Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN KERJA

STUDI ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP


(AMDAL) PELABUHAN LAUT PAMANA
KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2016

Urusan Pemerintahan
Organisasi
Program
Kegiatan
Jadwal Kegiatan
Lokasi Kegiatan

: 1.07 Perhubungan
: 1.07.01 Dinas Perhubungan Provinsi NTT
: 1.07.01;15 Program Pembangunan Sarana dan Prasarana
Fasilitas Perhubungan
: 1.07.01;15.10 Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
: Juni s/d Oktober 2016
: Pamana Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur

1. LATAR BELAKANG (WHY)


a.

Dasar Hukum
Salah satu kegiatan pembangunan yang perlu dilaksanakan untuk menunjang
keberhasilan pembangunan disektor perhubungan adalah pembangunan di bidang
angkutan laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat membutuhkan
tersedianya sarana dan prasarana angkutan penyeberangan untuk menunjang
perekonomian dan mobilitas penduduk. Untuk maksud tersebut, Indonesia telah
membangun sejumlah pelabuhan laut di berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan pelabuhan laut khususnya di Nusa Tenggara Timur,
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Tahun Anggaran 2016 bermaksud
melakukan pembangunan pelabuhan untuk mendukung perekonomian dan
meningkatkan transportasi laut di wilayah tersebut.
Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan tersebut dan untuk
mengantisipasi berbagai dampak langsung maupun dampak turunan yang
diperkirakan akan terjadi atau timbul sebagai akibat dari pembangunan tersebut perlu
dilakukan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) sesuai
dengan Peraturan yang berlaku. Pembangunan pelabuhan dengan fasilitas lainnya,
diperkirakan akan menimbulkan dampak penting positif maupun dampak penting
negatif terhadap lingkungan. Untuk meminimalkan dampak penting negatif dan

memperbesar dampak penting positif yang diperkirakan akan timbul sebagai akibat
dari pembangunan tersebut, akan dilakukan dilakukan studi AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup).
Dasar Hukum lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan AMDAL adalah :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
15)
16)
17)
18)
19)
20)
21)
22)

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;


Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Tata Ruang;
Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan;
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi SDA Hayati dan
Ekosisitemnya;
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi
Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran;
Undang-undangNo. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas
Air dan Pengendalian Pencemaran Air;
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2 0 1 2 Tentang Izin Lingkungan
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian
Pencemaran Udara;
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Tingkat Ketelitian Peta
untuk Penataan Ruang Wilayah;
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian
Pencemaran Udara;
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup;
Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan;
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional;
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Angkutan di Perairan;
Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 1985 Tentang Keselamatan Pelayaran;
Peraturan Menteri Perhubungan No. KM. 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan
Proses Perencanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan
Peratuan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 08 Tahun 2006 tentang
Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai dampak Lingkungan Hidup
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2006 tentang Jenis
Rencana Usaha dan / atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

23)
24)

25)

26)
27)
28)
29)
30)
31)
32)
33)

34)
35)

36)
37)

38)

39)

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2008 tentang Tata
Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 06 Tahun 2008 tentang Tata
laksana Lisesnsi Komisi Penilai Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan
Kabupaten/kota;
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2008 tentang
Persyaratan Kompetensi Dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi
Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syaratsyarat dan Pengawasan Kualitas Air;
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996
Tentang Baku Tingkat Kebisingan
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-49/MENLH/11/1996
Tentang Baku Tingkat Getaran
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor K P . 4 1 4 Tahun 2013 tentang
Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Perkantoran dan Industri;
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun2012 Tentang
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib memiliki AMDAL
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 Tahun 2000 Tentang
Susunan Keanggotaan Komisi Penilai dan Tim Teknis AMDAL Pusat;
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 2005 Tentang
Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL);
Keputusan Kepala Bapedal Nomor 056 Tahun 1994 Tentang Pedoman
Mengenai Ukuran Dampak Penting;
Keputusan Kepala Bapedal Nomor KEP-299/11/Tahun 1996 Tentang Pedoman
Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan;
Keputusan Kepala Bapedal Nomor KEP-124/12/Tahun 1997 Tentang Panduan
Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan;
Keputusan Kepala Bapedal Nomor 08 Tahun 2000 Tentang Keterlibatan
Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Dalam Proses Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup;

40)

b.

Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 8 Tahun 2014 tentang


Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2014
2034.

Gambaran Umum
Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan Provinsi Kepulauan yang memiliki jumlah
pulau 1.192 buah (pulau besar dan kecil) dengan luas wilayah lautan lebih luas dari
wilayah daratan yaitu 200.000 km2, letaknya sangat strategis sebagai wilayah
terdepan di Selatan Indonesia yang berbatasan darat dan laut dengan Negara
Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan berbatasan Laut dengan Negara
Australia serta memiliki 5 (lima) pulau terdepan/terluar yaitu : Pulau Batek (Kab.
Kupang), Ndana (Kab. Rote Ndao), Dana (Kab. Sabu Raijua), Mangkudu (Kab. Sumba
Timur), Pulau Alor (Kab. Alor).. Peranan sektor transportasi sangat penting dan
strategis intuk peningkatan aksesibilitas dan mobilitas orang, barang dan jasa,
membangun konektivitas lokal kabupaten, regional (antar daerah) kabupaten/kota)
dan internasional (dengan negara-negara tetangga) serta antar koridor ekonomi.
Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai Peraturan Presiden Republik Indonsia Nomor
32 Tahun 2011 tentang percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) masuk dalam koridor Ekonomi V bersama provinsi Bali dan Nusa Tenggara
Barat sebagai Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional dengan
kegiatan utama : Pariwisata, Peternakan dan Kelautan/Perikanan.
Dengan kondisi tersebut maka Provinsi NTT sebagai Provinsi Kepulauan
membutuhkan jaringan transportasi untuk dapat menghubungkan pulau-pulau
terpencil dan terisolasi. Dengan lancarnya mobilisasi orang maupun barang pada
daerah-daerah tersebut maka akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat.
Apabila kegiatan pelayanan transportasi dilaksanakan dengan baik maka akan sangat
berdampak terhadap berbagai segi kehidupan ekonomi serta sosial kemasyarakatan
antara lain : lancarnya arus mobilisasi barang dan jasa; aktifitas ekonomi semakin
meningkat ; dan semakin meluas dan terbukanya akses pasar terutama terhadap
pemasaran hasil produksi pertanian..
Setiap usaha atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup yang perlu dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah
pengendalian dampak negative dan pengembangan dampak positif dapat
dipersiapkan sedini mungkin. Dengan adanya pembangunan pelabuhan tersebut
maka akan timbul kerusakan lingkungan. Untuk mengantisipasi dampak dampak
yang ditimbulkan akibat dari pembangunan pelabuhan laut maka perlu dilakukan
Analaisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang rencana pelaksanaan kegiatan yang mempunyai
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
Lokasi pelabuhan yang perlu dilakukan AMDAL adalah Pamana Kabupaten Sikka
Provinsi Nusa Tenggara Timur

2. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN (WHAT)


a.

Uraian Kegiatan
1. Pra AMDAL (Pengumuman dan Konsultasi Publik) tentang Rencana Kegiatan yang
berdampak lingkungan
2. Pra Survey
3. Persiapan dan Penyusunan Dokumen Kerangka Acuan
4. Presentasi dan Penilaian Dokumen Kerangka Acuan oleh Komisi Penilai AMDAL
5. Perbaikan dan Penyempurnaan Kerangka Acuan ANDAL
6. Pengesahan KA-ANDAL dari Komisi Penilai AMDAL
7. Survey, Observasi, Kompilasi dan Pengolahan Data Primer dan Sekunder serta
Analisis Data
8. Penyusunan Dokumen ANDAL, RKL dan RPL
9. Presentasi dan Penilaian Dokumen ANDAL, RKL dan RPL oleh Tim Teknis AMDAL
10. Perbaikan Dokumen ANDAL, RKL dan RPL dari Tim Teknis dan berdiskusi dengan
Pemrakarsa
11. Pengesahan Dokumen ANDAL, RKL dan RPL mengenai Rekomendasi Kelayakan
lingkungan dari Komisi Penilai AMDAL dan Ijin Lingkungan

