Anda di halaman 1dari 6

Dalam petroleum geologist terdapat konsep yang disebut play dan prospek.

Konsep play merupakan sistim perminyakan, dimana merupakan perluasan dari


materi sedimentologi. Konsep prospek secara umum diartikan sebagai cara
mempresentasikan riset geologi untuk tujuan bisnis.
Untuk mengembangkan konsep play perlu memahami 4 konsep kunci
1.
2.
3.
4.

How they form


What they are
Where they go
How they are trapped

4 rumusan masalah ini merupakan kunci dalam mengatikan konsep play pada
suatu daerah.
Metode Ilmiah

Konsep Bermain

Prospek

Eksplorasi

Menurut Magoon dan Dow (1994) A petroleum system is defined as a natural


system that encompass a pod of active source and all related oil and gas which
included al of the geologic element and process that are essential if a hydrocarbon
accumulation is to exist.
Elemen dan proses geologi yang dimaksud antara lain :
1.
2.
3.
4.

Geologi Sejarah (digunakan dalam melihat tingkat kematangan, dan migrasi)


Geologi Struktur dan Stratigrafi (menentukan trap dan jalus migrasi)
Geokimia (dari mana hidrokarbon berasal?)
Geofisika (menetukan geometri secara ilmiah)

Sealing fold : lipatan yang tidak bisa digunakan untuk jalur migrasi
Non sealing fold : lipatan yang dapat digunakan sebagai jalur migrasi
(migration part way)

Rembesan

Petroleum Active

Sumber (aktif)

Matang

Migrasi

Trapped
Metode konvensional adalah metode eksploitasi minyak dengan cara mengangkat
minyak ke permukaan. Biasanyanya pada metode ini, minyak ditemukan berasosiasi
dengan gas alam. Terdapat 2 kemungkinan : Conventional Assosiated Gas atau
Conventional Non-Assosiated Gas. Conventional Assosiated Gas berarti pada
reservoir minyak, terdapat pula cadangan gas alam dari sumber yang sama seperti
minyak. Conventional Non-Assosiated Gas berarti pada reservoir hanya tersimpan
cadangan minyak tanpa adanya deposit gas alam. Jenis eksploitasi Conventional ini
sudah digunakan sejak pertama ditemukannya minyak dan sekarang hampir habis.
Metode Unconventional adalah pengangkatan minyak dengan metode selain dari
metode conventional. Contoh dari metode ini ialah Enhanced Oil Recovery (EOR).
Negara besar, khususnya Amerika dan Russia, sudah beralih pada pemanfaatan
metode ini. Karena pada dasarnya tidak semua minyak dapat mengalami migrasi,
dan sumber terbaiknya tidak lain adalah source rock itu sendiri.
Metode Unconventional umumnya menargetkan pada source rock-nya langsung
karena jumlahnya yang sangat banyak. Namun unconventional metode dapat juga
terdapat pada batu selain source rock.

asalkan bersifat tight. Tight rock disini berarti batuan yang memiliki permeablitas
dan porositas yang rendah. Hal ini menghalangi minyak yang sudah matang
(mature) untuk menyebar keluar (expelled).

Sedimentary
Basin
Petroleum System

Economically
Not
Important

Play
Economically
Very
Important

Prospect

1. Sedimentary Basin
Langkah pertama ialah mencari cekungan sedimen. Mengapa harus
Cekungan Sedimen? Cekungan sedimen memiliki kesempatan untuk menjad
source rock hidrokarbon. Semakin tebal lapisan sedimen semakin tinggi pula
kemungkinan terbentuknya source rock pada cekungan tersebut.
2. Petroleum System
Menentukan lanjut tidaknya eksplorasi dan eksploitasi terletak pada aktif
tidaknya petroleum system di daerah tersebut. Salah satu ciri aktifnya
petroleum system pada suatu region ialah adanya rembesan minyak ke
permukaan.
3. Play
Pengembangan play konsep dilakukan setelah diketahui bahwa petrolrum
sistim di suatu daerah aktif. Dari play ini kita dapat memperkirakan banyak
dari cadangan mereka menggunakan metode ilmiah. Sehingga prospect
dapat diitung dari segi ekonominya.
4. Prospect
Secara prospek, Unconventional Oil memiliki prospek lebih tinggi di banding
metode conventional. Hal ini didukung dengan persentase volume pada
conventional oil hanya mengandung 0.5-10% dari volume total. Sedangkan
Unconventional oil memiliki 70-80% dari volume total. Sisanya merembas
hingga ke permukaan. Hal ini menunjukan bahwa unconventional oil memiliki
prospek yang lebih menjamin.

