Anda di halaman 1dari 13

Peran Birokrat Garda Depan dalam

Implementasi Kebijakan
Melakukan interprestasi terhadap tujuan
kebijakan
Menjalin komunikasi antar lembaga
Berhadapan secara langsung dengan
kelompok sasaran
Frontline bureaucrats/street-level
bureaucrats
Mmereka inilah yang secara langsung
menjalankan peran untuk mewujudkan
tujuan kebijakan

Mendata kelompok sasaran


Melakukan sosialisasi
Mendistribusikan keluaran kebijakan
kepada kelompok sasaran
Memastikan bahwa keluaran
kebijakan dimanfaatkan oleh
kelompok sasaran secara benar agar
tujuan kebijakan dapat tercapai

Birokrat garda depan dan


penyampaian informasi
Implementer menjelaskan latar belakang mengapa
kebijakan dibuat, tujuan kebijakan, siapa yang
berhak mendapatkan manfaat kebijakan, apa
bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan agar
tujuan kebijakan tersebut dapat dicapai, apa saja
bentuk pelayanan atupun bantuan yang akan
diberikan
pemerintah
melalui
implementasi
kebijakan tersebut agar kelompok sasaran
memperoleh manfaat dari implementasi kebijakan
tsb, bagaimana kelompok sasaran terlibat dalam
monitoring
untuk
mencegah
terjadinya
penyimpangan kebijakan.

Sosialisasi dapat dilakukan dengan


berbagai bentuk :
1. Tatap muka langsung
2. Melalui media cetak dalam bentuk
selebaran, pengumuman, stiker,
pamflet
3. Media elektronik tv, radio dikemas
dalam bentuk ceramah, drama, film
pendek
4. Media internet melalui media jejaring
sosial, website

Sosialisasi terbaik dengan melibatkan


kelompok sasaran dalam proses perumusan
kebijakan yang akan berimplikasi terhadap
mereka
Tujuan pokok sosialisasi adalah untuk
menjelaskan kepada masyarakat, terutama
kelompok sasaran kebijakan tentang isi
kebijakan
Kecenderungan terjadinya informastion gap
Suatu kondisi dimana informasi tentang tujuan
kebijakan tidak tersampaikan secara baik
kepada kelompok sasaran sehingga terjadi
perbedaan pemahaman tentang kebijakan
antara kelompok sasaran dengan implementer.

Tiga Tipologi Birokrat Garda Depan

berkaitan dengan penyampaian informasi kebijakan yang mereka lakukan

Suppress information bureaucrats :


mereka justru menyembunyikan
sebagian informasi yang seharusnya
disampaikan kepada kelompok
sasaran. Dalam hal ini birokrasi
garda depan tidak menyampaikan
informasi secara detail hal-hal ang
berkaitan dengan kebijakan yang
sedang diimplementasikan.

Provide inadequate information bereaucrats :


menyampaikan informasi dengan tidak
lengkap sehingga kelompok sasaran kurang
memiliki pemahaman yang komperhensif
tentang tujuan dan manfaat kebijakan yang
membuat kelompok sasaran mengalami
kebingungan.
Provide supportive informastion
bureaucrats :memberikan informasi secara
akurat, memadai kepada masyarakat.
Memberikan waktu lebih untuk melayani
kelompok sasaran kebijakan. Memberikan
kontribusi positif terhadap upaya pencapaian
tujuan kebijakan.

Kejelasan Prosedur VS Diskresi


Diskresi yang diberikan kepada para birokrat
garda depan merupakan elemen penting untuk
memberikan keleluasaan para birokrat dalam
menyesuaikan panduan implementasi kebijakan
dengan realitas yang mereka temui dilapangan
Diskresi diberikan dengan asumsi bahwa
keterbatasan pembuat kebijakan memiliki
informasi terbatas dan tidak lengkap tentang
berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan
kebijakan yang akan dipecahkan, karakteristik
kelompok sasaran, kondisi sosial, ekonomi dan
politik dimana kebijakan akan
diimplementasikan

Ketidak sesuaian juklak dan juknis


(SOP) dengan realitas yang dihadapi
oleh pelaksana dilapangan
Dampak negatif yang tidak pernah
diperkirakan apabila implementasi
dilakukan mengikuti prosedur yang
telah ditetapkan
Diskresi (Street level bureaucrats) =
menambal kelemahaan bawaan
suatu kebijakan
Ex: pelayanan obat-obatan
kesehatan puskemas, pengaturan

Administrative
Implementation
Apabila SOP disusun secara baik dan
kondisi yang ada dilapangan sesuai
dengan SOP yang telah disusun.

Diskresi

Ketika realitas yang ada dilapangan berubah jauh


lebih cepat dan menjadi lebih komplok dibanding
kondisi sebelumnya yang dipakai sebagai acuan
dalam menyusun SOP namun implementasi.
Mengikuti SOP namun impelemntasi tidak dapat
dilakukan secara optimal karena kenyataannya
dilapangan berbeda jauh dibanding dengan SOP yang
ada.
Menyimpang dari SOP, agar implementasi kebijakan
dapat mencapai hasil yang optimal namun dengan
resiko
dipersalahkan
secara
hukum
apabila
penyimpangan dari SOP tersebut tidak mampu merai
h hasil yang lebih baik dari implementasi yang
mengikuti SOP.
Apakah Implementor
diberi kewenangan untuk
melakukan diskresi atas SOP yang sudah ditentukan
oleh pembuat kebijakan dan keberanian menyimpang
dari SOP dengan tujuan positif...?

KLASIFIKASI DISKRESI
Diskresi yang berorientasi pada perwujudan
kepentingan publik. Lebih diarahkan sebagai
upaya untuk mewujudkan nilai-nilai
publik/kepentingan publik agar tujuan
kebijakan dapat diwujudkan.
Diskresi lebih berorientasi kepada kepentingan
para implementer. Diskresi jenis ini dikatakan
sebagai penyimpangan
kewenangan.perubahan yang berkaitan
dengan input, output, dan instrumen kebijakan
tidak didasarkan pada pertimbangan untuk
mencapai tujuan kebijakan

Mengukur kinerja birokrat garda


depan dalam implementasi kebijakan
Sejauh mana aparat birokrat garda depan
tersebut mendukung pencapaian tujuan
organisasi yang diberi mandat untuk
mengimplementasikan suatu kebijakan
Menilai apakah cara pencapaian hasil
pekerjaan yang dilakukan oleh para
birokrat garda depan tersebut memenuhi
prinsi-prinsip tata kelola pemerintahan
yang baik (good governance) (program
berupa pelayanan) (pendekatan)