Anda di halaman 1dari 15

eJournal Administrasi Bisnis, 2015, 3 (3): 531-545

ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id


Copyright 2015

ANALISIS BIAYA DIFFERENSIAL UNTUK PENGAMBILAN


KEPUTUSAN DALAM RENCANA PENGADAAN ALAT BERAT
MEMBELI ATAU MENYEWA PADA CV PUTRI DITA
DI TENGGARONG
Elvhyn Novan Ananda 1
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah, Untuk mengetahui alternatif yang lebih
menguntungkan antara membeli atau menyewa Bulldozer pada CV. Putri Dita di
Tenggarong. Untuk menganalisis permasalahan maka alat analisis yang penulis
kemukakan mengacu pada akuntansi manajemen dalam menganalisis biaya
differensial dalam memilih alternatif membeli atau menyewa alat berat bulldozer
dengan membandingkan biaya-biaya yang relevan dari kedua alternatif. Untuk
menghitung modal dan biaya-biaya relevan membeli alat berat yang ditaksir
mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun, digunakan perhitungan nilai waktu
uang dimasa sekarang (present value) dari masa manfaat alat berat dimasa yang
akan datang sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan. Nilai waktu uang
sekarang untuk umur ekonomis 5 tahun dapat dihitung dengan menggunakan
discount factor dari jumlah biaya modal rata-rata tertimbang. Lebih dahulu
dihitung nilai sekarang dari harga beli dan biaya-biaya relevan yang
berhubungan dengan membeli alat berat dengan umur ekonomis. Nilai sekarang
dihitung dengan menggunakan discount factor berdasarkan modal perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam pemilihan alternatif
membeli atau menyewa alat berat mayoritas lebih menguntungkan untuk membeli
menggunakan kredit bank dibandingkan dengan menyewa dengan menggunakan
sewa guna usaha dengan selisih nilai total PV arus kas keluar sebesar Rp
76,257,322.93 dimana hasil tersebut merupakan selisih dari selisih nilai tunai
arus kas keluar antara alternatif kredit bank sebesar Rp 1,307,217,877.07 dan
Alternatif menyewa dengan sewa guna usaha sebesar Rp 1,383,475,200.00.
Kata Kunci: Analisis biaya differensial, membeli, menyewa, alat berat.
Pendahuluan
Perkembangan dalam dunia usaha yang semakin pesat mengakibatkan
semakin kompleksnya permasalahan yang timbul dalam suatu perusahaan yang
sedang berkembang. Hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi
pimpinan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pimpinan tidak secara langsung
mengawasi segala kegiatan yang berlangsung diperusahaan.
Agar pimpinan dapat mempertanggungjawabkan tugasnya dalam mengelola
perusahaan, maka diperlukan suatu perencanaan yang baik untuk memilih
alternatif. Manajer dalam melaksanakan fungsi manajemen meliputi perencanaan,
1

Mahasiswa Program S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: elvhynnovan@yahoo.co.id

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

koordinasi dan pengendalian akan selalu dihadapkan pada masalah pemilihan


alternatif tindakan. Ketepatan pemilihan yang dilakukan oleh pimpinan besar
pengaruhnya dalam pencapaian tujuan perusahaan secara berhasil guna dan
berdaya guna.
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi, tentunya diperlukan alatalat penunjang yang akan turut menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi.
Proyek dalam pelaksanaan memerlukan dukungan peralatan berat, oleh karena itu
pengadaan peralatan konstruksi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu :
pengadaan yang dilakukan dengan cara menyewa, yaitu dengan menggunakan
peralatan yang disewa melalui perusahaan sewa alat berat ataupun yang dibeli
saat proyek berjalan dan pengadaan yang dilakukan dengan pihak luar, yakni
melalui kredit bank.
Dalam mengadakan alat berat baru tersebut perusahaan pasti dihadapkan
pada berbagai persoalan yang berkaitan erat dengan masalah dana, untuk
mendapatkan peralatan baru tersebut perusahaan mempunyai beberapa pilihan
yaitu memanfaatkan potensi perusahaan secara optimal atau dengan
memanfaatkan sewa guna usaha.
CV.Putri Dita adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor,
pertambangan, dan perdagangan umum. Pada tahun 2010 sampai sekarang
perusahaan melakukan kegiatan di lokasi perkebunan sawit yaitu sebatas kegiatan
pembukaan jalur hauling seluas 21.500 ha yang berada di daerah Muara Kaman.
Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan konstruksi dan pembukaan jalan hauling
tersebut, CV. Putri Dita memerlukan tambahan alat berat berupa 1 unit alat berat
bulldozer merk komatsu. Bulldozer adalah salah satu alat berat yang fungsi
utamanya adalah untuk meratakan tanah. Aktiva ini diperoleh dengan cara
membeli atau menyewa.
Untuk pengadaan alat berat melalui alternatif menyewa perusahaan bisa
menggunakan jasa sewa guna usaha. Selain efisien dari pihak perusahaan pun
tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk membeli alat berat bulldozer per unit
Rp. 1.100.000.000. Akan tetapi CV. Putri Dita tidak bisa menambah jumlah
assetnya dan harus mengeluarkan dana setiap bulan yang besar yaitu senilai Rp
32.000.000 per bulan. Sedangkan dalam alternatif membeli untuk pengadaan alat
berat CV. Putri Dita bisa menggunakan pinjaman kredit bank BRI dengan bunga
bank 14%-slidding rate dengan angsuran selama 3 tahun (36 bulan). Kebijakan
membeli alat berat juga memiliki keuntungan, yaitu CV. Putri Dita bisa
menambah asset perusahaan.
Seiring berkembangnya kegiatan proyek CV. Putri Dita dihadapkan pada
dua alternatif dalam menambah alat berat baru, yaitu membeli atau menyewa alat
berat. Dari dua alternatif tersebut, manajer harus memilih salah satu alternatif
yang paling menguntungkan. Untuk memilih salah satu alternatif tersebut yang
masing-masing alternatif mempunyai kelebihan dan kekurangan, maka
manajemen membutuhkan informasi biaya. Dalam hal ini, informasi yang penting

