Anda di halaman 1dari 23

Page 1 of 23

Geologi Teknik
TUGAS BIDANG STUDI SEMESTER 4
Batuan Beku, Sedimen, Metamorf dan Mineral,
DAN
Manfaat Kegunaannya bagi Pekerjaan Sipil

Oleh :
Nama : IRAWAN ADI P
NIM :5.13.04.08.0.011
Fakultas : Teknik
Prodi : SIPIL SEMESTER 4 SORE

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM
MAJAPAHIT TA 2015 / 2016

Page 2 of 23

Geologi Teknik
TUGAS BIDANG STUDI SEMESTER 4
Batuan Beku, Sedimen, Metamorf dan Mineral,
DAN
Manfaat Kegunaannya bagi Pekerjaan Sipil

Oleh :
Nama : IRAWAN ADI P
NIM :5.13.04.08.0.011
Fakultas : Teknik
Prodi : SIPIL SEMESTER 4 SORE

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM
MAJAPAHIT TA 2015 / 2016

Page 3 of 23

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. WB

Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya yang sangat besar kepada saya
untuk menyelesaikan Tugas Karya Tulis Tentang Batuan Beku, Sedimen,
Metamorf dan Mineral dalam bumi serta manfaat bagi pekerjaan sipil .
Karya Tulis ini saya buat untuk memenuhi tugas dari dosen
pembimbing kami yaitu

Dosen Mata Kuliah Geologi Teknik yang

tujuannya untuk mengetahui apa saja macam macam jenis batuan dan
mineral, proses terbentuknya, dan manfaatnya bagi pekerjaan sipil.
Dalam penulisan karya tulis ini, tentunya masih terdapat kesalahankesalahan baik dari segi bahasa, penulisan ataupun pengertian. Hal ini
karena penulis masih butuh saran dan kritikan dari pembaca yang dapat
membantu penulis untuk menyempurnakan dalam pembuatan karya tulis
berikutnya. Dan kami berharap dengan adanya karya tulis ini dapat
membawa manfaat bagi saya sendiri selaku penulis juga bagi pembaca
sekalian.
Atas perhatian semua pihak saya mengucapkan terima kasih.

Mojokerto, 12 April 2016

Penulis

Page 4 of 23

Daftar isi
HALAMAN JUDUL..2
KATA
PENGANTAR..................................................................................
......3
DAFTAR
ISI.................................................................................................
..... 4
BAB
I
PENDAHULUAN.............................................................................
.....5
1.1 LATAR BELAKANG................................................ 5
1.2 TUJUAN ......................................................... 6
1.3 MANFAAT ......................................... 6
BAB
II
MASALAH.................................7

PEMBAHASAN

2.1 ALAT UKUR TANAH DAN CARA PENGGUNAANNYA


2.1.1 THEODOLITE
2.1.2 WATERPASS
2.1.3 METERAN
2.1.4 KOMPAS
BAB
III
PENUTUP.......................................................................................
.22
3.1 KESIMPULAN

Page 5 of 23

3.2 KRITIK DAN SARAN

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Dalam ilmu geologi akan dipelajari mengenai kejadian, struktur, dan komposisi batu-

batuan kulit bumi diselidiki oleh,sedangkan dalam ilmu geofisika dipelajari sifat batubatuannya.Hasil penelitian ilmu geologi menunjukkan bahwa unsur bumi telah berusia
4.700 tahun dari mulai proses pendinginan sampai pada akhirnya mengalami pembekuan.
Planet bumi terus berputar mengelilingi sumbunya yang disebut berotasi selama 24 jam
tepatnya 23 jam 56 menit dalam satu hari.Berevolusi mengelilingi matahari dengan lintas
garis edar berupa elips. Satu putaran/berevolusi memakan waktu 365 hari 5 jam 48 menit atau
satu tahun. ahli mengidentifikasi struktur bumi berdasarkan klasifikasi struktur dan unsur
kimianya. Latar belakang klasifikasi yakni berdasarkan ketika planet bumi telah terbentuk
dari massa gas, maka akan lambat laun mengalami sebuah proses pendinginan. sehingga
bagian terluar planet bumi berubah menjadi keras, sedangkan bagian dalam bumi masih tetap
dimana itu merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak.
Pada saat proses pendinginan berlangsung dalam waktu yang menghabiskan
jutaan tahun, maka zat-zat pembentuk bumi yang terdiri dari berbagai jenis sifat kimia dan
fisikanya telah sempat memisahkan diri berdasarkan dengan perbedaan sifat-sifat tersebut.
Dari hasil-hasil penelitian terhadap bagian fisik bumi menunjukkan bahwa batuanbatuan pembentuk sistem tata surya pada bagian planet bumi dimulai dari bagian kerak bumi
sampai inti bumi dengan komposisi kandungan mineral dan unsur kimia yang berbeda-beda

