Anda di halaman 1dari 111

MATERI KULIAH

2015/2016

A. TUJUAN
1. TIU (Tujuan Instruksional Umum)
Mahasiswa dapat merencanakan pendirian
suatu pabrik
2. TIK
(Tujuan Instruksional Khusus)
Menjelaskan Pengertian Perencanaan Pabrik

Rancang Fasilitas (BAB I)


(Minggu 1)
Peranan Rancang Fasilitas: menyusun unsur fisik antara

lain untuk pergudangan, kantor pos, toko, restoran, rumah


sakit, rumah, dan pabrik.
Definisi Rancang Fasilitas: Menganalisis, membentuk
konsep, merancang, dan mewujudkan sistem bagi
pembuatan barang atau jasa.
Tujuan Rancang Fasilitas: untuk mengoptimasikan antar
hubungan antara personil operasi, aliran material, aliran
informasi dan merupakan metode yang dibutuhkan untuk
mencapai pabrik/perusahaan yang obyektif, efisien,
ekonomis dan memuaskan.
3

Gambar :
HUBUNGAN
ANTAR DESAIN

Product
Desain

Lay Out
Desain

Schedule
Desain

Process
Desain

Kebutuhan yang paling pokok


sebelum mendirikan pabrik :

Plant Location

(Menentukan suatu lokasi pabrik )

Building Design

(Merencanakan bangunan )

Market Research

(Penelitian pasar )

Management Policies

(Arah ketatalaksanaan)

Secara spesifik perencanaan pabrik yang lebih


baik menurut Prof. James M Appel :

Mempelajari proses produksi


Meminimumkan perpindahan bahan
Menjaga flexibilitas dari lay out
Aliran diatur sedemikian rupa
Meminimumkan investasi untuk peralatan

Urutan Langkah-langkah perencanaan


perancangan pabrik

Pengumpulan dan penganalisaan data dasar

Merancang proses produksi


Analisa data dasar
Merancang pola aliran material
Menentukan jumlah mesin

Pendahuluan
Perencanaan kata dasarnya Rencana, kurang lebih
memiliki makna sesuatu yang akan dijadikan dasar

Tata Letak susunan sedemikian rupa sekelompok

fasilitas sehingga mampu memberikan hasil yang


optimal. Dalam kacamata TI, optimal itu adalah efektif,
efisien, aman dan nyaman.

Pabrik sebagai tempat bertemunya/ berkumpulnya

Man, Machine, Methode, Money (5M) and Information


untuk menghasilkan suatu output (produk).
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

Prinsip Dasar Perencanaan Tata Letak Pabrik (BAB


II) (Minggu ke2)

1.Prinsip Integrasi secara Total


2.Prinsip Jarak Perpindahan Material yang paling
minimum
3.Prinsip Aliran dari suatu Proses Kerja
4.Prinsip Pemanfaatan Ruangan
5.Prinsip Fleksibilitas
6.Prinsip Kepuasan dan Keselamatan Kerja
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

PERENCANAAN LOKASI Pabrik


Perencanaan

lokasi merupakan kegiatan strategis, bertujuan:


memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan sehingga
perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan
biaya yang rendah, dan memungkinkan perluasan dimasa datang.
Dalam menentukan lokasi perusahaan, manager perlu
mempertimbangkan berbagai faktor seperti kedekatan terhadap
pasar, kemudian mendapatkan bahan baku, dekat sumber tenaga
kerja, ada/mudah dibangun Infrastruktur rendahnya biaya
transportasi, dan lain-lain

PERENCANAAN LOKASI

Perencanaan atau evaluasi lokasi tidak saja dilakukan bagi


perusahaan yang baru berdiri tetapi juga dilakukan bagi perusahaan
yang sudah beroperasi, karena beberapa faktor berikut :
Berpindahnya pusat kegiatan bisnis
Berubahnya adat kebiasaan masyarakat
Berpindahnya konsentrasi pemukiman
Adanya jaringan komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik
Meningkatnya kapasitas produksi perusahaan

FAKTOR-FAKTOR PERENCANAAN
LOKASI

Letak pasar
Letak sumber bahan baku
Ketersediaan tenaga kerja
Ketersediaan tenaga listrik
Ketersediaan air
Fasilitas pengangkutan
Fasilitas perumahan, pendidikan, perbelanjaan, dan
telekomunikasi

FAKTOR-FAKTOR PERENCANAAN
LOKASI, lanjutan
Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
Peraturan pemerintah setempat
Sikap masyarakat
Biaya dari tanah dan bangunan
Luas tempat parkir
Saluran pembuangan
Kemungkinan perluasan
Jenis produk

METODE PENILAIAN LOKASI

Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan


suatu lokasi perusahaan, yaitu:
Pemeringkatan faktor
Analisa nilai ideal
Analisa ekonomi
Analisa volume biaya
Pendekatan pusat gravity
Metode transportasi

Metode Pemeringkatan Faktor

Prosedur penyusunan pemeringkatan faktor sebagai berikut.


Tentukan faktor-faktor yang relevan ( seperti lokasi pasar,
bahan baku, dan sumber air). Semua faktor yang relevan
harus diikutsertakan dalam analisis meskipun kemungkinan
memiliki nilai yang sama untuk berbagai alternative yang
sedang dibandingkan.

