Anda di halaman 1dari 18

BAB III

PENGGUNAAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK SEBAGAI


TATALAKSANA OKLUSI ARTERI RETINA SENTRALIS
DALAM TINJAUAN AGAMA ISLAM

3.1 Kesehatan Mata menurut Islam


3.1.1 Mata sebagai Indera penglihatan
Mata merupakan salah satu panca indera sebagai jendela bagi manusia
untuk mengenal hakikat yang berada di luar jiwanya sehingga menjadikannya
sebagai salah satu anggota tubuh yang mempunyai fungsi penting, maka kesehatan
mata merupakan rahmat dan nikmat Allah SWT yang sangat besar nilainya. Maka
kewajiban bagi setiap manusia untuk menjaganya (Zuhroni,2003)

Artinya : Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah


seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain
panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka (oleh sebab
itu) mereka tidak mengerti. (QS. Al Baqarah (2): 171)
Dari ayat di atas menjelaskan bahwa mata merupakan salah satu anggota
tubuh yang mempunyai fungsi penting sekali. Dengan mata, manusia dapat melihat
keindahan alam, membaca dan kenikmatan-kenikmatan lainnya yang tidak terhitung,
melihat segala yang diciptakan Allah SWT. Sehingga dengan anugerah penglihatan

yang diberikan kepada Allah, seharusnya manusia bersyukur terhadap nikmat yang
tak terhingga tersebut (Zainuddin,1996)

Artinya ; Bukankah kami telah memberikan kepadanya dua buah mata (QS. Al
Balad (90) : 8).
Agama Islam sangat menekankan agar manusia menjaga kesehatannya dan
juga menjaga tubuhnya dari setiap penyebab yang dapat menjadikannya menderita
sakit. Manusia dengan kondisi sehat itulah dapat melakukan segala amal ibadah dana
mar maruf nahi munkar serta dapat menjalankan segala rutinitas sehari-hari dan
dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. (Sudan,1997)
Islam telah memberi ajaran, bahwasanya mata itu dijadikan agar
dipergunakan untuk memberikan petunjuk dalam kegelapan, membantu kebutuhankebutuhan yang dilakukan oleh anggota tubuh lain, melihat ayat Allah sehingga
dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah (Zainuddin,1996)
Mata merupakan suatu kenikmatan yang harus disyukuri dengan sebaikbaiknya, agar manusia dapat selamat dari siksa perbuatan yang dilakukan lewat mata
tersebut. Mata harus dijaga dan dipelihara dari empat hal, yaitu :
1. Melihat orang lain yang bukan muhrimnya tanpa ada keperluan.
2. Melihat aneka ragam keindahan bentuk dan rupa yang memikat dan
menimbulkan keinginan nafsu.
3. Melihat dan memandang orang Islam dengan menunjukkan kesinisan dan
meremehkan.
4. Untuk melihat yang menjadikan takutnya orang Islam (Zainuddin,1996).
3.1.2 Anjuran Menjaga Kesehatan Mata menurut pandangan Islam

Mata

merupakan

salah

satu

anggota

tubuh

yang

wajib

dijaga

kesehatannya.Kesehatan merupakan rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT


yang wajib disyukuri. Agama islam sangat menekankan agar manusia menjaga
kesehatannya dan juga menjaga tubuhnya dari setiap penyebab yang dapat
menjadikannya menderita sakit. Karena dengan kondisi sehat itulah manusia dapat
melakukan segala amal ibadah dan menjalankan amar maruf nahi munkar serta
dapat menjalankan segala rutinitas sehari-hari dan dapat menjalankan tugasnya
sebagai khalifah di muka bumi ini (Suudan,1994).
Dari Ibn Abbas, ia berkata, aku pernah datang menghadap Rasulullah SAW,
saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca
dalam doaku, Nabi menjawab: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan,
kemudian aku menghadap lagipada kesempatan yang lain saya bertanya: Ya
Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku. Nabi
menjawab: Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah saw mintalah kesehatan kepada
Allah, di dunia dan akhirat. (HR Ahmad, al-Tumudzi, dan al-Bazzar)
Orang muslim yang mempunyai keyakinan yang benar terhadap ayat-ayat
Allah, dan melaksanakan perintah-Nya dengan baik, orang tersebut akan merasakan
suatu kepuasan dan kebahagiaan. Sedangkan orang-orang yang memiliki kesehatan
dalam hidupnya berarti seorang muslim itu terlepas dari penyakit yang menyiksanya
baik rohani maupun penyakit jasmani (Yunus,1994).
Namun terkadang manusia tidak mensyukuri nikmat kesehatan yang
diberikan sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya


jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan
jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih". (QS Ibrahim : 7)
Dan sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :












Artinya : Dua nikmat. Banyak diantara orang tidak menghargainya, yaitu nikmat
kesehatan dan waktu luang. (H.R Bukhari dari Ibn Abbas)
Dalam kondisi sakit, manusia menganggap bahwa hal tersebut merupakan musibah
dari Allah. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar berdasarkan firman Allah SWT .

Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan
keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan
hanya kepada kamilah kamu dikembalikan. (QS Al Anbiya : 35)
Anas berkata, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda :


Artinya : Anas ra berkata bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah
SWT berfirman : apabila aku memberi cobaan pada hambaku dengan
kedua matanya ( menjadi buta ) sedangkan ia tetap bersabar, maka aku akan
membalasnya dengan sorga(HR. Al-Bukhari)
Dari ayat diatas dapat digambarkan bahwa sakit adalah cobaan atau ujian dari
Allah kepada umatnya. Sehingga seseorang yang sakit tidak seharusnya mengeluh
kepada-Nya, tetapi seharusnya kita berusaha untuk mencari pengobatan, bersabar dan
memohon kesembuhan dari Allah SWT.
Ajaran Islam sangat memperhatikan segi kesehatan fisik manusia
sebagaimana perhatiannya terhadap jiwa dan akal, kita harus menjaga kesehatan
dengan baik dan selalu berusaha agar tetap sehat dalam segala aspek baik fisik,
mental, sosial maupun akidahnya (Zainuddin,1996).
Kesehatan merupakan nikmat Allah yang sangat besar, yang dilimpahkanNya kepada manusia, karena dengan tubuh yang sehat kita dapat melakukan aktivitas
sehari-hari dengan lancar. Karena menjaga kesehatan lebih mudah dibandingkan
harus berobat untuk menghilangkan suatu penyakit. Oleh karena itu, alangkah
baiknya bila kita berkeyakinan bahwa memelihara kesehatan merupakan ibadah
kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah bersabda :




Artinya : Abu bakar al-shiddiq pernah berdiri diatas mimbar, kemudian ia
menangis, ia berkata : Rasulullah SAW pernah berdiri pada tahun pertama
diatas mimbar, kemudian beliau menangis, lalu bersabda : Mintalah kalian
ampunan dan kesehatan, taka da anugerah yang diberikan kepada seseorang
setelah keyakinan lebih baik dari kesehatan. (H.R Al-Turmudzi).
Hal utama dari sebuah pengobatan tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya
berupa kesembuhan belaka, tetapi lebih karena berobat merupakan suatu proses
dimana seseorang hamba, berupaya sekuat tenaga untuk bertaqwa kepada Allah SWT
dengan berusaha untuk menjaga kesehatan badan yang dititipkan Allah SWT
kepadanya dan berupaya menghilangkan penyakit sehingga ia menjadi sehat kembali
(Zuhroni,2003)
Gangguan kesehatan pada mata merupakan salah satu yang dapat dialami
oleh manusia. Segala penyakit yang diberikan oleh Allah (salah satunya penyakit
mata) merupakan cobaan dan ujian yang jika kita sikapi dengan tawakkal dan sabar
akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Agama islam menganjurkan berobat
apabila sakit sesuai dengan Sunnah Nabi : (Ronosulistyo et al,2009)
Rasulullah SAW bersabda : Berobatlah wahai hamba hamba Allah dan
jangan kalian berobat dengan yang haram ( HR. Abu daud )
Hendaknya diinsyafi sepenuhnya, bahwa yang menyembuhkan peyakit
bukanlah obat, itu hanya sarana semata-mata. Dalilnya ;

Artinya : Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. (QS Asy
Syuaraa : 80)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa agar orang yang sakit mengupayakan sehat
sebagai

anjuran

agama.

