Anda di halaman 1dari 3

1.

Menurut Puradimaja (1993) Tipologi yang terdapat di Indonesia ada 5 yaitu :


- Tipologi Sistem Akuifer Endapan Gunungapi
- Tipologi Sistem Akuifer Endapan Aluvial
- Tipologi Sistem Akuifer Batuan Sedimen
- Tipologi Sistem Akuifer Batuan Kristalin dan Metamorf
- Tipologi Sistem Akuifer Endapan Glasial
- Kondisi Akifer Heterogen
2.

Gambar 13. Akifer Heterogen & Anisotropik (c) , Akifer Heterogen & Anisotropi (d)
Gambar c : merupakan ilustrasi akifer yang bersifat heterogen/anisotropik dengan litologi
campuran serta memiliki besar butir yang tak seragam. Aliran airtanah pada akifertersebut
memiliki kecepatan aliran yang tidak seragam dimana Kh tidak sama dengan
Kv(ansotropik). Contoh Batupasir dengan struktur sedimen graded bedding .
Gambar d: Merupakan ilustrasi akifer dengan litologi yang terkekarkan dimana perhitungan
kecepatan aliran berbeda dengan kondisi aliran pada media pori (Porus Media).Contoh batu
gamping, lava, dll.
3. INTERPRETASI DEWEK-DEWEK YEEEEEEEE

4. Akuifer merupakan suatu lapisan yang permeable baikyang terkonsolidasi (lempung)


atau tidak (pasir) dengan kondisi jenuh air. Akuifer sendiri memiliki 3 jenis antara lain
:
a) Akuifer Tertekan (Confined Aquifer) : akuifer yang jenuh air dan dibatasi oleh
lapisan atas dan bawahnya merupakan aquiclude atau akuklud (gambar 1 dan 2).
Dan pada lapisan pembatasnya tidak ada air yang mengalir (no flux).

Gambar 1. Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)


b) Akuifer tidak tertekan (Unconfined Aquifer) : disebut juga akuifer jenuh air
(satured). Lapisan pembatasnya yang merupakan aquitard hanya ada di bagian
bawahnya saja,sedangkan batas di lapisan atas berupa muka air tanah.

Gambar 2 . Akuifer tidak Tertekan (Unconfined aquifer)


c) Akuifer Bocor ( Leaky Aquifer) : Akuifer yang jenuh air yang dibatasi oleh
lapisan atas berupa aquitard dan lapisan bawahnya merupakan aquiclude.
Air tanahnya terletak di bawah lapisan setengah kedap air sehingga akuifer disini
terlatak antara akuifer bebas dengan akuifer tertekan.

Gambar 3. Akuifer Bocor (Leaky aquifer)


5. A. Catcment area adalah Catchment area (daerah tangkapan air)
merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan
sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung,
menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau
atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah
topografis yang dapat berupa punggung-punggung bukit atau gunung

dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh
aktivitas daratan.

B. Discharge Area adalah daerah yang lebih rendah merupakan daerah


buangan (discharge area), yang merupakan daerah pantai maupun
lembah dengan suatu sistem aliran sungai.
Daerah yang merupakan tempat masuknya air permukaan atau air hujan ke dalam tanah
untuk mengisi airtanah disebut recharge area, sedangkan daerah tempat keluarnya airtanah
disebut discharge area. Sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainnya dapat
berperan sebagai recharge area maupun discharge area.

C. Akuifer adalah Akuifer adalah lapisan batuan dibawah permukaan tanah


yang mengandung air dan dapat dirembesi air. Akuifer adalah formasi
geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan
mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Batasan lain yang
digunakan adalah reservoir air tanah, lapisan pembawa air. Todd (1955)
menyatakan bahwa akuifer berasal dari Bahasa Latin yaitu aqui dari aqua
yang berarti air dan ferre yang berarti membawa, jadi akuifer adalah
lapisan pembawa air.