Metode Pemeringkatan Faktor


lanjutan
Berikan bobot kepada setiap faktor yang menunjukkan

tingkat kepentingannya terhadp faktor-faktor lain. Jumlah


bobot untuk semua factor adalah 1 atau 100%.
Tentukan skala penilaian terhadap semua faktor, misalnya 1
sampai 10 atau 1 sampai 100

Metode Pemeringkatan Faktor,


lanjutan
Berikan nilai pada setiap alternatif lokasi. Lokasi yang terbaik

harus diberi nilai maksimal, sedangkan alternatif lokasi


lainnya mendapat nilai yang proporsional dibandingkan
alternatif terbaik tadi.
Kalikan bobot dengan nilai untuk setiap faktor, dan jumlahkan
untuk setiap alternatif lokasi.
Pilih lokasi dengan total nilai tertimbang yang terbesar.

Metode Analisis Nilai ideal


Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya

hanya bobot pada factor rating merupakan nilai ideal pada


metode ini.

Penilaian dilakukan dengan skala antara 0 sampai dengan


nilai ideal. Dengan demikian, nilai maksimum dari setiap
factor sama dengan nilai idealnya.

Metode Analisa Ekonomis

Metode ini menggunakan pendekatan

kuantitatif maupun kualitatif secara bersama


sama untuk, mendapatkan penilaian yang
lebih lengkap. Pendekatan kuantitatif
dilakukan dengan cara membandingkan
biaya total dari masing masing alternatif
lokasi.

Penilaian kualitatif dilakukan untuk

membandingkan faktor faktor lain yang tidak


dapat diukur dengan biaya, seperti ketersediaan
tenaga kerja, jenis tenaga kerja, aktivitas serikat
buruh, sikap masyarakat dan fasilitas pendidikan

Analisis Volume biaya

Metode ini menggunakan asumsi sebagai berikut :

biaya tetap dianggap konstan untuk suatu jarak


tingkat volume tertentu, biaya variable dianggap
linear, tingkat produksi yang dikehendaki diketahui,
dan hanya berlaku untuk satu jenis produk saja.

Analisis Volume biaya

Prosedur analisis volume biaya secara umum sebagai berikut :


Tentukan biaya tetap dan variable untuk setiap alternative.
Plot garis biaya total untuk setiap alternative pada grafik yang
sama.
Pilih alternatif lokasi yang mempunyai biaya total terendah untuk
tingkat volume produksi yang dikehendaki.

Analisis Volume biaya

Pendekatan Pusat Graviti


Pemilihan lokasi berdasarkan pendekatan
pusat gravity (center of gravity approach)
seringkali digunakan untuk memilih sebuah
lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau
biaya menuju fasilitas fasilitas yang sudah
ada.

Pendekatan Pusat Graviti


lanjutan

. Misalnya, digunakan oleh perusahaan

yang akan memilih sebuah lokasi untuk


gudang atau pusat distribusi sebagai
tempat untuk memasok barang kepada
beberapa agen disuatu area tertentu

Pendekatan Pusat Graviti


=

dan

Dimana:
V1
= volume barang yang didistribusikan ke lokasi 1
X1 = jarak horizontal dari titik pusat ke lokasi 1
Y1 = jarak vertika dari titik pusat menuju lokasi 1
X*, Y*= koordinat dari lokasi yang terpilih

Prinsip Integrasi secara Total


Minggu 2 &3

Prinsip ini menyatakan bahwa tata letak

pabrik adalah integrasi secara total dari


seluruh elemen produksi yang ada menjadi
satu unit operasi yang besar.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

27

Prinsip Jarak Perpindahan


Material yang paling
minimum

Pada proses pemindahan bahan dari satu


operasi ke operasi lain, penghematan
waktu dapat dilakukan dengan cara
mengurangi jarak perpindahan tersebut.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara

mencoba menerapkan operasi berikutnya


sedekat mungkin dengan operasi
sebelumnya.
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

28

Prinsip Aliran Proses Kerja

Aliran suatu proses kerja diusahakan sedapat


mungkin untuk bergerak terus tanpa ada
interupsi. Oleh karena itu adanya back
tracking, cross movement, congestion harus
dihindari.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

29

Prinsip Pemanfaatan Ruangan

Prinsip ini menekankan untuk memanfaatkan


ruangan seoptimal mungkin karena pada
dasarnya tata letak adalah suatu pengaturan
ruangan yang akan dipakai oleh manusia,
bahan baku, mesin dan peralatan penunjang
proses produksi.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

30

Prinsip Fleksibilitas

Prinsip ini sangat berarti mengingat

perkembangan riset ilmiah, komunikasi dan


transportasi bergerak dengan cepat. Hal
tersebut dapat berpengaruh terhadap
cepatnya perubahan disain produk, peralatan
dan lainnya.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

31

Prinsip Kepuasan dan


Keselamatan Kerja

Dengan membuat suasana kerja yang

menyenangkan, memuaskan dan aman,


maka secara otomatis akan banyak
keuntungan yang akan bisa diperoleh.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

