Anda di halaman 1dari 22

TUGAS MANDIRI BLOK ENDOKRIN DAN METABOLISME

SINDROMA METABOLIK

KELOMPOK A-11
KETUA
SEKRETARIS:
ANGGOTA

:
INDAH NUR PERMATA
(1102011125)
AISYAH KHALDA
(1102011016)
:
ANISA RAHMAYATI
(1102010025)
ANNISHA KARTIKA
(1102010029)
ANNISA EKA NOVA
(1102011032)
ANNISA RIZKI UTAMI
(1102011037)
ARIEF RACHMAN
(1102011044)
ATHAYA MARWAH VEDITA
(1102011049)
GALUH ANINDYA
(1102011111)

FAKULTAS KEDOKTERAN - UNIVERSITAS YARSI


2013-2014
SINDROMA METABOLIK
Tn. B, 26 tahun, karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin
meningkat sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah bila bekerja.
Karena pekerjaan yang mengharuskannya sering berpergian, maka ia lebih sering
makan di luar rumah dan hampir tidak pernah berolahraga. Saat ini ia berobat ke

dokter keluarga karena mendapat informasi dari internet bahwa gemuk dapat
mengakibatkan gangguan kesehatan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Satatus
antropometri didapatkan berat badan 95kg, tinggi badan 175cm, dan indeks massa
tubuh (IMT) 31 kg/m2., lingkar perut 112 cm. Tidak didapatkan kelainan pada
jantung, paru ataupun abdomen. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan
laboratorium karena menduga bahwa pasien tersebut sudah menderita sindroma
metabolik.
Saat kunjungan kedua, Tn. A sudah membawa hasil laboratorium yang
memperlihatkan kadar glukosa darah puasa 116 mg/dl, 2 jam setelah makan 165
mg/dl, kolestrol total 226 mg/dl, kolestrol LDL 138 MG/DL, kolestrol HDL 36
mg/dl, trigliserida 180 mg/dl dan asam urat 7,8 mg/dl.
Melihat kondisi tersebut, maka dokter memberikan edukasi tentang
perencanaan makan dan jenis olahraga yang sesuai.

SASARAN BELAJAR
1. Memberikan Edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolic
1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolic
1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolic
1.3 Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolic
1.4 Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistic sindroma metabolic

2. Memberikan Edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien sindroma


metabolic
2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia
berat badan, tinggi badan, aktivitas fisikdan factor stress, dengan metoda
Broca dan Harris Benedict
2.2 Menjelaskan persentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein, lemak,
dan menterjemahkan dalam bentuk gram
2.3 Menjelaskan gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan makanan
menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan Penukar (DKBM)
2.4 Menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari
2.5 Menjelaskan cara menysusn menu sepanjang hari
3. Memberikan Edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolic
3.1 Menjelaskan manfat olahraga pada pasien sindroma metabolic (berdasarkan
biokimia dan fisiologi tubuh manusia)
3.2 Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma
metabolic
4. Memberikan Edukasi tentang ajaran Islam perihal makanan yang halal dan baik
4.1 Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram
4.2 Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai ajaran
islam
5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu,
termasuk makan besar dan selingan

1. Memberikan Edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolic


1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolic
Definisi
Sindroma metabolik adalah sekumpulan kelainan metabolisme yang
berhubungan dengan resistensi insulin termasuk hipertensi, obesitas,
hiperinsulinemia, hipertrigliseridemia dan HDL yang rendah.

Sindroma metabolik adalah kumpulan kelainan metabolik berupa obesitas,


resistensi insulin, dislipidemia dan hipertensi.
Etiologi
Belum diketahui, sebagian besar diakibatkan interaksi antara obesitas
sentral dengan resistensi insulin. Diduga faktor-faktor lain yang juga ikut
berperan adalah sebagai berikut :
Genetik, penuaan, perubahan hormonal (hipofisis-adrenal)
1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolic

1. Obesitas sentral
Studi menunjukkan bahwa obesitas sentral digambarkan oleh ukuran
lingkar perut , lingkar perut menggambarkan baik jaringan adiposa
subkutan dan visceral. Semakin besar lingkar badan semakin banyak juga
jaringan adiposa visceralnya, lemak visceral berhubungan dengan resiko
kardiovaskular dan komplikasi metabolik. Resiko kardiovaskular pada
obesitas meningkat namun ada keterlibatan variasi faktor genetik misalnya
seseorang dengan obesitas dapat tidak berkembang mnjadi resistensi
insulin dan sebaliknya resistensi insulin dapat terjadi pada seseorang tanpa
obesitas.
Namun hal ini masih menjadi perdebatan karena jaringan adiposa
merupakan sebuah organ endokrin yang aktif mensekresi berbagai faktor
pro dan anti inflamasi seperti leptin, adiponektin, TNF , IL- 6 dan
resistin. Pada keadaan DM tipe 2 ada penurunan konsentrasi adiponektin,
senyawa ini mempunyai efek antiaterogenik.