532

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

untuk perencanaan dan pengambilan keputusan adalah informasi mengenai biaya


differensial.
Kerangka Dasar Teori
Pengertian Akuntansi Manajemen
Menurut Halim dan Supomo (2009:3) Akuntansi manajemen adalah suatu
kegiatan (proses) yang menghasilkan informasi keuangan bagi manajemen untuk
pengambilan keputusan ekonomi dalam melaksanakan fungsi manajemen.
Pengertian Biaya
Menurut Mulyadi (2005:8) Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi
yang diukur dalam uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk
mencapai tujuan tersebut.
Pengertian Akuntansi Biaya
Menurut Firdaus dan Abdullah (2009:4) Akuntansi biaya adalah bagian
dari akuntansi manajemen dimana merupakan salah satu dari bidang khusus
akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya.
Aktiva Tetap
Menurut Jusup (2005:153) Aktiva tetap sebagai aktiva berwujud yang
digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan. Aktiva semacam ini biasanya memiliki
masa pemakaian yang lama dan diharapkan dapat memberi manfaat pada
perusahaan selama bertahun-tahun
Biaya Relevan
Menurut Hansen dan Mowen (2003:71) Biaya relevan merupakan
biaya masa yang berbeda pada masing-masing alternatif. Semua keputusan
berhubungan dengan masa depan karena itu hanya biaya masa depan yang
dapat menjadi relevan dengan keputusan.
Biaya Differensial
Menurut Sunarto (2004 : 60) biaya differensial adalah biaya masa yang
akan datang yang diperkirakan akan berbeda atau terpengaruh oleh suatu
pengambilan keputusan pemilihan di antara berbagai macam alternatif. Biaya
differensial relevan dengan analisis yang dilakukan oleh manajemen untuk
pengambilan keputusan.
Depresiasi
Sofyan Syafri dalam bukunya Akuntansi Aktiva Tetap (2002:53)
menyebutkan yang dimaksud dengan penyusutan menurut akuntansi adalah
Pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaanya. Atau dapat
533

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

juga kita sebut sebagai biaya yang dibebankan terhadap produksi akibat
penggunaan aktiva tetap itu dalam proses produksi.
Nilai Sekarang (Present Value)
Menurut Garirison dan Noreen (2007:442) konsep nilai sekarang adalah,
Uang yang diterima hari ini lebih bernilai daripada uang yang diterima beberapa
tahun lagi dengan alasan sederhana bahwa jika anda punya uang sekarang, maka
anda dapat memasukkannya ke bank dan mendapatkan lebih untuk beberapa
tahun mendatang. Karena nilai uang sekarang lebih berarti dibanding beberapa
tahun mendatang
Definisi Konsepsional
Pengambilan keputusan dengan alternatif membeli atau menyewa suatu
produk yang dilakukan oleh manajemen memerlukan analisis biaya differensial
atau biaya relevan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan diperoleh
dari kedua alternatif tersebut.
1.
Biaya Differensial
Biaya relevan untuk pengambilan keputusan dadasarkan pada konsep
different analysis for different purposes yang berarti bahwa untuk tujuan
yang berbeda diperlukan analisa yang berbeda pula, dengan kata lain
diperlukan analisa yang berbeda (termasuk analisa biaya relevan) untuk
tujuan (pengambilan keputusan) yang berbeda. (Supriyono,2007:114).
Biaya differensial atau biaya relevan sering pula disebut biaya marjinal atau
biaya incremental. Biaya differensial merupakan berbagai macam
kemungkinan yang dapat terjadi dan dapat digunakan perusahaan dalam
menghitung biaya yang akan dikeluarkan perusahaan. Pada dasarnya biaya
differensial memerlukan pengeluaran tunai saat ini atau masa akan datang.
Suatu biaya dapat dikatakan sebagai biaya differensial harus memiliki
kriteria, yang pertama ; Biaya tersebut merupakan biaya masa akan datang,
dan yang kedua, Biaya tersebut berbeda di antara sejumlah alternatif.
2.
Membeli
Membeli adalah suatu tranksaksi memperoleh aktiva melalui penukaran
(pembayaran) dengan uang/kas. Kredit bank diartikan sebagai salah satu
alternatif pembiayaan dalam pengadaan aktiva bagi perusahaan yang
membutuhkan dana tambahan. Perusahaan akan membeli aktiva tersebut
dengan menggunakan pinjaman bank. Perusahaan akan membayar angsuran
pokok dan bunga kepada bank sesuai dengan perjanjian kredit. Dalam
pengambilan keputusan membeli hal yang harus dipertimbangkan adalah
harga beli atau harga perolehan, yaitu nilai yang akan dikeluarkan
perusahaan pada saat terjadinya penukaran barang.
2.
Menyewa
Menyewa dapat diartikan suatu kerja sama dalam kontrak tertulis mengenai
penggunaan harta bergerak berwujud untuk jangka waktu tertentu dan
534

