Anda di halaman 1dari 7

No

1
2
3

Jenis Uji
Sukrosa atau karbohidrat lain yang dapat terfermentasi
pH
Cemaran logam
Pb
Hg
As
Campuran mikroba
Angka lempeng total
E.Coli
Zat pengawet

6
7
8

Formaldehida maks. Sebagai formaldehida bebas


Flour bebas
Zat warna

Organoleptik
Keadaan

Satuan
ppm
ppm
ppm
-

%
ppm
-

Benda asing

Sya
negatif
4,5 - 10,5
Maksimal 5,0
Maksimal 0,02
Maksimal 2,0

< 10
negatif
Disesuaikan denga
Dept.Kes
0,1
800 1500
Disesuaikan denga
Dept.Kes

Harus lembut, serb


tidak terlihat adany
udara, gumpalan, d
terpisah
Tidak tampak

Diposkan oleh sulung musliawan di 20.31

Salatrsatu senyawa abrasive Yangsering ada Pada komposisi pasta gigi yaitu kalsium
dalambentuk CaCO3 (PoucheE 1974).
Pasta gtgi yang tidak mengandung kalsium atau senyawaabbrasive Akan
menyebabkan terjadinyalapisan berwarna cokelat pada permukaan gigi, tetapi
Yang melebihi abbrasivitas akan mengakibatkan timbulnya abbrasi permukaan
gigi (Munay dan Rugg, 1982).
Menurut standar Harry's eosmeticology senyawaabbrasive dalampasta gigi adalah
Sebesar 15 50%.
Analisa kadar kalsium dapat dilakukan dengan metode kompieksometri. Titrasi
kornpleksomotri adalah titrasi berdasarkan pernbentukan senyawa kompleks antara
kation dengan zat pembentuk kompleks. Sebagai zat pembentuk kompleks yang
banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah garam dinatrium
etilendiamina tetraasetat (dinatrium EDTA) (Depkes Ri, 1979).
Frinsip dari metode ini adalah bila EDT,{ ditambahkan kedalam s2rmpel yang
mengandung Ca dan Mg, mula-mula EDTA akan rnengikat Ca yang ada. Penetapan
Ca dengan EDTA ciapat dilakukan pada pH 12 13 sehingga Mg akan mengendap
sebagai hidroksida. indikator yang digunakan adalah rnurexide yang pada titik
ak4rir titrasi akan rnerubail wafir.a dari merah muda menjadi ungu merah. Titik

akhir titrasi ini akan tercapai apabila Ca sudatr seluruhnya dapat diikat oleh EDTA
(Depkes RI, I 989).
Identifikasi senyawa arsen dalam pasta gigi
Larutan Uji
Sejumlah 5,0 g cuplikan dibasahi dengan 5 ml larutan kalsium hidroksida 0,14% b/v
dan diaduk sampai homogen. Campuran dikeringkan di atas tangas air diarangkan
dan dipijar sampai putih. Sisa pijar dilarutkan dalam 7 ml asam sulfat encer.
Cara uji
a. Kedalam alat Gutzeit ( yang bagian pipa kacanya disumbat dengan kapas
dibasahi dengan tembaga asetat dan pada ujung pipa kaca diletakkan kertas saring
dibasahi dengan larutan perak nitrat 20% atau kertas raksa ( II) klorida, dimasukkan
5 ml larutan uji dan 1-2 seng bebas arsen, terjadi bercak kuning cokl;at hitam pada
kertas saring, tergantung dari jumlah arsen yang ada. Dilakukan juga blanko
dengan 5 ml larutan kalium hidroksida 0,14% b/v yang diperlakukan sama seperti
cuplikan.
Larutan uji diencerkan dengan air sampai didapat kadar 100g/ml. Pada pelat tetes
1 tetes larutan ini ditambah beberapa mg natrium bikarbonat dan 1 tetes larutan
kanji-iodum biru dan diaduk, warna biru larutan kanji-iodum akan hilang.
c. Larutan uji diencerkan dengan air sampai didapat kadar 100g/ml. 1 tetes larutan
ini ditambah satu tetes asam sulfat 2 N, beberapa mg natrium karbonat dan
diasamkan dengan asam asetat 2 N. Satu tetes larutan kanji-iodum yang terdapat
pada ujung batang pengaduk hilang warnanya jika dicampurkan ke dalam larutan
tadi.
Toksisitas
Arsen valensi 3 lebih toksis dari pada valensi 5. Keracunan ini dapat berupa rasa
terbakar, kerusakan otot, koma, berkurangnya produksi darah merah, penyebab
kanker
Analisis kwalitatif
1. Prinsip
a. Larutan netral bila ditambahkan larutan tembaga sulfat akan timbul
endapan CuHAsO3 dan Cu3(AsO3)2 XH2O yang berwarna hijau yang larut dalam
asam dan dalam larutan natrium hidroksida