Al-Dzahabi

menyatakan,

bahwa

tindakan

upaya

penyembuhan penyakit secara medis merupakan perbuatan baik dan terpuji.


(Zuhroni,2003)
Walaupun kesembuhan datang dari Allah, manusia tetap harus melakukan
pengobatan terhadap penyakitnya. Pengobatan hanyalah wasilah (perantara).
Penggunaan obat ataupun metode pengobatan lainnya bisa menyembuhkan, namun
bisa juga tidak menyembuhkan jika Allah belum menghendaki atau menunda suatu
penyembuhan. Atau bisa saja terjadi Allah memberikan penyembuhan tanpa
menggunakan atau melalui pengobatan apapun. Tanpa kehendak dan izin Allah maka
suatu penyakit tidak dapat disembuhkan. Setiap muslim seharusnya meyakini bahwa
Allah-lah yang menurunkan penyakit dan dia pula yang menurunkan obatnya.
Sebagaimana firman Allah :

Artinya : Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada
yang dapat menghilangkannya melainkan dia sendiri. Dan jika dia
mendatangkan kebaikan kepadamu, maka dia maha kuasa atas tiap-tiap
sesuatu. (QS Al Anaam : 17).
Dan firman Allah lainnya :

Artinya : Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang
dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan
bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan
kebaikan itu kepada siapa yang dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya
dan Dia-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang. (QS Yunus : 107)
Oleh karena itu, seseorang muslim harus senantiasa memelihara kesehatannya
baik itu jasmani maupun rohani dan tidak boleh menyianyiakan hidup dan
mengakhiri kehidupannya dengan cara yang dzalim. Karena hanya Allah SWT yang
berhak untuk menentukan kematian seseorang (Yunus,1994)
Sebagaimana disepakati oleh para ulama bahwa dibalik pengsyariatan segala
sesuatu termasuk ibadah dalam Islam terdapat hikmah dan manfaat fisik (badaniah)
dan psikis (kejiwaan). Pada saat orang-orang Islam menunaikan kewajiban
keagamaannya berbagai penyakit lahir dan bathin terjaga. (Zuhroni,2010).
3.2 Oksigen Hiperbarik menurut pandangan Islam
Oksigen hiperbarik merupakan salah satu Teknologi dalam ilmu pengetahuan
yang diciptakan oleh manusia dalam mengobati beberapa penyakit, teknologi ini
memiliki banyak manfaat dan dapat digunakan untuk kepentingan medis.
Terapi Oksigen Hiperbarik (TOH) merupakan salah satu tatalaksana awal
pada penderita Oklusi Arteri Retina Sentralis (OARS). TOH meningkatkan tekanan
parsial dengan mengirim oksigen ke jaringan iskemik sampai terjadi perfusi yang

spontan. TOH rata-rata diberikan 2 2.5 atm selama 90 menit hingga 8 jam
tergantung onset OARS (Cugati et al 2013).
TOH berfungsi meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan melebarkan
pembuluh darah arteri retina yang mengalami oklusi (Bradvica,2012).
Alquran diturunkan Allah SWT berisi berbagai ilmu dan pengetahuan yang
tersirat di dalamnya. Ilmu dan pengetahuan ini telah terbukti secara sains di masa
sekarang, dan hal ini tidak akan dapat dipahami jika tidak memiliki kemampuan
untuk membacanya. (Al-Hafidz,2007)
Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam prakteknya mampu mengangkat
harkat dan martabat manusia, karena melalui ilmu pengetahuan dan teknologi
manusia mampu melakukan eksplorasi kekayaan alam yang disediakan oleh Allah.
Karena itu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nilai-nilai Islam
tidak boleh diabaikan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan fitrah hidup manusia.
(Abduh M,2009)
Di dalam Alquran terlihat tanda-tanda kebesaran Allah, dari berbagai jenis
ciptaannya, kebesaran atas keberadaan matahari, bulan, pergantian siang dan malam,
dan aneka macam warna kulit dan bahasa. Semuanya merupakan tanda-tanda
kekuasaan Allah yang dapat menjadikan suatu penemuan berbagai bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, sebagaimana firman Allah :