b. Ruang Lingkup Kegiatan


Pekerjaan Amdal Pelabuhan Laut Pamana Kabupaten Sikka antara lain mencakup hal-hal
sebagai berikut:
b.1. Rencana kegiatan yang akan di telaah
Rencana kegiatan Amdal Pelabuhan Laut Sikka Kabupaten Manggarai Barat yang diperkirakan
akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, yang harus ditelaah dan dikaji dalam studi
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ini, antara lain:
1. Tahap Pra Konstruksi
Pengurusan perizinan
Pembuatan Studi Kelayakan atau DED
Pembebasan lahan
2. Tahap Konstruksi
Mobilisasi Tenaga Kerja
Mobilisasi Alat Berat dan Material
Pembuatan dan Pengoperasian Base Camp
Pembersihan Lahan
Kegiatan Pembuatan Tanggul dan Pengurugan Lahan
Pembangunan Pelabuhan
o Alur pelayaran
o Perairan tempat berlabuh
o Fasilitas sandar kapal/ Dermaga

o Gedung Terminal
o Lahan Parkir dan kondisi lalu lintas
o Fasilitas Penunjang
b.2. Komponen Lingkungan Yang Ditelaah
Rona lingkungan awal yang akan terkena dampak, yang mencakup lingkungan fisik kimia,
sosial-ekonomi dan budaya serta prasarana jalan agar dapat ditelaah dalam studi ini.
Komponen yang dianggap perlu untuk ditelaah dan dikaji akibat pembangunan Pelabuhan Laut
Pamana Kabupaten Sikka.
b.2.1. Komponen Lingkungan Fisik-Kimia.
b.2.1.1. Iklim dan Hidrologi
- Curah hujan dan unsur lainnya
- Pasang Surut Air Laut.
- Sedimentasi dan erosi
b.2.1.2. Topografi dan Geologi
- Kondisi topografi wilayah studi terutama
- Kondisi Geologi terkait dengan stabilitas tanah yang mungkin terganggu pada tahap
pelaksanaan konstruksi secara umum
b.2.1.3. Kualitas Air.
- Kualitas air Laut
- Kualitas air sungai disekitar lokasi
- Perubahan kualitas dan kuantitas air terhadap kehidupan masyarakat, hewan dan biota air
lainnya .
b.2.2. Komponen Lingkungan Biologi
Mengidentifikasi flora dan fauna di wilayah studi, baik didaratan maupun di perairan, serta
penguraian tentang komunitas dan komposisi baik flora maupun fauna.
b.2.3. Komponen Lingkungan Sosial Ekonomi
Komponen Lingkungan Sosial Ekonomi
Struktur kependudukan meliputi : Jumlah penduduk, baik menurut jenis kelamin, umur,
pendidikan, agama, maupun pekerjaan, tingkat kepadatan penduduk, persebaran
penduduk , angkatan kerja produktif, tingkat pengangguran, tingkat kelahiran, kematian
dan pola perkembangan penduduk.
Aspek ekonomi meliputi : kesempatan berusaha , pola kepemilikan/
penguasaan
sumberdaya alam, pola pemanfaatan sumberdaya alam, parasarana dan sarana
perekonomian, tingkat pendapatan dan mata pencaharian.
Persepsi masyarakat/ penduduk terhadap rencana proyek
Pola penggunaan lahan/tata ruang diwilayah studi, yang menguraikan lokasi permukiman,
pertanian, bangunan utilitas dan sebagainya.