Page 6 of 23

Dalam karya tulis ini kami akan membahas lebih dalam tentang batuan pembentuk
lapisan bumi. Batuan merupakan suatu bentuk padatan alami yang disusun oleh satu atau
lebih material dan kadang kadang oleh material non kristaltin. Kebanyakan batuan
merupana heterogen ( terbentuk dari beberapa tipe / jenis mineral ), dan hanya beberapa yang
merupakan homogen ( tersusun oleh satu mineral atau monomineral ). Dengan tugas ini
nantinya kami dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang jenis batuan batuan dan mineral
penyusunnya berikut kegunaanya pada pekerjaan sipil.

1.2

TUJUAN

a. Mengenal dan mengetahui tentang batuan beku, termasuk proses


pembentukannya serta partikel penyusunnya.
b. Mengenal dan mengetahui tentang batuan Sedimen, termasuk proses
pembentukannya serta partikel penyusunnya
c. Mengenal dan mengetahui tentang batuan Metamorf, termasuk proses
pembentukannya serta partikel penyusunnya.
d. Mengetahui mineral lain yang terkandung pada lapisan bumi
e. Mengetahui manfaat batuan batuan tersebut untuk pekerjaan sipil
f. Memenuhi tugas dari dosen pembimbing.

1.3

MANFAAT
Penulisan karya tulis ilmiah mengenai Macam Macam Batuan

Beku, sedimen,metamorf dan mineral bumi ini selain untuk memenuhi


tugas dari dosen Geologi teknik hal ini juga sangat berguna bagi Saya
sebagai calon praktisi di dunia Teknik Sipil. Dengan adanya makalah ini
saya jadi mengetahui lebih banyak tentang macam macam batuan,
material penyusun dan kegunaannya.

Page 7 of 23

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1Alat Ukur Tanah Dan Cara Penggunaannya


2.1.1 THEODOLIT
Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan
tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang
hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolit sudut yang dapat di baca bisa
sampai pada satuan sekon (detik).

Di dalam pekerjaan pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolit sering
digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan
matahari. Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar
bila sudut verticalnya dibuat 90.

Page 8 of 23

Dengan adanya teropong pada theodolit, maka theodolit dapat dibidikkan kesegala arah.
Di dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolit sering digunakan untuk menentukan sudut
siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolit juga dapat digunakan untuk
menguker ketinggian suatu bangunan bertingkat.

A. BAGIAN BAGIAN DARI THEODOLIT


Secara umum, konstruksi theodolit terbagi atas dua bagian :
1. Bagian atas, terdiri dari :
o Teropong / Teleskope
o Nivo tabung
o Sekrup Okuler dan Objektif
o Sekrup Gerak Vertikal
o Sekrup gerak horizontal
o Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal
o Nivo kotak
o Sekrup pengunci teropong
o Sekrup pengunci sudut vertical
o Sekrup pengatur menit dan detik
o Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertikal
2. Bagian Bawah terdiri dari :
o Statif / Trifoot
o Tiga sekrup penyetel nivo kotak
o Unting unting
o Sekrup repitisi
o Sekrup pengunci pesawat dengan statif
B. MACAM / JENIS THEODOLIT
Macam Theodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu:
1. Theodolit Reiterasi ( Theodolit sumbu tunggal )

Page 9 of 23

Dalam theodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan kiap, sehingga bacaan
skala mendatarnya tidak bisa di atur.
Theodolit yang di maksud adalah theodolit type T0 (wild) dan type DKM-2A (Kem)