32

Jenis Lay Out Pabrik (BAB III)


(Minggu ke 3)
Product Layout
G
U
D
A
N
G
B
A
H
A
N

Mesin
Bubut
Mesin

Press
Mesin
Perata
Mesin
Bubut
Pendahuluan-PTLP

Mesin
Drill

Mesin
Lengkung

Mesin
Gerinda
Mesin
Drill

A
B

Mesin
Drill
Mesin
Perata

Mesin
Drill

Mesin
Drill

P
E
R
A
K
I
T
A
N

G
U
D
A
N
G
B
J
A
D
I
Nita P. Hidajat

33

Keuntungan Product Lay out

Layout sesuai dengan urutan proses

sehingga umumnya proses berbentuk


garis.

Pekerjaan dari satu proses secara


langsung dikerjakan pada proses
berikutnya, sehingga:
Total waktu produksi per unit menjadi pendek.
Work in process material menjadi sedikit
Mesin ditempatkan dengan jarak minimal.

Ketrampilan operator tidak perlu tinggi.


Aktivitas selama proses produksi
sedikit.

Nita P. Hidajat

34

Kerugian Product Layout


Kerusakan pada satu mesin akan

mengakibatkan terhentinya proses produksi.


Layout ditentukan oleh produk yang
diproses, perubahan disain produk
membutuhkan relayout
Kecepatan produksi ditentukan oleh mesin
yang beroperasi paling lambat
Membutuhkan investasi yang tinggi
dll
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

35

Process Lay-out
Mesin

G
U
D
A
N
G

Mesin
Bubut

Bubut

Mesin
Drill

Mesin
Bubut

Mesin
Bubut

Mesin
Drill

B
A
H
A
N

Mesin

Mesin

Perata

Perata
Mesin
Perata

Pendahuluan-PTLP

Mesin
Gerinda
Mesin
Gerinda

LAS

CAT

G
U
D
A
N
G

LAS

CAT

RAKIT
RAKIT
D

B
C

B
J
A
D
I
Nita P. Hidajat

36

Keuntungan Process Layout


Penggunaan mesin lebih efektif.
Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi

besar dan sanggup berbagai macam jenis dan


model produk.
Investasi mesin relatif kecil
Keragaman tugas membuat tenaga kerja lebih
tertantang dan termotivasi
Adanya aktivitas supervisi yang lebih baik dan
efisien melalui spesialisasi pekerjaan.
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

37

Kerugian Process Layout

Aliran proses yang tidak sederhana

mengakibatkan ongkos material handling


mahal
Total waktu produksi lebih panjang
Work in process inventory cukup besar
Ketrampilan tenaga kerja harus tinggi karena
variasi aktivitas produksi tinggi
Kesulitan menyeimbangkan kerja dari setiap
fasilitas produksi karena penempatan mesin
yang berkelompok.
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

38

Group Tech. Lay-out


Mesin
Bubut

G
U
D
A
N
G

Mesin
Perata

B
A
H
A
N

RAKIT

Mesin
Press

Mesin
Bubut

Mesin
Gerinda

Mesin
Drill

Pendahuluan-PTLP
Nita P. Hidajat

Mesin
Drill

Mesin
Gerinda

LAS

Mesin
Drill

RAKIT

A1

RAKIT

CAT

G
U
D
A
N
G

A2

Mesin
Press

RAKIT

Mesin
Drill

Mesin
Gerinda

B1

P
R
D
J
A
D
I

B2

39

Keuntungan Group Tech


Layout
Dapat mengurangi pemborosan waktu perpindahan antar

kegiatan yang berbeda.


Penyusunan mesin berdasarkan family produk, sehingga:

Mengurangi waktu set up mesin


Mengurangi area lantai produksi
Mengurangi ongkos material handling

Apabila ada urutan proses terhenti maka dapat dicari

alternatif lain.
Mudah mengidentifikasi bottleneck dan cepat merespon
perubahan jadwal.
Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

40

Kerugian Group Tech


Layout

Utilitas mesin yang rendah


Memungkinkan terjadinya duplikasi mesin
Biaya yang tinggi untuk realokasi mesin
Membutuhkan disiplin tinggi agar part yang
diproses tidak berada pada sel yang salah.

Pendahuluan-PTLP

Nita P. Hidajat

41

Fixed Location Lay-out


G
U
D
A
N
G
B
A
H
A
N

Mesin Las

Mesin
Gerinda

Mesin Bor

PROYEK

Mesin Potong

Pendahuluan-PTLP

Alat-alat
Perakitan

Fasilitas
Pengecatan

G
U
D
A
N
G
A
L
A
T

Nita P. Hidajat

42

Perencanaan Sumber Daya Pabrik /


Produksi
(BAB IV)
Analisis Produk atau Jasa(Minggu ke 4)
Hubungan produk dengan proses terdapat
kebutuhan untuk analisis atau rancangan produk
dan speifikasi produk dengan tujuan menjamin
Produk:

1. Fungsional: melaksanakan fungsi dengan baik


2.

