Anda di halaman 1dari 12

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
ANOVA adalah singkatan dari Analysis of Variance. Latar belakang dikembangkan
metoda ini karena ingin dilakukan testing terhadap rata-rata populasi yg mengalami
perlakuan yg berbeda-beda. Pertanyaannya : apakah perbedaan rata-rata antara berbagai
grup yg mengalami perlakuan berbeda tsb signifikan atau tidak.
Asumsi untuk ujia ANOVA adalah:
1.

Populasi semuanya normal

2.

Standard deviasi populasi sama

3.

Populasi independen
MIsal ada 4 grup A,B,C dan D dengan rata-rata sampel xA, xB, xC dan xD. Ingin diketahui
apakah rata-rata populasi yg terkait dengan sampel tsb sama? Tentu saja kita bisa melakukan
uji statistik bagi tiap sepasang mean, misal A=B lalu A=C dst. Semuanya ada 6 pasangan
yg mungkin, jadi ada 6 uji yg harus dilakukan. Untuk masing-masing dilakukan test-t
Apa kelemahan test-t sepasang-sepasang ini?

1.

Banyak test harus dilakukan

2.

Kesalahan tipe-1 yg besar


Misal tiap-tidap test-t diuji dengan tingkat signifikan 0.05, berarti probabilitas H0 diterima
dan keputusan benar 0.95. Karena ada 6 pasangan test (dalam contoh sebelumnya) maka
probabilitas telah dibuat keputusan benar karena menerima H0 yg benar adalah
0.95*0.95*0.95*0.95*0.95*0.95 = 0.735
Jadi probabilitas melakukan error tipe I, yaitu H0 benar tapi ditolak adalah 1-0.735 = 0.265!
Oleh karena diperlukan uji yg dapat sekaligus membandingkan kesamaan rata-rata berbagai
grup tsb serempak.

Ide dasar test ANOVA adalah perbedaan rata-rata populasi ditentukan oleh dua faktor yaitu
variasi data dalam 1 sampel dan variasi data antar sampel. Perbedaan rata-rata antar populasi
nyata jika variasi data antar sampel besar sedangkan variasi data dalam 1 sampel kecil.
Beberapa definisi variasi.
1.

Variasi Total
k

nj

SStotal ( xij xG ) 2
j 1 i 1

Jumlah total kuadrat selisih data dengan rata-rata


total seluruh data (grand mean)
nj

xG

2.

ij

j 1 i 1

Variasi Antar Sampel (atau Variasi karena Perlakuan)


nj

SST n j ( xij xG ) 2
j 1

Jumlah total kuadrat selisih rata-rata tiap sampel thd rata-rata


total (grand mean)

3. Variasi Random
nk

xk

x
i 1

nk

nj

SSE ( xij x j ) 2
j 1 i 1

Jumlah total kuadrat selisih data dengan rata-rata


sampel yg terkait

Dengan G adalah banyak group, ng adalah banyak sampel di group-g.


Dapat dibuktikan bahwa ketiga variasi tsb saling terkait:
SStotal = SST + SSE

(Soehianie, 2009)
Varian adalah simpangan baku yang dikuadratkan. Kalau kita perhatikan pada rumus
simpangan baku yang asli. Maka mencari varian tinggal menghilangkan akarnya. Koefisien
variasi merupakan persentase simpangan baku dari nilai rata-ratanya. Kegunaan koefisien
variasi adalah untuk mengukur keragaman suatu hal
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap
suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik,
tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan,
seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen (Anto, 1986)
Didalam pengukuran biasanya terjadi variasi data dari hasil pengukuran
tersebut.Variasi adalah ketidakseragaman dalam proses operasional sehingga menimbulkan
perbedaan dalam kualitas produk (barang/jasa) yang dihasilkan.
Pengukuran adalah penentuan angka yang menggambarkan suatu sifat tertentu kepada
suatu benda. Sistem pengukuran merupakan kesatuan dari prosedur, peralatan, personil yang
digunakan untuk menentukan angka yang menggambarkan suatu sifat tertentu kepada suatu
benda (Anonim, Tanpa tahun)
Secara umum, faktor yang menjadi sumber kesalahan dalam pengukuran sehingga
menimbulkan variasi hasil, antara lain adalah:
1. Perbedaan yang terdapat pada obyek yang diukur.
2. Perbedaan situasi pada saat pengukuran
3. Perbedaan alat dan instrumentasi yang digunakan
4. Perbedaan penyelenggaraan/administrasi
5. Perbedaan pembacaan hasil pengukuran
Dari lima faktor penyebab kesalahan dalam bidang analitik maka peralatan dan
instrumentasi sangat berpengaruh. Peralatan pada dasarnya harus dikendalikan oleh
pemakainya. Untuk peralatan mekanis yang baru relatif semua sistem sudah berjalan dengan
optimal, sebaliknya untuk alat yang sudah berumur akan banyak menimbulkan ketidak
optimuman karena komponen aus, korosi dan sebagainya. Demikian juga peralatan elektrik,
pencatatan harus selalu dikalibrasi dan dicek ulang akurasinya. Untuk peralatan yang
menggunakan sensor atau detektor maka perawatan dan kalibrasi akan berperan penting.
( http://iqmal.staff.ugm.ac.id/)
B. Rumusan Masalah

