Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan
oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ,
terutama paru-paru.1,2 Tuberkulosis adalah salah satu penyakit tertua yang
menginfeksi manusia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh
dunia. Penelitan terbaru mengatakan bahwa M. tuberculosis mungkin sudah ada
sejak 70.000 tahun yang lalu di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh dunia
pada Zaman Neolitikum, saat populasi manusia mulai meningkat.3
Estimasi prevalensi TB semua kasus yang dilaporkan ke World Health
Organization (WHO) pada tahun 2013 adalah sebesar 9 juta dan estimasi insidensi
berjumlah lebih dari 5,7 juta kasus baru. Jumlah kematian akibat TB diperkirakan
1,49 juta kematian. 95% kasus yang dilaporkan berasal dari negara berkembang.3
Kasus dan kematian akibat TB sebagian besar terjadi pada pria, namun
angka kesakitan dan kematian wanita akibat TB juga sangat tinggi. Diperkirakan
terdapat 2,9 juta kasus TB pada tahun 2012 dengan jumlah kematian akibat TB
mencapai 410.000 kasus termasuk diantaranya adalah 160.000 orang wanita
dengan HIV positif. Separuh dari orang dengan HIV positif yang meninggal
karena TB pada tahun 2012 adalah wanita.4
Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB
tertinggi di dunia. Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB antara lain
adalah, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan disparitas yang
terlalu lebar, beban determinan sosial yang berat, kegagalan program TB,
perubahan demografik, besarnya masalah kesehatan lain, pandemik HIV, dan
resistensi kuman TB terhadap obat anti TB.4,5
Tuberkulosis dapat sembuh jika diobati secara tuntas. Bila tidak diobati
atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga
kematian. Oleh karena itu diperlukan pemahaman lebih baik mengenai
tuberkulosis dan pentalaksanaannya.