Bermutu sesuai;tidak lebih buruk dari yang


dituntut.
3.
Berpenampilan menarik, dapat diterima
customer.
4. Dapat dibuat, dengan biaya yang
bersaing,harga jual wajar.

Tipe Produk( Minggu ke4)


Penempatan produk( product positioning) yang
dikenal dalam Industri Manufaktur adalah:
1. Produksi untuk stok(make to stock).
2. Produksi untuk pesanan( make to order).
3. Perakitan untuk pesanan(assemble to order).
4.Rekayasa untuk Pesanan( Engineer to order)

Tipe Proses(Minggu ke 4)
Tipe kegiatan di Pabrik:
1. Flow Shop: proses berdasar pada urutan
produksi atau pengilangan,seperti
- Continuous flow( contoh: pabrik pupuk),
- Dedicated Repetitive flow :fasilitas sama,ada
variasi,misal: soft drink,
- Batch Flow: 2 atau leb jenis produk, dibuat pada
fasilitas yang yang sama,misalnya lintasan
perakitan pembuatan mobil.
- Mixed model repetitive Flow, kombinasi dari
Dedicated Repetitive Flow dan Batch Flow.

Tipe Proses( Minggu ke 4)

2. Job Shop: Pengorganisasian alat yang sama

fungsinya sehingga aliran pekerjaan dari dan ke


departemen menggunakan tipe operasi yang
berbeda.
Ciri: mesin yang digunakan: mesin multi
purpose,jenis produk banyak, perencanaan harus
terinci, info job dan shop terinci,ketersediaan
sumberdaya terkoordinasi, ketrampilan TK tinggi.

Tipe Proses(Minggu ke 4)

3. Fixed Site: Kegiatan proyek yang bahan baku,

perkakas dan pekerja datang ke lokasi dimana


produk dibuat, dengan ciri:- pekerja terlatih, mahir,
mandiri
- jumlah pesanan kecil dan tunggal.

Contoh : industri pesawat terbang,kapal.

TIPE-TIPE PRODUK

Product positioning atau penempatan produk yang


dikenal dalam industri manufaktur adalah
make to stock (produksi untuk stok),
make to order (produksi untuk pesanan),
assemble to order (perakitan untuk pesanan), dan
engineer to order (rekayasa untuk pesanan).

Keempat tipe sangat tergantung pada pasar


yang akan diisi oleh perusahaan. Dalam
kaitanya dengan perancangan tata letak
pabrik, keempatnya akan terkait dengan tipe
tata letak yang akan diterapkan

Make to stock merupakan tipe produksi yang


menjaga
persediaan
produk
melalui
penyimpanan sejumlah produk di gudang.
Untuk pasar yang menginginkan produk-produk
standar dengan pengiriman dan penyediaan
yang
sesegera
mungkin
(immediately).
Pelanggan
tidak
mengizinkan
adanya
keterlambatan. Variasi produk hanya dari segi
warna, ukuran, dan rupa-rupa lainya. Contoh
tipenya adalah produk makanan.

Make to order dan engineer to order


merupakan tipe produksi yang melakukan
pengilangan berdasarkan pesanan pelanggan,
baik dari segi mutu maupun karakteristik
produk lainya.
Perusahaan umumnya menjaga ketersediaan
bahan baku, bukan produk jadi.
Pabrik ini membutuhkan kemampuan teknis
yang khusus.

Produk yang di buat merupakan rancangan pelanggan


dengan jumlah kuantitas produksi yang kecil.
Produk-produk yang dihasilkan merupakan kombinasi
komponen-komponen baku dan komponen hasil
perancangan yang dibutuhkan. Pasarnya mengizinkan
waktu ancang yang panjang. Contoh produk tipenya
adalah pesawat terbang atau kapal laut.

Assemble to order merupakan produk hasil rakitan


komponen-komponen baku yang telah disiapkan.
Penekanan pada penjagaan persediaan komponenkomponen baku tersebut. Produk yang dihasilkan
beragam dan bermutu tinggi. Harga yang ditawarkan
cukup bersaing. Sub assemble memiliki waktu
ancang yang pendek. Produk-produk pada tipe ini
mngedopsi pada prinsip-prinsip modularitas. Contoh
tipe ini dapat diterapkan pada produk furniture.

Rancangan Produk(1)
(Minggu Ke-4)
Rancangan Produk melibatkan Penentuan jenis dan
jumlah produk.
Hal ini diputuskan oleh manajemen puncak berdasar
masukan dari pemasaran,pengilangan/produksi dan
keuangan dengan mempertimbangkan faktor ekonomis.
Rancangan produk akan menentukan tipe: produk,
proses, tataletak yang akan diterapkan. Kebijakan
penentuan produk akan menentukan tipe proses dan
pemilihan tataletak.

Rancangan Produk(2)
Bila pabrik baru atau pengembangan produk bagi pabrik
yang sudah ada,pemilihan tataletak ditujukan untuk
perencanaan kebutuhan sumber daya.
Analisis terhadap rancangan produk bertujuan
mengetahui:
1. Jumlah permintaan pasar dan modal yang dibutuhkan.
2. Laju produksi: akan menjadi acuan kapasitas pabrik.
3. Cara produksi; terkait tipe proses.
4. Umur; terkait dengan umur setiap produk.