2. Resistensi Insulin
Resistensi insulin merupakan menyebab utama dan yang mendasari
sindrom metabolik, tetapi sejauh ini belo disepakati pengukuran yang ideal
dan yang disepakati untuk resistensi insulin. Pada pemeriksaan glukosa
plasma puasa tidak ideal karena gangguan toleransi glukosa hanya terjadi
pada 10% kasus sindroma metabolik.pengukuran HOMA (Homeostatis

Model Asessment) dan QUICKI (Quantitative Insulin Sensitivity


dibuktikan dapat berhubungan erat dengan pemeriksaan standard sehingga
dapat disarakankan untuk mengukur resistensi insulin.
3. Dislipidemia
Peningkatan trigliserida dan penurunan HDL merupakan dislipidemia
yang khas pada sindroma metabolik,kolesterol LDL biasanya normal
namun sedikit mengalami perubahan struktur berupa peningkatan small
dense LDL. Ini merupakan dampak dari peningkatan asam lemak bebas
yang masuk kedalam hati sehingga produksi trigliserida meningkat.
Namun peningkatan trigliserida ini bersifat multifaktoral, mekanisme lain
terjadinya penurunan HDL adalah dengan adanya gangguan masukan lipid
post prandial pada resistensi insulin sehingga Apo A-1 sintesisnya
terganggu yang mengakibatkan penurunal kolesterol HDL. Pada kondoso
resistensi insulin juga dapat berpengaruh pada struktur profil lipid.
4. Peran sistem imun
Inflamasi subklinik kronik juga merupakan bagian dari sindrom
metabolik. marker inflamasi berperan pada progresivitas DM dan
komplikasi kardiovaskular. CRP dapat menjadi data prognosis tambahan
tentang keparahan pada subyek wanita sehat dengan sindrom metabolik.
5. Hipertensi
Resistensi insulin juga berperan pada phatogenesis hipertensi. Insulin
merangsang saraf simpatis meningkatkan reabsorbsi natrium ginjal,
mempengaruhi transport kation dan mengakibatkan hipertrofi sel otot
polos pembuluh darah. Pada pemberian infus insulin akut dapat
menyebabkan hipotensi akibat vasodilatasi. Hipertensi ini diakibatkan oleh
ketidakseimbangan antara efek pressor dan efek depressor.
1.3 Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolic
Penyakit-penyakit yang menyertai sindrom metabolik
Penyakit kardiovaskular
Risiko relatif untuk onset baru CVD pada pasien dengan sindrom
metabolik, pada pasien tanpa diabetes, rata-rata antara 1,5 dan tiga kali lipat 3.
Dalam sebuah 8-tahun tindak-lanjut dari laki-laki setengah baya dan wanita di
Framingham Offspring Study (FOS), risiko penduduk yang timbul pada pasien
dengan sindrom metabolik untuk mengembangkan CVD adalah 34% pada pria
dan 16% pada wanita. Dalam studi yang sama, baik sindrom metabolik dan
diabetes stroke iskemik diprediksi dengan risiko lebih besar untuk pasien
dengan sindrom metabolik daripada untuk diabetes sendiri (19% vs 7%),
khususnya pada wanita (27% vs 5%). Pasien dengan sindrom metabolik juga
pada peningkatan risiko untuk penyakit pembuluh darah perifer.
Diabetes mellitus type 2
Secara keseluruhan, resiko diabetes tipe 2 pada pasien dengan sindrom
metabolik adalah meningkat tiga sampai lima kali lipat3. Dalam FOS's 8-tahun
tindak-lanjut dari laki-laki setengah baya dan wanita, resiko populasi yang
timbul untuk mengembangkan diabetes tipe 2 62% pada pria dan 47% pada
wanita.

Keadaan-keadaan lain yang menyertai sindrom metabolik


Selain fitur-fitur khusus yang terkait dengan sindrom metabolik,
resistensi insulin disertai dengan perubahan metabolisme lainnya. Ini termasuk
peningkatan apoB dan C III, asam urat, faktor protrombotik (fibrinogen,
plasminogen activator inhibitor 1), viskositas serum, dimethylarginine
asimetris, homosistein, jumlah sel darah putih, sitokin pro-inflamasi, CRP,
mikroalbuminuria, penyakit hati berlemak nonalkohol ( NAFLD) dan / atau
steatohepatitis alkohol (NASH), penyakit ovarium polikistik (PCOS), dan
apnea tidur obstruktif (OSA).
Nonalkoholik fatty liver disease
Fatty liver adalah relatif umum. Namun, dalam NASH, akumulasi
trigliserida baik dan hidup berdampingan peradangan. NASH kini hadir di 23% dari populasi di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Sebagai
prevalensi kelebihan berat badan / obesitas dan peningkatan sindrom
metabolik, NASH dapat menjadi salah satu penyebab lebih sering dari
penyakit hati stadium akhir dan karsinoma hepatoseluler.
Hiperurisemia
Hyperuricemia mencerminkan defek
reabsorpsi tubular ginjal asam urat, sedangkan
asimetris, penghambat endogen oksida nitrat
disfungsi endotel. Mikroalbuminuria juga bisa
endotel diubah pada keadaan resisten insulin.

dalam aksi insulin pada


peningkatan dimethylarginine
sintase, berhubungan dengan
disebabkan oleh patofisiologi