2. Theodolite Repitisi

Konsruksinya kebalikan dari theodolit reiterasi, yaitu bahwa lingkaran mendatarnya dapt
diatur dan dapt mengelilingi sumbu tegak.
Akibatnya dari konstuksi ini, maka bacaan lingkaran skala mendatar 0, dapat ditentukan
kearah bdikan / target myang dikehendaki. Theodolit yang termasuk ke dakm jenis ini
adalah theodolit type TM 6 dan TL 60-DP (Sokkisha ), TL 6-DE (Topcon), Th-51 (Zeiss)
I. Macam Theodolit menurut sistem bacaannya:
Theodolite sistem baca dengan Indexs Garis
Theodolite sistem baca dengan Nonius
Theodolite sistem baca dengan Micrometer
Theodolite sistem baca dengan Koinsidensi
Theodolite sistem baca dengan Digital
II. Theodolit menurut skala ketelitian
Theodolit Presisi (Type T3/ Wild)
Theodolit Satu Sekon (Type T2 / Wild)
Theodolit Spuluh Sekon (Type TM-10C / Sokkisha)
Theodolit Satu Menit (Type T0 / Wild)
Theodolit Sepuluh Menit ( Type DK-1 / Kern)

Page 10 of 23

C. PERSYARATAN OPERASI THEODOLIT


o Sumbu harus tegak lurus dengan sumbu (dengan menyetel nivo tabung dan nivo
kotaknya).
o Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu .
o Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan indeks skala tegak.
o Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu .
D. CARA-CARA PENYETELAN THEODOLIT:
Dirikan statif sesui dengan prosedur yang ditentukan.
Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup
pengunci di kepala statif.
Stel nivo kotak dengan cara:
Putarlah sekrup A,B secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser kearah
garis sekrup C.
Putarlah sekrup c ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah
Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung.
Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel
(A,B,C), maka caranya adalah:
Putar teropong dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B
Putarlah sekrup A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga gelembung
nivo bergeser ke tengah
Putarlah teropong 90 ke arah garis sekrup C
Putar sekrup C ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.
Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan cara
memutar teropong ke segala arah
E. CARA PEMBACAAN BAAK UKUR
Pada rambu ukur akan terlihat huruf E dan beberapa kotak kecil yang berwarna merah dan
hitam. Setiap huruf E mempunyai jarak 5 cm dan setiap kotak kecil panjangnya 1cm.

Theodolite adalah instrument / alat yang dirancang untuk pengukuran sudut yaitu sudut
mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan
dengan sudut vertical. Dimana sudut sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak
mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan.
KONSTRUKSI THEODOLITE
Konstruksi instrument theodolite ini secara mendasar dibagi menjadi 3 bagian :

1.
2.

Bagian Bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang menyanggah
suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada tepi lingkaran ini
dibuat pengunci limbus.
Bagian Tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung dan
diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu. Diatas
sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang berbentuk
lingkaran yang mempunyai jari jari plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi
lingkaran dibuat alat pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang

Page 11 of 23

3.

menjadi penyanggah sumbu mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung
diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak lurus. Lingkaran dibuat dari kaca
dengan garis garis pembagian skala dan angka digoreskan di permukaannya. Garis
-garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila dibandingkan hasil goresan pada
logam. Lingkaran dibagi dalam derajat sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh
dibagi dalam 360 atau dalam grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi
dalam 400 g.
Bagian Atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah sumbu
kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai diafragma dan
dengan demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang
berbentuk lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran mendatar.
SISTEM SUMBU / POROS PADA THEODOLITE
SYARAT SYARAT THEODOLITE
Syarat syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap dipergunakan
untuk pengukuran yang benar adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Sumbu kesatu benar benar tegak / vertical.


Sumbu Kedua haarus benar benar mendatar
Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.

MACAM MACAM THEODOLIT


Dari konstruksi dan cara pengukuran, dikenal 3 macam theodolite :
1.Theodolite Reiterasi
Pada theodolite reiterasi, plat lingkaran skala (horizontal) menjadi satu dengan plat
lingkaran nonius dan tabung sumbu pada kiap.Sehingga lingkaran mendatar bersifat
tetap. Pada jenis ini terdapat sekrup pengunci plat nonius.
2.Theodolite Repetisi
Pada theodolite repetisi, plat lingkarn skala mendatar ditempatkan sedemikian rupa,
sehingga plat ini dapat berputar sendiri dengan tabung poros sebagai sumbu putar.
Pada jenis ini terdapat sekrup pengunci lingkaran mendatar dan sekrup nonius.
3. Theodolite Elektro Optis
Dari konstruksi mekanis sistem susunan lingkaran sudutnya antara theodolite optis
dengan theodolite elektro optis sama. Akan tetapi mikroskop pada pembacaan skala
lingkaran tidak menggunakan system lensa dan prisma lagi, melainkan menggunkan
system sensor. Sensor ini bekerja sebagai elektro optis model (alat penerima
gelombang elektromagnetis). Hasil pertama system analogdan kemudian harus
ditransfer ke system angka digital. Proses penghitungan secara otomatis akan
ditampilkan pada layer (LCD) dalam angka decimal.

