jalan. Pada minggu kedua dilanjutkan mengaspal

bagian jalan.

Sisanya akan diselesaikan pada minggu ketiga. Berapa bagian jalan yang
telah diaspal pada minggu pertama dan minggu kedua?Berapa bagian jalan
yang akan dispal pada minggu ketiga?
3. Ema dimintai tolong ibu untuk membelikan bahan-bahan pembuat kue.
Ema membeli

kg gula dan

kg tepung. Berapa berat gula dan tepung

terigu yang dibeli Ema tersebut?


4. Abid mempunyai seutas tali yang panjangnya meter. Marbun juga

mempunyai seutas tali dengan panjang meter. Jika kedua tali tersebut
disambung, berapakah panjangnya?

Lampiran 6
Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Siklus II

Satuan Pendidikan

: SDN PENAMBUHAN 01

Kelas / semester

: IVa / I

Tema / subtema

: 3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP / 2.


Keberagaman Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4

Alokasi waktu

: 2 X 35 menit

A . Kompetensi inti (KI)


1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan raasa ingin tahu tentang
dirinya,makhluk ciptaan tuhan dan kegiatanya, dan benda benda yang di
jumpainya dirumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam
karya yang esteris, dalam gerakan yang mencermikan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


IPS
Kompetensi Dasar:
1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan
lingkungannya
2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi
sosial dengan lingkungan dan teman sebaya
3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,sosial,
budaya, dan ekonomi

4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam,


sosial, budaya, dan ekonomi
Indikator:
3.5.1 Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama.

MATEMATIKA
Kompetensi Dasar
1.1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
2.1 Menunjukkan sikap kritis, cermat dan teliti, jujur, tertib dan mengikuti aturan,
peduli, disiplin waktu, tidak mudah menyerah serta bertanggungjawab dalam
mengerjakan tugas
3.1 Mengenal konsep pecahan senilai dan melakukan operasi hitung pecahan
menggunakan benda kongkrit/ gambar
4.3 Mengurai sebuah pecahan menjadi hasil penjumlahan atau pengurangan dua
buah pecahan lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban.
Indikator:
3.1.1 Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda

PJOK
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugrah Tuhan
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik
dalam bentuk permainan
3.9 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tubuh
4.3 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor untuk membentuk
gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari yang dilandasi konsep gerak
melaluipermainan dan atau olahraga tradisional.

Indikator:
3.9.1 Mendemonstrasikan keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan
lompat pada permainan lompat katak

C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan gerakan lari
dan lompat dengan benar.
2. Dengan permainan lompat katak, siswa mampu menunjukkan sikap bekerja
sama dengan kelompoknya dengan baik.
3. Setelah bereksplorasi dengan benda konkret dan gambar, siswa mampu
menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut
berbeda dengan benar.
4. Setelah bereksplorasi dengan gambar dan berdiskusi, siswa mampu
menyelesaikan masalah tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda dengan benar.

D. Materi Pembelajaran
1. Mempraktikkan interaksi sosial dalam bentuk kerja sama
2. Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut berbeda
3. Keterampilan gerakan lari yang divariasikan dengan lompat pada permainan
lompat katak.

E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran


Metode

: Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

Teknik

: Model STAD (Student Team Achievement Division)

Pendekatan

: Saintific (Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,


eksperimen, mengasosiasi/ mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan)

F. Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media dan Alat : lembar diskusi dan lembar tugas.
2. Sumber

: Alfikri dkk.2013. Buku Siswa Tema 3 Peduli Terhadap

Makhluk Hidup. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta:


Kementrian Pendidiksn dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

1. Mengajak semua siswa berdoa menurut 10 Menit


agama dan keyakinan masing-masing.
2. Meminta

salah

satu

siswa

untuk

memimpin doa
3. Melakukan komunikasi tentang kehadiran
siswa.
4. Mengajak siswa bernyanyi
Telur-telur
Ulat-Ulat
Kepompong
Kupu-Kupu
5. Menginformasikan

tema

yang

akan

dipelajari siswa yaitu Peduli Terhadap


Makhluk

Hidup

Keberagaman

dan

subtema

Makhluk

Hidup

dilingkunganku.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari
ini.
Kegiatan Inti

Mengamati:
o Siswa membaca cerita tentang katak-katak
di kolam.