Sindrom ovarium polikistik


PCOS sangat berhubungan dengan sindrom metabolik, dengan
prevalensi antara 40 dan 50%. Wanita dengan PCOS yang 2-4 kali lebih
mungkin untuk memiliki sindrom metabolik dibandingkan dengan wanita
tanpa PCOS.
Obstructive Sleep Apnea
OSA umumnya terkait dengan obesitas, hipertensi, meningkatkan
sirkulasi sitokin, IGT, dan resistensi insulin. Dengan asosiasi, maka tidak
mengherankan bahwa sindrom metabolik sering hadir. Apalagi bila biomarker
resistensi insulin dibandingkan antara pasien dengan OSA dan-berat kontrol
cocok, resistensi insulin lebih parah pada pasien dengan OSA. tekanan udara
Continuous positif (CPAP) pengobatan pada pasien OSA meningkatkan
sensitivitas insulin.
1.4 Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistic sindroma metabolic
1. Perubahan pola hidup, ditujukan untuk penurunan berat badan dan
peningkatan aktivitas jasmani (olah raga)

Penurunan berat badan, penurunan berat badan 5 7 kg dilaporkan dapat


menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol total, dan menurunkan
prosentase lemak terhadap berat badan. Dianjurkan penurunan sebesar
10% dalam 6 bulan pertama.

Untuk pasien dengan IMT 27 29,9 kg/m2 yang disertai ko-morbid, dan
IMT > 30 kg/m2 mungkin memerlukan tambahan obat. Obat yang
dianjurkan adalah yang menekan nafsu makan dan menghambat absorpsi
nutrient. Sibutramin dan orlistat bisa diberikan sebagai obat tunggal.

Olah raga, olah raga selama 30 menit, 5 kali/minggu dapat meningkatkan


eksehatan secara umum. Olah raga juga bisa dilakukan 3 kali seminggu,
yang tidak dilakukan secara berturutan.

2. Penurunan tekanan darah, penurunan tekanan darah dilakukan sesuai


target yang akan dicapai, dilakukan dengan perubahan gaya hidup terlebih
dahulu, jika tidak bisa baru diberikan obat-obat anti hipertensi sesuai dengan
guideline yang telah ada. Pada penderita diabetes sasaran tekanan darah
adalah 130/80 mmHg.
3. Trigliserida dan HDL-kolesterol. Strategi untuk menurunkan kadar
trigliserida dan menaikkan kadar HDL-kolesterol meliputi (1) meningkatkan
aktivitas jasmani; (2) membatasi masukan lemak dan alkohol; (3) batasi
karbohidrat dan gula murni; dan (4) hentikan merokok.
4. Gangguan toleransi glukosa. Pasien dengan gangguan toleransi glukosa
(kadar glukosa plasma puasa 110 125 mg/dL) memiliki risiko untuk
mengalami diabetes, penyakit kardiovaskular dan sindroma metabolik. Tetapi
upaya terapi sebelum timbulnya diabetes belum disepakati.
2. Memberikan Edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien
sindroma metabolic
2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin,
usia berat badan, tinggi badan, aktivitas fisikdan factor stress, dengan
metoda Broca dan Harris Benedict
CARA BROCA
1. Mengetahui Tinggi Badan (TB) anda
2. Mendetahui Berat Badan (BB) anda
Contoh: Laki-laki. TB = 175cm BB = 95kg
3. Mengetahui Berat Badan Idaman (BBI) anda
BBI = (TB 100) 10%
Bila pendek:
Pria TB < 160cm, wanita < 150cm tak perlu dikurangi 10%
Sehingga BBI = (TB 100)
Pada contoh TB tidak <160 cm sehingga
BBI = (175 100) 10% = 67,5 kg dibulatkan 67 kg
4. Mengetahui Berat Badan Normal (BBN) anda
BBN = BBI 10%
Bila BBI 67,5 kg, maka BBN = 67,5 kg 10%, jadi antara 60,75 kg
83,25 kg
5. Mengetahui status gizi anda
BB Normal = BBI 10%
Kurus bila < BB normal

Gemuk bila > BB normal


Bila BB 95 kg dan BBN antara 60,75 kg 83,25 kg, berarti GEMUK

6. Mengetahui berapa kebutuhan kalori per kg BB Idaman


Dengan mengetahui status gizi anda (normal, kurus, atau gemuk) dan
aktivitas anda, dari tabel berikut ini dapat dikeetahui kebutuhan kalori per
kg BBI
Jenis aktivitas
Ringan
Pegawai kantor
Pegawai toko
Guru
Sopir
Sekertaris
Aktivitas
Gemuk
Normal
Kurus