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pada


kegiatan menyewa bagi perusahaan, pemeliharaan alat berat ditanggung
oleh pihak kontraktor. Kontrak sewa alat berat adalah selama 5 tahun dan
dalam sistem pembayarannya, perusahaan melakukan pembayaran per
bulan. Dalam menyewa alat berat, pihak kontraktor menetapkan harga sewa
alat berat bulldozer yang harus di bayar perusahaan
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode deskripstif
analisis dengan pendekatan studi kasus. Dalam metode ini akan diamati secara
seksama aspek-aspek yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti, sehingga
dapat diperoleh data-data yang mendukung penyusunan laporan penelitian. Data
tersebut dapat berupa data primer maupun sekunder. Kemudian data-data tersebut
diolah, dianalisis dan diproses lebih lanjut dengan menggunakan alat bantu berupa
dasar-dasar teori yang telah dipelajari sebelumnya, sehingga dapat memperjelas
gambaran mengenai objek tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai masalah
yang diteliti.
Definisi Operasional
Agar memudahkan pengertian tentang maksud dan tujuan dari penulisan,
maka perlu kiranya memberikan definisi operasional sebagai indikator yang
digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
1. Indikator Biaya Differensial :
a. Biaya differensial proses pengambilan keputusan
b. Faktor kualitatif dan faktor kuantitatif non financial yang berpengaruh
terhadap pengambilan keputusan.
c. Konsep-konsep biaya yang lain yang berpengaruh terhadap pengambilan
keputusan.
d. Laba sebelum dan sesudah menggunakan biaya differensial dalam
pengambilan keputusan membeli atau menyewa alat berat.
2. Biaya-biaya
a. Biaya relevan adalah biaya-biaya yang berbeda dari beberapa alternatif
yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh CV. Putri Dita.
b. Biaya differensial adalah biaya masa akan datang yang berbeda di antara
alternatif keputusan membeli atau menyewa alat berat bulldozer pada
CV. Putri Dita.
c. Bulldozer adalah salah satu jenis alat berat beroda rantai maupun ban
yang digunakan oleh CV. Putri Dita untuk mendorong lurus ke depan,
fungsinya adalah membersihkan medan dari kayu-kayu, membuka jalan
kerja, memindahkan tanah, menghampar tanah, menimbun tanah dan
lain-lainnya.

535

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

d. Beban pajak adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh CV. Putri Dita
dalam pengoperasian alat berat yang dimilikinya.
e. Beban pemeliharaan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh CV. Putri
Dita untuk mempertahankan (menjaga) alat berat agar senantiasa dalam
kondisi baik dan dapat menjalankan fungsi normalnya.
f. Beban perbaikan mesin adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh CV.
Putri Dita untuk memperbaiki mesin-mesin agar kondisinya selalu baik
sehingga tidak memperlambat pekerjaan perusahaan.
g. Beban penyusutan adalah penurunan aktiva tetap (bulldozer) secara
sistematis dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi selama
masa manfaatnya di CV. Putri Dita.
h. Nilai buku aktiva tetap adalah nilai perolehan dari alat berat pada CV.
Putri Dita yang mengalami penyusutan selama umur ekonomisnya.
Rincian dan Data Yang Diperlukan
Data yang diperlukan guna menunjang dalam menganalisis dan membantu
masalah yang telah dikemukakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Gambaran umum perusahaan.
2. Harga perolehan alat berat
3. Harga sewa alat berat
4. Biaya-biaya relevan, antara lain :
a. Biaya sewa alat berat
b. Biaya pemeliharaan
c. Biaya depresiasi
d. Biaya kredit bank :
1) Biaya administrasi
2) Biaya provisi
3) Biaya notaris
4) Biaya materai
5) Biaya asuransi
5. Data lain yang ada hubungannya dengan penulisan ini.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, digunakan teknik
pengumpulan data sebagai berikut :
1.
Penelitian lapangan (field Work Research)
Yaitu langsung pada objek yang diteliti dengan cara :
a. Interview (wawancara), yaitu mengadakan wawancara langsung dengan
pimpinan perusahaan atau pihak yang bersangkutan dengan masalah yang
diteliti.
b. Observasi, yaitu dengan mengadakan penelitian langsung untuk
mendapatkan data yang sesungguhnya dari perusahaan.
2.
Penelitian kepustakaan (Library Research)
536

