Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nurul Hikmah Nugrahaini

Kelas : KAC 15.2


NPM

: 888740310150081

Blogger

: geneuvaEmMa.blogspot.com

Blogpkn

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


Pertanyaan
1. Apa pengertian Demokrasi ?
2. Apa yang melatar belakangi lahirnya Demokrasi Terpimpin?
3. Sebutkan Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin!
4. Apa isi dari Dekrit Presiden?
5. Apa yang melatarbelakangi dikeluarkannya Dekrit Presiden?
6. Apa tugas dari Demokrasi Terpimpin?
7. Bagaimanakah penyimpangan Demokrasi Terpimpin mengenai pembentukan MPRS?
8. Bagaimanakah penyimpangan Demokrasi Terpimpin mengenai pembentukan Dewan Agung
Sementara?
9. Bagaimanakah penyimpangan Demokrasi Terpimpin mengenai pembentukan Front Nasional?
10. Bagaimanakah penyimpangan Demokrasi Terpimpin mengenai Keterlibatan PKI?
11. Jelaskan penyimpangan Demokrasi mengenai Arah Politik Luar negri, politik Mercusuar!
12. Apakah yang melatar belakangi kenaikan Laju Inflasi?
13. Sebutkan tujuan Devaluasi!
14. Apakah yang melatar belakangi lahirnya Deklarasi Ekonomi?
15. Sebutkan sebab kegagalan peraturan pemerintah!

JAWABAN
1. Demokrasi secara umum adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara
sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk
dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
2. Dari segi keamanan nasional : Banyaknya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal,
menyebabkan ketidakstabilan negara.
Dari segi perekonomian : Sering terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal
menyebabkan program-program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh,
sehingga pembangunan ekonomi tersendat.
Dari segi politik : Konstituante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantikan UUDS
1950.
3. - Dominasi presiden, Presiden Soekarno berperan besar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
- Terbatasnya peran partai politik.
- Meluasnya peran militer sebagai unsur politik
- Berkembangnya pengaruh Partai Komunis Indonesia.
4. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut :
1.

Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

2.

Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950.

3.

Pembubaran Konstituante

5. Masa Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno diawali oleh anjuran
Soekarno agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 adalah UUD
1945. Namun usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota konstituante. Sebagai
tindak lanjut usulannya, diadakan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota
konstituante . Pemungutan suara ini dilakukan dalam rangka mengatasi konflik yang timbul dari
pro kontra akan usulan Presiden Soekarno tersebut. Bertolak dari hal tersebut, Presiden Soekarno
mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
6. Tugas Demokrasi terpimpin :
Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yang tidak setabil
sebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebih mantap/stabil.
Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap Demokrasi Parlementer/Liberal. Hal ini
disebabkan karena pada masa Demokrasi parlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas
sebagai kepala negara. Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai.

7. Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No. 2 Tahun 1959.
Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena Berdasarkan UUD 1945
pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum
sehingga partai-partai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR.
8. Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden
No.3 tahun 1959. Lembaga ini diketuai oleh Presiden sendiri. Keanggotaan DPAS terdiri atas
satu orang wakil ketua, 12 orang wakil partai politik, 8 orang utusan daerah, dan 24 orang wakil
golongan. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul
kepada pemerintah. Pelaksanaannya kedudukan DPAS juga berada dibawah pemerintah/presiden
sebab presiden adalah ketuanya. Hal ini disebabkan karena DPAS yang mengusulkan dengan
suara bulat agar pidato presiden pada hari kemerdekaan RI 17 AGUSTUS 1959 yang berjudul
Penemuan Kembali Revolusi Kita yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia
(Manipol) ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No.1 tahun 1960. Inti Manipol adalah
USDEK (Undang-undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi
Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia). Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK.
9. Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No.13 Tahun 1959. Front Nasional
merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita
yang terkandung dalam UUD 1945. Tujuannya adalah menyatukan segala bentuk potensi
nasional menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan. Front Nasional ini juga diketuai
oleh Presiden Soekarno sendiri.

10. Perbedaan ideologi dari partai-partai yang berkembang masa demokrasi parlementer
menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang
berdampak pada terancamnya persatuan di Indonesia. Pada masa demokrasi terpimpin
pemerintah mengambil langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa
dan bernegara dengan menyampaikan ajaran NASAKOM (Nasionalis, Agama, dan Komunis).
Tujuannya untuk menggalang persatuan bangsa.
Kelompok yang kritis terhadap ajaran Nasakom adalah kalangan cendekiawan dan ABRI. Upaya
penyebarluasan ajaran Nasakom dimanfaatkan oleh PKI dengan mengemukakan bahwa PKI
merupakan barisan terdepan pembela NASAKOM. Keterlibatan PKI tersebut menyebabkan
ajaran Nasakom menyimpang dari ajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengeser
kedudukan Pancasila dan UUD 1945 menjadi komunis. Selain itu PKI mengambil alih
kedudukan dan kekuasaan pemerintahan yang sah. PKI berhasil meyakinkan presiden bahwa
Presiden Sukarno tanpa PKI akan menjadi lemah terhadap TNI.
11. Politik Mercusuar dijalankan oleh presiden sebab beliau menganggap bahwa Indonesia
merupakan mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi Nefo di seluruh dunia.
Untuk mewujudkannya maka diselenggarakan proyek-proyek besar dan spektakuler yang
diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan yang terkemuka di kalangan Nefo.
12. Latar Belakang meningkatnya laju inflasi :
Penghasilan negara berupa devisa

kemerosotan.

dan penghasilan lainnya mengalami

Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan.


Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar.
Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada.

13. Tujuan dilakukan Devaluasi :

Guna membendung inflasi yang tetap tinggi


Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat
Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan.
Maka pada tanggal 25 Agustus 1959 pemerintah mengumumkan keputusannya
mengenai penuruan nilai uang (devaluasi)

14. Latar belakang dikeluarkan Deklarasi Ekonomi adalah karena:


Berbagai peraturan dikeluarkan pemerintah untuk merangsang ekspor (export drive)
mengalami kegagalan, misalnya Sistem Bukti Ekspor (BE)
Sulitnya memperoleh bantuan modal dan tenaga dari luar negri sehingga pembangunan
yang direncanakan guna meningkatkan taraf hidup rakyat tidak dapat terlaksana dengan
baik.
15. Kegagalan Peraturan Pemerintah disebabkan karena:
Tidak terwujudnya pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar US$ 400 juta.
Adanya masalah ekonomi yang muncul karena pemutusan hubungan dengan Singapura dan
Malaysia dalam rangka kasi Dwikora.
Politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara barat semakin memperparah kemerosotan
ekonomi Indonesia.