Sedang
Mahasiswa
Pegawai industri
ringan
Ibu rumah tangga

Kebutuhan kalori per kg BB Idaman


Ringan
25
30
35

Berat
Pelaut
Buruh
Penari
Atlit

Sedang
30
35
40

7. Kebutuhan kalori sehari = BBI x kebutuhan kalori per kg BBI


Contoh: Pegawai Kantor. Jadi ringan dan gemuk, maka kebutuhan kalori
per kg BB Idaman = 25 kalori. Jadi kebutuhan kalorinya adalah = 75 x 25
kalori = 1875 kalori dibulatkan 1900 kalori.
CARA HARRIS BENEDICT
Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)
Contoh: Laki-laki, TB = 175cm dan BB = 95kg
Laki-laki = 66 + (13,7 x 95) + (5 x 175) (6,8 x 26)
= 66 + 1301,5 + 875 176,8
= 2065,7 kalori
2.2 Menjelaskan persentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein,
lemak, dan menterjemahkan dalam bentuk gram
Karbohidrat 60% = 60% x 1900kalori = 1140/4 gram = 285 gram
Protein 15% = 15% x 1900kalori = 285/4 gram = 71 gram
Lemak 25% = 25% x 1900kalori = 475/9 gram = 53 gram
2.3 Menjelaskan gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan
makanan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan Penukar
(DKBM)
1. Rendah Lemak
Satuan penukar mengandung: 7 g Protein, 2 g Lemak, 50 kKalori

Berat
35
40
40-50

Bahan Makanan

URT

Gram

Babat
Cumi-cumi
Daging asap
Daging ayam tanpa kulit
Daging kerbau
Dendeng daging sapi
Dideh sapi
Gabus Kering
Ikan asin kering
Ikan kakap
Ikan kembung
Ikan lele
Ikan Mas
Ikan Mujair
Ikan Peda
Ikan Pindang
Ikan segar
Kepiting
Kerang
Lemuru
Putih Telur ayam
Rebon kering
Rebon segar
Selar kering
Sepat kering
Teri kering
Teri nasi
Udang segar
Keterangan:
Na+ = Natrium 200-400 mg
Ko+ = Tinggi Kolesterol
Pr+ = Tinggi Purin
Lemak Sedang

1 ptg sdg
1 ekor kcl
1 lembar
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1/3 ekor bsr
1/3 ekor sdg
1/3 ekor sdg
ekor sdg
1/3 ekor sdg
1/3 ekor kcl
1 ekor kcl
ekor sdg
1 ptg sdg
1/3 gls
gls
1 ptg
2 btr
2 sdm
2 sdm
1 ekor
1 ptg sdg
1 sdm
1/3 gls
5 ekor sdg

40 Ko+ Pr+
45
20
40
35
15
35
10
15 Na+
35
30
40
45
30
35
35
40
50
90 Na+ Pr+
35
65
10
45
20
20
15
20
35 KO+

Satu satuan penukar mengandung: 7 g Protein, 5 g Lemak, 75 kKalori


Bahan Makanan
URT
Gram
Bakso
Daging anak sapi
Daging domba
Daging kambing
Daging sapi
Ginjal sapi
Hati ayam
Hati babi
Hti sapi
Otak
Telur ayam
Telur Bebek asin

10 bj sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg bsr
1 bh sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg bsr
1 btr
1 btr

170
35
40
40
35 Ko+
45 Ko+Pr+
30 Pr+
35 Ko+ Pr+
35 Ko+ Pr+
60 Ko+ Pr+
55 Ko+
50 Ko+

Telur penyu
Telur puyuh
Usus Sapi
Keterngan:
Ko+ = Tinggi Protein
Pr+ = Tinggi Purin

2 btr
5 btr
1 ptg bsr

60
55
50 Ko+ Pr+

2. Tinggi Lemak
Satu satuan penukar mengandung: 7 g Protein, 13 g Lemak, 150 kKalori
Bahan Makanan
Bebek
Belut
Corned Beef
Daging ayam dengan kulit
Daging babi
Ham
Sardencis
Sosis
Kuning telur ayam
Telur bebek
Telur Ikan
Keterangan:
Na+ = Natrium 200-400 mg
Na++ = Natrium >400 mg

URT
1 ptg sdg
3 ekor kcl
3 sdm
1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg kcl
ptg sdg
ptg
4 btr
1 btr
1 ptg sdg

Gram
45 Pr50 45 Na+
55 Ko+
50 Ko+
40 Na++, Ko+, Pr+
35 Pr +
50 Na++
45 Ko+
55 Ko+
40 -

GOLONGAN III (Sumber Protein Nabati)


Satu satuan penukar mengandung: 7 g Karbohidrat, 5 g Protein, 3 g Lemak, 75
kKalori
Bahan Makanan
URT
Gram
Kacang Hijau
Kacang kedele
Kacang merah
Kacang mente
Kacang tanah
Kacang tanah kupas
Kacang tolo
Keju kacang tanah
Kembang tahu
Oncom
Pete segar
Tahu
Tempe
Sari dele bubuk
Keterangan:
S+ = Serat 3-6 g
S++ = Serat >6 g

2 sdm
2 sdm
2 sdm
1 sdm
2 sdm
2 sdm
2 sdm
1 sdm
1 lembar
2 ptg kcl
gls
1 bj bsr
2 ptg sdg
2 sdm

