Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL MAGANG INDIVIDU

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR

Analisis Pencapaian Indikator


Pembinaan Gizi Masyarakat Jawa Timur

HANIFA FATMANINGTYAS
101211132008

DEPARTEMEN GIZI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016
LEMBAR PENGESAHAN MAGANG

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR

Yang mengajukan permohonan,

Hanifa Fatmaningtyas

101211132008

Mengetahui,

Ketua Departemen

Dosen Pembimbing

Gizi Kesehatan,

Pelaksanaan Magang,

Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si

Lailatul Muniroh, S.KM., M.Kes

NIP. 196903011994121001

NIP. 198005252005012004

BAB I
PENDAHULUAN
1

Kurikulum program magang bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat


adalah untuk memberi bekal pengalaman dan ketrampilan kerja praktis serta penyesuaian
sikap dunia kerja sebelum mahasiswa dilepas untuk kemudian bekerja secara mandiri.
Fakultas Kesehatan Masyarakat melaksanakan program magang karena mengharapkan
para lulusan memiliki kemampuan yang bersifat akademik dan profesional.
Kegiatan magang merupakan kegiatan mandiri mahasiswa yang dilakukan di luar
lingkungan kampus guna mendapatkan kesempatan belajar dan menambah pengetahuan
serta keterampilan tertentu yang dapat dipelajari melalui pengalaman langsung sesuai
dengan bidang peminatannya. Pelaksanaan magang dapat dilakukan dengan dua metode,
yaitu metode partisipasi aktif dan observasi. Pelaksanaan kegiatan magang disesuaikan
dengan formasi struktural dan fungsional pada instansi tempat magang, baik pada
lembaga pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun perusahaan swasta
atau lembaga lain yang sesuai.
Gizi kesehatan masyarakat merupakan pengetahuan tentang penerapan ilmu
pengetahuan dalam memecahkan permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan gizi
(Gibney, 2005). Di dalam gizi kesehatan masyarakat tercakup berbagai konsep mengenai
usaha promotif dalam mengembangkan gizi seimbang (gizi makro dan mikro) dan hidup
sehat pada daur kehidupan manusia. Dipelajari pula bagaimana menilai status gizi dan
mengetahui masalah gizi, terutama kelompok golongan rawan gizi sebagai usaha
preventif. Selain itu dilakukan upaya penanggulangan masalah gizi kesehatan masyarakat,
diantaranya mengenal, merencanakan, intervensi, monitoring dan evaluasi berbagai
program sebagai upaya perbaikan masalah gizi.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu instansi yang sangat
membantu dalam pengaplikasian ilmu kesehatan masyarakat khususnya di bidang gizi
masyarakat yang menangani berbagai hal terkait program dan masalah gizi di Provinsi
Jawa Timur. Pemahaman tentang permasalahan di instansi tersebut akan banyak
diharapkan dapat menunjang pengetahuan secara teoritis dan aplikatif, sehingga
mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi
tantangan era globalisasi sebagai sarjana kesehatan masyarakat yang profesional. Atas
dasar pemikiran tersebut, permohonan magang ini bisa dilaksanakan yang bisa membantu
mahasiswa mengenal kondisi di lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan antara ilmu
pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan aplikasi praktis di dunia kerja.

