Anda di halaman 1dari 4

WINDA SETYOWULAN

030.09.269
FK TRISAKTI

DISASTER PLAN
Skenario : Gunung Merapi Meletus pada Tahun 2010
Rekayasa Kasus
Geografi

Indonesia

didominasi

oleh

gunung

api

yang

terbentuk

akibat

zona

subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Gunung berapi terbanyak
terletak di pulau jawa yaitu sebanyak 45 gunung berapi aktif. Gunung merapi, gunung
Semeru dan Gunung Kelud merupakan tiga gunung yang paling aktif di pulau jawa.
Gunung kelud berada di provinsi Jawa Timur. Gunung berapi ini termasuk dalam tipe
stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Gunung kelud memiliki ketinggian 1.731
meter diatas permukaan laut dan terletak di ordinat 7 55 48 LS dan 112 18 29 BT.
Gunung tersebut dikelilingi oleh 3 kabupaten antara lain, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar
dan Kabupaten Malang.
Kabupaten Kediri memiliki penduduk yang berjumlah 1.420.643 jiwa pada tahun 2011
menurut Departemen Dalam Negeri, kabupaten Kediri memiliki luas 963,21 km 2. Kabupaten
Blitar memiliki penduduk yang berjumlah 1.126.151 jiwa terdiri dari laki laki 564.202 jiwa
dan perempuan 561.949 jiwa pada tahun 2012 menurut Badan Pusat Statistik Nasional,
kabupaten Blitar memiliki luas 1.588,79 km2. Kabupaten Malang memiliki penduduk yang
berjumlah 2,342,983 jiwa pada tahun 2013 menurut Departemen Dalam Negeri, kabupaten
Malang memiliki luas 3.530,65 km2.
Pada tahun 2014 terjadi letusan yang cukup besar dari gunung Kelud. Letusan tersebut terjadi
pada tanggal 13 Februari 2014 pada pukul 22.50 WIB. Letusan tersebut menimbulkan 7
korban tewas akibat peristiwa ikutan berupa tertimpa bangunan serta penyakit yang
disebabkan oleh abu vulkanik dan bukan akibat dari letusan langsung gunung tersebut.
Penduduk yang tewas seluruhnya berusia diatas 60 tahun. Dampak berupa abu vulkanik pada
tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan telah mencapai Kabupaten Ponorogo. Di

Yogyakarta, teramati hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat.
Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2
cm. Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah
mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Di daerah
Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya
sekitar 3-5 meter karena turunnya abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud tersebut sehingga
banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan.
Hazard Mapping

Vulnerability

Fisik
Lokasi perumahan warga yang dekat dengan kawah gunung kelud yang merupakan
lokasi yang berbahaya, terdapat banyak bangunan yang sudah mulai rapuh, terdapat
banyak lahan pertanian dan perkebunan serta peternakan. Selain itu terdapat juga lansia

dan anak anak.


Sosial

Institusi lokal yang bergerak di bidang penanggulangan terhadap bencana yang kurang
memadai dan tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar rendah serta
banyaknya populasi penduduk di sekitar gunung Kelud.
Ekonomi
Tingkat pendapatan yang rendah.
Teknologi
Teknologi komunikasi antar masyarakat yang masih tergolong rendah untuk
memperingatkan adanya tanda bahaya gunung meletus.
Capacity
Kapasitas yang dimiliki oleh institusi dan masyrakat yang tinggal di gunung kelud dalam
menghadapai ancaman gunung meletus antara lain :

Terdapatnya seismometer dan tiltmeter yang digunakan untuk merekam aktivitas gunung

Kelud.
Tingkat gotong royong masyarakat tinggi dalam menghadapi bencana.
Institusi yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana bekerja secara cepat.
Terdapatnya tempat pengungsian untuk para korban gunung meletus.

Rencana Penanggulangan Bencana Gunung Meletus


Pencegahan
Memberikan himbauan dan memberi penjelasan mengenai tindakan yang harus dilakukan

apabila terjadi letusan gunung Kelud kepada masyarakat di sekitar gunung Kelud.
Kesiagaan
Memperkiran kebutuhan-kebutuhan yang harus ada dalam keadaan darurat misalnya

sumber makanan dan minuman, obat-obatan, pakaian, tempat mengungsi serta air bersih
Penanganan darurat
Menyelamatkan jiwa terlebih dahulu dan selanjutnya menangani gangguan kerusakan dan

dampak lain akibat meletusnya gunung Kelud


Pemulihan
o Rehabilitasi : membuat tempat pengungsian sementara selama rumah penduduk belum
aman dari ancaman gunung meletus.
o Rekonstruksi : pembangunan kembali bangunan atau infrastruktur yang rusak akibat

gunung meletus
Mitigasi
Lahan desa ditata kembali

Rencana Penanggulangan Kesehatan Bencana Gunung Meletus di PUSKESMAS

Bekerjasama dengan Tim SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mahasiswa


kedokteran, tim medis, warga, maupun relawan untuk mengevakuasi korban-korban

bencana dan menenentukan bendera hijau, kuning, merah, maupun hitam


Menunjuk pemimpin komando di PUSKESMAS
Memastikan PUSKESMAS aman sebagai sentra pelayanan kesehatan pasca bencana

gunung meletus
Menentukan tempat yang aman untuk pengungsian misal: sekolah, masjid, balai desa
Membuat jalur dan lokasi evakuasi bencana
Mengumpulkan obat-obatan dan alat-alat medis penunjang dan meminta bantuan dinas

kesehatan setempat bila ada obat-obatan atau alat penunjang yang kurang
Meminta bantuan dari mantri-mantri desa dan bidan-bidan desa untuk membantu

PUSKESMAS
Membagi ruangan/tempat khusus di PUSKESMAS untuk pasien-pasien berdasarkan

prioritas
Membuat papan informasi di depan puskesmas berisi tentang data korban yang berada di
puskesmas sebagai sumber informasi untuk keluarga/masyarakat