PENGOPERASIAN THEODOLITE
1)Penyiapan Alat Theodolite
Cara kerja penyiapan alat theodolite antara lain :
1. Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan
2. Tinggikan setinggi dada
3. Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
4. Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
5. Kuatkan (injak) pedal kaki statif
6. Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar

Page 12 of 23

7. Letakkan theodolite di tribar plat


8. Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
9. Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical
dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat
ukur tersebut.
10. Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar
dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat
ukur tersebut.
11. Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering
kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat
(BM), dilihat dari centering optic.
12. Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada
dinding.
13. Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan
melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai
kesalahan index tersebut.

* Theodolite Topcon DT-205L

Spesifikasi - Digital Theodolite Topcon DT-205L


TECHNICAL SPECIFICATIONS
TELESCOPE
Length
Objective lens
Magnification
Field of view
Resolving power
Minimum focus
Stadia ratio
Stadia constant
Sighting collimator
ELECTRONIC ANGLE MEASUREMENT
Method
Detecting
Minimum reading
Accuracy

152 mm
45 mm
30x power
130
2.5" power
1m
100
0
Double
Absolute Reading
2 horizontal sides, 1 vertical sides
1"/5" arc seconds, 1mgon/2mgon
5 arc seconds

Page 13 of 23

TECHNICAL SPECIFICATIONS
Diameter Circle
DISPLAY
Unit
OPTICAL PLUMMET TELESCOPE
Magnification
Field of view
Focusing
LEVEL SENSITIVITY
Plate level
Circular level
WATER PROTECTION
POWER SUPPLY
OPERATING TIME
Theodolite only
Laser only
Theodolite and Laser
OPERATING TEMPERATURE
WEIGHT
LASER POINTER
Method
Wave Length / Power
Laser Class
COMPENSATOR
Tilt Sensor
Compensator Range

71mm
2 sides
3x power
3
0.5m~
40"/2mm
10"/2mm
IP66 rating
4AA batteries
140 Hours
80 Hours
45 Hours
-20 to +50 degrees C
9.26 pounds (4.2kg)
Focusing
633nm / 0.6mW
Class II
Vertical
3

Topcon DT - 205L mengintegrasikan berkualitas tinggi yang sama maju membaca lingkaran
teknologi mutlak ditemukan di Topcons performa tinggi produk total station untuk
perhitungan lapangan yang lebih akurat . Topcon terus memberikan optik kualitas tertinggi
dan elektronik Anda harapkan untuk menemukan di Theodolites . Tersedia dalam tiga model
yang terjangkau memberikan 5 " , 7 " , atau 9 " akurasi sudut , ada DT - 200 yang sempurna
theodolite untuk pekerjaan apa pun .
The Topcon DT - 200 Series Weathers setiap kondisi basah atau debu di lapangan ,
memungkinkan untuk hari lebih produktif selama cuaca buruk . Tingkat proteksi terhadap air
didasarkan pada standar IEC60529 , yang definisinya adalah " air diproyeksikan dalam jet
kuat terhadap kandang dari arah manapun tidak akan memiliki efek berbahaya " .
Semua model juga kompak dan ringan untuk portabilitas mudah, dan operasi sederhana
mereka memberikan pengukuran yang tepat dalam fungsional , paket bebas repot . The
Topcon DT - 200 Series memungkinkan untuk lebih dari 140H pengukuran terus menerus
dalam modus sudut . Hidup ini baterai yang tahan lama akan menghilangkan kebutuhan untuk
penggantian baterai pada pekerjaan.