b.2.4. Komponen Sosial Budaya dan Kesehatan


- Menginventarisasikan dan menjelaskan tentang kondisi/ tatanan kelembagaan masyarakat.
- Hubungan antar daerah/ lokasi dan antar golongan masyarakat, baik sebelum dan sesudah
proyek.
- Adat istiadat masyarakat, budaya bercocok tanam, suku.
- Pola penyakit dan sebarannya
- Tradisi dan budaya etik.
- Sarana dan Prasarana Umum.
- Mencakup keseluruhan sarana dan prasarana umum yang terdapat di wilayah studi, baik
menyangkut transportasi dan sarana jalan lainnya.
c. Kebutuhan Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Teknis
Kualifikasi minimal dari personil yang dipersyaratkan untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut:
- Tenaga Ahli
1. Ketua Tim/Ahli Lingkungan
Mempunyai Sertifikat Kompetensi Ketua Tim Penyusun AMDAL dari
INTAKINDO yang masih berlaku. Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana
Strata 2 (magister) jurusan Teknik Lingkungan atau Teknik Sipil dengan
pengalaman minimal 6 (enam) tahun pada bidang penyusunan Dokumen
AMDAL
2. Ahli sipil/Transportasi/Kelautan
Tenaga ahli disyaratkan minimal seorang Sarjana Strata 1 (S1) atau yang
lebih tinggi dari Jurusan Teknik Sipil, lulusan universitas/perguruan tinggi yang
telah diakreditasi dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun
3. Ahli Tata Ruang/Planologi
Tenaga ahli disyaratkan minimal seorang Sarjana Strata 1 (S1) atau yang
lebih tinggi dari Jurusan Teknik Planologi, lulusan universitas/perguruan tinggi
yang telah diakreditasi dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun
4. Ahli Fisik Kimia
Tenaga ahli disyaratkan minimal seorang Sarjana Strata 1 (S1) dari Jurusan
Ilmu Lingkungan atau Teknik Lingkungan serta mempunyai Sertifikat Kursus
AMDAL A/B dan Sertifikat Kompetensi Penyusunan AMDAL dengan pengalaman
minimal 5 (lima) tahun
5. Ahli Biologi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Strata 1 (S1) Jurusan Biologi/
Ilmu Pertanian lulusan universitas/perguruan tinggi telah diakreditasi dan
mempunyai Sertifikat Kursus AMDAL A/B dan Sertifikat Kompetensi
Penyusunan AMDAL dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun

6. Ahli Kesehatan Masyarakat


Tenaga ahli yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata 1 (S1) atau yang
lebih tinggi Jurusan Kesehatan Masyarakat lulusan perguruan tinggi yang telah
diakreditasi dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun
7. Ahli Sosial Ekonomi dan Budaya
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah minimal Sarjana Strata 1 (S1) Jurusan
Sosial/Sosiologi/Antropologi lulusan universitas/perguruan tinggi yang telah
diakreditasi dan mempunyai Sertifikat Kursus AMDAL A/B dan memiliki
Sertifikat Kompetensi Penyusunan AMDAL dengan pengalaman minimal 5
(lima) tahun
- Tenaga Pendukung
1. Surveyor (2 orang)
Lulusan D3 berpengalaman sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun, dalam penugasan
sebagai berikut: melaksanakan pekerjaan survei, melaksanakan pengumpulan
data primer berupa penyebaran kuisioner dan wawancara serta data sekunder dari
instansi terkait.
2. Operator Komputer (1 orang)
Lulusan STM berpengalaman sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun dalam
menggunakan program computer
3. Administrasi (1 orang)
Lulusan SMK/SMA Berpengalaman sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun
mengoperasikan komputer, keuangan dan administrasi
4. MAKSUD, TUJUAN DAN KEGUNAAN
a. Maksud dari studi Amdal ini adalah untuk menjamin suatu usaha dan/atau kegiatan
pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan
hidup. Dalam pelaksanaanya dapat melakukan pencegahan dan pengendalian dampak
negatif dan mengembangkan dampak positif yang timbul akibat dari kegiatan
pembangunan pelabuhan laut tersebut. AMDAL sangat berguna sebagai alat kontrol
apakah pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan mencapai hasil sesuai dengan yang
diharapkan. Di samping itu, juga digunakan untuk menguji efektivitas teknologi yang
digunakan dalam pengelolaan lingkungan. Sebagai peringatan dini mengenai perubahan
lingkungan yang tidak dikehendaki akibat dari kegiatan pembangunan sehingga
pencegahan dan penanggulangan dapat diperbaiki atau disempurnakan dengan cepat,
tepat dan berkelanjutan.
Studi AMDAL pembangunan pelabuhan di NTT ini dimaksudkan untuk memberikan
gambaran tentang rona lingkungan awal bagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan serta
memprakirakan dampak lingkungan yang terjadi terhadap komponen lingkungan.
Dengan demikian, dapat diformulasi upaya pengelolaan dan upaya pemantauan