Rancangan Produk(3)
5. Stabilitas produk: tingkat kepekaan produk terhadap
perubahan perilaku pasar.
6. Daya tahan produk terkait sifat produk, terkait dengan
pengendalian kualitas.
7. Fungsi produk.
8. Derajat pembakuan, terkait penerapan modularitas
produk.
9. Perkiraan harga jual, terkait aspek kepuasan customer.

Proses Produksi(1), Minggu ke 4


Rancangan produk yang sudah ditetapkan akan
digunakan merancang proses proses produksi. alat
Klasifikasi proses menurut jenis atau alat dapat
membantu perancangan proses produksi.
Dalam merancang proses ada faktor terkait yang harus
diperhatikan terkait dengan mekanis ( misal: keandalan,
karakteristik mesin, derajat mekanisasi) dan
pengoperasian TK).
Konsep Perancangan Proses: menggunakan proses
Satuan(lihat Buku Dua hal 58 Tabel 5.3).

Proses Produksi(1)
Alasan penggunaan Proses Satuan:
1. Lebih mudah dalam menentukan apa yang harus
dilakukan pada bahan untuk mengubahnya.
2. Lebih mudah mengatur informasi proses.
3. Memudahkan sintesis proses baru.
4. Mempermudah pemandingan antara proses karena
karakteristik biaya dapat dibandingkan.

3.7 Menghitung jumlah mesin dan operator (Minggu


ke 5)

59

3.7 Menghitung jumlah mesin dan


operator(Minggu ke 5)

Tabel.
Perhitungan Mesin
Yang dibutuhkan

60

ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC)


(BAB V)
(Minggu 6)
Dalam industri pada umumnya terdapat sejumlah
kegiatan atau aktivitas yang menunjang jalannya
suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas tersebut
saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan
lainnya, dan yang paling penting diketahui bahwa
setiap kegiatan tersebut membutuhkan tempat untuk
melaksanakannya. Aktifitas atau kegiatan tersebut
diatas dapat berupa aktivitas produksi, administrasi,
assembling, inventory, dll.

Sebagaimana diketahui diatas bahwa setiap kegiatan

atau aktifitas tersebut saling berhubungan antara satu


dengan lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka
dalam perencanaan tata letak pabrik harus dilakukan
penganalisaan yang optimal.

Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa

hubungan antar aktifitas yang ada adalah Activity Relationship


Chart.

Teknik ARC
Teknik penganalisaan menggunakan ARC dikemukakan
oleh Richard Muthe, adalah sebagai berikut :
Hubungan antar aktifitas ditunjukkan dengan tingkat
kepentingan hubungan antar aktifitas tersebut yang
dikonversikan dalam bentuk huruf, sebagai berikut :

2. Alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan tersebut


adalah sebagai berikut :

a. Menggunakan catatan yang sama


b. Menggunakan personil yang sama
c. Menggunakan ruang yang sama
d. Tingkat hubungan personil
e. Tingkat hubungan kertas kerja
f. Urutan aliran kertas
g. Melakukan aliran kerja yang sama
h. Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama
i. Ribut, kotor, getaran, debu, dan lain-lain
j. Lain-lain yang mungkin perlu

Untuk

mempermudah
penganalisaan
selanjutnya maka hubungan antar aktivitas
tersebut dibuat kedalam kertas kerja (work
sheet) yang dibuat sebagai berikut :
WORK SHEET FOR ACTIVITY RELATIONSHIP CHART
NO.
1
2
3
4
5
6
7
8

ACTIVITY

DEGREE OF CLOSENESS

A
2

E
-

Rec.&
Shipp.
Stock Room 1, 5
Tool Rom
4, 5
Maintenanc 3, 5
e
Production 2, 3, 4 6, 7, 8
Locker
5
Room
Food
5
Service
Office
5

I
5

O
3, 4, 8

U
6, 7

3, 4, 8 6, 7
1, 2 6, 7, 8
1, 2, 8 6, 7

X
-

1
7

1, 2, 3

4
-

1,2,3

3, 8

DERAJAT KETERKAITAN KEGIATAN


No.

TINGKAT KEPENTINGAN

KODE

WARNA

MUTLAK

MERAH

SANGAT PENTING

KUNING

PENTING

HIJAU

BIASA

BIRU

TIDAK PERLU

PUTIH

TIDAK DIINGINKAN

COKLAT

Metode analisa aliran material


Peta proses operasi
Diagram alir
Peta aliran proses
From-to-chart
Activity relationship diagram (ARC)
Assembly chart

Peta ARC

Analisa hubungan aktivitas

Analisa bersifat kuantitatif

Activity Relationship Diagram

Kombinasi diagram ARC dan flow diagram

Diagram
Keterkaitan
Kegiatan

Diagram hubungan ruangan


(Diaram Keterkaitan Keiatan)

Mengevaluasi luas area yang dibutuhkan dan


yang tersedia
Diagram hubungan ruangan dibuat setelah
analisis terhadap luas yang dibutuhkan dan
ARC

Diagram hubungan ruangan

UTS

MATERI-MATERI YANG SUDAH DIBERIKAN

Sistem Penyimpanan Bahan


BAB VI

GUDANG

merupakan tempat yang dibebani tugas untuk menyimpan


barang yang akan dipergunakan dalam produksi sampai
barang diminta sesuai dengan jadwal produksi.
Dalam hal ini gudang terbagi atas 2 bagian :
Gudang untuk receiving
Gudang untuk shipping
pada masing-masing gudang tersebut dihitung tempat yang
paling memungkinkan dengan perhitungan pada bahan atau
material yang akan ditempatkan, ditambah dengan allowance
yang diperlukan.
Dari cara penyimpanannya terdiri atas dua bagian, rak dan
tumpukan.