155 Menit

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

o Siswa memperhatikan jumlah kotak yang


diarsir berdasarkan besarnya pecahan
yang diminta.
Menanya:
o Siswa menjawab pertanyaan yang terdapat
dibuku siswa untuk memahami konsep
pecahan,

khususnya

merupakan

bagian

pecahan
dari

yang

sekelompok

benda.
Mengumpulkan Informasi:
o Siswa telah dibagi ke dalam kelompok
yang masing-masing terdiri atas 4 orang
siswa dan pembagian ini berdasarkan
kemampuan akademik siswa.
o Siswa mendengarkan penjelasan
guru

tentang

penjumlahan

dari
dan

pengurangan pecahan penyebut beda.


o Setelah

memahami

pecahan

yang

merupakan bagian dari suatu kelompok


benda, siswa diajak bereksplorasi dengan
pecahan yang merupakan bagian dari
suatu benda utuh.
o Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk
mengubah

pecahan-pecahan

tersebut

menjadi pecahan yang berpenyebut sama.


o Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk
mencari tahu terlebih dahulu tentang cara
menyelesaikan soal penjumlahan dan
pengurangan berpenyebut berbeda.

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

o Penjumlahan pecahan yang berpenyebut


berbeda dilakukan dengan aturan berikut
ini.
c. Mencari pecahan senilai.
d. Menyamakan

penyebutnya

dengan

KPK kedua bilangan.


Mengasosiasikan:
o Siswa mengerjakan lembar kerja dari
guru.
o Guru bertindak sebagai fasilitator jalannya
diskusi, dengan membimbing kelompokkelompok belajar pada saat pelaksanaan
diskusi penyelesaian soal / tugas
Mengkomunikasikan:
o Siswa mewakili kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil kerja mereka
sedangkan kelompok lain menanggapinya.
o Siswa menyelesaiakan tes individu yang
diberikan

guru

sebagai

pemahaman

belajar.
o Siswa

akan

mendapatkan

nilai/skor

individu maupun kelompok.


o Siswa

akan

mendapat

penghargaan

kelompok good team, great team, atau


super team dari perbandingan hasil pretes
dan postes yang diperoleh siswa.
Penutup

1. Guru menyampaikan pesan moral untuk


memanfaatkan

Keberagaman

Makhluk

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

Hidup di lingkunganku dengan bijak.


2. Siswa

bersama

kegiatan

Guru

menyimpulkan

menjumlahkan

dan

mengurangkan pecahan berpenyebut beda.


3. Siswa bersama guru melakukan refleksi
terhadap

kegiatan

yang

sudah

dilaksanakan.
4. Guru juga memberi soal-soal sederhana
sebagai PR untuk dikerjakan siswa di
rumah.
5. Guru meminta salah satu siswa untuk
memimpin doa, siswa berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing masing

H. Penilaian
1. Tekhnik Penilaian
a. Penilaian Sikap

: Santun, Kerja Sama, Sportif, Percaya diri.

b. Penilaian Pengetahuan

: Tesa Tertulis

c. Penilaian Ketrampilan

: Menggambar

2. Bentuk Instrumen Penilaian


a. Lembar Penilaian Sikap
No

Nama
Peserta
Didik

Santun
2 3 4

Sikap
Kerja Sama
Sportif
1 2 3 4 1 2 3 4

Percaya Diri
1 2 3 4

Keterangan:
1. Tidak pernah di tunjukkan
2. Kadang kadang ditunjukkan
3. Sering ditunjukkan
4. Selalu ditunjukkan
Beri dengan tanda centang (v) pada kolom yang sesuai.

b. Lembar Penilaian Pengetahuan


No

Kriteria

Tercapai
Ya

Tidak

Siswa mampu menentukan hasil penjumlahan pecahan


yang berpenyebut berbeda

Siswa mampu menentukan hasil pengurangan pecahan


yang berpenyebut berbeda
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria

Daftar Periksa
Kriteria

Ya

Tidak

Siswa mampu mendemonstrasikan ketrampilan


lari dengan benar
Siswa mampu mendemonstrasikan gerak lompat
dengan keseimbangan
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Catatan

c. Lembar Penilaian Ketrampilan


Gambarlah pecahan dibawah ini
No Nama

Siswa

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

Bagus

Cukup

Kurang

1
2
3
4
Catatan : centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria

Penambuhan, 13 Oktober 2014


Supervisor 2

Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD

Rani Hermawati, S.Pd


NIM 825232359

NIP 19620502 198709 2 001

Mengetahui,
Kepala SDN Penambuhan 01

Amperaningsih Chr,S.Pd
NIP 19630711 198304 2 002

LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)

Tema

: 3. Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Subtema/ PB

: 2. Keberadaan Makhluk Hidup di Lingkunganku/ 4

Kelas/Semester

: 4a / I

A.

Pengurangan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda


1.

B.

- =

3. -

5. +

7.

+ =

2.
- =
4. - =
6. +...=
8. -...=
Operasi hitung campuran (penjumlahan dan pengurangan)

1. + =
2. =
C. Soal cerita tentang pengurangan

9. +...=
10. +

3. + - =

1. Sebuah gelas berisi air . Setelah diminum Abid tinggal


banyaknya air yang telah diminum Abid?

gelas. Berapa

2. Abid dan Marbun memetik


keranjang buah mangga. Sebanyak
keranjang mangga telah diberikankan kepada tetangga. Berapa bagian
buah mangga Abid dan Marbun?

A.

Kunci jawaban
Pengurangan pecahan
1.

B.

3.

7.

2.
4.
6.
8.
Operasi hitung campuran
1.
2.

C.

5.

3.
Soal cerita
1.
2.

9.
10.

EVALUASI INDIVIDU SIKLUS II


Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!
1.

- =
a.

c.

b.

d.

6.

= ...

a.

c.

b.

d.

2. N - =
N adalah...

7.

a.

c.

a.

b.

d.

b.

3. Berapa hasil dari -

4.

+ - =...

8.

d.

- +

=...

a.

c.

a.

c.

b.

d.

b.

d.

9.

- p= 1
P adalah...
a.

c.

b.

d.
10.

5.

c.

- =
a.

c.

b.

d.

=...

+ - =
a.
b.

c.

b.

d.

c.
d.

Selesaikan soal berikut!


1. Ibu Ema membuat sebuah kue yang cukup besar. Kue tersebut dipotongpotong menjadi 16 bagian yang sama besar. Pulang sekolah Ema mengajak
Menik ke rumahnya. Ema dan Menik masing-masing makan 2 potong kue.
a. Berapa bagian kue yang dimakan Ema dan Menik?
b. Berapa bagian kue yang masih tersisa?
2.

Ayah Marbun mengecat kayu yang panjangnya

meter dengan warna hijau

dan kuning. Sepanjang meter dicat berwarna hijau. Berapa meter panjang
kayu yang dicat kuning?
3.

Ema mempunyai pita sepanjang

meter. Sebagian pita tersebut diberikan

kepada Menik. Sekarang, pita Ema tinggal


diberikan kepada Menik?
4.

meter. Berapa meter pita yang

Kakek Marbun mempunyai sepetak tanah di belakang rumahnya.

bagian

tanah tersebut ditanami pohon singkong, sedangkan bagian lagi ditanami


pohon jagung, dan sisanya dibuat kolam ikan.
a. Berapa bagian tanah yang ditanami pohon singkong dan jagung?
b. Berapa bagian tanah yang dibuat kolam ikan?
5.

Pak Tani mempunyai sebidang sawah yang luasnya

hektar. Seluas hektar

dari sawah tersebut ditanami padi, hektar dari sawah tersebut ditanami
jagung, dan sisanya ditanami palawija.
a. Berapa hektar sawah Pak Tani yang ditanami padi dan jagung?
b. Berapa

hektar

sawah

Pak

Tani

yang

ditanami

palawija?