Artinya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan


bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada

yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang


mengetahui. (QS Ar-Rum : 22).
Allah menyuruh manusia untuk tidak berhenti mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Allah menyuruh kita untuk segera menyelesaikan urusan
lain dengan sungguh-sungguh setelah berhasil menyelesaikan suatu urusan. Firman
Allah :

Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (QS. Al-Insyirah (94):7).
Berdasarkan ayat di atas menjelaskan bahwa kita harus bekerja dengan giat,
apabila selesai suatu pekerjaan, maka kerjakanlah pekerjaan yang lainnya, sehingga
muncul berbagai jenis ciptaan yang baru berdasarkan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang berkembang.
Islam memandang bahwa pengembangan teknologi saat ini dapat
mendatangkan manfaat, manfaat yang dapat diperoleh diantaranya (Rochmah
N,2004)
1. Mengenal dan Mengagungkan Allah SWT
Teknologi yang diciptakan dan dikembangkan manusia pada dasarnya
mencontoh dari ciptaan Allah yang ada di alam semesta. Melalui teknologi
manusia juga dapat mengenal berbagai struktur di alam ini yang memunculkan
kesadaran betapa agung dan sempurnanya Allah. Kebesaran Allah akan lebih
jelas bagi orang yang berpengetahuan dibandingkan dengan orang yang kurang
pengetahuannya. Berdasarkan firman Allah :

10

Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,


hanyalah orang yang berilmu pengetahuan. (QS Al-Faathir : 28).

2. Meningkatkan Kualitas Pengabdian Kepada Allah SWT


Kemajuan teknologi tidak hanya mempermudah manusia dalam
menyelesaikan pekerjaan, tapi juga dapat mempermudah manusia untuk
memaksimalkan

kuantitas

dan

kualitas

pengabdiannya

kepada

Allah.

Sebagaimana firman Allah :

Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Al-Dzariyat : 56).

3. Memperoleh Kemudahan
Kemampuan fisik manusia untuk meraih berbagai kebutuhan hidup
sangat terbatas, namun Allah memberikan akal pikiran yang dapat dimanfaatkan
untuk mendayagunakan segala yang Allah ciptakan di bumi ini. Hasil olah akal
dan pikiran untuk mendayagunakan ciptaan Allah ini akan melahirkan teknologi
yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk memudahkan pekerjaan
manusia. Sebagaimana firman Allah :

11

Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki


kesadaran bagimu. (QS Al-Baqarah : 185).

4. Mendapatkan Kebahagiaan dan Kesenangan duniawi.


Manusia juga mengembangkan teknologi untuk mendapatkan kesenangan dan
kebahagiaan dihidupnya. Sebagaimana firman Allah :

Artinya : Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup
sampai waktu yang ditentukan. (QS Al-Baqarah : 36).
Namun demikian, Allah memperingatkan agar kesenangan yang
diperoleh jangan sampai membuat manusia lupa diri dan tergelincir dalam
kesesatan dan dosa. Peringatan ini pernah dilontarkan Allah terhadap kaum Nabi
Hud A.S sebagaimana firman Allah :

Artinya : Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan
dari kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang
bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang kami beri kesenangan pada
mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka dan ditimpa azab yang
pedih dari kami. (QS Huud : 48).

5. Menumbuhkan Rasa Syukur Kepada Allah SWT

12

Bagi orang beriman, sekecil apapun nikmat yang didapatkan dari rezeki
halal yang diberikan Allah kepadanya akan melahirkan rasa syukur kepada-Nya.
Berdasarkan firman Allah :

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya


jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.
(QS. Ibrahim ; 7)