Page 14 of 23

*Digital Theodolite Sokkia DT540

Spesifikasi - Digital Theodolite Sokkia DT540


Specifications:
* Telescope Magnification: 30X
* Display Resolution (selectable) H & V: 1"/5",0.2/1mg, 0.005/0.02mil
* Accuracy (ISO 12857-2 1997): 5"
* Display: LCD, 8 digits x 2 lines w/backlight
* Display location: On both faces
* Compensator: Dual-axis compensator, working range 3" (55 mgon)
* Dust and water protection: IP66 (IEC60529)
* Weight with handle and battery: 4.7kg (10.3lb.)
* Battery: LR14/C batteries x2
* Continuous use with alkaline batteries: Approx. 75 hours

*DIGITAL THEODOLITE NIKON

Page 15 of 23

Dirancang untuk aplikasi konstruksi dan penyelidikan umum, Nikon NE-100 Series
theodolites digital elektronik memberikan pengukuran yang akurat dalam, terjangkau, mudah
digunakan platform. Masing-masing dari empat model memiliki keypad ergonomis dengan
tombol sekali sentuh untuk semua fungsi, dan layar LCD backlit yang besar membantu Anda
bekerja secara produktif di lapangan.
Anda dapat langsung mengubah sudut vertikal untuk persen dari kelas, ulang sudut horizontal
menjadi nol dan mengunci sudut horisontal ditampilkan pada LCD sementara Anda reposisi
atau mengulang pengukuran. Akurasi sudut berbeda antara model. NE-100 menawarkan 10
"akurasi sudut, sedangkan NE-101 menawarkan 7". Baik NE-102 dan 103 model
menawarkan 5 "akurasi sudut dengan NE-103 menampilkan sumbu vertikal kompensasi
NE-102 dan NE-103 juga memiliki layar belakang dan keypad.
NE-100 theodolites seri menampilkan lima mudah digunakan, tombol sekali sentuh: empat
untuk melakukan semua fungsi umum dan yang kelima untuk mengontrol backlit layar LCD
dan reticle penerangan. NE-100 theodolites Seri fitur built-in reticle illuminator dan layar
LCD backlit yang memungkinkan Anda untuk bekerja di dalam gedung maupun di
terowongan, tambang dan lingkungan lainnya dengan sedikit atau tidak ada cahaya. Ini fitur
juga berguna selama di luar rumah kondisi cahaya rendah, seperti menjelang fajar atau senja.
Tidak seperti instrumen lain yang memerlukan baterai khusus, NE-100 Series theodolites
menggunakan enam baterai AA standar. Terlebih lagi, mereka bisa daya baterai model semua
selama sekitar 48 jam. Sebuah grafik batang tiga level pada layar LCD menampilkan sisa
daya baterai.
Dengan NE-100 Series teodolit model Nikon, Anda dapat mengandalkan kinerja yang dapat
diandalkan dalam kondisi sulit. The NE-100/101 model memiliki rating IP54, yang berarti air
dapat splash pada mereka dari segala arah tanpa efek berbahaya. Model NE-102/103 Nikon
memiliki peringkat lebih tinggi IP56 yang berarti mereka tahan air dan tahan debu.
Digital Theodolite Nikon NE-102
Keterangan
- Pembacaan : 1 "
- Ketelitian : 5 "
- Pembesaran Lensa : 30x
- Display : 2 Muka