LAMPIRAN 7
REKAPITULASI NILAI TES PEMBELAJARAN
Tema / subtema : 3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP /
2. Keberagaman Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4
Indikator

: 3.1.1

Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan

pengurangan pecahan berpenyebut berbeda


Kelas

: IVa (empat)

Nilai KKM

:3

NO

NAMA SISWA

PRA SIKLUS

SIKLUS 1

SIKLUS 2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Fatur Rochman Afandi


Ahmad Wisnu Wardana
Winda Amelia Safitri
Ahmad Zakky Miftahul R A
Anatus Sholikhah
Angga Setiya Firmansyah
Bina Korenina
Dhimas Aulia Rochman
Enggar Prylia Jingga A
Ervi Adkha Yanti
Feda Muktama
Firdho Ainur Rofiq
Hafidz Ilham Febriansyah
Hernaya Prabandani
Icha Alviana
Imelda Putri Farazilla
JUMLAH
RATA-RATA
NILAI TERTINGGI
NILAI TERENDAH
Mengetahui,
Supervisor 2

2.8
3.1
3.7
2.6
2.9
3.4
2.7
3.1
3.6
2.7
2.9
3.5
3.04
3.3
3.6
2.8
3.04
3.3
2.8
2.9
3.04
3.4
3.7
4
2.9
3.1
3.7
2.6
2.8
2.9
3.1
3.5
4
3.3
3.6
4
2.7
2.9
3.5
3.3
4
4
3.4
4
4
2.6
2.9
3.2
46.7
51.7
57.4
2.9
3.2
3.6
3.4
4
4
2.6
2.8
2.9
Penambuhan, 13 Oktober 2014
Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001

Rani Hermawati, S.Pd


NIM 825232359

Lampiran 8
REKAPITULASI NILAI MOTIVASI BELAJAR SISWA
Sekolah Dasar

: SDN 01 PENAMBUHAN

Tema / subtema : 3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP /


2. Keberagaman Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4
Indikator

: 3.1.1

Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan

pengurangan pecahan berpenyebut berbeda


Kelas
NO

: IVa (empat)
NAMA SISWA

PRA SIKLUS

SIKLUS 1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

FATUR ROCHMAN AFANDI


2.6
2.7
AHMAD WISNU WARDANA
2.4
2.6
WINDA AMELIA SAFITRI
3.0
3.4
AHMAD ZAKKY MIFTAHUL R A
2.7
3.2
ANATUS SHOLIKHAH
2.6
3.0
ANGGA SETIYA FIRMANSYAH
2.7
3.1
BINA KORENINA
2.4
2.5
DHIMAS AULIA ROCHMAN
3.1
3.7
ENGGAR PRYLIA JINGGA A
2.5
2.9
ERVI ADKHA YANTI
2.4
2.5
FEDA MUKTAMA
3.0
3.7
FIRDHO AINUR ROFIQ
3.0
3.7
HAFIDZ ILHAM FEBRIANSYAH
2.9
3.4
HERNAYA PRABANDANI
3.0
3.2
ICHA ALVIANA
3.1
3.3
IMELDA PUTRI FARAZILLA
2.8
3.2
JUMLAH
44.4
50.1
RATA-RATA
2.8
3.1
NILAI TERTINGGI
3.1
3.7
NILAI TERENDAH
2.4
2.5
Mengetahui,
Penambuhan, 13 Oktober 2014
Supervisor 2
Mahasiswa

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001

Rani Hermawati, S.Pd


NIM 825232359

SIKLUS 2

3.5
3.4
3.6
3.4
3.3
3.4
2.7
3.7
3.2
2.6
3.7
3.7
3.6
3.5
3.6
3.5
54.4
3.4
3.7
2.6

Lampiran 9
ANGKET MOTIVASI BELAJAR SISWA
Nama SIswa :
Kelas

SD

NO

NILAI SIKAP

AKTIVITAS
1

1.

Siswa datang tepat waktu

2.

Siswa antusias dalam mengikuti pelajaran

3.

Siswa berperan aktif di kelas

4.

Siswa memperhatikan penjelasan guru

5.