20 S++
25 S+
20 S+
15 Tj+
15 S+, Tj+
15 S+, Tj+
20
15 Tj+
20
40 S++
55
110
50 S+
25

Tj+ = Sumber Lemak Tidak Jenuh Tunggal


K+ = Tinggi Kalium
2.4 Menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari
Kebutuhan energi (kalori) 1900 kalori
Nasi (100 g)
Sayur
Buah
Lauk
atau
(100 g)
1
Ikan
(40
g)
Tempe(50g)
penukarnya
1
Penukar
Atau
Atau
mangkok
penukarny penukarny
mateng
a
a
Pagi
1 nasi
1x ikan
x tempe
1mangko k
Selinga 1 buah
n
Siang
2x nasi
1x ikan
1x tempe
1mangko 1 buah
k
Selinga 1 buah
n
Malam
2x nasi
1x ikan
1x tempe
1mangko
1 buah
k

Susu 1
gelas
Atau
penukarny
a
-

2.5 Menjelaskan cara menysusn menu sepanjang hari


1. Hitung kebutuhan kalori sehari anda
2. Lihat kebutuhan bahan makanan sehari sesuai kebutuhan kalori anda
3. Buat tabel seperti berikut
Contoh Menu Sehari ...... Kalori
2
3
4
5
Bahan Makanan
Penukar
Gram
URT
...............
.. P karbohidrat ......
......
...............
.. P hewani
......
......
...............
.. P nabati
......
......
...............
.. P sayuran
......
......

6
Contoh Menu
- ..........
- ..........
- ..........
- ..........

Selingan

...............

.. P buah

......

......

..........

Siang

...............
...............
...............
...............
...............

.. P karbohidrat
.. P hewani
.. P nabati
.. P sayuran
.. P buah

......
......
......
......
......

......
......
......
......
......

..........
..........
..........
..........
..........

Selingan

...............

.. 1P buah

......

......

..........

Malam

...............
...............
...............
...............
...............

.. P karbohidrat
.. P hewani
.. P nabati
.. P sayuran
.. P buah

......
......
......
......
......

......
......
......
......
......

..........
..........
..........
..........
..........

1
Waktu
Pagi

4. Pada tabel
Kolom 2: jenis bahan makanan
Kolom 3: jumlah penukar
Kolom 4 : berat bahan makanan dalam garam
Kolom 5 : banyaknya bahan makanan dalam ukuran rumah tangga (URT)
5. Menu dirulis pada kolom 6
Menu sebaiknya:
a. Dalam satu hidangan satu saja yang berkuah
b. Dalam satu hidangan tidak lebih dari satu macam lauk yang digoreng atau
dengan santan sehingga penggunaan minyak tidak berlebihan, lauk selebihnya
dimasak dengan sedikit minyak seperti sup, tumis, kukus, panggang, bakar, dll
c. Sebaiknya penggunaan bahan makanan bervariasi sesuai dengan bahan
makanan penukar
6. Makanan keluarga
Menu makanan disesuaikan dengan kesukaan keluarga. Jumlah makanan yang
dimasak tentunya sesuai dengan banyaknya anggota keluarga yang kebutuhan
kalorinya berbeda-beda. Untuk memudahkan perkiraan kebutuhan gizi setiap
anggota keluarga sebaiknya potongan bahan makanan dibuat sesuai besar porsi
makanan penukar.
3. Memberikan Edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolic
3.1 Menjelaskan manfat olahraga pada pasien sindroma metabolic
(berdasarkan biokimia dan fisiologi tubuh manusia)
Dengan berolahraga terjadi peningkatan kontraktilitas miokard,
peningkatan curah jantung, peningkatan denyut jantung, tekanan darah
dan respon perifer termasuk vasokonstriksi umum pada otot-otot dalam
keadaan istirahat, ginjal, hati, limpa dan daerah splanknikus ke otot-otot
kerja dan juga ada peningkatan tekanan darah sistolik akibat curah jantung
yang meningkat. Hal tersebut akan memperlancar sirkulasi darah dan
oksigen ke seluruh tubuh sehingga akan mencegah iskemia jaringan.
Selama olahraga, simpanan lemak tubuh akan dipecah menjadi energi
sehingga mampu menurunkan berat badan.
Olahraga teratur akan memperlancar sirkulasi darah. Darah membawa
oksigen, zat makanan dan za-zat penting lainnya ke seluruh tubuh. Darah
juga yang membawa produk sisa metabolisme ke ginjal, paru-paru, dan
kulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Sehingga semakin lancar darah
mengalir, semakin baik perfusi jaringan.
Meningkatkan pembuluh darah kolateral. Kondisi ini sangat bermanfaat
besar untuk pasien dengan penyakit jantung koroner.
Lancarnya peredaran darah dapat mengurangi aterosklerosis sebab dengan
arus darah yang lancar ke seluruh tubuh mencegah terjadi gumpalan dan
endapan-endapan lemak dalam pembuluh darah, ditambah antioksidan
dalam darah akan menetralkan radikal bebas di pembuluh darah.
Memperbesar kapasitas darah dalam membawa oksigen sehingga lebih
banyak darah yang dapat mencapai seluruh bagian tubuh manusia.