II.1.2 WATERPASS

Page 16 of 23

Pengertian Waterpass
Waterpass (penyipat datar) adalah suatu alat ukur tanah yang dipergunakan untuk mengukur
beda tinggi antara titik-titik saling berdekatan. Beda tinggi tersebut ditentukan dengan garisgaris visir (sumbu teropong) horizontal yang ditunjukan ke rambu-rambu ukur yang vertical.
Sedangkan
pengukuran
yang
menggunakan
alat
ini
disebut
dengan Levelling atauWaterpassing. Pekerjaan ini dilakukan dalam rangka penentuan tiggi
suatu titik yang akan ditentukan ketiggiannya berdasarkan suatu system referensi atau bidang
acuan.
Sistem referensi atau acaun yang digunakan adalah tinggi muka air air laut rata-rata
atau Mean sea Level (MSL) atau system referensi lain yang dipilih.Sistem referensi ini
mempunyai arti sangat penting, terutama dalam bidang keairan, misalnya: Irigasi, Hidrologi,
dan sebagainya. Namun demikian masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang memerlukan
system referinsi.
Untuk menentukan ketinggian suatu titik di permukaan bumi tidak selalu tidak selalu harus
selalu mengukur beda tinggi dari muka laut (MSL), namun dapat dilakukan dengan titik-titik
tetap yang sudah ada disekitar lokasi oengukuran. Titik-titik tersebut umumnya telah
diketahui ketinggiannya maupun kordinatnya (X,Y,Z) yang disebut Banch Mark (BM).
Banch mark merupakan suatu tanda yang jelas (mudah ditemukan) dan kokoh dipermukaan
bumi yang berbentuk tugu atau patok beton sehingga terlindung dari faktor-faktor
pengrusakan.
Manfaat penting lainnya dari pengukuran Levelling ini adalah untuk kepentingan proyekproyek yang berhubungan dengan pekerjaan tanah (Earth Work) misalnya untuk menghitung
volume galian dan timbunan. Untuk itu dikenal adanya pengukuran sipat datar profil
memanjang (Long section) dan sipat datar profil melintang (Cross section).
Dalam melakukan pengukuran sipat datar dikenal adanya tingkat-tingkat ketelitian sesuai
dengan tujuan proyek yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan pada setiap pengukuran akan
selalu terdapat kesalah-kesalahan. Fungsi tingkat-tingkat ketelitan tersebut adalah batas
toleransi kesalahan pengukuran yang diperbolehkakan. Untuk itu perlu diantisipasi kesalah
tersebut agar di dapat suatu hasil pengukuran untuk memenuhi batasan toleransi yang telah
ditetapkan.
Water pass adalah alat untuk menentukan perbedaan ketinggian. keberadaan manual ada yang
sudah menggunakan teknologi digital. Benda ini sering digunakan untuk menentukanelevasi/
peil untuk lantai, balok, dan lain-lain yang membutuhkan elevasi berdasarkan ketinggian titik
yang diketahui. Alat ini digunakan untuk mengecek ketinggian penulangan agar tidak
melebihi tinggi rencana dan mengecek ketebalan lantai saat pengecoran, sehingga lantai yang
dihasilkan dapat datar. Selain itu juga dapat digunakan untuk pembuatan tanda/markingp ada
kolom/dinding sebagai acuan pekerjaan lain, seperti acuan untuk pekerjaan dinding
panelprecast, serta dapat digunakan dalam pengecekan settlement bangunan. Untuk keperluan
pekerjaan struktur diperlukan keakuratan dibawah 1 mm pada jarak tidak melebihi 30 meter.
Dalam penggunaannya, waterpass didirikan pada tripod(kaki tiga).
Cara Menggunakan Water Pass
Pengukuran Waterpass adalah pengukuran untuk menentukan tinggi atau perbedaan
ketinggian antara dua titik. Pengukuran Waterpass adalah hal yang sangat penting untuk
mendapatkan data sebagai tujuan pemetaan, perencanaan atau konstruksi. Hasil pengukuran
air melewati mereka digunakan untuk perencanaan jalan, kereta api, saluran, penentuan lokasi
bangunan berdasarkan elevasi tanah yang ada, perhitungan urugan dan galian tanah,

Page 17 of 23

penelitian tentang saluran yang sudah ada, dan lain-lain. Dalam pengukuran ada beberapa
istilah yang sering digunakan:
1. Garis vertikal adalah garis yang mengarah ke pusat bumi, yang umumnya dianggap
sama dengan garis menurun.
2. Bidang datar adalah bidang yang tegak lurus garis vertikal pada titik apapun. Bidang
horizontal melengkung mengikuti bentuk permukaan laut.
3. Datum adalah bidang yang digunakan sebagai acuan untuk tinggi, misalnya,
permukaan laut rata-rata.
4. Elevation adalah jarak vertikal (tinggi) diukur terhadap bidang datar.
5. Banch Mark (BM) adalah titik tetap elevasi diketahui dari datum yang digunakan
untuk mengukur pedoman elevasi daerah sekitarnya.
Prinsip cara kerja dari alat ukur waterpass sebenarnya sederhana yaitu dengan membuat garis
sumbu teropong horisontal. Bagian yang membuat kedudukan menjadi horisontal
adalah nivo, yang berbentuk tabung berisi cairan dengan gelembung di dalamnya.