RAK
Jika untuk ukuran material diatas dibatasi dengan ukuran rak;
Ukuran rak 80 x 200 x 100 cm
Maka :
80 x 200 x 100 = 1.600.000 cm2
1.600.000 / 80.000 = 20 unit material
maka untuk 100 unit = 100 / 20 = 5 buah rak
Luas gudang = 5 (80 x 200) = 80.000 cm2
= 80.000 + (80,000 x 200%) = 240.000 cm2

TUMPUKAN
Contoh :
Ukuran material 40 cm x 100
cm x 20 cm (P x L x T)
Material yang dibutuhkan 100
buah
Maksimum tumpukan 5 buah
Allowance 200%

Penyelesaian :
40 x 100 x 20 =
80.000 cm2
80.000 / 20 = 4.000
cm2
x 100 = 400.000
cm2
400.000 / 5 (maks.
Tumpukan) = 80.000
cm2
80.000 cm2 + (80.000 x
200%) = 240.000 cm2
Luas gudang =
1.200.000 cm2

Fungsi Pokok Gudang


a. Receiving (penerimaan) dan shipping
(pengiriman).

b. Identifying and sorting (pengidentifikasian dan


penyaringan)

c. Dispatching ke penyimpanan
d. Picking the order (pemilihan pesanan)
e. Storing (penyimpanan)
f. Assembling the order (perakitan pesanan)
g. Packaging (pengepakan)
h. Dispatching the shipment
i. Maintaining record (perawatan produk)

Automatic Storage System


Alur produksi pada suatu industry dapat digambarkan sebagai berikut :

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

79

Automatic Storage System

Tujuan dasar dari inventory/Penyimpanan adalah memisahkan antara


permintaan danpenawaran. Inventory bertugas sebagai
penyangga/perantara antara :
Permintaan dan penawaran
Permintaan pelanggan dan barang jadi
Barang jadi dan ketersediaan komponen
Persyaratan untuk suatu operasi dan output dari operasi sebelumnya
Bagian dan material untuk memulai produksi dan persediaan material.Sarana
untuk itu:Gudang
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

80

Automatic Storage System

Manajemen inventory adalah suatu sistem yang bertanggungjawab


untuk merencanakan dan mengawasi inventory mulai dari tahap
raw material sampai ke pelanggan. Agar suatu badan usaha
memperoleh keuntungan yang optimum
Syarat manajemen inventory yang baik adalah
Pelayanan pelanggan yang maksimal
Biaya operasional pabrik yang rendah
Investasi inventory yang minimal
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

81

Automatic Storage System

Karena inventory disimpan di gudang, maka secara


fisik manajemen inventory dan gudang sangat
berkaitan. Dalam beberapa kasus, inventory
mungkin disimpan untuk jangka waktu tertentu.
Dalam situasi lain, perputaran inventory sangat
cepat dan gudang berfungsi sebagai pusat distribusi.
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

82

Automatic Storage System

Pergudangan
adalah kesatuan komponen di dalam Supply Chain Product[2] dan bagianbagian dari gudang[3].
Gudang adalah tempat yang dibebani tugas untuk menyimpan barang
yang akan dipergunakan dalam produksi, sampai barang tersebut diminta
sesuai jadwal produksi.
Fungsi penyimpanan ini sering disebut ruang persediaan, gudang bahan
baku, atau nama khusus setempat, bergantung pada jenis barang yang di
simpan
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

83

Automatic Storage System

Elemen pergudangan:
1.Kerangka bangunan, material dapat disimpan dalam satu
bagian fasilitas pabrik atau dalam struktur yang terpisah
2. Media penyimpanan, digunakan untuk mendukung dan
melindungi material dan membuat material dapat diakses.
Media penyimpanan yang umum adalah rak penyimpanan,
bin, dan korsel berputar
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

84

Automatic Storage System

3. Mekanisme pengangkutan, mekanisme (otomatis,


semiotomatis, atau manual) digunakan untuk mengangkut
muatan antara lokasi input/output dan lokasi penyimpanan
4. Kebijakan penyimpanan/pencarian, menentukan letak
penyimpanan untuk tiap tipe muatan.
5.Pengawasan/ kontrol, digunakan untuk mengarahkan
mekanisme pengangkutan selama operasi penyimpanan dan
pencarian.
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

85

Automatic Storage System

aktivitas proses di gudang


1.Menerima barang, gudang menerima barang dari
pengangkutan luar atau dalam pabrik dan menerima
tanggungjawab dari mereka/pengirim barang. Ini berarti
gudang harus :
Mengecek barang berdasarkan pemesanan dan bill of
lading
Mengecek kuantitas.
Mengecek kerusakan dan isi laporan kerusakan jika
dibutuhkan.
otomasi industri_magister
master_teknik jika
mesin_UNDIP
barang
dibutuhkan
Memeriksa

86

Automatic Storage System

Aplikasi pergudangan :

Ada volume barang sangat tinggi pada proses penyimpanan;


Pentingnya kerapatan penyimpanan dengan alasan karena

keterbatasan tempat dan tidak ada nilai tambah yang dihasilkan


dalam proses ini,
Pentingnya akurasi dan potensi timbulnya kerusakan pada
proses penyimpanan.