Paru-paru akan bertambah kapasitas pernapasannya, saat inspirasi atau


ekspirasi.
Merangsang pernafasan yang dalam, yang menyebabkan paru-paru
berkembang melalui refleks dan reaksi kimia. Hal ini menyebabkan paruparu lebih berdayaguna, sebab lebih banyak oksigen akan disalurkan ke
dalam darah dan lebih banyak karbondioksida yang dapat dibuang dari
dalam tubuh.
Mitokondria kita yakni komponen dari sel otot yang menyimpan oksigen
dan mengeluarkan energi menjadi lebih besar dan banyak sehingga badan
kita menjadi lebih efisien untuk membuang panas.
Otot jantung diperkuat, dan isi sekuncup bertambah. Meningkatkan kerja
dan fungsi jantung, dan pembuluh darah. Jantung kita dapat memompakan
jumlah darah yang lebih banyak dan berdenyut lebih lambat. Membuat
jantung lebih berdayaguna, jumlah darah yang dipompakan lebih banyak.
Meningkatkan massa otot, serta kekuatan dan ketahanannya.
Menguatkan otot, tulang dan jaringan pengikat tubuh. Ini akan
menghindarkan Anda dari kehilangan mineral tulang, dengan demikian
Anda akan terhindar dari penyakit osteoporosis.
Menormalisasi tekanan darah. Bila tekanan darah tinggi, olahraga akan
menurunkannya. Namun bila tekanan darah rendah, olahraga justru akan
menaikkannya menjadi normal.

3.2 Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien
sindroma metabolic
Latihan jasmani yang teratur akan memberi berbagai manfaat, diantaranya :
Memberikan lebih banyak tenaga
Memperkuat otot dan jantung
Meningkatkan kelenturan, kemampuan bernafas dan sirkulasi darah
Membantu mengatur berat badan, memperbaiki tekanan darah dan profil
lipid darah
Mengurangi stres dan memperlambat proses penuaan
Melawan dampak-dampak negatif dari kekurangan aktifitas
Prinsip latihan jasmani bagi pasien DM meliputi :
Frekuensi : sebaiknya 3-5 kali tiap minggu
Intensitas : ringan dan sedang (60-70% Maximum Heart Rate)
Durasi : 30-60 menit
Jenis : latihan jasmani yang meningkatkan kemampuan kardiorespirasi
seperti jalan, jogging, renang dan bersepeda.
Pemanasan (Warm up)
Tujuannya untuk menaikkan suhu tubuh, meningkatkan denyut nadi
hingga mendekati intensitas latihan serta menghindari cedera akibat latihan.
Gerakan ini dilakukan selama 5-10 menit.
Latihan Inti (conditioning)

Usahakan denyut nadi mencapai THR (Target Heart Rate). Apabila


kurang dari THR maka pasien tidak mendapat manfaat dari latihan, bila
melewati THR maka pasien kemungkinan mendapat risiko yang tak
diinginkan. Untuk menentukan THR = 75% x (220 - usia). Bila didapatkan
hasilnya adalah Z maka pasien akan melakukan latihan jasmani dengan
sasaran denyut nadi sekitar Z/menit.
Pendinginan (cooling-down)
Tujuannya untuk mencegah penimbunan asam laktat yang dapat
menimbulkan rasa nyeri pada otot setelah melakukan latihan jasmani atau
pusing akibat masih terkumpulnya darah pada otot yang aktif. Latihan ini
dilakukan selama 5-10 menit.
Peregangan (stretching)
Tujuannya untuk melemaskan dan melenturkan otot-otot yang masih
teregang dan menjadikan lebih elastis. Latihan ini sangat bermanfaat
terutama untuk pasien DM usia lanjut.
4. Memberikan Edukasi tentang ajaran Islam perihal makanan yang halal dan
baik
4.1 Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram
Makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk dimakan
menurut ketentuan syariat Islam. segala sesuatu baik berupa tumbuhan,
buah-buahan ataupun binatang pada dasarnya adalah hahal dimakan, kecuali
apabila ada nash Al-Quran atau Al-Hadits yang menghatamkannya. Ada
kemungkinan sesuatu itu menjadi haram karena
memberi mengandung mudharat atau bahayabagi kehidupan manusia.
Allah berfirman:

Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat
di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. AlBaqarah[2]: 168).
Dari dua ayat di atas maka jelaslah bahwa makanan yang dimakan oleh
seorang Muslm hendaknya memenuhi 2 syarat, yaitu:
a. Halal, artinya diperbolehkan untk dimakan dan tidak dilarang oleh
hukum syara
b. Baik, artinya makanan itu bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan
Dengan demikian halal itu ditinjau dari Islam sedangkan baik
ditinjau dari ilmu kesehatan.