lingkungan sebagai acuan bagi pemrakarsa maupun instansi terkait dalam pengawasan
dan pembinaan pelaksanaan pengelolaan lingkungan.
b. Tujuan dari Studi AMDAL pembangunan pelabuhan di NTT ini dapat dirinci sebagai
berikut:
1) Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan
dampak terhadap lingkungan sejak tahap pra-konstruksi, konstruksi, operasi,
sampai pasca operasi.
2) Mengidentifikasi komponen-komponen rona lingkungan yang diperkirakan terkena
dampak besar dan penting akibat dari kegiatan tersebut.
3) Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha dan/atau kegiatan yang
menimbulkan dampak besardan penting.
4) Menyusun dan menyampaikan rekomendasi RKL dan RPL yang diduga akan
terkena dampak.
c. Kegunaan dari studi AMDAL pembangunan pelabuhan di NTT ini adalah sebagai
berikut:
1)

Bagi Pemerintah
a) Membantu pengmbil keputusan dalam pemilihan alternatif yang layak dari segi
lingkungan.
b) Merupakan masukan dalam upaya penyusunan tata ruang dan pengelolaan
lingkungan khususnya bagi daerah sekitar Pelabuhan.
c) Sebagai instrumen pengambilan keputusan mengenai kelayakan lingkungan
hidup terhadap rencana suatu usaha dan/atau kegiatan.
d) Merupakan masukan dalam perencanaan wilayah
e) Merupakan masukan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan
hidup.

2)

Bagi Pemrakarsa lingkungan hidup.


a) Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan terhadap perencanaan sampai
tahap operasional dari kegiatan proyek.
b) Sebagai pedoman untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup.
c) Merupakan upaya untuk mengantisipasi permasalahan lingkungan hidup dimasa
depan.
Bagi Masyarakat
a) Memberikan informasi bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan dampak
positif dan menghindari dampak negatif dari kegiatan pembangunan pelabuhan
tersebut.
b) Sebagai bahan koordinasi bagi instansi terkait dalam pengelolaan lingkungan
kawasan.

3)

c) Optimasi pendayagunaan hasil pembangunan proyek besert saranannya bagi


kepentingan sosial ekonomi budaya masyaraakat.
d) Sebagai informasi bagi rencana penyelenggaraan usaha dari/atau kegiatan
guna mendapatkan partisipasi masyarakat.
e) Sebagai informasi untuk mengetahui hak dan kewajiban masyarakat dalam
hubungannya dengan pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan dalam pengelolaan
lingkungan hidup.
5. INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN
a. Indikator Keluaran (Kualitatif)
1) Berdasarkan data-data teknis dari hasil survey di lapangan dan hasil uji
laboratorium serta data-data meteorologi, akan diperoleh kesimpulan/kesan teknis
terhadap alternatif lokasi dan posisi dermaga, sehingga dapat ditentukan lokasi
yang paling menguntungkan dari segi teknis operasional dan keselamatan
pelayaran.
2) Pembangunan dan pengembangan pelabuhan akan meningkatkan pelayanan jasa
kepelabuhanan dan transportasi kepada masyarakat di sekitar lokasi.
3) Peningkatan aktivitas transportasi di wilayah
perekonomian lokal maupun nasional.
b.

setempat

akan mendukung

Keluaran (Kuantitatif)
Hasil pekerjaan survey hidrografi, topografi, penyelidikan tanah dan pembuatan desain
dilaporkan secara tertulis kepada Pengguna Jasa dalam bentuk buku yang dijilid
dengan baik dan disusun secara sistematis beserta softcopy-nya dalam bentuk
Compact Disc (CD).
1) Laporan Pendahuluan
Laporan dibuat sebanyak 5 (lima) buku
2) Laporan Draft Kerangka Acuan/Interim Report
Laporan dibuat sebanyak 30 (tiga puluh) buku dan diserahkan ke Komisi Penilai
AMDAL Provinsi NTT
3) Laporan Akhir Kerangka Acuan
Laporan dibuat sebanyak 5 (lima) buku yang sudah dipresentasikan dan mendapat
masukan dari Komisi Penilai serta SK Persetujuan Kerangka Acuan
4) Laporan Draft ANDAL RKL RPL/Draft Final
Laporan dibuat sebanyak 30 (tiga puluh) buku dan diserahkan ke Komisi Penilai
AMDAL Provinsi NTT
5) Laporan Akhir ANDAL RKL RPL
Laporan dibuat sebanyak 5 (lima) buku
6) Softcopy dari seluruh Laporan
Seluruh data yang diperoleh dan laporan selama pelaksanaan pekerjaan dalam
bentuk softcopy dihimpun dalam 1 (satu) CD dan diserahkan kepada Pengguna

