Anda di halaman 1dari 19

Topical Steroid Addiction in

Atopic Dermatitis
Rizky Amalia Sharfina
1102011239

Abstrak
The American Academy of
Dermatology menerbitkan sebuah
ketentuan baru mengenai terapi
topikal pada dermatitis atopik. Artikel
ini menggambarkan gejala klinis dari
adiksi steroid topikal atau sindrom
kulit seperti terbakar berdasarkan
pengobatan steroid yang digunakan
pada banyak kasus.

Pendahuluan
Ketakutan untuk
diberikan terapi steroid
pada banyak pasien
disebabkan karena
mereka pernah
mengalami Topical
Steroid Addiction (TSA)
atau Red Burning Skin
Syndrome (RBSS)

Panduan atau
guideline
sebelumnya
mengenai terapi
topikal pada
dermatitis atopik,
tidak menyinggung
mengenai TSA.

TSA adalah situasi dimana keadaan kulit menjadi lebih


buruk setelah penghentian steroid dibandingkan dengan
sebelum pemakaiana steroid topikal

Situasi dimana gejala menjadi leih buruk dibanding sebelum


pengobatan

Situasi dimana pasien tidak dapat lepas dari steroid topikal


Eksim akan muncul lagi segera setelah penggunaan steroid
topikal dihentikan

Kligman &
Frosch

Burry

Adiksi steroid paling sering terjadi pada penggunaan steroid


topikal

Definisi adiksi steroid

Manifestasi Gejala Klinis


TSA
Pasien biasanya
menyadari bahwa timbul
gejala yang dirasa lebih
berat dibanding pada awal
penggunaan steroid
Muncul prurigo like
syndrome setelah
penggunaan steroid
topikal
Prurigo like syndrome
dianggap sebagai
manifestasi dermatitis
atopik yang kronis dan
sulit diterapi
Munculnya prurigo
tersebut merupakan salah
satu manifestasi dari TSA

Eritem muncul setelah


penggunaan steroid
topikal dihentikan

Semakin meluas ke
daerah daerah lain
Dapat meluas ke daerah
sekitarnya yang tidak
opernah diaplikasikan
steroid topikal

Awalnya muncul pada


tempat eksim

Menyebar ke bagian
lengan, wajah, hingga ke
eksremitas bagian bawah

Pada kasus yang ringan rebound


eruption hanya terdiri dari flushing dan
eritema dengan atau tanpa eksudat
Pada kasus yang berat, erupsi dapat
menimbulkan papul, pustul, atau erosi
Pada kasus yang ditangani lambat,
terdapat gejala demam tinggi

Setelah
fase akut
berupa
kemeraha
n

Kulit
kering,
gatal dan
menebal

Kulit
secara
bertahap
menunjuk
an
perbaikan

Menjadi
lebih
sensitif

Keringat yang
berlebihan
disertai bercakbercak yang
gatal timbul

Merupakan
tanda
penyembuha
n dari TSA
Setelah
penghentian
steroid topikal
secara total kulit
akan kembali ke
keadaan awal

Bentuk Lesi Kulit dan Perbedaannya


dengan Eksim
Penyebaran lesi

Dermatitis Atopik

TSA

Biasanya pada leher,


lutut, siku (bagian
fleksor tubuh)

Tidak terbatas pada


bagian-bagian
tersebut
Wajah, ketiak, area
genital
Daerah yang jarang
terkena dalah telapak
tangan dan telapak
kaki

Keadaan kulit

Tipis dan pucat

Kulit menebal
sementara (setelah
penghentian
pemberian steroid
topikal)

Semakin lama penggunaan steroid dan


semakin kuat golongan yang diberikan maka
akan semakin besar kemungkinan terjadi
TSA
Dilihat dari keadaan histologi, lapisan
epidermis menjadi lebih tipis bila pemakaian
steroid >2minggu dan semakin terlihat
setelah pemakaian > 6 minggu

Terapi TSA
Terapi yang paling efektif untuk TSA
adalah steroid sistemik
TSA terjadi diduga dikarenakan karena
penggunaan langsung kepada kulit
dan menyebabkan destruksi barrier
pada epidermis
Steroid sistemik menekan inflmasi
langsung pada sistem imun

Prevalensi TSA
Diteliti pasien dengan dermatitis
atopik yang diberikan terapi steroid
topikal sebelum dan sesudah
pengobatan selama 6 bulan
Terdapat 19% orang dewasa, 10%
anak anak, 7% bayi yang jarang
kontrol 12% diantaranya adalah
pasien dengan TSA

Permasalahan yang Ditemukan dalam Mencegah


TSA atau RBSS
Pendekatan proaktif
Pasien dibagi menjadi 2 gruppendekatan proaktif
pendekatan reaktif
Membedakan Takifilaksis dan TSA
Takifilaksis timbul karena penurunan efektivitas obat sedangkan TSA timbul
karena penghentian penggunaan steroid topikal dan muncul gejala yang
lebih berat.

Undertreatment seharusnya tidak dianggap sebagai terapi yang inadekuat.


Dermatitis atopic sesungguhnya adalah penyakit yang dapat sembuh
sendiri, namun TCS dapat mengganggu proses tersebut. Pada pasien yang
mengalami adiksi steroid maka cara untuk mengurangi gejala RBSS adalah
dengan menghentikan pemberian steroid tersebut.