Apa yang harus dicari terlebih dahulu, apakah trapping atau reservoir?
Harus dicari kedua-duanya karena trapping dan reservoir harus terbentuk secara
bersamaan, seharusnya yang lebih diutamakan adalah source rock.
Migrasi dari minyak bumi dapat berlangsung secara vertikal dan lateral.
Berdasarkan dari kepastian dari adaanya source dan reservoir, suatu sistem minyak
bumi terbagi menjadi:
a. Proven (geochemically well defined)
b. Hypothetical (sparse geochemical data)
c. Speculative (no geochemical data)
Dalam migrasinya minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
timing, fluid mechanical movement, sealing/leaking fault/rock capabilities, and
pressure history.
Terdapat beberapa elemen dalam sistem minyak bumi yaitu,
1. Source Rock a rock with abundant hydrocarbon-prone organic matter.
2. Reservoir Rock a rock in which oil and gas accumulates (depends on
porosity and permeability).
3. Seal Rock a rock through which oil and gas can not move effectively.
4. Migration Route.
5. Trap.
Geochemistry Disciplines
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Potenstial source rock


Source rock characteristics
Source rock maturity
Burial history
Hydrocarbon migration
Hydrocarbon family tree

Source Rock
Berbutir halus, kaya unsur organik, dapat menghasilkan hidrokarbon, dan terpapar
oleh panas dan tekanan yang tinggi. Contohnya: Serpih, Batugamping, dan
Batubara.
Batuan sumber mengandung 99% mineral matter dan 1% organic matter. Dari 1%
organic matter tersebut mengandung 10% bituminus dan 90% kerogen.
Karakteristik dari batuan sumber dapat diketahui dengan beberapa metode yaitu:
1. Rock Eval Analysis
Metode ini menggunakan perhitungan kandungan hidrogen vs oksigen lalu di
plot dalam diagram Van Kreveten dimana terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Highly Oil Prone (Marine-algae)

b. Oil Prone (Transisi karena proses upwelling)


c. Gas Prone (Continental dari tumbuhan tingkat tinggi)
2. Bio Marker : GC-MS (Gas Comatograph-Mass Spectimetri)
a. Kerogen tipe 1
b. Kerogen tipe 2
c. Kerogen tipe 3
Source Rock Maturity
Terdapat tiga tahap dari tingkat kematangan batuan sumber, yaitu:
a. Diagenesis
Perubahan lewat aktifitas bakteri aerob yang akan menghasilkan metana.
Tekanan dan suhu yang rendah contohnya pada rawa-rawa.
b. Katagenesis
Zona dimana suhu dan tekanan meningkat dimana karbon berubah ke
hidrokarbon yang mulai menghasilkan minyak dan gas.
c. Metagenesis
Tekanan dan suhu yang terus meningkat yang mengubah fasa hidrokarbon
menjadi fasa hidrokarbon lain.
Dimana tingkat kematangan dari minyak bumi berdasarkan Vitrine Reflectance
yang diukur dari maseral yang bisa merekam panas maksimum yang diterima
sehingga dapat menjelas sejarah keterbentukan (burial history). Keterbentukan
berdasarkan dari sifat source rock itu sendiri yang memiliki densitas tertentu
sehingga mempunyai respon tertentu terhadap panas dan tekanan. Selain itu
dipengaruhi pula dari tektonik. Analisis dari vitrinite reflectance yaitu menggunakan
SCI, TAI, TMAX, dan lainnya.
Migrasi dari hidrokarbon terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Primary Migration: Migrasi yang terjadi setelah terubah menjadi hidrokarbon.
Lebih rentan terhadap tekanan sehingga bermigrasi ke source rock dengan
butir halus.
b. Secondary Migration: Migrasi yang pergerakannya ke batuan yang lebih kasar
dari carrier bed menuju ke trap atau seepage.
c. Tertiary Migration: Migrasi minyak bumi dan gas bumi dari trap atau carrier
bed ke trap atau seepage lainnya.
Hydrocarbon Family Tree
a. Oil to oil : Correlate two or more oil sample from different location at the
same or different reservoir interval.
b. Oil to source : Corellate one or more oil sampel from reservoir to one or more
oil sampel from source rock.
Kegunaannya adalah:

1. Determine whether or reservoir charged with single or multiple source rock.


2. Help better understanding on sand to sand corellation.
3. Determine chargeing capabilities of active source rock.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi banyaknya unsur organik pada suatu
sedimen, yaitu:
1. Productivity
a. Nutrient avalibility
Contoh:
Delta
a. Progading ke arah laut.
b. Nutrisi hanya dari darat.
c. Tidak terisolir sehingga kadari
oksigen yang melimpah.

b.
c.
d.
e.

Estuarine
a. Prograding dan retrograding
terhadap laut atau fluvial.
b. Pasokan nutrisi dari laut dan
darat.
c. Lebih terisolasi sehingga kadar
oksigen rendah.

Light
Temperature
Predators
Water chemistry

2. Presevation
a. Sedimentation rate
Semakin banyak sedimen yang terakumulasi, semakin besar pula juga
organisme yang terfosilkan.
b. Type of organic matter
c. Oxygen
Kadar oksigen rendah dimana saat:
-

Organisme terlalu banyak pada suatu wilayah yang tertutup.


Tidak ada recharge yang disebabkan oleh sirkulasi:
Arus permukaan
Hujan
Arus bawaan

Terdapat zonasi-zonasi dil laut, yaitu oxic dimana kaya akan kandungan oksigen dan
anoxic yang miskin dengan kandungan oksigen. Dimana pada kolom air laut secara
vertikal, zona anoxic diapit oleh zona oxic.
Dilution : Pengenceran kandungan dari unsur organik karena pertambahan sedimen
sehingga presentasi unsur organik terhadap komposisi keseluruhan.