Anda di halaman 1dari 4

PERSIAPAN PRABEDAH

DARURAT

Di susun Oleh :
Nama
Nirm

: Lius Marson Ling, S Ked


: 11 2000 019

Dokter Pembimbing

: Dr. Hartono Adipura, Sp. B

FALKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
JAKARTA 2004

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Suatu Operasi dapat memberikan risiko yang amat besar dan bias berakibat fatal
jika tidak didahulukan dengan tindakan persiapan prabedah. Persiapan prabedah penting
sekali untuk memperkecil risiko operasi karena hasil akhir suatu pembedahan sangat
bergantung pada penilaian keadaan penderita dan persiapan prabedah. Selain itu
persiapan prabedah dapat mencegah timbulnya penyulit pada sat pembedahan.
Persiapan prabedah ada 2 macam, yaitu persiapan prabedah darurat dan persiapan
prabedah alektif. Bedanya pad persiapan prabedah darurat di lakukan tidak sampai pada
keadaan yang stabil. Sedangkan pada persiapan prabedah efaktif, pasien dipersiapkan
sampai keadaan yang benar benar stabil. Walaupun demikian persiapan prabedah
darurat tetap memiliki arti yang penting untuk memperkecil risiko pembedahan.

i.

RUMUSAN MASALAH
Persiapan prabedah dan tindakan penanganan penyulit pembedahan.

ii.

BATASAN MASALAH
Persiapan prabedah darurat dan penanganan penyulit pembedahan

iii.

TUJUAN
2. Dokter muda dapat mengetahui dan mengerti penyakit penyakit yang
memerlukan tindakan operasi darurat.
3. Dokter muda dapat mengetahui tindakan persiapan prabedah darurat.
4. dokter muda dapat mengetahui cara penanganan penyulit pembedahan.

PEMBAHASAN

A. DEFINISI
Persiapan prabedah darurat yaitu persiapan pasien dan persiapan di kamar bedah
untuk opersai yang bersifat darurat. Salah satu kasus yang memerlukan tindakan
pembedahan darurat yaitu kasus akut abdomen, seperti : appendicitis akut, appendicitis
perforasi, ileus obstruksi, atresia ani, invaginasi, volvulus, megakolon. Tidak semua akut
abdomen memerlukan tindakan pembedahan, misalnya pankreatitis, kolesistis akut.
Kasus akut abdomen yang paling sering di temukan adalah appendicitis akut.

B. TINDAKAN PERSIAPAN PRABEDAH DARURAT


Tindakan persiapan prabedah darurat terdiri dari :
I. Persiapan pasien. meliputi :
1. Persiapan mental
Dokter harus memberikan informet consent dalam bentuk pengertian dan
pengetahuan kepada penderita dan keluarga mengenai tujuan di lakukan operasi,
apa yang di lakukan dalam operasi. Resiko operasi, serta hal yamg akan terjadi
bila tidak di lakukan operasi. Tujuanya adalah mendapatkan persetujuan dan izin
untuk pembedah serta mempersiapakan mental penderita ( seperti rasa cemas
terhadap penyuntikan, nyeri luka, anestesi, bahkan terhadap kemungkinan cact
atau mati ) untuk menghadapi pembedahan.
2. Persiapan fisik
Persiapan fisik pasien mencakup :
Tanda vital, yaitu tekanan darah, nadi, suhu dan frekuensi napas.
- Tekanan darah diusahakan dalam keadaan normal, yaitu tekanan sistolik
( 130mm Hg ) dan tekanan diastolic ( 90mm Hg. Pada keadaan pendarahan
masih tekanan darah tidak dapat dinaikan maka terpaksa dilakukan
pembrdahan darurat dalam keadaan syok untuk menghentikan pendarahannya.
Sedangkan dalam keadaan hipertensi diusahakan tekanan diastolic ( 100mm
Hg ( jika mungkin 90mm Hg ) di turunkan segera secara perlahan lahan.
- Tekanan nadi dan frekuensi napas diusahakan normal yaitu tekanan nadi 60
100 kali per menit dan frekuensi napas 12 18 kali per menit.
- Suhu badan sebaiknya di pertahankan kurang lebih normal, yaitu 36c. bila
suhu badan meningkat dapat di turunkan dengan sediaan salisilat. Jika demam
mengigil, dapat di berikan klorpromazin.
Jika hipotermia ( suhu 34,5c ) maka penderita harus di hangatkan dengan
selimut atau di mandikan dengan air hangat 40c di mana dengan catatan
bahwa suhu air harus di pantau sebab suhu air 42,2 sudah mengakibatkan luka
bakar.

Pemerikasaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan darah dan urin.
Puasa
Puasa di lakukan selama 4 5 jam. Tujuan di lakukan puasa yaitu mencegah
terjadinya refluks esophagus pada permulaan anestesi. Jika terjadi