b. Dengan larutan Sncl2 dan asam klorida pekat, pada pemanasan akan terbentuk
larutan yang berwarna coklat tua karena terbebaskannya As
c. Gas Arsin ( AsH3) akan memberikan noda kuning pada kertas saring yang dibasahi
dengan perak nitrat. AsH3 dibentuk dari penambahan asam sulfat pekat dan
beberapa butir seng pada contoh
d. Pembentukan iodida tak berwarna dari hasil reduksi oleh arsen (III) oksida

A.PASTA GIGI
Menyikat gigi merupakan suatu kontrol plak dan langkah awal untuk mencegah karies. Saat
ini kontrol plak telah dilengkapi dengan penambahan bahan aktif yang mengandung bahan
dasar alami ataupun sintetik sebagai bahan antibakteri yang tersedia dalam bentuk sediaan
obat kumur dan pasta gigi
A.1.1 PENGERTIAN PASTA GIGI
Pasta gigi didefinisikan sebagai bahan semi-aqueous yang digunakan bersama-sama sikat
gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi.11 Pasta gigi yang
digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak,
memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi,
menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta
memelihara kesehatan gingiva.
Selain tersedia dalam berbagai macam merek, pasta gigi juga memiliki kandungan yang
bermacam-macam. Ada yang bisa memutihkan, memperkuat hingga membuat nafas segar.
Rasanya pun bisa dipilih, mulai dari rasa buah-buahan hingga mint yang menyegarkan.
Bahkan, pasta gigi juga semakin spesifik. Terdapat pasta gigi untuk gusi berdarah, gigi yang
sensitif, hingga odol untuk perokok.
Meskipun tidak ada yang memiliki kandungan lengkap, namun sebaiknya pasta gigi yang
dipilih harus mengandung tiga unsur pokok. Ketiga unsur tersebut adalah bahan abrasi, efek
detergen (fluoride), serta rasa segar. Bahan abrasi hampir ada di tiap pasta gigi, fungsinya
untuk membersihkan permukaan gigi.
Ciri-ciri pasta gigi yang baik:

1.
Mengandung banyak fluoride, kecuali untuk anak batita, banyak fluoride justru tidak
baik
2.
Tidakn banyak berbusa
3.
Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing,
substansi makanan, plak dan membersihkan gigi
4.
Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan
meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya

1.2 Komposisi Pasta Gigi


Hampir semua pasta gigi mengandung lebih dari satu bahan aktif dan hampir semua
dipromosikan dengan beberapa keuntungan bagi pengguna. Umumnya pasta gigi yang
beredar di pasaran saat ini adalah kombinasi dari bahan abrasif, deterjen dan satu atau
lebih bahan terapeutik.
a. Bahan abrasif (20-50%)
Bahan abrasif yang terdapat dalam pasta gigi umumnya berbentuk bubuk pembersih yang
dapat memolish dan menghilangkan stain dan plak. Bentuk dan jumlah bahan abrasif dalam
pasta gigi membantu untuk menambah kekentalan pasta gigi. Contoh bahan abrasif ini
antara lain silica atausilica hydrat, sodium bikarbonat, aluminium oxide, dikalsium fosfat dan
kalsium karbonat.
b. Air (20-40%)
Air dalam pasta gigi berfungsi sebagai pelarut.
c. Humectant atau pelembab (20-35%)
Humectant adalah bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban. Misalnya
gliserin, alpha hydroxy acids (AHA) dan asam laktat. Bahan ini digunakan untuk menjaga
pasta gigi tetap lembab.
d. Bahan perekat (1-2%)
Bahan perekat ini dapat mengontrol kekentalan dan memberi bentuk krim dengan cara
mencegah
terjadinya
pemisahan
bahan solid dan liquid pada
suatu
pasta
gigi.
Contohnya glycerol, sorbitol danpolyethylene glycol (PEG)
e. Surfectan atau Deterjen (1-3%)
Bahan deterjen yang banyak terdapat dalam pasta gigi di pasaran adalah Sodium Lauryl
Sulfat(SLS) yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan, mengemulsi (melarutkan
lemak) dan memberikan busa sehingga pembuangan plak, debris, material alba dan sisa
makanan menjadi lebih mudah. SLS ini juga memiliki efek antibakteri.
f. Bahan penambah rasa. (0-2%)

