Anda di halaman 1dari 23

RCA untuk

Mengidentifikasi
Masalah Penyebab
Kegagalan Turbin
Kelompok 5:
Adam Perkasa
Joni Suroso
Mayang Delima

I. PENDAHULUAN
RCA: metode yang digunakan untuk mengatasi masalah
atau ketidaksesuaian, untuk menemukan akar penyebab
masalah
Digunakan untuk memperbaiki atau menghilangkan
penyebabnya, dan mencegah masalah terjadi secara
berulang
Merupakan perusahaan petrokimia yg mengggunakan
tenaga uap sebagai sumber tenaga selain dari tenaga
listrik
Perusahaan ini membutuhkan uap tambahan sebagai
turbin utama di pabrik sekitar, namun pompa trubodriven menunjukkan getaran abnormal
Semua pabrik kekurangan uap dan listrik sehingga terjadi
penurunan output yang menyebabkan kerugian produksi
sebagai akibat dari rusaknya pompa turbo driven

II. DESKRIPSI MASALAH


Divisi petrokimia memiliki:
a. 3 boiler (151,116 ton uap/jam)
b. 3 pakan pompa turbo-driven dan 2 pakan pompa
motor-driven untuk memfasilitasi pasokan uap ke
trubin primer
. Kapasitas pabrik 16 MW digunakan ketika ada
kekurangan daya dari catu papan listrik
. 15MW listrik butuh 129 ton uap/jam
. Kondisi normal -> 2 boiler (110,227 ton uap /jam)
. Penggunaan sehari-hari (operasi normal) 8MW
butuh 96,5 ton uap/jam -> 1 trubo-driven dan 1
motor-driven

Apabila terjadi kegagalan daya atau pabrik


terdekat perlu tambahan uap, semua pompa
turbo-driven akan digunakan sehingga semua
pompa harus berfungsi dengan baik untuk
menghindari penurunan output
Tahapan impuls turbin uap digunakan untuk
menjalankan pompa
Turbin memiliki 2 baris pisau gerak dan 1 baris
pisau tetap

Turbin dilengkapi dengan katup darurat dan katup


pengaturan yg terpisah
Pembukaan katup pengaturan dikendalikan oleh seorang
operator.
Masalah dengan pompa adalah getaran yang abnormal dan
harus dimatikan untuk pemeriksaan
Getaran diamati di sisi penutup turbin, yang berarti ada
kesalahan di sisi turbin. Oleh karena penutup itu disingkirkan.
Masalah terdeteksi:
a. Material removal dari permukaan poros karena getaran tinggi
b. Cincin karbon patah
c. Karat pada bilah turbin
d. Deposisi partikel karat pada permukaan impeller
menyebabkan ketidakseimbangan dan getaran
e. Partikel karat terdapat dalam minyak pelumas

III. METODOLOGI
Gejala didefinisikan sebagai tanda khas atau
indikasi adanya situasi yang tidak diinginkan atau
gangguan secara fisik
Dalam pendekatan berbasis symptom/gejala,
langkah pertama adalah pengumpulan data
berdasarkan gejala utama
Gejala utama yang diidentifikasi adalah getaran
yang abnormal
Dilakukan Brainstorming untuk mengidentifikasi
jenis kegagalan dan akar penyebabnya

Hasil brainstorming:
Masalah yg teridentifikasi:
a. Kegagalan prematur dari jurnal bearing liner
b. Material removal dari permukaan poros
c. Soft foot pada sisi pompa
d. Ketidakseimbangan karena adanya partikel asing
e. Penuaan dari berbagai parts dalam perakitan
turbin
f. Kurangnya tenaga kerja terampil
g. Kurangnya peralatan yang tepat untuk melakukan
pemeliharaan
h. Kurangnya bahan baku karena dana tidak
mencukupi

Diagram Sebab Akibat Kegagalan


Turbin

Data Pendukung

Diagram Pareto: getaran dan ketidakseimbangan


bersama-sama memberikan kontribusi sebesar
66,94% dari masalah.

