Anda di halaman 1dari 2

PELAYANAN PENUNJANG MEDIK

(Medical Support Services)

Pelayanan penunjang medik di rumah sakit menurut Jhon R.


Griffith

meliputi

pelayanan

diagnostik,

terapeutik

dan

kegiatan

di

masyarakat umum. Pelayanan Penunjang Medik diagnostik meliputi :


Laboraturium : kimiawi, hematologi, histopologi, bakteriologi, virologi, otopsi
dan kamar jenazah. Diagnostik imaging : radiologi, tomografi, radioisotop,
ultra-sonografi

dan

CT

scan

Laboraturium

kardiopulmoner

elektrokardiografi, tes fungsi paru dan kateterisasi jantung. Lain-lain :


elektroensefalografi, elektromiografi dan audiologi. Pelayanan Penunjang
Medik terapeutik meliputi : Farmasi Ruang operasi : anastesi, ruang bedah,
ruang pulih ruang melahirkan/persalinan unit gawat darurat bank darah
rehabilitasi medik : terapi fisik, terapi respirasi, terapi wicara dan terapi
okupasi. Pelayanan sosial radioterapi psikologi klinik terapi di rumah
penderita : homecare, hospice Pelayanan Penunjang Medik di Masyarakat
umum meliputi : Imunisasi Program skrining berbagai penyakit tertentu
pelatihan resusitasi kardiopulmoner Keluarga berencana dan KIA Program
kebugaran jasmani dan pengendalian berat badan.

SK menteri Kesehatan RI No. 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang


pedoman organisasi rumah sakit umum, maka rumah sakit umum harus
menjalankan

beberapa

fungsi,

satu

diantaranya

adalah

fungsi

menyelenggarakan pelayanan penunjang medik dan non medik. Bidang


penunjang medik membawahi tiga buah seksi yaitu : Seksi ketenagaan dan
pengendalian

mutu

penunjang

medik

Seksi

pengembangan

fasilitas

penunjang medik, Seksi pemeliharaan fasilitas penunjang medik. Jhon


Griffith menyatakan bahwa seorang manajer di dalam kegiatan penunjang
medik di rumah sakit punya dua fungsi, yaitu fungsi klinik dan fungsi
manajerial. Fungsi seorang manajer penunjang medik di bidang klinik
utamanya adalah menjamin mutu pelayanan yang baik. Produk pelayanan
penunjang medik harus dapat memuaskan pasien dan juga memuaskan
dokter yang meminta tindakan itu dilakukan pada pasiennya. Kunci

keberhasilan pelayanan dengan kualitas teknis yang baik adalah dengan


melakukannya secara baik, secara terus menerus dalam berbagai keadaan
dan sedapat mungkin mencapai hasil seperti yang diharapkan.