Terapi Oksigen Hiperbarik (TOH) adalah suatu cara pengobatan dimana


pasien menghirup oksigen murni 100% pada tekanan udara lebih besar daripada
tekanan udara atmosfer normal. TOH meningkatkan tekanan parsial dengan
mengirim oksigen ke jaringan iskemik sampai terjadi perfusi yang spontan. TOH
rata-rata diberikan 2 2.5 atm selama 90 menit hingga 8 jam tergantung onset OARS
(Cugati et al 2013). TOH bisa mempertahankan oksigenasi pada retina melalui suplai
darah choroid, penurunan edema dan mempertahankan jaringan yang dekat pada area
iskemik (Austin, 2011).
Dengan demikian penggunaan oksigen hiperbarik diperbolehkan dalam Islam
karena bertujuan untuk mengatasi kegawatdaruratan dan mencegah kerusakan
bahkan hingga mengancam nyawa. Tetapi apabila banyak mudharatnya dari
manfaatnya maka penggunaan terapi oksigen hiperbarik tidak diperbolehkan.
berdasarkan kaidah fiqih :

13



Artinya :Hukum asal segala sesuatu itu diperbolehkan, sehingga ada dalil (bukti)
yang menunjukkan keharamannya. ( Mudjib, 1994 ).
Maksudnya, bahwa berkat rahmat serta limpahan rahmat-Nya kepada
manusia bahwa semua ciptaan-Nya yang terbentang di dunia ini, seperti Air,
pepohonan, barang tambang, tanah, bebatuan, amkanan, dan berbagai sarana dan
prasarana hidup adalah halal dimanfaatkan oleh manusia, tetapi jika ada nash khusus
yang mengharamkannya akan menjadi haram, jika tidak ada maka hukumnya halal.
Semua tindakan pengobatan terapi kesehatan dan penggunaan metode pengobatan
terapi kesehatan dan penggunaan metode pengobatan jika nyata-nyata bermanfaat
maka hukumnya boleh, dan jika membahayakan maka hukumnya haram.
(Zuhroni,2010).
Penggunaan teknologi dalam bidang kedokteran adalah untuk mencegah
akibat buruk yang ditimbulkan suatu penyakit. Ilmu dan teknologi yang terus
dikembangkan diharapkan semaksimal mungkin dapat digunakan untuk kepentingan
pasien dan umat Islam yang membutuhkan (Sudan,1997)
Pada prinsipnya hukum Islam adalah menghilangkan atau menjauhi yang
memudharatkan, membahayakan atau merusak, efek-efek dari kemudharatan harus
dihilangkan. (Zuhroni,2010).

3.3 Terapi Oksigen Hiperbarik sebagai tatalaksana Oklusi Arteri Retina


Sentralis dalam Pandangan Islam
Penyakit Oklusi Arteri Retina Sentralis ( OARS ) merupakan salah satu
kegawatdaruratan pada bidang kedokteran mata dimana sering mengakibatkan
14

hilangnya penglihatan yang sangat parah. Perbaikan spontan setelah hilangnya


penglihatan sangat jarang (Jeffrey N.weiss, 2009).
Beberapa pengembangan pengobatan telah dilakukan seperti ocular massage,
parasentesis bilik mata depan, terapi farmakologi, kateterisasi pada arteri femoralis
dll (Jeffrey N. Weiss, 2009).
Terapi Oksigen Hiperbarik (TOH) merupakan salah satu tatalaksana awal
pada penderita OARS. TOH meningkatkan tekanan parsial dengan mengirim oksigen
ke jaringan iskemik sampai terjadi perfusi yang spontan. TOH rata-rata diberikan 2
2.5 atm selama 90 menit hingga 8 jam tergantung onset OARS (Cugati et al 2013).
Menurut para ulama, memperbaiki dan dan memulihkan kembali fungsi organ
yang rusak, baik bawaan sejak lahir maupun karena adanya kecelakaan, dan hal-hal
sejenis itu dibenarkan dalam Islam, karena niat dan motivasi utamanya adalah
penyempurnaan fungsi sebagai bentuk pengobatan. Apabila seorang muslim sakit,
maka hendaknya ia berusaha untuk berobat dan yakin bahwa kesembuhannya hanya
karena Allah SWT, seperti dijelaskan firman Allah :

Artinya ; Dan apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku. (QS. Asy-Syuaraa ; 80)

Penyakit OARS dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ penglihatan


maka Islam memerintahkan untuk menghilangkan atau menjauhi suatu kerusakan
atau sesuatu yang merusak. (Zuhroni,2010). Sebagaimana dalam Alquran
menjelaskan :