Dalam Islam, halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal, yaitu:
a. Halal karena dzatnya. Artinya, enda itu memang tidak dilarang oleh
hukum syara, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
b. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus
diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara
medapatkannya tidak sesuatu dengan hukum syara maka menjadi
haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
c. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang
halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses
pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi,
jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam
maka dagingnya menjadi haram.
Ketentuan-ketentuan makanan yang halal dan yang haram telah
dijelaskan oleh Rasulullah melalui sabdanya, yang artinya:
Rasulullah SAW ditanya tentang minyak sanin, keju dan kulit binatang yang
dipergunakan untuk perhiasan atau tempat duduk. Rasulullah SAW
bersabda:Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan
apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram, dan apa
yang didiamkan (tidak diterangkan), maka barang itu termasuk yang
dimaafkan.(HR. Ibnu Majah dan Turmudzi).
Selanjutnya, Allah Swt berfirman:

Artinya:
(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di
sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan
melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan
bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala
yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggubelenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman
kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orangorang yang beruntung. (QS. Al-Araf [7]: 157)

Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan


bahwa jenis-jenis makanan yang halal ialah:
1. Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
2. Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
3. semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak membahayakan
kesehatan jasmani dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah.
Makanan haram
Haram artinya dilarang, jadi makanan yang haram adalah makanan yang
dilarang oleh syara untuk dimakan. Setiap makanan yang dilarang oleh
syara pasti ada bahayanya dan meninggalkan yang dilarang syara pasti ada
faidahnya dan mendapat pahala.Berikut adalah jenis-jenis makanan
yang termasuk diharamkan:
1. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Maidah
ayat 3dan Al-Anam ayat 145 :

Artinya:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,
yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih
untuk berhala. (QS. Al-Maidah [5]: 3)

Artinya:
Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan
kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya,
kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging
babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih
atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang
dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka
sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. AlAnam [6]: 145)
Dari dua ayat diatas, terdapat beberapa jenis barang yang terang-terang
diharamkan, yaitu: Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang), darah
(kecuali hati dan limpa), daging hewan yang disembelih ata nama selain
Allah Swt), binatang yang mati tercekik, terpukul, terjatuh, karena ditanduk
binatang lain, diterkam oleh binatang buas, dan yang disembelih untuk
berhala.
2. Semua makanan yang keji, yaitu yang kotor, menjijikan.
Firman Allah:

Artinya:
(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya)
mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,
yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari
mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang
baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang
dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada
mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya,
menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya
(Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Araf [7]:
157)
3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan mudharat terhadap jiwa, raga,
akal, moral dan aqidah.
Firman Allah:

Artinya:
Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak atau pun yang tersembunyi (akibatnya), dan perbuatan dosa,
melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. (QS. Al-Araf [7]: 33).
4. Bagian berupa daging. Tulang atau apa saja yang dipotong dari binatang yang
masih hidup.
Sabda Nabi Saw, artinya:
Daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup, maka yang
terpotong itu termasuk bangkai. (HR. Ahmad)
5. Makanan yang didapat dengan cara yang tidak halal seperti makanan hasil
curian, rampasan, korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.
4.2 Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai
ajaran islam
1. Larangan Menggunakan Piring/Gelas Dari Emas Dan Perak
Islam melarang keras penggunaan piring atau gelas dari emas dan perak untuk
makan dan minum. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Dan janganlah kalian minum dari gelas emas atau perak, dan jangan
(pula) makan menggunakannya. bahwa itu (piring/gelas dari emas dan perak)
untuk mereka (non-muslim) didunia dan untuk kita diakherat." (HR Bukhori,
Muslim, Ahmad, At-tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah)
2. Larangan Makan dan Minum Dengan Posisi Bersandar
Diriwayatkan dari Abu Juhaifah berkata :
: -
-
Artinya : "Aku pernah bersama Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- ketika
beliau berkata kepada seseorang yang bersamanya juga : Aku tidak makan dalam
posisi bersandar." (HR Bukhori, Ahmad, At-tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah).
Ibnu Hajar menjelaskan maksud bersandar dalam hadist diatas : Macam-macam
maksud bersandar seperti dalam hadist diatas diantaranya adalah bersandar
ditangan dengan posisi badan miring. juga duduk dengan bersandarkan tangan
kiri.
3. Mendahulukan Makan Dari Pada Sholat Ketika Makanan Telah Siap
Ketika hidangan makanan telah siap dan iqomah sholat telah dikumandangkan,
maka dahulukan makan dari pada sholatnya sesuai dengan sabda Rosulullah
-sholallahu 'alaihi wasallam- :
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Jika telah siap hidangan makan malam untuk kalian dan (juga) telah
dikumandangkan iqomah sholat, maka mulailah dengan makan malam dan jangan

terburu-buru sampai selesai (dari makan malam)." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad,
At-thirmidzi, Abu Daud, Ad-Darimi dan An-Nasai)
4. Membaca Basmalah Sebelum Makan Dan Minum, Hamdalah Setelahnya
Termasuk dari adab makan dan minum adalah membaca basmalah sebelum makan
dan minum, dan membaca hamdalah setelahnya. diriwayatkan dari Umar bin Abi
Salamah berkata :
- -
: - Artinya : "Ketika aku masih kecil dalam didikan Rosulullah -sholallahu 'alaihi
wasallam-. dan tanganku mengambil makanan dari segala sisi piring. maka
berkata kepadaku Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- : wahai anak. bacalah
basmalah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat
darimu." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).
Dan membaca hamdalah setelah makan atau minum, sesuai dengan sabda
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