Siswa semangat dalam kegiatan diskusi

6.

Kerja sama dalam diskusi

7.

9.

Siswa mengajukan pertanyaan yang


berhubungan dengan materi
Siswa menjawab pertanyaan dari guru,
baik secara klasikal maupun individual
Kemauan siswa dalam mengerjakan PR

10.

Siswa mengerjakan tugas tepat waktu

8.

NILAI

Keterangan:
1: kurang baik
2: cukup baik
3: baik
4: sangat baik

JUMLAH
4

Lampiran 10
JURNAL PEMBIMBINGAN SUPERVISOR 2 PKP
NIM/Nama Mahasiswa

: 825232359 / RANI HERMAWATI, S.Pd

Mengajar di Kelas

: IVa (Empat)

Mata Pelajaran

: MATEMATIKA

Sekolah

: SD Negeri Penambuhan, Margorejo, Pati


Hari/

No

Hasil/
Kegiatan

tanggal
1

Kamis,
18/9/2014

Paraf
Tindak Lanjut

Komentar

Mhs

Pelaksanaan
pembelajaran
pra siklus,
refleksi,
perencanaan
perbaikan
siklus I.

-Menganalisis
kesulitan
pembelajaran.

-Penyempurnaan
RPP pra siklus

-Tujuan perbaikan -Penyempurnaan


pembelajaran
penyusunan
difokuskan pada
RPP siklus I
permasalahan
pembelajaran

- Perhatian siswa
kurang terfokus
pada pembelajaran.

Senin,
22/9/2014

-Diskusi RPP
perbaikan
pembelajaran
siklus I

Kamis,
25/9/2014

Pelaksanaan -Tingkatkan
pembelajaran keaktifan dan
siklus I
antusias siswa
melalui kerja
kelompok

Senin,
Mendiskusikan Komponen RPP
9/10/2014 RPP perbaikan siklus II sama
pembelajaran
dengan siklus I
tematik siklus
II

Penyempurnaan
penyususnan
RPP siklus II

Senin,

-Menganalisis
hasil

Pelaksanaan
perbaikan

-Anak terlibat
aktif dan sangat

Penyempurnaan
RPP siklus I

Sup.2

13/10/2014 pembelajaran
siklus II

antusias dalam
pembelajaran

pelaksanaan
pembelajaran

-Pelaksanaan
pembelajaran
baik, sesuai
tujuan

-Perbaikan
pembelajaran
cukup sampai
siklus II

-Hasil belajar
siswa sudah baik

Mengetahui,

Pati, 13 Oktober 2014

Supervisor 1

Supervisor 2

Mulyadi Slamet Widodo, M.Pd


NIP 195801081981121001
HP 08156656999

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001
HP 085641703003

Lampiran 11
LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS 1
Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester : IVa/I
Tema / subtema :3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP/2. Keberagaman
Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4
Indikator

:3.1.1Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan


pengurangan pecahan berpenyebut berbeda.

No

Aspek yang diamati

Kemunculan
Ya

Guru
Menyiapkan pesera didik secara
psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran.
Mengkondisikan siswa untuk siap
belajar

Membuka pelajaran dengan


memotivasi siswa

Memberikan apersepsi
Menjelaskan Tujuan Pembelajaran/
Kompetensi Dasar

V
V

Memberikan kesempatan pada


siswa untuk bertanya.
Memberi kesempatan siswa untuk
diskusi kelompok

Mengadakan evaluasi

Komentar

Tidak
Baik sudah terlihat

Berikan teguran kepada anak


yang masih bermain,bisa
dengan bernyanyi.
Memotivasi dapat
memberikan reward bagi
siswa yang memperoleh nilai
bagus di akhir pelajaran
Berhubungan dengan materi.
Penjelasan baik, batasi anak
yang akan mencoba
mengerjakan agar suasana
tidak ramai.
Anak belum banyak yang
bertanya.
Anak masih bermain perlu
pantauan dan bimbingan agar
ikut aktif.
Evaluasi sudah sesuai materi

Siswa
Siswa tertarik pada pelajaran

V
V

Siswa menjawab pertanyaan yang


ditujukan secara individu maupun
klasikal.
Siswa aktif berdiskusi kelompok
Siswa menyelesaikansoal yang
diberikan guru tepat waktu.