Berhubungan dengan hal tersebut kami mahasiswa Fakultas Kesehatan


Masyarakat yang memilih peminatan di Departemen Gizi Masyarakat harus
melaksanakan kegiatan Kerja Praktik atau magang dengan tujuan untuk mengaplikasikan
ilmu secara langsung dan menganalisa segala permasalahan dan kendala yang terjadi di
tempat magang khususnya di bidang Gizi Masyarakat.
1.1 Latar Belakang
Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang Undang
Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi
perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan,
perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan
sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Status gizi anak balita telah mengalami
perbaikan yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang dari 24,5% (Susenas,
2005) menjadi 18,4% di tahun 2007 dan tahun 2010 turun menjadi 17,9%, walaupun
demikian masalah balita pendek (stunting) masih tinggi yaitu sebesar 36,8% pada tahun
2007 dan 35,6% pada tahun 2010. Masalah gizi mikro di 10 provinsi tahun 2006,
diperoleh gambaran prevalensi xerophtalmia pada balita 0,13% dan proporsi balita
dengan serum retinol < 20 gr/dl sebesar 14,6% (Puslitbang Gizi, 2006). Hasil studi
tersebut menggambarkan terjadinya penurunan jika dibandingkan dengan hasil survei
vitamin A pada tahun 1992. Selain itu, masalah anemia pada ibu hamil berdasarkan
Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 masih cukup tinggi yaitu sebesar
40,1%. Secara nasional cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif 06 bulan di
Indonesia berfluktuasi dalam tiga tahun terakhir, menurun dari 62,2% tahun 2007 menjadi
56,2% pada tahun 2008 dan sedikit meningkat pada tahun 2009 menjadi 61,3%.
Demikian juga cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai 6 bulan menurun dari
28,6% tahun 2007 menjadi 24,3% pada tahun 2008 dan meningkat menjadi 34,3% pada
tahun 2009 (Susenas 2007 2009).
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang
Kesehatan 2010-2014 telah ditetapkan salah satu sasaran pembangunan yang akan dicapai
adalah menurunkan prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 15% dan
menurunkan prevalensi balita pendek menjadi setinggi-tingginya 32%. Untuk mencapai
sasaran RPJMN tersebut, dalam Rencana Aksi Pembinaan Gizi Masyarakat telah
ditetapkan 8 indikator kinerja, yaitu: (1) balita ditimbang berat badannya; (2) balita gizi
buruk mendapat perawatan; (3) balita 6-59 bulan mendapat kapsul vitamin A; (4) bayi
usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif; (5) ibu hamil mendapat 90 tablet Fe; (6) rumah
3

tangga mengonsumsi garam beriodium; (7) kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi;


dan (8) penyediaan stok cadangan (buffer stock) Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk daerah bencana.
Dinas Kesehatan Provinsi turut bertanggung jawab dalam pelaksanaan aksi
pembinaan gizi masyarakat yang merupakan penjabaran operasional Rencana Strategis
Kementrian Kesehatan yang berisikan tujuan, sasaran operasional, kebijakan teknis dan
strategi operasional serta kegiatan pokok dan pentahapan indikator setiap tahun. Dalam
melaksanakan tanggung jawab tersebut dibutuhkan koordinasi dan kerjasama dari
berbagai pihak agar tercapai indikator pembinaan gizi masyarakat yang telah disusun.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Memperoleh pengalaman, keterampilan, penyesuaian sikap, serta penghayatan
dunia kerja dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan di
bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat khususnya bidang Gizi serta melatih kemampuan
komunikasi dan kerja sama tim sehingga diperoleh manfaat yang bisa dirasakan baik
bagi peserta magang maupun bagi lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
1.2.2 Tujuan Khusus
a

Mempelajari alur kerja, susunan organisasi, struktur organisasi Dinas Kesehatan


Provinsi Jawa Timur.

Mempelajari alur kerja, susunan organisasi, struktur organisasi Bidang PPKM Sie
Gizi.

Mempelajari perencanaan program penanggulangan masalah gizi, analisis situasi,


prioritas masalah gizi di tingkat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Mempelajari pelaksanaan, tingkat keberhasilan dan hambatan program gizi yang


ada.

Menyusun dan menganalisis alternatif pemecahan masalah gizi yang ada.

Membantu pelaksanaan kegiatan Bidang PPKM Sie

Gizi Dinas Kesehatan

Provinsi Jawa Timur.


g

Menganalisis pencapaian indikator pembinaan gizi masyarakat Jawa Timur.

1.3 Manfaat
Kegiatan magang ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak yang
terkait di dalamnya.
1

Bagi Peserta Magang


a

Memperoleh pengalaman dan keterampilan mengenai dunia kerja.