Setiap inidividu khususnya daun akasia memiliki ukuran yang berbeda-beda antara
satu dengan yang lain, pada praktikum kali ini yanitu menentukan berapa besarna nilai variasi
yang terjadi pada pengukuran luas dan berat daun akasia serta factor-faktor yang
mempangaruhi terjadinya variasi data.
C. Tujuan
1. Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya variasi data
2. Mengetahui besarnya variasi data pada bagian ujung, tengah dan pangkal daun
dengan mengukur luas dan berat daun akasia.

BAB II
METODOLOGI
A. Alat dan bahan
A.1 Alat
Pada praktikum ini alat yang digunakan adalah gunting, penggaris, neraca analitik,
pulpen dan buku Log
A.2 Bahan
Bahan yang digunakan yaitu daun akasia bagian pangkal, tengah dan ujung, serta
kertas sebagai sampel daun.
B. Prosedur Kerja
1. Diambil daun akasia bagian pagkal, tengah dan ujung sebanyak 10 buah
2. Semua daun akasia digambar pada kertas untuk mendapat berat sampel standard
an luas sampel standar.
3. Dihitung terlebih dahulu berat standar kertas sebelum menghitung berat contoh
dari daun yang telah kita ambil dimana kertas tersebut akan kita gunakan sebagai
pembanding.
4. Gambar daun yang telah dibuat digunting dan setelah itu ditimbang beratnya
5. Selanjutnya luas daun tersebut dihitung dengan menggunakan rumus:
berat contoh daun
luas daun=
x luas standar kertas
berat standar kertas
6. Hasil perhitungan dimasukan kedalam table hasil pengamatan.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Table 1 hasil perhitungan Luas contoh daun

Jumlah Luas
Rata-rata
Standar deviasi
Standar error devasi
varians

Daun pangkal (cm2)


591
59,1
7,22
2,28
52,1

Daun tengah(cm2)
879
89,7
16,34
5,17
266,9

Daun ujung(cm2)
906
90,6
3,69
1,17
13,6

18
16
14
12
pangkal

10

tengah

ujung

6
4
2
0
standar deviasi

SED

Table 2 hasil perhitungan Luas daun sebenarnya

Jumlah Luas
Rata-rata
Standar deviasi
Standar error devasi
varians

Daun pangkal (cm2)


586
58,6
9,14
2,89
83,6

Daun tengah(cm2)
748
74,8
21,67
6,85
469,51

Daun ujung(cm2)
392
39,2
11,04
3,49
39,2

25

20

15

pangkal
tengah
ujung

10

0
standar deviasi

SED

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini yaitu mengetahui besarnya variasi pada tiga bagian daun.
Variasi dapat dilihat berdasarkan luas daun. Setiap daun memiliki ciri morfologi yag khas
sehingga sulit dalam melakukan pengukuran luas hanya ditentukan dengan panjang dikali
lebar. Untuk mengetahui luas daun yang memiliki bentuk berliku-liku maka diperlukan suatu
rumus, yang mana rumus tersebut diperlukan berat daun, berat standar kertas dan luas standar

kertas. Dengan rumus :

luas daun=

berat contoh daun


x luas standar kertas
berat standar kertas

diperoleh luas yang daun yang yang terlampir.