Biasanya pasta gigi menggunakan pemanis buatan untuk memberikan cita rasa yang
beraneka ragam. Misalnya rasa mint, stroberi, kayu manis bahkan rasa permen karet untuk
pasta gigi anak. Tambahan rasa pada pasta gigi akan membuat menyikat gigi menjadi
menyenangkan. ADA tidak merekomendasikan pasta gigi yang mengandung gula tetapi
pasta gigi yang
Universitas Sumatera Utara mengandung pemanis buatan (misalnya saccharin). Bahan
pelembab gliserin dan sorbitol juga memberikan rasa manis pada pasta gigi.
g. Bahan terapeutik (0-2%)
Bahan terapeutik yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut :
1. Fluoride
Penambahan fluoride pada pasta gigi dapat memperkuat enamel dengan cara membuatnya
resisten terhadap asam dan menghambat bakteri untuk memproduksi asam. Adapun
macam- macam fluoride yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut:
- Stannous fluoride
Tin fluor merupakan fluor yang pertama ditambahkan dalam pasta gigi yang digunakan
secara bersamaan dengan bahan abrasif (kalsium fosfat). Fluor ini bersifat antibakterial
namun kelemahanya dapat membuat stein abu-abu pada gigi.
- Sodium fluoride
NaF merupakan fluor yang paling sering ditambahkan dalam pasta gigi, tapi tidak dapat
digunakan bersamaan dengan bahan abrasif.
- Sodium monofluorafosfat
2. Bahan desensitisasi
Bahan desensitisasi yang digunakan dalam pasta gigi adalah sebagai berikut :
- Potassium nitrat dapat memblok transmisi nyeri di antar sel-sel syaraf.
- Stronsium chloride dapat memblok tubulus dentin.
3. Bahan anti-tartar
Bahan ini digunakan untuk mengurangi kalsium dan magnesium dalam saliva sehingga
keduanya tidak dapat berdeposit pada permukaan gigi. Contohnya Tetrasodium
pyrophospate.
Universitas Sumatera Utara
4. Bahan antimikroba
Bahan ini digunakan untuk untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Contoh
bahan
ini
adalah Trikolsan (bakterisidal), Zinc
citrate atau Zinc
phosphate(bakteriostatik). Selain itu ada beberapa herbal yang ditambahkan sebagai anti
mikroba dalam pasta gigi contohnya ekstrak daun sirih dan siwak.
h. Bahan pemutih (0,05-0,5%)
Ada
macam-macam
bahan
pemutih
yang
digunakan
antara
lain Sodium
carbonate, Hidrogen
peroksida, Citroxane, dan Sodium hexametaphosphate.

i. Bahan pengawet (0,05-0,5%)


Bahan pengawet berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam pasta
gigi.
Umumya bahan pengawet yang ditambahkan dalam pasta gigi adalah Sodium
benzoate,Methylparaben dan Ethylparaben.
1.3 Fungsi dan kegunaan dari pasta gigi
1. Pasta gigi adalah bahan bantu yang dipakai untuk membersihkan permukaan gigi,
sehingga kemungkinan terjadinya karies gigi dan penyakit gusi bisa ditekan/dikurangi.
2. Pasta gigi digunakan dengan sikat gigi dan memberikan kesegaran nafas, kebersihan gigi
dan mulut, di samping untuk fungsi kosmetik.
3. Fungsi pasta adalah melepaskan materia alba, plak, sisa makanan, stain, tanpa merusak
gigi dan mukosa mulut
4. Pasta terdiri dari campuran bahan; penggosok, pembersih, dan campuran semi padat.
5. Pasta gigi tersedia dalam bentuk pasta, bubuk, dan gel, tetapi yang paling dominan
adalah bentuk pasta.
6. Pasta gigi tidak bisa dan bukan obat untuk menghilangkan sakit gigi maupun menambal
gigi.
1.4 Komposisi pembuatan pasta gigi
1. Alumium fosfat maksimal
2. Texapon 3%
3. Gliserin (15 20)%
4. Sodium alginat 25%
5. Sakarin secukupnya
6. Minyak peppermint secukupnya
7. Sodium benzoat 0,1%
8. Sodium flouride
9. Air Secukupnya
Peralatan yang dibutuhkan: wadah dan pengaduk kayu
Cara membuat pasta gigi
1. Sodium alginat + gliserin diaduk rata
2. (1) + Texapon diaduk rata
3. Air + Sodium benzoat aduk rata
4. (3) dicampur ke (2) aduk rata + NaF
5. (4) + Pemanis aduk rata
6. (5) + Aluminium fosfat aduk rata
7. (6) + Minyak peppermint aduk rata
8. Siap dikemas