Artinya : "Barang siapa yang setelah makan membaca Alhamdulillahil ladzi
ad'amani hadza wa rozaqanihi min ghoiri haulin minni wala quwwah maka
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR At-Tirmidzi. Al-Albani berkata :
hadist hasan)
5. Makan Dan Minum Dengan Tangan Kanan
Menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum, dan Islam melarang untuk
menggunakan tangan kanan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan
menggunakan tangan kiri." (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)
6. Memakan Makanan Dari Yang Terdekat
Termasuk adab makan dan minum yang diajarkan Rosulullah -sholallahu 'alaihi
wasallam- adalah memakan makanan dari yang terdekat. sebagaimana sabda
beliau kepada Umar bin Abi Salamah diatas.
7. Disunahkan Memakan Makanan Setelah Panasnya Berkurang
Ketika hidangan itu masih panas, disunahkan untuk menunggunya sejenak sampai
berkurang panasnya. berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari Asma' binti Abi
Bakar -radhiallahu 'anhuma- :
: ) (
" "
Artinya : "Bahwa ketika dia (Asma' binti Abi Bakar) menyiapkan bubur,
kemudian dia menutupnya sampai berkurang panasnya. dia berkata : aku pernah
mendengar dari Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berkata : Begitu adalah
lebih besar berkahnya." (HR Ad-Darimi dan Ahmad). An-Nawawi menjelaskan :
bahwa yang demikian itu lebih besar berkahnya karena ketika panasnya telah
berkurang, seseorang akan terhindar dari bahaya memakan makanan yang panas.
sehingga tidak sakit dan kuat untuk mengamalkan ketaatan kepada Allah.
8. Tidak Mencela Makanan
Memakan makanan yang disukai dan tidak mencela makanan ketika makanan itu
tidak kita sukai. sebagaimana yang dipraktekkan Nabi -sholallahu 'alaihi
wasallam- dalam hadist berikut :

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak pernah mencela makanan


sama sekali. jika beliau mau maka beliau memakannya, dan jika tidak makan
beliau meninggalkannya." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)
9. Tidak Meniup Pada Air Minum
Pada saat air minum masih panas, dibenci untuk meniupnya agar cepat dingin.
disarankan untuk menunggunya sampai dingin dengan sendirinya. berdasarkan
larangan dalam sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

Artinya : "Jika salah seorang dari kalian hendak minum, maka jangan meniup ke
(air) dalam bejana." (HR Bukhori, Muslim dan Ahmad)
10. Tidak Minum Langsung Dari Mulut Teko
Jika hendak minum, hendaklah menuangkan air ke gelas terlebih dahulu. dan tidak
minum langsung dari mulut teko. Karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallammelarang akan hal demikian.

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- melarang minum langsung dari
mulut ceret atau teko." (HR Bukhori dan Ahmad)
11. Disunahkan Untuk Makan Bersama
Disunahkan berkumpul ketika ingin makan. makan bersama akan menambah
berkah. lebih banyak yang kumpul, maka lebih banyak berkahnya juga. Rosulullah
-sholallahu 'alaihi wasallah bersabda :

Artinya : "Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang
cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang."
(HR Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)
Beliau juga bersabda :

Artinya : "Berkumpulkan ketika makan dan bacalah nama Allah maka Allah akan
memberkati kalian dalam makanan itu." (HR Abu Daud dan Ahmad)
12. Tidak Berlebihan Dalam Makan Dan Tidak Juga Kekurangan
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- menasehati untuk bijak dalam segala hal,
termasuk dalam makanan. setiap orang harus mengkira-kira seberapa banyak yang
dia butuhkan agar tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan. Dalam hadist,
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga
untuk nafas." (HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
13. Haram Duduk Pada Tempat Makan Yang Ada Minuman Kerasnya
5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu,
termasuk makan besar dan selingan

DAFTAR PUSTAKA
1. Waspadji, S. Semiardji, G. (2004). Cara Mudah Mengatur Makanan Sehari-hari :
Seimbang dan Sesuai Kebutuhan Gizi. Jakarta : FKUI.
2. Waspadji, S. Suyono, S. (2007). Daftar Bahan Makanan Penukar. Edisi 2. Jakarta :
FKUI.
3. Sudoyo, Aru W, dkk. (eds.). (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 5. Jilid
3. Jakarta : Interna Publishing.
4. Sherwood, Lauralee. (2001). Fisiologi Manusia : dari sel ke sistem. Ed. 2. Jakarta :
EGC.
5. Guyton A. Fisiologi kedokteran. Edisi ke-7. Jakarta: EGC, 1994; 330-333
6. Murray, RK. Granner, DK. Rodwell, VW. (2009). Biokimia Harper. Ed. 27. Jakarta
: EGC.
7. Ganong, William E. (2008). Fisiologi Kedokteran. Ed. 22. Jakarta : EGC.
8. Zuhroni. (2010). Pandangan Islam Terhadap Masalah Kedokteran dan Kesehatan.
Jakarta : Bagian Agama Universitas YARSI.
9. Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. (2009). Farmakologi dan Terapi.
Edisi 5. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
10. Staels B. PPARgamma and atherosclerosis. Curr Med Res Opin 2005;21(suppl
1):S1320.