, sehingga

Pada suatu tangkai daun terdapat tiga bagian daun yang memiliki variasi bentuk,
sehingga pada pengukuran luas daun diperoleh hasil yang berbeda beda untuk setiap daun.
a. Daun pangkal
Berdasarkan morfologi daun, daun pangkal terlihat agak tua dari daun ujung dan daun
tengah, begitu juga dengan ukuran. Daun pangkal relative kecil dibandingkan dengan daun
keduanya. Berdasarkan pengamatan dan perhitungan diperoleh varians adalah 83,6 untuk
daun sebenarnya dan 52,1 untuk contoh daun. Nilai varians menunjukkan besarnya variasi
pada suatu pengukuran. Hal ini dapat dibuktikan bahwa setiap daun memiliki berat dan luas
yang berbeda sehingga nilai pada daun sebenarnya memiliki varians yang tinggi.
b. Daun Tengah
Pada daun tengah yang berdasarkan cirri morfologinya bahwa memiliki ukuran yang
besar dari daun pangkal atau ujung daun. Sehingga beratnya pun lebih besar dai kedua bagian
lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh varians adalah 469,51 untuk daun
sebenarnya dan 266,9 untuk contoh daun. Pada daun ini memiliki luas dan berat yang besar
sehingga variasi pada daun ini juga besar.
c. Daun ujung
Pada daun ujung diketahui morfologinya yang lebih kecil karena daun ujung lebiih muda
dan akan berkembang lagi. Berdasarkan hasil pengukuran doperoleh bahwa 39,2 untuk daun
sebenarnya dan 13,6 pada contoh daun.
Radityo Mahmud mengatakan dalam situsnya bahwa jika standar deviasi Semakin kecil
nilai sebarannya berarti variasi nilai data makin sama. Jika sebarannya bernilai 0, maka nilai
semua datanya adalah sama. Semakin besar nilai sebarannya berarti data semakin bervariasi
dari penyataan tersebut maka diketahui bahwa standar deviasi yang paling besar adalah 21,67
pada daun tengah. Hal ini sangat memperkuat alasa praktikan bahwa pada daun tengah
memiliki ukuran luas dan berat yang bervariasi. Pada daun tengah merupakan puncaknya
perkembangan daun setelah itu menjadi daun tua.
Iqmal mengatakan, Secara umum, faktor yang menjadi sumber kesalahan dalam pengukuran
sehingga menimbulkan variasi hasil, antara lain adalah:
1. Perbedaan yang terdapat pada obyek yang diukur.
2. Perbedaan situasi pada saat pengukuran
3. Perbedaan alat dan instrumentasi yang digunakan
4. Perbedaan penyelenggaraan/administrasi
5. Perbedaan pembacaan hasil pengukuran

Jika dihubungkan dengan praktikum kali ini, maka pernyataan tersebut dapat diterima
karena objek yang diamati memiliki ukuran yang bervariasi, peralatan yang digunakan berupa
penggaris biasa yang merupakan alat ukur standar.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Besarnya suatu variasi pada objek yag iukur dapat dibuktikan dengan menghitung nilai
varians, semakin besar nilai varians maka semakin besar variasi suatu objek.
2. Daun tengah memiliki angka variasi yang lebih besar dibandingkan dengan daun ujung
dan daun pangkal karena dapat dilihar bahwa daun tengah memiliki luas dan berat yang
besar dan bervariasi dari kedua bagian lainnya.

3. Variasi dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu perbedaan objek,
situasi, instrument yang digunakan dan pembacaan hasil.

Daftar pustaka
Anto, Dajan. 1986. Metode Statistik Jilid 1. Jakarta : LP3ES
Anonim, Tannpa tahun. Varians dalam statistic.http://www.wikipidia.com (15 desember
2010)
Furchan, Arief. H, 2007. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Yogyakarta: PUSTAKA
PELAJAR
Iqmal,

Tahir.

(-).

Paper

Seri

Manajemen

Laboratorium.

(Online).

(http://iqmal.staff.ugm.ac.id/, dikunjungi 15 desember 2010).


Soehianie,

Agoes.

2008.

Analisis

data

statisti,

chapter

11

dalam

powerpoint

(http://www.agoessohanie.blogspot.com/analisisdatastatistik.ppt) tgl 15 desember


2010

LAMPIRAN
Luas contoh daun

1
2
3
4
5
6
7

Pucuk
90
90
90
84
90
90
96

tenga
h
108
78
96
81
72
111
72

pangk
al
63
51
54
60
60
72
69

8
9
10
sum
stdev
mean
varia
ns

96
93
87

108
99
72

54
51
57

906
3.687
818
90.6

897
16.33
707
89.7

591
7.218
033
59.1

13.6

266.9

52.1

Luas daun sebenarnya

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

pangk
al
berat
0,29
0,35
0,26
0,35
0,31
0,31
0,24
0,24
0,34
0,24
sum
sd
varian
s
mean

tenga
h
luas
58
70
52
70
62
62
48
48
68
48
586
9.1433
04
83.6
58.6

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

ujung
berat
0,25
0,24
0,26
0,34
0,37
0,37
0,44
0,58
0,47
0,47

luas

sum

748
21.668
21
469.51
11
74.8

stdv
varian
s
Mean

50
48
52
68
74
74
88
116
94
84

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOMETRI

Acara 2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

berat
0,22
0,16
0,19
0,21
0,12
0,25
0,15
0,26
0,25
0,17
sum
stdv
varian
s
mean

luas
44
32
38
48
24
50
30
52
50
24
392
11.043
35
121.95
56
39.2

Variasi Data

Oleh :

OLEH

RAHMAN PAHWADI
F05108005

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2010