4

Melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam tim kerja.

Memperoleh wawasan tentang ruang lingkup dan kemampuan praktek dalam


bidang gizi kesehatan masyarakat.

Sebagai sarana aplikasi ilmu gizi kesehatan masyarakat.

Mengetahui perencanaan program penanggulangan masalah gizi, analisis situasi


serta prioritas masalah gizi di tingkat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dapat mengetahui kondisi permasalahan gizi kesehatan masyarakat yang ada di


lapangan serta mengidentifikasi prosedur kerja di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur.

Dapat menganalisis dan mengetahui pencapaian indikator pembinaan gizi


masyarakat Jawa Timur.

Bagi Instansi
a

Dapat memperoleh masukan dari mahasiswa magang mengenai permasalahan


dalam bidang gizi kesehatan masyarakat.

Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan bermanfaat antara


instansi tempat magang dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Mengetahui potensi sumber daya manusia (mahasiswa) saat ini, terutama


mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, sehingga dapat
digunakan sebagai informasi dalam proses rekruitmen pegawai (tenaga
kesehatan).

Bagi Fakultas
a

Sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Melatih hard skill dan soft skill sehingga dapat meningkatkan kualitas lulusan.

Terbinanya jaringan kerjasama dengan instansi tempat magang terkait upaya


peningkatan keterkaitan dan kesepadanan antara substansi akademik dengan
pengetahuan dan keterampilan SDM yang dibutuhkan dalam pembangunan
kesehatan masyarakat.

Menambah referensi ilmu yang tidak diperoleh di lingkungan kampus.

Memberikan umpan balik bagi pelaksanaan kegiatan magang selanjutnya.

BAB II
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
5

2.1 Bentuk Kegiatan


Kegiatan magang yang dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan
berlangsung selama satu bulan ini bersifat observasional pasrtisipatif. Adapun kegiatan
yang akan dilakukan meliputi:
1 Pengenalan instansi dan lapangan.
Pengenalan yang dilakukan meliputi alur kerja dan struktur organisasi Dinas
Kesehatan Propinsi Jawa Timur, alur kerja dan struktur Bidang PPKM Sie Gizi, serta
2

mempelajari kegiatan di lapangan mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.


Studi literature
Studi literature dilakukan untuk memperoleh teori yang berkaitan dengan
permasalahan yang diangkat dan mencoba untuk mencocokkan teori yang ada dengan

kenyataan yang terjadi di lapangan atau tempat magang.


Observasi dan pengumpulan data
Observasi dan wawancara dilakukan untuk mencari keterangan dan informasi
mengenai permasalahan gizi yang ada dan kegiatan yang dilakukan oleh Bidang
PPKM Sie Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur khususnya indikator
pembinaan gizi masyarakat. Adapun rencana data yang dikumpulkan sesuai dengan
prioritas masalah yang diangkat antara lain:
a Indikator pembinaan gizi masyarakat
b Data mengenai perkembangan masalah dan capaian pembinaan gizi masyarakat
c

tahun sebelumnya.
Konsep dan strategi operasional dalam rangka pembinaan gizi masyarakat tahun

sebelumnya.
d Program kegiatan pembinaan gizi masyarakat tahun sebelumnya.
e Monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan gizi masyarakat.
Teknik pengumpulan data menyesuaikan kondisi dan situasi lapangan. Namun, teknik
pengumpulan data yang direncanakan diantaranya seperti penjelasan klasik, diskusi,
observasi, maupun dengan partisipasi aktif dalam pelaksanaan program Bidang
4

PPKM Sie Gizi.