-Waterpass Topcon AT-B4 / Automatic Level Topcon ATB

Waterpass Topcon AT-B4 / Automatic Level Topcon ATB4


- Pembesaran Lensa : 24x
- Ketelitian : 0.5 mm
- Minimun Focus : 0.3 M
Spesifikasi Waterpass / Automatic Level Topcon AT-B4 :
Model ekonomis AT-B Topcon baru Seri. Ideal untuk Proyek Rekayasa dan Konstruksi.
Dengan pembesaran 24x dan kompensator otomatis cepat, akurat dan stabil Topcon AT-B4
memberikan kualitas dan ketepatan dengan harga yang terjangkau.
Kompensator seri AT-B mencakup empat kabel suspensi yang terbuat dari logam supertinggi-tarik yang memiliki koefisien ekspansi termal minimal, memberikan daya tahan yang
tak tertandingi dan keakuratan bahkan dalam kondisi lingkungan yang paling keras. Finely
tuned magnetic damping system quickly levels and stabilizes the line of sight despite the fine
vibrations present when working near heavy equipment or busy roadways. Tersetel sistem
peredaman magnetik cepat menstabilkan tingkat dan saling berhadapan meskipun getaran
halus hadir ketika bekerja di dekat alat berat atau jalan raya sibuk.

Page 18 of 23

-Waterpass Nikon Ac 2S

Spesifikasi Produk Waterpass Nikon Ac 2S

Deskripsi :
Kompak Dan Ringan , Tingkat Otomatis Fitur Kompensator Otomatis Magnetik - Dibasahi
Untuk Tingkat Garis Pandang , Kualitas Nikon Optik Untuk Terang , Tajam , Gambar
Rinci , Dan Konstruksi Tahan Air Kasar . Tombol-Tombol Singgung Horizontal Dapat
Dioperasikan Dengan Baik Tangan Dan Berbagai Fitur Terbatas Untuk Memastikan
Pengukuran Halus, Tepat Menunjuk Dan Sudut . Tas, Tutup Lensa , Persis Bob , Alat
Penyesuaian , Dan Penutup Debu Vinil Disertakan .
Spesifikasi :
Telescope - Tabung Panjang : 7,5 ( 190 Mm )
Gambar : Tegak
Diameter Efektif Lensa Objektif : 1,2 ( 30 Mm )
Pembesaran: 24X
Bidang Pandang : 1 30 ' ( 2.6 ' Pada 100 ' )
Resolusi Daya: 3,5
Minimum Jarak Fokus : 2.46 ' ( 75 M )
Rasio Stadia : 1:100 . Kompensator Otomatis - Jenis: Kawat -Hung , Peredam Udara ;

Page 19 of 23

Pengaturan Akurasi : 0,5


Kisaran : 16 ' . Tingkat Sensitivitas Botol - Tingkat Edaran : 10 ' / 2 Mm .
Standar Deviasi ( 1 - Km Pengatur Lari-Ganda ) - Tanpa Mikrometer : 2.0 Mm .
Horizontal Lingkaran - Diameter Lingkaran : 4,3 ( 110 Mm )
Kenaikan Minimum : 1 / 1 G
Membaca Estimasi : 0.1 / 0,1 G .
Berat - Instrumen : 2,8
Kasus : 2.7 Lbs.

II.1.3 Meteran
Meteran, sering disebut pita ukur atau tape karena umumnya tersaji dalam bentuk pita dengan
panjang tertentu. Sering juga disebut rol meter karena umumnya pita ukur ini pada keadaan
tidak dipakai atau disimpan dalam bentuk gulungan atau rol, seperti terlihat pada Gambar
I.Kegunaan

Kegunaan utama atau yang umum dari meteran ini adalah untuk mengukur jarak atau
panjang. Kegunaan lain yang juga pada dasarnya adalah melakukan pengukuran jarak, antara
lain (1) mengukur sudut baik sudut horizontal maupun sudut vertikal atau lereng, (2)
membuat sudut siku-siku, dan (3) membuat lingkaran.
II.Spesifikasi Alat
Meteran mempunyai spesifikasi antara lain :
(1) Satuan ukuran yang digunakan ada 2 satuan ukuran yang biasa digunakan,
yaitu satuan Inggris ( inch, feet, yard) dan satuan metrik ( mm, cm, m)
(2) Satuan terkecil yang digunakan mm atau cm , inch atau feet
(3) Daya muai, yaitu tingkat pemuaian akibat perubahan suhu udara
(4) Daya regang, yaitu perubahan panjang akibat tegangan atau tarikan
(5) Penyajian angka nol. Angka atau bacaan nol pada meteran ada yang
dinyatakan tepat di ujung awal meteran dan ada pula yang dinyatakan pada
jarak tertentu dari ujung awal meteran.