10

Jasa pada saat akhir pekerjaan bersama-sama dengan Laporan Akhir ANDAL RKL
RPL. Laporan Akhir ini sudah dipresentasikan, mendapat masukan dan
Rekomendasi Kelayakan Lingkungan Hidup dari Instansi terkait.
6. LOKASI PELAKSANAAN KEGIATAN (WHERE)
Kegiatan AMDAL akan dilakukan pada lokasi Pamana Kabupaten Sikka Provinsi Nusa
Tenggara Timur yang dianggap potensial untuk dibangun atau dikembangkan dan akan
ditetapkan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah, unit pelaksana teknis ataupun
direktorat teknis terkait sesuai skala prioritas.
7. PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN (WHO)
a. Pelaksana Kegiatan
Kegiatan AMDAL akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konsultansi yang diseleksi
melalui proses pengadaan sesuai Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah beserta
perubahan-perubahannya.
b. Penanggung Jawab Kegiatan
Penanggung jawab kegiatan dan Pengguna Jasa diwakili oleh Dinas Perhubungan
Provinsi Nusa Tenggara Timur.
8. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN (WHEN)
Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Untuk pelaksanaan pekerjaan ini, Penyedia Jasa Konsultansi diberikan waktu 150 (Seratus
lima puluh) hari kalender terhitung sejak kontrak ditandatangani.
9. METODOLOGI PELAKSANAAN KEGIATAN (HOW)
a. Ruang Lingkup Studi
1) Dampak besar dan Penting yang ditelaah
a) Komponen Kegiatan Yang ditelaah
- Tahap Pra Konstruksi:

Survei

Pembebasan lahan (kalau ada)


- Tahap Konstruksi:

Penerimaan Tenaga Kerja

Mobilisasi Alat dan Bahan

Pembangunan Fasilitas Pelabuhan


- Tahap operasi:

Operasional Fasilitas Pelabuhan

Pemeliharaab Fasilitas Operasional


b) Aspek Lingkungan Yang diteliti
- Fisika Kimia

11

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Iklim, Kualitas Udara dan kebisingan


Curah hujan dan hari hujan
Suhu dan kelembaban
Kualitas udara (SO2, NOx, CO dan debu)
Kebisingan
Geologi dan tanah
Geologi (jenis dan sifat batuan, kegempaan)
Fisiografi
Hidrooseanografi
Batimetri
Pasang surut
Arus
Gelombang
Profil suhu
Profil Salinitas
Kualitas Air (sifat fisik dan kimia)
Air laut
Ruang dan lahan
Penggunaan Tanah
Rencana Tata Ruang

- Biologi
(1) Biota Darat
(2) Biota Air
Plankton
Benthos
Nekton
Terumbu Karang dan Lamun
- Sosial Ekonomi dan Buadaya
(1) Demografi (kependudukan)
(2) Mata pencaharian dan pendapatan
(3) Sarana dan Prasarana ekonomi
(4) Persepsi masyarakat
(5) Kegiatan lain yang terkait
b. Wilayah Studi
Ruang lingkup wilayah studi ANDAL yang terdiri dari lingkup wilayah studi dan lingkup
rona lingkungan hidup yang akan diteliti harus ditentukan pada saat proses pelingkupan
yang dilakukan pada Penyususnan Kerangka Acuan ANDAL. Plingkupan merupakan
proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan menentukan dampak penting
(hipotik) yang terkait dengan recana kegiatan.