Partisipasi aktif dalam kegiatan Bidang PPKM Sie Gizi
Mahasiswa diharapkan berperan aktif dan memiliki kesempatan untuk terlibat
langsung dalam berbagai pelaksanaan program yang sedang dilakukan oleh Seksi Gizi
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur baik di dalam maupun di lapangan. Prioritas
mahasiswa dalam hal ini terkait analisis pencapaian indikator pembinaan gizi
masyarakat. Jika memungkinkan dapat dikaji mengenai upaya yang dapat dilakukan
untuk mempertahankan atau meningkatkan pencapaian indikator pembinaan gizi

masyarakat tersebut melalui program yang ada maupun program baru.


Diskusi dan konsultasi dengan dosen pembimbing
6

Kegiatan ini merupakan sarana bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan melakukan
brainstorming dengan dosen pembimbing, baik dosen pembimbing departemen
maupun dosen pembimbing lapangan. Melalui kegiatan konsultasi sekaligus bentuk
monitoring dan evaluasi magang yang telah dilaksanakan.
6

Penulisan laporan magang


Penulisan laporan magang dilakukan untuk monitoring evaluasi serta sebagai output
selama pelaksanaan magang.

2.2 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Waktu
: 1 Februari 2016 1 Maret 2016.
Tempat
: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Bidang PPKM Sie Gizi.
Alamat
: Jl. Ahmad Yani no. 118, Gayungan, Surabaya.
2.3 Timeline Kegiatan
No
.
1.

Bentuk Kegiatan

Penerimaan dan pengenalan di


lingkungan Dinas Kesehatan

2.

Provinsi Jawa Timur


Mempelajari gambaran umum
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa

3.

Timur
Mempelajari dan mengenal
gambaran umum Bidang PPKM

4.

Sie Gizi
Mepelajari struktur, tupoksi, dan

5.

alur kerja Bidang PPKM Sie Gizi


Membantu pelaksanaan kegiatan
Sie Gizi Dinas Kesehatan

6.

Provinsi Jawa Timur


Observasi dan wawancara kepada
petugas Sie Gizi Dinas Kesehatan

7.

Provinsi Jawa Timur


Mempelajari kegiatan dan
indikator pembinaan gizi

8.

masyarakat di Jawa Timur


Menganalisis data pencapaian
indikator pembinaan gizi
masyarakat Jawa Timur
7

Februari
II
III

IV

Maret
I

9.
10.

Menyusun laporan magang


Konsultasi dengan dosen

11.

pembimbing fakultas
Konsultasi magang pada
supervisor magang bidang PPKM
Sie Gizi Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur
Seminar hasil magang

12.

2.4 Penyelenggara
Kerja praktik dilaksanakan atas kerja sama antara Departemen Gizi Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya dengan Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Timur khususnya Bidang PPKM Sie Gizi.
2.5 Metode Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan magang antara lain:
2

Penjelasan klasik
Penjelasan klasik berupa pengarahan dan deskripsi secara umum yang diberikan oleh
pihak Dinas Kesehatan Jawa Timur khususnya Bidang PPKM Sie Gizi atau

pembimbing lapangan.
Observasi
Observasi merupakan bentuk pengamatan secara langsung mengenai kegiatan
pembinaan gizi masyarakat dan pencapaiannya.

Diskusi
Fungsi diskusi adalah untuk memperoleh gambaran secara jelas mengenai masalah
yang ada serta kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang PPKM Sie Gizi. Melalui
kegiatan diskusi ini diharapkan dapat aktif memberikan tanggapan maupun masukan
serta mendapatkan informasi secara langsung dari pelaksana program kegiatan
pembinaan gizi masyarakat.

Partisipasi aktif
Bentuk aktif mahasiswa untuk melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan Bidang
PPKM SIe Gizi terutama yang menjadi fokus dan prioritas masalah yang diangkat
oleh mahasiswa. Partisipasi aktif diawali dengan bekal data sekunder sebagai
penunjang kegiatan magang khususnya dalam kegiatan yang terjun langsung ke
lapangan.

ALAMAT SURAT:
Sekretariat Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat
Kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR
Kampus C Mulyorejo, Surabaya 60115
Telp. : 031-5920948, 5920949
Fax

: 031-5924618

e-mail : fkm@unair.ac.id