Anda di halaman 1dari 2

RUANG RUGI

Ruang rugi pernapasan adalah ruang di dalam saluran napas yang berisi udara yang
tidak berkontak dengan alveoli dan berada di ruang seperti hidung, faring , dan trakea sehingga
udara tersebut tidak ikut serta dalam proses pertukaran gas dengan darah dalam kapiler paru.
Volume ruang rugi normalnya berkisar sebesar 150 ml dan jumlahnya akan meningkat seriring
dengan pertambahan usia. Ruang rugi,berdasarkan metode perhitunganya dibedakan menjadi
dua jenis yaitu : Ruang rugi anatomi adalah ruang rugi yang berisi volume udara dalam sistem
pernapasan selain volume udara pada alveoli. Metode pengukurannya dengan cara mengukur
volume seluruh ruang sistem pernapasan selain alveoli dan daerah pertukaran gas lainnya yang
berkaitan erat. Ruang rugi fisiologi adalah ruang yang berisi volume udara yang tidak
mengalami ventilasi dengan darah. Metode pengukurannya dengan cara mengukur volume
seluruh ruang sistem pernapasan termasuk ruang rugi alveoli dan daerah petukaran gas lainnya.
Pada orang yang normal, volume ruang anatomi dan volume ruang fisiologi hampir sama,
karena pada paru normal semua alveoli berfungsi. Pada orang yang alveolinya hanya berfungsi
sebagian atau tidak berfungsi sama sekali, volume ruang rugi fisiologinya mencapai 10 kali
volume ruang rugi anatomi atau berkiasar antara 1-2 liter.1

SESAK NAFAS
Sesak nafas merupaka gangguan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan untuk melalkukan
ventilasi udara untuk memenuhi kebutuhan akan udara. Sesak nafas sering disamakan
penyebutannya dengan kelapaaran akan udara. Setidaknya ada tiga faktor yang dapat
mengakibatkan terjadinya sensasi sesak nafas. Faktor-faktor tersebut ialah abnormalitasi dari
gas pernapasan dalam cairan tubuh, terutama akibat dari hiperkapnia dan

hipoksia;

ketidakmampuaan dari otot-otot pernafasan untuk menyediakan ventilasi yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh; pikiran masing-masing. Seseorang dapat menjadi sangatt sesak apabial
terdapat kelebihan penumpukan CO2 dalam cairan tubuh. Namun pada suatu saat , kadar CO2
dan O2 di cairan tubuh dapat menjadi normal, namun untuk mencapai normalitas ini ,
seseoorang harus bernapas secara paksa sehingga mengakibatkan otot-otot pernafasannya
bekerja melebihi beban kerja biasanya. Selain itu , fungsi pernapasan seseorang mungkin
normal dan masih dyspnea mungkin dialami karena keadaan normal pikiran. Kondisi ini
disebut sesak nafas neurogenik atau sesak nafas emosional. Contohnya, hampir semua orang
sejenak berpikir tentang tindakan bernapas mungkin tiba-tiba mulai mengambil napas sedikit

lebih dalam daripada biasanya. Perasaan ini dapat meniingkat pada orang yang memiliki
ketakutan psikologis tidak bisa mendapat jumlah udara yang cukup, seperti saat memasuki
kecil atau dikeremuni orang banyak.2
Daftar Pustaka
1. Hall JE. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. 13th ed. Philadhelphia: Elsevier;
2016. 503-504 p.
2. Hall JE. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. 13th ed. Philadhelphia: Elsevier;
2016. 556 p.

Anda mungkin juga menyukai