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

Yaitu dengan mempelajari literatur yang berkaitan, terutama berupa landasan teori
yang berhubungan dengan permasalahan.
Metode dan Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis permasalahan maka alat analisis yang penulis
kemukakan mengacu pada akuntansi manajemen dalam menganalisis biaya
differensial dalam memilih alternatif membeli atau menyewa alat berat bulldozer
dengan membandingkan biaya-biaya yang relevan dari kedua alternatif.
Untuk menghitung modal dan biaya-biaya relevan membeli alat berat
yang ditaksir mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun, digunakan perhitungan
nilai waktu uang dimasa sekarang (present value) dari masa manfaat alat berat
dimasa yang akan datang sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan. Nilai
waktu uang sekarang untuk umur ekonomis 5 tahun dapat dihitung dengan
menggunakan: Discount Factor
WACC =
WACC =
WACC = 12%
Lebih dahulu dihitung nilai sekarang dari harga beli dan biaya-biaya
relevan yang berhubungan dengan membeli alat berat dengan umur ekonomis.
Nilai sekarang dihitung dengan menggunakan discount factor berdasarkan modal
perusahaan.
Nilai tunai atau nilai sekarang dari membeli dan biaya-biaya relevan
dibandingkan dengan biaya sewa alat berat dalam jangka waktu tertentu yang
dikeluarkan perusahaan kemudian dianalisis dalam table
Analisis Pengambilan Keputusan Membeli Atau Menyewa
CV. Putri Dita merencanakan pembelian alat berat yang bernilai Rp
1.100.000.000 ditambah PPN 10% yaitu senilai Rp 110.000.000, sehingga harga
perolehan alat berat adalah senilai Rp 1.210.000.000 akan dilakukan dengan
modal sendiri senilai Rp. 242.000.000 dan Rp 968.000.000 akan dilakukan
peminjaman dana kredit bank BRI selama 3 tahun dengan bunga per tahun 14%sliding rate.
Adapaun persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah :
a. Asli formulir aplikasi diisi dengan lengkap dan benar
b. Copy akte pendirian perusahaan dan izin-izin usaha
c. Copy NPWP perusahaan
d. Copy dokumen kepemilikan bangunan SHM/SHGB, IMB dan PBB
Hasil wawancara dengan pihak Bank BRI akan meminta debitur untuk membayar
biaya-biaya berikut ini :

537

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

Tabel Biaya yang harus di bayar debitur dalam peminjaman dana kredit
No.
Biaya Bank
1 Biaya Provisi (1%)
2 Biaya administrasi

Jumlah (Rp)
9,680,000.00
500,000.00

Biaya notaris

Biaya materai

60,000.00

Biaya asuransi

1,000,000.00

2,000,000.00

Jumlah biaya

13,240,000.00
Sumber data : Ari Kurniawan, Account Officer, Bank BRI
Berikut adalah perhitungan angsuran Kredit Usaha Bank BRI dengan tingkat
bunga 14% :
Tabel Perhitungan Angsuran dan Bunga Kredit Bank BRI Tahun Pertama
Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

1
Pokok
Pinjaman (Rp)
968,000,000.00
941,111,111.12
914,222,222.24
887,333,333.36
860,444,444.48
833,555,555.60
806,666,666.72
779,777,777.84
752,888,888.96
726,000,000.08
699,111,111.20
672,222,222.32

2
Cicilan
Pokok (Rp)

3
Bunga (Rp)
( (1) x 14%/12 )

26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
322,666,666.56

11,293,333.33
10,979,629.63
10,665,925.93
10,352,222.22
10,038,518.52
9,724,814.82
9,411,111.11
9,097,407.41
8,783,703.70
8,470,000.00
8,156,296.30
7,842,592.59
114,815,555.56

Sumber data : diolah dari hasil penelitian

538

4
Angsuran
Perbulan (Rp)
( (2) + (3) )
38,182,222.21
37,868,518.51
37,554,814.81
37,241,111.10
36,927,407.40
36,613,703.70
36,299,999.99
35,986,296.29
35,672,592.58
35,358,888.88
35,045,185.18
34,731,481.47
437,482,222.12