Diagram Sebab Akibat Masalah


Getaran dan Ketidakseimbangan

Diagram Pareto: Pembentukan karat pada


poros, pisau berkarat dan deposisi partikel
asing bersama-sama memberikan
kontribusi sebesar 83,54% dari masalah

Partikel asing yang ditemukan akan menjadi


partikel karat
Partikel karat ini diendapkan pada permukaan
poros dan pisau menyebabkan keseimbangan
yang tidak tepat dan getaran berat yang
menyebabkan kegagalan pada berbagai parts
turbin
Deposisi kelembaban adalah alasan utama yang
menyebabkan pembentukan karat.

IV. HASIL DAN


PEMBAHASAN
Berikut beberapa solusi yang mungkin terhadap permasalahan
yang muncul :
1. Alternatif karbon ring box
Merupakan sebuah labirin kelenjar karbon yg mana adalah
sebuah model hybrid berisikan design labirin yg
menggunakana cincin karbon.
Design labirin untuk turbin berkecepatan dan bertemperatur
tinggi.
Menggabungkan design labirin dengan segel cincin karbon
menjamin penyegelan terlaksana dg tepat
Pemasangan dan start-up awal selama 10 hari.
Pemasangan tidak mungkin terlaksana ; it is not economical
and practical
Pada layout turbin saat ini tidak memungkinkan untuk
melakukan penggantian design baru carbon gland.
Will cost more than just replacing the ring every time

2. Alternatif duri sambungan cincin karbon


Cincin baji
Dapat didesain berdasarkan spesifikasi batang dan
kelenjar kotak.
Improve efisiensi penyegelan

technical feasibility
Tipe cincin baji mudah ditemukan di pasar. Berikut
perbandingan spesifikasi teknis kedua alternatif
daaan diusulkan cincin karbon tipe baji

economic feasibility
1. Alternatif labirin karbon kotak kelenjar
o cost Rs. 19.00.530/- approximatemately. Termasuk
biaya pemasangan dan upah[6].
o 10 % lebih besar dari kotak kelenjar cincin karbon.
o Pemasangan 20 25 hari. Karena seluruh layout
harus diganti untuk mengakomodasi labirin kotak
kelenjar.
o Annual Company lose more than 15 days of
shutdown.
o Berdasarkan kondisi ekonomi perusahaan saat ini,
15 hari shutdown tidak mungkin dilakukan
o Not economical feasible

2. Alternatif wedge carbon ring


o Cost Rs. 320/piece [7]
o 8-10 hari installasi
o Maintenance shutdownd 8-10 days

Alternatif wedge carbon ring


kerugian terhadap penggunanaan tipe duri cincin karbon
Biaya 1 buah cincin karbon = Rs. 120
Jumlah cincin karbon = 8 Nos
Jumlah turbo-driven pump = 3 Nos
Total biaya pergantian cincin karbon per tahun
= Rs.
120 x 8 x 3
= Rs. 2880/Kehilangan karena kegagalan turbin
= Rs. 19.25,280/Biaya perbaikan turbin per tahun
= Rs. 1.21.667,4
Biaya manufaktur dan operator = Rs. 1.30,247/Total kerugian karena kegagalan turbin per tahun = Rs.
21.77.194,40

Keuntungan mengganti sambungan duri cincin karbon dengan baji cincin


karbon :
Biaya modifikasi ( termasuk upah) =Rs. 2482
Total biaya baji cincin karbon = Rs. 320 x 8
= Rs. 2560
cost of single seal housing = Rs. 14,800
Number of seal housing
=2
Total cost of implementing seal hosuing = Rs. 14,800 x 2
= Rs. 29,600
Labour charge
= Rs. 11,450
Cost of installation in one turbo-driven pump
= 2482 + 2560 + 29,600
+ 11,450
= Rs. 46,092
Total cost of implementation ( pada 3 turbo driven pump) = 3 x Rs. 46,092
= Rs. 1.38,276/Kenaikan keuntungan selama masa implementasi
= 21.77.194,40 1.38,276
= Rs. 20.38.918,40/-

V. KESIMPULAN
Prinsip RCA sukses mengidentifikasi masalah
penyebab kegagalan sebuah turbo-driven pump di
perusahaan petrokimia.
Pareto chart dan cause and effect diagram telah
digunakan.
Rekomendasi juga diberikan untuk mengeliminasi
akar penyebab kegagalan yang teridentifikasi.
Feasibility study dapat digunakan untuk
mengidentifikasi kelayakan rekomendasi.

TERIMAKASIH