Anda di halaman 1dari 4

6.

Manajemen Fraktur Terbuka


Prinsip dasar :
- Obati fraktur terbuka sebagai suatu kegawatan
- Adakan evaluasi awal dan diagnosis akan adanya kelainan
yang dapat mentebabkan kematian
- Berikan antibiotic di UGD, di kamar operasi, dan setelah
operasi
- Segera lakukan debridemen dan irigasi dengan baik
- Ulangi debridemen 24-72 jam lagi
- Stabilisasi fraktur
- Lakukan bonegraft autogenous secepatnya
- Rehabilitasi anggota gerak yang terkena
1. Pembersihan luka
Irigasi dengan NaCl fisiologis secara mekanis untuk
mengeluarkan benda asing yang melekat
2. Eksisi jaringan mati dan tersangka mati (debridemen)
Jaringan mati merupakan sarang perkembangbiakan bakteri,
sehingga harus diangkat
3. Pengobatan Fraktur
Fraktur dengan luka hebat memerlukan traksi skeletal atau
reduksi terbuka dengan fiksasi eksterna tulang
4. Penutupan Kulit
Bila diobati dalam waktu 6-7 jam pertama setelah terjadinya
kecelakaan, sebaiknya kulit ditutup. Tidak dilakukan bila kulit
sangat tegang. Luka dibiarkan terbuka selama maksimal 10
hari. Yang perlu diperhatikan dalam penutupan kulit adalah
kulit tidak tegang.
5. Pemberian Antibiotik
Diberikan sebelum, saat dan sesudah operasi untk mencegah
infeksi.
6. Pencegahan Tetanus
Pada yang telah cukup mendapat imunisasi aktif cukup
diberikan toksoid. Bila yang belum, berikan Imunglobulin
tetanus manusia 250 U.
Perawatan lanjut dan rehabilitasi :
- menghilangkan nyeri
- mendapatkan dan mempertahankan posisi yang memadai
dar fragmen fraktur
- mengharapkan dan mengusahakan union
- mengembalikan
secara
maksimal,
dengan
cara
mempertahankan funsi otot, mencegah atrofi otot dan
kekakuan sendi, mencegah komplikasi.
7. Prinsip penanganan fraktur : 4 R
1. Recognition

Menilai keadaan fraktur dari anamnesis, pemeriksaan klinis,


dan radiologis. Perhatikan lokasi, bentuk, komplikasi fraktur,
dan teknik yang sesuai dengan pengobatan
2. Reduction
Dilakukan untuk mendapatkan posisi yang diterima
3. Retension / Imobilisasi fraktur
4. Rehabilitation
Mengembalikan fungsi normal anggota gerak
RICE :
- Reposition : mengembalikan segmen patahan tulang ke
letak yang sebenarnya
- Imobilisation : Mengusahakan agar daerah fraktur tidak
bergerak
- Compression : membebat anggota gerak yang fraktur
- Elevation : Mengusahakan agar posisi anggota gerak yang
fraktur lebih tinggi.
1. Definisi Ortopedi
Nicholas Andry (1741) : seni memperbaiki dan mencegah
kelainan bentuk pada anak (orthos= lurus/babas dari deformitas,
paes = anak) dan menganggap kelainan bentuk pada orang
dewasa umunya berasl dari kelainan pada waktu anak-anak.
American Broad of Orthopaedic Surgery (ABOS) (1953) :
cabang ilmu bedah yang khusus menangani perawatan dan
penaikan fungsi system skeletal, artikulasi, dan struktur
penunjangnya.
ABOS (1960) : spesialisasi medis yang mencakup
pencarian, perawatan, perbaikan dan pengembangan bentuk,
dan fungsi ekstremitas, tulang belakang dan struktur yang
berhubungan secara medis, bedah, dan fisik.
2. Ruang Lingkup Ortopedi
a. Kelainan bawaan dan perkembangan
b. Infeksi dan inflamasi
c. Penyakit rematik, artropati, dan arthritis metabolic
d. Kelainan metabolic dan endokrin pada tulang
e. Kelainan degenerasi tulang dan sendi
f. Kelainan neuromuskuler
g. Kelainan epifisis dan lempeng epifisis
h. Tumor dan sejenisnya
i. Trauma
j. Rehabilitasi
4. Contoh status pasien Orthopaedi di UGD

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur

: Tn. R
: 25 tahun

Jenis Kelamin
Alamat

: laki-laki
: diketahui

Tanggal masuk RS

: 22 Agustus 2005

II. ANAMNESIS
Autoanamnesis pada tanggal : .
Keluhan Utama : Nyeri pada lengan kiri
Keluhan Tambahan

Riwayat Penyakit Sekarang :


1 bulan SMRS pasien mengalami kecelakaan lalu lintas, berobat ke
RS Lanud ATS dan dilakukan foto roentgen ditemukan patah tulang,
pasien disarankan oerasi tetapi menolak dan berobat ke alternative
(cimande)
Riwayat Penyakit Dahulu: tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada
III. PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum

: tampak sakit sedang

Kesadaran

: CM

Tanda Vital

: Tekanan darah : 110/70 mmHg


Nadi

Nafas

Suhu

84 kali/ menit
20 kali/ menit
:

36,5 C

STATUS GENERALIS : dalam batas normal


STATUS LOKALIS

: Regio antebrachii sinistra

a. Inspeksi : oedem (+), deformitas (-)


b. Palpasi : nyeri tekan (+)
Pemeriksaan Penunjang :
- Foto roentgen antebrachii sinistra tanggal 25 juli 2005
Kesan : fraktur tertutup 1/3 distal radius sinistra
- Laboratorium
Hb : 17,1 g/dl

Ht : 51%

Trombosit : 256000/ ul

Leukosit : 7600/ ul
Bleeding time : 3 Clotting time : 6

DIAGNOSIS KERJA
Fraktur tertutup 1/3 distal radius sinistra neglected
ANJURAN
Foto roentgen ulang
Persiapan operasi
5. Contoh status pasien di klinik
Identitas pasien : Tn. R (25 tahun)
S : Nyeri lengan kiri bawah
O: lengan kiri bawah 1/3 distal oedema (+), nyeri (+), deformitas
(+),
krepitasi (-). Foto roentgen 1 bulan yang lalu tampak fraktur
tertutup os
radius sinistra 1/3 distal.
A : Fraktur tertutup 1/3 distal radius sinistra neglected
P : Foto roentgen ulang, persiapan operasi.