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

87

Automatic Storage System

Peralatan yang dibutuhkan pada sistem pergudangan otomatis:

Tempat penyimpan barang, seperti box, stocking

container.
Perlengkapan pengangkut, seperti crane, elevator
Rak penyimpannan
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

88

Automatic Storage System

Berdasarkan karakteristiknya:
Perlengkapan pengangkat, adalah kelompok mesin yang dengan peralatan
pengangkat yang bertujuan untuk memindahkan muatan biasanya dalam satu
bac (batch)
Peralatan pemindah, adalah kelompok mesin yang mungkin tidak mempunyai
peralatan pengangkat tetapi yang memindahkan muatan secara
berkesinambungan.
Perlengkapan permukaan dan overhead, adalah kelompok mesin yang mungkin
juga tidak dilengkapi dengan peralatan pengangkat dan biasanya menangani
muatan dalam satu bac (batch)
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

89

Automatic Storage System

Gambar . Stacking Container, yang merupakan box


penyimpanan barang

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

90

Automatic Storage System

Gambar . Bin selving, storage bin sebagai rak utama


penyimpan stacking

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

91

Automatic Storage System

Gambar . Bin selving, storage bin sebagai rak utama penyimpan


stacking

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

92

Automatic Storage System

Gambar . Conveyor, sebagai pemindah barang.

93
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

Automatic Storage System

Gambar . Rak penyimpanan barang

otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

94

Automatic Storage System

Manajemen pergudangan
1.Penggunaan ruang secara maksimum, biasanya
biaya modal terbesar adalah untuk ruang. Ini artinya
tidak hanya ruang lantai tapi juga ruang kubik
karena barang disimpan dalam ruang diatas lantai
dan juga diatas barangnya.
2.Penggunaan tenaga kerja dan peralatan yang
efektif, peralatan pemindahan material mewakili
biaya modal terbesar kedua dan tenaga kerja
merupakan biaya operasi terbesar
otomasi industri_magister master_teknik mesin_UNDIP

95

FORMULASI MODEL PENYELESAIAN


Pengembangan model penyelesaian penempatan
barang pada fasilitas gudang sudah cukup banyak.
Model
diselesaikan
secara
heuristik
dengan
mempertimbangkan model kuantitatif tata letak
gudang untuk menentukan lokasi suatu barang yang
akan disimpan pada gudang.

Model berdasarkan pada kebijakan dedicated atau


fixed-slot storage yang menentukan slots atau lokasi
ditujukan untuk produk tertentu. Jumlah slots sama
dengan level penyimpanan maksimum produknya.
Persoalan tata letak gudang mencakup penentuan
lokasi penyimpanan pada gudang.

Pemindahan Bahan
(BAB VII)
Pemindahan merupakan bagian besar dari kegiatan
produktif dalam kebanyakan perusahaan, maka harus
dipikirkan secara cermat, dan cara pemindahan
dirancang ke dalam lingkup tataletak, bukan
dibebankan diatasnya. Subyek pemindahan bahan
sebagai faktor penting dalam perencanaan dan
perancangan.

Cakupan

pemindahan bahan sangat luas dan


pentingnya pemindahan barang menjadikannya
dikenali lebih luas.
Kegiatan pemindahan mencapai sekitar 50%-70%
kegiatan produksi.

Penentuan Kebutuhan Peralatan


Operasi sistem transportasi bahan berbasis alat angkut yang

dimaksud antara lain truk industri (truk dua tangan dan


bermotor), sistem conveyor dan crane dengan asumsi,
kecepatan konstan, dalam operasinya tidak ada efek
percepatan,
penurunan
percepatan
dan
perbedaan
percepatan.
Waktu yang dibutuhkan dalam satu siklus pengiriman yaitu :
1. Pemuatan, 2. Waktu perjalanan ke stasiun drop-off, 3.
Waktu pelepasan muatan dan 4. Waktu perjalanan alat
angkut dalam keadaan kosong

Tiga tahapan pengembangan kegiatan


pemindahan bahan dalam urutan waktu yaitu :

1.Konvensional
2.Kontemporer
3.Maju, atau berorientasi ke sistem

Tujuan pemindahan barang

Menaikkan kapasitas
Memperbaiki kondisi kerja
Memperbaiki pelayanan pada pelanggan
Meningkatkan pemanfaatan ruang dan peralatan
Mengurangi ongkos

Prinsip-prinsip pemindahan bahan

a. Semua kegiatan pemindahan harus direncanakan


b. Kurangi, gabung, atau hilangkan pemindahan yang
tak perlu dan/atau peralatan
c. Memanfaatkan volume bangunan semaksimal
mungkin
d. Berikan metode dan peralatan pemindah yang
aman
e. Kurangi waktu kosong atau tak-produktif
f. Tentukan efisiansi kinerja pemindahan dalam
batasan biaya tiap satuan yang dipindah.
g. dll.