5
Saldo Pokok
Pinjaman (Rp)
( (1) - (2) )
941,111,111.12
914,222,222.24
887,333,333.36
860,444,444.48
833,555,555.60
806,666,666.72
779,777,777.84
752,888,888.96
726,000,000.08
699,111,111.20
672,222,222.32
645,333,333.44

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

Tabel Perhitungan Angsuran dan Bunga Kredit Bank BRI Tahun Kedua
Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

1
Pokok
Pinjaman (Rp)
645.333.333,44
618.444.444,56
591.555.555,68
564.666.666,80
537.777.777,92
510.888.889,04
484.000.000,16
457.111.111,28
430.222.222,40
403.333.333,52
376.444.444,64
349.555.555,76

2
Cicilan
Pokok (Rp)

3
Bunga (Rp)
( (1) x 14%/12 )

26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
26.888.888,88
322.666.666,56

7.528.888,89
7.215.185,19
6.901.481,48
6.587.777,78
6.274.074,08
5.960.370,37
5.646.666,67
5.332.962,96
5.019.259,26
4.705.555,56
4.391.851,85
4.078.148,15
69.642.222,24

4
Angsuran
Perbulan (Rp)
( (2) + (3) )
34.417.777,77
34.104.074,07
33.790.370,36
33.476.666,66
33.162.962,96
32.849.259,25
32.535.555,55
32.221.851,84
31.908.148,14
31.594.444,44
31.280.740,73
30.967.037,03
392.308.888,80

5
Saldo Pokok
Pinjaman (Rp)
( (1) - (2) )
618.444.444,56
591.555.555,68
564.666.666,80
537.777.777,92
510.888.889,04
484.000.000,16
457.111.111,28
430.222.222,40
403.333.333,52
376.444.444,64
349.555.555,76
322.666.666,88

Sumber data : diolah dari hasil penelitian


Tabel Perhitungan Angsuran dan Bunga Kredit Bank BRI Tahun Ketiga
Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

1
Pokok
Pinjaman (Rp)
322,666,666.88
295,777,778.00
268,888,889.12
242,000,000.24
215,111,111.36
188,222,222.48
161,333,333.60
134,444,444.72
107,555,555.84
80,666,666.96
53,777,778.08
26,888,889.20

2
Cicilan
Pokok (Rp)
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,888.88
26,888,889.20
322,666,666.88

3
Bunga (Rp)
( (1) x 14%/12 )
3,764,444.45
3,450,740.74
3,137,037.04
2,823,333.34
2,509,629.63
2,195,925.93
1,882,222.23
1,568,518.52
1,254,814.82
941,111.11
627,407.41
313,703.71
24,468,888.93

4
Angsuran
Perbulan (Rp)
( (2) + (3) )
30,653,333.33
30,339,629.62
30,025,925.92
29,712,222.22
29,398,518.51
29,084,814.81
28,771,111.11
28,457,407.40
28,143,703.70
27,829,999.99
27,516,296.29
27,202,592.91
347,135,555.81

5
Saldo Pokok
Pinjaman (Rp)
( (1) - (2) )
295,777,778.00
268,888,889.12
242,000,000.24
215,111,111.36
188,222,222.48
161,333,333.60
134,444,444.72
107,555,555.84
80,666,666.96
53,777,778.08
26,888,889.20
0.00

Sumber data : diolah dari hasil penelitian


Setelah mendapatkan perhitungan angsuran kredit bank selama 3 tahun,
maka dapat dihitung biaya bunga kredit bank yang dihitung dengan nilai present
value yang menggunakan tingkat discount factor berdasarkan hasil perhitungan
biaya modal rata-rata tertimbang.
WACC =
539