Page 20 of 23

III. Cara Menggunakan


Cara menggunakan alat ini relatif sederhana, cukup dengan merentangkan
meteran ini dari ujung satu ke ujung lain dari objek yang diukur. Namun demikian
untuk hasil yang lebih akurat cara menggunkan alat ini sebaiknya dilakukan
sebagai berikut:
a. Lakukan oleh 2 orang
b. Seorang memegang ujung awal dan meletakan angka nol meteran di titik
yang pertama
c. Seorang lagi memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya,
tarik meteran selurus mungkin dan letakan meteran di titik yang dituju
dan

baca

angka

meteran

yang

tepat

di

titik

tersebut.

II.1.4 KOMPAS
Kompas adalah sebuah alat dengan komponen utamanya jarum dan lingkaran
berskala. Salah satu ujung jarumnya dibuat dari besi berani atau magnet yang
ditengahnya terpasang pada suatu sumbu, sehinngga dalam keadaan mendatar
jarum magnit dapat bergerak bebas ke arah horizontal atau mendatar menuju
arah utara atau selatan. Kompas yang lebih baik dilengkapi dengan nivo, cairan
untuk menstabilkan gerakan jarum dan alat pembidik atau visir.
I. Kegunaan
Kegunaan utama atau yang umum dari kompas adalah untuk menentukan arah
mata angin terutama arah utara atau selatan sesuai dengan magnit yang
digunakan. Kegunaan lain yang juga didasarkan pada penunjukkan arah utara
atau selatan adalah (1) penentuan arah dari satu titik/tempat lain, yang
ditunjukkan oleh besarnya sudut azimut, yaitu besarnya sudut yang dimulai dari
arah utara atau selatan, bergerak searah jarum jam sampai di arah yang
dimaksud, (2) mengukur sudut horizontal dan (3) membuat sudut siku-siku.
II. Spesifikasi Alat
Alat ini mempunyai spesifikasi, antara lain:

Page 21 of 23

(1). Jarum magnit yang digunakan sebagai patokan mengarah ke utara atau
selatan
(2). Satuan skala ukuran sudut yang digunakan derajat atau grid B4.
III. Cara Menggunakan
Cara menggunakan kompas untuk menentukan arah ke suatu tujuan dibedakan
sesuai dengan jenis kompas yang dipakai, yaitu :
(1) Untuk kompas tangan
a. Alat cukup dengan dipegang tangan di atas titik pengamatan
b. Atur agar alat dalam keadaan mendatar agar jarum dapat bergerak dengan
bebas. Kalau alat ini dilengkapi dengan nivo atur gelembung nivo ada di tengah
c. Baca angka skala lingkaran yang menuju arah/titik yang dimaksud.

(2) Untuk kompas statif


a.

Kompas

yang

sudah

dipasang

di

atas

statif

didirikan

diatas

titik

awal/pengamatan
b. Atur agar kompas dalam keadaan mendatar agar jarum dapat bergerak
dengan bebas. Kalau alat ini dilengkapi dengan nivo atur gelembung nivo ada di
tengah
c. Arahkan alat bidik/visir ke arah yang dituju. Baca angka skala lingkaran yang
menuju arah tersebut

Page 22 of 23

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari semua yang telah dibahas dalam permasalahan mengenai
macam macam alat ukur tanah, sedikit banyak telah disampaikan
macam macam Theodolite dan spesifikasinya, macam macam
Waterpass dan spesifikasi penggunaannya, dan Meteran juga Kompas.
Sehingga sangat bermanfaat untuk menambah informasi bagi saya
pribadi dan teman teman pembaca nantinya. Juga dapat membantu
memenuhi tugas dari dosen pembimbing kami Bpk. Adik

Page 23 of 23

3.2 KRITIK DAN SARAN


Pembuatan tugas karya ilmiah in saya lakukan untuk memenuhi
tugas dari dosen pembimbing yaitu Bpk Adik. Penulis hanyalah seorang
manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, untuk itu penulis meminta
kepada para pembaca sekalian untuk memberikan kritikan dan saran bagi
penulis untuk tambahan ilmu serta penyempurnaan dalam pembuatan
karya tulis ilmiah berikutnya. Kritik dan saran yang membangun akan
sangat membantu penulis