Perhitungan Luas Lantai Fasilitas Pabrik /


Produksi
(BAB VIII)
Menentukan luas lantai

Luas lantai dibutuhkan untuk mesin / peralatan bisa

ditentukan setelah tahu berapa mesin yang harus diawasi


oleh seorang operator. Begitu juga untuk luas lantai
departemen perakitan dapat ditentukan setelah diketahui
lebih dahulu jumlah operator perakitan yang dibutuhkan.

Beberapa metoda yang umum dipakai untuk


menentukan luas lantai adalah :

Production-Centre

Method, dimana senter produksi


terdiri dari satu mesin ditambah dengan seluruh peralatan
yang diperlukan dan area untuk operator. Tempat kerja
(depan, belakang, kiri, kanan) ditambah ruang maintenance
dan ruang storage akan didapat luas lantai untuk mesin.
Pada prinsipnya semua peralatan dan lokasi storage disusun
pada senter produksi.
Roughed-Out Layout Method, dimana template atau
model ditempatkan pada tataletak yang diperoleh dari
estimasi konfigurasi umum dan luas lantai yang dibutuhkan.

Space-Standard

Method, dimana untuk industristandard, luas lantai ditentukan


standard yang telah ditetapkan

industri yang
berdasarkan
sebelumnya.
Ratio Trend and Projection Method, penggunaan
cara
ini
yaitu
dengan
menetapkan
ratio
(perbandingan) dari feet atau meter kwadrat semua
faktor yang bisa mengukur atau memprediksi
tataletak yang akan diusulkan. Sebagai contohnya
adalah feet kwadrat per jam buruh langsung, feet
kwadrat per unit produksi dan feet kwadrat per
supervisor.

Ruang Produksi
Kelonggaran fasilitas pada ruang produksi adalah
50% dipakai untuk antara lain : gang laluan pekerja,
alat pemindah bahan.
Ini menyangkut :

Luas Lantai Fabrikasi


Luas Lantai Assembling

PERHITUNGAN LUAS LANTAI FABRIKASI


1

NO MESIN / PERALATAN
LUAS LANTAI

MESIN/PERALATAN

PxL = A

10

11

LUAS LANTAI
PERALATAN
PxL = A

OPERATOR

RUANG

JUMLAH LUAS

JUMLAH PADA
KELONGGARAN
150%

JUMLAH
MESIN

JUMLAH LUAS
LANTAI
MESIN

KETERANGA
N

9,75

39

MESIN BUBUT

0,5 X 2 = 1

1 X 0,5 = 0,5

2 X1 = 2

3X1=3

1+0,5+2+3=
6,5

MESIN FREIS

1X1=1

1 X 0,5 = 0,5

0,5 X 1 = 0,5

2X1=2

1+0,5+0,5+2=3

4,5

18

JUMLAH TOTAL LUAS LANTAI


UNTUK MESIN

1000

PERHITUNGAN LUAS LANTAI ASEMBLING


NO MESIN / PERALATAN
LUAS LANTAI

MESIN/PERALATAN

PxL = A

LUAS LANTAI
PERALATAN
PxL = A

OPERATOR

RUANG

JUMLAH LUAS

JUMLAH PADA
KELONGGARAN
150%

BANGKU PERIKSA

0,5 X 1 = 0,5

1 X 0,5 = 0,5

2 X1 = 2

3X1=3

0,5+0,5+2+3=
6

BANGKU KERJA

1X2=2

1 X 0,5 = 0,5

0,5 X 1 = 0,5

2X1=2

JUMLAH LUAS
LANTAI
MESIN

JUMLAH
MESIN

KETERANGA
N

54

2+0,5+0,5+2=5

7,5

45

JUMLAH TOTAL LUAS LANTAI


UNTUK MESIN

Ruang Fasilitas Pendukung


Fasilitas pendukung merupakan kegiatan pelayanan.
Pelayanan dapat dibagi menjadi pelayanan:
produksi, bangunan pabrik, administrasi dan
pegawai.
Pelayanan produksi mencakup bagian
Ruang dan Rak perkakas
Penerimaan
Kantor supervisor/ Kabag/ Manajer
Gudang
Produksi
Gudang peralatan pemindah
Pengiriman

Pelayanan bangunan pabrik meliputi : bangunan

gedung, peralatan, perlengkapan. Selain itu juga


memberikan fasilitas untuk : 1. tempat parkir, 2.
pembuangan sisa sampah
Kelonggaran fasilitas pendukung : antara (50% 200%)
Kelonggaran untuk pelayanan administrasi antara
(25% - 50%) dari luas kebutuhan ruang pegawai,
berdasarkan penelitian kebutuhan ruang seorang
pegawai 9,54 m2.