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

WACC =
WACC = 12%
Dari hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang maka tingkat
discount factor yang digunakan dalam menghitung nilai present value adalah
setelah mendapatkan perhitungan tingkat discount factor, maka kita dapat
menhitung biaya kredit bank yang di present value dengan tingkat discount factor
12%.
Tabel Nilai Present Value Bunga Kredit Bank
Keterangan
Jumlah (Rp)
DF 12%
Present Value (Rp)
Biaya kredit bank
13,240,000.00
0.8929
11,821,996.00
Biaya bunga tahun 1
114,815,555,56
0.8929
102,518,809.56
Biaya bunga tahun 2
69,642,222,24
0.7972
55,518,779.57
Biaya bunga tahun 3
24,468,888,93
0.7118
17,416,955.14
Nilai PV Biaya Bunga Kredit Bank
187,276,540.27
Sumber data : diolah dari hasil penelitian
Setelah mendapatkan biaya kredit bank, maka selanjutnya menghitung
biaya depresiasi dengan rumus :
Depresiasi =
Nilai sisa sifatnya subyektif, dimana sangat tergantung pada kebijakan
manajemen dimana nilainya berdasarkan pengalaman-pengalaman perusahaan
sebelumnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Putri Dita Nilai
Residu dari alat berat bulldozer adalah senilai Rp 450.000.000,00, setelah
mendapatkan nilai residu kemudian dihitung biaya depresiasi dari alat berat
bulldozer tersebut dengan rumus :
Depresiasi =
= Rp. 152.000.000,00 Per Tahun
Dari perhitungan di atas maka di dapat hasil biaya depresiasi alat berat bulldozer
per tahun adalah senilai Rp 152,000,000.00
Setelah mendapatkan nilai biaya depresiasi selanjutnya menghitung biaya
pemeliharaan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Putri Dita yang termasuk biaya
pemeliharaan yang dilakukan tiap tahun diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Biaya pergantian pelumas
Rp 17,496,000.00
2. Biaya pergantian filter
Rp 12,000,000.00
3. Biaya pergantian oli hidrolic
Rp 14,400,000.00
4. Biaya grease lubricant
Rp 9,960,000.00
5. Biaya perawatan mesin
Rp 25,000,000.00
6. Biaya lain-lain
Rp 15,000,000.00
Total biaya pemeliharaan
Rp. 93,856,000.00

540

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

Berdasarkan hasil data-data di atas maka total biaya pemeliharaan tiap tahunnya
adalah senilai Rp 93,856,000.00
Setelah mendapatkan perhitungan perkiraan nilai biaya pemeliharaan,
kemudian nilai tersebut di present value kan dengan tingkat discount factor 12%
Tabel Nilai Present Value Biaya Pemeliharaan Selama 5 Tahun
tahun
Jumlah (Rp)
DF 12%
Present Value (Rp)
1
93,856,000.00
0.8929
83,804,022.40
2
93,856,000.00
0.7972
74,822,003.20
3
93,856,000.00
0.7118
66,806,700.80
4
93,856,000.00
0.6335
59,457,776.00
5
93,856,000.00
0.5674
53,253,894.40
PV biaya pemeliharaan selama 5 tahun
338,144,396.80
Sumber data : diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan perhitungan maka nilai biaya pemeliharaan yang di present
value selama 5 tahun adalah Rp 338,144,396.80
Setelah menghitung biaya pemeliharaan, selanjutnya menghitung nilai
pajak pengoperasian alat berat bulldozer. Berdasarkan hasil wawancara dengan
pihak CV. Putri Dita Pajak Kendaraan Alat Berat adalah senilai Rp 6.050.000,00
per tahun.
Berikut adalah perhitungan pajak pengoperasian alat berat yang di present value
dengan tingkat discount factor 12%
Tabel Nilai Present Value Pajak Kendaraan Alat Berat Selama 5 Tahun
tahun
Jumlah (Rp)
DF 14%
Present Value (Rp)
1
6,050,000.00
0.8929
5,402,045.00
2
6,050,000.00
0.7972
4,823,060.00
3
6,050,000.00
0.7118
4,306,390.00
4
6,050,000.00
0.6335
3,832,675.00
5
6,050,000.00
0.5674
3,432,770.00
PV biaya pajak kendaraan alat berat
21,796,940.00
Sumber data : diolah dari hasil penelitian
Berdasarkan perhitungan maka nilai pajak kendaraan yang di present value
selama 5 tahun adalah senilai Rp. 21.796.940,00.
Untuk perhitungan biaya sewa, perhitungan dibuat sesuai umur ekonomis
aktiva tetap yaitu 5 tahun dan dihitung dengan menggunakan konsep nilai
sekarang (present value) dengan tingkat discount factor 12%. Pembayaran
dilakukan dengan sistem pembayaran secara per bulan. Oleh karena itu biaya
sewa adalah selama 5 tahun. Tarif sewa per bulan adalah senilai Rp.
32,000,000.00 jadi selama 1 tahun biaya sewa yang harus dikeluarkan adalah
senilai Rp. 384,000,000.00

541

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

Tabel Nilai Present Value Biaya Sewa Alat Berat


tahun
Jumlah (Rp)
DF 12%
Present Value (Rp)
1
384,000,000.00
0.8929
342,873,600.00
2
384,000,000.00
0.7972
306,124,800.00
3
384,000,000.00
0.7118
273,331,200.00
4
384,000,000.00
0.6335
243,264,000.00
5
384,000,000.00
0.5674
217,881,600.00
PV biaya sewa alat berat
1,383,475,200.00
Sumber data : diolah dari hasil penelitian
Setelah dihitung biaya sewa dengan konsep nilai sekarang (present
value), maka diketahui jumlah biaya sewa secara keseluruhan dengan jangka
waktu 5 tahun adalah Rp. 1,383,475,200.00.