12

c. Metode Pengumpulan Data


Studi untuk penyusunan Dokumen AMDAL pembangunan pelabuhan laut di Pamana
Kabupaten Sikka Provinsi NTT ini menggunakan metode survey, studi/observasi
lapangan, analisis Lab dan investigasi dokumen.
1)
Komponen Geofisik Kimia Lingkungan
Peubah geofisik kimia lingkungan yang akan diukur mencakup aspek iklim, curah
hujan, suhu, kelembaban udara, tekanan udara, penyinaran matahari, arah dan
kecepatan angin serta parameter aspek kelautan penting lainnya. Sedangkan
kualitas udara yang diukur meliputi partikel debu, Nox dan Sox, tingkat
kebisingan dan hidrologi (bau, rasa, kekeruhan, residu terlarut, pH, PB, nitrat,
kesadahan, bakteri Ecoli). Data primer dikumpulkan dengan teknik pengukuran
langsung di lapangan dan Laboratorium sedangkan data sekunder diperoleh
dengan mengkaji berbagai dokumen dari berbagai instansi serta institusi terkait.
2)
Komponen Biologi
Data komponen biologi yang akan dikumpulkan mencakup aspek flora dan fauna
daratan serta flora dan fauna perairan. Data yang dikumpulkan berupa data
primer dan data sekunder. Data flora dan fauna dikumpulkan dengan teknik
sampling kuadrat dan pengamatan langsung di lapangan serta wawancara
dengan masyarakat. Selain itu, data sekunder juga dikumpulkan dari dinas dan
instansi terkait lainnya.
3)
Komponen Sosekbudaya dan Kesehatan Masyarakat
Data komponen lingkungan sosial ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat
yang dikumpulkan mencakup aspek kependudukan (struktur dan pertumbuhan
penduduk, tenaga kerja). Ekonomi rumah tangga (pendapatan) serta ekonomi
wilayah juga dikumpulkan. Aspek sosial budaya (adat istiadat, interaksi sosial
dan norma budaya) serta kesehatan masyarakat meliputi ketersediaan sarana
dan prasarana, status gizi/kesehatan masyarakat dan tingkat prevalensi penyakit
yang diderita masyarakat sekitar.
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer
dikumpulkan dengan teknik wawancara secara terstruktur dengan menggunakan
kuesioner. Disamping itu, dilakukan wawancara langsung kepada tokoh-tokoh
masyarakat maupun pejabat dinas/instansi terkait serta dilakukan diskusi grup
terfokus dengan masyarakat setempat. Selain itu, data sekunder juga diperoleh
dari dokumen-dokumen terkait yang ada pada dinas/instansi terkait lainnya.

13

4)

Komponen Lainnya
Parameter lainnya yang dipandang urgen sesuai hasil pengamatan/survey di
lapangan yang terkait dengan rencana pembangunan pelabuhan laut tersebut
juga dilakukan pengukuran.

d. Metode Pengolahan dan Analisis Data


Data yang dikumpulkan diolah sesuai dengan jenis data komponen lingkungan yang
dikumpulkan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dan hasilnya
disajiikan dalam bentuk tabel dan matriks.
Analisis data geofisik kimia dan biologi dilakukan terhadap data primer dan sekunder.
Demikian juga dengan data hasil analisis laboratorium maupun data hasil pengamatan.
Analisis data dilakukan terhadap peubah atau peubah turunan. Demikian halnya data
komponen sosial ekonomi budaya dan kesehatan masyarakat. Data ditabulasi dan
dianalisis secara deskriptif, ratio dan trent.
Identifikasi dampak lingkungan dilakukan dengan menggunakan bagan alir. Prakiraan
dampak dilakukan dengan teknik deskriptif dan teknik prakiraan berdasarkan analisis
kecenderungan (trent analisys).
10. BIAYA PELAKSANAAN KEGIATAN (HOW MUCH)
Kegiatan AMDAL diperkirakan memerlukan biaya sebesar Rp. 750.000.000,- (Tujuh Ratus
Lima Puluh Juta Rupiah) yang akan dibiayai melalui DPA Dinas Perhubungan Provinsi Nusa
Tenggara Timur Tahun Anggaran 2016.

Kupang, 18 April 2016


DINAS PERHUBUNGAN PROV. NTT
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

MARDIOSY E. RIHI RATU, SH


P e n a t a (III/c)
NIP. 19760309 199803 1 002

14