Siswa mengajukan pertanyaan yang


berhubungan dengan materi

Interaksi guru dan siswa.


Ketuntasan materi

Suasana pembelajaran menjadi


2 aktif dan menyenangkan
3

Target tercapai
Jumlah

Belum banyak siswa yang


aktif maju di depan kelas.
Belum banyak siswa
menjawab

Masih perlu perhatian agar


semua aktif berdiskusi.
Masih ada beberapa anak
yang waktunya lebih 10
menit.
Walaupun baru beberapa
anak yang bertanya
seandainya ada pertanyaan
yang sama juga perlu
ditanggapi

Perlu banyak latihan melalui


PR
Koordinasikan dengan baik
anak yang ingin mengerjakan
soal di depan.
Target perlu ditingkatkan lagi

V
100% 0 %

Kesan Umum :
Pembelajaran sudah lancar, baik , menyenangkan.Tingkatkan lagi dengan
banyak memberi latihan agar hasil menjadi lebih baik.
Supervisor 2

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001
HP 085641703003

Lampiran 12
LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS 2

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester : IVa/I
Tema / subtema :3. PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP/2. Keberagaman
Makhluk Hidup d i Lingkunganku / PB 4
Indikator

:3.1.1Menemukan hasil operasi hitung penjumlahan dan


pengurangan pecahan berpenyebut berbeda.

No

Aspek yang diamati

Kemunculan
Ya

Guru
Menyiapkan pesera didik secara
psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran.
Mengkondisikan siswa untuk siap
belajar.
Membuka pelajaran dengan
memotivasi siswa
Memberikan apersepsi.

Komentar

Tidak

Baik sudah terlihat

Siswa siap belajar.

Baik, sudah terlihat.

Berhubungan dengan materi

Menjelaskan Tujuan
Pembelajaran/ Kompetensi Dasar

Memberikan kesempatan pada


siswa untuk bertanya.

Memberi kesempatan siswa untuk


diskusi kelompok
Mengadakan evaluasi

Penjelasan baik,siswa
mendengarkan dengan baik
(tidak ramai)
Siswa banyak yang bertanya
sebagai interaksi (siswa
aktif).
Siswa berdiskusi dengan baik.

Evaluasi sudah sesuai materi

Siswa
Siswa tertarik pada pelajaran

Banyak siswa yang aktif maju

2
3
4
5

4
5

Siswa menjawab pertanyaan yang


ditujukan secara individu maupun
klasikal
Siswa aktif berdiskusi kelompok

Siswa menyelesaikan soal yang


diberikan guru tepat waktu.
Siswa mengajukan pertanyaan
yang berhubungan dengan materi

Interaksi guru dan siswa


1 Ketuntasan materi

Siswa sudah aktif berdiskusi,


namun masih perlu pantauan.
Masih ada 1 anak yang
tertinggal
Banyak siswa tertarik,
sehingga banyak yang
bertanya

Suasana pembelajaran menjadi


2 aktif dan menyenangkan

3 Target tercapai

Jumlah

di depan kelas.
Banyak siswa menjawab
pertanyaan.

100%

Latihan dan PR sangat


membantu.
Sudah terkoordinasi anak-anak
yang ingin bertanaya dan
mengerjakan tugas di depan
kelas.
Sudah ada peningkatan walau
belum memenuhi target 100%
0%

Kesan Umum :
Pembelajaran sudah lancar, baik , dan menyenangkan. Siswa aktif dalam
berdiskusi. Tingkatkan lagi dengan banyak memberi remidi, latihan dan perhatian
pada anak-anak yang nilainya masih kurang agar memperoleh hasil yang lebih
baik.

Supervisor 2

Siti Rukayah, S.Pd.SD


NIP 19620502 198709 2 001
HP 085641703003

Lampiran 13

FOTO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Guru menerangkan secara klasikal penjumlahan pecahan berpenyebut beda