Analisis Biaya Relevan


Tabel Alat analisis untuk pengambilan keputusan
Keterangan

Modal
Membeli / menyewa
Biaya-biaya relevan:
Biaya sewa
Biaya Bunga Bank
Biaya pemeliharaan
Biaya Depresiasi
Akm. Depresiasi
Pajak Kendaraan Alat Berat
Nilai Buku
Jumlah Biaya

2
7
9

Membeli
(Rp)

Menyewa
(Rp)

Perbedaan
(Rp)

1,210,000,000.00

1,383,475,200.00
187,276,540.27
338,144,396.80
760,000,000.00
(760,000,000.00)
21,796,940.00
(450,000,000.00)
1,307,217,877.07

1,383,475,200.00

76,257,322.93

Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan
apabila alternatif membeli alat berat lebih kecil daripada perusahaan memilih
alternatif menyewa alat berat, terdapat selisih menguntungkan senilai Rp
76,257,322.93 atau 2.7%. Dari hasil analisis, biaya-biaya relevan tersebut dapat
dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan dalam
pengambilan keputusan.
Dalam pengambilan keputusan membeli atau menyewa alat berat
berdasarkan biaya differensial, perusahaan harus memisahkan biaya-biaya yang
dianggap relevan untuk mengambil suatu keputusan membeli atau menyewa alat
berat. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengambil keputusan dengan
tepat.

542

Selisih
(%)

2.7%

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

Analisis perhitungan dimulai dengan menghitung dan membandingkan


modal yang dikeluarkan dan biaya-biaya relevan antara membeli atau menyewa
alat berat. Membeli alat berat dengan umur ekonomis 5 tahun, digunakan
perhitungan dengan konsep nilai sekarang (present value) dari masa manfaat alat
berat dimasa yang akan datang sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan.
Biaya-biaya yang diperhitungkan dalam analisis biaya relevan membeli
alat berat bulldozer antara lain adalah biaya kredit bank, biaya bunga bank, biaya
pemeliharaan, biaya depresiasi, pajak kendaraan alat berat. Seluruh biaya tersebut
dihitung dengan konsep nilai sekarang selama umur ekonomis kendaraan alat
berat yaitu 5 tahun dengan tingkat discount factor 12%. Hasil perhitungan
alternatif membeli beserta perhitungan biaya differensial dapat dilihat pada tabel
4.1 sampai dengan 4.9.
Setelah diketahui nilai sekarang dari biaya-biaya relevan tersebut,
kemudian modal yang diperlukan perusahaan untuk membeli satu unit alat berat
bulldozer adalah sebesar Rp 1.210.000.000,00 (harga termasuk PPN 10%)
dijumlahkan dengan biaya-biaya relevan dalam alternatif membeli secara kredit
yaitu :
1. Biaya bunga bank BRI selama 3 tahun (36 bulan) setelah di present value
adalah senilai Rp 187,276,540.27
2. Biaya pemeliharaan selama 5 tahun setelah di present value adalah senilai
Rp 338,144,396.80
3. Biaya depresiasi alat berat bulldozer setiap tahunnya adalah senilai Rp
152.000.000,00 jadi dalam 5 tahun biaya depresiasi alat berat bulldozer
adalah senilai Rp 760.000.000,00
4. Pajak kendaraan alat berat tiap tahun adalah senilai Rp 6.050.000,00
sehingga dalam jangka waktu 5 tahun perkiraan pajak kendaraan alat berat
yang akan dikeluarkan setelah di present value adalah senilai Rp
21,796,940.00
Setelah biaya di atas dijumlahkan adapun pengurang biaya dalam alternatif
membeli yaitu :
1. Akumulasi biaya depresiasi selama umur ekonomis alat berat yaitu 5
tahun adalah senilai sama dengan nilai biaya depresiasi selama 5 tahun
yaitu Rp 760.000.000,00
2. Nilai buku adalah senilai nilai residu alat berat karena perbandingan
menggunakan jangka waktu umur ekonomis alat berat yaitu 5 tahun.
Maka nilai buku adalah senilai Rp 450.000.000,00
Dari penjumalahan dan pengurangan biaya-biaya dalam alternatif
membeli, maka perkiraan dana yang harus dikeluarkan apabila perusahaan
memilih alternatif membeli adalah senilai Rp 1,307,217,877.07.
Sedangkan alternatif menyewa alat berat, perusahaan harus mengeluarkan
dana sebesar Rp 32.000.000,00 per bulan jadi dalam setahun perusahaan harus
mengeluarkan biaya senilai Rp 384.000.000,00. Nilai biaya tersebut dihitung