15

Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(Kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah
telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu menyukai orang-orang yang
berbuat kerusakan. (Q.S Al-Qhashash : 77).
Oklusi umumnya bisa disebabkan dari thrombosis, arteritis, embolus atau
vasospasme. oklusi mungkin tidak seluruhnya mengenai mata, Banyak penderita
datang dengan beberapa persepsi cahaya atau penurunan penglihatan hanya pada satu
atau dua kuadran. penurunan visus yang permanen umumnya terjadi jika oklusi tejadi
lebih dari beberapa jam, dan prognosis tergantung dari derajat oklusi (Austin, 2011).
Islam memerintahkan umatnya untuk berupaya mencari penyembuhan
penyakit yang dideritanya dengan berobat, karena Allah telah menurunkan suatu
penyakit dengan obat yang dideritanya. Sesuai dengan dalil berikut :



Artinya ; Usamah bin Syarik berkata. Diwaktu saya berada beserta Rasulullah SAW
datanglah beberapa orang badui, lalu mereka bertanya ; Ya Rasul Allah,
Apakah kita mesti berobat? jawab beliau : Ya wahai hamba Allah,
berobatlah kamu, karena Allah tidak mengadakan sesuatu penyakit,
16

melainkan Ia mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit, Tanya


mereka ; Penyakit apakah itu? Jawab beliau : Tua (pikun) (H.R. Ahmad).
Kesembuhan penyakit juga atas izin Allah dan kita sebagai makhluk ciptaannya tetap
berharap untuk kesembuhan, sebagaimana dalil :

Artinya : Janganlah kamu berputus asa dari pertolongan Allah, Sesungguhnya


tidak akan berputus asa dari pertolongan Allah kecuali orang-orang kafir.
(QS. Yusuf : 87)

Dan firman allah lainnya :




Artinya : Setiap penyakit ada obatnya, jika obat itu tepat untuk penyakitnya, maka
kesembuhan itu atas izin Allah. (H.R. Muslim).
Berdasarkan ayat di atas, terapi oksigen hiperbarik merupakan salah satu
terapi yang dilakukan untuk mengobati penyakit oklusi arteri retina sentralis. TOH
bisa mempertahankan oksigenasi pada retina melalui suplai darah choroid,
penurunan edema dan mempertahankan jaringan yang dekat pada area iskemik
(Austin, 2011).
Setiap muslim yang sakit sebaiknya berobat secara benar, bukan sebagaimana
yang diperbuat sekelompok orang yang suka mengandalkan ketawakalannya secara
pasif tanpa ikhtiar sama sekali. Islam mewajibkan bagi setiap orang yang
memerlukan petunjuk dalam sesuatu hal agar bertanya kepada yang lebih ahli. Maka

17

bagi muslim yang sakit, seharusnya berobat ke dokter, atau tenaga medis lainnya.
(Shihab,1999).

Artinya : Maka bertanyalah kepada orang yang ahli jika kamu tidak
mengetahuinya. (QS. An-Nahl : 43).
Namun pengobatan yang dijalani dan ditempuh mempunyai batasan tertentu
terutama dalam hal halal dan haramnya bahan obat yang digunakan. (Zuhroni,2003).
Sebagaimana hadist Rasulullah SAW :

Artinya : Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan diadakanNya bagi tiap-tiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, namun
janganlah berobat dengan yang haram. (H.R Abu Daud).
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan kita sebagai makhluk
Allah harus berusaha mencari kesembuhan (pengobatan) atas segala (sakit) yang
diberikan Allah SWT karena mencari pengobatan itu hukumnya wajib. Dan segala
hal yang merusak diri harus dihilangkan. Penyakit Oklusi Arteri Retina Sentralis
harus diobati, dan salah satu pengobatannya yakni Terapi Oksigen Hiperbarik, dan
dari Hadist dan ayat Al-quran menjelaskan bahwa Oksigen hiperbarik merupakan
suatu bentuk pengobatan yang bermanfaat asal tidak berlebihan. Karena apabila
berlebihan mudharatnya maka tidak diperbolehkan.

18