543

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 3, Nomor 3, 2015: 531-545

dengan menggunakan rumus present value selama 5 tahun, maka perkiraan nilai
biaya sewa dengan kontrak 5 tahun adalah sebesar Rp 1,383,475,200.00.
Penutup
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam pemilihan alternatif
membeli atau menyewa alat berat mayoritas lebih menguntungkan untuk membeli
menggunakan kredit bank dibandingkan dengan menyewa dengan menggunakan
sewa guna usaha dengan selisih nilai total PV arus kas keluar sebesar Rp
76,257,322.93 dimana hasil tersebut merupakan selisih dari selisih nilai tunai arus
kas keluar antara alternatif kredit bank sebesar Rp 1,307,217,877.07 dan
Alternatif menyewa dengan sewa guna usaha sebesar Rp 1,383,475,200.00.
Dengan dilakukannya analisis biaya differensial terhadap setiap alternatif
yaitu alternatif membeli atau menyewa, pengeluaran-pengeluaran besar dapat
ditekan dimasa yang akan datang. Dengan alternatif membeli akan menghemat
biaya sebesar Rp 76,257,322.93 atau 2.7%
Dalam pengambilan keputusan dengan alternatif membeli atau menyewa
alat berat sebaiknya perlu pertimbangan pengeluaran yang akan dilakukan dari
kedua alternatif tersebut dengan biaya relevan agar keputusan yang di ambil dapat
menguntungkan pihak perusahaan.
CV Putri Dita disarankan memilih alternatif membeli dengan kredit bank
untuk pengadaan alat berat berupa bulldozer. Dimana kredit bank tersebut
memiliki keuntungan dengan menggunakan pendekatan PV telah di peroleh aliran
kas keluar yang rendah di bandingkan alternatif menyewa dengan sewa guna
usaha. Adanya perbedaan yang terdapat dari selisih arus kas tersebut, perusahaan
dapat menimalisir arus kas yang keluar untuk menambah aset tetap pada
perusahaan tersebut.
Daftar Pustaka
Halim, Abdul dan Supomo, Bambang. 2009. Akuntansi Manajemen, Edisi
Pertama, Cetakan Ketigabelas, BPFE, Yogyakarta.
Ahmad, Firdaus,. dan Abdullah, Wasilah. 2009. Akuntansi Biaya. Edisi 2.
Salemba Empat, Jakarta.
Amirullah dan Haris Budiyono. 2004. Pengantar Manajemen, Edisi Kedua,
Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Atkinson, Anthony A. dan Robert S. Kaplan. 2009. Akuntansi Manajemen,
PT.Indeks, Jakarta.
Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan, Cetakan
Pertama, BPFE, Yogyakarta.
Dunia, Ahmad Firdaus. 2009, Pengantar Akuntansi, Edisi Ketiga, Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Garrison, Ray H, Noreen, Eric W, dan Brewer, Peter C. 2007. Akuntansi
Manajerial, Edisi Kesebelas, Salemba Empat, Jakarta.

544

Analisis Biaya Differensial (Elvhyn Novan Ananda)

Harahap, Sofyan Syafri. 2002, Teori Akuntansi Laporan Keuangan, Edisi Kesatu,
Cetakan Ketiga, Bumi Aksara, Jakarta.
Hansen dan Mowen. 2003. Mangement Accounting, 6th Edition, South Western,
USA, Manson.
Horngren, Charles T, Walten T. Harrison Jr, 2007, Akuntansi, Jilid I, Edisi
Ketujuh, Erlangga, Jakarta.
Jusup, Al. Haryono. 2005. Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid I, Edisi Keenam,
Cetakan Kelima, YKPN, Yogyakarta.
Kamaruddin, Ahmad. 2005. Akuntansi Manajemen Dasar-Dasar Konsep Biaya
dan Pengambilan Keputusan, Edisi Ketiga, Rajagrafindo Persada,
Jakarta.
Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, Cetakan Ketujuh, Akademi
Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
S. Munawir, 2002. Akuntansi Keuangan dan Manajemen, Edisi Pertama, BpFE,
Yogyakarta.
Mursyidi, 2008. Akuntansi Biaya, Cetakan Pertama, Penerbit : Refika Aditama,
Bandung.
Raharjaputra. 2009. Manajemen Keuangan dan Akuntansi, Edisi Pertama,
Salemba Empat, Jakarta.
Samryn, L.M. 2002. Akuntansi Manajerial : Suatu Pengantar, PT. Raja Grafindo
Perkasa, Jakarta.
Sugiri, Slamet. 2002. Akuntansi Manajemen, UPP Amp YPKN, Yogyakarta.
Supriyono, R.A. 2007. Akuntansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentuan
Harga Pokok, Buku kesatu, Edisi Kedua, Cetakan Ketigabelas, BPFE.
Yogyakarta.
Sunarto, 2004. Akuntansi Manajemen, Edisi Revisi, Penerbitan Fakultas Ekonomi
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta.
Terry, George R, Leslie W. Rue. 2005. Dasar-Dasar Manajemen, Cetakan
Kesembilan, Bumi Aksara, Jakarta.
Witjaksono, Armanto. 2006. Akuntansi Biaya, Edisi Pertama. Cetakan Pertama.
Rineka Cipta, Jakarta.

545